Category: Antaranews.com Nasional

  • Pedagang Pasar Induk Kramat Jati keluhkan lapak sementara tak layak

    Pedagang Pasar Induk Kramat Jati keluhkan lapak sementara tak layak

    Jakarta (ANTARA) – Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengeluhkan lapak sementara yang disediakan Perumda Pasar Jaya tidak layak untuk aktivitas jual beli.

    “Kalau memang mau dibangun, kami tidak masalah pindah. Tapi jangan disuruh pindah ke tempat yang tidak layak. Kalau mau dibangun dan dikerjain, kami pindah sendiri, asal tempatnya sesuai,” kata salah satu pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Parminah saat ditemui di Jakarta Timur, Senin.

    Parminah menilai, lokasi penampungan sementara yang disiapkan tidak layak untuk aktivitas jual beli, terutama bagi pedagang buah dengan volume barang yang besar.

    Pada prinsipnya, dia tidak menolak jika pemerintah atau pengelola pasar ingin melakukan pembangunan, namun relokasi hanya bisa diterima jika tempat pengganti benar-benar memadai.

    Menurut dia, lapak yang saat ini ditempatinya saja sudah terasa sempit. Kondisi dagangan sering bertumpuk karena keterbatasan ruang.

    Jika harus dipindahkan ke lokasi penampungan sementara dengan ukuran yang lebih kecil, maka dikhawatirkan aktivitas jual beli akan semakin terganggu.

    “Ini saja sudah tumpuk-tumpukan, tidak jalan. Apalagi nanti kalau pindah ke sana. Penampungan cuma satu setengah meter kali dua meter, kecil banget, nggak layak,” ujar Parminah.

    Hal serupa dikatakan pedagang buah lainnya Hendra. Dia menyebut, pedagang seperti dirinya membutuhkan ruang yang cukup luas untuk menata dagangan seperti pepaya dan buah-buahan lainnya.

    Dengan ukuran lapak yang sempit, penataan barang menjadi tidak optimal dan berpotensi merusak kualitas buah.

    “Pepaya saya saja ditumpuk-tumpuk begini. Barang buah itu kan butuh tempat, tidak bisa sembarangan,” kata Hendra.

    Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menyebut, Perumda Pasar Jaya bergerak cepat menyiapkan tempat penampungan sementara bagi pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

    “Kami sedang berkoordinasi untuk menyiapkan tempat penampungan pedagang agar mereka bisa kembali berdagang,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12).

    Tempat penampungan tersebut ditargetkan sudah bisa digunakan dalam waktu tiga hari ke depan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.

    Selain itu, Agus memastikan para pedagang tetap dapat berjualan, dan aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati tetap normal.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Roy Suryo dkk minta ijazah Jokowi di uji lab forensik independen

    Roy Suryo dkk minta ijazah Jokowi di uji lab forensik independen

    Jakarta (ANTARA) – Kuasa hukum Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, meminta Polda Metro Jaya untuk melakukan uji forensik ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dilakukan secara independen.

    “Meminta agar dilakukan uji laboratorium forensik yang bersifat independen, dengan hasil yang kredibel, transparan, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pihak,” kata kuasa hukum Roy Suryo dkk, Khozinudin saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin.

    Khozinudin menjelaskan permintaan uji forensik independen ini berangkat dari pengalaman dalam berbagai kasus besar yang menunjukkan adanya anomali dalam proses penegakan hukum.

    “Salah satunya adalah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang awalnya dinarasikan sebagai peristiwa tembak-menembak, namun kemudian terbukti sebagai pembunuhan berencana setelah dilakukan pemeriksaan forensik ulang secara independen,” katanya.

    Atas dasar itu, kata dia, pengajuan uji laboratorium forensik independen sebagai langkah penting untuk menghilangkan keraguan publik, mencegah dugaan intervensi, serta memastikan hasil pemeriksaan dapat diterima oleh semua pihak.

    “Kami mengusulkan agar uji forensik independen dilakukan oleh institusi dalam negeri yang memiliki kredibilitas dan kompetensi, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau Laboratorium Forensik Universitas Indonesia,” kata Khozinudin.

    Polda Metro Jaya menyebutkan hasil gelar perkara khusus yang diajukan oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, tetap memutuskan mereka sebagai tersangka.

    “Adapun terhadap penetapan tersangka yang sudah kami lakukan, apabila para tersangka atau kuasa hukum keberatan maka dipersilahkan untuk melakukan pengujian melalui mekanisme pra peradilan sebagaimana yang sudah diatur dalam KUHAP,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12).

    Iman menjelaskan gelar perkara khusus yang diselenggarakan pada Senin (15/12) pukul 10.30 – 22.10 WIB tersebut juga dihadiri oleh pengawas eksternal, internal, para prinsipiel, Komisi Kepolisian Nasional, Komnas HAM dan Komisi Nasional Perempuan.

    “Hal tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi profesionalitas dan proporsionalitas,” katanya.

    Sementara itu, terkait keaslian ijazah milik pelapor, Iman menjelaskan telah menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo.

    “Sekali lagi, kami sampaikan kepada rekan-rekan bahwa pada kesempatan gelar perkara tersebut, penyidik telah menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan UGM,” katanya.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pendapatan DKI lewat pengelolaan aset Tahun 2025 capai Rp450 miliar

    Pendapatan DKI lewat pengelolaan aset Tahun 2025 capai Rp450 miliar

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat pendapatan melalui pengelolaan aset barang milik daerah (BMD) pada tahun 2025 mencapai Rp450 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp449 miliar.

    “Insya Allah akan mencapai Rp805 miliar di tahun 2026, naik cukup signifikan. Naik 81 persen dari tahun 2025, dari posisi Rp450 miliar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafruddin di Jakarta, Senin.

    Faisal menyampaikan, dibutuhkan dukungan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) untuk merealisasikan target capaian PAD tahun depan melalui pembiayaan kreatif (creative financing) dalam rangka pengelolaan aset di Jakarta.

    Atas dasar itulah, diadakan perhelatan Jakarta Asset Motivation and Creation (JAMC) DKI Jakarta 2025, yang melibatkan sekitar 200 peserta dari masing-masing SKPD dan UKPD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

    “Ini dalam rangka mengoptimalkan aset-aset idle (menganggur) yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan dengan kegiatan ini akan muncul ide-ide kreatif dalam pengelolaan aset dalam memperkokoh PAD DKI Jakarta,” kata Faisal.

    Penguatan PAD pada akhirnya bertujuan untuk membangun Jakarta menjadi kota global. Sebab cita-cita Jakarta menduduki peringkat 50 besar kota global membutuhkan sumber dana yang cukup besar.

    “Kita mempunyai target yang cukup berat dalam rangka peningkatan Kota Global dari posisi 71 di tahun 2025, menjadi posisi 50 di tahun 2030. Maka, dibutuhkan sumber dana yang cukup besar untuk meraih cita-cita akan menjadi Top 50 di tahun 2030,” kata dia.

    Faisal berharap pembiayaan kreatif dapat menopang penerimaan DKI Jakarta yang bisa mengantarkan kota ini mencapai peringkat 50 teratas kota global pada tahun 2030.

    Dalam kesempatan itu, diumumkan tiga SKPD dengan prestasi terbaik di tiga kategori, yaitu SKPD dengan rekomendasi pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) yang jatuh kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta.

    Kemudian, kategori SKPD Pendukung Pengembangan Visioning BMD yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta; serta kategori SKPD Kontributor PAD Terbesar dalam Pemanfaatan BMD yaitu Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengendara sepeda motor tewas akibat kecelakaan di Kalideres

    Pengendara sepeda motor tewas akibat kecelakaan di Kalideres

    Jakarta (ANTARA) – Seorang pengendara sepeda motor bernama Santo tewas akibat kecelakaan maut di Jalan Kapuk Kamal Raya, Kalideres, Jakarta Barat, Senin.

    Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto mengatakan, korban tewas di lokasi usai mendapat luka parah pada bagian kepala.

    “Korban mengalami luka pada bagian kepala dan meninggal dunia lokasi kejadian,” kata Joko saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Kecelakaan maut itu berawal saat sepeda motor bernomor polisi B-6173-JHA yang dikendarai korban melaju di Jalan Kamal Raya dari arah timur ke barat.

    “Sesampainya di dekat rumah makan Mahmud Pojok, korban hendak mendahului truk trailer bernomor polisi B-9798-OI yang dikemudikan Sukatma,” katanya.

    Namun, naas sepeda motor korban terjatuh dan terlindas roda belakang kiri truk trailer.

    “Korban pun terlindas dan meninggal dunia di TKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tanggerang. Sementara sepeda motor korban mengalami kerusakan,” tutur Joko.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Operasi Lilin Jaya 2025 tak hanya fokus pengamanan tapi juga pelayanan

    Operasi Lilin Jaya 2025 tak hanya fokus pengamanan tapi juga pelayanan

    Jakarta (ANTARA) – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebutkan Operasi Lilin Jaya 2025 tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pelayanan.

    “Polri hadir untuk membantu masyarakat, memberikan informasi, dan merespons cepat setiap potensi gangguan keamanan maupun kebutuhan darurat di lapangan,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Asep juga melaksanakan peninjauan ke Pos Pengamanan (Pospam) Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk memastikan kesiapan pelayanan dan pengamanan masyarakat dalam rangka Operasi Lilin Jaya 2025.

    Dalam peninjauan tersebut, Asep memastikan seluruh personel, sarana prasarana serta pola pengamanan di salah satu simpul transportasi utama Jakarta berjalan optimal.

    Fokus pengamanan meliputi kelancaran arus penumpang, pencegahan gangguan kamtibmas, serta pelayanan humanis kepada masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Stasiun Gambir merupakan objek vital dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kami pastikan seluruh unsur pengamanan siap siaga, responsif dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang bepergian,” kata Asep.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budi Hermanto menjelaskan bahwa peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan berfungsi maksimal, khususnya di pusat-pusat keramaian dan transportasi publik.

    “Kami memastikan pelayanan berjalan 24 jam, mulai dari pengamanan, bantuan informasi, hingga respons cepat terhadap laporan masyarakat,” katanya.

    Budi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan keamanan selama periode Natal dan Tahun Baru.

    “Layanan 110 aktif 24 jam dan bebas pulsa. Silakan dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan cepat dari Polri,” tegasnya.

    Seluruh jajaran diinstruksikan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama Operasi Lilin Jaya 2025.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polda Metro Jaya kerahkan 5.044 personel untuk pengamanan Nataru

    Polda Metro Jaya kerahkan 5.044 personel untuk pengamanan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 5.044 personel untuk pengamanan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Menyiapkan 5.044 Personel yang tergelar diseluruh wilayah Polda Metro Jaya, di antaranya 4.217 personel Polri, 394 personel Kodam Jaya dan ⁠433 personel Pemprov DKI,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Asep Edi Suheri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Asep menjelaskan, pengamanan juga dilakukan di tempat ibadah di gereja dan melakukan peningkatan pengamanan di gereja dengan prioritas tinggi yang tersebar di 14 gereja di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Bekasi.

    “Pagi tadi kami sudah melakukan pengecekan beberapa gereja yakni Gereja Katedral dan Gereja Imanuel. Kami memastikan seluruh oersonel siap, sarana dan prasarana siap serta pengamanan berjalan sesuai dengan rencana operasi,” katanya.

    Pihaknya juga mendirikan Pos Pengamanan Stasiun Gambir untuk memastikan pelayanan dan keamanan para penumpang kereta api menjelang lonjakan arus penumpang pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Polda Metro Jaya telah menyiapkan Pos Pengamanan Simpang Susun Cikunir KM 10 yang menjadi pos pantau keluar-masuk kendaraan wilayah Jakarta, khususnya menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat dalam libur Nataru.

    “Data 3 hari terakhir terdapat 477.321 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta,” katanya.

    Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perayaan Natal 2025 dan Tahun baru 2026 berjalan aman, tertib dan Kondusif. “Layanan Call Center 110 Polri selalu siap membantu,” katanya.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Stok pangan Jakarta aman hingga Januari 2026

    Stok pangan Jakarta aman hingga Januari 2026

    Jakarta (ANTARA) – Stok bahan pangan untuk masyarakat DKI Jakarta dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Januari 2026.

    “Stok cukup, artinya ada dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta bisa terpenuhi. Sampai Januari ada. Kami pantau terus dari mulai beras, semua komponen ada,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Pasar Senen, Jakarta, Senin.

    Merujuk data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta per 19 Desember lalu, kebutuhan beras di Jakarta per harinya mencapai 2.600 ton atau 78 ribu ton sebulan.

    Sedangkan stok beras yang ada cukup melimpah, yaitu berkisar 303 ribu ton.

    Terkait kenaikan harga ayam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi dan membahas terkait harga daging ayam di Jakarta yang naik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Kami akan Rapimtas (Rapat Pimpinan Terbatas) untuk membahas ini. Karena tahun depan kita menghadapi era yang baru lagi, tentu masalah yang juga cukup tinggi,” katanya.

    Harga ayam sudah naik sejak empat hingga bulan lalu. Begitu juga dengan telur ayam.

    Di Pasar Tomang, Jakarta Barat, misalnya, harga daging ayam per ekor mencapai Rp45 ribu per ekor, lebih tinggi jika dibandingkan harga pada hari-hari biasa yakni di kisaran Rp32 ribu-35 ribu per ekor.

    Menurut Rano, program pangan subsidi nantinya bakal diadakan sebagai salah satu solusi mengatasi tingginya harga daging ayam.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Oktober-Desember 2025, Polda Metro ungkap 7.406 kasus narkoba

    Oktober-Desember 2025, Polda Metro ungkap 7.406 kasus narkoba

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap sebanyak 7.406 kasus tindak pidana narkoba pada periode Oktober hingga Desember 2025.

    “Untuk jumlah pengungkapan ada 7.406 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 9.874 orang,” kata Wakil Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Anung Kurniawan saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin.

    Dari 9.874 orang tersangka tersebut, ada 21 orang berperan sebagai produsen, satu orang sebagai bandar, 3.425 orang pengedar dan 6.427 orang sebagai pengguna atau pecandu.

    Kemudian untuk data jenis kelamin para tersangka didominasi laki-laki sebanyak 9.142 orang, perempuan 732 orang. “Selanjutnya untuk tersangka yang berstatus anak (ABH) ada 56 orang,” katanya.

    Dari 9.874 tersangka, ada 51 orang berstatus warga negara asing (WNA) yang berasal dari Malaysia, China, Amerika Serikat, Australia dan Mesir. Lalu Pakistan, Nigeria, Jepang, Singapura, Iran, Francis, Korea Selatan, Mozambik, Filipina, India dan Maroko.

    Sementara terkait proses peradilan pidana, sebanyak 35 persen atau 3.447 orang. sedangkan “restoratif justice” atau rehabilitasi sebanyak 65 persen atau 6.427 orang.

    Sejumlah barang bukti yang disita oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya selama periode Oktober-Desember 2025, Senin (22/12/2025).ANTARA/Ilham Kausar

    Untuk total barang bukti yang disita sebanyak 2,743 ton dengan jenis narkoba paling banyak, yaitu sabu seberat 767,48 Kilogram, ganja 693,86 kilogram (kg), tembakau Gorilla 644,95 kg dan pil ekstasi 111.120 butir.

    Keseluruhan barang bukti tersebut jika di konversi dengan nilai jual barang bukti narkoba di peredaran gelap, maka Polda Metro Jaya telah menyita sebesar Rp1,56 triliun dan telah menyelamatkan sebanyak 9.618.952 penduduk dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

    Dengan pengungkapan ini, Jakarta masih memiliki kerentanan tinggi terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

    Karena itu, diperlukan perhatian serius dan sinergi lintas sektor agar angka penyalahgunaan narkoba dapat terus ditekan.

    “Hal ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya JagaJakarta+ yang menekankan pentingnya perlindungan masyarakat dari berbagai bentuk ancaman, termasuk peredaran gelap narkoba,” katanya.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Petugas gabungan siaga di Terminal Lebak Bulus jelang Nataru

    Petugas gabungan siaga di Terminal Lebak Bulus jelang Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengerahkan petugas gabungan untuk bersiaga di terminal tersebut menjelang liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Kondisinya masih landai dan belum ada kenaikan yang signifikan, namun petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” kata Komandan Regu Terminal Lebak Bulus, Irwansyah saat ditemui di Jakarta, Senin.

    Irwansyah mengatakan, pihaknya sudah mendirikan Posko Nataru sejak Kamis (18/12).

    Petugas gabungan yang dikerahkan berasal dari Suku Dinas Kesehatan, uji kelaikan angkutan umum (ramp check), Suku Dinas Perhubungan maupun kepolisian di wilayah Jakarta Selatan.

    Hingga kini, rata-rata 15 sampai 20 unit bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masuk ke Terminal Lebak Bulus setiap harinya terutama pada pagi dan sore.

    Rata-rata bus yang masuk sekitar 15 unit atau ada sedikit kenaikan menjadi 20 unit untuk keberangkatan. “Untuk jumlah penumpang masih di kisaran bawah 100 orang,” katanya.

    Terkait arus mudik, Terminal Lebak Bulus sudah menyiapkan posko kesehatan, posko pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) dan pengobatan gratis.

    Terminal Lebak Bulus juga menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan untuk melakukan tes urine pengemudi guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan selama membawa penumpang.

    Pengelola Terminal Lebak Bulus membagi keberangkatan dan kedatangan penumpang menjadi tiga sif. Yakni pukul 06.00-14.00 WIB, pukul 14.00-22.00 WIB dan 22.00-06.00 WIB.

    Rata-rata penumpang pada hari normal di Terminal Lebak Bulus mencapai 150 orang per harinya.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI akan beri insentif transportasi hingga BPJS Kesehatan untuk buruh

    DKI akan beri insentif transportasi hingga BPJS Kesehatan untuk buruh

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan insentif transportasi dan subsidi air bersih PAM Jaya hingga BPJS kesehatan untuk para buruh.

    “Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan insentif. Yang pertama adalah insentif untuk transportasi,” kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota, Senin.

    Kalau mereka menggunakan transportasi yang dikelola oleh Pemerintah Jakarta, maka akan digratiskan.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan menanggung biaya BPJS Kesehatan para buruh yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut di tempat mereka bekerja.

    Yang ketiga, Pramono mengatakan Pemerintah Jakarta juga akan memberikan subsidi air bersih PAM Jaya kepada para buruh.

    “Saya sudah meminta kepada PAM Jaya, kalau buruh atau para pekerja ingin mendapatkan subsidi air bersih dari PAM Jaya, maka kami akan memberikan untuk itu,” ungkap Pramono.

    Ia menegaskan, insentif tersebut diberikan karena hal tersebut tidak diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51.

    “Karena kami tahu bahwa sekarang ini, dalam kondisi ekonomi dunia yang seperti ini, hal-hal yang seperti itulah yang akan membuat buruh atau para pekerja mempunyai energi lebih untuk bekerja lebih baik,” katanya.

    Pramono menargetkan pembahasan terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) bisa rampung hari ini sehingga dapat segera resmi diumumkan kepada masyarakat.

    Pramono mengatakan, hari ini pembahasan yang terakhir akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebagai penengah antara para pengusaha dan buruh.

    Pramono menjelaskan pembahasan itu juga akan mengacu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 sebagai acuan pedoman di dalam pembahasan untuk penentuan UMP.

    “Di dalam UMP yang telah diterapkan sesuai dengan PP tersebut, besarannya adalah 0,5 sampai dengan 0,9. Tarik-menarik pasti terjadi,” ungkap Pramono.

    Kendati demikian, Pramono mengatakan Pemerintah Jakarta akan bersikap adil terhadap pengusaha maupun buruh.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.