Jakarta (ANTARA) – Sejumlah pedagang Pasar Induk Kramat Jati yang terdampak kebakaran pada Senin (15/12) masih bertahan di sekitar lokasi dan belum menunjukkan untuk pindah ke tempat penampungan sementara (TPS).
“Belum pindah, karena kan yang di tempat sementara belum selesai. Katanya, Kamis atau Sabtu baru bisa pindah,” kata salah satu pedagang buah Hendra di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin.
Para pedagang masih menunggu lapak sementara tersebut rampung oleh pihak pengelola pasar. Seluruh pedagang pepaya dan pisang masih berjualan di sekitar area kebakaran, bahkan sebagian menempati badan jalan di sekitar pasar.
“Sini semua pokoknya, yang jualan ini nempel-nempel semua. Nanti kalau sudah jadi, pada ke sana,” ujar Hendra.
Dia berharap lokasi sementara dapat segera digunakan agar aktivitas jual beli bisa berjalan lebih nyaman karena area yang saat ini ditempati para pedagang hanya beratapkan terpal dan kerap tergenang air saat hujan.
“Kalau tidak Kamis, Sabtu. Kalau pindahnya pastinya Sabtu. Kita tidak mau lama-lama kan, harus pindah ke sana. Karena di sini kan hujan, kehujanan. Panas, kepanasan. Tidak bisa jual dengan nyaman,” katanya.
Dia juga mengharapkan agar pihak pengelola pasar dapat mempercepat penyelesaian lapak sementara agar aktivitas perdagangan dapat kembali tertata dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar Pasar Induk Kramat Jati.
Hal serupa dikatakan pedagang lainnya, Parminah. Dia menyebut, dirinya bersama pedagang buah lainnya masih bertahan di sekitar lokasi kebakaran.
Selain soal ukuran lapak, Parminah juga menyoroti dampak relokasi terhadap jumlah pelanggan. Dia khawatir pemindahan lokasi yang terlalu jauh akan membuat pembeli kebingungan dan enggan datang.
“Kalau pindah ke sana, pelanggan pada bingung. Kalau di sini kan sudah biasa, tidak jauh. Kalau disuruh nyebrang sih tidak apa-apa, tapi kalau terlalu jauh, pemasukan pasti berkurang,” kata Parminah.
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang terdampak kebakaran pada Senin (15/12), sudah dapat pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) pada hari ini.
“Para pedagang dapat mulai mengaktivasi kios mereka di TPS mulai hari ini sambil dilanjutkan penyempurnaan lokasi oleh Pasar Jaya,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (21/12).
Suharini menyampaikan para pedagang telah mengikuti sosialisasi dan pengambilan nomor kios, yang dilanjutkan dengan proses aktivasi di TPS yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








