Category: Antaranews.com Nasional

  • Aborsi ilegal dinilai bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak

    Aborsi ilegal dinilai bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPA) menegaskan aborsi ilegal adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak.

    “Kasus ini merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak, terutama hak untuk hidup sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UU No. 35 Tahun 2014),” kata perwakilan KemenPPA, Atwirlany Ritonga saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

    Ia juga menyebutkan sangat prihatin melihat data yang diungkap Polda Metro Jaya dalam kasus praktik aborsi ilegal tersebut yaitu sekitar 361 janin atau calon bayi.

    Ia juga menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Selain itu, kami juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat, terutama bagi para perempuan dan remaja, agar tidak terjerumus ke dalam praktik-praktik ilegal yang sangat membahayakan nyawa dan kesehatan ini,” katanya.

    Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan jika menemukan indikasi adanya praktik serupa di lingkungannya.

    “Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara harus hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya, bahkan sejak dalam kandungan,” katanya.

    Sebelumnya, praktik itu sendiri sudah dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, meski sudah beroperasi selama dua tahun, di Jakarta Timur (Jaktim).

    “Sudah berlangsung dari 2023 sampai dengan November 2025, dengan pasien sebanyak 361 orang,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.

    Dari kasus tersebut, sudah ditetapkan tujuh tersangka yang berhasil ditangkap yakni tiga perempuan berinisial NS berperan sebagai eksekutor, RH berperan membantu NS dalam tindakan aborsi dan M berperan sebagai admin dan penjemput pasien, untuk KWM dan R sebagai pasien aborsi.

    “Sedangkan dua pria berinisial LN mencari serta menyewa tempat aborsi dan YH berperan sebagai pengelola admin situs,” katanya.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pedagang umum Sentra Fauna Lenteng Agung mulai jualan Kamis

    Pedagang umum Sentra Fauna Lenteng Agung mulai jualan Kamis

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menyatakan para pedagang umum Sentra Fauna Lenteng Agung yang sudah terdaftar, bisa berjualan mulai Kamis (18/12).

    “Semoga laris manis dan berkah usahanya. Jadi, mulai Kamis (18/12) sudah bisa langsung buka, sudah bisa usaha,” kata Sekretaris Dinas PPKUKM DKI, Nurhidayat dalam kegiatan kurasi pedagang di Sentra Fauna Lenteng Agung, Jakarta, Rabu.

    Nurhidayat mengatakan nantinya para pedagang umum yang lolos kurasi akan mengisi kios di Blok A dan E Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

    Dirinya berharap, para pedagang bisa berusaha dengan lancar dan laris ke depannya.

    Kemudian, pihaknya menjamin Sentra Fauna Lenteng Agung sudah tersedia sejumlah fasilitas seperti satu buah lapak dan meteran listrik pada masing-masing kios berukuran 2,5 meter x 2,8 meter itu.

    “Untuk wastafel dan toilet ada di masing-masing blok, bisa digunakan bersama,” ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, sebanyak 21 pedagang eks Barito telah menerima kunci kios. Mereka menjadi pendaftar prioritas dan tak melewati proses kurasi.

    Pedagang eks Barito sudah diperbolehkan untuk membuka kios terhitung sejak Rabu ini.

    Sementara, pedagang makanan Betawi bernama Rika Mariana (29) mengaku bersyukur terpilih dan bisa menempati kios di Blok E Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.

    “Sekali lagi, terima kasih saya sampaikan kepada Dinas PPKUKM DKI Jakarta yang telah memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada saya,” ucap Ika.

    Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sebanyak 30 pedagang umum yang bisa berjualan di Sentra Fauna Lenteng Agung.

    Sentra Fauna Lenteng Agung dibangun sebagai lokasi binaan bagi pedagang lokasi sementara (loksem) Barito yang dipindahkan.

    Tujuan pemindahan tersebut, yaitu untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar serta terkait pembangunan Taman Bendera Pusaka yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Tak hanya menyediakan lokasi pengganti yang lebih baik, Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga berkomitmen membantu promosi dan sosialisasi bagi eks pedagang Barito.

    Sentra Fauna Lenteng Agung berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Dari luas tersebut, sekitar 2.000 meter persegi dialokasikan bagi pedagang yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30, dan JS 96.

    Kios-kios di sentra fauna itu terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A yang terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk pedagang parsel dan kuliner sebanyak 29 kios.

    Sementara Zona B yang diperuntukkan bagi amfiteater saat ini masih belum berproses.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • FKBI desak pengesahan raperda KTR sejalan dengan visi kota global

    FKBI desak pengesahan raperda KTR sejalan dengan visi kota global

    bukan kepentingan oligarki industri rokok

    Jakarta (ANTARA) – Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mendesak pengesahan rancangan peraturan daerah kawasan tanpa rokok (raperda KTR) di DKI Jakarta sejalan dengan visi kota global.

    “Selevel Pemprov DKI Jakarta yang telah menjadi kota global, maka standar regulasi dan kebijakannya seharusnya mengacu pada standar global, yang telah lazim menerapkan dan mewujudkan KTR di kota kota global tersebut,” kata Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

    Hal itu disampaikan Tulus menyusul pembahasan raperda KTR yang kini memasuki tahap akhir. Saat ini, raperda tersebut tengah menjalani proses harmonisasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dijadwalkan kembali ke DPRD DKI Jakarta untuk disahkan dalam sidang paripurna pada 19 Desember 2025.

    Namun, belakangan muncul wacana penolakan pengesahan raperda tersebut.

    Menurut Tulus, jika DPRD DKI Jakarta menolak pengesahan raperda KTR, maka hal itu merupakan bentuk pengingkaran terhadap aspirasi publik.

    Ia merujuk pada hasil survei yang dilakukan IYCTC, Koalisi Smoke Free Jakarta dan kelompok masyarakat sipil, yang menunjukkan lebih dari 90 persen warga Jakarta mendukung pengesahan Ranperda KTR.

    “Kesehatan warga Jakarta dibarter dengan kepentingan industri adiksi,” ujarnya.

    Tulus juga menyoroti lamanya proses penyusunan regulasi KTR di Jakarta yang telah berlangsung selama 14 tahun tanpa hasil.

    Jika kembali gagal, maka Jakarta memasuki tahun ke-15 tanpa Perda KTR, meski secara normatif penyusunan perda dapat diselesaikan dalam waktu tiga hingga enam bulan.

    “Ini menunjukkan kegagalan serius Pemprov dan DPRD DKI Jakarta, sekaligus menghamburkan anggaran karena pansus Ranperda KTR terus dibentuk berulang kali,” tegasnya.

    Dari sisi nasional, penolakan raperda KTR memalukan karena lebih dari 90 persen kabupaten/kota di Indonesia telah memiliki regulasi Kawasan Tanpa Rokok dan sekitar 62 persen di antaranya telah berbentuk Perda.

    “Apalagi jejak historis Pemprov DKI Jakarta sejatinya adalah pelopor dalam mengusung isu dan regulasi KTR di Indonesia sejak 2010,” kata Tulus.

    Lebih lanjut, Tulus menegaskan tidak ada alasan bagi DPRD DKI Jakarta untuk menunda atau menolak pengesahan raperda KTR.

    Ia meminta agar substansi raperda KTR sepenuhnya mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan yang telah berlaku sebagai hukum positif.

    “Anggota DPRD dipilih oleh warga Jakarta, sehingga kepentingannya merepresentasikan kepentingan warga Jakarta bukan kepentingan oligarki industri rokok,” ujarnya.

    Pewarta: Ade irma Junida/Juliyanti
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sebelas pejabat baru DKI diminta siaga hadapi cuaca ekstrem

    Sebelas pejabat baru DKI diminta siaga hadapi cuaca ekstrem

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta 11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang baru dilantik untuk siaga menghadapi cuaca ekstrem.

    “Pesan saya, minggu-minggu depan ini akan ada cuaca ekstrem kembali. Maka bagi para pejabat yang baru dilantik maupun yang sudah lama dilantik, harus mempersiapkan diri untuk itu. Seperti ketika kita menghadapi banjir rob, kemarin,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu.

    Pramono mengatakan, ke depannya Jakarta harus bisa mempersiapkan Natal dan Tahun Baru yang aman dan nyaman.

    Untuk itu, seluruh jajaran di Pemerintah Jakarta harus bersiap menghadapi kemungkinan akan adanya curah hujan yang tinggi, permukaan air yang naik, hingga angin beliung yang mungkin ada.

    “Mari kita bekerja bersama-sama, bekerja keras untuk membuat Jakarta menjadi lebih aman, lebih nyaman dan bagi siapa pun bisa menikmati Jakarta,” kata Pramono.

    Di sisi lain, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan memasuki akhir tahun, pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan.

    “Kami memperkuat pemantauan cuaca dan pasang laut melalui informasi BMKG, menyiagakan personel dan peralatan, serta memastikan jalur komunikasi lintas instansi berjalan 24 jam,” jelas Yohan.

    Selain itu, kata Yohan, pihaknya juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir rob dan daerah dengan banyak pohon besar.

    Yohan mengimbau agar masyarakat terus memantau informasi dari sumber yang resmi karena ketika masyarakat memahami apa yang sedang terjadi dan apa risikonya, kepanikan pun bisa ditekan.

    “Warga juga diimbau mengenali potensi risiko di lingkungannya, mengetahui jalur evakuasi, serta menyiapkan kebutuhan darurat sederhana di rumah. Panik biasanya muncul karena ketidaksiapan,” kata Yohan.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi bongkar praktik aborsi yang sudah beroperasi 2 tahun di Jaktim

    Polisi bongkar praktik aborsi yang sudah beroperasi 2 tahun di Jaktim

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar kasus praktik aborsi ilegal yang telah beroperasi selama dua tahun, di Jakarta Timur (Jaktim).

    “Sudah berlangsung dari 2023 sampai dengan November 2025, dengan pasien sebanyak 361 orang,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu.

    Dari kasus tersebut, Edy menjelaskan terdapat tujuh tersangka yang berhasil ditangkap yakni tiga perempuan berinisial NS berperan sebagai eksekutor, RH berperan membantu NS dalam tindakan aborsi dan M berperan sebagai admin dan penjemput pasien, untuk KWM dan R sebagai pasien aborsi.

    “Sedangkan dua pria berinisial LN mencari serta menyewa tempat aborsi dan YH berperan sebagai pengelola admin situs,” katanya.

    Kemudian untuk modus yang digunakan oleh para tersangka yaitu dengan cara memasarkan melalui akun situs dengan nama ”Klinik Aborsi Kuret Promedis” dan “Klinik Aborsi Raden Saleh”.

    “Dalam iklan pemasarannya pada akun situs tersebut tempat praktek aborsi tersebut mengaku memiliki ijin praktek resmi serta dilakukan tindakan aborsi oleh dokter obgyn (dokter spesialis yang menangani kesehatan reproduksi wanita secara menyeluruh),” katanya.

    Sedangkan untuk biaya melakukan tindakan aborsi tersebut pasien diminta sebesar Rp5 juta sampai dengan Rp8 juta dengan cara pembayaran melalui transfer ke rekening.

    “Total keuntungan yang telah didapat dari keseluruhan tersangka dari tahun 2023 – 2025 sebesar Rp2,6 miliar,” kata Edy.

    Edy menjelaskan pengungkapan tersebut terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 08.45 WIB, di Apartemen Basura Tower Alamanda Lantai 28 Unit A/28/AC Jl. Basuki Rachmat No. 1A Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

    “Sementara barang bukti yang diamankan yaitu berupa tempat tidur untuk tindakan aborsi, sarung tangan karet, kapas yang bernoda darah pasien, obat-obatan, alat tenakulum, alat spekulum sim dan mesin saksen atau vakum serta selang tabung vakum,” katanya.

    Akan tetapi menurut Edy, petugas tidak menemukan janin hasil tindakan aborsi ilegal, berdasarkan pengakuan dari tersangka janin hasil tindakan aborsi ilegal sudah dibuang di wastafel unit kamar apartemen tersebut.

    Para tersangka selanjutnya dikenakan Pasal 428 ayat 1 Jo Pasal 60 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot Jaksel targetkan 30 pedagang umum berjualan di Sentra Fauna

    Pemkot Jaksel targetkan 30 pedagang umum berjualan di Sentra Fauna

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menargetkan sebanyak 30 pedagang umum bisa berjualan di Sentra Fauna Lenteng Agung.

    “Target pedagang umum yang dikurasi 30 orang diluar eks Barito,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM Jaksel), Djaharuddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan sampai saat ini sudah ada 22 dari 51 pedagang umum yang telah dikurasi. Nantinya ada delapan pedagang akan menjalani kurasi pada jadwal berikutnya.

    Pihaknya menegaskan kurasi ini hanya disyaratkan untuk pedagang umum yang ingin berjualan di Sentra Fauna Lenteng Agung, tidak berlaku pedagang eks Barito.

    “Untuk eks Barito, kami tidak kurasi, kecuali calon pedagang dari umum,” ucapnya.

    Selain mendata pedagang umum, pihaknya juga sudah mencatat sebanyak 21 pedagang eks Barito yang sudah mendaftarkan diri.

    “Pedagang eks Barito yang sudah mendaftarkan diri dari JS 96 (kuliner), 21 orang akan masuk ke Blok A dan E Teraz Lenteng Agung,” ucapnya.

    Sentra Fauna Lenteng Agung dibangun sebagai lokasi binaan bagi pedagang lokasi sementara (loksem) Barito yang dipindahkan.

    Tujuan pemindahan tersebut, yaitu untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar serta terkait pembangunan Taman Bendera Pusaka yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Tak hanya menyediakan lokasi pengganti yang lebih baik, Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga berkomitmen membantu promosi dan sosialisasi bagi eks pedagang Barito.

    Sentra Fauna Lenteng Agung berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Dari luas tersebut, sekitar 2.000 meter persegi dialokasikan bagi pedagang yang sebelumnya menempati lokasi sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30 dan JS 96.

    Kios-kios di sentra fauna itu terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A yang terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk pedagang parsel dan kuliner sebanyak 29 kios.

    Sementara Zona B yang diperuntukkan bagi amfiteater yang saat ini masih belum berproses.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pasar Murah AGP hadir di Jakut, sediakan akses pangan terjangkau

    Pasar Murah AGP hadir di Jakut, sediakan akses pangan terjangkau

    Jakarta (ANTARA) – Menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun, Artha Graha Peduli (AGP) kembali menggelar Pasar Murah AGP 2025 di Mal Artha Gading Jakarta Utara, untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

    Ketua Umum Artha Graha Peduli, Ronny Leonard, menegaskan bahwa keberlanjutan Pasar Murah AGP 2025 mencerminkan peran aktif AGP dalam mendukung pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga nasional yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.

    “Pasar Murah AGP merupakan bagian dari solusi nyata dalam merespons tekanan inflasi pangan. Melalui jaringan unit usaha Artha Graha, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya pada periode akhir tahun,” ujar Ronny Leonard dalam keterangan tertulis, Rabu.

    Melalui skema sembako bersubsidi, Pasar Murah AGP 2025 yang diselenggarakan berkat kolaborasi unit usaha di bawah Artha Graha Group dan Artha Graha Network, termasuk Mal Artha Gading, diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga.

    Penanggung jawab Pasar Murah AGP 2025 Jakarta Utara, Waslim, mengatakan bahwa Artha Graha Peduli bersama Mal Artha Gading terus berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan.

    “Artha Graha Peduli dan Mal Artha Gading berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Mal Artha Gading bersama relawan AGP turut berperan aktif dalam memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di lapangan. Pendekatan distribusi langsung, termasuk metode door to door di sejumlah wilayah, dilakukan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, merata, dan tepat sasaran.

    Sejak dimulai pada 11 Desember 2025, Pasar Murah AGP 2025 telah digelar di 800 titik di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di sekitar area operasional unit usaha Artha Graha. Ratusan ribu paket sembako bersubsidi telah disalurkan sebagai bentuk dukungan nyata dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara layak.

    Melalui kolaborasi seluruh unit usaha dan relawan, Artha Graha Peduli berharap Pasar Murah AGP 2025 dapat terus menjadi penyangga stabilitas harga dan akses pangan, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di berbagai daerah.

    Pewarta: Alviansyah Pasaribu
    Editor: Ade irma Junida
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pedagang umum jalani kurasi untuk tempati Sentra Fauna Lenteng Agung

    Pedagang umum jalani kurasi untuk tempati Sentra Fauna Lenteng Agung

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 22 pedagang umum menjalani tahap kurasi untuk bisa menempati Sentra Fauna Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    “Hari ini, kami lakukan kurasi terhadap produk UMKM yang akan mengisi Blok A dan E Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Selatan (Jaksel), Djaharuddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan pada kesempatan ini, sebanyak 22 dari 51 calon UMKM menjalani tahap terakhir sebelum para UMKM menerima kunci kios atau disebut kurasi.

    Adapun tahapan penilaiannya berdasarkan rasa, higienitas, penampilan dan kemasan produk UMKM yang dijual.

    Nantinya, bagi mereka yang lolos akan didata untuk uji coba berjualan selama sebulan ke depan.

    “Mereka yang lolos nantinya akan mengisi Blok A Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, area terdepan dari area relokasi pedagang Barito itu,” ucapnya.

    Diharapkan, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung menjadi ikon baru Kota Jakarta Selatan sebagai tempat hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat.

    “Kalau belanja kebutuhan hewan sudah, bisa makan di sini, lengkap kulinernya dari jajanan sampai makanan beratnya ada,” ucapnya.

    Sentra Fauna Lenteng Agung dibangun sebagai lokasi binaan bagi pedagang lokasi sementara (loksem) Barito yang dipindahkan.

    Tujuan pemindahan tersebut, yaitu untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar serta terkait pembangunan Taman Bendera Pusaka yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Tak hanya menyediakan lokasi pengganti yang lebih baik, Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga berkomitmen membantu promosi dan sosialisasi bagi eks pedagang Barito.

    Sentra Fauna Lenteng Agung berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Dari luas tersebut, sekitar 2.000 meter persegi dialokasikan bagi pedagang yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30 dan JS 96.

    Kios-kios di sentra fauna itu terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A yang terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk pedagang parsel dan kuliner sebanyak 29 kios.

    Sementara Zona B yang diperuntukkan bagi ruang serba guna yang saat ini masih belum berproses.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ini pengakuan Pramono saat ada pejabat wali kota diisi perempuan

    Ini pengakuan Pramono saat ada pejabat wali kota diisi perempuan

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku gembira karena saat ini jabatan Wali Kota Jakarta Barat diisi oleh perempuan.

    “Setelah tanggal 1 April 2008, hari ini kita punya kembali Wali Kota perempuan di Jakarta. Saya sengaja mengundang Ibu Profesor Sylviana hadir, supaya menjadi pengingat bahwa beliau pada waktu itu dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Pusat,” kata Pramono dalam sambutannya saat pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu.

    Iin Mutmainnah dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Barat menggantikan Uus Kuswanto yang kini telah menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

    Pramono mengaku, dirinya memilih Iin karena ia memiliki perjalanan karir yang panjang dan baik.

    Pramono menjabarkan, Iin memiliki pengalaman menjadi Wakil Wali Kota di Jakarta Timur, PLT (Pelaksana Tugas) Wali Kota di Jakarta Timur, Sekko (Sekretaris Kota), lurah hingga camat.

    “Saya yakin bahwa beliau pasti bisa untuk memimpin Jakarta Barat dan tentunya karena Pak Sekda dulu juga dari sana, pasti beliau juga akan bisa membimbing, membantu Ibu Wali Kota untuk berbenah di Jakarta Barat,” ujar Pramono.

    Selain itu, dari 11 pejabat yang dilantik, Pramono juga menyoroti banyaknya perempuan yang menduduki posisi strategis di Pemerintah Jakarta.

    Menurutnya, hal itu menandakan bahwa kesetaraan sudah diterapkan dengan baik di lingkup Pemerintah Jakarta.

    “Dari 11 orang, lima perempuan, enam laki-laki. Itulah cermin bahwa di Jakarta ini, itu tidak pernah menjadi isu. Bahkan untuk jabatan-jabatan strategis, kami memberikan kesempatan seluas-luasnya,” ujar Pramono.

    Dalam kesempatan itu, Pramono berpesan agar ke-11 pejabat tersebut dapat bekerja secara profesional dan membantu dirinya serta Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno untuk membangun Jakarta ke depannya.

    “Saya menaruh harapan sepenuhnya kepada Saudara-saudara. Bekerjalah dengan profesional, karena itulah yang menjadi kata kunci yang akan membedakan Jakarta ke depan,” ujar Pramono.

    Adapun kesebelas pejabat yang dilantik yakni:

    1. Iin Mutmainah sebagai Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Barat.

    2. Premi Lasari sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta.

    3. Dian Airlangga sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta.

    4. Dwi Oktavia Handayani sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta.

    5. Fredi Setiawan sebagai Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara.

    6. Hari Nugroho sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

    7. Chaidir sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Bidang Transportasi.

    8. Siti Hannah sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Bidang Budaya.

    9. Ian Sofian Hadi sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.

    10. Safitri Handayana sebagai Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

    11. Purwadi sebagai Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 11 pejabat tinggi pratama di lingkup Pemprov DKI resmi dilantik

    11 pejabat tinggi pratama di lingkup Pemprov DKI resmi dilantik

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama pada lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu sore.

    “Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa bersama kita,” kata Pramono dalam sambutannya di acara pelantikan di Balai Kota, Rabu.

    Adapun kesebelas pejabat yang dilantik yakni:

    1. Iin Mutmainah sebagai Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Barat.

    2. Premi Lasari sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta.

    3. Dian Airlangga sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta.

    4. Dwi Oktavia Handayani sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta.

    5. Fredi Setiawan sebagai Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara.

    6. Hari Nugroho sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

    7. Chaidir sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Bidang Transportasi.

    8. Siti Hannah sebagai Asisten Deputi Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Bidang Budaya.

    9. Ian Sofian Hadi sebagai Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara.

    10. Safitri Handayana sebagai Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

    11. Purwadi sebagai Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

    Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan bahwa pemilihan pejabat sebelumnya dilakukan dengan meritokrasi.

    Ia mengaku memilih mereka berdasarkan prestasi dan kinerja yang selama ini dinilai baik.

    “Capaian kinerja yang kemudian menentukan saudara dilantik pada hari ini,” ujar Pramono.

    Untuk itu, Pramono berharap para pejabat tersebut juga dapat menjaga integritas, dedikasi dan loyalitas untuk bekerja di lingkungan Pemerintah Jakarta.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.