Category: Antaranews.com Nasional

  • Polisi belum dapat pastikan penyebab kematian anak perempuan di Jakut

    Polisi belum dapat pastikan penyebab kematian anak perempuan di Jakut

    Jakarta (ANTARA) – Polsek Metro Penjaringan menyatakan belum dapat memastikan penyebab kematian anak perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan tewas di kamar indekos Jalan Arwana, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (21/9).

    “Berdasarkan visum luar, untuk titik luka yang dialami korban kami belum dapat dipastikan karena kondisinya sudah membusuk,” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya di Jakarta, Senin.

    Ia mengatakan korban ini diperkirakan sudah meninggal selama lima hari dan saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah membusuk. Tak hanya itu, darah berceceran serta bau menyengat di lokasi kejadian.

    “Jadi luka itu bukan luka tusukan. Kami belum dapat menyimpulkan sejauh itu karena harus didalami sama ahlinya nanti dari forensik,” ujarnya.

    Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas melakukan visum luar dan langsung mengirim jasad ke RS Polri untuk dilakukan autopsi sehingga diketahui penyebab kematian korban.

    “Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Utara juga telah melakukan pemeriksaan dan mengambil sejumlah barang bukti di lokasi kejadian,” kata Agus.

    Ia menambahkan anak perempuan ini memang tinggal di kamar tersebut dengan ibunya. Sang ibu yang memiliki kos tersebut.

    Agus menambahkan hingga saat ini petugas masih meminta keterangan yang sifatnya lebih mendalam kepada orang tua karena ini ada hubungan dengan anak yang sudah ditemukan tewas.

    “Tentunya kondisi emosional dari orang tua harus kita pahami juga kebatinan keluarga dan harus pelan-pelan dan bertahap mengambil keterangannya,” ucapnya.

    Berdasarkan keterangan saksi, kata Agus, orang tua korban ini tengah sibuk bekerja, sehingga tidak terlalu paham kondisi anak yang berada di kamar paling atas itu. Namun demikian, pihaknya terus mendalami kasus tersebut.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot Jaktim gencarkan pertanian perkotaan di lahan tersisa

    Pemkot Jaktim gencarkan pertanian perkotaan di lahan tersisa

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur terus mendorong pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tersisa di lingkungan perkotaan.

    “Ya kalau pertanian perkotaan (urban farming) itu kan selain di lokasi-lokasi lahan yang masih tersisa, di gedung-gedung kita terus upayakan,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, urban farming menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ketahanan pangan perkotaan sekaligus menggerakkan partisipasi warga.

    Tidak hanya di lahan terbuka, gerakan ini juga digencarkan di area gedung pemerintahan maupun fasilitas publik lainnya.

    “Bisa di tempat-tempat pemerintah dan lain sebagainya kita upayakan semuanya untuk melakukan gerakan pertanian perkotaan ataupun urban farming ini,” ujar Munjirin.

    Dia berharap program ini dapat menjadi gerakan bersama yang tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan kota, tetapi juga mampu menyediakan kebutuhan pangan skala rumah tangga, sekolah, maupun perkantoran.

    Adapun Pemkot Jaktim juga menargetkan perluasan praktik “urban farming” ke sektor swasta dan pemanfaatan lahan tidur agar semakin banyak masyarakat yang terlibat.

    Dengan begitu, pertanian perkotaan dapat berkembang lebih masif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan ibu kota.

    Sebelumnya, Pemkot Jaktim memberikan penghargaan kepada sejumlah lokasi yang dinilai berhasil menjalankan program urban farming dengan baik di wilayahnya, Jumat (19/9).

    Menurut Munjirin, apresiasi tersebut diharapkan bisa menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk turut berprestasi.

    “Penghargaan tadi sudah kita berikan dengan bukti beberapa kegiatan menjadi yang terbaik di Jakarta Timur. Harapannya, ini juga menular ke tempat-tempat lainnya, tidak hanya yang menerima penghargaan saja,” katanya, Jumat (19/9).

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi periksa tujuh saksi terkait kematian anak perempuan di Jakut

    Polisi periksa tujuh saksi terkait kematian anak perempuan di Jakut

    Jakarta (ANTARA) – Polsek Metro Penjaringan telah memeriksa tujuh orang saksi untuk mengungkap kematian anak perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan di kamar indekos di Jalan Arwana, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (21/9).

    “Kami periksa lima saksi dan kedua orang tua dari korban berinisial S (44) dan ibu korban MKR,” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, korban di temukan di kos-kosan milik ibunya dan berada di sebuah kamar di lantai tiga.

    “Kami sudah memeriksa saksi yang ada di lantai satu dan lantai dua. Selain itu kam juga telah mengambil rekaman CCTV,” kata dia.

    Tak hanya itu, petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi yang bertujuan agar lokasi kejadian ini tidak rusak dan tidak ada barang bukti yang diambil.

    “Kemungkinan masih ada barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini di lokasi kejadian,” kata Agus.

    Sebelumnya, tim juga sudah mengamankan sebagian barang-barang yang diduga berhubungan dengan peristiwa perkara dan sudah diamankan oleh Tim Identifikasi oleh Polres Metro Jakarta Utara.

    “Kami akan melakukan penyidikan dan penyelidikan yang lebih dalam lagi dan akan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jakut,” ujarnya.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi masih dalami penemuan jasad anak perempuan di Penjaringan

    Polisi masih dalami penemuan jasad anak perempuan di Penjaringan

    Jakarta (ANTARA) – Polsek Metro Penjaringan masih mendalami penemuan jasad anak perempuan berinisial AR (8) yang ditemukan di kamar indekos di Jalan Arwana Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (21/9).

    “Kami mendapatkan informasi penemuan jasad dari Bhabinkamtibmas dan warga pada Minggu (21/9) sekitar pukul 00.00 WIB,” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya di Jakarta, Senin.

    Ia mengatakan saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan pengecekan dan pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) awal.

    Menurut dia, hasil pemeriksaan lokasi ditemukan kondisi mayat dalam kondisi terlentang bersimbah darah, baik di balik punggung korban dan darah berserakan berceceran di lantai.

    Kemudian, mayat yang berada di lantai kamar ini ditemukan tanpa busana dan sudah dalam kondisi membusuk. Kondisi kamar juga ditemukan dalam keadaan berantakan.

    “Tim melaksanakan pengolahan lokasi kejadian hingga pukul 04.00 WIB,” kata Agus.

    Kemudian, hasil keterangan sementara dari tim di lokasi, jasad korban kondisinya sudah membusuk perkiraan sudah meninggal sekitar lima hari.

    “Saat ini jasad sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi dan kami masih menunggu hasilnya dari tim ahli di rumah sakit,” ujarnya.

    Polres Metro Jakut dan Polsek Penjaringan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap penemuan mayat itu hingga tuntas dan terang benderang.

    “Kami akan melakukan penyidikan dan penyelidikan yang lebih dalam lagi yang akan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakut,” kata Agus.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • HNI gaungkan kolaborasi untuk majukan ekonomi umat dan bangsa

    HNI gaungkan kolaborasi untuk majukan ekonomi umat dan bangsa

    Jakarta (ANTARA) – Halal Network International (HNI) terus menggaungkan kolaborasi lintas sektor untuk memajukan perekonomian umat dan bangsa sekaligus menjayakan negeri di usianya yang menginjak 13 tahun.

    Direktur Utama PT HNI Agung Yulianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan, meski dunia tengah dilanda krisis ekonomi global, namun produk-produk HNI tetap bertumbuh.

    Menurut dia, kunci keberhasilan ini adalah kolaborasi, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para pendiri bangsa Indonesia.

    “Rasulullah selalu berkolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat dalam membangun peradaban, baik di bidang pemerintahan maupun ekonomi. Pendiri bangsa kita juga melakukan hal yang sama, seperti NU dan Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia,” katanya.

    Agung mengatakan, HNI telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk 100 pesantren, Universitas YARSI dalam riset herbal, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

    “Kami tidak hanya menjadi jaringan produk halal, tetapi juga membangun platform kolaborasi untuk kemajuan umat,” ujar Agung.

    Perusahaan yang kini memiliki jutaan mitra dan ribuan Halal Mart di seluruh Indonesia ini akan terus mengembangkan jaringan bisnisnya dengan menghadirkan produk halal, sehat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Terkait seruan boikot produk afiliasi Israel, Agung menyebut HNI mendapat berkah dari situasi tersebut karena menjadi alternatif utama bagi konsumen yang ingin meninggalkan produk-produk terafiliasi dengan Israel.

    “Alhamdulillah, HNI memfasilitasi konsumen yang ingin benar-benar mendukung produk asli Indonesia. Produk kami 100 persen lokal, sehingga selain halal juga membantu mengurangi ketergantungan impor dan menjaga devisa negara,” paparnya.

    Tokoh nasional sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang hadir dalam acara tersebut juga mendorong HNI untuk memperluas pasar, termasuk ke generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

    Apalagi, generasi muda adalah segmen potensial yang membutuhkan pendekatan digital dan kreatif.

    “Gen Z sangat kritis dan detail dalam memilih produk. Mereka ingin tahu kehalalan dan kualitas sebuah produk secara transparan. HNI bisa memanfaatkan peluang ini dengan membangun platform kolaborasi digital yang menghadirkan konten inspiratif, produk berkelanjutan, serta memberi dampak sosial positif,” kata Sandiaga.

    Dia optimistis HNI terus melebarkan sayap melalui inovasi dan strategi pemasaran yang relevan dengan gaya hidup generasi muda.

    Sebelumnya, HNI merayakan Milad ke-13 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Minggu (21/9).

    Perayaan ini mengusung tema “Kolaborasi Menjayakan Negeri” yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

    Dalam acara yang dipandu Arie Untung dan Denny Chandra serta dimeriahkan penampilan Wali Band tersebut juga dihadiri Ketua ICMI Pusat Arif Satria, Sekjen APLI Ina H Rahman, dan Ketua Umum BKsPPI KH. Didin Hafidudin.

    Acara itu juga mengumpulkan donasi untuk saudara Muslim di Palestina dengan total Rp3,4 Miliar.

    Sebagai bentuk apresiasi di acara Milad, HNI memberikan penghargaan Annual Awarding HNI 2025 kepada mitra berprestasi.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot Jaktim bahas fasilitas pemberdayaan usaha di Jalan Sutoyo

    Pemkot Jaktim bahas fasilitas pemberdayaan usaha di Jalan Sutoyo

    Jakarta (ANTARA) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur bersama unsur gabungan akan membahas terkait fasilitas pemberdayaan usaha di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    “Nanti akan kita pikirkan, kita lakukan solusi jangka panjang ke depannya terkait pemberdayaan usaha di Jalan Mayjen Sutoyo,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta Timur, Senin.

    Hal ini menindaklanjuti aduan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum, yakni parkir liar dan pemasangan meja usaha berlebihan sehingga menutupi ruas di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo.

    Menurut Budhy, perlu adanya solusi jangka panjang untuk menciptakan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus memberikan keamanan bagi pelaku usaha di wilayah setempat.

    “Kita juga sebagai pemangku kepentingan yang punya fungsi memberikan pelayanan bahwa bukan kita melarang orang berusaha, baik itu parkir atau juga terutama usaha mikro. Tetapi yang kita kendalikan adalah implikasi dari gangguan akibat mereka usaha,” katanya.

    Menurut dia, sejumlah pedagang kerap memanfaatkan bahu jalan hingga memasang meja dan memarkir kendaraan di area yang seharusnya menjadi lajur lalu lintas.

    Kondisi itu membuat arus kendaraan tersendat, terutama pada malam akhir pekan ketika kawasan tersebut dipadati pengunjung.

    Budhy menegaskan, permasalahan ini tidak bisa hanya ditangani Satpol PP dan Dinas Perhubungan, namun perlu ada langkah lebih lanjut berupa fasilitasi dari Pemerintah Kota Jakarta Timur.

    “Selanjutnya kami akan melaporkan ke wali kota agar ada solusi melalui pemberdayaan usaha. Jadi pedagang tetap bisa berusaha, tapi gangguan ketertiban bisa diminimalkan,” ujarnya.

    Adapun petugas gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur memperketat penjagaan di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, untuk mencegah gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum).

    Petugas gabungan tersebut terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Garnisun, Koramil, Polsek, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta unsur masyarakat lainnya.

    Sebagai langkah awal, kata Budhy, petugas gabungan memperkuat penjagaan dengan menempatkan personel secara rutin di titik rawan.

    Pada Minggu (21/9), petugas gabungan menertibkan aktivitas parkir liar dan pemasangan meja berlebihan milik pelaku usaha di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

    Kondisi jalan kerap semrawut, terutama pada akhir pekan. Parkir kendaraan dan meja yang dipasang hingga ke badan jalan membuat arus lalu lintas hanya bisa dilalui satu hingga dua lajur.

    Dalam operasi tersebut, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi agar pedagang bisa mengatur area usaha mereka tanpa merugikan pengguna jalan lain.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Petugas jaga ketat Jalan Sutoyo Jaktim cegah gangguan ketertiban

    Petugas jaga ketat Jalan Sutoyo Jaktim cegah gangguan ketertiban

    Jakarta (ANTARA) – Petugas gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur memperketat penjagaan di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, untuk mencegah gangguan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum).

    “Untuk saat ini kita ‘paku baja’ (memperketat penjagaan atau siap siaga menjaga) di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo sampai dengan kemudian bisa benar-benar dikendalikan terkait pelanggaran trantibum,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur Budhy Novian di Jakarta Timur, Senin.

    Petugas gabungan tersebut terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Garnisun, Koramil, Polsek, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta unsur masyarakat lainnya.

    Langkah ini dilakukan menindaklanjuti aduan warga terkait gangguan ketertiban umum akibat parkir liar dan pemasangan meja usaha secara berlebihan di kawasan tersebut.

    Sebagai langkah awal, kata dia, petugas gabungan memperkuat penjagaan dengan menempatkan personel secara rutin di titik rawan.

    “Untuk sementara, kami berjaga di lokasi ini. Selanjutnya, kami lakukan langkah untuk jangka panjang bersama-sama,” ucapnya.

    Menurut Budhy, penjagaan ini dapat memperkuat pelaksanaan ketertiban umum secara lebih humanis dan persuasif, serta menciptakan situasi yang aman dan tertib

    Selain itu, penempatan anggota Satpol PP juga dapat mencegah terjadinya gangguan ketertiban umum sekaligus menjadi upaya sosialisasi program-program pemerintah secara berkelanjutan.

    “Semua harus bersama-sama mencegah pelanggaran trantibum, karena gangguan ketertiban yang terjadi di sini tidak bisa diselesaikan oleh kami Satpol PP dan Dishub saja,” katanya.

    Pada Minggu (21/9), petugas gabungan menertibkan aktivitas parkir liar dan pemasangan meja berlebihan milik pelaku usaha di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

    Kondisi jalan kerap semrawut, terutama pada akhir pekan. Parkir kendaraan dan meja yang dipasang hingga ke badan jalan membuat arus lalu lintas hanya bisa dilalui satu hingga dua lajur.

    Dalam operasi tersebut, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi agar pedagang bisa mengatur area usaha mereka tanpa merugikan pengguna jalan lain.

    Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan dugaan parkir liar dan pedagang menggunakan empat lajur Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (20/9).

    Video yang diunggah akun Instagram @ijoeel menunjukkan deretan kendaraan parkir dan pedagang yang menggelar meja hingga menyisakan hanya satu lajur dari empat lajur jalan.

    Peristiwa tersebut terjadi setiap malam sejak pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Terlihat pengguna jalan menjadi terhambat untuk melewati lajur jalan tersebut karena ruas jalan tertutup parkiran motor dan meja pedagang.

    “Parkir makan empat jalur jalan umum, ini terjadi sudah lama infonya dan terjadi setiap malam sekitar pukul 20.00 WIB, sampak tengah malam,” tulis keterangan dari akun Instagram @ijoeel.

    “Apalagi pas malam minggu bisa-bisanya tinggal sisa sejalur dimana? Ini di sekitaran Primajasa Cililitan atau Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara,” jelas keterangan akun Instagram ijoeel.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono harap kecelakaan bus Transjakarta tak terulang

    Pramono harap kecelakaan bus Transjakarta tak terulang

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap kecelakaan bus Transjakarta tak terulang lagi demi kenyamanan dan keamanan para pengguna karena saat ini kenaikan pengguna Transjakarta semakin signifkan, terlebih dengan adanya Transjabodetabek.

    “Orang yang menggunakan Transjakarta sudah naik secara signifikan. Karena memang saya mendorong untuk penggunaan transportasi publik itu meningkat,” kata Pramono di Jakarta, Senin.

    Oleh karena itu, dia meminta agar pihak Transjakarta perlu menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan.

    Pramono menilai, terkadang kecelakaan dapat terjadi karena adanya pengguna kendaraan lain yang memotong jalur Transjakarta. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah meminta pihak Transjakarta untuk melakukan evaluasi.

    “Memang kan gini, kadangkala kejadiannya karena ada yang motong (jalur Transjakarta) dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, tentunya akan kami perbaiki. Nggak boleh terjadi lagi. Supaya ini juga memberi rasa aman dan nyaman,” katanya.

    Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi tim keselamatan internal TransJakarta mengarah pada faktor manusia (human factor) sebagai perhatian utama.

    Oleh karena itu, Transjakarta fokus memperbaiki dan memperkuat aspek faktor manusia dari sisi pramudi.

    “Fokus perbaikan yang akan dilakukan adalah penguatan aspek faktor manusia (human factor) pramudi, terutama melalui peningkatan pelatihan lewat TransJakarta Academy dan penguatan proses Fit To Work (FTW) untuk memastikan seluruh pramudi dalam kondisi layak saat bertugas,” jelas Chico.

    Terkait instruksi untuk memperketat pemeriksaan penunjang keselamatan seperti rem secara berkala, Chico menegaskan bahwa TransJakarta sudah rutin melakukannya.

    Hingga kini belum ada informasi tambahan terkait investigasi lanjutan. Namun, TransJakarta memastikan akan mengutamakan langkah-langkah perbaikan ke depan demi keselamatan penumpang dan pengguna jalan.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BMI DKI lakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Bali dan NTT

    BMI DKI lakukan penggalangan dana untuk korban banjir di Bali dan NTT

    Jakarta (ANTARA) – Organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia (BMI) melakukan penggalangan dana untuk bantuan sosial (charity) kepada para korban musibah banjir di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Penggalangan bantuan sosial tersebut dilakukan melalui “Turnamen Mini Soccer BMI DKI Jakarta Cup 2025” yang diselenggarakan oleh DPD BMI DKI Jakarta, pada Minggu (21/9).

    “BMI kembali memfasilitasi para generasi muda untuk peduli dengan kesehatan sekaligus peduli dengan sesama melalui ajang Turnamen Mini Soccer BMI DKI Cup 2025. Semangat yang dibangun tidak hanya pada kompetisi, namun juga kepedulian untuk membantu korban musibah banjir di Provinsi Bali dan NTT,” kata Ketua DPD BMI DKI Jakarta Anta Ginting dalam keteranagannya di Jakarta, Senin.

    Menurut Anta, sepak bola mini (mini soccer) merupakan salah satu olahraga yang saat ini tengah disukai oleh anak muda. Oleh karena itu, diharapkan turnamen Mini Soccer BMI DKI Cup 2025 ini dapat mencetak atlet-atlet muda berbakat dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

    “Selain untuk mencari potensi atlet-atlet muda berbakat, Turnamen Mini Soccer BMI DKI Cup 2025 adalah salah satu komitmen kami untuk terus hadir bagi para generasi muda,” ujar Anta.

    Kegiatan itu sekaligus sebagai upaya menciptakan kegiatan positif dan membangun kepekaan terhadap saudara yang sedang terkena musibah.

    “Karena kami yakin, bahwa generasi muda adalah kunci kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

    Sementara itu, Sekretaris DPD BMI DKI Jakarta Raihan Ali mengatakan, kesempatan Turnamen Mini Soccer BMI DKI Cup 2025 kali ini sekaligus menjadi kesempatan pihaknya memberikan edukasi sosial kepada kaum muda dalam memberikan bantuan untuk para korban banjir di Provinsi Bali dan NTT.

    “Penggalangan bantuan untuk saudara-saudara kita di Bali dan NTT ini digagas oleh DPP BMI yang dimotori oleh Ketua Umum BMI, Bung Mochammad Herviano,” kata Raihan.

    Raihan menyebut, kegiatan ini murni untuk membantu para korban banjir di Bali dan NTT yang juga melibatkan para fungsionaris DPP BMI lainnya.

    “Kami berharap penggalangan bantuan dana yang dilaksanakan dalam Turnamen Mini Soccer BMI DKI Cup 2025 ini dapat membantu meringankan saudara-saudara kita yang terdampak musibah banjir di Bali dan NTT beberapa waktu lalu,” ujarnya.

    Nantinya, bantuan yang digalang oleh DPP BMI akan diberikan kepada jajaran pengurus DPD BMI Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk disalurkan secara langsung kepada para korban banjir baik di Bali maupun NTT.

    “Ini adalah bentuk gotong royong kita dalam membantu meringankan para korban yang terdampak dari musibah banjir di Bali dan NTT,” ucap Raihan.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kota Administrasi Jakarta Selatan Simon A.M. Sitorus, yang didampingi Ketua Umum DPP BMI Mochammad Herviano, dan Bendahara Umum DPP BMI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra.

    Adapun beberapa waktu lalu, musibah banjir telah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali dan NTT. Musibah banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bali dan NTT itu menimbulkan dampak yang cukup besar.

    Puluhan rumah dikabarkan rusak berat, ratusan jiwa mengungsi akibat banjir bandang yang terjadi di Bali dan NTT tersebut.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rugikan pedagang, APKLI tolak larangan penjualan dalam Raperda KTR

    Rugikan pedagang, APKLI tolak larangan penjualan dalam Raperda KTR

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Ali Mahsun menyatakan penolakannya terhadap sejumlah pasal di dalam Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR) yang dinilai merugikan pedagang.

    “APKLI menolak tegas pasal-pasal dalam Raperda KTR DKI Jakarta yang berisi larangan penjualan dan kewajiban menyediakan tempat merokok di warung kecil, dan sanksi denda pidana yang sama saja dengan mematikan usaha ekonomi kerakyatan,” ujar Ali di Jakarta, Senin.

    Dia memandang dorongan peluasan kawasan tanpa rokok yang ditujukan di warung pedagang tradisional sangat kontradiktif dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang sebelumnya menegaskan akan memberikan kesempatan dan wadah serta akses pasar rakyat kepada para pedagang kecil untuk naik kelas.

    Menurut Ali, dorongan kewajiban penyediaan KTR ini akan berdampak dengan keberlangsungan mata pencaharian jutaan asongan, kopi keliling, pedagang kaki lima, di pasar, pusat keramaian, serta 1,1 juta warung kelontong.

    Oleh karena itu, dia meminta perlindungan dari Raperda KTR kepada Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta.

    “Kami pelaku ekonomi kerakyatan ini butuh perlindungan. Kami mohon pembuat kebijakan mempertimbangkan dan membatalkan ulang rencana ini,” kata Ali.

    Sebelumnya, Ketua Pansus Ranperda KTR DKI Jakarta Farah Savira memastikan regulasi tersebut tetap mempertimbangkan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.

    “Makanya, penerapan utamanya di sini adalah kawasan. Sehingga kawasan itu mengatur lebih ke behavior (tingkah laku). Bukan serta merta hanya karena penjualan ataupun iklan. Itu nanti dibahas berikutnya,” kata Farah.

    Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga telah menyatakan bahwa nantinya Raperda KTR tak akan membuat omzet pedagang turun seperti yang dikhawatirkan.

    “Pasti perda itu tidak akan membuat UMKM menurun (omzetnya). Saya ketika menyampaikan ke DPRD, salah satu konsen saya itu. Jadi pembatasan yang dilakukan tanpa rokok itu hanya di tempat-tempat yang tertutup, yang dimana UMKM nggak pernah jualan di situ,” kata Pramono.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.