Category: Antaranews.com Nasional

  • Polda Metro Jaya sosialisasikan larangan bergaya hidup mewah

    Polda Metro Jaya sosialisasikan larangan bergaya hidup mewah

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya menggelar sosialisasi “Whistle Blowing System” (WBS), Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)–Lapor serta larangan bergaya hidup mewah (hedonis) kepada personel Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya.

    “WBS merupakan sarana pengawasan internal yang disiapkan Polri untuk mencegah dan menindak pelanggaran anggota secara transparan,” kata Perwira Unit (Panit) 2 Sub Bidang Pengamanan Internal (Subbidpaminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya, Ipda Rano Fitriansyah.

    Melalui WBS, kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, anggota tidak perlu ragu melaporkan dugaan pelanggaran karena kerahasiaan pelapor dijamin.

    Selain itu, personel juga diberikan pemahaman terkait SP4N–Lapor sebagai kanal resmi pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi secara nasional.

    “Pemahaman ini penting agar anggota dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait mekanisme pengaduan,” katanya.

    Rano juga mengimbau kepada seluruh personel Direktorat Pembinaan Masyarakat(Ditbinmas) Polda Metro Jaya untuk terus menjaga sikap, perilaku dan pola hidup sederhana dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    “Mengajak anggota untuk berperan aktif mendukung pengawasan internal demi mewujudkan Polri yang profesional, berintegritas dan dipercaya masyarakat,” katanya.

    Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB itu digelar di Gedung Promoter Lantai 13 Polda Metro Jaya bersama 15 personel.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran di Jakut diduga berasal dari pengecasan mobil listrik

    Kebakaran di Jakut diduga berasal dari pengecasan mobil listrik

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga kebakaran rumah dan gudang aksesoris di Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara, yang menewaskan lima orang berasa dari pengecasan mobil listrik.

    “Api diduga berasal dari pengecasan mobil listrik di halaman rumah dan meluas membakar bangunan,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, dari keterangan saksi pemilik rumah sedang mengisi daya baterai mobil listrik dan terjadi fenomena listrik yang menyebabkan ledakan pada mobil tersebut.

    Api mengenai minyak cat yang digunakan membuat aksesoris vas bunga dan langsung membesar dan warga yang melihat kejadian langsung membantu memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran (damkar) sekitar pukul 20.13 WIB.

    Kemudian petugas damkar terdekat dari Pos Damkar Pejagalan berangkat ke lokasi pukul 20.14 WIB lalu unit sampai di lokasi pukul 20.19 WIB. Selanjutnya melakukan proses pemadaman didukung oleh 21 unit lainnya.

    Ia mengatakan, dalam proses pendingin di lokasi kebakaran terhambat karena terdapat bahan B3 berupa minyak cat, cat, biji plastik dan kertas yang mudah terbakar.

    “Selain itu akses masuk ke lokasi juga sempit dan bersekat yang menjadi kendala dalam pendinginan,” kata dia.

    Petugas Suku Dinas ((Sudin) Gulkarmat membutuhkan waktu 10 jam untuk memadamkan api yang membakar rumah tinggal dan tempat usaha aksesoris di Jalan Lopis Teluk Gong Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam.

    “Kami mulai aksi pemadaman pukul 20.20 WIB dan pemadaman baru selesai dilakukan pada Jumat pagi pukul 08.08 WIB,” katanya.

    Ia mengatakan, total ada 110 personel yang dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar berjibaku memadamkan api yang membakar lokasi seluas 1.680 meter persegi (m2) itu.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pramono minta area tanggul NCICD Ancol Barat diperindah

    Pramono minta area tanggul NCICD Ancol Barat diperindah

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajarannya agar dilakukan beautifikasi atau diperindah di sepanjang area tanggul “National Capital Integrated Coastal Development” (NCICD) di kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara.

    Bahkan, Pramono ingin kawasan tersebut dapat menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis.

    “Nanti akan kita buat untuk misalnya tur anak sekolah untuk melihat laut dan sebagainya karena tempatnya memang bagus sekali,” kata Pramono saat dijumpai di tanggul NCICD segmen Ancol (Paket 2) di Jakarta Utara, Jumat.

    Pramono pun mengizinkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan pihak PT Pembangunan Jaya Ancol untuk memperindah area tanggul itu.

    Dengan demikian, Pramono menilai nantinya para pengunjung Ancol juga bisa menikmati area tanggul.

    Pramono bahkan memiliki ide untuk membuat jalur lari atau jogging track di sepanjang area tanggul.

    “Beberapa tempat saya akan jadikan tempat wisata. Karena punya tempat yang seperti ini kalau kemudian tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh publik, itu sayang sekali,” katanya.

    Sebelumnya, Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat telah mencapai tahap akhir.

    Pramono pun menargetkan untuk menuntaskan proyek strategis penanganan banjir rob ini hingga 2029.

    “Dari seluruhnya sepanjang 28,2 kilometer, sudah dibangun 11,82 (kilometer) kurang 16,4 kilometer. Dan saya meminta untuk tetap dilanjutkan ‘multi-year’ sampai dengan 2029 supaya betul-betul selesai,” ujar Pramono.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Sekitar 20 persen armada bus di Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur) belum memenuhi standar kelayakan untuk angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Dari hasil pra pengecekan kelaikan jalan (ramp check), kurang lebih 20 persen armada yang kita periksa belum laik jalan. Karena ini masih pra angkutan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Temuan tersebut menjadi perhatian serius pengelola terminal karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Revi menyebutkan, armada yang belum laik jalan langsung diberikan surat peringatan dan wajib melakukan perbaikan sebelum memasuki masa angkutan Nataru.

    Sebagian besar ketidaklayakan armada tersebut berkaitan dengan kelengkapan sistem penunjang keselamatan.

    Meski tidak termasuk kerusakan berat, kekurangan ini tetap dianggap krusial dalam kondisi darurat di perjalanan.

    “Temuannya kebanyakan soal alat pemukul kaca yang tidak ada, dongkrak atau kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang tidak tersedia. Ini semua wajib dipenuhi,” jelas Revi.

    Revi menyebutkan, pra “ramp check” dilaksanakan sejak 20 November hingga 17 Desember 2025. Pemeriksaan dilakukan lebih awal agar perusahaan otobus memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kekurangan armadanya sebelum puncak arus libur.

    “Pra ‘ramp check’ ini kita lakukan satu bulan sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru. Saat masa angkutan nanti, pemeriksaan akan dilakukan 24 jam,” ujar Revi.

    Menurut Revi, Terminal Kampung Rambutan tidak akan memberi toleransi kepada bus yang masih ditemukan tak laik jalan saat masa angkutan berlangsung.

    Armada dengan gangguan pada aspek keselamatan utama, seperti sistem pengereman dan kondisi roda, akan langsung dilarang beroperasi.

    “Kalau menyangkut aspek keselamatan, kita setop operasinya. Ini sesuai arahan Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan ‘zero accident’ pada angkutan bus Natal dan Tahun Baru 2025–2026,” tegas Revi.

    Adapun “zero accident” merupakan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bertujuan mencapai kondisi ideal tanpa ada kecelakaan di lingkungan perusahaan, bukan hanya sekadar mengurangi, tapi benar-benar menghilangkan insiden sama sekali.

    Dengan temuan 20 persen bus tak laik jalan ini, Revi berharap perusahaan otobus lebih disiplin dalam menyiapkan armada.

    Revi meyakini, langkah pemeriksaan dan penindakan dini dapat menekan risiko kecelakaan serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan libur Nataru.

    Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang berada di lajur keberangkatan diperiksa satu per satu oleh tim uji mekanis UP PKB Pulo Gadung dibantu pihak pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan.

    Pengecekan mulai dari surat-surat kendaraan seperti buku pemeriksaan kelayakan (KIR), SIM, STNK dan kartu pengawasan (KPs). Lalu bus juga melewati pemeriksaan mulai dari ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, wiper, klakson, alat pemecah kaca dan sebagainya.

    Kendaraan yang lulus pemeriksaan langsung dipasangi stiker bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub” sebagai simbol bahwa armada tersebut lulus pemeriksaan.

    Sementara yang tidak lulus diberikan surat peringatan agar segera memperbaiki kekurangannya

    Kepala Unit UP PKB Pulog Gadung, Erwansyah mengatakan, layanan “ramp check” dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik maupun awak bus, saat jelang hingga pasca Nataru.

    Kegiatan “ramp check” ini digelar mulai tanggal 18 Desember hingga 5 Januari 2026. “Selama melakukan ‘ramp check’, empat petugas uji mekanis berpengalaman dan profesional ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan secara detil,” katanya.

    Erwansyah menjelaskan, setiap hari rata-rata ada 19-15 armada yang diperiksa secara acak. Dari jumlah tersebut, temuan di lapangan persolannya klasik, yakni buku uji KIR yang telah kadaluarsa atau kartu pengawasan (KPs) yang kadaluarsa atau hilang.

    Kemudian temuan sarana prasarana penunjang yang kurang. Misalnya, tidak ada alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR) dan pelanggaran lainnya yang dinilai masih ringan.

    “‘Ramp check’ ini lebih kepada razia atau sidak untuk mengingatkan para awak bus dan perusahaan otobus (PO) agar tetap menjaga kondisi kelaikan kendaraan,” ujarnya.

    Adapun “ramp check” dimulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB atau menyesuaikan dengan kondisi armada yang ada di terminal.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Jakarta (ANTARA) – Lima orang menjadi korban tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris dan rumah tinggal di Jalan Lindung Pasar Baru, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam.

    “Kelima korban ditemukan tewas dalam kebakaran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat.

    Kelima korban diketahui bernama Bunhui (56) perempuan, Tiong A Moi (70) pria, Natilia (24) perempuan, Gisel (7) perempuan dan seorang Baby Sister perempuan.

    Ia mengatakan objek kejadian kebakaran adalah gudang dan rumah tinggal. “Penyebab diduga korsleting listrik,” kata dia.

    Saat ini, kronologi kejadian kebakaran masih dalam pendataan BPBD DKI Jakarta.

    “Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,” katanya.

    Sementara kasus kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat hampir rampung

    Tanggul NCICD di kawasan Ancol Barat hampir rampung

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan tanggul “National Capital Integrated Coastal Development” (NCICD) di kawasan Ancol Barat telah mencapai tahap akhir atau hampir rampung.

    Pramono pun menargetkan untuk menuntaskan proyek strategis penanganan banjir rob ini hingga 2029.

    “saya tadi menyampaikan dari seluruhnya sepanjang 28,2 kilometer, sudah dibangun 11,82 (kilometer) kurang 16,4 kilometer,” kata Pramono usai meninjau tanggul NCICD Segmen Ancol (Paket 2) di Jakarta Utara, Jumat.

    Dia meminta proyek tersebut tetap dilanjutkan sampai 2029 dan betul-betul selesai. Laporan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), pengerjaan fisik di titik tersebut sudah mencapai 95,32 persen.

    Dari panjang total pembangunan tanggul NCICD Fase A yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yakni 28,27 kilometer, sudah terbangun sepanjang 11,82 kilometer. Sehingga masih menyisakan 16,45 kilometer yang harus segera diselesaikan.

    “Kalau ini selesai, maka persoalan utama banjir yang berkaitan dengan rob untuk daerah ini akan tertangani,” ujar Pramono.

    Kemudian, meski proyek ini melibatkan pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat (Kementerian PU), Pelindo dan Pemprov DKI, namun Pramono menginstruksikan jajaran Pemprov DKI untuk fokus menyelesaikan bagian yang menjadi kewajiban daerah.

    “Yang menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta, saya minta untuk diselesaikan karena ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat yang ada di Jakarta yang berkaitan dengan banjir rob,” katanya.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan perketat “ramp check” angkutan Nataru

    Terminal Kampung Rambutan perketat “ramp check” angkutan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur memperketat pengecekan kelaikan jalan (ramp check) bus sebagai upaya untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pada angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Di Terminal Kampung Rambutan, dalam rangka angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mempersiapkan berbagai macam kegiatan, terutama pendirian posko-posko,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Salah satunya adalah posko “ramp check” atau pemeriksaan kelaikan jalan bus yang akan diberangkatkan.

    Pengecekan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan ini sebagai upaya memastikan bus dalam kondisi laik jalan.

    Persiapan tersebut difokuskan pada aspek keselamatan penumpang dengan memastikan seluruh armada bus yang beroperasi dalam kondisi laik jalan serta memenuhi seluruh ketentuan teknis yang berlaku.

    Menurut Revi, “ramp check” dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti penguji kendaraan bermotor dari Unit Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

    Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap bus yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan.

    Dia memastikan bus yang diberangkatkan dalam kondisi sehat. Bukan hanya pengemudinya yang harus sehat, tapi kendaraannya juga harus sehat dan mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

    Tidak ada toleransi bagi bus yang tidak lulus pemeriksaan. Revi menjelaskan, dalam “ramp check” terdapat dua jenis persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap kendaraan.

    Pertama, persyaratan teknis utama yang diterapkan dengan aturan ketat tanpa toleransi sedikit pun dari pengelola Terminal Kampung Rambutan.

    Persyaratan teknis utama itu toleransinya nol karena menyangkut aspek keselamatan. “Seperti sistem rem, sistem kemudi, sistem roda, dan sistem lampu. Semua harus berfungsi dengan baik,” tegas Revi.

    Revi menegaskan, apabila ditemukan komponen utama yang tidak berfungsi optimal, maka bus tersebut tidak diperkenankan untuk beroperasi dan harus melakukan perbaikan terlebih dahulu.

    Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan libur panjang.

    “Tidak bisa ditoleransi hal-hal yang berkaitan dengan sistem utama kendaraan, karena ini menyangkut keselamatan penumpang. Rem, roda, lampu dan pengemudi itu wajib beroperasi dengan baik. Tidak ada tawar-menawar,” ujar Revi.

    Kedua, untuk persyaratan teknis penunjang, pihak terminal masih memberikan toleransi terbatas.

    Persyaratan ini mencakup kelengkapan tambahan di dalam kendaraan, seperti kotak obat, dongkrak hingga alat pemecah kaca.

    “Untuk sistem penunjang, memang masih ada toleransi karena itu sifatnya sebagai pelengkap di dalam kendaraan dan tidak langsung menyangkut aspek keselamatan. Tapi tetap kami ingatkan kepada operator bus agar melengkapinya,” kata Revi.

    Pra “ramp check” telah dilaksanakan jauh hari sebelum puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pra “ramp check” dimulai sejak 20 November 2025 dan berlangsung hingga 17 Desember 2025.

    “Pra ‘ramp check’ sudah kami laksanakan sejak 20 November 2025 sampai kemarin, 17 Desember 2025. Ini sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan armada sebelum memasuki masa puncak angkutan,” katanya.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pengelola Terminal Kampung Rambutan berharap seluruh proses angkutan Nataru dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi bus selama libur akhir dan awal tahun.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI siapkan tempat doa bersama untuk Sumatera saat malam tahun baru

    DKI siapkan tempat doa bersama untuk Sumatera saat malam tahun baru

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan menyiapkan tempat untuk melakukan doa bersama bagi korban bencana di Pulau Sumatera saat malam pergantian tahun.

    “Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, Jumat.

    Sebagai wujud prihatin dan solidaritas untuk warga terdampak bencana di Sumatera, Jakarta juga tidak akan merayakan malam tahun baru dengan meriah dan mewah.

    “Jadi saya sudah memikirkan, yang paling utama adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, nggak, saya nggak mau,” tegas Pramono.

    Kendati demikian, Pramono belum memutuskan lokasi gelaran acara doa bersama tersebut.

    Meski tak merayakan tahun baru dengan meriah, namun Pemerintah Provinsi Jakarta tetap sudah melakukan berbagai persiapan dan antisipasi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menambah empat unit kapal untuk melayani masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Seribu pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan persiapan-persiapan menjelang masa angkutan Nataru 2026 termasuk pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) pada kendaraan yang akan beroperasi dan kesiapan terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok, Dishub DKI juga menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Sementara untuk petugas yang disiagakan, secara keseluruhannya jumlahnya mencapai 2.500 personel dinas perhubungan yang nantinya akan melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru 2025/2026.

    Kemudian 80 mobil derek, 46 mobil patroli dan dua unit mobil “Variable Message Sign” (VMS) mobile akan disiagakan untuk menciptakan momen Natal dan Tahun Baru yang aman bagi masyarakat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Posko kesehatan disiagakan di Terminal Rambutan

    Posko kesehatan disiagakan di Terminal Rambutan

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur menyiagakan posko kesehatan sebagai bagian penting dalam pengamanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Terminal Kampung Rambutan dalam rangka angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kita mempersiapkan berbagai kegiatan, terutama posko-posko, seperti posko kesehatan yang bersiaga,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Posko kesehatan ini untuk memastikan kondisi kesehatan pengemudi bus serta memberikan pelayanan medis awal bagi penumpang selama periode libur dalam rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Menurut Revi, posko kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan Nataru mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan bus antarkota.

    “Posko kesehatan ini melayani pemeriksaan pengemudi yang akan berangkat mengangkut penumpang. Tujuannya untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat sebelum melakukan perjalanan,” ujar Revi.

    Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah hingga tes urine.

    Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan pengemudi, termasuk memastikan pengemudi bebas dari pengaruh narkotika dan zat berbahaya lainnya yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.

    “Supaya dipastikan pengemudi itu sehat dan diperiksa kesehatannya seperti tes gula darah, kemudian juga di tes urine. Sehingga keamanan dan keselamatan terjamin,” katanya.

    Dalam operasionalnya, posko kesehatan di Terminal Kampung Rambutan melibatkan berbagai instansi terkait.

    Pengelola terminal bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur serta Puskesmas di wilayah Jakarta Timur yang secara bergantian melakukan pemeriksaan setiap hari.

    Pemeriksaan dilakukan secara rutin dan bergantian oleh petugas dari instansi terkait agar pengawasan kesehatan pengemudi berjalan optimal selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Tak hanya diperuntukkan bagi pengemudi, posko kesehatan tersebut juga dibuka bagi penumpang dan masyarakat yang berada di area terminal.

    Penumpang yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pemeriksaan ringan dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan.

    “Kalau ada penumpang yang merasa kurang sehat atau ingin memeriksakan kondisi kesehatannya, bisa langsung datang ke posko kesehatan,” katanya.

    Revi menambahkan, posko kesehatan di Terminal Kampung Rambutan mulai dioperasikan sejak Kamis (18/12).

    Dengan disiagakan posko kesehatan ini, Revi berharap dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan faktor kesehatan pengemudi, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

    Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan (Dishub), Kepolisian dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur menyiapkan posko pelayanan terpadu untuk menghadapi arus penumpang selama masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Di Terminal Kampung Rambutan, dalam rangka Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mempersiapkan berbagai kegiatan, terutama posko-posko pelayanan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Posko pelayanan terpadu tersebut untuk memastikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi bus antar kota.

    Selain itu, fokus utama persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, yakni pengoperasian posko pelayanan yang melibatkan berbagai unsur instansi.

    “Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pengamanan dan pelayanan bagi penumpang maupun awak bus selama periode libur panjang,” ujar Revi.

    Revi menjelaskan, posko pelayanan tersebut didukung oleh aparat kepolisian dan TNI. Dari unsur kepolisian, pengamanan melibatkan Pospol Terminal Kampung Rambutan, Polsek Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya hingga Mabes Polri.

    Sementara dari unsur TNI, pengamanan diperkuat dengan bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari Polisi Militer Angkatan Laut, Kodim Jakarta Timur serta Koramil di wilayah Jakarta Timur.

    Selain aparat keamanan, posko pelayanan juga didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur masyarakat seperti Sentra Komunikasi (Senkom) yang turut membantu pengawasan dan pelayanan di lingkungan terminal.

    Revi berharap kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Semua unsur ini bersinergi di posko pelayanan yang ada di Terminal Kampung Rambutan,” katanya.

    Terkait waktu operasional, Revi menyebutkan bahwa posko pelayanan telah mulai dioperasikan sejak Kamis (18/12).

    Sementara untuk pengamanan dari pihak Kepolisian, pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

    “Untuk posko sendiri sudah kami operasikan, sedangkan kepolisian mulai tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 5 Januari 2026,” kata Revi.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Terminal Kampung Rambutan berharap pelayanan angkutan bus selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.

    “Karena libur sekolah itu sudah dimulai pada 22 Desember sehingga biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).

    Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI, yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.