Category: Antaranews.com Nasional

  • Hari ke-5 OMC, 1,6 ton NaCl disemai di Banten hingga Sukabumi

    Hari ke-5 OMC, 1,6 ton NaCl disemai di Banten hingga Sukabumi

    Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada hari kelima Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 1,6 ton garam (NaCl) telah disemai di udara perairan selatan Banten hingga selatan Sukabumi.

    “Hari ini, kami melakukan dua misi penerbangan dengan fokus area penyemaian di perairan selatan Banten hingga selatan Sukabumi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu.

    Menurut dia, kegiatan OMC hari kelima ini merupakan bagian dari upaya mitigasi yang dilakukan secara konsisten untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas tinggi di Jabodetabek.

    Berdasarkan hasil observasi tim, kata Isnawa, pada misi penerbangan pertama awan cumulus humilis tumbuh di sekitar Taman Nasional Halimun dengan ketinggian 6.000–7.000 kaki, sementara di area target semai dominan awan stratus dan sratocumulus dengan ketinggian 9.500–10.000 kaki.

    Selain itu, di perairan selatan Sukabumi, terpantau pula awan cumulus dan stratocumulus dengan puncak awan lebih dari 14.000 kaki, serta adanya perlambatan kecepatan angin di sepanjang area Samudra Hindia.

    Sedangkan pada misi penerbangan kedua, perairan selatan Banten didominasi awan cumulus congestus dengan puncak awan mencapai 12.000–14.000 kaki.

    Arah angin di ketinggian 5.000–10.000 kaki umumnya bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 15–25 knot.

    Pertumbuhan awan hujan lebih dominan di perairan dibandingkan area pesisir dan daratan Banten yang masih diwarnai awan cumulus solid.

    “Tujuannya adalah untuk mengurai pertumbuhan awan-awan potensial pembawa hujan lebat sebelum memasuki wilayah Jakarta,” ujarnya.

    Isnawa menambahkan, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi harian terhadap hasil operasi agar efektivitas penyemaian tetap optimal.

    “Kami terus berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap misi penerbangan memberikan hasil yang signifikan dalam mengendalikan potensi cuaca ekstrem. Dengan langkah ini, kami berharap risiko genangan dan banjir di DKI Jakarta dapat ditekan,” katanya.

    BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi penyumbatan.

    Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, Aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menteri sebut ledakan SMAN 72 jadi alarm bagi Kemendikdasmen

    Menteri sebut ledakan SMAN 72 jadi alarm bagi Kemendikdasmen

    Jakarta (ANTARA) –

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyatakan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta menjadi alarm bagi kementerian itu untuk melakukan pembenahan dan penguatan sehingga persoalan serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

    “Pengalaman ini menjadi alarm bagi kami di kementerian untuk memperkuat tiga hal yang sebelum kejadian ini sudah kami usahakan perubahannya,” kata dia di Jakarta, Minggu.

    Ia mengatakan penguatan pertama yang dilakukan adalah pihaknya sedang merancang Peraturan Menteri Pendidikan Daerah dan Menengah tentang sekolah yang aman, termasuk menciptakan suasana belajar yang aman dari segala macam bentuk kekerasan dan berbagai macam tindakan seperti yang sekarang terjadi.

    Pihaknya mencoba untuk mengubah paradigmanya ke arah yang lebih humanis, komprehensif dan partisipatif.

    “Jadi, pendekatannya melibatkan semuanya, termasuk ada rencana dalam pendekatan partisipatif ini juga melibatkan duta anti kekerasan yang kami rekrut dan berikan pelatihan secara komprehensif,” kata dia.

    Kemudian, melakukan penguatan peran guru di dalam bidang Bimbingan Konseling (BK).

    Menurut dia, hal itu sudah ada Peraturan Menteri yang menuntut seluruh guru baik guru BK maupun non guru BK harus melaksanakan tugas pembimbingan konseling.

    “Ini bukan menambah beban guru, karena guru memang sesuai undang-undang tugasnya itu ada lima. Satu tugasnya adalah pembimbing,” kata dia.

    Ia menjelaskan guru pembimbing ini dihitung dengan jam mengajar sehingga guru tidak harus mengajar selama 24 jam dalam satu minggu.

    “Jam mengajar mereka akan dikonversi sebagai guru wali murid yang mendampingi siswa,” kata dia.

    Mereka akan mendampingi murid, tidak hanya menangani masalah-masalah akademik tapi juga masalah-masalah yang bersifat psikologis, masalah yang bersifat spiritual dan sosial.

    Selain itu, juga guru ini akan menjadi penghubung antara sekolah dengan orang tua.

    Ia mengatakan banyak terjadi kasus perundungan yang disebabkan persoalan kehidupan keluarga serta komunikasi yang kurang baik antara sekolah dengan orang tua.

    Menurut dia, jika ini bisa diperbaiki maka komunikasi dapat ditingkatkan dan mudah-mudahan persoalan perundungan dapat diselesaikan.

    Ia mengaku saat ini jumlah kasus perundungan di sekolah memang cukup tinggi, baik murid sebagai pelaku maupun sebagai korban.

    “Inilah yang coba kita tangani dengan sekali lagi, pendekatan yang lebih humanis, komprehensif dan partisipatif,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendikdasmen optimis pembelajaran di SMAN 72 Jakarta kembali normal

    Mendikdasmen optimis pembelajaran di SMAN 72 Jakarta kembali normal

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengaku optimistis proses pembelajaran di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara kembali berjalan normal pascaledakan pada Jumat (9/11).

    “Saya kira, secara umum melihat kondisi anak-anak yang tadi saya temui sepertinya tidak perlu waktu lama dan mudah-mudahan semuanya bisa kembali normal dan juga bisa belajar sebagaimana mestinya,” katanya di Jakarta, Minggu.

    Menurut dia, untuk penanganan selanjutnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan bekerja sama dengan sekolah dan juga Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan kementerian terkait.

    Ia mengatakan bahwa mulai Senin (10/11) akan memberikan layanan psikososial untuk warga sekolah, untuk guru dan juga untuk murid-murid yang lainnya.

    Selanjutnya, nanti kepada murid-murid yang terkena dampak dari ledakan nanti akan diberikan layanan konseling untuk mengembalikan mental mereka.

    Menurut dia, ini bertujuan agar tidak mengalami persoalan-persoalan yang bisa menghambat perkembangan jiwa mereka.

    “Tapi, tadi yang saya jenguk semuanya kelihatan sangat tegar semuanya. Sangat optimistis dan rata-rata mereka adalah anak-anak yang aktif di sekolahnya,” kata dia.

    Ia menambahkan untuk teknis psikososial akan dilakukan dengan dengan mengirimkan relawan-relawan psikososial yang akan membantu korban di rumah masing-masing.

    “Para relawan ini memiliki kepedulian untuk menangani masalah ini dan juga dilakukan secara daring nantinya,” kata dia.

    Sebelumnya Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mendorong agar proses belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara dapat dimulai kembali usai terjadinya ledakan yang membuat puluhan orang terluka pada Jumat (7/11).

    Menurut dia, itu yang terpenting dan setelah proses pembelajaran dilakukan akan dievaluasi tiga hari kemudian. Selanjutnya pekan depan mungkin dipersiapkan untuk pembelajaran luring.

    “Jadi, hari Senin itu sudah belajar secara daring,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ledakan SMAN 72, belasan korban masih dirawat di RSIJ Jakpus

    Ledakan SMAN 72, belasan korban masih dirawat di RSIJ Jakpus

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 13 korban ledakan SMAN 72 Jakarta hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Jakpus).

    “Hari ini satu pasien sudah pulang dan 13 orang lagi masih dirawat ,” kata Direktur Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat Dr Pradono Handojo di Jakarta, Minggu malam.

    Ia merinci dari 13 pasien tersebut dua orang masih berada di ruang “intensive care” karena kondisi yang mengharuskan mereka dapat perawatan di sana.

    Intensive care adalah perawatan medis khusus untuk pasien kritis atau sakit parah yang memerlukan pengawasan ketat dan peralatan canggih untuk menunjang fungsi vital.

    Namun, lanjutnya, posisi pada Minggu pagi, waktu dilihat, kedua pasien ini sudah kembali sadar dan sudah membuat kontak mata.

    Selain itu, sudah bisa melakukan gerakan-gerakan sehingga pihaknya cukup optimis bahwa ke depan berangsur-angsur akan menjadi baik.

    Sementara itu, 11 pasien lainnya menjalani perawatan di paviliun rumah sakit atau kamar rawat inap.

    Ia mengatakan tugas pihaknya dalam satu hingga dua minggu ini akan selesai untuk mengembalikan kondisi fisik mereka.

    “Tugas bersama nanti dengan ‘stakeholder’ terkait untuk memastikan agar ini tidak terjadi kembali,” kata dia.

    Hingga Minggu malam, total 68 pasien dari 96 korban ledakan SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) sudah pulang ke rumah masing-masing.

    Sedangkan, sisanya 28 orang masih mendapatkan perawatan pada sejumlah rumah sakit di kawasan Cempaka Putih.

    RS Islam Cempaka Putih masih merawat 13 pasien dan di RS Yarsi ada 14 pasien serta seorang pasien di RS Pertamina Jaya.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ledakan SMAN 72, terduga pelaku sudah dipindahkan ke RS Polri

    Ledakan SMAN 72, terduga pelaku sudah dipindahkan ke RS Polri

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyatakan terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta sudah dipindahkan dari Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) ke RS Polri.

    “Terduga pelaku sudah tidak di sini. Jadi, sudah dipindahkan di Rumah Sakit Polri sehingga kami harus koordinasi dengan Kapolri untuk bertemu,” kata dia usai menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta, di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta, Minggu.

    Ia mengatakan terduga pelaku yang dipindahkan satu orang dan dirinya sudah masuk kamar rawat inap lalu dipindahkan ke RS Polri.

    “Sekarang otoritas terhadap terduga pelaku ini ada di kepolisian dan kami sekarang fokus pemulihan mental korban,” kata dia.

    Sementara itu, untuk pemulihan fisik dilakukan oleh tim dokter yang merawat sejumlah korban dan secara pemulihan mental secara psikologi sosial pihaknya akan melakukan bersama-sama.

    “Termasuk dengan terduga peledakan,” kata dia.

    Ia mengatakan pada Minggu ini sudah menjenguk pasien yang menjalani rawat inap bersama dengan keluarganya dan semuanya sudah mulai membaik.

    “Sudah kelihatan semua yang saya jenguk, kelihatan semangat, sudah optimis mereka,” kata dia.

    Ia mengatakan para korban ini memiliki ketabahan yang sangat tinggi dan sudah bisa menerima yang terjadi.

    “Saya salut dan bangga dengan anak-anak yang punya kekuatan mental dan juga punya ketabahan dalam menghadapi masalah yang memang tidak ringan,” kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu malam.

    Abdul Mu’ti datang dengan mobil hitam yang dikawal petugas dan sampai di halaman Gedung Raudhah RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat sekitar pukul 18.34 WIB.

    Abdul mengenakan baju batik cokelat lengan panjang dengan peci hitam turun dari mobil hitam.

    Sewaktu turun, dirinya langsung masuk ke gedung rawat inap korban ledakan sekolah negeri di Jakarta Utara tersebut

    Ia menyapa wartawan yang sudah berkerumun menunggu kehadiran dirinya.

    Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto ​​​​​​mengatakan bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) saat ini masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU) usai menjalani operasi.

    “Luka pasti di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya, menjalani operasi pada bagian kepala,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya.

    Budi menyebut, anak tersebut kini sudah sadar, namun masih harus menjalani perawatan medis secara bertahap.

    Luka yang dialami cukup berat, terutama di bagian kepala, sehingga memerlukan tindakan operasi.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendikdasmen jenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RSIJ

    Mendikdasmen jenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RSIJ

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu malam.

    Abdul Mu’ti datang dengan mobil hitam yang dikawal petugas dan sampai di halaman Gedung Raudhah RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat sekitar pukul 18.34 WIB.

    Abdul mengenakan baju batik cokelat lengan panjang dengan peci hitam turun dari mobil hitam.

    Sewaktu turun, dirinya langsung masuk ke gedung rawat inap korban ledakan sekolah negeri di Jakarta Utara tersebut.

    Ia menyapa wartawan yang sudah berkerumun menunggu kehadiran dirinya.

    “Saya masuk dulu ya, menjenguk. Nanti baru kita ngomong,” kata dia.

    Sebelumnya Menteri Sosial Syaifullah Yusuf juga telah mengunjungi belasan korban ledakan yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, pada Minggu siang.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ini kata KPAI terkait manfaat perbaikan di lokasi ledakan

    Ini kata KPAI terkait manfaat perbaikan di lokasi ledakan

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sejumlah perbaikan oleh petugas kepolisian di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara dapat menghilangkan trauma para pelajar di sekolah tersebut.

    “Hari ini kami sudah ke lokasi kejadian dan memang ada beberapa perubahan dan garis polisi sudah dilepas, ini dapat menghilangkan trauma,” kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini di Jakarta, Minggu.

    Menurut dia, terjadi perubahan pada dua titik di mushalla sekolah, baik di dalam maupun lokasi ledakan di belakang dekat bank sampah

    “Kondisi di mushalla sudah berubah, karena ini juga menghilangkan trauma anak,” kata dia.

    Ia mengatakan saat ini pihaknya berfokus pada anak-anak yang menjadi korban dengan memberikan pendampingan psikologis.

    Menurut dia, pendampingan ini penting sesuai dengan pasal 59 A UU No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Pasal tersebut mengatur upaya perlindungan khusus yang harus dilakukan bagi anak, antara lain melalui penanganan cepat pengobatan dan rehabilitasi serta pendampingan psikososial, bantuan sosial bagi anak dari keluarga tidak mampu dan pendampingan dalam proses peradilan.

    Ia mengatakan mulai Sabtu (8/11) sudah ada pendampingan psikologis pada mereka dan pihaknya juga sudah memetakan pendampingan bagi mereka yang masih dirawat.

    Kemudian, anak-anak yang sudah pulang ke rumah dan juga anak-anak yang ada di sekitar dan 780 anak lainnya.

    “Semua harus mendapatkan pendampingan psikologis beserta guru,” kata dia.

    Ia mengatakan untuk guru juga harus mendapatkan pendampingan psikologis pasca kejadian dan saat ini sudah 17 guru sudah diberikan pendampingan.

    “Sisanya masih ada total 42 guru. Jadi, sisanya juga harus mendapatkan pendampingan psikologis,” kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengatakan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih masih mengalami trauma akibat kejadian pada Jumat (7/11) tersebut.

    “Tentu mereka masih trauma,” kata Menteri Sosial Syaifullah Yusuf usai meninjau korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

    Ia mengatakan, secara pelan-pelan nanti anak-anak ini didampingi oleh Kepolisian, Kementerian Sosial dan RSIJ supaya mereka juga bisa mendapatkan langkah-langkah pemulihan trauma (trauma healing).

    “’Trauma healing’ ini didapatkan di rumah sakit ini maupun nanti juga ketika di sekolah maupun di rumah,” katanya.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah penuhi syarat jadi pahlawan

    Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah penuhi syarat jadi pahlawan

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial Republik Indonesia Syaifullah Yusuf menyatakan Presiden ke-2 Republik Indonesia HM Soeharto, Presiden ke-4 Republik Indonesia H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga tokoh buruh Marsinah layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

    “Presiden Soeharto memenuhi syarat, Presiden Abdurrahman Wahid memenuhi syarat, pejuang buruh Marsinah memenuhi syarat hingga Syaikhona Kholil juga memenuhi syarat,” kata dia di Jakarta, Minggu.

    Selain itu, banyak lagi nama-nama pejuang dari berbagai provinsi di Indonesia yang diusulkan ke pusat menjadi Pahlawan Nasional.

    “Itu banyak sekali, nanti kita tinggal tunggu siapa yang akan mendapatkan gelar pahlawan tahun ini,” kata dia.

    Ia mengatakan gelar Pahlawan Nasional akan diumumkan dan semua proses telah dilalui secara berjenjang mulai dari bawah sampai ke atas.

    “Siapa pun nanti yang diumumkan oleh Presiden RI, semuanya telah dinyatakan memenuhi syarat,” kata dia.

    Selain itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk mengingat kebaikan para pendahulu dan sambil dicatat yang kurang-kurang sehingga tidak terulang lagi ke depan.

    “Mari kita ingat yang baik-baik,” kata dia.

    Terkait adanya penolakan terhadap Presiden RI ke-2 HM Soeharto, Gus Ipul menilai itu adalah bagian dari proses, dinamika, lampiran dari keputusan gelar pahlawan ini.

    “Kita tunggu sebentar lagi ya,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Masyarakat diajak heningkan cipta satu menit pada 10 November

    Masyarakat diajak heningkan cipta satu menit pada 10 November

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengheningkan cipta selama satu menit pada Hari Pahlawan, Senin 10 November 2025.

    “Saya mengajak untuk mengheningkan cipta bersama-sama di tempat masing-masing pada pukul 08.15 WIB,” katanya usai menjenguk korban ledakan SMAN 72 di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta, Minggu.

    Dirinya mengajak untuk berdoa dan mengenang para pahlawan, para syuhada yang telah berjuang dengan ikhlas dan mewariskan negara yang luar biasa yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Semoga peringatan Hari Pahlawan besok (10/11) berjalan lancar,” kata dia.

    Dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November, Kementerian Sosial menggelar sejumlah kegiatan mulai dari kegiatan utama Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata tanggal 10 November 2025 pukul 08.00 WIB.

    Kemudian, Upacara Tabur Bunga di Laut pada 10 November 2025 pukul 08.00 WIB di Perairan Teluk Jakarta dan Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara.

    Selanjutnya, kegiatan pokok yakni Upacara Bendera di Instansi Pemerintah dan Non Pemerintah, Lembaga-Lembaga pada 10 November 2025 pukul 08.00 waktu setempat disesuaikan dengan kondisi masing-masing (pada Upacara Bendera tersebut Pembina Upacara membacakan Amanat Menteri Sosial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2025).

    Adapun bagi Instansi Pemerintah dan Non Pemerintah, Lembaga- Lembaga yang tidak menyelenggarakan upacara bendera dapat menyaksikan Upacara Ziarah Nasional di TMPN Utama Kalibata dengan Inspektur Upacara Presiden RI melalui siaran TVRI atau Channel Resmi Kemensos RI.

    Kemudian pengibaran Bendera Merah Putih satu tiang penuh di setiap rumah dan lingkungan permukiman penduduk pada 10 November 2025.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Seluruh pihak diajak berperan cegah perundungan di sekolah

    Seluruh pihak diajak berperan cegah perundungan di sekolah

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf mengajak seluruh pihak untuk berperan dalam mencegah terjadinya perundungan di sekolah karena akan berdampak panjang bagi korban.

    “Ini bukan berkaitan dengan kasus ledakan SMAN 72 tapi secara umum, kita harus cegah adanya ‘bully’ (perundungan) di sekolah,” katanya saat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta, Minggu.

    Ia menyebutkan ada tiga hal yang harus dicegah dengan bersama-sama dan saat ini Kementerian Sosial berupaya melakukan mitigasi sekuat tenaga bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar hal itu tidak boleh terjadi di sekolah.

    Pertama, adalah aksi perundungan (bully) yang dilakukan oleh siapa pun kepada siapa pun.

    Kedua, yakni aksi kekerasan fisik dan seksual di sekolah dan ketiga adalah soal intoleransi.

    “Inilah yang harus kita jaga bersama,” kata dia.

    Ia bukan mengaitkan persoalan ledakan ini dengan aksi perundungan karena itu merupakan kewenangan kepolisian untuk menjelaskan secara jelas soal kasus ini

    Gus Ipul berharap semua orang secara bersama-sama harus menyadari bahwa perundungan itu memang berakibat panjang.

    “Bisa jadi, korban itu ke depan bisa jadi pelaku,” kata dia.

    Ia menambahkan ada juga korban pelecehan seksual dan kemudian mereka berubah menjadi pelaku pada saatnya.

    Menurut dia, hal itu yang harus dijaga bersama, tetapi untuk kasus ini, sekali lagi tidak berani berspekulasi.

    “Mari tunggu penjelasan resmi dari kepolisian,” kata dia.

    Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan saat ini masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU) usai menjalani operasi.

    “Luka pasti di bagian kepala dan ada luka goresan. Iya, menjalani operasi pada bagian kepala,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya.

    Budi menyebut, anak tersebut kini sudah sadar, namun masih harus menjalani perawatan medis secara bertahap.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.