Category: Antaranews.com Ekonomi

  • Pengunjung Kebun Raya Bali tembus 20 ribu saat libur Natal-tahun baru

    Pengunjung Kebun Raya Bali tembus 20 ribu saat libur Natal-tahun baru

    Tabanan, Bali (ANTARA) – Pengelola Kebun Raya Bali di Bedugul, Kabupaten Tabanan, mencatat jumlah pengunjung menembus 20 ribu orang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau melonjak dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang mencapai 12 ribu orang.

    “Rata-rata kunjungan mencapai 3.000-5.000 orang per hari,” kata Manajer Kebun Raya Bali I Dewa Putu Pasnadi Putra di Tabanan, Bali, Minggu.

    Adapun kunjungan tertinggi terjadi pada 1 Januari 2026 yang menembus 10 ribu orang, sehingga sekaligus menjadi puncak liburan atau meningkat 77 persen dibandingkan Tahun Baru 2025.

    Salah satu agenda yang menarik kunjungan yakni bazar akhir tahun yang menampilkan UMKM, penampilan kesenian, olahraga dan kebugaran dan lokakarya merangkai bunga serta penampilan musik akustik.

    Bazar itu diadakan sejak Rabu (31/12/2025) hingga Minggu ini mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WITA.

    Ia menjelaskan selain memberikan wadah untuk UMKM di sekitar Kebun Raya Bali, bazar juga untuk memberikan hiburan yang menarik dan atraktif kepada pengunjung.

    Kebun raya seluas 157,5 hektare itu menjadi salah satu daya tarik wisata masyarakat dengan harga tiket masuk Rp15.500 per orang pada hari biasa dan Rp25.500 untuk hari libur.

    Kebun raya berhawa sejuk di Desa Candikuning, Tabanan itu, menyuguhkan panorama bentang alam dan Danau Beratan yang dapat diamati dari ketinggian hingga sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

    Selain sebagai kawasan konservasi yang menjadi fungsi utamanya, kebun raya yang diresmikan pada 1959 itu juga sebagai pusat penelitian dan edukasi serta rekreasi masyarakat.

    Kebun raya itu juga ditujukan untuk melestarikan tumbuhan tropika di kawasan timur Indonesia dan dikhususkan untuk mengoleksi Gymnospermae atau tumbuhan berdaun jarum dari seluruh dunia karena jenis itu dapat tumbuh dengan baik.

    Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mengejar swasembada garam

    Mengejar swasembada garam

    Kawasan sentra garam di Rote Ndao muncul sebagai harapan baru dalam pergaraman nasional

    Jakarta (ANTARA) – Indonesia hingga saat ini masih bergantung pada garam impor. Produksi nasional rata-rata hanya berkisar 1 juta–2 juta ton per tahun, angka yang sangat dipengaruhi anomali cuaca.

    Sementara itu, kebutuhan garam dalam negeri mencapai 4,5 juta–5 juta ton setiap tahun. Ketimpangan ini membuat Indonesia harus menutup kekurangan dengan impor sekitar 2,5 juta–3 juta ton, terutama untuk kebutuhan industri yang mensyaratkan kualitas tinggi.

    Garam bukan hanya pelengkap di dapur. Komoditas ini juga merupakan bahan baku industri pangan, kosmetik, tekstil, farmasi, kimia, hingga pengeboran minyak.

    Salah satu persoalan utama mengapa Indonesia masih bergantung pada impor adalah kualitas garam lokal. Sebagian besar garam rakyat hanya memiliki kadar Natrium klorida atau NaCl maksimal 94 persen, sementara standar industri mensyaratkan minimal 97 persen.

    Selain kualitas, faktor cuaca juga menjadi penentu. Petambak garam di Indonesia sangat bergantung pada sinar matahari untuk proses penguapan.

    Pada 2025, misalnya, curah hujan tinggi dan musim kemarau yang singkat menyebabkan produksi anjlok hingga 50 persen, hanya sekitar 1 juta ton per 2 Desember 2025.

    Kebergantungan pada cuaca membuat produksi garam tidak menentu dari tahun ke tahun.

    Meski penuh tantangan, garam tetap menjadi denyut ekonomi di sejumlah daerah. Catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2024 menunjukkan 10 provinsi menjadi produsen utama pergaraman Indonesia.

    Jawa Timur menjadi provinsi penghasil garam terbesar dengan 863.332 ton, disusul Jawa Tengah 536.613 ton dan Jawa Barat 211.044 ton. Nusa Tenggara Barat menambah 41.866 ton, Sulawesi Selatan 30.099 ton, sementara NTT menyumbang 15.794 ton.

    Namun, angka tersebut masih belum cukup untuk menutup kebutuhan nasional. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra-sentra produksi baru sekaligus memperkuat tambak yang sudah ada.

    Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional pada Maret 2025. Regulasi ini menjadi landasan ambisi swasembada garam pada 2027.

    Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas: Harga cabai rawit Rp62.006/kg, bawang merah Rp43.042/kg

    Bapanas: Harga cabai rawit Rp62.006/kg, bawang merah Rp43.042/kg

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga cabai rawit merah secara nasional Rp62.006 per kilogram (kg) turun Rp64 dari hari sebelumnya, begitu pun bawang merah Rp43.042 per kg turun Rp2.882 dari hari sebelumnya.

    Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas dilansir di Jakarta, Minggu pukul 11.00 WIB, harga pangan lainnya di tingkat konsumen secara nasional beras premium Rp15.492 per kg turun Rp67 dari hari sebelumnya.

    Kemudian, beras medium Rp13.501 per kg turun Rp56 dari hari sebelumnya, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.445 per kg turun Rp27 dari hari sebelumnya.

    Komoditas jagung Tk peternak tercatat Rp6.854 per kg turun Rp121 dari hari sebelumnya; sedangkan kedelai biji kering (impor) menjadi Rp10.717 per kg turun Rp96 dari hari sebelumnya.

    Berikutnya bawang putih bonggol di harga Rp37.309 per kg turun Rp1.143 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, komoditas cabai merah keriting di harga Rp46.713 per kg turun Rp1.220 dari hari sebelumnya; lalu cabai merah besar di harga Rp42.171 per kg turun Rp1.124 dari hari sebelumnya.

    Lalu, daging sapi murni Rp137.291 per kg naik Rp1.619 dari hari sebelumnya, daging ayam ras Rp39.703 per kg turun Rp133 dari hari sebelumnya, lalu telur ayam ras Rp31.281 per kg turun Rp166 dari hari sebelumnya.

    Sementara itu, gula konsumsi di harga Rp17.995 per kg turun tipis Rp112 dari hari sebelumnya.

    Kemudian, minyak goreng kemasan Rp20.846 per liter turun Rp161 dari hari sebelumnya; minyak goreng curah Rp17.439 per liter turun tipis Rp316 dari hari sebelumnya; Minyakita Rp17.417 per liter turun Rp209 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, tepung terigu curah Rp9.617 per kg turun tipis Rp133 dari hari sebelumnya; lalu tepung terigu kemasan Rp12.908 per kg turun Rp57 dari hari sebelumnya.

    Komoditas ikan kembung di harga Rp44.541 per kg naik Rp426 dari hari sebelumnya; ikan tongkol Rp35.996 per kg nain Rp62 dari hari sebelumnya; ikan bandeng Rp35.472 per kg turun Rp446 dari hari sebelumnya.

    Selanjutnya, garam konsumsi di harga Rp11.465 per kg turun Rp67 dari hari sebelumnya.

    Sementara itu, daging kerbau beku (impor) di harga Rp106.573 per kg naik Rp96 dari hari sebelumnya, lalu daging kerbau segar lokal Rp139.730 per kg turun Rp1.086 dari hari sebelumnya.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga emas Antam kembali stabil pada Minggu

    Harga emas Antam kembali stabil pada Minggu

    Jakarta (ANTARA) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Minggu, kembali stabil di angka Rp2.488.000 setelah dua hari sebelumnya menembus harga Rp2.504.000 per gram, atau turun sebesar Rp16.000.

    Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut mengalami penurunan yakni Rp2.346.000 per gram.

    ‎‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

    Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

    ‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat.

    Harga emas 0,5 gram: Rp1.294.000.

    Harga emas 1 gram: Rp2.488.000.

    Harga emas 2 gram: Rp4.916.000.

    Harga emas 3 gram: Rp7.349.000.

    Harga emas 5 gram: Rp12.215.000.

    Harga emas 10 gram: Rp24.375.000.

    Harga emas 25 gram: Rp60.812.000.

    Harga emas 50 gram: Rp121.545.000.

    Harga emas 100 gram: Rp243.012.000.

    Harga emas 250 gram: Rp607.265.000.

    Harga emas 500 gram: Rp1.214.320.000.

    Harga emas 1.000 gram: Rp2.428.600.000.

    Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

    ‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Harga emas Galeri24 dan UBS serempak turun pada Minggu

    Harga emas Galeri24 dan UBS serempak turun pada Minggu

    Jakarta (ANTARA) – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, Minggu, menunjukkan produk jenama Galeri24 dan UBS serempak turun.

    ‎Harga jual emas Galeri24 kini berada di angka Rp2.522.000 per gram, turun Rp15.000 setelah sehari sebelumnya menyentuh harga Rp2.537.000 per gram.

    Sementara, harga emas UBS berada di angka Rp2.559.000 atau turun Rp8.000 dari harga sebelumnya Rp2.567.000.

    ‎Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

    Sedangkan, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

    Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

    Galeri24

    0,5 gram Rp1.323.000

    1 gram Rp2.522.000

    2 gram Rp4.970.000

    5 gram Rp12.311.000

    10 gram Rp24.569.000

    25 gram Rp61.340.000

    50 gram Rp122.582.000

    100 gram Rp245.044.000

    250 gram Rp611.104.000

    500 gram Rp1.222.208.000

    1.000 gram Rp2.444.416.000

    UBS

    0,5 gram Rp1.383.000

    1 gram Rp2.559.000

    2 gram Rp5.077.000

    5 gram Rp12.545.000

    10 gram Rp24.958.000

    25 gram Rp62.273.000

    50 gram Rp124.291.000

    100 gram Rp248.484.000

    250 gram Rp621.027.000

    500 gram Rp1.240.597.000

    Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pupuk bersubsidi di titik uji

    Pupuk bersubsidi di titik uji

    Mataram (ANTARA) – Awal 2026 memberi harapan baru bagi petani di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di banyak sawah, pemupukan bisa dilakukan tepat waktu, sejak hari pertama tahun berjalan.

    Pupuk bersubsidi sudah tersedia di kios resmi, dapat ditebus hanya dengan KTP atau kartu tani, dan harganya lebih murah, setelah pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi (HET).

    Bagi petani kecil, kelancaran ini bukan sekadar kemudahan administratif, melainkan fondasi penting untuk menjaga irama tanam dan produktivitas lahan.

    Pupuk adalah urat nadi produksi. Ketika ia terlambat atau mahal, seluruh sistem pertanian ikut terguncang.

    Hanya saja, di balik kelancaran awal tahun, persoalan pupuk bersubsidi di NTB tidak sesederhana soal stok tersedia. Tahun 2026 menjadi fase penting karena menandai peralihan tata kelola pupuk menuju sistem digital yang lebih ketat, sekaligus menguji konsistensi pengawasan di lapangan.

    Di sinilah pupuk bersubsidi layak ditelaah lebih dalam. Ia bukan hanya komoditas pertanian, tetapi instrumen kebijakan publik yang menyentuh ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kepercayaan negara terhadap sistem distribusinya sendiri.

    Ketimpangan lapangan

    Implementasi sistem digital penebusan pupuk bersubsidi melalui iPubers dan basis data e-RDKK membawa perubahan besar. Petani terdaftar dapat menebus pupuk secara langsung di kios resmi sesuai alokasi dan HET.

    Di atas kertas, sistem ini menjanjikan ketepatan sasaran dan transparansi. Data penyaluran di NTB hingga akhir 2025 menunjukkan realisasi yang tinggi, dengan ratusan ribu ton pupuk tersalurkan dan stok awal 2026 dalam kondisi aman.

    Penurunan HET hingga sekitar 20 persen juga memberi ruang napas bagi biaya produksi petani.

    Saat bersamaan, data juga memperlihatkan cerita lain. Di beberapa daerah, terutama sentra produksi padi dan hortikultura, kebutuhan pupuk dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) belum sepenuhnya seimbang dengan alokasi yang tersedia.

    Untuk jenis tertentu, terutama NPK, persentase pemenuhan masih tertinggal dibandingkan urea. Ketimpangan ini menciptakan ruang rawan. Ketika kebutuhan di lapangan mendesak, sementara alokasi belum mencukupi, praktik-praktik menyimpang mudah muncul.

    Sepanjang 2025, para petani mengeluhkan harga pupuk bersubsidi yang dijual melebihi HET, distribusi yang tidak utuh, hingga kelangkaan semu di tingkat pengecer. Modusnya beragam, dari perbedaan harga antarwilayah, hingga distribusi yang tidak sesuai jumlah.

    Fakta ini menunjukkan bahwa digitalisasi di hulu belum sepenuhnya menutup celah di hilir. Sistem boleh rapi di layar, tetapi praktik di lapangan masih membutuhkan pengawasan manusia yang konsisten.

    Kondisi ini memperlihatkan paradoks klasik kebijakan subsidi. Negara hadir dengan anggaran besar dan sistem canggih, tetapi manfaatnya bisa tergerus oleh perilaku segelintir oknum.

    Akibatnya, petani yang seharusnya dilindungi justru kembali menanggung beban. Dalam konteks NTB yang mengandalkan pertanian sebagai penopang ekonomi daerah, ketimpangan kecil dalam distribusi pupuk dapat berdampak besar pada produksi dan pendapatan petani.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    Jakarta (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terkendali, layanan penyeberangan antarpulau berjalan lancar, dengan pergerakan didominasi truk logistik dan bus sehingga distribusi tetap terjaga.

    “Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Dia menyampaikan kondisi itu menegaskan distribusi barang nasional tetap berjalan stabil, seiring berlalunya fase puncak libur.

    Pada Jumat (2/1) atau H+8 Natal dan tahun baru, lanjut Heru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.

    Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan, sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

    Heru menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif. Menurutnya, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruha

    “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

    Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen.

    Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur.

    Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen.

    Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen.

    Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang.

    Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat.

    Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

    Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.

    Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali.

    Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.

    Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.

    Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.

    ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru

    InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru

    Jakarta (ANTARA) – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan operasional 37 bandara yang dikelola dalam menghadapi arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 selama periode 1 hingga 5 Januari 2026.

    “Setelah arus keberangkatan berjalan lancar dan sukses di 37 bandara, kami memastikan kesiapan dalam mengantisipasi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di 37 bandara yang dikelola, pada 1 – 5 Januari 2026,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Menurutnya puncak arus balik di seluruh bandara diperkirakan dalam dua hari, yakni 3 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan penumpang pesawat sekitar 550 ribu penumpang dan 4 Januari 2026 sekitar 520 ribu penumpang.

    Pahlevi mengatakan persiapan sudah dilakukan oleh seluruh bandara untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan, serta mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Keempat aspek tersebut yakni 3S+1C menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh proses di bandara pada arus balik ini, baik pada area keberangkatan maupun area kedatangan penumpang pesawat,” ujar Pahlevi.

    Pada area keberangkatan, titik penting antara lain kelancaran akses kendaraan menuju terminal keberangkatan dan kelancaran proses check in dan pemeriksaan keamanan penumpang pesawat.

    Sementara pada area kedatangan penumpang, titik penting mencakup penempatan parkir pesawat, penentuan gate kedatangan, penanganan bagasi oleh operator ground handling hingga ketersediaan armada transportasi publik.

    “Kami ingin memastikan penumpang pesawat setelah tiba di bandara dapat memproses kedatangan dengan lancar mulai dari gate kedatangan, pengambilan bagasi, hingga mendapatkan layanan transportasi publik dari operator transportasi publik,” jelas Pahlevi.

    Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menambahkan puluhan ribu personel telah disiapkan di 37 bandara untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal.

    InJourney Airports menyiagakan puluhan ribu personel tersebut juga mencakup personel di seluruh titik layanan, termasuk customer service mobile di bandara-bandara tersibuk selama libur Natal dan tahun baru ini. Merek proaktif membantu kebutuhan penumpang.

    “Kami ingin memastikan setiap touch point berjalan efisien di bandara,” jelas Syahir.

    Bandara tersibuk pada libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 adalah Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Kualanamu Deli Serdang.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menteri Riefky Harsya sebut ekonomi kreatif di Solo luar biasa

    Menteri Riefky Harsya sebut ekonomi kreatif di Solo luar biasa

    ANTARA – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi pagelaran seni kreatif yang sudah berjalan selama tiga tahun di Kota Solo ini. Saat mengunjungi ruang kreativitas di kawasan Gatot Subroto (Gatsu) Solo pada Sabtu (3/1). Riefky Harsya menyebut ekraf Solo luar biasa. (Denik Apriyani/Chairul Fajri/Rinto A Navis)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • H+1 Tahun Baru, lalin di lima ruas tol Regional Nusantara meningkat

    H+1 Tahun Baru, lalin di lima ruas tol Regional Nusantara meningkat

    Jakarta (ANTARA) – Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat peningkatan volume lalu lintas (lalin) masih dialami oleh lima ruas tol Regional Nusantara sejak H-7 Natal 2025 hingga H+1 Tahun Baru 2026, atau pada 18 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026.

    “Secara keseluruhan, total volume lalin yang tercatat mencapai 3.258.141 kendaraan, meningkat sebesar 8,2 persen dibanding kondisi lalin normal yang berjumlah 3.011.404 kendaraan,” ujar Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division Tyas Pramoda Wardhani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Ruas-ruas tol di Regional Nusantara yang mengalami peningkatan lalin selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) yaitu Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara), Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit), serta Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan.

    Ruas Tol MKTT mencatat total volume lalin sejumlah 273.809 kendaraan melintas. Angka tersebut meningkat 15,1 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 237.976 kendaraan.

    Berdasarkan data operasi, 87.918 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka tersebut lebih tinggi 23,9 persen dibanding total volume lalin normal yang melintas di GT Kualanamu yaitu 70.960 kendaraan.

    Sementara, 94.363 kendaraan terdata menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT Kualanamu, meningkat 18,23 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 79.812 kendaraan.

    Ruas Tol Balsam tercatat total volume lalin sejumlah 273.710 kendaraan atau meningkat 56,3 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 175.139 kendaraan.

    Sedangkan di Ruas Tol Bali Mandara tercatat total volume lalin sejumlah 989.655 kendaraan atau meningkat 0,03 persen dibanding total volume lalin sejumlah 989.360 kendaraan.

    Ruas Tol Mabit tercatat total volume lalin sebanyak 132.481 kendaraan atau meningkat 28,6 persen dibanding dengan total volume lalin normal yaitu 102.979 kendaraan.

    Adapun Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan tercatat total volume lalin sejumlah 356.542 kendaraan atau meningkat 69,8 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 210.036 kendaraan.

    Berdasarkan data operasi, terdapat 207.215 kendaraan terdata menuju Yogyakarta melalui GT Prambanan, meningkat 94,82 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 106.361 kendaraan.

    Kemudian, tercatat sebanyak 206.003 kendaraan meninggalkan Yogyakarta melalui GT Prambanan, meningkat 91,06 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 107.822 kendaraan.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.