Category: Antaranews.com Ekonomi

  • BPS: Jumlah kunjungan wisman ke RI pada November 2025 capai 1,2 juta

    BPS: Jumlah kunjungan wisman ke RI pada November 2025 capai 1,2 juta

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025 mencapai 1,2 juta kunjungan.

    “Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2025 mencapai 1,2 juta kunjungan,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.

    Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 11,12 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/m-to-m), tetapi naik 9,79 persen dibandingkan bulan November 2024 (year-on-year/y-on-y).

    Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari–November 2025 tercatat sebesar 13,98 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Berdasarkan jenis pintu masuk, jumlah kunjungan wisman pada November 2025 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 1,02 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 181,67 ribu kunjungan.

    Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 79,19 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 17,06 persen dan 3,75 persen.

    Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan November 2025. Keduanya berkontribusi 88,97 persen atau mencapai 716,84 ribu kunjungan.

    Meningkatnya jumlah kunjungan wisman pada November 2025 bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y) terlihat hampir di semua kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman kelompok kebangsaan Asia selain ASEAN mengalami peningkatan tertinggi sebesar 16,39 persen, diikuti wisman asal Afrika sebesar 15,83 persen dan wisman asal Timur Tengah yang mengunjungi Indonesia naik sebesar 14,99 persen. Di sisi lain, kelompok kebangsaan Eropa mengalami penurunan sebesar 3,63 persen.

    Selain itu, jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025 (m-to-m) kunjungan wisman mengalami penurunan hampir di semua kelompok kebangsaan. Kunjungan wisman asal Eropa mengalami penurunan terdalam yaitu turun sebesar 29,43 persen diikuti oleh wisman asal Afrika yang turun sebesar 18,50 persen. Sedangkan wisman asal Timur Tengah satu-satunya yang mengalami peningkatan yaitu sebesar 23,42 persen.

    Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama November 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 207,04 ribu kunjungan (17,27 persen), diikuti oleh wisman berkebangsaan Australia 135,22 ribu kunjungan (11,28 persen), Singapura 126,25 ribu kunjungan (10,53 persen), dan Tiongkok 105,51 ribu kunjungan (8,80 persen).

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS prediksikan produksi padi November 2025 capai 3,2 juta ton GKG

    BPS prediksikan produksi padi November 2025 capai 3,2 juta ton GKG

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton gabah kering giling (GKG).

    “Produksi padi November 2025 diperkirakan mencapai 3,2 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.

    Potensi produksi padi Desember 2025–Februari 2026 diperkirakan mencapai 10,81 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 32,58 persen dibandingkan Desember 2024–Februari 2025.

    Dengan demikian, potensi produksi padi Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 13,37 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

    Angka sementara dan potensi produksi dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti: serangan hama – organisme pengganggu tanaman (OPT), banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani, dan lain-lain.

    Sementara itu, luas panen padi November 2025 sebesar 0,57 juta hektare, atau meningkat sebesar 3,56 persen dibandingkan November tahun 2024.

    Sedangkan potensi luas panen padi 3 bulan setelahnya (Desember 2025–Februari 2026) diperkirakan mencapai 2 juta hektare, atau meningkat sebesar 30,7 persen dibandingkan Desember 2024–Februari 2025.

    Dengan demikian, potensi luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 11,33 juta hektare, atau meningkat sebesar 12,80 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

    Angka potensi luas panen dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti: serangan hama-OPT (organisme pengganggu tanaman), banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani, termasuk juga akibat bencana pada tiga provinsi di Sumatera Utara dan lain-lain.

    Sebagai informasi, program optimasi lahan yang dijalankan pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas padi melalui kenaikan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting untuk memperkuat upaya swasembada beras nasional.

    Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto mengatakan optimasi lahan menjadi strategi utama meningkatkan produksi tanpa membuka lahan baru.

    Ia menjelaskan optimasi lahan dilakukan melalui perbaikan infrastruktur pertanian, termasuk penyusunan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) pembangunan serta rehabilitasi tanggul, pintu air, dan jaringan irigasi maupun drainase di tingkat usaha tani.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengamat dorong langkah antisipasi inflasi pangan jelang Ramadhan

    Pengamat dorong langkah antisipasi inflasi pangan jelang Ramadhan

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat ekonomi mendorong pemerintah memperkuat langkah antisipasi inflasi pangan menjelang Tahun Baru Imlek dan bulan Ramadhan, seiring potensi tekanan harga dari komoditas hortikultura dan meningkatnya permintaan konsumsi pada awal tahun 2026.

    Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan inflasi umum masih berada di bawah 3 persen, namun indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang paling dirasakan masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.

    “Inflasi umum relatif tidak tinggi, tetapi yang paling dirasakan dampaknya adalah inflasi pangan, terutama volatile food,” kata Faisal kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

    Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan secara tahunan (year on year) hingga November 2025 tercatat sebesar 5,48 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok komoditas lainnya, meskipun inflasi bulanan (month to month) relatif rendah sekitar 0,3 persen.

    Menurut Faisal, komoditas non-beras, khususnya hortikultura seperti cabai dan bawang, menjadi penyumbang utama inflasi pangan sepanjang 2025, sementara harga beras relatif stabil seiring produksi domestik yang dinilai mencukupi.

    “Sepanjang 2025, beras relatif stabil karena produksi baik dan impor sangat terbatas, tetapi komoditas hortikultura justru menjadi penyumbang inflasi terbesar,” ujar dia.

    Ia menambahkan tekanan harga cabai dan bawang umumnya meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran, sehingga potensi penurunan inflasi pada Januari-Februari 2026 diperkirakan lebih terbatas dibandingkan pola musiman tahun-tahun sebelumnya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai inflasi hingga saat ini masih terkendali, namun terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi dalam beberapa bulan ke depan.

    Pewarta: Aria Ananda
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pungli gerus citra pariwisata Lombok

    Pungli gerus citra pariwisata Lombok

    Mataram (ANTARA) – Video viral pungutan liar alias pungli di kawasan Pelabuhan Gili Mas, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang beredar melalui media sosial, baru-baru ini mengundang perhatian publik dan menimbulkan keresahan di dunia pariwisata.

    Dalam video berdurasi 45 detik itu tampak seorang pemuda yang mengatasnamakan anggota koperasi berdebat dengan pengemudi mobil yang hendak menjemput penumpang kapal pesiar. Pengemudi yang merupakan bagian dari denyut pariwisata tersebut diminta membayar Rp20 ribu, dengan alasan bukan anggota koperasi.

    Praktik pungli yang dikenakan kepada pengemudi mobil biro perjalanan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

    Pihak koperasi membantah melakukan pungutan liar dan berdalih hanya pengemudi yang memiliki kartu identitas koperasi yang diperbolehkan masuk ke dalam area pelabuhan.

    Jika tidak ada kartu identitas koperasi, maka pengemudi biro perjalanan harus membayar biaya parkir sukarela. Nominal itu di luar biaya resmi masuk gerbang Pelabuhan Gili Mas sebesar Rp10 ribu.

    Kasus pungli semacam ini marak terjadi di berbagai lokasi pariwisata yang ada di Pulau Lombok, salah satunya Pusuk Sembalun yang terletak di Kabupaten Lombok Timur.

    Tarif parkir mobil senilai Rp10 ribu dan sepeda motor Rp5 ribu per unit. Jika wisatawan masuk ke Taman Wisata Pusuk Sembalun untuk sekadar mengambil foto dipaksa harus membayar Rp20 ribu.

    Kasus pungli juga terjadi di kawasan Sirkuit Mandalika tepatnya area pinggir jalan seberang Masjid Al-Hakim. Parkir pinggir jalan dikenakan tarif Rp10 ribu per mobil dan motor Rp5 ribu per unit.

    Bahkan, ketika ajang balapan MotoGP berlangsung, harga parkir kendaraan di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika yang dikelola penduduk lokal melambung hingga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per unit.

    Pungli yang didominasi aktivitas parkir dan tiket masuk objek wisata secara perlahan menggerus citra pariwisata Pulau Lombok.

    Persoalan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para turis dan berdampak terhadap kunjungan mereka selanjutnya. Objek wisata bisa sepi jika praktik pungli tumbuh masif.

    Penertiban tegas

    Pemerintah tidak cukup hanya membentangkan spanduk bertuliskan “parkir gratis” atau “kawasan bebas pungli” di berbagai objek wisata Pulau Lombok.

    Toko ritel sekaliber Indomaret dan Alfamart yang secara jelas menyematkan tulisan “parkir gratis” di depan pintu masuk gerai, seringkali tetap digerayangi oleh petugas parkir yang kemungkinan ilegal.

    Pemerintah harus berani menertibkan secara tegas pelaku pungutan liar agar wisatawan tidak trauma untuk berlibur ke Lombok. Selama ini persoalan pungli dianggap normal karena nilai yang diminta pelaku terbilang kecil.

    Hanya saja, jika diakumulasi, maka jumlah uang yang diperoleh pelaku pungutan liar tentu tergolong besar dan melebihi upah minimum provinsi maupun kabupaten/kota, bahkan lebih besar ketimbang gaji pejabat struktural tertinggi golongan eselon I.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BPS: Inflasi Sulsel selama 2025 sebesar 2,84 persen di bawah nasional

    BPS: Inflasi Sulsel selama 2025 sebesar 2,84 persen di bawah nasional

    Makassar (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tingkat inflasi provinsi itu selama Januari-Desember 2025 sebesar 2,84 persen atau berada di bawah angka inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen.

    “Jika kita melihat data kumulatif secara year to date (ytd), inflasi Sulsel masih lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lainnya dan bahkan secara nasional, Sulsel masih di bawah yakni 2,84 persen,” ujar Kepala BPS Sulsel Aryanto di Makassar, Senin.

    Aryanto mengatakan inflasi Sulsel secara kumulatif (ytd) ataupun secara tahunan (year on year/yoy) masih sama yakni 2,84 persen. Inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada pada angka 109,28.

    Aryanto menjelaskan, inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Parepare dengan tingkat inflasi mencapai 3,85 persen dan IHK sebesar 110,69.

    Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Palopo sebesar 2,32 persen dengan IHK 108,62. Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah tersebut menunjukkan adanya variasi dinamika harga barang dan jasa di masing-masing daerah.

    Lebih lanjut, inflasi yoy Sulawesi Selatan pada Desember 2025 dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

    “Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 14,47 persen,” katanya.

    Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,46 persen.

    Pewarta: Muh. Hasanuddin
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut.

    PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.

    “Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

    Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

    Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal.

    PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

    Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.

    Pewarta: Shofi Ayudiana
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Pertamina pastikan aset minyak di Venezuela tak terdampak serangan AS

    Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut.

    PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.

    “Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

    Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

    Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal.

    PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

    Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.

    Pewarta: Shofi Ayudiana
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas KAI Group mencatat kinerja positif dengan melayani 27.256.397 pelanggan selama angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    “Pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Group melayani 27.256.397 pelanggan, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 (19 Desember 2024–5 Januari 2025) yang melayani 25.326.114 pelanggan,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Bobby menyampaikan capaian tersebut mencerminkan peran perkeretaapian sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan akhir tahun.

    Konektivitas layanan antarkota dan antarmoda membantu menjaga kelancaran perjalanan keluarga, aktivitas sosial, serta pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.

    “Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman. Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata,” ujar Bobby.

    Secara rinci, layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 4.179.095 pelanggan. Pada segmen perkotaan, KAI Commuter melalui Commuter Line Jabodetabek, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta, dan Area VIII Surabaya melayani 20.611.818 pelanggan, menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan aglomerasi.

    Konektivitas antarmoda tercermin melalui layanan KAI Bandara yang melayani KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang terhubung langsung dengan Bandara Kualanamu, dengan total 411.955 pelanggan selama periode Nataru.

    Pada layanan transportasi perkotaan, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pelanggan, sementara LRT Sumsel melayani 321.105 pelanggan, memperkuat keterhubungan mobilitas masyarakat di kawasan urban.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Panjang jalur kereta China tembus 165.000 km

    Panjang jalur kereta China tembus 165.000 km

    Beijing (ANTARA) – Operator kereta nasional China pada Minggu (4/1) mengatakan bahwa total panjang jalur kereta yang beroperasi di seluruh negara itu telah meningkat dari 146.300 km menjadi 165.000 km selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025).

    Ekspansi tersebut mewakili peningkatan sebesar 12,8 persen selama periode lima tahun tersebut, menurut China State Railway Group Co., Ltd.

    Selama periode 2021-2025, panjang jalur kereta cepat yang aktif beroperasi di China meningkat sebesar 32,98 persen dari 37.900 km menjadi 50.400 km, menjadikan negara ini rumah bagi jaringan kereta cepat terbesar di dunia.

    Pada 2025 saja, China melaporkan investasi aset tetap perkeretaapian sebesar 901,5 miliar yuan (1 yuan = Rp2.391) dan mengoperasikan 3.109 km jalur kereta baru, termasuk 2.862 km jalur kereta cepat.

    Operator kereta tersebut mengatakan bahwa China akan terus memajukan pembangunan jaringan kereta selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), dan menyebutkan bahwa panjang jalur kereta nasional diperkirakan akan mencapai 180.000 km pada 2030, termasuk sekitar 60.000 km jalur kereta cepat.

    Pewarta: Xinhua
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bandara Hang Nadim Batam layani 113 penerbangan tambahan selama Nataru

    Bandara Hang Nadim Batam layani 113 penerbangan tambahan selama Nataru

    Batam (ANTARA) – PT Bandara Internasional Batam (BIB), pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat melayani sebanyak 113 penerbangan tambahan selama periode Natal 2025 – Tahun Baru 2026.

    Direktur Operasional PT BIB Anton Marthalius di Batam, Senin menyampaikan angka penerbangan tambahan itu terhitung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

    “Berdasarkan data kami, pengajuan penambahan penerbangan itu semula 157 kali, namun yang terealisasi 113 penerbangan tambahan,” ujar Anton.

    Adapun penerbangan yang mendominasi pada periode tersebut yaitu Batam-Jakarta 278 penerbangan; Batam-Kualanamu 107 penerbangan; Batam-Pekanbaru 79 penerbangan; Batam-Surabaya 64 penerbangan; Batam-Palembang 64 penerbangan; Batam-Padang 38 penerbangan.

    Anton menyampaikan selama periode Posko Terpadu Natal 2025-Tahun Baru 2026, pihaknya menerima berbagai laporan terkait keterlambatan penerbangan.

    Dengan begitu, PT BIB telah melakukan delay management untuk mengatasi hal tersebut.

    “Saat masa kerja Posko Terpadu, kami hanya menerima aduan soal delay saja, dan itu sudah kami lakukan delay management sehingga teratasi dengan cepat,” kata dia.

    Anton menyeburkan secara keseluruhan pelaksanaan Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam berjalan aman, tertib, dan lancar dengan catatan zero accident.

    “Ini menjadi bukti sinergi dan komitmen seluruh stakeholder dalam menjaga keselamatan dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara,” kata dia.

    Pewarta: Amandine Nadja
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.