Category: Antaranews.com Ekonomi

  • Bandara SMB II evaluasi layanan di tengah padatnya arus nataru

    Bandara SMB II evaluasi layanan di tengah padatnya arus nataru

    ANTARA – Padatnya arus penumpang mewarnai angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Selama periode tersebut, jumlah penumpang tercatat meningkat lebih dari empat persen. Pengelola bandara menilai peningkatan ketepatan waktu penerbangan perlu terus didorong, terutama pada jam sibuk.
    (Winda Tri Agustina/Satrio Giri Marwanto/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DJP catat 20 ribu wajib pajak sudah lapor SPT lewat Coretax

    DJP catat 20 ribu wajib pajak sudah lapor SPT lewat Coretax

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat sebanyak 20.289 wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui sistem Coretax per 5 Januari 2026 Pukul 15.37 WIB.

    Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, merinci sebanyak 14.926 SPT berasal dari wajib pajak orang pribadi karyawan dan 3.959 SPT wajib pajak orang pribadi non-karyawan.

    Selanjutnya, 1.397 SPT wajib pajak badan dalam mata uang rupiah dan 7 SPT wajib pajak badan dalam mata uang dolar AS.

    Rosmauli menyampaikan apresiasi kepada wajib pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakan sejak awal tahun melalui Coretax.

    Partisipasi ini, kata dia, menunjukkan tumbuhnya kesadaran dan keinginan untuk berkontribusi secara tertib, yang menjadi fondasi penting bagi sistem perpajakan yang sehat.

    Sementara itu, jumlah wajib pajak yang telah mengaktivasi akun Coretax telah mencapai 11.397.471 per 5 Januari 2026 Pukul 15.37 WIB, terdiri atas 10.489.395 wajib pajak orang pribadi, 819.407 wajib pajak badan, 88.448 wajib pajak instansi pemerintah, dan 221 wajib pajak Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

    DJP meyakini tren tersebut menunjukkan bahwa Coretax dimanfaatkan secara aktif oleh wajib pajak.

    “Kami melihat Coretax makin digunakan secara nyata oleh wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pendampingan,” ujar Rosmauli.

    Dia menambahkan wajib pajak dapat melakukan aktivasi akun Coretax secara mandiri dengan mengikuti tutorial dan langkah-langkah yang tersedia melalui akun media sosial resmi DJP.

    Bagi wajib pajak yang membutuhkan bantuan lebih lanjut, DJP menyediakan kanal layanan Kring Pajak di 1500200 atau pendampingan petugas di kantor pajak terdekat.

    DJP juga mengimbau wajib pajak yang belum melaporkan SPT Tahunan agar segera mengaktivasi akun Coretax dan menyampaikan SPT secara tepat waktu.

    Wajib pajak yang terlambat melaporkan SPT Tahunan akan dikenai sanksi administrasi berupa denda, yakni sebesar Rp100 ribu bagi wajib pajak orang pribadi dan Rp1 juta bagi wajib pajak badan.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sebanyak 117.447 orang kunjungi Telaga Sarangan saat libur Nataru

    Sebanyak 117.447 orang kunjungi Telaga Sarangan saat libur Nataru

    Magetan (ANTARA) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mencatat jumlah pengunjung tempat wisata Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 117.447 orang.

    “Selama periode 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, kunjungan wisata ke destinasi Telaga Sarangan mencapai 117.447 pengunjung,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo, di Magetan, Senin.

    Menurut dia, jumlah kunjungan tersebut mampu mendongkrak peroleh pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Telaga Sarangan Magetan.

    Sesuai data, PAD Telaga Sarangan tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp21,186 miliar. Dengan dukungan jumlah pengunjung yang signifikan di libur Nataru, PAD dari sektor pariwisata Sarangan tercatat mencapai Rp20,202 miliar.

    “Meski belum mencapai target, namun capaian PAD Sarangan tahun 2025 meningkat dari capaian 2024 sebesar Rp20,102 miliar,” kata dia.

    Eka menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir PAD Sarangan berada di kisaran Rp20-an miliar. Tahun 2023 yang tertinggi, dan tahun 2025 menjadi capaian terbaik kedua.

    “Target PAD sektor pariwisata Sarangan pada tahun 2026 akan jadi tantangan yang harus kami kejar, yakni sekitar Rp23,4 miliar,” kata Eka.

    Ia menambahkan lebih dari 60 persen total wisatawan di Kabupaten Magetan berkunjung menuju Telaga Sarangan. Disbudpar masih melakukan rekapitulasi untuk destinasi-destinasi lain, namun Telaga Sarangan disebut sebagai magnet utama wisata daerah.

    Seperti diketahui, Telaga Sarangan di wilayah Kecamatan Plaosan, Magetan merupakan objek wisata andalan pemerintah kabupaten setempat. Objek wisata tersebut menyuguhkan keindahan pemandangan telaga alami dan kesejukan udara di lereng Gunung Lawu yang letaknya berada di perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

    Di sepanjang tahun 2025, Disbudpar Magetan mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Telaga Sarangan tersebut mencapai 1.094.668 orang.

    Pewarta: Louis Rika Stevani
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BSI perkuat layanan bullion bank lewat super apps BYOND

    BSI perkuat layanan bullion bank lewat super apps BYOND

    Jakarta (ANTARA) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat layanan bullion bank atau bank emas melalui optimalisasi super apps BYOND by BSI sejalan dengan tren harga emas yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

    Hingga November 2025, saldo emas BSI mencapai 1,6 ton atau mengalami pertumbuhan 261,37 persen secara year to date (ytd).

    Menurut perseroan, angka ini menunjukkan peningkatan transaksi emas yang cukup signifikan di BYOND.

    Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan akselerasi digital menjadi fokus bagi BSI secara jangka panjang dan inovasi akan terus dilakukan sehingga perseroan mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.

    “Saat ini, kami juga terus melakukan improvisasi melalui super apps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah,” kata Anton.

    Saat ini, fitur “Bank Emas” di BYOND memiliki berbagai pilihan mulai dari beli emas, jual emas, transfer emas, cetak fisik emas, cicil emas, hingga gadai emas.

    Ke depan, perseroan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menambahkan berbagai fitur yang memudahkan nasabah mengelola emas secara aman dan mudah, salah satunya menabung emas secara rutin.

    Dari sisi pengguna (user), jumlah user BYOND by BSI hingga November 2025 (year to date/ytd) mencapai 5,7 juta orang yang berasal dari berbagai segmen usia, terutama didominasi generasi Z dan milenial yang berusia 20-40 tahun.

    Perseroan menyampaikan super apps BYOND dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup Islami yang komprehensif.

    Melalui BYOND, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform.

    Adapun bisnis emas masih akan menjadi salah satu fokus bisnis perseroan karena dinilai masih potensial.

    Layanan bank emas sendiri baru diluncurkan pada Februari 2025 dan masih terus dilakukan sosialisasi.

    Saat ini, catat perseroan, kepemilikan emas di tengah masyarakat Indonesia relatif kecil. Padahal, emas sangat bermanfaat sebagai lindung nilai atau safe haven.

    Investasi emas dalam jangka panjang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan berhaji, sekolah anak, serta kebutuhan lainnya.

    Pewarta: Rizka Khaerunnisa
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB pada November 2025

    Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB pada November 2025

    Mataram (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas penjualan konsentrat tambang yang dilakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mendongkrak nilai ekspor Nusa Tenggara Barat pada November 2025.

    Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat mencapai 327,84 juta dolar AS.

    “Komoditas yang diekspor paling banyak adalah barang tambang non migas dengan nilai mencapai 194,35 juta dolar AS,” ujarnya.

    Wahyudin menyampaikan insentif relaksasi yang diperoleh perusahaan tambang—yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat—diperoleh mulai Oktober 2025, sehingga ekspor konsentrat baru bisa dilakukan pada November 2025.

    Menurutnya, relaksasi ekspor konsentrat yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuat perkembangan nilai ekspor November 2025 melesat sebanyak 5.782 persen bila dibandingkan November 2024.

    Nilai ekspor konsentrat mineral mencapai 59,28 persen dari total capaian nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat yang tercatat pada November 2025. Ekspor konsentrat dikirim melalui Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat menuju ke China dan Jepang.

    “Ekspor komoditas terbesar kedua adalah katoda tembaga hasil dari industri smelter yang berada di Sumbawa Barat,” kata Wahyudin.

    Ekspor katoda tembaga hasil industri pengolahan yang dikirim ke China, Malaysia, hingga Korea Selatan tersebut bernilai 66,14 juta dolar AS dan memiliki andil terhadap total ekspor sebanyak 20,18 persen.

    Wahyudin menyampaikan ekspor perhiasan atau permata dari Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai 64,40 juta dolar AS dengan andil terhadap total ekspor mencapai 20,26 persen.

    “Ekspor perhiasan atau permata yang paling banyak adalah emas yang juga dihasilkan oleh aktivitas smelter. Nilai ekspor emas kurang lebih 64,13 juta dolar AS,” paparnya.

    Di luar industri tambang, Nusa Tenggara Barat juga mencatatkan aktivitas ekspor komoditas ikan dan udang senilai 2,02 juta dolar AS; lalu ekspor daging dan ikan olahan sebanyak 490.177 dolar AS; serta ekspor komoditas garam, belerang, dan kapur senilai 184.911 dolar AS.

    Pewarta: Sugiharto Purnama
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB pada November 2025

    Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB pada November 2025

    Mataram (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas penjualan konsentrat tambang yang dilakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mendongkrak nilai ekspor Nusa Tenggara Barat pada November 2025.

    Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat mencapai 327,84 juta dolar AS.

    “Komoditas yang diekspor paling banyak adalah barang tambang non migas dengan nilai mencapai 194,35 juta dolar AS,” ujarnya.

    Wahyudin menyampaikan insentif relaksasi yang diperoleh perusahaan tambang—yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat—diperoleh mulai Oktober 2025, sehingga ekspor konsentrat baru bisa dilakukan pada November 2025.

    Menurutnya, relaksasi ekspor konsentrat yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membuat perkembangan nilai ekspor November 2025 melesat sebanyak 5.782 persen bila dibandingkan November 2024.

    Nilai ekspor konsentrat mineral mencapai 59,28 persen dari total capaian nilai ekspor barang dari Nusa Tenggara Barat yang tercatat pada November 2025. Ekspor konsentrat dikirim melalui Pelabuhan Benete di Sumbawa Barat menuju ke China dan Jepang.

    “Ekspor komoditas terbesar kedua adalah katoda tembaga hasil dari industri smelter yang berada di Sumbawa Barat,” kata Wahyudin.

    Ekspor katoda tembaga hasil industri pengolahan yang dikirim ke China, Malaysia, hingga Korea Selatan tersebut bernilai 66,14 juta dolar AS dan memiliki andil terhadap total ekspor sebanyak 20,18 persen.

    Wahyudin menyampaikan ekspor perhiasan atau permata dari Nusa Tenggara Barat mencatatkan nilai 64,40 juta dolar AS dengan andil terhadap total ekspor mencapai 20,26 persen.

    “Ekspor perhiasan atau permata yang paling banyak adalah emas yang juga dihasilkan oleh aktivitas smelter. Nilai ekspor emas kurang lebih 64,13 juta dolar AS,” paparnya.

    Di luar industri tambang, Nusa Tenggara Barat juga mencatatkan aktivitas ekspor komoditas ikan dan udang senilai 2,02 juta dolar AS; lalu ekspor daging dan ikan olahan sebanyak 490.177 dolar AS; serta ekspor komoditas garam, belerang, dan kapur senilai 184.911 dolar AS.

    Pewarta: Sugiharto Purnama
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ekonom: Dampak penarikan SAL Rp75 T ditentukan oleh strategi bank

    Ekonom: Dampak penarikan SAL Rp75 T ditentukan oleh strategi bank

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai bahwa dampak penarikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp75 triliun dari Himbara ditentukan oleh strategi masing-masing bank dalam merespons perubahan likuiditas, sehingga tidak otomatis menekan penyaluran kredit.

    Dalam hal ini, dampak penarikan dana akan bergantung pada pilihan bank, apakah menaikkan bunga dana serta memperketat kredit untuk menjaga margin dan likuiditas, atau tetap agresif karena permintaan kredit kuat dan likuiditas pasar uang masih longgar.

    Josua, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa penarikan SAL pada dasarnya membuat likuiditas menjadi lebih ketat terutama jika dana tersebut selama ini menjadi sumber pendanaan yang relatif stabil.

    Namun, dari sisi pemerintah, penarikan tersebut dilakukan secara bertahap. Dana akan dibelanjakan kembali melalui belanja pusat dan daerah, sehingga secara sistem tidak benar-benar keluar dari perekonomian.

    “Artinya, secara sistem uangnya tidak benar-benar keluar, hanya berubah jalur dari penempatan SAL pemerintah di perbankan menjadi uang yang beredar lewat pembayaran belanja,” jelas Josua.

    Ia mengatakan bahwa dampaknya terhadap industri perbankan umumnya lebih terasa pada perubahan sebaran dana. Sejumlah bank bisa kehilangan simpanan, sementara bank lain justru menerima tambahan dana dari pihak yang memperoleh pembayaran belanja.

    Karena itu, ujar Josua, risiko kenaikan biaya dana paling nyata bukan di level sistem, melainkan pada bank yang harus menutup kekosongan likuiditas dengan menaikkan bunga simpanan atau mencari sumber pendanaan lain.

    Adapun pada level sistem, likuiditas perbankan tercatat masih memadai, sebagaimana data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Per Oktober 2025, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) berada di level 84,26 persen serta alat likuid perbankan berada di angka Rp2.875 triliun, sehingga masih terdapat ruang penyesuaian.

    Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, penarikan dana senilai Rp75 triliun dari sistem perbankan bakal digunakan untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), di mana ia menjamin langkah tersebut tak akan mengganggu jalannya sistem perekonomian.

    “Itu buat belanja rutin kementerian/lembaga. Saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjakan lagi. Jadi, langsung masuk ke sistem perekonomian, tidak mengganggu uang beredar di sistem perekonomian,” kata Purbaya dalam wawancara cegat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1).

    Justru, kata dia, penarikan dana tersebut bakal mendongkrak efek berganda (multiplier effect) pada sistem ekonomi.

    Sebab, pemerintah pusat dan daerah bakal membelanjakan peralihan uang itu sehingga makin mendorong aktivitas ekonomi.

    “Malah harusnya lebih bagus, karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah, pusat maupun daerah. Jadi itu nggak apa-apa, tapi yang Rp201 triliun masih saya taruh di perbankan,” ujarnya.

    Pada akhir tahun kemarin (31/12/2025), Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah telah menarik dana sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun yang sebelumnya ditempatkan di sistem perbankan.

    Pemerintah sebelumnya menempatkan dana Rp276 triliun yang berasal dari SAL ke lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD).

    Rinciannya, masing-masing Bank Mandiri, BRI, dan BNI memperoleh Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank DKI Rp1 triliun.

    Pewarta: Rizka Khaerunnisa
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Purbaya wajibkan pedagang kripto lapor data transaksi ke DJP

    Purbaya wajibkan pedagang kripto lapor data transaksi ke DJP

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewajibkan Penyedia Jasa Aset Kripto (PJAK) untuk mengidentifikasi pengguna dan melaporkan transaksi kripto secara otomatis kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

    Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembaruan teknis akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025.

    Dalam pertimbangan PMK 108/2025, dikutip di Jakarta, Senin, Kementerian Keuangan menyatakan aturan ini merupakan tindak lanjut komitmen bersama Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) yang dikembangkan oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

    PJAK Pelapor CARF merupakan entitas atau orang pribadi yang menyediakan jasa transaksi pertukaran aset kripto, termasuk sebagai pihak lawan transaksi maupun pihak perantara.

    PJAK wajib menyampaikan laporan yang berisi informasi aset kripto relevan secara otomatis. Laporan mencakup data yang tercatat untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember tahun sebelum pelaporan. Adapun pelaporan akan dimulai pada tahun 2027 untuk tahun data 2026.

    Selain saldo akhir, PJAK juga wajib melaporkan transaksi pembayaran ritel yang bernilai besar. Lampiran VI Huruf C angka 1 huruf c butir 3 menjelaskan transaksi transfer aset kripto sebagai pembayaran barang atau jasa dengan nilai melebihi 50 ribu dolar AS termasuk dalam kategori transaksi yang wajib dilaporkan.

    Pasal 22 ayat (6) merinci data yang wajib dilaporkan setidaknya mencakup identitas pengguna aset kripto (nama, alamat, identitas wajib pajak/TIN), identitas PJAK Pelapor CARF, dan transaksi dalam tahun kalender (pertukaran aset kritp dan mata uang fiat).

    Jika tidak terdapat informasi aset kripto relevan untuk dilaporkan, PJAK Pelapor CARF tetap wajib menyampaikan laporan nihil kepada DJP, sebagaimana bunyi Pasal 41 ayat (8) PMK 108/2025.

    Sebelum pelaporan dilakukan, PJAK Pelapor CARF wajib menjalankan prosedur identifikasi pengguna (due dilligence). Pasal 25 ayat (2) mengatur prosedur identifikasi untuk pengguna aset kripto baru, baik orang pribadi maupun entitas, dimulai pada 1 Januari 2026.

    Sedangkan Pasal 25 ayat (3) menyebut, bagi pengguna eksisting yang sudah terdaftar sebelum 1 Januari 2026, prosedur identifikasi harus diselesaikan paling lambat 31 Desember 2026.

    Beleid ini diteken Purbaya pada 29 Desember 2025 dan diundangkan pada 31 Desember 2025. PMK 108/2025 sekaligus mencabut aturan terdahulu, yaitu PMK 70/PMK.03/2017 beserta perubahannya, termasuk PMK 47 Tahun 2024.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Purbaya wajibkan pedagang kripto lapor data transaksi ke DJP

    Purbaya: Pasar saham respons positif isu AS dan Venezuela

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham.

    Menurutnya, reaksi pasar setelah peristiwa ini justru menunjukkan sentimen yang positif.

    “Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar,” kata Purbaya ditemui sebelum melakukan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

    Dari sisi ekonomi makro, Purbaya menyebut potensi dampak eskalasi AS-Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas.

    Menurutnya, Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia, karena kapasitas produksinya terbatas.

    Lebih lanjut, kata Purbaya, terhadap nilai tukar dampak eskalasi politik kedua negara juga belum memberikan tren yang negatif.

    “Harusnya positif,” imbuhnya.

    Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah adanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

    “Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela,” ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

    Ia menjelaskan, bahwa pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.

    Dari dalam negeri, Ia mengatakan IHSG ditopang oleh stabilitas makro, optimisme awal tahun, serta rotasi ke saham-saham sektor komoditas energi dan emas yang diuntungkan oleh ketidakpastian global.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG cetak rekor tertinggi seiring stabilitas ekonomi domestik

    IHSG cetak rekor tertinggi seiring stabilitas ekonomi domestik

    Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat mencapai level tertinggi sepanjang masa, seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.

    IHSG ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

    “Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

    Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan sebesar 2,92 persen year-on-year (yoy).

    Laju inflasi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen.

    Dari mancanegara, pelaku pasar tampaknya mengabaikan kekhawatiran geopolitik menyusul serangan AS terhadap Venezuela.

    Pelaku pasar cenderung mengalihkan fokus perhatian terhadap rilis survei swasta yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di China tetap ekspansif untuk bulan ke tujuh berturut-turut pada Desember 2025, meskipun sedikit turun menjadi 52,0 pada Desember 2025 dari sebelumnya 52,1 pada November 2025.

    Data itu menunjukkan dukungan oleh aktivitas jasa yang lebih kuat dan peningkatan kembali produksi pabrik.Presiden China Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk mempertahankan momentum setelah pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun 2025.

    Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,76 persen.

    Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor teknologi yang turun sebesar 0,50 persen.

    Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.010.984 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 70,26 miliar lembar saham senilai Rp30,32 triliun. Sebanyak 446 saham naik, 246 saham menurun, dan 114 tidak bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke 51.832,80, indeks Hang Seng menguat 8,76 poin atau 0,03 persen ke 26.347,24, indeks Shanghai menguat 54,57 poin atau 1,38 persen ke 4.023,41, dan indeks Strait Times menguat 24,37 poin atau 0,52 persen ke 4.680,50.

    Pewarta: Muhammad Heriyanto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.