Category: Antaranews.com Ekonomi

  • Kementan pastikan progres cetak sawah di Muara Bungo berjalan baik

    Kementan pastikan progres cetak sawah di Muara Bungo berjalan baik

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian memastikan progres program cetak sawah di Kabupaten Muara Bungo, Jambi, berjalan baik sesuai target sebagai upaya meningkatkan luas tanam dan mewujudkan swasembada pangan serta kesejahteraan petani.

    “Semua berjalan dengan baik, tidak terkecuali di Kabupaten Muara Bungo. Saya sudah memastikan langsung ke lapangan bahwa proses cetak sawah berjalan baik,” kata Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

    Dia menyampaikan Kementerian Pertanian memastikan program cetak sawah di Muara Bungo, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah menegaskan tidak ada program yang mangkrak maupun gagal dalam pelaksanaannya.

    Hermanto menjelaskan, seluruh kontraktor dan unsur yang terlibat dalam program cetak sawah memiliki komitmen kuat untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

    Ia menuturkan upaya tersebut dilakukan sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto serta arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

    Hermanto menegaskan, program cetak sawah juga bukan sebatas proyek jangka pendek yang ditinggalkan setelah pembangunan fisik selesai. Pemerintah, kata dia, terus mengawal dan meningkatkan kualitas lahan agar dapat berproduksi secara berkelanjutan.

    Menurutnya pelaksanaan cetak sawah di Jambi menunjukkan hasil positif. Sejumlah lahan bahkan telah memasuki masa tanam dan panen, menandakan program tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melonjak 39 persen

    Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melonjak 39 persen

    Ternate (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyatakan, pertumbuhan ekonomi Malut mencatat lonjakan spektakuler hingga 39,1 persen pada kuartal III 2025, jauh melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    “Namun di balik capaian tersebut, kami mengungkap masih adanya persoalan mendasar yang perlu dibenahi bersama, terutama di sektor kemiskinan, pendidikan, dan ketepatan data sosial,” kata Gubernur Malut, Sherly Tjoanda dalam Forum Kepala Daerah se-Maluku Utara yang digelar di Ternate, Rabu.

    Dia mengatakan, forum ini dihadiri para bupati dan wali kota baik secara luring maupun daring.

    Gubernur menyebut, lonjakan ekonomi Maluku Utara ditopang kontribusi besar dari tiga kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi masing-masing mencapai 50 hingga 70 persen. Salah satunya, Kabupaten Halmahera Tengah, bahkan meraih penghargaan nasional sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sekaligus berhasil menekan angka kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit.

    Meski demikian, tingkat kemiskinan Maluku Utara masih berada di angka 5,8 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,5 persen dan ditargetkan turun menjadi 4 persen pada 2026. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) saat ini berada di angka 72, dengan target peningkatan 0,4 poin pada tahun depan.

    Di sektor pendidikan, Gubernur menegaskan pemerintah provinsi telah mengalokasikan Rp31 miliar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk menggratiskan uang komite SMA.

    Ia menegaskan, jika masih ada sekolah yang memungut iuran, masyarakat diminta segera melapor. Namun, di lapangan ditemukan sejumlah sekolah kepulauan dengan jumlah murid minim dan ketergantungan tinggi pada guru honorer, sehingga kesulitan menutup biaya operasional.

    Pewarta: Abdul Fatah
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BRI siap bagi dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham

    BRI siap bagi dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham

    Jakarta (ANTARA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham, sebagai bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada negara dan pemegang saham.

    Pembagian dividen interim berdasarkan laporan keuangan BRI yang berakhir pada 30 September 2025. Adapun informasi ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (17/12).

    Corporate Secretary BRI Dhanny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa dividen interim akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date) yang telah ditetapkan.

    Pembagian dividen interim ini telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan OJK terkait keterbukaan informasi, serta Anggaran Dasar Perseroan yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

    Melalui pembagian dividen interim ini, ujar Dhanny, BRI menegaskan kinerja keuangan yang solid serta fundamental bisnis yang kuat.

    Hal ini sejalan dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan perseroan dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penguatan pembiayaan UMKM dan transformasi berkelanjutan BRI ke depan.

    “Selain itu sebagai bank milik negara, pembagian dividen interim ini juga menjadi wujud kontribusi nyata BRI dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan nasional,” kata Dhanny.

    Untuk diketahui, hingga akhir September 2025, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp41,2 triliun, ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan UMKM serta pengelolaan risiko yang terjaga.

    Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim BRI:

    Pewarta: Rizka Khaerunnisa
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ekonomi membaik, BI prediksi penukaran uang Nataru melonjak

    Ekonomi membaik, BI prediksi penukaran uang Nataru melonjak

    Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan penukaran uang pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bakal melonjak seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian masyarakat.

    “Tahun ini kami perkirakan akan terjadi peningkatan terhadap jumlah penukaran uang karena kondisi ekonomi dan sosial yang baik secara umum,” kata Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 di Jakarta, Rabu.

    Dengan pertimbangan itu, BI meningkatkan modal penukaran sebesar 36 persen, meski ia tidak merinci nominal pasti modal uang tunai yang disiapkan oleh bank sentral.

    Waktu penukaran pun diperpanjang dengan jangkauan area penukaran yang diperluas agar kebutuhan masyarakat terhadap penukaran uang dapat terakomodasi dengan baik.

    Rinciannya, BI menyiapkan layanan penukaran uang melalui program bertajuk SERUNAI (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai) sepanjang 8–23 Desember 2025.

    Penukaran dapat dilakukan melalui 46 kantor perwakilan dalam negeri BI yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Kami harap ini bisa membantu masyarakat dalam kebutuhan uang tunai dan sesuai dengan harapan dari masyarakat. Tentunya, penukaran ini dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang telah kami siapkan untuk masyarakat melalui penukaran,” jelas Ricky.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • IHSG ditutup melemah 9,12 poin usai BI tahan suku bunga

    IHSG ditutup melemah 9,12 poin usai BI tahan suku bunga

    Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,12 poin atau 0,11 persen ke level 8.677,35 pada perdagangan Rabu ini.

    Pergerakan IHSG cenderung sideways dengan rentang yang sempit, seiring sikap pelaku pasar yang masih mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya.

    “IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi di kisaran 8.600-8.750,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

    Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ditutup turun 1,75 poin atau 0,21 persen ke posisi 852,57.

    Seperti telah diperkirakan pasar, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI kembali menahan BI Rate di level 4,75 persen.

    Suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility dipertahankan di level 5,5 persen.

    Keputusan tersebut diambil sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mendorong perekonomian nasional.

    “Meskipun demikian BI masih membuka peluang penurunan suku bunga ke depannya dengan mencermati data inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujar Ratna.

    Dari sisi fundamental domestik, data menunjukkan pertumbuhan kredit berakselerasi menjadi 7,74 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada November 2025, meningkat dari 7,36 persen pada Oktober 2025.

    Capaian ini menjadi pertumbuhan kredit tercepat sejak Juni, di tengah adanya paket stimulus pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat.

    Namun demikian, Ratna Lim menyoroti masih tingginya undisbursed loan yang mencapai Rp2.509,4 triliun pada November 2025, atau setara 23,18 persen dari total kredit yang telah disetujui.

    Selain itu, meski BI Rate telah turun sebesar 125 basis poin sepanjang 2025, penurunan suku bunga kredit perbankan relatif lambat, hanya turun 24 basis poin dari 9,2 persen pada awal 2025 menjadi 8,96 persen pada November 2025.

    Adapun pada perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain DPUM, PADI, PIPA, SOCI, dan RMKO.

    Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam meliputi DNAR, SMIL, EMTK, INDX, dan CTTH.

    Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.718.075 kali, dengan volume perdagangan mencapai 54,6 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp37,75 triliun.

    Sebanyak 379 saham menguat, 284 saham melemah, dan 140 saham stagnan.

    Pewarta: Bayu Saputra
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bank Indonesia salurkan insentif KLM Rp388,1 triliun per 16 Desember

    Bank Indonesia salurkan insentif KLM Rp388,1 triliun per 16 Desember

    Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) menyalurkan total insentif dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp388,1 triliun hingga Selasa (16/12) sebagai upaya untuk memacu penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

    Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat menerima porsi terbesar senilai Rp177,1 triliun, disusul Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp169,5 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp34,6 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp7 triliun.

    “Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sektor-sektor prioritas pemerintah, yaitu sektor pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estate dan perumahan, UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan,” ucap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu.

    Untuk semakin memperkuat dampak kebijakan tersebut, pihaknya menyesuaikan besaran insentif KLM yang berlaku mulai 16 Desember dengan meningkatkan besaran insentif bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat (interest rate channel) dari maksimal 0,5 persen menjadi 1,0 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

    Sementara itu, total besaran insentif KLM tetap dipertahankan paling tinggi 5,5 persen dari DPK, sehingga insentif KLM untuk penyaluran kredit kepada sektor tertentu yang ditetapkan BI (lending channel) disesuaikan dari semula paling tinggi sebesar 5 persen menjadi paling tinggi sebesar 4,5 persen dari DPK.

    Bank Indonesia memutuskan untuk meningkatkan insentif KLM bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat, karena penurunan suku bunga kredit perbankan yang masih lambat.

    “Penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat dan karenanya perlu terus didorong, yaitu sebesar 24 bps (basis poin) dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi sebesar 8,96 persen pada November 2025,” kata Perry Warjiyo.

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen.

    Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing juga dipertahankan pada level 3,75 persen dan 5,5 persen.

    Pewarta: Uyu Septiyati Liman
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PT JSM perkirakan volume lalu lintas libur Nataru naik 42 persen

    PT JSM perkirakan volume lalu lintas libur Nataru naik 42 persen

    Surabaya (ANTARA) – PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (PT JSM) memperkirakan volume lalu lintas ruas tol Surabaya-Mojokerto pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan naik 42,3 persen dari kondisi normal.

    “Selama 18 hari akan ada peningkatan volume lalu lintas sebesar 42,3 persen dari kondisi normal atau naik 1,83 persen terhadap periode Nataru tahun lalu,” kata Direktur Utama PT JSM D. Hari Pratama di Surabaya, Rabu.

    Hari menuturkan puncak arus mudik akan jatuh pada 24 Desember 2025 sedangkan prediksi puncak arus balik pada 4 Januari 2026.

    Sebagai upaya mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas, PT JSM telah mempersiapkan strategi layanan operasional yang menjadi fokus utama di antaranya Bidang Pelayanan Transaksi dengan menambah 17 petugas siaga

    Bidang Pelayanan Transaksi juga menyediakan 400 kartu uang elektronik baru dan optimalisasi lajur Oblique Approach Booth (OAB).

    Untuk Bidang Pelayanan Lalu Lintas menambah satu Mobile Dynamic Message Sign dan 26 CCTV, menambah perambuan, serta menyiapkan skenario Cara Bertindak untuk gangguan lalu lintas serta menambah sarana pendukung keselamatan.

    Untuk Bidang Preservasi (Pemeliharaan Jalan) dengan menjaga kondisi jalan tetap prima dan menyiapkan tim siaga lapangan seperti Tim Patching, Kebersihan, Siaga Longsor, dan Siaga Genangan Air beserta peralatannya.

    Untuk Bidang Layanan Rest Area dengan memastikan kesiapan fasilitas di dua rest area yaitu di ruas Surabaya – Mojokerto, menambah personil kebersihan, keamanan, dan pengatur lalu lintas serta antisipasi kepadatan agar antrean tidak mengganggu jalur utama.

    PT JSM pun mengimbau pengguna jalan agar selalu berhati-hati dalam berkendara serta mematuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.

    “Pastikan kecukupan perbekalan, saldo uang elektronik dan BBM sebelum memasuki jalan tol agar perjalanan lebih nyaman,” kata Hari.

    Informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol dapat diakses melalui One Call Center 24 Jam Jasa Marga Group di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 4.6

    Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik pada triwulan IV

    BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik pada triwulan IV

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi menunjukkan tren perbaikan pada triwulan IV 2025, didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta realisasi investasi.

    Ia menuturkan, perbaikan konsumsi rumah tangga didukung oleh realisasi belanja sosial pemerintah serta keyakinan masyarakat terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat.

    “Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang,” kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 di Jakarta, Rabu.

    Sedangkan realisasi investasi, khususnya pada sektor nonbangunan, juga membaik akibat meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin pada pola ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur.

    Secara sektoral, kinerja positif ditunjukkan oleh Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

    Meskipun demikian, Perry menyoroti perlunya penguatan permintaan domestik mengingat kinerja ekspor diperkirakan melambat akibat berakhirnya frontloading ekspor (upaya mempercepat pengiriman ekspor untuk menghindari dampak ketidakpastian kebijakan) ke Amerika Serikat serta penurunan permintaan dari Tiongkok dan India.

    Secara keseluruhan, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi 2025 berada dalam kisaran 4,7–5,5 persen. Momentum pertumbuhan tersebut diproyeksikan akan berlanjut dan meningkat menjadi 4,9–5,7 persen pada tahun depan.

    Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tercatat positif tersebut terutama didukung oleh stabilitas harga di dalam negeri yang tetap terjaga.

    Pewarta: Uyu Septiyati Liman
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Purbaya kirim Wamenkeu Suahasil hadiri RDG BI akhir tahun

    Purbaya kirim Wamenkeu Suahasil hadiri RDG BI akhir tahun

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengirim wakilnya, kali ini Suahasil Nazara, untuk menghadiri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akhir tahun pada Desember 2025.

    “Rapat Dewan Gubernur hari ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang hadir dalam rapat sesuai dengan surat kuasa dari Menteri Keuangan, sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, atas undangan kami,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi daring di Jakarta, Rabu.

    Perry menyatakan undangan perwakilan pemerintah dalam RDG merupakan bentuk komitmen BI dalam membangun sinergi yang makin erat antara kebijakan moneter bank sentral dengan kebijakan fiskal pemerintah.

    Pada RDG edisi November 2025, Purbaya juga mengirimkan perwakilannya yang didelegasikan kepada Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

    Saat dikonfirmasi dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11), Purbaya menyatakan keterlibatan perwakilan Kemenkeu dalam RDG BI sepenuhnya sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

    Aturan yang dimaksud merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Pasal 43 ayat (1A) yang memungkinkan RDG dihadiri perwakilan pemerintah dengan hak bicara tanpa suara.

    “Jadi kita bisa ngomong di sana, cuap-cuap ini itu, tetapi begitu voting bunga (BI-rate), orang kita nggak ikut,” kata Purbaya.

    Justru menurut Menkeu, RDG memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan pandangan soal kondisi ekonomi, meski keputusan penentuan suku bunga tetap menjadi kewenangan penuh Dewan Gubernur BI.

    Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo pada RDG bulan lalu (19/11) memastikan undangan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan.

    Perry menilai kehadiran perwakilan pemerintah memberikan tambahan informasi penting bagi bank sentral dalam merumuskan kebijakan, terutama terkait pembentukan ekspektasi positif di tengah kondisi global yang tidak menentu.

    Perry menyebut salah satu topik yang dibahas adalah bagaimana BI dan Kemenkeu dapat membangun ekspektasi ekonomi secara konsisten untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

    Dengan mekanisme yang kini lebih terbuka dan terkoordinasi, baik BI maupun pemerintah berharap sinergi kebijakan dapat semakin solid dalam menghadapi tantangan ekonomi tahun depan.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rupiah melemah seiring sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati

    Rupiah melemah seiring sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati

    Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.694 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.691 per dolar AS.

    Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati membuat kurs rupiah melemah.

    “Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis di tengah tarik-menarik sentimen global dan domestik. Meskipun data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan dan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan, penguatan rupiah tertahan oleh sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Tercatat, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menyusut sebesar 105 ribu pada Oktober 2025, membalikkan peningkatan sebesar 108 ribu pada bulan sebelumnya, sebelum pulih sedikit dengan melonjak 64 ribu pada November 2025.

    Secara keseluruhan, NFP turun bersih sebesar 41 ribu selama Oktober-November 2025, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan peningkatan sebesar 25 ribu.

    Tingkat pengangguran AS juga disebut mengalami kenaikan menjadi 4,6 persen pada November 2025 dari 4,4 persen pada September 2025, melebihi perkiraan konsensus sebesar 4,5 persen.

    Indikator lain lebih lanjut menunjukkan momentum ekonomi yang melemah, dengan penjualan ritel AS pada Oktober 2025 bergerak stagnan di 0,0 persen month to month (mom), turun dari 0,1 persen mom sebelumnya dan di bawah ekspektasi peningkatan 0,1 persen mom.

    Di sisi lain, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap berada di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 yang berlangsung pada Selasa (16/12) dan Rabu ini.

    Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.