BUMN: Garuda Indonesia

  • Kemenperin Fasilitasi Kolaborasi PTDI dan PT YPTI dalam Penguatan Rantai Pasok Dirgantara Nasional – Halaman all

    Kemenperin Fasilitasi Kolaborasi PTDI dan PT YPTI dalam Penguatan Rantai Pasok Dirgantara Nasional – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri kedirgantaraan Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang pesat didukung oleh kebutuhan akan penerbangan yang terus meningkat.

    PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memproyeksikan kebutuhan produksi pesawat hingga tahun 2029 akan mencapai 143 unit senilai 3,1 miliar dolar AS, terdiri dari 46 unit pesawat CN235, 31 unit pesawat NC212i dan 66 unit pesawat N219.

    Di mana proporsi komponen yang diproduksi melalui proses machining pada setiap pesawat berkisar 19-20 persen dari total keseluruhan part.

    Selain itu, sebagai supplier dari Original Equipment Manufacturer (OEM) global seperti Airbus dan Bell, PTDI memiliki target peningkatan kontrak proyek aerostructure dari 12,9 juta dolar AS pada tahun 2025 menjadi 50 juta dolar AS pada tahun 2032 dan machining parts menyumbang sekitar 10-20 persen dari total pesanan aerostructure.

    Meski peluang berkembangnya besar, PTDI menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas produksi akibat usia mesin yang telah lebih dari 15 tahun, sehingga tingkat produktivitas dan keandalan relatif turun, serta sering mengalami downtime, karena sulitnya mendapatkan suku cadang pengganti di pasaran.

    Guna memenuhi peningkatan permintaan pesawat dan aerostructure tersebut, PTDI akan melakukan modernisasi fasilitas machining (CNC) melalui kolaborasi dengan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) yang merupakan perusahaan produsen CNC dalam negeri.

    Sebagai bagian dari kerja sama ini, PTDI dan YPTI menandatangani Framework Agreement (FA) yang mencakup berbagai aspek utama, seperti penyediaan dan revitalisasi mesin produksi PTDI, peningkatan daya saing produk permesinan, serta pelatihan terkait manajemen pemeliharaan permesinan.

    Kesepakatan ini juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di bidang dirgantara, sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong kemandirian sektor manufaktur.

    Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, mengatakan PT Garuda Indonesia telah memastikan akan melakukan pengadaan hingga 100 pesawat di tahun ini. Dengan rencana tersebut membuka peluang industri kedirgantaraan nasional.

    “Batam merupakan satu lokasi yang sangat strategis karena tidak banyak MRO di kawasan ini, yang bisa mensupply atau support kebutuhan industri kedirgantaraan di kawasan Asia Tenggara. Di dunia kebutuhan akan pesawat terus-menerus meningkat. Kerja sama ini menjadi milestone yang sangat penting dalam pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan nasional, serta dilakukan pada momentum yang tepat di tengah meningkatnya potensi kebutuhan komponen pesawat global maupun dalam negeri,” ungkap Faisol saat acara di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

    Sebagai informasi, MRO adalah singkatan dari Maintenance, Repair and Operation, yang artinya pemeliharaan, perbaikan dan operasi. Biasanya digunakan untuk istilah lokasi perawatan pesawat.

    PTDI menjalin kemitraan dengan YPTI karena memiliki kemampuan dan otorisasi untuk mendesain, memproduksi dan merakit komponen dan pemeliharaan mesin CNC merek twinhorn yang diproduksi Chi-Fa Machinery Manufacturer Taiwan.

    Untuk memberikan pelayanan perawatan mesin CNC tersebut, YPTI akan didukung PT Pumatech sebagai authorized dealer dari Chi-Fa Machinery Manufacturer di Indonesia.

    Selain itu, kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dan kehandalan mesin produksi PTDI, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk permesinan, baik komponen pesawat terbang maupun spare part mesin, serta mengembangkan ekosistem industri manufaktur kedirgantaraan.

    Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan, menyampaikan usai penandatanganan FA tersebut pihaknya akan mulai melakukan proyek perbaikan, termasuk beberapa mesin CNC yang akan direvitalisasi.

    “Kita akan lakukan itu supaya kapasitas produksinya dan kualitasnya naik. Jadi dengan YPTI itu kita akan revitalisasi mesim dan kita akan lakukan kontrak untuk maintenance, sehingga fokus PTDI sebetulnya bagaimana mesin ini memproduksi komponen pesawat,” ungkap Gita.

    Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana, menambahkan kerja sama ini menjadi momentum penting dalam pembangunan ekosistem dirgantara nasional.

    “Dengan melibatkan lebih banyak pelaku industri lokal, kami berkomitmen untuk meningkatkan TKDN dan mengoptimalkan potensi industri dalam negeri. Kolaborasi ini juga akan memperkaya kapabilitas permesinan PTDI, sehingga kami dapat terus meningkatkan kualitas, kompetensi dan diversifikasi produk dirgantara,” ucap Dena.

    PTDI diharapkan dapat terus meningkatkan perannya untuk mendorong pengembangan ekosistem industri pesawat terbang, baik peran sebagai lead integrator dalam manufaktur pesawat maupun PTDI sebagai tier 1 yang mampu menjadi enabler industri lainnya di dalam negeri untuk menjadi tier 2 dan 3 dalam menyerap peluang pasar yang besar tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen. 

  • Perempuan penjaga tradisi kain Pantang Sintang

    Perempuan penjaga tradisi kain Pantang Sintang

    Pontianak (ANTARA) – Hidup dari keluarga penenun sejak turun-menurun, membuat Hetty Kus Endang tidak lagi asing dengan kain Pantang Sintang. Sejak kecil, perempuan kelahiran Sintang, Kalimantan Barat, 1990, tersebut sudah ikut membantu orang tuanya dalam proses membuat kain Pantang, terutama saat mewarnai benang untuk ditenun, yang dalam bahasa daerah setempat dikenal dengan sebutan pantang.

    Pantang sendiri merupakan kain tenun Suku Dayak Rumpun Iban, tepatnya subsuku desa. Bagi masyarakat Dayak, Pantang bukan sekadar kain untuk busana, melainkan ada nilai tradisi dan budaya untuk upacara sakral atau ritual, seperti untuk mandi anak ke sungai untuk penghormatan kepada tokoh adat maupun lainnya.

    Ketertarikan Hetty untuk melestarikan dan menjadikan kain Pantang Sintang sebagai kebanggaan dan sumber kehidupan yang berkelanjutan. Keterlibatan dia, berawal dari keprihatinannya terhadap masa depan kain Pantang tersebut. Pasalnya, dari keluarga dan masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang yang tetap menenun mulai berkurang. Selain itu, para penenun, sebagian besar, umurnya, bahkan sudah ada mencapai 80 tahun. Generasi penerus untuk menenun tidak ada lagi, sehingga berpotensi kain itu hanya tinggal cerita.

    Para pelajar yang didampingi guru melihat langsung proses pewarnaan alami benak untuk membuat kain pantang Sintang. (ANTARA/Dedi)

    Dengan persoalan tersebut, sejak 2015 Hetty mulai mengamati kendala yang ada, belajar untuk melihat dari dalam tentang kain Pantang dan pada 2023 mulai serius untuk mengembangkan dan melestarikan kain yang merupakan kekayaan adat tersebut.

    Sebagai bentuk keseriusannya dalam melestarikan kain pantang, perempuan yang semula bekerja sebagai staf di sebuah koperasi itu akhirnya mengundurkan diri agar lebih fokus. Hetty, kemudian juga mendirikan Galeri Kain Pantang Sintang di rumah pribadinya. Keberadaan galeri itu menjadi tonggak awal baginya untuk menjaga tradisi membuat kain Pantang agar tidak hilang tertelan zaman. Selain itu, di galeri tersebut juga dihadirkan rumah belajar untuk membuat kain Pantang.

    Melalui galeri dan rumah belajar, edukasi tentang kain Pantang gencar dilakukan, yang menyasar anak muda dan kalangan umum. Pemberdayaan kaum perempuan yang menenun kain untuk bangkit bersamanya digeliatkan. Alhasil, hingga saat ini sudah ada 150 perajin perempuan kain Pantang telah diberdayakan dan dibina oleh Hetty. Bahkan, kini terdapat 20 anak-anak yang mulai ikut terlibat bersama orang tuanya dalam aktivitas menenun.

    Tidak kalah penting, hadirnya galeri itu menjadi wadah untuk menampung, memamerkan dan menjual hasil perajin yang dibinannya. Dulu, pasar yang menjadi kendala bagi masyarakat, kini perlahan terbuka lebar. Bahkan, di galeri itu, kini setiap bulannya selalu menerima kunjungan dari kalangan pelajar dan wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara.

    “Pengembangan kain Pantang Sintang ini bagi saya bukan untuk motif ekonomi pribadi saya semata, melainkan pelestarian, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kami bersama-sama menjaga agar kain ini lestari dan menjadi kebanggaan untuk anak cucu kami,” ujar Hetty ketika dijumpai ANTARA.

    Aneka motif kain pantang Sintang (ANTARA/Dedi)

    Keunggulan

    Selain sarat akan nilai tradisi dan budaya di setiap helai benang Kain Pantang Sintang, bahan, motif, dan proses membuatnya menjadi daya tarik sendiri. Bahan baku untuk pewarna kain masih menjaga keasliannya, dengan menggunakan pewarna alami. Tumbuhan di sekitar perkampungan dimanfaatkan sebagai pewarna alami, seperti daun mangga, daun enkerebang, kunyit, daun kemungat atau daun kemunting, leunca, serta lainnya.

    Dengan menggeliatnya aktivitas menenun tersebut, semula daun yang dulu tidak termanfaatkan, kini mulai memiliki nilai ekonomis. Bahkan, daun-daun itu menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat dan kini sudah dibudidayakan sebagai sumber bahan baku agar mudah didapat.

    Terkait proses dalam membuatnya, Hetty tidak lepas dari aturan karena masih memegang erat tradisi, seperti hanya boleh dikerjakan oleh perempuan, tidak boleh menenun ketika ada keluarga yang meninggal, dan aturan tradisi lainnya. Karena itu, Dalam pembuatan sehelai kain Pantang sendiri masih dilakukan secara manual atau tradisional, sehingga membutuhkan waktu sekitar tiga pekan, hingga satu bulan. Proses yang detail, mulai dari mencari bahan pewarna benang, menenun, dan lainnya, membuat satu helai kain memakan waktu yang cukup panjang.

    Untuk motif kain Pantang Sintang yang dikembangkan, saat ini sudah mencapai 50 jenis. Motif lama yang sudah tidak dibuat karena kerumitan dan hanya untuk hal sakral, kembali dihidupkan. Motif tersebut, seperti motif ruwit besai dan ruwit pipit. Motif tersebut pernah dipakai oleh Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dalam forum internasional, yakni Gala Dinner World Water Forum (WWF) ke-10, Minggu, 19 Mei 2024, di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

    Selain memunculkan lagi motif lama, kemampuan Hetty memadukan dengan aneka warna kekinian dan diminati pasar, berhasil ia kembangkan, sehingga 50 motif tersebut hadir menawan, tanpa meninggalkan tradisi, karena hanya menyentuh di bagian warna tersebut.

    Hetty Kus Endang mempresentasikan tentang kain pantang Sintang saat seleksi Pengusaha Muda Brilian. (ANTARA/HO- Dok. Pribadi)

    Editor: Masuki M. Astro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Dean James Menantikan Momen Bela Timnas Indonesia

    Dean James Menantikan Momen Bela Timnas Indonesia

    JAKARTA – Dean James remi berstatus warga negara Indonesia (WNI) setelah menuntaskan naturalisasinya di KBRI Roma, Italia, pada Senin, 10 Maret 2025. Dean bersyukur dengan status barunya dan mengaku tak sabar menantikan momen membela Timnas Indonesia. 

    “Sangat bersyukur! Menantikan perjalanan ini (bersama Timnas Indonesia),” tulis Dean James dalam unggahan di akun Instagram dikutip Selasa, 11 Maret 2025. 

    Dalam proses pengambilan sumpah di Italia itu, Dean James tak sendiri. Ia mengambil sumpah bersama dua pemain lain, yaitu Emil Audero dan Joey Pelupessy.

    Kini setelah proses pengambilan sumpah WNI tuntas dilalui, James kini tinggal menunggu perpindahan federasi di FIFA dari KNVB ke PSSI. Agenda ini biasanya tidak memakan waktu lama andai semua proses administrasi beres. 

    Setelah perpindahan federasi tuntas, pemain Go Ahead Eagles itu sudah bisa memperkuat Timnas Indonesia. Apalagi dalam periode Maret 2025, Skuad Garuda dinanti jadwal tandang ke Australia (20 Maret 2025) dan menjamu Bahrain (25 Maret 2025) di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    Dengan jadwal tersebut, Dean James yang kini berposisi sebagai bek kiri, diharapkan bisa menjadi opsi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Usia James yang baru 24 tahun membuatnya jelas memiliki jenjang karier yang masih panjang.

    Namun, dalam Skuad Garuda nantinya, James juga harus bisa bersaing dengan bek kiri lainnya yang tak kalah berkualitas. Soalnya, di posisi terdsebut juga sudah ada Calvin Verdonk yang jadi langganan Timnas Indonesia. 

    Ada juga Shayne Pattynama yang kerap jadi pilihan, juga ada Pratama Arhan yang tampil apik bersama Bangkok United di Liga Thailand (Thai League 1).

  • Pelatih Persija Doakan Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri yang Dipanggil ke Timnas Indonesia

    Pelatih Persija Doakan Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri yang Dipanggil ke Timnas Indonesia

    JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, mendoakan kesuksesan dua pemainnya yang dapat panggilan membela Timnas Indonesia di laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua nama itu adalah Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri. 

    Ridho dan Ferarri masuk dalam daftar sementara 27 pemain yang dipanggil Patrick Kluivert untuk membela Timnas Indonesia melawan Australia. Laga ini merupakan matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Sydney pada 20 Maret 2025. 

    Dalam periode kali ini, persaingan pemain akan lebih sengit mengingat Skuad Garuda kini dinakhodai sosok baru, Patrick Kluivert asal Belanda. Berkaca dari situasi itu, Carlos Pena mengapresiasi dua pemainnya yang dapat kepercayaan dan mendoakan keduanya sukses bersama Timnas Indonesia. 

    “Memang tidak mudah, tidak mudah bisa masuk skuad (Timnas Indonesia). Jadi, patut diacungkan jempol untuk mereka,” kata Carlos Pena selepas laga Persija melawan Arema di Bekasi dikutip Senin, 10 Maret 2025. 

    “Sulit sekali pemain Liga 1 untuk bisa bermain di Timnas Indonesia. Jadi, saya doakan yang terbaik untuk mereka semua. Semoga sukses di pertandingan berikutnya untuk Timnas Indonesia,” ujar sang pelatih mendoakan Ridho dan Ferarri. 

    Dalam 27 daftar pemain sementara yang dipanggil Kluivert, hanya ada sembilan nama yang merupakan pemain di Liga 1. Sisanya merupakan pemain naturalisasi dan pemain abroad. 

    Dari daftar yang ada, Kluivert membuat kejutan dengan memanggil Septian Bagaskara. Pemain ini merupakan penggawa Dewa United yang tercatat sudah mencetak tujuh gol dan satu assist di Liga 1 musim ini. 

    Jumlah pemain yang ada saat ini belum final sebab masih ada kemungkinan besar bertambah menyusul datangnya tiga nama pemain naturalisasi baru. Mereka adalah Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy yang saat ini naturalisasinya masih dikebut.

  • Sosok Pemilik Indonesia Airlines, Mantan Pegawai BUMN yang Akan Luncurkan 20 Pesawat dan Jet Pribadi

    Sosok Pemilik Indonesia Airlines, Mantan Pegawai BUMN yang Akan Luncurkan 20 Pesawat dan Jet Pribadi

    TRIBUNJATIM.COM – Pemilik maskapai penerbangan komersial baru akhirnya terungkap.

    Telah lahir, maskapai penerbangan komersial baru, Indonesia Airlines Group (INA), yang akan resmi beroperasi di Indonesia.

    Meski memakai nama “Indonesia”, Indonesia Airlines yang terdaftar pada 7 Maret 2025 merupakan maskapai yang didirikan perusahaan asal Singapura, Calypte Holding Pte. Ltd.

    Namun, maskapai Indonesia Airlines ternyata milik pengusaha asal Indonesia yang bernama Iskandar.

    Kini Iskandar pemilik maskapai Indonesia Airlines yang akan mengudara di Tanah Air itu disoroti sosoknya.

    Berikut penjabaran sosok Iskandar seperti dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Senin (10/3/2025).

    Diketahui, Calypte Holding Pte. Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian.

    “Kami mempersembahkan maskapai penerbangan komersial berjadwal dengan layanan premium di bawah merek Indonesia Airlines,” ujar Chief Executive Officer Indonesia Airlines Iskandar, diberitakan Kompas.com, Minggu (9/3/2025).

    “Kami menggabungkan kemewahan perjalanan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial, menawarkan perjalanan yang benar-benar tak tertandingi bagi penumpang,” lanjutnya.

    Iskandar merupakan seorang pengusaha yang lahir pada 7 April 1983 di Bireuen, Aceh.

    Potret CEO Indonesia Airlines, Iskandar pemilik maskapai PT Indonesia Airlines Group yang resmi beroperasi di Indonesia(Dok. Indonesia Airlines). (KOMPAS.COM/Dok. Indonesia Airlines)

    Saat ini, dia menjabat sebagai pendiri sekaligus CEO Indonesia Airlines dan Kepala Eksekutif Calypte Holding.

    Iskandar diketahui menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.

    Dia mulai berkarier di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias.

    Pada 2006-2009, dia sempat bergabung dengan BUMN PLN sebelum beralih ke bidang perbankan dan asuransi.

    Lalu, Iskandar tertarik ke bidang kelistrikan.

    Dia mulai mengembangkan bisnisnya pada 2015.

    Perusahaan kelistrikan miliknya sempat berdiri dua tahun, tetapi gagal bertahan.

    Pada 2022, Iskandar mendirikan Calypte Holding bersama rekannya dari Singapura.

    Perusahaan ini berkembang dengan tiga bidang utama, yaitu energi terbarukan, pertanian, dan aviasi.

    Pada bidang aviasi, Calypte Holding membuat perusahaan PT Indonesia Airlines Group untuk mengelola maskapai Indonesia Airlines di Indonesia.

    Menurut Iskandar, maskapai Indonesia Airlines akan beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Maskapai ini telah melalui studi kelayakan secara komprehensif dengan konsultan aviasi dari Singapura dan Amerika Serikat (AS).

    “Berdasarkan perencanaan bisnis dan hasil studi kelayakan yang telah disusun, Indonesia Airlines hanya akan berfokus pada penerbangan internasional,” ujarnya, dikutip dari Kontan, Minggu.

    Rencananya, maskapai ini akan melayani penerbangan di 48 kota tujuan dari 30 negara dalam lima tahun pertama operasionalnya.

    Dalam tahap awal operasional, Indonesia Airlines akan mengoperasikan 20 pesawat yang terdiri dari:

    10 unit pesawat berbadan ramping, seperti Airbus A321neo atau A321LR.
    10 unit pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.

    Indonesia Airlines mengusung konsep layanan premium dan fasilitas kelas dunia yang biasanya hanya diperuntukkan bagi penyewaan jet pribadi.

    Iskandar menuturkan, Indonesia Airlines berisikan tim yang berpengalaman di berbagai maskapai besar dunia.

    Misalnya, direktur operasionalnya berasal dari Singapore Airlines dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dan salah satu pilot pertama yang menerbangkan pesawat Airbus A380.

    Kemudian, direktur komersial akan diisi oleh sosok berpengalaman dari berbagai maskapai besar, seperti Emirates dan Asiana Airlines.

    Sementara itu, departemen operasi penerbangan akan dipimpin salah satu pilot terbaik Indonesia yang pernah bekerja di maskapai asing.

    Posisi direktur produk dan layanan akan diisi sosok ahli dari Brunei Darussalam yang telah bekerja di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun.

    Untuk memberikan layanan kabin terbaik, Indonesia Airlines merekrut manajer awak kabin dari British Airways yang juga bagian dari Komite Korporasi Pramugari Eropa (EBAA) serta wakil manajer awak kabin dari Emirates.

    Sementara itu, maskapai lain yakni Garuda Indonesia mengungkapkan keresahannya.

    Isu harga tiket pesawat rute domestik yang mahal berujung polemik.

    Masyarakat banyak yang mengeluh ke maskapai soal harga tiket mahal.

    Satu di antaranya adalah maskapai nasional Garuda Indonesia.

    Bahkan Dirut maskapai juga curhat sering dikritik oleh masyarakat.

    Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, perusahaan yang dipimpinnya mengaku kerap dikritik habis-habisan oleh masyarakat lantaran harga tiket yang dijual relatif mahal.

    Awalnya, Irfan menegaskan bahwa manajemen selalu patuh kepada pemerintah perihal penjualan harga tiket yang dilakukannya sesuai aturan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditentukan.

    Namun perlu diketahui, komponen dalam harga tiket sangat banyak.

    Mulai dari pajak bandara, biaya avtur, pajak pertambahan nilai (PPN), hingga komponen pajak lainnya.

    Apabila komponen biaya tersebut naik, maka harga tiket yang dijual ke konsumen mau tidak mau harus naik.

    Tetapi Irfan menegaskan bahwa harga yang dijual tetap mengacu TBA.

    Ia mengaku, permasalahan ini terus dirundingkan bersama berbagai Menteri terkait.

    “Pemahaman yang terlalu salah soal harga murah. Kalau jualan harga domestik Garuda, kita tidak pernah menaikkan harga (di atas TBA) sejak tahun 2019. Tapi kan harga tiket dipengaruhi banyak hal,” ucap Irfan dalam paparan kinerja di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Senin (11/11/2024).

    “Kita diskusi ke banyak Menteri, hingga ganti Presiden, ngomong lagi harga tiket. Harga tiket ini ada satu komponen yang disebut tarif batas atas, dan kita selalu ikut angka itu,” sambungnya.

    Sebagai informasi, Pemerintah pada tahun 2025 bakal menaikkan besaran PPN dari 11 persen menjadi 12 persen.

    Hal ini tentunya bakal turut mengerek harga tiket.

    Irfan pun mewanti-wanti masyarakat.

    Meski ditimpa berbagai komponen yang naik, Irfan memastikan Garuda Indonesia tetap beroperasi dengan penjualan harga tiket yang sesuai dalam rambu-rambu.

     Serta berkomitmen menjadikan Garuda menjadi perusahaan yang sehat.

    Diketahui, kondisi keuangan Garuda Indonesia masih dalam kondisi penyehatan, pasca berlangsungnya program restrukturisasi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun ke belakang.

    Meskipun, Garuda Indonesia terus mendapatkan kritik harga tiket yang dinilai terlampau tinggi.

    “So, ini yang terus dibombardir dan dibully oleh masyarakat, tapi kita terbuka aja. Omongin yang struktur biaya,” papar Irfan.

    “Tapi kami punya kewajiban sesuai dengan janji kami ke para kreditur yang mau menerima proposal kita, perusahaan ini harus untung. tapi bagaimana kita memastikan bahwa Bapak Ibu bayar mahal, itu pantas,” pungkasnya.

    Berita viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Indonesia – Vietnam jadi Mitra Strategis Kerja Sama Perdagangan!

    Indonesia – Vietnam jadi Mitra Strategis Kerja Sama Perdagangan!

    JABAR EKSPRES – Indonesia dan Vietnam kembali membuka peluang kerja sama melalui High Level Business Dialogue sebegai bentuk kemitraan strategis dari kedua negara selama 70 tahun.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan ini merupakan momentum penting untuk melakukan eksplorasi membaca peluang kerja sama kedua negara.

    Tujuan dari kerja sama kedua negara ini inging mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    BACA JUGA: Airlangga Sentil Kepala Daerah yang Tidak Bisa Kendalikan Inflasi

    “Saya percaya, acara ini akan memberikan peluang yang berharga untuk menjajaki kerja sama yang lebih dalam antara Indonesia dan Vietnam, khususnya di bidang ekonomi dan investasi,” kata Airlangga dalam keterangan, dikutip, Senin, (10/03/2025).

    Menko airlangga menilai, jika melihat populasi gabungan kedua negara yang mencapai 400 juta jiwa, peluang perdagangan dan investasi sangat menjanjikan.

    Sebelumnnya pada 2024 perdagangan bilateral menunjukan pertumbuhan signifikan dengan total perdagangan mencapai USD 15 miliar.

    BACA JUGA: Airlangga Hartarto Jelaskan Peran Indonesia Menjaga Konektivitas dan Rantai Pasok Global

    Selain itu, investasi kedua negara terus mengalami peningkatan berbagai sektor, termasuk pertanian, infrastruktur, manufaktur, serta perkembangan teknologi.

    Salah satu investasi yang paling strategis adalah pembangunan pabrik kendaraan listrik VinFast di Subang, Jawa Barat.

    ‘’Kerja sama ini sangat mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara, khususnya untuk sektor transportasi,’’ ujar Airlangga.

    BACA JUGA: THR Harus Dibagikan Paling Cepat Tiga Minggu Sebelum Lebaran

    Selain itu, kata Airlangga, kerja sama lainnya adalah di sektor pariwisata dimana, masing masing negara sudah membuka maskapai penerbangan antara Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia.

    Dengan begitu, kolaborasi ini diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan di kedua negara yang memiliki beberapa manfaatkan dalam perjanjian Perdagangan ASEAN ( ATIGA ).

    ‘’Jadi kerja sama ini akan berlakukan tarif 0 persen pada 99,8 persen komoditas guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral,’’ ujarnya.

    BACA JUGA: Sistem Kerja FWA Sudah Berlaku, ASN dan PNS Bisa Kerja Dimana Saja!

    Selain itu, kerja sama ini dapat mempercepat adopsi transaksi digital lintas batas guna meningkatkan aktivitas ekonomi ASEAN.

  • Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper – Halaman all

    Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper – Halaman all

    Emil Audero Resmi Jadi WNI, Warga Lombok Kenang Perjuangan Masa Kecil Sang Kiper

    TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK –  Emil Audero resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

    Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy mengambil sumpah setia kepada Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Italia pada Senin (10/3/2025).

    Syukur (65), seorang warga Kauman, Kelurahan Praya, Lombok Tengah, NTB, mengenang sosok Emil Audero.

    Pada waktu kecil, Emil Audero pernah tinggal di Lingkungan Kauman, Praaya.

    Emil bermain dengan teman sebaya di sebuah lapangan voli di Kota Praya, Lombok Tengah.

    Menurut dia, Emil Audrey senang bermain sepak bola superti ayahnya Edy Mulyadi.

    “Waktu kecil di lapangan voli di sana (Kauman,-red) itu dia minta-minta jadi penjaga gawang dan saya yang menendang bolanya. Waktu ia masih SD kelas 4 dis ini (SDN Prayitna,-red” kenang Syukur kepada Tribun Lombok di Kauman, Jumat (7/3/2025). 

    Emil Audero lahir dari pasangan Edy Mulyadi dan Antonella Audero, seorang WNA Italia.

    Emil Audero lahir di Mataram pada 18 Januari 1997.

    Emil kecil bersekolah di SD Negeri Prayitna Prapen.

    Pada 1998, Emil Audero dan ibunya pindah ke Cumiana, Italia.

    Sedangkan, ayahnya tetap berada di Lombok.

    Meskipun pergi ke Italia, namun, kata dia, Emil Audero sangat sering mengunjungi ayahnya dan pasti datang kalau lebaran tiba. 

    Menurut Syukur, Emil Audero pasti pulang kampung ke Praya. 

    Ia meyakini lebaran tahun 2025 pada awal April ini Emil akan berkunjung ke Praya Lombok Tengah.

    “Pokoknya bulan Lebaran mau Lebaran datang dia. Sering dia, setiap tahun dia,” beber Syukur. 

    Resmi Jadi WNI

    Trio naturalisasi, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

    Pada Senin (10/3/2025) ini, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy melakukan pengambilan sumpah dan janji setia pewarganegaraan yang berlangsung di  Kedutaan Besar Republik Indonesia di Italia, Roma.

     Belum Dapat Panggilan Timnas Indonesia

    Trio naturalisasi Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy belum dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia. 

    Dari daftar nama 27 pemain yang diumumkan pada Minggu (9/3/2025), nama trio naturalisasi itu tidak ada.

    Sebab, trio naturalisasi baru akan mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Italia di Roma pada Senin ini.

    Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy merupakan tiga pemain naturalisasi yang bermain di Europa.

    Emil Audero.

    Emil Audero berposisi sebagai penjaga gawang membela klub Palermo di Serie-B.

    Dean James

    Dean James, pesepakbola berposisi di bek kiri bermain di klub Go Ahead Eagles di Eredivisie, Belanda.

    Joey Pelupessy

    Joey Pelupessy, pemain keturunan Maluku, berposisi di gelandang bertahan.

    Joey Pelupessy membela klub Lommel di kasta kedua liga sepak bola Belgia.

    Setelah resmi menjadi WNI, mereka akan memperkuat skuat Garuda yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

    Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia:

    20 Maret 2025

    Australia Vs Timnas Indonesia

    25 Maret 2025

    Timnas Indonesia Vs Bahrain

    5 Juni 2025

    Timnas Indonesia Vs China

    10 Juni 2025

    Jepang Vs Timnas Indonesia

    Daftar Skuad Timnas Indonesia untuk Laga Kontra Australia dan Bahrain 

    Kiper: 

    Nadeo Argawinata (Borneo FC),

    Maarten Paes (FC Dallas/Amerika Serikat), 

    Ernando Ari (Persebaya). 

    Belakang: 

    Jay Idzes (Venezia/Italia), 

    Jordi Amat (JDT/Malaysia), 

    Nathan Tjoe-A-On (Swansea City/Inggris), 

    Mees Hilgers (FC Twente/Belanda), Rizky Ridho (Persija), 

    Muhammad Ferarri (Persija), 

    Justin Hubner (Wolves U-21/Inggris),

    Calvin Verdonk (NEC Nijmegen/Belanda), 

    Pratama Arhan (Bangkok United/Thailand),

    Shayne Pattynama (KAS Eupen/Belgia), 

    Sandy Walsh (Yokohama F Marinos/Jepang), 

    Kevin Diks (Copenhagen/Denmark),

    Eliano Reijnders (PEC Zwolle/Belanda).

    Tengah: 

    Thom Haye (Almere City/Belanda), 

    Ivar Jenner (FC Utrecht/Belanda),

    Ricky Kambuaya (Dewa United), 

    Egy Maulana Vikri (Dewa United),

    Marselino Ferdinan (Oxford United/Inggris). 

    Depan: 

    Ole Romeny (Oxford United/Inggris),

    Ragnar Oratmangoen (FCV Dender/Belgia), 

    Septian Bagaskara (Dewa United),

    Rafael Struick (Brisbane Roar/Australia), 

    Hokky Caraka (PSS), 

    Ramadhan Sananta (Persis Solo).

     

     

  • Pemerintah Ungkap Butuh 60.000 Guru untuk Jadi Pengajar di Sekolah Rakyat

    Pemerintah Ungkap Butuh 60.000 Guru untuk Jadi Pengajar di Sekolah Rakyat

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pemerintah membutuhkan sekitar 60.000 guru untuk mengajar di Sekolah Rakyat.

    Dia mengatakan bahwa kebutuhan ini muncul seiring dengan rencana pembangunan puluhan sekolah rakyat di berbagai daerah. Meskipun, skema rekrutmen guru masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah mempertimbangkan dua opsi, yakni mendistribusikan guru yang sudah ada atau melakukan rekrutmen baru.

    “Tadi disampaikan 60.000 guru kebutuhannya. Ya itu nanti kami cari skemanya. Nanti mendistribusikan guru yang sudah ada atau rekrutmen baru. Nanti masih proses yang panjang,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (10/3/2025)

    Tak hanya itu, Mu’ti juga menyampaikan bahwa mengenai kurikulum, terdapat dua pilihan yang sedang dikaji.

    Opsi pertama adalah mengikuti standar sekolah unggulan dengan standar internasional, yang akan dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

    Opsi kedua adalah menerapkan kurikulum nasional yang berlaku saat ini di sekolah-sekolah umum di Indonesia.

    Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sekolah rakyat yang mengikuti skema sekolah unggulan akan mengadopsi standar internasional, seperti yang diterapkan di sekolah unggulan Garuda.

    Sementara itu, sekolah rakyat yang memilih skema kedua akan mengikuti standar kurikulum nasional yang telah diterapkan di sekolah-sekolah umum.

    “Kalau sekolah unggul kan standar internasional kan. Yang sekolah unggul garuda itu. Tapi kalau kurikulum kami ya sama dengan yang berlaku di Indonesia saat ini,” pungkas Mu’ti.

  • PREMIUM WRAP-UP: Teka-teki Pemimpin Industri Baterai Listrik hingga Aksi Goldman Sachs & Morgan Stanley Pangkas Rating Pasar Saham RI

    PREMIUM WRAP-UP: Teka-teki Pemimpin Industri Baterai Listrik hingga Aksi Goldman Sachs & Morgan Stanley Pangkas Rating Pasar Saham RI

    Bisnis.com, JAKARTA— Pasar baterai listrik global berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan dan terus menurunnya harga. Pada 2024, seiring dengan tumbuhnya penjualan mobil listrik sebesar 25% menjadi 17 juta, permintaan baterai tahunan melampaui 1 terawatt jam (TWh), sebuah tonggak sejarah.

    Perbesar

    1.   Babak Baru Industri Baterai Listrik, Siapa Pemimpinnya?

    International Energy Agency (IEA) dalam laporan terbarunya juga mencatat bahwa harga rata-rata satu paket baterai untuk mobil listrik bertenaga baterai, telah turun di bawah US$100 per kilowatt jam, yang umumnya dianggap sebagai ambang batas utama untuk bersaing dengan kendaraan konvensional.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Perbesar

    2.     Lo Kheng Hong Serok Lagi Saham Bank Danamon (BDMN) 2025

    Berdasarkan data yang dikutip Senin (10/3/2025), Lo Kheng Hong memborong lagi saham BDMN pada Februari 2025. Tercatat, jumlah yang dipegang naik dari 18,73 juta per Januari 2025 menjadi 20,32 juta atau setara 0,2%. Lo Kheng Hong sebelumnya sempat mengungkapkan alasan mengapa masih memborong saham BDMN.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Perbesar

    3.     Penantang Garuda (GIAA) dan AirAsia (CMPP) Silih Berganti

    PT Garuda Indonesia (GIAA) dan PT AirAsia Indonesia (CMPP) kembali kedatangan pendatang baru di saat industri aviasi Tanah Air masih belum dalam keadaan baik. Garuda dan AirAsia menghadapi persaingan baru dari Indonesia Airlines dan BBN Airlines di industri aviasi.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Perbesar

    4.     Waran Terstruktur Put BRPT dan MEDC Meluncur Perdana Hari ini, Pertama dalam Sejarah Pasar Modal
    Untuk pertama kalinya dalam sejarah pasar modal Indonesia, Waran Terstruktur tipe Put (WT Put) bakal dicatatkan di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin (10/3/2025), menyusul Waran Call yang sudah diterbitkan lebih dahulu pada 2022.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    Perbesar

    5.     Di Balik Keputusan Goldman Sachs & Morgan Stanley Pangkas Rating Pasar Saham Indonesia
    Goldman Sachs Group Inc. menyusul langkah Morgan Stanley untuk memangkas peringkat atau rating pasar saham Indonesia. Dalam laporan Bloomberg Senin (10/3/2025), Goldman Sachs dilaporkan telah memangkas peringkat pasar saham Indonesia dari sebelumnya overweight menjadi market weight. 

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

  • Apa Saja Maskapai Terbaik di Indonesia?

    Apa Saja Maskapai Terbaik di Indonesia?

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri penerbangan di Indonesia telah berkembang pesat dan kini menawarkan layanan berkualitas melalui berbagai maskapai terbaik di Indonesia yang semakin memuaskan pelanggan.

    Pesawat juga menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia karena mampu memangkas waktu perjalanan, terutama untuk jarak tempuh yang jauh. Lalu, apa saja maskapai penerbangan terbaik yang beroperasi di Indonesia?

    Berikut ini daftar maskapai terbaik di Indonesia yang memiliki reputasi unggul, dikutip dari berbagai sumber, Senin (10/3/2025).

    1. Garuda Indonesia

    Sebagai maskapai nasional, Garuda Indonesia menjadi pilihan utama banyak masyarakat untuk bepergian dengan pesawat. Maskapai ini mengusung konsep “Garuda Indonesia Experience”, yang mengutamakan unsur budaya Indonesia serta aspek keramahan dan kenyamanan bagi pelanggan.

    Garuda Indonesia melayani 69 rute domestik yang mencakup berbagai kota dari Sabang hingga Merauke, serta 22 rute internasional yang menjangkau Asia hingga Eropa. Berkat pelayanannya yang unggul, maskapai ini meraih penghargaan “The World’s Best Airline Cabin Crew 2023” dari Skytrax.

    2. Citilink

    Sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink dikenal sebagai maskapai bertarif rendah (low-cost carrier). Maskapai ini menawarkan lebih dari 86 rute domestik dan internasional dengan harga tiket yang lebih terjangkau dibandingkan Garuda Indonesia.

    Citilink menjadi pilihan favorit bagi backpacker dan pemudik karena sering menawarkan promo menarik. Meskipun berbiaya rendah, kualitas layanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Atas prestasinya, Citilink berhasil meraih penghargaan “Best Low-Cost Airline in Indonesia” dari Skytrax.

    3. Lion Air

    Sebagai maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air terkenal dengan tarifnya yang ramah di kantong. Maskapai ini merupakan perintis layanan penerbangan berbiaya rendah di Indonesia dan telah melayani 183 rute domestik maupun internasional.

    Meskipun merupakan maskapai berbiaya rendah, Lion Air pernah mendapatkan penghargaan dari Skytrax World Airline Awards dalam kategori “World’s Best Low-Cost Airline Cabin” dan “World’s Best Low-Cost Premium Seat”.

    4. Sriwijaya Air

    Berbasis di Jakarta, Sriwijaya Air fokus pada penerbangan jarak pendek hingga menengah dengan berbagai rute di kota-kota besar Indonesia serta beberapa destinasi di Asia Tenggara. Dengan slogan “Your Flying Partner”, maskapai ini berkomitmen memberikan layanan yang ramah serta pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman.

    Keunggulan Sriwijaya Air terletak pada fasilitasnya, termasuk bagasi gratis 20 kg bagi penumpang. Sejak berdiri pada 2003, maskapai ini tetap konsisten menjalankan bisnisnya dan hampir tidak pernah mengalami kerugian.

    5. Batik Air

    Sebagai anak perusahaan Lion Air, Batik Air menawarkan layanan penuh (full service carrier) dengan fasilitas yang lebih nyaman dibandingkan Lion Air, tetapi tetap dengan harga terjangkau. Maskapai ini melayani lebih dari 45 destinasi, baik domestik maupun internasional, dan menjadi pilihan bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan saat terbang.

    6. AirAsia Indonesia

    AirAsia dikenal sebagai maskapai berbiaya rendah yang menawarkan berbagai rute domestik dan internasional dengan harga yang sangat kompetitif. Dengan slogan “Now Everyone Can Fly”, maskapai ini berkomitmen menyediakan penerbangan yang terjangkau tetapi tetap aman dan berkualitas.

    Meskipun menawarkan tiket dengan harga bersaing, AirAsia tetap menyediakan berbagai layanan tambahan melalui konsep “add-on”, seperti pemesanan bagasi, pemilihan kursi, dan pre-order makanan. Dengan konsep ini, penumpang dapat menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.

    Itulah beberapa maskapai terbaik di Indonesia yang dapat Anda pilih untuk bepergian. Menggunakan pesawat terbang tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan kenyamanan selama perjalanan. Pastikan untuk memilih maskapai yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda agar perjalanan semakin menyenangkan.