brand merek: Apple

  • Wow! Apple Capai 2,35 Miliar Perangkat Aktif, Angkanya Bikin Geleng-Geleng!

    Wow! Apple Capai 2,35 Miliar Perangkat Aktif, Angkanya Bikin Geleng-Geleng!

    JAKARTA– Apple kembali mencatat rekor baru dalam jumlah perangkat aktif di seluruh dunia. Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun 2025 yang disampaikan pada  Kamis, 30 Janurai, CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa jumlah perangkat aktif Apple kini mencapai 2,35 miliar unit. Angka ini meningkat 550 juta unit dibandingkan dengan data tahun 2022.

    Sebelumnya, pada Januari 2024, Apple terakhir kali mengungkapkan jumlah perangkat aktifnya yang mencapai 2,2 miliar unit, naik 400 juta dari tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan ini tetap signifikan, laju pertumbuhannya mengalami perlambatan dibandingkan dengan lonjakan luar biasa yang terjadi pada tahun 2023.

    Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah penjualan iPhone yang masih sangat tinggi, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal ini, pendapatan dari iPhone tercatat sebesar 69,1 miliar dolar AS (Rp1,1 kuadriliun). Cook juga mencoba mengaitkan pertumbuhan iPhone dengan fitur Apple Intelligence yang diperkenalkan dalam ekosistem Apple.

    Namun, para analis memiliki pandangan berbeda. Mereka menyebut bahwa pertumbuhan jumlah perangkat aktif lebih didorong oleh berbagai kategori produk Apple lainnya, termasuk iPad, Mac, layanan digital, serta perangkat wearable seperti Apple Watch dan AirPods.

    Rekor Baru di Setiap Wilayah

    Dalam laporan keuangannya, Apple mengungkapkan bahwa jumlah pengguna iPhone telah mencapai rekor tertinggi di setiap wilayah di dunia. Hal ini menunjukkan loyalitas pelanggan yang tetap kuat, serta daya tarik ekosistem Apple yang terus berkembang.

    Pendapatan total Apple pada kuartal pertama 2025 tercatat mencapai 124,3 miliar dolar AS, dengan kontribusi besar dari berbagai lini produk dan layanan. Apple juga mulai memasuki kategori produk baru, termasuk Apple Vision Pro, yang diprediksi akan semakin mendorong pertumbuhan pendapatan serta jumlah perangkat aktif di masa mendatang.

    Dengan basis pengguna yang terus meningkat dan inovasi teknologi yang terus berkembang, Apple tetap menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, dengan pengaruh yang semakin luas dalam kehidupan digital konsumennya.

  • Kabar Gembira Buat Apple, Pabrik iPhone Tak Perlu Bayar Pajak Ini

    Kabar Gembira Buat Apple, Pabrik iPhone Tak Perlu Bayar Pajak Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah India mengumumkan penghapusan pajak impor beberapa komponen penting yang digunakan untuk memproduksi smartphone di negaranya.

    Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, dalam penyampaian anggaran tahunan Sabtu (1/2).

    Kebijakan ini diambil sebagai dorongan untuk menggenjot produksi lokal. Perusahaan seperti Apple dan Xiaomi akan paling diuntungkan.

    Produksi elektronik India telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam enam tahun terakhir menjadi US$ 115 miliar pada 2024. Negara ini sekarang menjadi produsen smartphone terbesar kedua di dunia.

    Apple memimpin pasar smartphone di India dengan pangsa 23% dari total pendapatan selama tahun 2024, diikuti oleh Samsung dengan pangsa 22%, menurut perusahaan riset Counterpoint.

    Daftar tersebut termasuk komponen untuk perakitan ponsel seperti perakitan papan sirkuit tercetak (printed circuit board), bagian dari modul kamera, dan kabel USB, yang sebelumnya dikenai pajak sebesar 2,5%.

    Pemotongan ini akan membantu India untuk lebih baik dalam menghadapi tahun yang berpotensi mengganggu perdagangan global karena ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump, demikian dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2025).

    Ketika Trump berharap kebijakan “America First” menarik lebih banyak unit manufaktur kembali ke AS, India berusaha untuk mengambil keuntungan dari perang dagang AS-China untuk meningkatkan pangsa rantai pasokan globalnya.

    Secara internal, kementerian TI India telah memperingatkan bahwa mereka berisiko kalah dari China dan Vietnam dalam perlombaan ekspor smartphone jika mereka tidak menurunkan tarif untuk memikat perusahaan-perusahaan global, demikian yang dilaporkan Reuters tahun lalu.

    (fab/fab)

  • CEO Nvidia Jensen Huang Jual Saham Senilai Rp 230 Miliar Hampir Tiap Hari, Apa Alasannya? – Page 3

    CEO Nvidia Jensen Huang Jual Saham Senilai Rp 230 Miliar Hampir Tiap Hari, Apa Alasannya? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – CEO Nvidia Jensen Huang disebut memiliki kebiasaan unik menjual saham besaran-besaran tiap harinya. Mengutip Economic Times, Senin (3/2/2025), Jensen Huang melepas saham senilai USD 14 juta (atau setara Rp 230 miliar) setiap hari.

    Langkah Jensen Huang ini pun menimbulkan pertanyaan di kalangan investor. Mereka bertanya-tanya mengapa Jensen Huang memilih menjual sahamnya ketimbang menahan, terutama setelah nilai saham Nvidia melonjak.

    Sekadar informasi, lima tahun lalu, kekayaan Jensen Huang sebesar USD 3,73 miliar. Kini kekayaan Jensen Huang tercatat sebesar lebih dari USD 92 miliar, meski jumlah tersebut turun dari puncaknya sebesar USD 119 miliar pada awal musim panas ini.

    Rupanya, menurut laporan Fortune, penjualan saham Jensen Huang tersebut dilakukan berdasarkan rencana 10b5-1. Apa itu?

    Adapun rencana 10b5-1 merupakan perjanjian perdagangan yang sudah diprogram sebelumnya, yang dimaksud untuk menghindari perdagangan orang dalam.

    Meski dirinya mengikuti prosedur hukum, investor mengira ada sesuatu yang mungkin terjadi di dalam perusahaan. Hal ini karena Jensen Huang memilih untuk menjual saham setelah periode kinerja saham yang tinggi kemudian menurun.

    Adapun penjualan saham yang dilakukan Jensen Huang bukanlah hal baru. Tahun lalu, dirinya menjual saham senilai USD 117 juta. Selanjutnya, ia juga menjual saham senilai USD 323 juta pada Juli tahun 2024.

    Apple resmi masuk dalam persaingan teknologi AI generatif dengan memperkenalkan serangkaian fitur baru yang akan meningkatkan performa iPhone dan produk populer lainnya.

  • Apple bakal Pakai DeepSeek untuk Apple Intelligence, Strategi Dongkrak Penjualan iPhone 16 di China? – Page 3

    Apple bakal Pakai DeepSeek untuk Apple Intelligence, Strategi Dongkrak Penjualan iPhone 16 di China? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Apple hingga kini belum meluncurkan fitur AI mereka, Apple Intelligence, untuk pengguna mereka di pasar China. Namun, hal ini mungkin segera berubah.

    Mengutip Phone Arena, Senin (3/2/2025), raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu berencana untuk mengintegrasikan DeepSeek ke dalam fitur Apple Intelligence.

    Satu alasan utama Apple Intelligence belum tersedia untuk pengguna iPhone di China adalah karena peraturan ketat pemerintah setempat. Undang-undang di China melarang penggunaan modal AI dari barat, seperti ChatGPT atau Gemini.

    Karena itu, Apple butuh mencari mitra AI lokal untuk memenuhi standar regulasi China. DeepSeek AI sedang mencuri perhatian belakang ini muncul sebagai kandidat utama untuk mengisi celah tersebut.

    DeepSeek, startup AI asal China besutan Liang Wengfeng ini sedang menjadi pembicaraan hangat di industri AI dan disebut-sebut mampu menyaingi model buatan OpenAI, Google, dan Meta.

    Tak hanya itu, biaya operasional DeepSeek sendiri diklaim jauh lebih rendah dibandingkan ChatGPT juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Apple.

    Laporan terbaru menyebutkan, perusahaan tengah menguji integrasi DeepSeek ke dalam Apple Intelligence. Jika sukses, langkah ini dapat membuka peluang besar bagi Apple untuk kembali bersaing di pasar smartphone China, yang saat ini didominasi oleh produsen lokal.

    Walau integrasi DeepSeek ke Apple Intelligence dapat menjadi solusi penjualan iPhone di China, hal ini belum menjamin apakah fitur-fitur AI yang ditawarkan akan dirilis bersamaan.

    Hingga kini, fitur AI buatan Apple masih belum tersedia sepenuhnya untuk pengguna iPhone, iPad, maupun perangkat lainnya.

    Apple resmi masuk dalam persaingan teknologi AI generatif dengan memperkenalkan serangkaian fitur baru yang akan meningkatkan performa iPhone dan produk populer lainnya.

  • Deepseek Datang, Industri AI Indonesia Diuntungkan?

    Deepseek Datang, Industri AI Indonesia Diuntungkan?

    Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi asisten AI buatan startup asal China, DeepSeek, diprediksi dapat membuat perkembangan AI di Indonesia menjadi lebih baik.

    Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda hadirnya Deepseek mampu menjulang di antara platform AI global lainnya.

    Tidak hanya itu, hadirnya Deepseek dapat menjadi contoh bagi industri teknologi dalam negeri bahwa modal kecil tidak jadi hambatan. 

    Apalagi, Huda melihat saat ini Industri AI dalam negeri masih dapat dikembangkan lagi dan tidak digunakan hanya untuk business oriented seperti manajemen perusahaan.

    “Dengan membawa model yang bisa dikembangkan dari Deepseek, saya rasa perkembangan AI dalam negeri bisa lebih baik,” kata Huda kepada Bisnis, Senin (3/2/2025).

    Huda pun menjelaskan, dengan sistem Deepseek yang open source, pengembang atau pengguna dapat melihat model, mengembangkan, atau memperbaiki model di Deepseek. 

    Sehingga, pengembang atau pengguna dari negara berkembang mempunyai kesempatan untuk mengembangkan AI sendiri dari model Deepseek ini.

    “Tentu dengan modal yang cukup rendah, model Deepseek bisa menjadi alternatif,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, DeepSeek, berhasil menyalip ChatGPT dan meraih posisi sebagai aplikasi gratis berperingkat teratas di App Store Apple di Amerika Serikat.

    Melansir dari Reuters, Senin (27/1/2025), didukung oleh model AI DeepSeek-V3, aplikasi ini telah menarik perhatian besar di kalangan pengguna AS sejak dirilis pada 10 Januari, menurut data dari firma riset aplikasi Sensor Tower.

    Adapun model AI DeepSeek-V3 diklaim oleh para pengembangnya memimpin papan peringkat di antara model sumber terbuka (open source) dan menyaingi model sumber tertutup (closed source) tercanggih di dunia.

    Pencapaian ini menunjukkan betapa DeepSeek berhasil meninggalkan jejaknya di Silicon Valley, sekaligus meruntuhkan anggapan umum tentang dominasi Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). 

    Keberhasilan ini juga menguji efektivitas kebijakan kontrol ekspor Washington yang menargetkan chip canggih dan teknologi AI China.

    Model-model AI seperti ChatGPT dan DeepSeek memerlukan chip canggih untuk pelatihan. Pemerintahan Presiden Joe Biden telah memperkenalkan serangkaian pembatasan sejak 2021 yang bertujuan untuk menghentikan ekspor chip tersebut ke China, dengan tujuan mencegah pengembangan model-model AI yang kompetitif dari perusahaan-perusahaan China.

  • 5 Produk Apple yang Rilis Mulai Bulan Depan, Ada iPhone SE 4 hingga MacBook Air – Page 3

    5 Produk Apple yang Rilis Mulai Bulan Depan, Ada iPhone SE 4 hingga MacBook Air – Page 3

    Apple kemungkinan juga akan merilis iPad versi termurah, yakni iPad 11. Perangkat ini kemungkinan mendapatkan update besar dalam lebih dari 2 tahun terakhir, yakni kehadiran Apple Intelligence.

    Rumor yang beredar saat ini menyebutkan, iPad 11 akan menggunakan chip A17 Pro, seperti yang dipakai pada iPad Mini. Chipset ini pertama dipakai Apple pada iPhone 15 Pro yang rilis dua tahun lalu.

    3. MacBook Air dengan Chip M4

    Apple juga akan memperkenalkan MacBook Air yang didukung dengan chip baru yakni M4.

    Selain pembaruan dari segi chip yang digunakan, belum diketahui peningkatan apa lagi yang diusung pada MacBook ini.

  • Apple Hentikan Proyek Kacamata AR Pesaing Meta Ray-Ban

    Apple Hentikan Proyek Kacamata AR Pesaing Meta Ray-Ban

    Jakarta

    Apple memiliki sejumlah proyek augmented dan virtual reality (AR dan VR) di bawah Vision Products Group. Salah satunya adalah proyek kacamata AR, namun kini kabarnya proyek itu dibatalkan.

    Menurut laporan Bloomberg, proyek kacamata AR itu memiliki kode N107. Perangkatnya disebut memiliki desain seperti kacamata biasa, namun dilengkapi dengan display di bagian lensa yang dapat menampilkan informasi.

    Awalnya Apple ingin kacamata pintar tersebut bisa terhubung ke iPhone. Namun perangkat itu membutuhkan banyak daya dan tenaga, sementara baterai dan performa iPhone tidak cukup untuk mendukung kacamata tersebut.

    Apple kemudian beralih menggunakan Mac sebagai sumber daya dan performa. Tetapi sejumlah eksekutif Apple tidak yakin perangkat yang terhubung dengan Mac merupakan solusi yang tepat, sehingga proyek itu akhirnya dibatalkan.

    Kacamata AR yang dikembangkan Apple memiliki bobot lebih ringan dibandingkan Vision Pro, dan tidak dilengkapi head strap untuk menopang perangkat saat dikenakan pengguna.

    Perangkat ini tidak memiliki layar depan yang bisa memproyeksikan mata pengguna secara eksternal, namun lensanya dapat berubah warna sehingga orang lain bisa melihat apakah pengguna sedang sibuk atau tidak, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Senin (3/2/2025).

    Pembatalan ini menimbulkan tanda tanya besar atas rencana masa depan Apple di sektor AR dan XR. Apple kabarnya pernah membatalkan proyek kacamata AR berbeda pada tahun 2023.

    Pengembangan headset Vision Pro 2 kabarnya sedang ditangguhkan karena mereka lebih fokus menggarap Vision Pro versi terjangkau. Sementara itu, Vision Pro generasi pertama juga kurang laris.

    Di sisi lain, kompetitor seperti Meta justru bersemangat menggarap kacamata AR. CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkap kacamata Meta Ray-Ban sudah terjual satu juta unit tahun lalu, dan mereka akan meluncurkan versi lebih mewahnya tahun ini.

    (vmp/vmp)

  • DeepSeek Bikin Kacau, China Siap-siap Kena Tamparan Keras

    DeepSeek Bikin Kacau, China Siap-siap Kena Tamparan Keras

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia Jensen Huang membahas soal DeepSeek, perusahaan AI asal China yang mengguncang dunia teknologi. Salah satu yang dibahas adalah rencana memperketat ekspor chip AI ke China.

    Pembahasan tersebut terjadi dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (2/1) waktu setempat.

    Trump tidak memberikan rincian pertemuannya dengan bos raksasa chip AS itu, namun ia menyebut Huang sebagai “seorang pria terhormat”.

    “Saya tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi. Kami mengadakan pertemuan. Itu adalah pertemuan yang baik,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2025).

    Pertemuan pada Jumat sore itu terjadi ketika pemerintah merencanakan pembatasan lebih lanjut ekspor chip AI pada musim semi ini atau sekitar Maret-Mei 2025. Kebijakan diambil untuk memastikan kekuatan komputasi tetap berada di AS dan para sekutunya, sembari mencari lebih banyak cara untuk melumpuhkan teknologi China.

    “Kami menghargai kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Trump dan mendiskusikan semikonduktor dan kebijakan AI,” kata juru bicara Nvidia dalam sebuah pernyataan.

    “Jensen dan Presiden membahas pentingnya memperkuat teknologi AS dan kepemimpinan AI,” imbuhnya.

    Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan sebelum DeepSeek membuat heboh dunia teknologi.

    Sumber tersebut juga menyebut bahwa Presiden AS yang baru dilantik itu berpikir bahwa kemunculan perusahaan China berarti “perusahaan AS tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membangun alternatif (AI) yang murah”.

    Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa China sedang mengejar ketertinggalannya dari AS dalam pengembangan AI.

    Pekan lalu, DeepSeek meluncurkan asisten gratis yang katanya menggunakan lebih sedikit data dengan biaya yang lebih murah daripada model AS.

    Dalam beberapa hari, DeepSeek menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store Apple dan memicu kekhawatiran tentang keunggulan Amerika Serikat dalam bidang AI, yang memicu hilangnua sekitar US$ 1 triliun dari saham teknologi AS. Pada satu titik, saham Nvidia, produsen utama chip AI, turun 17%.

    Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan penjualan chip H20 Nvidia yang dirancang untuk pasar China, kata tiga orang yang mengetahui masalah ini kepada Reuters.

    (fab/fab)

  • DeepSeek Bisa Jadi Berkah Buat Apple di China, Kenapa?

    DeepSeek Bisa Jadi Berkah Buat Apple di China, Kenapa?

    Jakarta

    Kedatangan AI DeepSeek mengusik moncernya bisnis Nvidia. Namun, AI asal China ini malah bisa menjadi berkah untuk Apple.

    Seperti diketahui, Apple mengedepankan fitur Apple Intelligence di jajaran iPhone 16. Namun di China — pasar terbesar Apple –, fitur tersebut belum dirilis sampai saat ini karena Apple masih mencari mitra pembuat AI yang bisa dipakai di Apple Intelligence.

    Peraturan di China melarang Apple menggunakan model AI yang sama dengan negara di luar China, alhasil mereka harus mencari model AI buatan China untuk dibenamkan di Apple Intelligence.

    Sebelumnya Apple diketahui sempat mendekati Tencent dan ByteDance untuk mengintegrasikan model AI buatan mereka ke dalam iPhone yang dijual di China. Sebelumnya mereka juga sempat mendekati Baidu untuk alasan sama, namun batal karena masalah teknis.

    Sampai akhirnya DeepSeek dirilis, dan Apple kabarnya langsung menguji integrasi DeepSeek ke dalam iPhone. Keunggulannya DeepSeek bagi Apple adalah biaya operasionalnya yang rendah, serta cocok untuk menggantikan model AI yang dipakai iPhone di negara lain, yaitu GPT.

    Seperti diketahui, saat ini ChatGPT tak tersedia di China, dan pemerintah China mewajibkan semua layanan AI generatif untuk mendapatkan izin sebelum dirilis ke publik. Hal ini membuat Apple perlu mencari mitra lokal untuk fitur AI di produk-produknya.

    Masalah ketidakhadiran Apple Intelligence untuk produk Apple yang ada di China juga menjadi masalah besar untuk perusahaan asal Cupertino, AS, itu. Pasalnya saat ini market share mereka cenderung menurun di China, dan para pesaingnya sudah menyertakan fitur AI di perangkat buatannya.

    Misalnya Huawei yang baru merilis seri Mate 70 pada November lalu dengan berbagai kemampuan AI yang menggunakan large language model (LLM) buatannya sendiri.

    Huawei ini juga menjadi pesaing besar Apple di China. Berdasarkan data IDC untuk Q3 2024, pengapalan produk Apple turun 0,3% sementara pengapalan produk Huawei melesat 42% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    (asj/asj)

  • 15 HP Paling Laku Sepanjang Masa, Pernah Pakai Salah Satunya?

    15 HP Paling Laku Sepanjang Masa, Pernah Pakai Salah Satunya?

    Jakarta

    Handphone (HP) saat ini menjadi perangkat yang paling umum digunakan oleh manusia. Ukurannya yang kini ramping ditanamkan berbagai teknologi mutakhir sehingga mudah dibawa-bawa dan dipakai untuk komunikasi sampai bekerja.

    Dalam beberapa dekade terakhir sejak pertama kemunculannya, miliaran unit ponsel telah dijual di seluruh dunia. Per 2021 saja, 7,1 miliar populasi global sudah menggunakan HP. Hitungannya belum termasuk seorang pengguna yang memakai 2 ponsel atau lebih.

    Model HP yang telah dirilis hingga saat ini pun sudah banyak sekali. Beberapa di antaranya sangat laris di pasaran bahkan mungkin detikers pernah menggunakannya. Penasaran dengan ponsel terlaris? Cari tahu di bawah ini.

    Daftar HP Paling Laku di DuniaHP Terlaris Sepanjang Sejarah Foto: Visual Capatalist

    Berdasarkan data Visual Capitalist, mulai dari Nokia 1100, iPhone 6/6 Plus, hingga Samsung E1100 menjadi deretan ponsel dengan penjualan terlaris sepanjang masa. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Mobile Phone Museum, IGN, dan History Cooperative:

    1. Nokia 1100

    Nokia 1100 Foto: Wikimedia Commons/Warszawska róg Szerokiej w Tomaszowie Mazowieckim, w województwie łódzkimTotal penjualan: 250 juta unit

    Diluncurkan pada 2003, Nokia 1100 dapat digunakan untuk panggilan telepon dan pesan teks. Ponsel ini sudah dilengkapi senter yang bisa diaktifkan dengan menekan dan menahan tombol C pada telepon.

    Perangkat ini awalnya ditujukan untuk basis konsumen di negara-negara berkembang seperti India, tetapi konsumen global juga tertarik dengannya. Produksi Nokia 1100 akhirnya dihentikan pada 2009.

    2. Nokia 1110

    Nokia 1110 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 248 juta unit

    Nokia 1110 dirilis pada 2005. Ponsel ini menawarkan layar inversi monokrom dengan latar belakangnya gelap sementara karakternya terang. Meski begitu, layarnya dapat terbaca di bawah sinar matahari. Kini, ponsel Nokia satu ini sudah discontinued.

    3.iPhone 6/6 Plus

    iPhone 6/6 Plus Foto: Sean Gallup/GettyImagesTotal penjualan: 222 juta unit

    iPhone 6 dan 6 Plus diluncurkan berbarengan pada 19 September 2014. Peluncuran keduanya menyuguhkan model yang benar-benar baru, perangkat ramping dengan layar lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

    Ponsel ini dilengkapi NFC yang hanya mendukung Apple Pay. Kameranya 8 MP dengan dukungan iOS 8. Pada 2016, Apple menghentikan produksi kedua model.

    4. Nokia 105 Series

    Nokia 105 (2017) Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 200 juta unit

    Nokia 105 pertama kali diperkenalkan pada 2013 dengan mengunggulkan masa pakai baterainya yang awet berhari-hari. Dalam mode siaga, baterainya bisa tahan hingga sebulan.

    Ponsel yang dibanderol sangat terjangkau ini memiliki bodi ramping dan sudah dipasangkan layar berwarna cukup terang. Tombol keypadnya mudah ditekan dan disematkan pintasan ke mode senyap, kalender, hingga jendela penulisan SMS.

    HMD Global, pemegang lisensi merek ponsel Nokia, kemudian merilis kembali Nokia 105 pada 2017 dengan layar lebih lebar dan dual SIM. Begitu juga HP ini diluncurkan lagi dengan peningkatan fitur pada 2019, 2022, dan 2023.

    5. iPhone 6S/6S Plus

    iPhone 6S Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 174 juta unit

    iPhone 6S dan 6S Plus menawarkan sedikit peningkatan dari 6 dan 6 Plus. Meski begitu, kedua ponsel yang diluncurkan tepat setahun setelah versi sebelumnya ini memberikan peningkatan signifikan pada kinerja dan pengalaman pengguna.

    Apple menyematkan fitur unggulan 3D touch yang memungkinkan layar ponsel membedakan ketukan ringan dan keras saat diberi perintah. Selain itu, versi 6S/6S Plus menjadi iPhone pertama yang memiliki kemampuan video 4K.

    6. iPhone 5S

    iPhone 5S Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 165 juta unit

    iPhone 5S dirilis pada 20 September 2013. Versi ini menandai kemunculan pertama Touch ID yang memungkinkan pengguna membuka kunci iPhone cukup dengan menempelkan jari pada tombol beranda. Teknologi tersebut menjadi fitur utama di semua model iPhone berikutnya hingga iPhone X.

    7. Nokia 3210

    Nokia 3210 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 161 juta unit

    3210 menjadi salah satu HP Nokia yang melegenda karena diluncurkan pada 1999, akhir tahun pergantian milenium. Perangkatnya kuat dan baterainya tahan lama. Desainnya simpel dengan ukuran cukup tebal.

    Pada 2024 silam, HMD Global sebagai pemegang lisensi merek ponsel Nokia merilis 3210 terbaru. Dalam rangka perayaan ke-25 ponsel tersebut, model terbarunya dibuat ukuran yang mirip dengan dilengkapi fitur yang lebih canggih meliputi kamera, konektivitas bluetooth, hingga jaringan 4G.

    8. iPhone 7/7 Plus

    iPhone 7 Plus Foto: detikINET/Adi Fida RahmanTotal penjualan: 160 juta unit

    Apple memperkenalkan iPhone 7 dan 7 Plus pada 16 September 2016. Peluncurannya terbilang kontroversial karena jack headphone dihilangkan. Sehingga pengguna mesti menghubungkan headphone melalui bluetooth.

    Generasi ini adalah iPhone pertama yang tahan air dan debu. Seri 7 Plus juga menjadi iPhone pertama yang menawarkan sistem kamera ganda.

    9. iPhone 11/11 Pro/11 Pro Max

    iPhone 11 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINETTotal penjualan: 159 juta unit

    iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max dirilis sekaligus pada 10 September 2019. Perbedaan terbesar antara ketiganya adalah kamera. Dua lensa kamera belakang untuk iPhone 11 dan tiga kamera belakang untuk pertama kalinya bagi 11 Pro dan 11 Pro Max.

    Ukuran dan kualitas layar iPhone generasi ini juga berbeda. iPhone 11 disematkan LCD Liquid Crystal sementara 11 Pro dan 11 Pro Max memiliki layar OLED Super Retina. iPhone generasi 11 secara umum didukung prosesor A13 Bionic dan daya tahan baterai lebih baik dari pendahulunya.

    10. iPhone XR/XS/XS Max

    iPhone XR/XS/XS Max Foto: Luthfy SyabanTotal penjualan: 151 juta unit

    iPhone XR diumumkan bersamaan dengan iPhone XS dan XS Max pada 21 September 2018, tetapi dirilis pada 26 Oktober 2018.

    Apple berupaya membuat iPhone seri XS sebagai penyempurna model X sebelumnya, tetapi desainnya justru sangat mirip. Peningkatan yang paling signifikan terlihat pada prosesornya yang menjadi A12 Bionic.

    Sementara iPhone XR yang dibanderol lebih murah dari XS dan XS Max mempunyai beberapa fitur yang sama seperti A12 Bionic dan iOS 12. Sayang, XR tidak dilengkapi layar OLED Super Retina dan lensa telefoto.

    11. Nokia 6600

    Nokia 6600 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 150 juta unit

    Nokia 6600 yang dirilis pada 2004 terbilang sangat ikonik pada masanya. Ponsel ini sudah dilengkapi kamera belakang untuk mengambil foto dan merekam video, konektivitas bluetooth, hingga mendukung browser Opera.

    Di awal peluncurannya, 6600 disebut sebagai ponsel tercanggih Nokia. Meski penjualannya melambung, produksinya dihentikan pada 2007.

    12. Nokia 1200

    Nokia 1200 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 150 juta unit

    Perangkat Nokia ini diperkenalkan pada 2007 dan dirilis bersamaan dengan model 1208. Ponsel 1200 memiliki layar monokrom dan dilengkapi fitur pelacakan waktu panggilan, buku telepon multiguna, hingga senter sekali sentuh.

    Nokia 1200 ditujukan untuk konsumen di negara berkembang sehingga dibanderol dengan harga terjangkau.

    13. Nokia 5230

    Nokia 5230 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 150 juta unit

    Saat dirilis pada 2009, Nokia 5230 sudah didukung perangkat lunak Symbian S60. Ponsel ini juga sudah dilengkapi layar sentuh dan kamera.

    Nokia 5230 menjadi varian lebih murah dari model 5800, HP layar sentuh pertama Nokia yang didukung Symbian S60 dan hadir sebagai pesaing iPhone.

    14. Samsung E1100

    Samsung E1100 Foto: dok. GSM ArenaTotal penjualan: 150 juta unit

    Diperkenalkan pertama kali pada 2009, E1100 menjadi satu-satunya ponsel Samsung yang masuk jajaran top 15 penjualan terlaris sepanjang masa. Meski begitu, HP ini bukan berupa smartphone melainkan masih berjenis bar (batang).

    Samsung E1100 menawarkan fitur dasar seperti mengirim SMS dan membuat panggilan telepon. Baterainya yang tahan lama, desain kokoh, serta harganya yang terjangkau menjadi daya tarik perangkat ini.

    15. iPhone 5

    iPhone 5 Foto: Justin Sullivan/Getty ImagesTotal penjualan: 146 juta unit

    iPhone 5 yang diluncurkan pada 21 September 2012 menjadi seri iPhone pertama yang mendukung jaringan LTE. Perangkat ini juga merupakan iPhone pertama yang dilengkapi port Lightning, yang merupakan perubahan besar dari adaptor 30-pin sebelumnya.

    (azn/row)