brand merek: Apple

  • Ekspor Batu Bara Dibatasi, Surplus Domestik Bakal Diapakan? – Page 3

    Ekspor Batu Bara Dibatasi, Surplus Domestik Bakal Diapakan? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira mempertanyakan rencana pemerintah yang berencana membatasi ekspor batu bara Indonesia. 

    Lantaran, ia menilai produksi batu bara sudah lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri. Sehingga surplus produksi dalam negeri tersebut bakal sia-sia jika tidak disetor ke pasar global, dan membuat negara berpotensi kehilangan penerimaan. 

    “Kalau untuk batu bara enggak ada masalah dalam negeri, terpenuhi (kebutuhan stoknya), luar biasa di-support,” kata Anggawira kepada Liputan6.com, Selasa (4/2/2025).

    Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut mengatakan, sejauh ini pemerintah belum memberikan pengetatan ekspor batu bara kepada pengusaha tambang. 

    Merujuk kebijakan yang sudah ada, ia menyebut alokasi ekspor suatu komoditas bakal diperketat jika kebutuhan dalam negeri tidak bisa dipenuhi. Sementara untuk batu bara, tingkat produksinya kini lebih tinggi empat kali dari jumlah kebutuhan dalam negeri.

    “Praktiknya dalam negeri aman-aman saja. Karena produksi batu bara kita surplus. Kecuali kita minus, kayak minyak bumi. Atau misal kayak LNG, kita kebutuhannya naik, jadi prioritasnya dalam negeri. Jadi enggak apple to apple (jika ekspor batu bara kena pembatasan),” bebernya.

    “Tapi kalau batu bara antara kebutuhan domestik sama eks produksi jauh. Kebutuhan domestik kita 200 ribuan (ton), total produksi kita hampir 800 ribu (ton). Jadi masih surplus jauh sekali,” ujar Anggawira. 

    Ingin Dongkrak Harga Batu Bara Indonesia

    Adapun wanti-wanti pembatasan ekspor batu bara Indonesia dikoarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Lantaran harga batu bara Indonesia terus mendapat tekanan di pasar global, padahal berkontribusi sangat besar untuk kebutuhan dunia. 

     

     

     

  • Apple Rilis Ulang iOS 18.3 ke iPhone 11: Hadirkan Perbaik Bug dan Fitur Baru di Kalkulator – Page 3

    Apple Rilis Ulang iOS 18.3 ke iPhone 11: Hadirkan Perbaik Bug dan Fitur Baru di Kalkulator – Page 3

    Di sisi lain, rumor iPhone SE 4 kini tengah ramai dibicarakan, terutama usai video dan foto ponsel anyar milik Apple ini sudah beredar di internet.

    Leaker terpercaya, Majin Bu, membagikan bocoran iPhone SE 4 ini melalui akun X–sebelumnya Twitter–memperlihatkan dengan jelas desain iPhone tersebut.

    Berdasarkan foto-foto dan video yang diunggah @MajinBuOfficial di X, Apple masih mempertahankan satu kamera belakang, dan menjadi lini SE pertama dengan ports USB-C.

    Menariknya, ponsel baru Apple ini masih memakai notch (jidat) di layar, berbeda dari rumor sebelumnya yang mengatakan akan tampil dengan desain Dynamic Island.

    Leaker lain, Evan Blass, sebelumnya sempat menyatakan Apple bakal menggunakan desain Dynamic Island untuk seri ini. Namun, tampaknya masih tetap mempertahankan notch di layar. Walau begitu, iPhone SE 4 sudah mendukung fitur Face ID.

  • Waduh, iPhone di Eropa Bisa Instal Aplikasi Video Porno

    Waduh, iPhone di Eropa Bisa Instal Aplikasi Video Porno

    Jakarta

    Apple sebenarnya sangat anti terhadap aplikasi yang berbau pornografi. Namun di iPhone yang dipakai di Eropa saat ini sudah bisa dipakai mengunduh aplikasi video porno.

    Penyebabnya adalah marketplace iOS pihak ketiga boleh beroperasi di negara-negara Uni Eropa. Salah satunya adalah AltStore PAL yang baru-baru memberi izin edar untuk aplikasi Hot Tub, sebuah browser konten dewasa bebas iklan.

    Menurut pengembang AltStore PAL Riley Testut, aplikasi ini sudah melewati tahap verifikasi terkait penipuan, ancaman keamanan, dan fungsi. Menurutnya aplikasi ini sudah mulai bisa diunduh lewat marketplace tersebut.

    Padahal, pornografi atau konten seksual sangat diharapkan muncul di App Store. Steve Jobs pernah menyebut kalau Apple punya tanggung jawab moral untuk melarang kehadiran pornografi di iPhone.

    Menurut Jobs saat itu, orang yang mencari aplikasi terkait ponografi semestinya membeli ponsel Android saja, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (4/2/2025).

    Namun gara-gara aturan Digital Markets Act yang diterapkan oleh Uni Eropa, pengguna iPhone kini bisa menginstal aplikasi dari luar App Store, termasuk AltStore PAL.

    Dalam keterangan resminya, Apple mengaku khawatir soal risiko keamanan yang bisa muncul dari aplikasi pornografi seperti yang dimaksud, terutama untuk anak-anak di Uni Eropa.

    “Aplikasi ini dan aplikasi lain yang serupa akan merusak keyakinan dan kepercayaan konsumen terhadap ekosistem kami yang telah kami upayakan selama lebih dari satu dekade untuk menjadikannya yang terbaik di dunia,” kata juru bicara Apple Peter Ajemian dalam keterangannya.

    Apple juga menepis pernyataan yang dikeluarkan oleh pengembang marketplace tersebut, karena Apple sama sekali tidak memberi izin untuk aplikasi tersebut dan tak akan pernah dimunculkan di App Store.

    “Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kami diharuskan oleh Komisi Eropa untuk mengizinkannya didistribusikan oleh operator pasar seperti AltStore dan Epic yang mungkin tidak memiliki kekhawatiran yang sama terhadap keselamatan pengguna,” tambah Ajemian.

    AltStore PAL adalah salah satu marketplace alternatif untuk aplikasi iOS pertama di Eropa. Pertama dihadirkan pada April 2024 dan berisikan banyak aplikasi dan utilitas termasuk emulator game yang dulunya dilarang oleh Apple. Software torrent dan game Fortnite dari Epic Games juga dihadirkan di marketplace aplikasi ini.

    (asj/asj)

  • Apple Protes Keras! Aturan Digital Markets Act Sebabkan Aplikasi Porno Muncul di iPhone – Page 3

    Apple Protes Keras! Aturan Digital Markets Act Sebabkan Aplikasi Porno Muncul di iPhone – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Apple buka suara terkait Digital Markets Act setelah diberlakukan di Uni Eropa pada 2 Mei 2023, di mana regulasi ini memaksa perusahaan membuka ekosistemnya dan mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga di wilayah itu terpasang di iPhone atau perangkat lainnya.

    Karena aturan DMA ini, aplikasi berbahaya dan kontrovesi, seperti Hot Tube pun mulai marak bermunculan di iPhone, iPad, atau perangkat Apple lainnya lewat AltStore PAL.

    Apple Murka, Salahkan Regulasi DMA UE

    Melaluii pernyataan resminya ke tim Liputan6.com, Selasa (4/2/2/2025), Apple khawatir terhadap dampak negatif aplikasi pornografi semacam ini bagi pengguna, terutama anak-anak.

    “Kami sangat prihatin dengan risiko keamanan ditimbulkan oleh aplikasi porno vulgar jenis ini bagi pengguna di Uni Eropa, terutama anak-anak,” ucap Apple dalam keterangannya.

    Menurut raksasa berbasis di Cupertino, kemunculan aplikasi ini dan aplikasi serupa lainnya di App Store akan merusak kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap ekosistem yang telah dibangun lebih dari satu dekade dengan standar keamanan ketat.

    Di sisi lain, pengembang aplikasi Hot Tube mengklaim telah mendapatkan persetujuan dari Apple sebelum meluncurkan aplikasinya.

    Namun, Apple dengan tegas menepis klaim tersebut dan menyebut pernyataan pengembang aplikasi sebagai kebohongan.

    “Bertentangan dengan pernyataan palsu dibuat oleh pengembang, kami tentu saja tidak menyetujui aplikasi ini dan tidak akan pernah menawarkannya di App Store kami,” tegas Apple.

    Perusahaan menyebut, aplikasi seperti Hot Tube hadir di iPhone bukan karena kebijakan internal mereka, tetapi akibat DMA diterapkan oleh Uni Eropa.

    “Pada kenyataannya adalah kami diwajibkan oleh Komisi Eropa untuk mengizinkannya didistribusikan oleh operator pasar seperti AltStore dan Epic yang mungkin tidak mempunyai keprihatinan sama dengan kami terhadap keselamatan pengguna.”

  • Aplikasi Porno Pertama di iPhone Bakal Muncul di Eropa, Kok Bisa? – Page 3

    Aplikasi Porno Pertama di iPhone Bakal Muncul di Eropa, Kok Bisa? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Aplikasi porno pertama di iPhone yang disebutkan telah persetujuan dari Apple kini digulirkan di Eropa.

    Meski begitu, aplikasi ini bukan didistribusikan melalui App Store namun melalui marketplace aplikasi iOS pihak Ketika AltStore PAL.

    Pengembang AltStore PAL Riley Testut mengatakan, aplikasi bernama aplikasi Hot Tub, mendeskripsikan dirinya sebagai layanan browser konten dewasa bebas iklan.

    Menurut pengembang, sebagaimana dikutip The Verge, Selasa (4/2/2025), aplikasi ini telah lolos dari tinjauan notaris Apple dan dianggap terbebas dari penipuan, ancaman keamanan, dan akan tersedia untuk pengguna AltStore PAL di masa mendatang.

    Para pengguna di negara-negara Uni Eropa sudah bisa mengunduh aplikasi dewasa tersebut melalui AltStore PAL.

    Adapun alasan aplikasi Hot Tub tidak masuk ke App Store karena Apple sendiri melarang materi seksual atau pornografi yang terang-terangan di toko iOS miliknya.

    Sebelumnya, Steve Jobs pernah membalas email pelanggan yang mempertanyakan kebijakan App Store. Jobs kala itu mengatakan, “Apple memiliki tanggung jawab moral untuk menjauhkan pornografi dari iPhone.”

    Steve Jobs juga menyebutkan, orang yang ingin mencari aplikasi semacam itu bisa membeli smartphone Android.

    Sekadar informasi, berkat Undang-Undang DMA di Uni Eropa, pengguna iPhone di pasar tersebut kini memiliki kebebasan lebih besar untuk memasang aplikasi lain, di luar dari App Store.

    Apple resmi masuk dalam persaingan teknologi AI generatif dengan memperkenalkan serangkaian fitur baru yang akan meningkatkan performa iPhone dan produk populer lainnya.

  • Apple akan Luncurkan Fitur Confetti di iPhone, Apa Kegunaannya? – Page 3

    Apple akan Luncurkan Fitur Confetti di iPhone, Apa Kegunaannya? – Page 3

    DeepSeek, startup AI asal China besutan Liang Wengfeng ini sedang menjadi pembicaraan hangat di industri AI dan disebut-sebut mampu menyaingi model buatan OpenAI, Google, dan Meta.

    Tak hanya itu, biaya operasional DeepSeek sendiri diklaim jauh lebih rendah dibandingkan ChatGPT juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Apple.

    Laporan terbaru menyebutkan, perusahaan tengah menguji integrasi DeepSeek ke dalam Apple Intelligence. Jika sukses, langkah ini dapat membuka peluang besar bagi Apple untuk kembali bersaing di pasar smartphone China, yang saat ini didominasi oleh produsen lokal.

    Walau integrasi DeepSeek ke Apple Intelligence dapat menjadi solusi penjualan iPhone di China, hal ini belum menjamin apakah fitur-fitur AI yang ditawarkan akan dirilis bersamaan.

    Hingga kini, fitur AI buatan Apple masih belum tersedia sepenuhnya untuk pengguna iPhone, iPad, maupun perangkat lainnya.

  • Ramai-ramai Blokir DeepSeek Karena Khawatir Disadap China

    Ramai-ramai Blokir DeepSeek Karena Khawatir Disadap China

    Jakarta

    DeepSeek, perusahaan AI asal China, makin populer namun juga memancing kekhawatiran otoritas di seluruh dunia. Model AI dan aplikasi chatbot DeepSeek dilarang sejumlah negara dan badan pemerintah, yang cemas atas praktik etika, privasi, dan keamanan DeepSeek.

    Kekhawatiran terbesar yang dilaporkan adalah potensi kebocoran data ke pemerintah China. Menurut kebijakan privasi DeepSeek, perusahaan tersebut menyimpan semua data pengguna di China, di mana undang-undang setempat mewajibkan organisasi untuk berbagi data dengan pejabat intelijen atas permintaan. Dikutip detikINET dari Tech Crunch, berikut beberapa negara dan lembaga yang telah memblokir DeepSeek:

    Italia

    Italia jadi salah satu negara pertama yang melarang DeepSeek setelah penyelidikan pengawas privasi terhadap penanganan data pribadi DeepSeek. Akhir Januari, Otoritas Perlindungan Data (DPA) Italia menyelidiki praktik pengumpulan data DeepSeek dan kepatuhan terhadap GDPR, hukum Uni Eropa yang mengatur bagaimana data pribadi disimpan dan diproses di Uni Eropa.

    DPA memberi DeepSeek waktu 20 hari menanggapi pertanyaan tentang bagaimana dan di mana perusahaan menyimpan data pengguna dan untuk apa data itu digunakan. DeepSeek mengklaim aplikasinya tidak berada di yurisdiksi hukum Uni Eropa. DPA pun mengambil langkah untuk menghapus aplikasi DeepSeek dari toko aplikasi Apple dan Google di Italia.

    Taiwan

    Kementerian Urusan Digital Taiwan mengatakan DeepSeek membahayakan keamanan informasi nasional dan melarang lembaga pemerintah menggunakan AI milik perusahaan tersebut.

    Kementerian Taiwan mengatakan bahwa pekerja sektor publik dan fasilitas infrastruktur penting menghadapi risiko transmisi lintas batas dan kebocoran informasi dengan menggunakan teknologi DeepSeek. Larangan pemerintah Taiwan berlaku untuk karyawan lembaga pemerintah serta sekolah umum dan perusahaan milik negara.

    Kongres AS

    Kantor kongres AS dilaporkan telah diperingatkan untuk tidak menggunakan teknologi DeepSeek. Chief administrative officer (CAO), yang menyediakan layanan dukungan dan solusi bisnis untuk DPR, mengirimkan pemberitahuan ke kantor kongres yang menunjukkan bahwa teknologi DeepSeek sedang ditinjau.

    “Pelaku sudah mengeksploitasi DeepSeek untuk mengirim software berbahaya dan menginfeksi perangkat. Untuk mengurangi risiko ini, DPR mengambil langkah-langkah keamanan membatasi fungsionalitas DeepSeek pada semua perangkat yang dikeluarkan DPR,” tulis mereka. CAO melarang staf memasang aplikasi DeepSeek di ponsel pintar, komputer, atau tablet resmi mana pun.

    Texas

    Gubernur Texas Greg Abbott mengeluarkan perintah yang melarang software dari DeepSeek dan perusahaan China lainnya dari perangkat yang dikeluarkan pemerintah di negara bagian tersebut.

    Abbott mengatakan bahwa Texas takkan membiarkan Partai Komunis Chinak menyusup ke infrastruktur penting negara bagian melalui aplikasi AI pengumpul data dan media sosial. “Texas akan terus melindungi dan mempertahankan negara bagian kita dari aktor asing yang bermusuhan,” cetusnya.

    Angkatan Laut AS

    Angkatan Laut AS menginstruksikan anggotanya tidak menggunakan aplikasi atau teknologi DeepSeek. Mereka mengirim email yang melarang anggota menggunakan produk DeepSeek dalam kapasitas apa pun karena potensi masalah keamanan dan etika yang terkait dengan asal-usul dan penggunaan teknologi tersebut.

    Dalam email, Angkatan Laut mengatakan sangat penting bagi anggota tidak menggunakan AI DeepSeek untuk tugas-tugas terkait pekerjaan atau penggunaan pribadi dan menahan diri untuk tidak mengunduh, memasang, atau menggunakan AI DeepSeek.

    Pentagon

    Badan Sistem Informasi Pertahanan, yang bertanggung jawab atas jaringan TI Pentagon, bergerak untuk melarang situs web DeepSeek pada bulan Januari. Keputusan tersebut diambil setelah pejabat pertahanan menyuarakan kekhawatiran ada karyawan Pentagon menggunakan aplikasi DeepSeek tanpa izin.

    Bloomberg melaporkan bahwa meskipun larangan tersebut berlaku, personel Departemen Pertahanan dapat menggunakan AI DeepSeek melalui Ask Sage, platform resmi yang tidak terhubung langsung ke server China.

    NASA

    NASA juga telah melarang karyawan menggunakan teknologi DeepSeek. Memo dari kepala AI agensi antariksa itu memberi tahu personel bahwa server DeepSeek beroperasi di luar AS, yang menimbulkan kekhawatiran soal keamanan nasional.

    “DeepSeek dan produk serta layanannya tidak diizinkan untuk digunakan dengan data dan informasi NASA atau pada perangkat dan jaringan yang dikeluarkan pemerintah,” kata memo tersebut. “Karyawan tak diizinkan mengakses DeepSeek melalui perangkat NASA dan koneksi jaringan yang dikelola agensi.”

    (fyk/fyk)

  • WhatsApp Perluas Fitur Pengingat Event ke Percakapan Personal – Page 3

    WhatsApp Perluas Fitur Pengingat Event ke Percakapan Personal – Page 3

    Di sisi lain, kabar gembira bagi pengguna WhatsApp di perangkat iOS (iPhone). Update beta terbaru aplikasi pesan instan ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan dan beralih antar beberapa akun dalam satu perangkat.

    Mmenurut laporan WABetaInfo, sebagaimana dikutip dari Engadget, Selasa (28/1/2025), fitur ini hadir lebih dari setahun setelah tersedia untuk platform Android.

    “Dengan WhatsApp versi 25.2.10.70 untuk iOS, pengguna diberikan pilihan saat menambahkan akun kedua ke aplikasi,” tulis WABetaInfo dalam laporannya.

    Pengguna iPhone dapat mengaturnya sebagai akun utama yang berdiri sendiri atau memindai kode QR untuk menautkan akun baru sebagai pendamping.

    Pembaruan aplikasi WhatsApp tersebut saat ini tersedia untuk penguji beta melalui program TestFlight Apple.

    Sebelumnya, di Android, menjalankan dua akun secara bersamaan di WhatsApp memerlukan penggunaan dua kartu SIM (dual-SIM), karena setiap akun harus memiliki nomor teleponnya sendiri.

    WhatsApp memang menawarkan aplikasi lain, WhatsApp Business, yang memungkinkan pengguna untuk mengatur akun kedua menggunakan nomor telepon berbeda. Namun, hal ini tetap berarti pengguna harus berpindah antar dua aplikasi.

    Pembaruan di Android dan yang saat ini sedang diuji untuk iOS memungkinkan pengguna dengan dua nomor telepon untuk menyimpan semua percakapan mereka dalam satu aplikasi.

    Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi repot berpindah-pindah aplikasi atau menggunakan perangkat berbeda untuk mengelola dua akun WhatsApp. 

  • Kalah Telak, Amerika Siapkan Senjata Baru Lawan China

    Kalah Telak, Amerika Siapkan Senjata Baru Lawan China

    Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah gempuran AI asal China Deepsek, OpenAI merilis model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbarunya, o3-mini.

    Model AI yang bisa menyelesaikan soal matematika tersulit ini digratiskan untuk seluruh pengguna ChatGPT.

    “Kami merilis OpenAI o3-mini, model terbaru yang paling hemat biaya dalam seri penalaran kami, yang tersedia dalam ChatGPT dan API hari ini,” demikian tulis OpenAI dalam keterangan di laman resminya, dikutip Selasa (3/2/2025).

    Dalam keterangannya, OpenAI menyebut bahwa o3-mini diberikan kemampuan khusus dalam sains, matematika, dan pengkodean.

    Perusahaan juga mamp mempertahankan biaya rendah dan mengurangi latensi OpenAI o1-mini.

    Selain itu, pengguna dapat memilih di antara tiga opsi upaya penalaran, yakni rendah, sedang, dan tinggi, untuk mengoptimalkan kasus penggunaan spesifik mereka.

    Pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Pro dapat mengakses OpenAI o3-mini saat setelah diluncurkan, sementara akses pengguna Enterprise akan hadir mulai bulan ini.

    DeepSeek sendiri merupakan saingan terkuat OpenAi yang mengguncang para investor teknologi di AS dengan merilis R1.

    Pekan lalu, R1 berhasil menduduki posisi teratas di toko aplikasi Apple. Perusahaan mengklaim bahwa R1 telah dikembangkan dengan biaya yang lebih murah. Akibat viralnya model AI buatan China itu, membuat saham perusahaan teknologi AI di Nasdaq merosot dan kehilangan sekitar US$1 triliun.

    CEO OpenAI, Sam Altman, menanggapi tantangan dari DeepSeek dengan berjanji untuk “memberikan model yang jauh lebih baik” dan mempercepat rilis produk.

    Dia pertama kali mengumumkan rencana untuk merilis o3-mini pada 23 Januari, beberapa hari setelah DeepSeek meluncurkan R1.

    “Peluncuran hari ini menandai pertama kalinya kami menghadirkan kemampuan penalaran kepada pengguna gratis kami, sebuah langkah penting untuk memperluas aksesibilitas ke AI tingkat lanjut dalam melayani misi kami,” kata OpenAI, dikutip dari The Guardian.

    R1, teknologi yang mendasari chatbot DeepSeek, tidak hanya menyaingi kinerja OpenAI tetapi juga dikembangkan dengan sumber daya yang lebih sedikit.

    Hal ini membuat para investor bertanya-tanya apakah perusahaan teknologi AS akan melanjutkan dominasi mereka di pasar AI dan menghasilkan keuntungan dari dana miliaran dolar yang telah mereka investasikan dalam infrastruktur dan produk AI.

    (dem/dem)

  • Apple Intelligence Tambah Dukungan 8 Bahasa Baru Mulai April 2025 – Page 3

    Apple Intelligence Tambah Dukungan 8 Bahasa Baru Mulai April 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Fitur kecerdasan buatan inovatif yang diperkenalkan Apple, Apple Intelligence, bersama seri iPhone 16 pada bulan September lalu jadi game changer bagi pengguna Apple.

    Pada awal saat diperkenalkan, fitur Apple Intelligence ini tersedia hanya di beberapa negara tertentu. Meliputi Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Irlandia, Selandia Baru hingga Afrika Selatan.

    Sayangnya, keterbatasan dukungan bahasa yakni hanya bahasa Inggris membatasi aksesibilitasnya bagi pengguna yang lebih luas.

    Kini, Apple pun mengonfirmasi adanya pembaruan atau update bahasa yang didukung Apple Intelligence dan akan menambahkan lebih banyak bahasa ke daftar tersebut.

    Mengutip Gizchina, Selasa (4/2/2025), selama rapat pendapatan Apple Q4 2024, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan berita menarik ini untuk pengguna global. Apple Intelligence akan segera mendukung lebih dari enam bahasa baru dengan update yang dijadwalkan untuk rilis April mendatang.

    Menurut Tim Cook, perluasan bahasa ini bertujuan untuk membuat fitur kecerdasan buatan ini lebih inklusif dan dapat diakses oleh wilayah yang tidak berbahasa Inggris.

    “Pada bulan April, kami akan menghadirkan Apple Intelligence dalam lebih banyak bahasa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Portugis, Spanyol, Jepang, Korea, dan Mandarin sederhana. Bahasa Inggris juga akan dilokalkan ke Singapura dan India,” kata Tim Cook.

    Raksasa ponsel Apple meluncurkan iPhone terbaru dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI, yang disebut sebagai Apple Intelligence. Para pesaingnya juga banyak memanfaatkan AI. Persaingan memanfaatkan AI ini terjadi, di tengah upaya menggairahkan ke…