brand merek: Apple

  • Daftar Harga iPhone Terbaru Februari 2025 di Indonesia

    Daftar Harga iPhone Terbaru Februari 2025 di Indonesia

    JABAR EKSPRES – Buat para pencinta Apple ada kabar menarik, harga iPhone di Indonesia terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun termasuk di bulan Februari 2025 ini.

    Jika kamu sedang berburu iPhone baru dengan harga lebih ramah di kantong, Februari 2025 bisa jadi pilihan yang tepat.

    Mulai dari iPhone 12 hingga iPhone 15, ada berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.

    Baca juga : Jadwal Rilis iPhone 16 di Indonesia, Apakah Rilis Awal Februari 2025? Ini Harga dan Spesifikasi Ponsel Canggih

    Sementara itu, banyak yang penasaran dengan kehadiran iPhone 16 series yang dikabarkan bakal meluncur dalam beberapa bulan ke depan.

    Berdasarkan pantauan di situs resmi iBox dan DigiMAP per Rabu (5/2/2025), iPhone dengan harga termurah yang masih tersedia di Indonesia adalah iPhone 12.

    Ponsel yang pertama kali rilis pada 2020 ini kini bisa dibeli dengan harga mulai Rp 7 jutaan saja.

    Sementara itu, bagi yang mengincar varian iPhone SE yang lebih ekonomis, sayangnya generasi ketiga dari model ini sudah tidak tersedia di pasaran.

    Namun, jangan khawatir rumor menyebutkan bahwa iPhone SE 4 akan segera diperkenalkan pada Maret atau April 2025, jadi mungkin ini saat yang tepat untuk bersabar sedikit.

    Bagi yang menginginkan model terbaru, iPhone 15 dan iPhone 15 Plus bisa jadi pilihan menarik.

    Kabar baiknya, kedua model ini mengalami penurunan harga sekitar Rp 500.000 dibandingkan akhir tahun 2024.

    Penasaran dengan daftar harga lengkapnya? Yuk, simak!

    Daftar Harga iPhone Terbaru Februari 2025 di Indonesia

    iPhone 12

    iPhone 12 64GB: Rp 7.749.000iPhone 12 128GB: Rp 8.249.000

    Dibekali layar Super Retina 6,1 inci dan chip A14 Bionic, iPhone 12 masih menjadi pilihan menarik bagi banyak pengguna.

    Dengan sistem kamera ganda di bagian belakang dan pilihan warna menarik seperti Black, White, Green, Blue, Purple, dan (PRODUCT) RED, ponsel ini tetap layak dipertimbangkan.

    iPhone 13

    iPhone 13 128GB: Rp 8.749.000iPhone 13 256GB: Rp 11.749.000

    Jika kamu menginginkan peningkatan performa dari iPhone 12, iPhone 13 hadir dengan chip A15 Bionic yang lebih kencang.

    Selain itu, ponsel ini memiliki ketahanan baterai hingga 19 jam untuk pemutaran video.

    Pilihan warnanya juga cukup beragam, seperti Green, Pink, Blue, Black, White, dan (PRODUCT) RED.

  • Top 3 Tekno: Apple Confetti hingga Kemkomdigi Investigasi Dugaan Peretasan Data Pegawai – Page 3

    Top 3 Tekno: Apple Confetti hingga Kemkomdigi Investigasi Dugaan Peretasan Data Pegawai – Page 3

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) saat ini tengah melakukan investasi terkait dugaan peretasan yang berdampak pada kebocoran data internal pegawai.

    Meskipun data yang terdampak bersifat umum, Kemkomdigi memastikan langkah-langkah cepat diambil untuk menjaga keamanan informasi serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.

    Dalam siaran pers yang diterima, Selasa (4/2/2025), Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar mengungkapkan, kementerian telah mendeteksi adanya upaya peretasan pada Pusat Data dan Saran Informatika (PDSI) Kemkomdigi.

    Baca Selengkapnya di Sini

  • DeepSeek AI Dituding Tiru ChatGPT, Sam Altman: Kami Tak Akan Menggugat – Page 3

    DeepSeek AI Dituding Tiru ChatGPT, Sam Altman: Kami Tak Akan Menggugat – Page 3

    DeepSeek, startup AI asal China besutan Liang Wengfeng ini sedang menjadi pembicaraan hangat di industri AI dan disebut-sebut mampu menyaingi model buatan OpenAI, Google, dan Meta.

    Tak hanya itu, biaya operasional DeepSeek sendiri diklaim jauh lebih rendah dibandingkan ChatGPT juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Apple.

    Laporan terbaru menyebutkan, perusahaan tengah menguji integrasi DeepSeek ke dalam Apple Intelligence. Jika sukses, langkah ini dapat membuka peluang besar bagi Apple untuk kembali bersaing di pasar smartphone China, yang saat ini didominasi oleh produsen lokal.

    Walau integrasi DeepSeek ke Apple Intelligence dapat menjadi solusi penjualan iPhone di China, hal ini belum menjamin apakah fitur-fitur AI yang ditawarkan akan dirilis bersamaan.

    Hingga kini, fitur AI buatan Apple masih belum tersedia sepenuhnya untuk pengguna iPhone, iPad, maupun perangkat lainnya.

  • DeepSeek Jadi Chatbot AI Terpopuler Nomor 2 Sedunia

    DeepSeek Jadi Chatbot AI Terpopuler Nomor 2 Sedunia

    Jakarta

    Popularitas DeepSeek terus melonjak dalam sepekan terakhir yang mendorong kenaikan traffic ke website-nya. Bahkan data terbaru menunjukkan DeepSeek saat ini merupakan chatbot AI terpopuler nomor dua sedunia, membuntuti ChatGPT.

    Similarweb, perusahaan yang memantau traffic internet, melaporkan traffic ke website DeepSeek.com mencapai rekor 49 juta kunjungan pada Selasa pekan lalu, naik 614% dibandingkan pekan sebelumnya.

    Sebulan yang lalu, website DeepSeek mendapatkan 300.000 kunjungan per hari, sebelum melonjak hingga 33,4 juta pada 27 Januari 2025 sampai menyebabkan nilai saham sejumlah perusahaan teknologi Amerika Serikat anjlok.

    Lonjakan ini juga berarti DeepSeek berhasil mengalahkan chatbot AI kompetitor seperti Google Gemini dan Character.AI, yang masing-masing mendapatkan sekitar 10 juta dan enam juta kunjungan per hari.

    Traffic ke chatbot AI populer Foto: Similarweb

    Namun DeepSeek masih jauh ketinggalan dibandingkan ChatGPT yang website-nya dikunjungi 130-140 juta kali per hari. Traffic website DeepSeek juga berada di bawah Bing, yang saat ini sudah dilengkapi Copilot AI, seperti dikutip dari PCMag, Selasa (4/2/2025).

    Data terbaru dari Similarweb menunjukkan traffic global ke website DeepSeek mulai stabil di angka 29,2 juta kunjungan pada Jumat pekan lalu. Bukan tidak mungkin traffic ke website DeepSeek akan turun secara perlahan seiring dengan kompetisi di ranah chatbot AI yang semakin ketat.

    Selain traffic website, popularitas aplikasi mobile DeepSeek juga meroket. Platform AI asal China ini sempat menjadi aplikasi nomor satu di Google Play Store dan Apple App Store di sejumlah negara.

    Menurut firma analisis aplikasi AppFigures, aplikasi DeepSeek sudah diunduh lebih dari 1,2 juta kali di Google Play Store dan lebih dari 1,9 juta kali di App Store sejak diluncurkan pada pertengahan Januari.

    DeepSeek mendadak dilirik banyak pengguna setelah meluncurkan model AI open-source terbarunya yang diklaim hanya menghabiskan dana USD 5,5 juta untuk dilatih. Selain itu model ini memiliki kemampuan yang setara dengan ChatGPT namun bisa diunduh secara gratis dan bisa dijalankan di server lokal.

    (vmp/vmp)

  • Balas Tarif Trump, Pemerintah China Bakal Investigasi Google

    Balas Tarif Trump, Pemerintah China Bakal Investigasi Google

    Jakarta

    Pemerintah China tiba-tiba mengumumkan akan menyelidiki Google. Investigasi ini diumumkan tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif tambahan 10% untuk barang-barang China.

    Investigasi ini akan dilakukan oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar, yang akan menyelidiki dugaan praktik monopoli oleh Google.

    Layanan Google seperti Search dan Play Store memang sudah diblokir di China sejak tahun 2010. Namun raksasa teknologi itu masih beroperasi di China yang fokus pada bisnis iklan.

    “Karena Google Diduga melanggar Undang-undang Anti-Monopoli Republik Rakyat China, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar telah membuka penyelidikan terhadap Google sesuai dengan hukum,” tulis keterangan resmi tersebut, seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/2/2025).

    Kementerian Keuangan China juga membalas ancaman tarif Trump dengan mengenakan tarif sebesar 15% untuk impor batu bara dan gas alam cair dari AS mulai 10 Februari, serta bea masuk sebesar 10% lebih tinggi untuk minyak tanah, peralatan pertanian, mobil dan truk tertentu dari AS.

    Google saat ini sedang menghadapi investigasi di sejumlah negara, termasuk AS. Beberapa bulan yang lalu, Kementerian Kehakiman AS mendesak Google untuk menjual browser Chrome demi mengakhiri praktik monopoli.

    Raksasa mesin pencari itu juga terancam dilarang memiliki kontrak eksklusif dengan perusahaan pihak ketiga, seperti Apple yang saat ini menjadikan Google Search sebagai mesin pencari default di browser Safari.

    Google juga sedang menghadapi investigasi oleh Otoritas Kompetisi dan Pasar di Inggris yang ingin mengetahui apakah Google memiliki ‘status pasar strategis’ berdasarkan undang-undang antimonopoli terbaru.

    (vmp/afr)

  • Apple Rajai Pasar Smartphone pada 2024, iPhone 15 Paling Laris! – Page 3

    Apple Rajai Pasar Smartphone pada 2024, iPhone 15 Paling Laris! – Page 3

    Di sisi lain, Apple hingga kini belum meluncurkan fitur AI mereka, Apple Intelligence, untuk pengguna mereka di pasar China. Namun, hal ini mungkin segera berubah.

    Mengutip Phone Arena, Senin (3/2/2025), raksasa teknologi berbasis di Cupertino itu berencana untuk mengintegrasikan DeepSeek ke dalam fitur Apple Intelligence.

    Satu alasan utama Apple Intelligence belum tersedia untuk pengguna iPhone di China adalah karena peraturan ketat pemerintah setempat. Undang-undang di China melarang penggunaan modal AI dari barat, seperti ChatGPT atau Gemini.

    Karena itu, Apple butuh mencari mitra AI lokal untuk memenuhi standar regulasi China. DeepSeek AI sedang mencuri perhatian belakang ini muncul sebagai kandidat utama untuk mengisi celah tersebut.

    DeepSeek, startup AI asal China besutan Liang Wengfeng ini sedang menjadi pembicaraan hangat di industri AI dan disebut-sebut mampu menyaingi model buatan OpenAI, Google, dan Meta.

    Tak hanya itu, biaya operasional DeepSeek sendiri diklaim jauh lebih rendah dibandingkan ChatGPT juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Apple.

    Laporan terbaru menyebutkan, perusahaan tengah menguji integrasi DeepSeek ke dalam Apple Intelligence. Jika sukses, langkah ini dapat membuka peluang besar bagi Apple untuk kembali bersaing di pasar smartphone China, yang saat ini didominasi oleh produsen lokal.

    Walau integrasi DeepSeek ke Apple Intelligence dapat menjadi solusi penjualan iPhone di China, hal ini belum menjamin apakah fitur-fitur AI yang ditawarkan akan dirilis bersamaan.

    Hingga kini, fitur AI buatan Apple masih belum tersedia sepenuhnya untuk pengguna iPhone, iPad, maupun perangkat lainnya.

  • Apa Itu Apple Invites yang Baru Dirilis untuk Pengguna iPhone?

    Apa Itu Apple Invites yang Baru Dirilis untuk Pengguna iPhone?

    Jakarta

    Apple kembali menghadirkan aplikasi baru untuk pengguna iPhone. Aplikasi tersebut dinamai Apple Invites, apa itu dan bagaimana cara menggunakannya?

    “Dengan Apple Invites, sebuah acara sudah terasa hidup sejak undangan dibuat, dan pengguna dapat berbagi kenangan bahkan setelah acara selesai,” kata Brent Chiu-Watson, Senior Director of Worldwide Product Marketing for Apps and iCloud, Apple dalam keterangan resmi.

    “Apple Invites menggabungkan kecanggihan yang sudah dikenal dan disukai pengguna kami di iPhone, iCloud, dan Apple Music, sehingga memudahkan untuk merencanakan acara khusus.”

    Apa Itu Apple Invites?

    Apple Invites adalah aplikasi bawaan baru yang dirancang khusus untuk pengguna iPhone. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat, mengirim, dan mengelola undangan digital dengan cara yang lebih intuitif dan terintegrasi.

    Dengan Apple Invites, pengguna dapat merencanakan berbagai jenis acara, mulai dari pertemuan kecil, pesta ulang tahun, hingga acara besar seperti pernikahan.

    Apple Invites tersedia untuk semua pengguna iPhone yang menjalankan iOS 18 atau lebih baru. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dari App Store.

    Apple Invites Foto: AppleFitur Apple InvitesTemplat Undangan Menarik
    Apple Invites menyediakan berbagai templat undangan yang dapat disesuaikan dengan tema acara. Pengguna bisa memilih desain yang sesuai, menambahkan foto, dan mengubah warna sesuai preferensi.Apple Intelligence
    Pengguna dapat memanfaatkan fitur Image Playground bawaan untuk menghasilkan gambar orisinal menggunakan konsep, deskripsi, dan orang-orang dari perpustakaan foto mereka.Integrasi dengan Kalender Apple
    Undangan yang dibuat akan otomatis tersinkronisasi dengan aplikasi Kalender di iPhone. Ini memudahkan pengguna dan tamu undangan untuk mengingat tanggal dan waktu acara.Fitur RSVP Otomatis
    Tamu undangan dapat langsung memberikan konfirmasi kehadiran melalui aplikasi. Pengguna bisa melihat siapa saja yang akan hadir, belum memastikan, atau tidak bisa datang.Pengingat Otomatis
    Apple Invites akan mengirimkan notifikasi pengingat kepada tamu undangan beberapa hari sebelum acara berlangsung. Ini membantu mengurangi kemungkinan tamu lupa dengan acara yang dijadwalkan.Berbagi Lokasi dan Detail Acara
    Pengguna dapat dengan mudah membagikan lokasi acara, detail tambahan seperti dress code, atau bahkan daftar hadiah melalui aplikasi ini.Kompatibilitas dengan Perangkat Apple Lainnya
    Apple Invites tidak hanya tersedia untuk iPhone, tetapi juga dapat diakses melalui iPad, Mac, dan Apple Watch. Ini memudahkan pengguna untuk mengelola undangan dari perangkat apa punBerbagi Momen
    Apple Invites terintegrasi dengan iCloud, memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan video dari acara tersebut dengan mudah.Apple Invites Foto: AppleBagaimana Cara Menggunakan Apple Invites?Unduh Aplikasi
    Apple Invites dapat diunduh secara gratis melalui App Store untuk pengguna iPhone dengan sistem operasi iOS terbaru.Buat Undangan Baru
    Pilih templat, isi detail acara, dan tambahkan daftar tamu undangan. Anda juga bisa mengatur notifikasi pengingat dan RSVP.Kirim Undangan
    Undangan dapat dikirim melalui iMessage, email, atau bahkan media sosial. Tamu undangan akan menerima notifikasi dan dapat langsung merespons.Kelola Acara
    Pantau daftar tamu yang akan hadir, kirim pengingat, atau perbarui detail acara kapan saja.

    (afr/afr)

  • Apple Suarakan Kekhawatiran Atas Aplikasi Porno Pertama di iPhone

    Apple Suarakan Kekhawatiran Atas Aplikasi Porno Pertama di iPhone

    Jakarta

    Apple mengkritik keras ketersediaan aplikasi porno pertama di iPhone di Uni Eropa. Raksasa teknologi asal Cupertino ini menyatakan bahwa kebijakan digital baru yang diatur oleh Uni Eropa telah merusak kepercayaan konsumen terhadap ekosistem Apple.

    Hal ini muncul setelah aplikasi bernama Hot Tub, yang menggambarkan dirinya sebagai “cara yang pribadi, aman, dan elegan untuk menjelajahi konten dewasa,” mulai didistribusikan melalui toko aplikasi alternatif di platform iOS.

    Sejak peluncuran App Store pada tahun 2008, Apple selalu memegang kendali penuh atas aplikasi apa saja yang dapat diunduh dan diinstal di iPhone. Tahun 2010, mendiang Steve Jobs, CEO Apple saat itu, menegaskan bahwa mencegah konten porno masuk ke iPhone adalah “tanggung jawab moral” perusahaan. Jobs juga menyatakan salah satu motivasi utama Apple adalah menjadi penjaga gerbang (gatekeeper) untuk memastikan keamanan dan integritas ekosistemnya.

    Namun, status Apple sebagai gatekeeper ini berubah setelah Uni Eropa mengadopsi Digital Markets Act (DMA) pada tahun 2022. Regulasi ini mengharuskan Apple untuk mengizinkan toko aplikasi alternatif di perangkatnya, membuka pintu bagi distribusi aplikasi yang sebelumnya tidak diizinkan di App Store.

    Salah satu toko aplikasi alternatif tersebut, AltStore, mulai mendistribusikan aplikasi Hot Tub, yang menjadi aplikasi porno pertama yang tersedia di iPhone di Uni Eropa.

    Kekhawatiran Apple terhadap Keamanan dan Kepercayaan Konsumen

    Dalam sebuah pernyataan resmi, Apple menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap risiko keamanan yang ditimbulkan oleh aplikasi seperti Hot Tub. Perusahaan tersebut menekankan bahwa aplikasi semacam ini dapat membahayakan pengguna, terutama anak-anak, dan merusak kepercayaan konsumen terhadap ekosistem Apple.

    “Kami sangat khawatir tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh aplikasi porno hardcore jenis ini bagi pengguna di Uni Eropa, terutama anak-anak. Aplikasi ini dan aplikasi lain yang serupa akan merusak kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap ekosistem kami,” kata Apple.

    Apple juga menegaskan bahwa mereka tidak menyetujui aplikasi Hot Tub dan tidak akan pernah menawarkannya di App Store. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka diharuskan oleh Komisi Eropa untuk mengizinkan distribusi aplikasi tersebut melalui toko aplikasi alternatif.

    Proses Notarisasi dan Kontroversi

    Meskipun Apple diwajibkan untuk mengizinkan toko aplikasi alternatif, perusahaan tersebut masih menerapkan proses peninjauan dasar yang disebut notarisasi. Proses ini memeriksa ancaman keamanan siber seperti malware, tetapi tidak melibatkan persetujuan konten aplikasi.

    AltStore mengklaim bahwa Hot Tub telah disahkan melalui proses notarisasi ini, dan dalam sebuah posting di platform X (sebelumnya Twitter), mereka menyebut Hot Tub sebagai “aplikasi porno pertama di dunia yang disetujui Apple.”

    Klaim ini memicu kemarahan Apple. Perusahaan tersebut membantah bahwa mereka menyetujui aplikasi Hot Tub dan menegaskan bahwa mereka hanya diwajibkan oleh Uni Eropa untuk mengizinkan distribusinya. “Bertentangan dengan pernyataan palsu yang dibuat oleh pengembang marketplace, kami jelas tidak menyetujui aplikasi ini dan tidak akan pernah menawarkannya di App Store kami,” tegas Apple.

    Dukungan dari Epic Games dan Kritik terhadap Apple

    AltStore mengaku telah menerima dukungan dari Epic Games, pengembang game populer “Fortnite” yang telah lama berseteru dengan Apple dalam kasus antimonopoli. Epic Games sendiri telah meluncurkan toko aplikasi alternatif di Uni Eropa tahun lalu, meskipun mereka menegaskan bahwa toko mereka tidak menyediakan aplikasi porno seperti Hot Tub.

    Tim Sweeney, CEO Epic Games, menyatakan dukungannya terhadap undang-undang seperti DMA. Ia berargumen bahwa ketika Apple diizinkan menjadi penjaga gerbang, perusahaan tersebut sering menyalahgunakan kekuasaannya untuk merugikan pesaing.

    “Ketika Apple diizinkan menjadi penjaga gerbang aplikasi dan toko pesaing, mereka secara besar-besaran menyalahgunakan kekuasaan itu untuk merugikan pesaing,” kata Sweeney dalam sebuah posting di X.

    (afr/fyk)

  • Pembuat ChatGPT Siapkan Gadget Pengganti Smartphone

    Pembuat ChatGPT Siapkan Gadget Pengganti Smartphone

    Jakarta

    OpenAI, raksasa AI pembuat ChatGPT, dilaporkan berencana untuk membuat perangkat keras baru yang berfokus pada AI. Menurut laporan dari Nikkei Asia, perangkat tersebut ditujukan untuk menggantikan smartphone.

    Dikutip detikINET dari India Mag, Sam Altman selaku CEO OpenAI, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk menciptakan perangkat tersebut bekerja sama dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive.

    Tahun lalu, dilaporkan juga bahwa kemitraan antara OpenAI dan Ive telah digarap untuk menciptakan perangkat yang menggunakan AI generatif untuk menangani interaksi pengguna yang kompleks secara lebih efisien daripada software tradisional.

    “Kami telah mendiskusikan ide-ide,” kata Altman dalam episode podcast pada Mei 2024, mengisyaratkan kemitraan dan kemungkinan menjalankan AI pada smartphone dan berapa kira-kira harganya. Namun, Altman mengatakan perangkat yang murah bukanlah solusi. “Hampir semua orang bersedia membayar untuk sebuah ponsel,” kata Altman.

    Beberapa tahun yang lalu, Altman pernah berinvestasi di sebuah startup bernama Humane Inc, yang bertujuan menciptakan produk perangkat keras untuk AI generatif. Altman menginvestasikan USD 30 juta dalam pendanaan Seri A untuk Humane, didirikan mantan karyawan Apple Imran Chaudhri dan Bethany Bongiorno.

    Meskipun demikian, Humane AI Pin dan perangkat keras lain yang fokus pada AI, Rabbit R1, tidak diterima dengan baik. Berdasarkan ulasan, kedua perangkat tersebut terpengaruh oleh banyak bug dan memberikan pengalaman pengguna yang buruk. Misalnya, Engadget menyebut Rabbit R1 sebagai mainan AI seharga USD 199 yang gagal dalam hampir semua hal.

    Sebagian besar perusahaan teknologi besar saat ini berfokus pada pengintegrasian fitur AI pada smartphone yang ada daripada membangun perangkat baru sendiri.

    Beberapa tahun terakhir, Google telah berfokus pada penambahan kemampuan AI generatif ke jajaran ponsel pintar Pixel dan menyediakan beberapa fitur secara lokal. Demikian pula OpenAI bermitra dengan Apple untuk mengintegrasikan ChatGPT dengan iPhone, menggunakan Apple Intelligence.

    (fyk/afr)

  • Ekspor Batu Bara Dibatasi, Surplus Domestik Bakal Diapakan? – Page 3

    Ekspor Batu Bara Dibatasi, Surplus Domestik Bakal Diapakan? – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira mempertanyakan rencana pemerintah yang berencana membatasi ekspor batu bara Indonesia. 

    Lantaran, ia menilai produksi batu bara sudah lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri. Sehingga surplus produksi dalam negeri tersebut bakal sia-sia jika tidak disetor ke pasar global, dan membuat negara berpotensi kehilangan penerimaan. 

    “Kalau untuk batu bara enggak ada masalah dalam negeri, terpenuhi (kebutuhan stoknya), luar biasa di-support,” kata Anggawira kepada Liputan6.com, Selasa (4/2/2025).

    Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut mengatakan, sejauh ini pemerintah belum memberikan pengetatan ekspor batu bara kepada pengusaha tambang. 

    Merujuk kebijakan yang sudah ada, ia menyebut alokasi ekspor suatu komoditas bakal diperketat jika kebutuhan dalam negeri tidak bisa dipenuhi. Sementara untuk batu bara, tingkat produksinya kini lebih tinggi empat kali dari jumlah kebutuhan dalam negeri.

    “Praktiknya dalam negeri aman-aman saja. Karena produksi batu bara kita surplus. Kecuali kita minus, kayak minyak bumi. Atau misal kayak LNG, kita kebutuhannya naik, jadi prioritasnya dalam negeri. Jadi enggak apple to apple (jika ekspor batu bara kena pembatasan),” bebernya.

    “Tapi kalau batu bara antara kebutuhan domestik sama eks produksi jauh. Kebutuhan domestik kita 200 ribuan (ton), total produksi kita hampir 800 ribu (ton). Jadi masih surplus jauh sekali,” ujar Anggawira. 

    Ingin Dongkrak Harga Batu Bara Indonesia

    Adapun wanti-wanti pembatasan ekspor batu bara Indonesia dikoarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Lantaran harga batu bara Indonesia terus mendapat tekanan di pasar global, padahal berkontribusi sangat besar untuk kebutuhan dunia.