Di tahun ini kami berharap target capaian transaksi PBK dapat terus ditingkatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih baik, terutama melalui penguatan transaksi PBK berbasis komoditas.
Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatatkan tren positif dalam perdagangan berjangka komoditas (PBK) Indonesia di sepanjang tahun 2025.
Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya dalam pembukaan Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Jumat mengatakan, nilai nominal (notional value) dari transaksi PBK selama tahun 2025 adalah sebesar Rp48.867 triliun atau naik 49,8 persen secara tahunan (yoy), dengan jumlah volume transaksi sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy.
“Di tahun 2026 ini Bappebti telah menargetkan berbagai capaian yang bermuara pada pertumbuhan perdagangan berjangka komoditi Indonesia. Target ini disasarkan pada berbagai capaian pada tahun 2025 yang tentu memberikan optimisme terhadap capaian tahun 2026,” katanya.
Dalam data yang dibagikan, Tirta menjelaskan bahwa untuk perdagangan fisik timah murni batangan ekspor masih menunjukkan tren baik pada tahun lalu, dengan nilai transaksi Rp26,98 triliun dan volume transaksi senilai 9.380 lot.
Sementara, untuk perdagangan emas fisik secara digital juga terus menjadi produk pilihan yang populer dengan nilai transaksi Rp107,43 triliun dan volume transaksi sebesar 55,58 metrik ton.
Lebih lanjut, ada juga perdagangan kontrak berjangka CPO dengan nilai transaksi Rp2,69 triliun dan volume transaksi senilai 30.341 lot tahun lalu.
Beberapa PBK dan inovasi produk yang diperdagangkan sepanjang tahun 2025 lainnya meliputi perdagangan kontrak Syariah Murabahah dengan nilai transaksi Rp693,47 miliar; perdagangan kontrak berjangka Brent Crude Oil dengan nilai transaksi Rp3,14 miliar; serta perdagangan kontrak Renewable Energy Certificate (REC) dengan nilai transaksi Rp1,84 miliar.
“Di tahun ini kami berharap target capaian transaksi PBK dapat terus ditingkatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih baik, terutama melalui penguatan transaksi PBK berbasis komoditas. Harapannya peran PBK semakin signifikan dalam berkontribusi pada perdagangan ekonomi nasional,” kata Tirta.
Mengenai potensi dan tantangan PBK tahun 2026, Tirta mengatakan, salah satu yang perlu disoroti adalah transisi penyesuaian teknologi, proses kepatuhan (compliance), dan edukasi pasar.
“Tantangan-tantangan tersebut merupakan tantangan jangka pendek yang perlu diatasi agar (PBK) mempunyai potensi pertumbuhan menengah dan panjang, yang memerlukan penyesuaian kebijakan pada masing-masing regulator,” kata Tirta.
Untuk mengantisipasi hal tersebut Bappebti telah melakukan berbagai upaya dari literasi secara rutin, melakukan pemblokiran atas website atau situs dan kegiatan perdagangan berjangka ilegal, hingga upaya kolaboratif bersama para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami juga mengajak seluruh stakeholder industri perdagangan berjangka komoditi untuk bersama-sama berupaya lebih keras dan giat lagi di tahun 2026 ini untuk terus meningkatkan citra perdagangan berjangka komoditi di Indonesia,” imbuhnya.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
