Liputan6.com, Makassar – Intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Makassar mulai tergenang banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengaktifkan status siaga bencana sejak Sabtu (10/1/2026) kemarin.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan penetapan status siaga banjir Makassar dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya genangan banjir di sejumlah titik, salah satunya di wilayah Perumahan Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
“Sejak penetapan status siaga, BPBD langsung mengaktifkan kesiapsiagaan penuh. Personel kami siagakan selama 24 jam, peralatan dan logistik kebencanaan juga kami pastikan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” kata Fadli, Minggu (11/1/2026).
Fadli menjelaskan, pemantauan di wilayah Katimbang dilakukan sejak Sabtu malam sekitar pukul 22.42 Wita. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.
“Meski ada genangan, akses jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi cuaca juga relatif cerah dan situasi secara umum masih terkendali,” ujarnya.
Namun demikian, luapan air di wilayah Kodam III membuat sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD mencatat hingga Minggu pagi terdapat tiga titik pengungsian aktif di wilayah tersebut.
“Untuk pengungsian, saat ini ada tiga titik, yakni Kantor Lurah Katimbang, SD Paccerakkang, dan Masjid Nurul Ikhlas Kodam III. Data pengungsi ini masih bersifat dinamis dan terus kami perbarui,” jelas Fadli.
Berdasarkan data sementara, di Kantor Lurah Katimbang tercatat sebanyak 17 kepala keluarga dengan total 63 jiwa mengungsi. Sementara di SD Paccerakkang terdapat 4 kepala keluarga dengan 17 jiwa, dan di Masjid Nurul Ikhlas Kodam III tercatat 3 kepala keluarga dengan total 14 jiwa.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469199/original/025712100_1768098625-77531.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)