Banjir juga merendam jalur pantai utara (Pantura), tepatnya di sekitar Simpang Tiga Jalur Lingkar Selatan (JLS) Widorokandang. Polresta Pati mengerahkan personel untuk mengatur dan mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Menurut Kanit Turjawali Satlantas Polresta Pati Iptu Purwanto, banjir terjadi akibat meluapnya air sungai di sekitar lokasi, sehingga mengakibatkan jalan tergenang dengan ketinggian sekitar 10 sampai 15 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 20 sentimeter.
Selain itu, kata dia, kondisi jalan yang rusak dan berlubang di beberapa titik turut memperlambat arus kendaraan.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di Jalur Nasional Pantura sempat mengalami perlambatan.
“Berdasarkan pantauan petugas, genangan air membentang sepanjang 100 hingga 150 meter. Antrean kendaraan tercatat mencapai sekitar 1 kilometer dari arah Jalan Lingkar Selatan dan Juwana pada siang hari,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Pada pembaruan situasi pukul 14.45 WIB di ruas Pantura Pati-Rembang, tepatnya di Desa Purworejo Cangkring, sekitar 1,5 kilometer dari Simpang Tiga Widorokandang, ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 100 meter.
Antrean kendaraan dari arah timur mencapai sekitar 3 kilometer, sedangkan dari arah lingkar mencapai sekitar 4 kilometer.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)