Author: Tribunnews.com

  • Motif Cucu Tikam Nenek Pakai Pisau hingga Tewas di Karawang, Pelaku Ditangkap di Purwakarta – Halaman all

    Motif Cucu Tikam Nenek Pakai Pisau hingga Tewas di Karawang, Pelaku Ditangkap di Purwakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pelaku kasus perampokan dan nenek Emot (70) di Kampung Pasir Pogor, Desa Kiara Payung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

    Ternyata sosok yang membunuh korban pada 29 April 2025 lalu itu bukanlah orang yang asing.

    Berdasarkan hasil penyelidikan dan penangkapan yang dilakukan anggota Polres Karawang, pelaku pembunuhan dalam kasus ini tak lain adalah cucu korban yang berinisial SP.

    Lantas apa motif dari pelaku hingga nekat merampok dan membunuh sang nenek?

    Sebagaimana diberitakan, korban ditemukan bersimbah darah dan emas sebanyak 100 gram miliknya hilang.

    “Kami menangkap pelaku perampokan dan pembunuhan nenek Emot berinisial SP dan NY,” kata Kapolres Karawang, AKBP Fiki Andriansyah, saat konferensi pers, dilansir Tribun Bekasi, Jumat (2/5/2025) sore.

    Peristiwa perampokan dan pembunuhan ini terjadi di kediaman korban di Jalan Dusun Pasir Pogor, Kiara Payung, sekitar jam 12.00 WIB.

    “Jadi waktu itu ada laporan yang masuk ke kami bahwa ada korban, yaitu seorang nenek namanya Emot binti Misnah mengalami luka yang cukup parah.”

    “Kemudian nenek tersebut dilarikan ke Puskesmas Klari. Namun, nyawa korban tidak sempat tertolong,” ujar Fiki.

    Fiki menyebut, dari kejadian itu, pihaknya berusaha melakukan penyelidikan untuk mencoba mengungkap kasus tersebut.

    Kemudian, pelaku berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di Purwakarta.

    “Alhamdulillah dalam waktu 24 jam kita berhasil mengamankan pelakunya yang berinisial SP sebagai eksekutor dan cucu kesayangan dari Nenek Emot sendiri.”

    “Pelaku kedua adalah NY yang membantu dari pelaku pertama,” ucap Fiki.

    Diberitakan sebelumnya, suami dari sang nenek saat itu berada di masjid sedang melakukan salat Zuhur.

    Lalu ada saksi satu memberitahu dan mendengar suara keributan dari dalam rumah korban.

    Ketika didatangi rumah tersebut, saksi melihat korban dalam keadaan terbaring dan mengeluarkan darah di sekitar leher dan dadanya.

    Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Klari, akan tetapi tidak berselang lama meninggal dunia.

    Ketika itu ada dugaan bahwa SP masuk ke dalam rumah korban melalui pintu rumah depan yang tidak terkunci.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Kronologi Tewasnya Nenek Emot: Pertahankan Gelang 100 Gram, Cucunya Kalap Tikam Korban Pakai Pisau.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunBekasi.com/Muhammad Azzam)

  • Pesawat Israel Terdeteksi di Malta Sebelum Kapal Bantuan Gaza Diserang Drone – Halaman all

    Pesawat Israel Terdeteksi di Malta Sebelum Kapal Bantuan Gaza Diserang Drone – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang membawa 16 orang menuju Gaza diserang oleh pesawat tak berawak (drone) di perairan internasional dekat Malta pada dini hari Jumat.

    Insiden ini terjadi setelah pesawat militer Israel terdeteksi terbang rendah di atas wilayah Malta beberapa jam sebelum serangan.

    Menurut laporan CNN, pesawat kargo C130 Hercules milik Angkatan Udara Israel lepas landas dari Israel pada Kamis sore dan terbang menuju Malta.

    Pesawat tersebut terbang pada ketinggian rendah di bawah 5000 kaki di atas Malta timur selama beberapa jam sebelum kembali ke Israel sekitar tujuh jam kemudian.

    Beberapa jam setelah penerbangan itu, Freedom Flotilla Coalition melaporkan bahwa kapal mereka yang bernama Conscience menjadi sasaran serangan drone.

    Pada pukul 00:23 waktu Malta, serangan tersebut memicu dua ledakan di bagian depan kapal, menyebabkan kebakaran dan kebocoran lambung yang mengancam keselamatan kapal.

    Pihak berwenang Malta segera merespons panggilan darurat SOS dari kapal tersebut.

    Kapal tunda dengan peralatan pemadam kebakaran dan kapal patroli Angkatan Bersenjata Malta dikerahkan ke lokasi.

    Menurut pemerintah Malta, sekitar pukul 02:13 dini hari, semua orang di kapal dipastikan selamat meskipun mereka menolak untuk dievakuasi.

    Situasi berhasil dikendalikan pada pukul 03:45 dini hari waktu setempat.

    Hingga kini, sumber resmi mengenai serangan drone tersebut belum dapat dikonfirmasi, dan pemerintah Israel belum memberikan tanggapan publik terkait jejak pesawat militernya di wilayah tersebut.

    Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk Palestina, menanggapi insiden tersebut melalui unggahan di platform X.

    Ia mengaku menerima panggilan darurat dari awak Freedom Flotilla yang mendesak otoritas terkait untuk memberikan dukungan dan memastikan fakta-fakta di lapangan.

    Freedom Flotilla Coalition menegaskan bahwa kapal Conscience masih berada di perairan internasional dan saat ini terus dipantau oleh otoritas setempat.

    Koalisi ini dikenal aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di tengah blokade berkepanjangan.

    Insiden ini menambah ketegangan di kawasan, terutama di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

    Tentara Israel kembali melancarkan serangannya ke Gaza pada 18 Maret, menghancurkan gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Sejak Oktober 2023, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 52.000 warga Palestina, sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, serta menyebabkan kerusakan besar pada bangunan dan rumah warga.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Pengemudi BYD Melarikan Diri Usai Tabrak Mobil di Jalan Tol Sedyatmo Jakarta, Seorang Balita Terluka – Halaman all

    Pengemudi BYD Melarikan Diri Usai Tabrak Mobil di Jalan Tol Sedyatmo Jakarta, Seorang Balita Terluka – Halaman all

    Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono membenarkan tabrak lari tersebut.

    Tayang: Sabtu, 3 Mei 2025 16:23 WIB

    Tangkapan Layar

    PENGEMUDI BYD KABUR – Sebuah sedan listrik BYD berpelat nomor B1547 BNV melarikan diri setelah menabrak mobil Chevrolet dengan nomor polisi B1023 CBD yang dikendarai pria insial CI. Insiden itu terjadi di Jalan Tol Sedyatmo KM 22 B Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2025) dini hari. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah sedan listrik BYD berpelat nomor B1547 BNV melarikan diri setelah menabrak mobil Chevrolet dengan nomor polisi B1023 CBD yang dikendarai pria insial CI.

    Insiden itu terjadi di Jalan Tol Sedyatmo KM 22 B Jakarta Utara, Sabtu (4/5/2025) dini hari.

    Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dono membenarkan tabrak lari tersebut.

    “Pengemudi kendaraan kabur meninggalkan TKP, dari PJR sudah diserahkan ke penyidik laka Jakarta Utara,” ungkapnya kepada wartawan.

    Dhanar menuturkan akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas itu korban seorang bayi balita baru dua bulan mengalami luka ringan.

    Adapun kronologis singkat kejadian saat kedua kendaraan dari arah Kamal berjalan menuju Jaya.

    Saat di KM 22 B, kendaraan Chevrolet berada dijalur 1 ditabrak oleh kendaraan BYD dan keluar jalur posisi terakhir dibahu jalan.

    Kendaraan BYD langsung kabur dan TNKB tertinggal di TKP.

    Polisi telah mengambil keterangan terhadap Pengemudi yang ditabrak dan korban tengah dirawat di rumah sakit.

    Diketahui, kecelakaan lalu lintas sedan listrik BYD dengan mobil konvensional Chevrolet viral di media sosial, Sabtu (3/5/2025).

    Tampak kap dari mobil listrik hancur hingga kap mesinnya menganga.

    Namun pengemudi mobil listrik BYD meninggalkan korban.

    Sedangkan kondisi mobil Chevrolet remuk di bagian sisi kiri denan posisi menghalangi 1 lajur.

     

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Tekan Impor Bahan Baku, Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS Bangun Pabrik – Halaman all

    Tekan Impor Bahan Baku, Chandra Asri Group Siapkan Capex 350 Juta Dolar AS Bangun Pabrik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Chandra Asri Group menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 350-400 juta atau setara Rp5,5-6,3 triliun untuk pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (Pabrik CA-EDC) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA). 

    Proyek berskala dunia ini memiliki total nilai investasi yang mencapai Rp15 triliun dan ditargetkan rampung pada 2027.

    HR & Corporate Affairs Director Chandra Asri Group, Suryandi mengatakan, pabrik CA-EDC akan memperkuat rantai pasok industri hilir di Indonesia. 

    Menurutnya, produk-produk kimia dasar yang dihasilkan memiliki forward linkage yang luas, mendukung berbagai sektor industri seperti tekstil, pulp & paper, dan water treatment.

    “Dengan multiplier effect yang dimiliki, proyek ini juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian industri nasional,” ujarnya dikutip Sabtu (3/5/2025).

    Ia menjelaskan, investasi ini menjadi salah satu langkah strategis Chandra Asri Group untuk memperkuat struktur industri kimia nasional, sekaligus mempercepat pengurangan ketergantungan terhadap bahan baku impor. 

    Pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi sebesar 400.000 ton soda kaustik padat per tahun (atau setara 827.000 ton dalam bentuk cair), dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun.

    Keberadaan pabrik ini diharapkan mampu menekan nilai impor soda kaustik hingga Rp4,9 triliun per tahun. Sementara seluruh produksi EDC akan diekspor, memberikan potensi tambahan devisa negara hingga Rp5 triliun per tahun. 

    Suryandi menyampaikan, hal ini tidak hanya memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian nasional.

    “Pabrik ini juga membuka peluang pekerjaan bagi 3.000 tenaga kerja dalam masa konstruksi dan 250 pekerja saat beroperasi nantinya,” paparnya.

    Tercatat, pada kuartal I-2025, Chandra Asri Group membukukan pendapatan bersih sebesar USD 622,1 juta, tumbuh 31,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 471,9 juta. 

    Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan dari segmen kimia yang naik 32,5%, serta kinerja stabil dari segmen infrastruktur yang berhasil mengatasi tantangan pasokan dan permintaan tahun sebelumnya. 

     

  • Tak Perlu Berharap pada DPR, MAKI Dorong Presiden Prabowo Terbitkan Perppu Perampasan Aset – Halaman all

    Tak Perlu Berharap pada DPR, MAKI Dorong Presiden Prabowo Terbitkan Perppu Perampasan Aset – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mendorong Presiden Prabowo untuk terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Perampasan Aset.

    Diketahui Presiden Prabowo Subianto belum lama ini menyatakan mendukung Revisi Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset untuk segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

    “Urusan perampasan aset itu satu kata saja, Pak Prabowo membuat Perppu mengesahkan perampasan aset, kemudian diurus jadi Undang-Undang,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Sabtu (3/5/2025).

    Menurutnya Presiden Prabowo tak perlu berharap pada DPR untuk memproses UU Perampasan Aset.

    “Kalau memang Pak Prabowo sekarang tegas ingin mengesahkan menjadi Undang-Undang, tidak bisa berharap lewat DPR,” imbuhnya.

    Meskipun, sebenarnya kalau Presiden Prabowo mau kata Boyamin, hal itu bisa saja.

    “Karena KIM Plus menguasai 80 persen kursi DPR. Makanya mestinya gampang saja. Tapi nampaknya masih tarik ulur,” kata Boyamin.

    Atas hal itu, menurutnya Presiden Prabowo harus segera membuat, mengesahkan, menetapkan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Tentang Perampasan Aset. 

    “Nanti tiga bulan kemudian, ini mau nggak mau maksimal tiga bulan dibawa ke DPR. DPR membahas untuk menolak atau menyetujui. Kalau KIM Plus efektif pasti setujui,” terangnya.

    Dituturkannya kalau mengharapkan DPR membahas RUU Perampasan Aset. Rasanya 10 tahun lagi juga belum dibahas.

    “Maka satu-satunya jalan, Pak Prabowo harus membuat Perpu, dan segera membawa ke DPR. DPR dikuasai KIM Plus pasti akan menyetujui. Dan saya rasa PDIP pun menyetujui, karena nanti kalau tidak menyetujui akan dihukum rakyat untuk pemilih berikutnya untuk tidak dipilih,” terangnya.

    Sebelumnya, dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap komitmennya dalam memberantas korupsi.

    Yakni dengan mendukung penuh pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset.

    Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan ribuan buruh di lapangan Monas, Kamis (1/5/2025).

    “Saudara-saudara, dalam rangka juga pemberantasan korupsi, saya mendukung Undang-Undang Perampasan Aset. Saya mendukung!” ujar Prabowo di atas panggung.

    Kemudian, Prabowo mengajak para buruh untuk meneruskan perlawanan terhadap kasus korupsi di Indonesia.

    “Bagaimana? Kita teruskan perlawanan terhadap koruptor?” tanya Prabowo yang selanjutnya dijawab setuju oleh para buruh yang memadati Lapangan Monas.

    Prabowo juga tegas akan menyikat maling negara dan tidak boleh ada kompromi terhadap para koruptor yang tidak mau mengembalikan uang hasil kejahatannya.

    “Enak aja, udah nyolong, enggak mau kembalikan aset. Gue tarik aja deh itu,” kata Prabowo, yang langsung disambut teriakan antusias dari massa buruh.

     

     

  • Pangeran Harry Kecewa Fasilitas Pengawalan Polisinya Dicabut usai Mundur dari Kerajaan Inggris – Halaman all

    Pangeran Harry Kecewa Fasilitas Pengawalan Polisinya Dicabut usai Mundur dari Kerajaan Inggris – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pangeran Harry pada  Jumat (2/5/2025) waktu setempat menyatakan bahwa ia merasa “terpukul” setelah kehilangan banding mengenai fasilitas pengamanannya yang kini resmi dicabut.

    Seperti yang diketahui sebelumnya, Pangeran Harry mendapatkan fasilitas pengamanan dari Kepolisian Inggris karena statusnya sebagai anggota Kerajaan Britania.

    Namun demikian, fasilitas keamanan yang selama ini ia terima kemudian dicabut setelah dirinya mengundurkan diri dari tugas kerajaan.

    Keputusan mundur dari Kerajaan Inggris tersebut muncul setelah putra bungsu Raja Charles tersebut diketahui memantapkan diri untuk pindah berdomisili di Amerika Serikat bersama istrinya, Meghan Markle.

    Di wawancara bersama BBC, Pangeran Harry mengaku akan “kesulitan memaafkan” keputusan yang dikeluarkan oleh Kantor Home Office, kementerian yang bertanggung jawab atas kepolisian.

    Ia mengaku dengan menghilangnya fasilitas pengawalan polisi yang selama ini ia dapatkan, maka ia tidak dapat membawa keluarganya ke Britania dengan aman.

    Sebelumnya, Pemerintah Inggris pada Februari 2020 menyatakan bahwa Harry tidak akan otomatis menerima perlindungan polisi pribadi selama berada di Britania.

    Keputusan tersebut kemudian disahkan oleh Pengadilan Tinggi London pada tahun 2024 lalu.

    Keberatan dengan putusan tersebut, sosok bernama lengkap Henry Charles Albert David tersebut terus mengajukan banding.

    Pada hari Jumat lalu, pengadilan akhirnya menolak banding Pangeran Harry dan memutuskan untuk mempertahankan keputusan Pengadilan Tinggi London.

    Di sidang tersebut, tiga hakim Pengadilan Banding menyatakan bahwa meskipun Harry merasa dirugikan secara wajar, hal ini tidak mencerminkan kesalahan hukum.

    “Tentu saja, sangat terpukul dengan keputusan ini,” kata Harry, yang kini tinggal di California bersama Meghan dan dua anak mereka, kepada BBC.

    Ia menambahkan, “Status saya tidak berubah—tidak bisa berubah. Saya adalah diri saya sendiri, bagian dari apa yang saya bagian dari, dan saya tidak bisa melarikan diri dari itu.” sambungnya.

    Harry mengklaim bahwa “keamanan” dirinya digunakan sebagai “alat tekanan” untuk mempertahankan status dirinya dan Meghan dalam lingkaran kerajaan.

    Namun demikian, hal itu tak menyurutkan langkah bagi Harry untuk memutuskan pindah ke Amerika Serikat bersama keluarga kecilnya.

    “Apa yang sulit saya maafkan, dan mungkin akan selalu kesulitan saya maafkan, adalah keputusan yang dibuat pada 2020 yang memengaruhi setiap hari saya dan secara sadar menempatkan saya dan keluarga dalam bahaya,” ujarnya dalam wawancara dari California.

    Istana Buckingham pun turut buka suara terkait putusan pengadilan Inggris untuk Harry.

    “Semua isu ini telah diperiksa berulang kali dan secara cermat oleh pengadilan, dengan kesimpulan yang sama pada setiap kesempatan,” tegas pihak Kerajaan Inggris.

    PANGERAN HARRY – Pangeran Harry dan Meghan Markle dalam acara ESPY Awards 2024. Pangeran Harry pada hari Jumat (2/5/2025) waktu setempat menyatakan bahwa ia merasa “terpukul” setelah kehilangan banding mengenai fasilitas pengamanannya yang kini resmi dicabut.(Screenshot ABC Live)

     

    Hakim Geoffrey Vos menyatakan bahwa pengacara Harry telah menyampaikan argumen yang kuat dan “mengharukan” tentang dampak perubahan keamanan, tetapi hal ini tidak membuat perubahan tersebut melanggar hukum.

    Harry yang kini berusia 40 tahun, diketahui selalu menghadiri sidang tersebut selama dua hari pada April lalu.

    Saat ditanya apakah ia berniat mengajukan banding lagi atas keputusan hari Jumat ke Mahkamah Agung Inggris, Harry pun buka suara

    “Saya tidak ingin ada pertarungan berlanjut… ini, pada intinya, adalah sengketa keluarga.” pungkas Harry.

    (Tribunnews.com/Bobby)

  • Tingkat Penolakan Vaksin Masih Tinggi, Orangtua Perlu Diedukasi Bertahap – Halaman all

    Tingkat Penolakan Vaksin Masih Tinggi, Orangtua Perlu Diedukasi Bertahap – Halaman all

    TRIBUNEWS.COM, JAKARTA – Penolakan terhadap vaksinasi anak masih menjadi tantangan di lapangan, terutama karena maraknya informasi yang simpang siur di internet.

    Hal ini diungkapkan oleh dr Vinia Rusli, Sp.A(K), yang menilai bahwa kekhawatiran orangtua kerap kali terbentuk oleh narasi keliru yang tersebar luas di media sosial.

    “Banyak orangtua yang mendadar (terpengaruh spontan) karena baca story atau informasi yang belum tentu benar. Itu membuat mereka khawatir, bahkan menolak vaksin,” kata Vinia saat sesi talkshow interaktif di event ParenTale di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (2/5/2025).

    Menurut Vinia, penolakan vaksinasi bisa dibagi dalam beberapa level mulai yang terrendah (level 0) hingga tinggi (level 5).

    “Orangtua yang berada di level 3 hingga 5 biasanya sudah menunjukkan penolakan aktif atau bahkan keras terhadap vaksinasi,” katanya. 

    Dalam situasi seperti itu, edukasi menjadi lebih menantang karena pola pikir mereka sudah terbentuk kuat.

    “Kita tidak bisa langsung memaksa. Edukasi harus bertahap, disesuaikan dengan tingkat resistensinya,” jelasnya.

    Dokter spesialis anak konsultan yang berpraktek di Siloam Hospitals Lippo Village ini menyarankan agar edukasi dilakukan dengan pendekatan yang lebih lunak.

    “Misalnya memulai dari kelompok orangtua yang masih ragu-ragu (level 1 atau 2), yang masih membuka kemungkinan untuk berdialog dan menerima informasi dari tenaga medis terpercaya,” katanya.

    Pendekatan lunak pada orangtua bisa melalui sesi parenting seperti ParenTale  yang jadi wadah edukatif bagi para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia 0–10 tahun akan berlangsung hingga MInggu (4/5/2025) ini.

    Sementara itu, event ParenTale 2025 hadir sebagai festival keluarga,  gratis dan terbuka bagi seluruh masyarakat, khususnya keluarga muda, calon orang tua, dan komunitas parenting se-Jabodetabek.

    “Mengusung tema Embracing the Diversity of Parenting Journey, ParenTale 2025  ingin memberikan ruang bagi semua pihak untuk merasakan pengalaman parenting yang mendalam dan inspiratif,” kata  Edwina Tirta, Partnership and Event Creation Director ICE Events.

    Dikatakannya, ParenTale adalah representasi nyata dari bagaimana dunia parenting terus berkembang dan semakin inklusif.

    “Kami mendesain acara ini dengan pendekatan yang personal dan emosional, karena setiap keluarga memiliki kisah dan kebutuhan unik yang layak dirayakanm,” katanya.

    Event ini tidak hanya mengedepankan aspek edukatif, tetapi juga menyediakan area playground interaktif hasil kolaborasi dengan XCocoland, dirancang khusus untuk mendukung kreativitas dan eksplorasi anak.

    Fasilitas penunjang seperti nursery room, stroller parking, dan jastiper lounge disediakan demi kenyamanan seluruh keluarga.

    Ayunda Wardhani, CEO Bridestory – Parentstory, menekankan, sebagai platform yang dekat dengan orang tua milenial dan Gen Z, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bermanfaat secara edukatif, tetapi juga menyenangkan dan relevan.” 

    “Event ini tidak hanya mengedepankan aspek edukatif, tetapi juga menyediakan area playground interaktif hasil kolaborasi dengan XCocoland, dirancang khusus untuk mendukung kreativitas dan eksplorasi anak,” katanya.

     

  • Tengok Siswa di Barak Militer, KDM: Kalau Ini Berhasil, Saya Siapkan Konsep untuk Orang Dewasa – Halaman all

    Tengok Siswa di Barak Militer, KDM: Kalau Ini Berhasil, Saya Siapkan Konsep untuk Orang Dewasa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara perihal kebijakannya mengirim siswa nakal ke barak militer.

    Menurutnya, lewat program pendidikan karakter yang melibatkan TNI itu, generasi muda yang dahulu sulit diatur itu kini menjadi pribadi disiplin dan penuh semangat.

    Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat meninjau kegiatan di Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (3/5/2025).

    “Dulu mereka sulit tidur, sekarang jam 8 malam sudah terlelap. Dulu susah bangun, sekarang jam 4 pagi sudah bangkit,” ucap pria yang akrab disapa KDM itu dengan antusias, dilansir Tribun Jabar.

    KDM mengatakan, program tersebut bukan sekadar pendidikan keras, melainkan terapi kejut.

    Ia menyebut, anak-anak yang terbiasa bolos, tawuran, dan nongkrong sembarangan kini mulai berubah. 

    “Coba lihat tempat nongkrong sekarang, bersih. Anak-anak yang biasanya bolos, enggak kelihatan,” ungkap Dedi Mulyadi.

    Eks Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa efek siswa ditempatkan di barak militer ternyata tak main-main.

    “Kalau disuruh guru, mereka diledek. Tapi begitu ketemu jajaran TNI, langsung nurut. Ada efek kejut di sana,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Dedi berujar bahwa program ini akan dilaksanakan di Bandung, Bekasi, Sumedang dan merambah ke seluruh kabupaten/kota di Jabar. 

    Ia berujar, Subang menjalin kerja sama dengan Lanud Kalijati dan pelatihan ini tak berhenti untuk siswa SMP dan SMA.

    “Sebulan ke depan, kalau ini berhasil, saya akan siapkan konsep untuk orang dewasa, yang suka nongkrong, mabuk, tawuran. Saya akan tangani juga,” ujarnya.

    Bukan hanya menyasar kenakalan, ia menyatakan program ini juga mempersiapkan generasi siap kerja.

    “Saya ingin anak-anak yang baik ini bisa terhubung dengan industri. Kita siapkan pelatihan berpola militer sebelum masuk ke dunia kerja seperti BYD atau industri lainnya,” terangnya.

    Dedi Mulyadi pun menaruh harapan besar dengan program pendidikan karakter ini.

    “Mudah-mudahan anak-anak kita jadi disiplin, terarah, dan punya visi. Ini bukan soal keras, ini soal masa depan,” ucapnya.

    Didukung Anggota DPRD Cirebon

    Di sisi lain, gagasan KDM mengirim siswa nakal ke barak militer juga memperoleh dukungan dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD Kota Cirebon, Subagja.

    Ia bahkan mengusulkan agar program tersebut ditambah dengan pembinaan melalui olahraga keras seperti tinju.

    “Ya, saya sebagai anggota DPRD Kota Cirebon sangat setuju sekali, karena setiap ada pelaku perang-perang konten yang dilakukan oleh pelajar, tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum. Maka saran Kang Dedi itu memang bagus,” ujar Subagja, Sabtu.

    Subagja menilai, selain disiplin ala militer, olahraga keras seperti gulat, boxing, karate dan muay thai juga penting dalam membentuk karakter dan menyalurkan energi anak-anak ke arah positif.

    “Karena olahraga dengan unsur body contact dapat membentuk karakter dan menyalurkan energi anak-anak ke hal positif.”

    “Termasuk saya sendiri sebagai Ketua Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Kota Cirebon. Kami gratiskan untuk siapa pun yang ingin belajar tinju, asal syaratnya satu yakni salat,” ucapnya.

    Ia juga menyinggung penyebab kenakalan remaja saat ini yang dipicu oleh penyalahgunaan obat-obatan serta kurangnya penegakan hukum terhadap narkoba.

    Oleh sebab itu, menurutnya Pertina Kota Cirebon secara rutin menggelar pertandingan setiap dua bulan demi menarik minat pelajar pada olahraga.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Tengok Siswa di Barak Militer Purwakarta, Sebut Jadi Efek Kejut Siswa Lain.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJabar.id/Deanza Falevi)

  • Pembatalan Mutasi Anak Try Sutrisno Letjen Kunto Arief, ISESS: Kurang Matangnya Perencanaan – Halaman all

    Pembatalan Mutasi Anak Try Sutrisno Letjen Kunto Arief, ISESS: Kurang Matangnya Perencanaan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Co Founder Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai pengembalian Letjen TNI Kunto Arief Wibowo ke posisi semula sebagai Pangkogabwilhan I merupakan hal yang wajar dan sah dalam tradisi militer.

    Khairul mengatakan, dunia militer sangat dinamis, khususnya terkait keputusan mengenai penempatan dan pergeseran prajurit, termasuk mutasi jabatan.

    “Jadi, ini sebenarnya hal yang wajar dan sah saja dalam tradisi militer,” kata Khairul, saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (3/5/2025).

    “Publik perlu memahami bahwa di lingkungan TNI, memang dikenal prinsip ‘5 menit terakhir menentukan’, sebuah asas tak tertulis yang mencerminkan fleksibilitas dan kewaspadaan tinggi dalam pengambilan keputusan strategis,” tambahnya.

    Ia tak menampik soal pembatalan mutasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik dan internal TNI sendiri.

    Meski demikian, menurutnya, tidak semua orang memahami prinsip fleksibilitas dalam organisasi TNI.

    “Akibatnya, keputusan yang cepat berubah bisa dipandang sebagai kurang matangnya perencanaan dan hal itu mempengaruhi stabilitas organisasi,” jelasnya.

    Dinamika di dalam internal TNI, katanya, mengingatkan soal profesionalisme institusi militer tersebut tak hanya diukur dari disiplin struktural, tapi juga dari kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika tantangan dan kebutuhan strategis.

    Lebih lanjut, Khairul menyebut, mengingat antusiasme publik yang hampir selalu tinggi terhadap ragam dinamika TNI.

    Ia menilai, penting bagi TNI untik memastikan setiap keputusan strategis dapat dikomunikasikan dengan jelas kepada publik.

    “Saya kira kemudian penting juga bagi TNI untuk memastikan bahwa setiap keputusan strategis, dapat dikomunikasikan dengan jelas kepada publik untuk menjaga kepercayaan terhadap institusi,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto batal mencopot Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.

    Pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo itu tertuang dalam SK terbaru Nomor Kep 554.a/IV/2025.

    Mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo ke Staf Khusus KSAD dibatalkan.

    Dengan demikian alumnus Akmil 1992 itu akan tetap menjabat Pangkogabwilhan I.

    Letjen TNI Kunto Arief Wibowo putra Jenderal (purn) Try Sutrisno mantan Panglima ABRI dan Wapres era Soeharto.

    Mabes TNI pun menjelasan pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo itu.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi mengonfirmasi salinan dokumen Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 554.a/IV/2025 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia pada Jumat (2/5/2025).

    Dalam salinan dokumen tersebut, menunjukkan mutasi putra Wapres ke-6 RI periode 1993-1998 sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) periode 1988-1993 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yakni Letjen TNI Kunto Arief Wibowo hingga mantan ajudan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo yakni Laksda TNI Hersan dibatalkan.

    Kristomei menyebut sejumlah perwira tinggi TNI dalam mutasi terbaru tersebut ditangguhkan karena ada perencanaan dari sisi organisasi dan dari staf personalia. 

    Ia menjelaskan hal itu karena ada beberapa perwira tinggi TNI yang masih dibutuhkan dalam penugasannya sesuai dengan perkembangan situasi dan ancaman saat ini.

    Hal tersebut, kata dia, juga didasarkan pertimbangan masing-masing pimpinan para perwira tinggi TNI dimaksud.

    “Ya, jadi kan ini kan sesuai yang pertimbangkan para pimpinan masing-masing. Siapa-siapa yang harus yang sudah bergeser. Ternyata setelah dipertimbangkan dengan perkembangan situasi yang ada saat ini, ternyata masih harus dipimpin oleh pati (perwira tinggi) yang bersangkutan,” ungkap Kristomei saat konferensi pers via daring pada Jumat (2/5/2025) malam.

    “Kita masih tunda untuk pergeserannya. Karena ada yang tidak bergeser, maka rangkaian itu tidak bisa bergeser,” lanjut dia.

    Ia juga menegaskan penangguhan mutasi terhadap Letjen TNI Kunto Arief Wibowo tersebut tidak ada kaitannya dengan aktivitas atau pernyataan dari ayah Kunto, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

    Diketahui, Try Sutrisno disebut-sebut turut merestui usulan Forum Purnawirawan TNI di mana satu poinnya meminta mengganti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui MPR. (*)
     

     

  • Potret 2 Siswa SMP di Purwakarta saat Jalani Ujian Akhir Sekolah di Barak Militer – Halaman all

    Potret 2 Siswa SMP di Purwakarta saat Jalani Ujian Akhir Sekolah di Barak Militer – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Puluhan siswa SMP di Purwakarta menjalani pendidikan militer di Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

    Mereka menjalani program gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal pendidikan militer untuk mengatasi siswa nakal.

    Saat menjalani program ini, ada dua siswa SMP yang duduk menyendiri sambil ditemukan dua prajurit TNI.

    Ternyata, dua siswa SMP tersebut tengah mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS).

    Dua prajurit TNI juga terlihat ikut mengawasi keduanya saat mengerjakan tes.

    Tak hanya itu, keduanya juga diawasi guru masing-masing.

    Mengutip TribunJabar.id, guru-guru lainnya juga hadir, tapi untuk memberikan semangat terhadap pelajar lain yang menjalani program pendisiplinan ini.

    Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri bin Zein menuturkan, program ini dirancang sebagai bentuk pendidikan karakter.

    Para pelajar akan digembleng dengan 60 persen materi pendidikan kedisiplinan.

    Sementaranya sisanya, soal wawasan kebangsaan, cinta tanah air, nilai-nilai kepahlawanan, kerohanian, materi pelajaran, hingga bimbingan konseling dan psikologis.

    “Ini bukan hukuman, tapi pembentukan karakter.”

    “Kami ingin mereka pulang sebagai pribadi yang lebih kuat, lebih disiplin, dan mencintai bangsa,” ucap pria yang akrab dipanggil Om Zein itu.

    Sebelumnya diberitakan, sebanyak 39 dari 40 siswa sekolah menengan pertama (SMP) bakal menjalani pendidikan ala militer di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, yang terletak di Jalan Raya Sadang-Subang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Kamis (1/5/2025). 

    Selama 14 hari, mereka akan jalani pembinaan intensif dalam lingkungan militer dengan tujuan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

    Mengutip TribunJabar.id, para siswa tersebut merupakan peserta program pendidikan karakter khusus yang digagas pemerintah daerah bagi pelajar yang dinilai sulit diatur oleh sekolah dan keluarga.

    Salah satu orang tua siswa, Elly berharap anaknya bisa berubah menjadi lebih baik setelah mengikuti program pendidikan militer ini.

    Ia menyebut, anaknya suka bolos sekolah dan susah dinasehati.

    “Anak saya sering bolos dan susah dinasehatin. Saya titipkan ke program ini agar bisa berubah jadi lebih baik,”

    “Terima kasih Pak Bupati dan Gubernur, semoga anak saya bisa jadi rajin dan nurut,” kata Elly.

    Ia menuturkan bahwa telah menyiapkan segala perlengkapan jauh-jauh hari.

    “Memang sudah didaftarkan oleh sekolah, terus saya sebagai orang setuju dan dukung, semoga anak ini bisa berubah lah menjadi lebih baik,” katanya.

    Sementara itu, Danmen Armed 1 Kostrad, Kolonel Arm Roni Junaidi menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membentuk lingkungan positif yang membangun mental.

    “Tujuan utama program ini adalah membentuk lingkungan positif yang membangun mental dan spiritual anak-anak,” ujarnya.

    Ia menuturkan, materi pelatihan ini disusun oleh banyak pihak, seperti TNI, Polri, Pemda, Dinas Sosial, hingga Psikolog Anak.

    “Tentu ini kolaborasi yang baik, semua terlibat untuk memberikan hal yang positif kepada anak,” ucapnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dua Pelajar SMP Ini Harus Jalani Ujian Akhir Sekolah di Barak Militer, Diawasi Langsung oleh Tentara

    (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Daenza Falevi)