Author: Tribunnews.com

  • Bupati Purwakarta Bantah Isu Siswa Kabur dari Barak Militer: Enggak Ada – Halaman all

    Bupati Purwakarta Bantah Isu Siswa Kabur dari Barak Militer: Enggak Ada – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, membantah kabar yang menyebutkan bahwa salah satu peserta program pendidikan karakter di barak militer Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kabur.

    Isu tersebut dinilai sebagai informasi yang tidak benar dan dibesar-besarkan.

    “Ada-ada aja, ada isu dibilang ada siswa yang kabur dari barak militer.” 

    “Enggak ada. Gelombang pertama itu memang cuma 39 orang,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein di hadapan awak media pada Sabtu, 3 Mei 2025.

    Bupati menjelaskan bahwa dari total 40 remaja yang didaftarkan oleh orang tua mereka, hanya 39 yang hadir.

    Satu peserta berinisial MR yang sempat disebut-sebut kabur, ternyata tidak pernah hadir sejak hari pertama.

    “Om Zein sudah tanya langsung ke orang tua dan anaknya sendiri. Mereka bilang memang engga jadi ikut. Anak tersebut justru sudah sadar duluan.” 

    “Katanya dia janji enggak bakal bolos sekolah lagi, bakal nurut, jadi anak baik-baik. Ya itu kan bagus, sebelum ikut pembinaan udah insaf,” ucapnya.

    Om Zein menambahkan bahwa meskipun anak tersebut tidak ikut, sang ibu masih berharap anaknya dapat bergabung dalam program.

    “Ibunya pengen banget anaknya ikut. Malah ngiri sama anak-anak lain yang ikut. Tapi ya kita enggak bisa maksa,” tuturnya.

    Bupati Purwakarta menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun peserta yang melarikan diri.

    “Dari awal 39, dan sampai sekarang tetap 39. Jadi saya tegaskan lagi, tidak ada yang kabur,” ujarnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bupati Purwakarta Bantah Isu Peserta Kabur dari Barak Militer: ‘Tidak Ada yang Melarikan Diri!

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Mati Listrik di Bekasi: Pengunjung Panik Saat Layar Bioskop Tiba-tiba Gelap di Tengah Film – Halaman all

    Mati Listrik di Bekasi: Pengunjung Panik Saat Layar Bioskop Tiba-tiba Gelap di Tengah Film – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Sejumlah pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, terdampak mati listrik pada Sabtu malam (3/5/2025).

    Dua di antaranya yang terdampak, yatu Pakuwan Mall Bekasi dan Mega Bekasi.

    Dalam video yang dilihat Tribunnews.com dari akun media sosial Instagram Bekasi.Kita, terdengar suara seorang warga yang terkejut menyatakan, “Pakuwan Mall Bekasi mati lampu.”

    Kejadian tersebut langsung membuat pengunjung di mall itu panik. 

    Sementara itu, di Mega Bekasi juga terjadi hal yang sama. 

    Pengunjung XXI Mega Bekasi terkejut, terutama ketika lampu dan layar bioskop tempat mereka menonton film tiba-tiba padam. 

    “XXI Mega Bekasi mati lampu,” ungkap salah seorang pengunjung yang merasa kebingungan.

    Dengan ekspresi terkejut, ia melihat sekeliling, mencoba mencari penjelasan atas apa yang baru saja terjadi. 

    Suasana yang sebelumnya nyaman dan penuh tawa kini berubah mencekam, seiring dengan padamnya lampu bioskop yang menghentikan layar besar yang menampilkan film favorit mereka. 

    Keheningan yang menyelimuti ruangan membuat para penonton saling berpandangan, tidak tahu harus berbuat apa. 

    Beberapa dari mereka terlihat gelisah, berdiri dari tempat duduk dan mengarahkan pandangan mereka ke pintu keluar yang semakin jelas, berharap sesuatu bisa segera diperbaiki. 

    MATI LISTRIK DI BEKASI – Sabtu malam, Bekasi mengalami pemadaman listrik. Ketahui wilayah yang terkena dampak dan informasi terbaru mengenai kejadian ini. (ISTIMEWA)

    Meski sebagian pengunjung memilih untuk meninggalkan area tersebut, ada juga yang tetap melanjutkan aktivitas mereka dengan kondisi yang serba gelap. 

    Kejadian mati listrik yang mengganggu ini mengundang perhatian pengunjung dan menyisakan pertanyaan tentang penyebab terjadinya gangguan listrik di pusat-pusat perbelanjaan tersebut.

    Apa pendapat Anda? Berikan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini jika Anda menginginkan orang lain untuk membacanya.

  • Pengakuan Pembunuh Wanita yang Jasadnya Dicor di Wonogiri, Cekik dan Pukul Korban hingga Tewas – Halaman all

    Pengakuan Pembunuh Wanita yang Jasadnya Dicor di Wonogiri, Cekik dan Pukul Korban hingga Tewas – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Dwi Hastuti, seorang perempuan berusia 48 tahun asal Baturetno, Kabupaten Wonogiri, menjadi korban pembunuhan.

    Jasadnya ditemukan terkubur di pekarangan belakang rumah orang tua pelaku, Joko Nur Setiawan (34), di Desa Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis, 1 Mei 2025.

    Sebelumnya, Dwi dilaporkan hilang selama 2,5 bulan, sejak 11 Februari 2025.

    Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Joko.

    Dalam keterangannya, Joko mengaku bahwa ia mencekik Dwi hingga terjatuh, kemudian memukulnya berulang kali hingga korban meninggal dunia.

    “Dari hasil visum et repretum, hasil sementara itu terdapat memar di wajah bagian pipi kanan kiri (korban), kemudian terdapat pendarahan di otak,” ucap Agung, Sabtu (3/5/2025).

    “Kemudian kita periksa, pemeriksaan tambahan terhadap tersangka.”

    “Tersangka mengakui setelah korban dicekik, korban jatuh kemudian korban dipukuli berulang kali sehingga korban meninggal dunia,” imbuhnya.

    Agung menjelaskan lebih lanjut bahwa saat kejadian, bapak pelaku sedang tidak berada di rumah.

    Mulut korban dibekap oleh pelaku saat mencekik lehernya, dan saat terjatuh, kepalanya membentur pondasi rumah. 

    Setelah itu, pelaku memukuli korban yang dalam posisi telentang.

    Setelah menyadari bahwa Dwi telah meninggal, pelaku mengubur jasadnya di pekarangan belakang rumah dekat kandang itik.

     “Dia (pelaku) sempat keluar untuk membeli semen guna menutupi perbuatannya,” ungkap Agung.

    Polisi telah memeriksa enam saksi terkait kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan memanggil saksi lain.

    Barang bukti yang telah diamankan meliputi tas, handphone, kartu ATM, KTP, pakaian korban, dan cangkul.

    Pelaku kini dijerat dengan Pasal 338 KUHP, yang mengancamnya dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Wanita yang Mayatnya Dicor di Wonogiri.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Truk Rem Blong di Flyover Slipi Akibatkan Kecelakaan Beruntun Lima Kendaraan – Halaman all

    Truk Rem Blong di Flyover Slipi Akibatkan Kecelakaan Beruntun Lima Kendaraan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Gatot Subroto tepatnya flyover arah Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (3/5/2025).

    Peristiwa kecelakaan itu melibatkan lima kendaraan truk Fuso, Xpander, Luxio, Inova, dan Sigra.

    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengungkapkan kronologis kecelakaan lalu lintas diduga akibat truk Fuso mengalami rem blong.

    Menurut keterangan saksi bahwa pada saat sebelum kejadian laka lantas truk Fuso yang dikemudikan FR melaju ke arah barat di jalan Gatot Subroto wilayah Jakarta Pusat.

    “Sesampainnya di TKP tepatnya pada lampu lalu lintas (Traffic Light) Slipi diduga truk Fuso Mitsubishi  rem blong kemudian menabrak Xpander dikendarai RD terdorong menabrak kendaraan Luxio dikemudikan US,” ucapnya Ojo kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).

    Kemudian kendaraan Luxio terdorong menabrak Inova dan terdorong lagi menabrak Sigra.

     

    Akibat dari kecelakaan tersebut kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan.

    Truk Fuso mengalami kerusakan pada bumper depan lepas, Xpander mengalami kerusakan pada bagian kaca belakang pecah, pintu bagasi belakang penyok.

    Selanjutnya, Luxio mengalami kerusakan bagian pintu bagasi belakang penyok, Inova mengalami kerusakan pada bagian bumper belakang penyok dan kap mesin penyok, dan Sigra pada bagian pintu bagasi belakang penyok.

    Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan kerugian materil.

    “Arus lalu lintas saat ini sudah kembali normal di lokasi kejadian,” pungkasnya.

    Informasi laka lantas diunggah akun Instagram Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, Sabtu (3/5/2025) ini. 

    Disebutkan kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 10.23 WIB.
     

  • Kisah Catur Rahayu, Buruh Tekstil di Karanganyar Digaji Rp15 Ribu Sebulan – Halaman all

    Kisah Catur Rahayu, Buruh Tekstil di Karanganyar Digaji Rp15 Ribu Sebulan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Catur Rahayu, seorang buruh tekstil berusia 44 tahun asal Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialaminya.

    Ia hanya menerima gaji sebesar Rp15.000 untuk satu bulan kerja, meskipun telah bekerja di perusahaan tersebut sejak tahun 2001.

    Menurutnya, baru kali ini dirinya mengalami perlakuan yang menurutnya sangat tidak adil.

    “Saya sudah 24 tahun bekerja di perusahaan itu. Tapi baru sekarang saya digaji hanya Rp15 ribu sebulan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Jumat (2/5/2025).

    Menurut Catur, ia hanya masuk kerja dua hari dalam sebulan dan dibayar sesuai hari masuk.

    Pembayaran gajinya pun dipotong untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, sehingga sisa yang ditransfer ke rekeningnya hanya Rp15 ribu.

    “Gaji dua hari langsung dipotong BPJS, sisanya cuma segitu,” jelasnya.

    Perubahan Jadwal Kerja Sepihak

    Catur juga mengeluhkan ketidakjelasan status kerja dan perubahan jadwal kerja yang dilakukan sepihak oleh perusahaan.

    “Tanpa ada kesepakatan, jadwal kerja kami diubah sepihak. Akhirnya, gaji kami dihitung hanya berdasarkan jumlah hari masuk kerja,” jelasnya.

    Ia dan rekan-rekannya meminta perusahaan untuk membayar gaji secara adil sesuai kesepakatan.

     “Kalau kami kerja 18 hari, ya digaji 18 hari. Jangan asal ubah,” tegasnya.

    Catur menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya hukum dan memenangkan gugatan hingga tingkat Mahkamah Agung.

    “Kami menang di pengadilan dari PHI Semarang hingga MA, tapi sampai sekarang perusahaan belum membayar hak kami,” tuturnya.

    Catur berharap perusahaan segera menyelesaikan persoalan ini secara adil.

    “Kalau memang tidak ingin mempekerjakan kami lagi, silakan PHK sesuai prosedur. Jangan menggantung seperti ini. Kami butuh kepastian,” pungkasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Nasib Catur Rahayu, Buruh Tekstil di Karanganyar Tak Jelas, Digaji Rp15 Ribu untuk Hidup Sebulan.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Update Mati Listrik di Bekasi Sabtu Malam: Wilayah Terdampak dan Penyebabnya – Halaman all

    Update Mati Listrik di Bekasi Sabtu Malam: Wilayah Terdampak dan Penyebabnya – Halaman all

    Update mati listrik di Bekasi Sabtu malam, simak wilayah terdampak dan penyebabnya. Temukan informasi terbaru terkait pemadaman listrik di Bekasi

    Tayang: Sabtu, 3 Mei 2025 20:08 WIB

    ISTIMEWA

    MATI LISTRIK DI BEKASI – Sabtu malam, Bekasi mengalami pemadaman listrik. Ketahui wilayah yang terkena dampak dan informasi terbaru mengenai kejadian ini. 

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Berikut ini perkembangan terbaru soal mati listrik di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (3/5/2025) malam.

    Manager PLN UP3 Bekasi, Donna Sinatra, mengatakan mati listrik di Bekasi disebabkan terjadi gangguan pada sistem jaringan tegangan tinggi 150 KiloVolt (kV).

    “Berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Bekasi,” ujarnya pada Sabtu malam.

    Hingga kini, PLN masih berupaya mempercepat proses pemulihan pasca pemadaman.

    Menurut dia, PLN Bekasi mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat penormalan kembali pasokan listrik di wilayah-wilayah terdampak.

    “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan landar,” ujarnya.

    Berikut ini daftar wilayah terdampak mati listrik di Bekasi:

    sekitar Jalan Chairil Anwar, 

    Setia Mekar, 

    Jalan Juanda, 

    Jalan Kartini, 

    Kelurahan Marga Jaya, 

    Jatimulya, 

    Perumahan Pondok Hijau, 

    Jalan Kalimalang Setia Dharma, 

    Bantar Gebang, Giant Mal, serta beberapa area lainnya di Kota Bekasi.

    Apa pendapat Anda? Berikan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini jika Anda menginginkan orang lain untuk membacanya.

    Akses Tribunnnews.com di Google News atau WhatsApp Channel Tribunnews.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Rp39 Triliun untuk Hutan Bakau: Komitmen Hijau Agung Sedayu Group – Halaman all

    Rp39 Triliun untuk Hutan Bakau: Komitmen Hijau Agung Sedayu Group – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Dalam upaya menyelamatkan ekosistem pesisir dan mewariskan lingkungan hidup yang lestari bagi generasi mendatang, organisasi Warga Bumiputra Indonesia (WBI) bersama Agung Sedayu Group (ASG) menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang, Sabtu (3/5/2025).

    Kegiatan bertema “Warga Bumiputra Indonesia Pulihkan Mangrove Pesisir” ini menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

    Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum WBI Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan menargetkan restorasi mangrove di sepanjang 5 kilometer garis pantai. Dalam doorstop-nya, Hendropriyono menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah dirintis sejak 1995.

    “Kita memulai ini dari kesadaran bahwa masa depan umat manusia sangat bergantung pada ekosistem. Penanaman ini adalah langkah konkret untuk menerangi hari depan generasi penerus,” ujarnya.

    Program ini menargetkan rehabilitasi 1.600 hektare area mangrove, berkolaborasi dengan mitra seperti Nata Bumi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda nasional untuk memulihkan ekosistem pesisir yang kian terancam.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove.

    “Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon sangat tinggi. Ini bukan hanya soal mencegah abrasi, tapi juga mengatasi perubahan iklim global. Tapi ingat, semangat pelestarian ini harus diiringi upaya pengurangan sampah plastik,” tegas Diaz.

    Saat ini, luas hutan mangrove di Indonesia turun drastis dari 4,4 juta hektare pada 1990 menjadi sekitar 3,3 juta hektare. Padahal, Indonesia memiliki sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia, menjadikannya aktor penting dalam perlindungan kawasan pesisir secara global.

    Aksi ini mendapat dukungan penuh dari sektor swasta, termasuk Agung Sedayu Group melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan PIK 2. Presiden Direktur ASG, Nono Sampono, menegaskan bahwa penyelamatan hutan mangrove merupakan tanggung jawab moral dan legal sebagai pengembang.

    “Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp39,6 triliun untuk rehabilitasi lingkungan, termasuk menebalkan hutan mangrove hingga enam kali lipat. Ini bentuk nyata komitmen kami terhadap pembangunan hijau dan berkelanjutan,” jelas Nono.

    Kawasan Tanjung Pasir yang dulunya memiliki 1.800 hektare hutan bakau kini menyusut drastis menjadi hanya 91 hektare. Karena itu, aksi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tonggak penting dalam penyelamatan salah satu kawasan pesisir paling rentan di Indonesia.

    Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi dalam menghadapi krisis iklim dan degradasi lingkungan.

  • Kementerian Agama Gulirkan Program Magang Mahasiswa di Sektor Industri – Halaman all

    Kementerian Agama Gulirkan Program Magang Mahasiswa di Sektor Industri – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar Kick Off Program PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness Through Internship and Mentor Ship for Academics), Jumat (2/5/2025).

    Program ini dirancang khusus bagi mahasiswa Perguruan Tinggi keagamaan Islam (PTKI) untuk magang bekerja di dunia kerja untuk memperluas wawasan dan mengasah keterampilan.

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno mengatakan, salah satu tantangan terberat bagi perguruan tinggi adalah memastikan bagaimana alumni dari sebuah kampus bisa diterima di dunia kerja.

    Ini karena kompleksnya tantangan dunia kerja, ditambah jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas menuntut alumni PTKI memiliki soft skill untuk dapat bersaing. 

    “Dengan tantangan yang sangat kompleks maka dibutuhkan inovasi, bagaimana perguruan tinggi harus punya cara-cara yang inovatif, yang kira-kira bisa dijadikan instrumen agar para alumni ini mendapatkan peluang pekerjaan,” ungkap Suyitno dikutip Sabtu, 3 Mei 2025.

    Tantangan lainnya adalah pemakaian teknologi kecerdasan buatan yang makin meluas dan bisa menggantikan peran manusia di sektor pekerjaan tertentu.

    Program PRIMA Magang PTKI ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menjembatani alumni perguruan tinggi PTKI dengan dunia kerja yang selain membutuhkan kemampuan akademis yang baik, juga soft skill.

    “Lahirnya program yang digagas Direktorat Diktis ini diharapakan bisa menjadi jembatan bahwa negara hadir untuk memberikan jembatan agar PTKI sadar betul akan kebutuhan, bagaimana mengafirmasi kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

    “Ini sifatnya wajib. Jadi para pimpinan PTKI jangan berpuas diri jika sudah meluluskan mahasiswa, tetapi juga memikirkan anak ini bagaimana kedepan,” tandasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron menjelaskan, Prima Magang PTKI bukan sekedar program magang biasa, karena program ini didesain dengan sistem pendampingan dan monitoring.

    Hal itu memungkinkan mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari para profesional di lapangan. Dengan demikian mereka dapat mengintegrasikan ilmu akademik dengan realita praktik kerja.

    “Launching Program Prima Magang PTKI sebagai bagian dari ikhtiar kita dalam memperkuat kolaborasi antara pendidikan keagamaan islam atau Lembaga Pendidikan keagamaan Islam dengan dunia Industri,” ujarnya.

    Menurutnya, program ini untuk merespon kebutuhan meningkatkan kompetensi lulusan PTKI agar selaras dengan dunia kerja yang terus berubah.

    “Kita ingin lulusan PTKI tidak hanya kuat dalam keilmuan, tetapi juga Tangguh secara karakter, terampil dalam praktik dan siap beradaptasi di tengah kompleksitas dunia nyata,” terangnya.

    “Saya berharap program ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat yang besar serta menjadi contoh peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional, semoga Allah memberkahi setiap langkah kita,” ujar Sahiron. (tribunnews/fin)

  • Tinjau Siswa di Barak Militer, KDM: Dulu Mereka Sulit Tidur, Sekarang Jam 8 Malam Sudah Terlelap – Halaman all

    Tinjau Siswa di Barak Militer, KDM: Dulu Mereka Sulit Tidur, Sekarang Jam 8 Malam Sudah Terlelap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan kebijakan mengirim siswa nakal ke barak militer sebagai bagian dari program pendidikan karakter.

    Ia menilai program ini berhasil membentuk generasi muda yang lebih disiplin dan semangat.

    Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyampaikan pandangannya saat meninjau kegiatan di Resimen Armed 1 Sthira Yudha, Purwakarta, pada Sabtu, 3 Mei 2025.

    Ia mengungkapkan, siswa yang sebelumnya sulit diatur kini menunjukkan perubahan signifikan.

    “Dulu mereka sulit tidur, sekarang jam 8 malam sudah terlelap. Dulu susah bangun, sekarang jam 4 pagi sudah bangkit,” ungkapnya dengan antusias.

    KDM menekankan bahwa program ini bukan hanya pendidikan keras, melainkan juga terapi kejut bagi siswa.

     “Coba lihat tempat nongkrong sekarang bersih. Anak-anak yang biasanya bolos enggak kelihatan,” tambahnya.

    Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa efek siswa ditempatkan di barak militer sangat nyata.

    “Kalau disuruh guru mereka diledek, tapi begitu ketemu jajaran TNI langsung nurut. Ada efek kejut di sana,” jelasnya.

    Program ini direncanakan akan diperluas ke Bandung, Bekasi, dan Sumedang, serta seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

    Dedi juga mengungkapkan bahwa Subang telah menjalin kerja sama dengan Lanud Kalijati untuk pelatihan yang tidak hanya ditujukan bagi siswa SMP dan SMA.

    KDM menambahkan, jika program ini berhasil, ia akan menyiapkan konsep serupa untuk orang dewasa yang terlibat dalam kenakalan, seperti nongkrong, mabuk, dan tawuran.

    “Sebulan ke depan, kalau ini berhasil, saya akan siapkan konsep untuk orang dewasa, yang suka nongkrong, mabuk, tawuran. Saya akan tangani juga,” ujarnya.

    Selain itu, Dedi Mulyadi berharap program ini dapat mempersiapkan generasi muda untuk dunia kerja.

    “Saya ingin anak-anak yang baik ini bisa terhubung dengan industri. Kita siapkan pelatihan berpola militer sebelum masuk ke dunia kerja,” tuturnya.

    Dedi Mulyadi menaruh harapan besar pada program pendidikan karakter ini, berharap anak-anak akan menjadi disiplin, terarah, dan memiliki visi untuk masa depan.

    “Ini bukan soal keras, ini soal masa depan,” tegasnya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Tengok Siswa di Barak Militer Purwakarta, Sebut Jadi Efek Kejut Siswa Lain.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Konflik Kashmir Memanas: India Larang Impor Barang dari Pakistan! – Halaman all

    Konflik Kashmir Memanas: India Larang Impor Barang dari Pakistan! – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak pasca serangan mematikan terhadap turis di kawasan Kashmir yang menjadi sengketa antara kedua negara.

    Baru-baru ini, India mengeluarkan kebijakan kontroversial yang melarang impor barang dari atau transit melalui Pakistan.

    Kebijakan ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang telah berlangsung lama antara dua negara bertetangga ini.

    Apa yang Menyebabkan Larangan Impor dari Pakistan?

    Larangan impor ini dikeluarkan oleh India sebagai respons terhadap serangan teroris yang menewaskan sedikitnya 26 turis di Pahalgam, Lembah Kashmir.

    Dalam sebuah pemberitahuan resmi yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri India, larangan ini mencakup pelarangan kapal berbendera Pakistan untuk memasuki pelabuhan India, serta larangan bagi kapal berbendera India untuk bersandar di pelabuhan Pakistan.

    Keputusan ini diambil berdasarkan Pasal 411 UU Pelayaran Niaga Tahun 1958, dengan tujuan melindungi infrastruktur pelabuhan dan aset kargo India di tengah situasi yang semakin tegang.

    “Larangan ini akan berlaku sesegera mungkin setelah diumumkan,” ungkap pihak Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri India.

    Penjelasan resmi ini menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan keamanan nasional dan kebijakan publik.

    Bagaimana Respon Pakistan terhadap Serangan dan Larangan Impor?

    Menanggapi serangan tersebut, India menuduh pemerintah Pakistan terlibat dalam aksi kekerasan ini.

    Tuduhan ini dengan tegas dibantah oleh Islamabad, yang justru membalikkan tuduhan dengan menyatakan bahwa mereka memiliki informasi intelijen yang meyakinkan bahwa India berencana melakukan aksi militer menggunakan serangan tersebut sebagai dalih.

    Dalam perkembangan terbaru, Pakistan mengumumkan langkah balasan yang mencakup penghentian seluruh perdagangan perbatasan, penutupan ruang udara bagi maskapai India, serta pengusiran diplomat India.

    Pakistan juga memperingatkan bahwa jika India berusaha menghentikan aliran air sungai sesuai perjanjian yang telah disepakati, hal tersebut akan dianggap sebagai tindakan perang.

    Apa Sejarah di Balik Persengketaan di Kashmir?

    INDIA PAKISTAN MEMANAS – Ilustrasi bendera India dan Pakistan yang diambil dari Pexels pada 29 April 2025. Dua negara nuklir ini berada di ambang perang. (Pexels)

    Wilayah Kashmir, yang mayoritas penduduknya Muslim, telah menjadi sengketa teritorial antara India dan Pakistan sejak 1947.

    Konflik ini bermula dari perjanjian partisi Britania yang membagi subbenua India menjadi dua negara—India (berpenduduk mayoritas Hindu) dan Pakistan (berpenduduk mayoritas Muslim)—namun tidak menyelesaikan status Kashmir, yang saat itu dipimpin oleh maharaja Hindu.

    Setelah pemisahan tersebut, Kashmir menjadi lokasi berbagai perang dan konfrontasi bersenjata, termasuk Perang Indo-Pakistan pada 1947, 1965, dan 1999.

    Hingga kini, wilayah ini tetap menjadi titik panas konflik geopolitik dan ideologis, disertai pemberontakan lokal dan perseteruan diplomatik.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).