Author: Tribunnews.com

  • Sekjen PKS Sebut Program Pemprov Kaltim Sejalan dengan Pembangunan IKN  – Halaman all

    Sekjen PKS Sebut Program Pemprov Kaltim Sejalan dengan Pembangunan IKN  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboebakar Alhabsyi menyoroti upaya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menyuarakan kebutuhan infrastruktur dalam rapat bersama Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

    Habib Aboe menyebut, Kaltim memang seyogianya bukan cuma menjadi penonton dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, tapi juga harus berkontribusi sejajar. 

    “Ini menunjukkan komitmen beliau bahwa Kaltim bukan sekadar penonton dalam pembangunan Ibu Kota Negara, tapi harus menjadi tuan rumah yang sejajar dan berdaulat,” kata Habib Aboe di sela agenda internal PKS, di Kalimantan Timur, Sabtu (3/5/2025).

    Anggota Komisi III DPR ini berkesempatan melawat ke Kaltim untuk bertemu dan berbincang dengan Rudy Mas’ud soal peluang dan tantangan Kalimantan di masa mendatang.

    Satu dari beberapa hal yang dibahas adalah pemulihan ekonomi lokal, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. 

    Habib Aboe mengapresiasi adanya kebijakan pembebasan denda dan pajak kendaraan bermotor hingga tahun 2025. Menurutnya hal ini selain dapat meringankan beban masyarakat, juga menjadi angin segar dalam upaya pemulihan ekonomi lokal.

    Sementara di bidang pendidikan, Habib Aboe menyoroti inisiasi program dari Pemprov Kaltim, Program Gratis Pol yang membebaskan biaya pendidikan bagi SMA dan SMK baik sekolah negeri maupun swasta, hingga jenjang universitas.  

    Sekjen PKS ini berharap program tersebut berjalan sesuai rencana sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kaltim. 

    “Seorang Gubernur yang punya perhatian luar biasa terhadap dunia pendidikan. Kami mencatat, bahkan sebelum genap 100 hari kerja, Bapak Gubernur sudah meluncurkan Program Gratispoll—program revolusioner yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa di Kaltim,” ujarnya. 

     

     

  • Sekjen PKS Sebut Program Pemprov Kaltim Sejalan dengan Pembangunan IKN  – Halaman all

    Sekjen PKS Sebut Program Pemprov Kaltim Sejalan dengan Pembangunan IKN  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboebakar Alhabsyi menyoroti upaya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang menyuarakan kebutuhan infrastruktur dalam rapat bersama Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

    Habib Aboe menyebut, Kaltim memang seyogianya bukan cuma menjadi penonton dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, tapi juga harus berkontribusi sejajar. 

    “Ini menunjukkan komitmen beliau bahwa Kaltim bukan sekadar penonton dalam pembangunan Ibu Kota Negara, tapi harus menjadi tuan rumah yang sejajar dan berdaulat,” kata Habib Aboe di sela agenda internal PKS, di Kalimantan Timur, Sabtu (3/5/2025).

    Anggota Komisi III DPR ini berkesempatan melawat ke Kaltim untuk bertemu dan berbincang dengan Rudy Mas’ud soal peluang dan tantangan Kalimantan di masa mendatang.

    Satu dari beberapa hal yang dibahas adalah pemulihan ekonomi lokal, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. 

    Habib Aboe mengapresiasi adanya kebijakan pembebasan denda dan pajak kendaraan bermotor hingga tahun 2025. Menurutnya hal ini selain dapat meringankan beban masyarakat, juga menjadi angin segar dalam upaya pemulihan ekonomi lokal.

    Sementara di bidang pendidikan, Habib Aboe menyoroti inisiasi program dari Pemprov Kaltim, Program Gratis Pol yang membebaskan biaya pendidikan bagi SMA dan SMK baik sekolah negeri maupun swasta, hingga jenjang universitas.  

    Sekjen PKS ini berharap program tersebut berjalan sesuai rencana sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kaltim. 

    “Seorang Gubernur yang punya perhatian luar biasa terhadap dunia pendidikan. Kami mencatat, bahkan sebelum genap 100 hari kerja, Bapak Gubernur sudah meluncurkan Program Gratispoll—program revolusioner yang sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa di Kaltim,” ujarnya. 

     

     

  • Kata Ketum PKB Cak Imin Soal Gugatan Menteri Dilarang Rangkap Pengurus Parpol di MK – Halaman all

    Kata Ketum PKB Cak Imin Soal Gugatan Menteri Dilarang Rangkap Pengurus Parpol di MK – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tak mempermasalahkan adanya gugatan menteri dilarang rangkap jabatan pengurus partai politik, yang dilayangkan oleh mahasiswa di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Cak Imin bahkan mempersilakan jika para mahasiswa ini ingin mengajukan uji materi terhadap Pasal 23 huruf c Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara tersebut.

    “Ya silakan aja, silakan aja. Kita tunggu,” kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Sabtu (3/5/2025).

    Diketahui, Sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengajukan permohonan uji materi terhadap Pasal 23 huruf c Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

    Mereka ingin agar menteri dilarang rangkap jabatan pengurus partai politik.

    Para mahasiswa ini menilai pasal yang diuji tersebut tidak secara tegas melarang seorang menteri merangkap jabatan sebagai pengurus partai politik, yang berpotensi melemahkan sistem pemerintahan.

    Aturan yang ada saat ini dirasa berpotensi merugikan hak konstitusional warga negara, terutama dalam aspek pemerintahan yang bersih dan profesional. 

    Mereka juga menyoroti beberapa dampak negatif yang bisa terjadi, di antaranya;

    Melemahnya mekanisme checks and balances antara eksekutif dan legislatif, potensi penyalahgunaan kekuasaan karena adanya kepentingan politik dalam jabatan menteri, dan Ketidakpastian hukum yang dapat mengganggu stabilitas sistem pemerintahan.

    “Menteri yang berasal dari parpol sering kali tidak dapat memisahkan tugasnya sebagai pembantu presiden dengan kepentingan  politik partainya, yang dapat mengarah pada keputusan-keputusan yang tidak objektif,” dikutip dari isi permohonan.

    Permohonan uji materi itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Maret 2025. 

    Adapun perkara diregistrasi pada Selasa, 18 Maret 2025, dengan Nomor Perkara Nomor 35/PUU-XXIII/2025.  

    Melalui permohonan ini, para mahasiswa meminta MK untuk menyatakan bahwa Pasal 23 huruf c UU Kementerian Negara bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai mencakup larangan bagi pengurus partai politik untuk merangkap jabatan sebagai menteri.

  • Rekam Tetangga yang sedang Ganti Pakaian, Pria Beristri di Gowa Terancam Dipenjara 4 Tahun – Halaman all

    Rekam Tetangga yang sedang Ganti Pakaian, Pria Beristri di Gowa Terancam Dipenjara 4 Tahun – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, GOWA – Seorang pemuda berinisial MN (24) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

    Ia tertangkap basah merekam tetangganya, IW (23), yang sedang berganti pakaian, di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (3/5/2025) malam 

    Aksi ini bukan hanya menunjukkan pelanggaran privasi yang serius, tetapi juga mengungkap motif terencana dan pola perilaku yang mengkhawatirkan.

    Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian mengatakan, MN dengan sengaja memilih waktu dini hari untuk melancarkan aksinya.

    Saat lingkungan sepi dan gelap, ia mengintip dan merekam IW melalui jendela kamar korban.

    “Modusnya, pelaku menunggu saat lingkungan sepi dan korban lengah,” ungkap Alfian.

    Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dan kondisi sekitar untuk memastikan aksinya tidak diketahui.

    Namun malam itu, korban, IW, menyadari keberadaan pelaku di dekat jendela dan segera mengamankan MN beserta ponselnya.

    Pemeriksaan ponsel pelaku mengungkap fakta yang lebih mencengangkan karena ada beberapa video tak senonoh yang merekam korban secara diam-diam telah tersimpan.

    Ibu Mertua Juga Jadi Korban

    Pemeriksaan lebih lanjut menguak sisi gelap lain dari MN. 

    Ternyata, ini bukan kali pertama ia melakukan perbuatan serupa. Alfian menyatakan bahwa MN pernah merekam ibu mertuanya sendiri saat berganti pakaian.

    Fakta ini menunjukkan pola perilaku predator yang mengincar privasi orang-orang terdekat, baik tetangga maupun keluarga.

    Perilaku berulang ini menambah bobot serius pada kasus MN. Motifnya yang tampaknya didorong oleh kepuasan pribadi menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap privasi dan martabat orang lain, serta potensi bahaya yang lebih besar jika tidak segera dihentikan.

    PEMUDA MESUM – Pemuda berinisial MN (24) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi setelah kepergok merekam tetangganya sendiri yang sedang ganti pakaian. Kini pelaku di sel tahanan Mapolres Gowa, Sabtu (3/5/2025). (TRIBUN-TIMUR.COM/Sayyid)

    MN kini mendekam di sel tahanan Mapolres Gowa sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Ia disangkakan melanggar Pasal 44 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

    Pasal ini mengatur larangan membuat, menyebarkan, atau menyimpan materi pornografi, termasuk rekaman yang dibuat tanpa persetujuan seperti dalam kasus ini.

    Ancaman hukuman yang dihadapi MN tidak main-main. Ia bisa dihukum pidana penjara hingga 4 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

    Polres Gowa juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi pelanggaran serupa. Langkah cepat IW dalam mengamankan pelaku menjadi contoh bagaimana keberanian korban dapat menghentikan pelaku dan mencegah korban lebih lanjut.

    Kini, MN harus menghadapi konsekuensi hukum atas perbuatannya. Kasus ini tidak hanya mencoreng nama baiknya, tetapi juga menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa privasi adalah hak yang harus dijaga, dan pelanggarannya akan ditindak tegas oleh hukum. (Tribun Timur/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab) 

     

  • Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Malas, Tidak Kenal Libur untuk Bangsa – Halaman all

    Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Malas, Tidak Kenal Libur untuk Bangsa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati tidak mengenal hari libur dalam pengabdiannya kepada bangsa. 

    Hal ini disampaikan dalam pengarahan kepada Badan Gizi Nasional, Koordinator SPPI dan SPPG Nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/5/2025).

    “Saya tidak pernah capek kalau saya diminta untuk memberi pengarahan. Siapa tahu kau berperan sebagai pemimpin, sebagai guru, sebagai bapak, memberi contoh,” kata Prabowo di hadapan ratusan petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Menurut Prabowo, pemimpin bukan hanya mereka yang duduk di balik meja, tetapi yang turun langsung membangun semangat dan karakter anak bangsa. 

    Ia menegaskan bahwa pemimpin harus menjadi teladan dan tidak boleh abai dalam membimbing generasi penerus.

    “Pemimpin bangsa, pemimpin negara adalah seorang pejuang, seorang patriot, seorang guru. Tidak boleh malas untuk mengajar, tidak boleh malas untuk terus menerus memberi pengarahan diminta atau tidak diminta,” tegasnya.

    Dalam hal pelaksanaan MBG, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk terus memantau dan membimbing program tersebut, baik secara langsung di lapangan maupun melalui siaran daring.

    “Tugas pemimpin adalah terus membangkitkan semangat anak-anak muda, menjadi penggerak, bukan hanya pengamat,” tandasnya.

  • Detik-detik Anggota Polres Pelabuhan Makassar Tertembak di Dada Saat akan Tangkap DPO Pelaku Begal – Halaman all

    Detik-detik Anggota Polres Pelabuhan Makassar Tertembak di Dada Saat akan Tangkap DPO Pelaku Begal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Anggota Polres Pelabuhan Makassar, Aiptu Noval mengalami luka tembak di bagian dada saat berupaya menangkap terduga pelaku begal, Aldi Monyet, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan, di Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, pada Sabtu (3/5/2025) pagi  pukul 05.15 Wita atau setelah salat subuh.

    Kronologi kejadian awalnya Aiptu Noval, bersama adiknya, Bripka S—yang juga anggota polisi—melakukan operasi penangkapan terhadap Aldi Monyet, seorang DPO yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi begal di wilayah Makassar. 

    Namun, saat hendak diringkus, Aldi tidak tinggal diam dan melakukan perlawanan sengit, menembak Aiptu Noval hingga mengenai bagian dadanya sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

    “Pada saat akan mengamankan DPO atas nama Aldi Monyet, yang bersangkutan melakukan perlawanan dan menembak ke arah Aiptu Noval, mengenai bagian dadanya,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, dalam keterangan resminya, Sabtu.

    Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepucuk senjata api dan sebilah pisau, yang diduga digunakan Aldi dalam aksinya. 

    Didik menyebutkan bahwa Aldi diduga juga terluka akibat tembakan dalam insiden tersebut.

    “Kuat dugaan saudara Aldi Monyet juga terkena tembakan. Saat ini masih dalam pengejaran,” ungkapnya.

    Kondisi Aiptu Noval: Stabil Pasca Operasi

    Pascainsiden, Aiptu Noval segera dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil.

    Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Pol dr Bambang Triambodo, menyampaikan bahwa operasi berjalan lancar dan kondisi Aiptu Noval kini stabil.

    “Kondisinya baik. Sudah dioperasi,” ujar Bambang, Sabtu (3/5/2025).

    Ia menambahkan bahwa Aiptu Noval saat ini dirawat di ruang perawatan untuk pemulihan lebih lanjut. “(Pengangkatan proyektil) ditangani langsung oleh tim bedah. Yang utama adalah keselamatannya. Sekarang sudah di ruang perawatan,” jelasnya.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, AKP Andri Kurniawan, turut mengonfirmasi keberhasilan operasi.

    “Operasi pengangkatan proyektil telah berhasil dilakukan. Saat ini Aiptu Noval masih menjalani perawatan dan observasi pasca operasi,” tuturnya.

    Sementara itu, Aldi Monyet masih buron dan menjadi target utama pengejaran polisi. Tim Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, dibantu Ditreskrimum Polda Sulsel, tengah menyisir berbagai lokasi untuk menemukan keberadaannya.

    Pihak kepolisian belum merinci jenis senjata api yang digunakan Aldi, tetapi kepemilikan senjata ini menambah daftar pelanggaran yang akan dihadapi pelaku.

    Selain kasus begal, Aldi kemungkinan akan dijerat dengan pasal terkait kepemilikan senjata api ilegal dan penyerangan terhadap anggota polisi.

    Polres Pelabuhan Makassar mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang dapat membantu pengejaran Aldi Monyet.

    “Kami terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap pelaku. Dukungan informasi dari masyarakat sangat kami harapkan,” ujar AKP Andri.

    Ancaman Hukuman Berat

    Jika tertangkap, Aldi Monyet berpotensi menghadapi hukuman berat berdasarkan beberapa pasal yang relevan.

    Untuk kasus begal, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang mengancam hukuman penjara hingga 7 tahun.

    Penyerangan terhadap anggota polisi dengan senjata api dapat dikenakan Pasal 212 KUHP tentang perlawanan terhadap petugas, dengan ancaman hukuman hingga 1 tahun 4 bulan, atau bahkan pasal yang lebih berat seperti Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat jika terbukti menyebabkan luka serius, dengan ancaman hingga 7 tahun penjara.

    Selain itu, kepemilikan dan penggunaan senjata api ilegal dapat dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mengatur hukuman penjara hingga 20 tahun atau bahkan hukuman mati dalam kasus tertentu. (Tribun Timur/Muslimin Emba)

     

    Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kondisi Aiptu Noval Membaik Usai Dioperasi karena Tertembak Saat Kejar Terduga Begal Aldi Monyet

     

  • Puluhan Petinggi IT Hadiri CIO 200 Summit 2025 di Jakarta – Halaman all

    Puluhan Petinggi IT Hadiri CIO 200 Summit 2025 di Jakarta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Global CIO Forum (GCF) kembali menyelenggarakan Indonesia CIO 200 Summit 2025 dan dihadiri puluhan chief information officer (CIO) dan IT Leaders dari berbagai perusahaan di Indonesia di Jakarta, Rabu, 30 April 2025. 

    GCF adalah komunitas yang didirikan oleh GEC, salah satu perusahaan media terdepan di Uni Emirat Arab dan anggotanya tersebar di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

    Anushree Dixit, Chief Strategy Officer GEC Media Group, berharap CIO 200 dapat menjadi platform yang menghubungkan IT Leaders dari seluruh dunia.

    “Dengan adanya CIO 200, IT Leaders dapat saling berbagi dan bekerja sama dalam menjawab tantangan dan juga kesempatan di era digital,” ungkap Anushree Dixit dikutip Sabtu, 3 Mei 2025.

    Untuk menggerakkan CIO 200 di Indonesia, komunitas ini telah memiliki tiga ambassador, yakni Hendy Harianto (Group CIO & Head of Business Process Transformation Meratus Group), Sudarto Unsurlany (Head of Digitalization PT. Petrosea), dan Ichwan Peryana (Co-Founder & Director Pinjam Modal). 

    “Saya melihat Indonesia memiliki banyak IT Leaders yang bagus, namun kita belum memiliki platform yang kuat untuk saling terhubung. Akibatnya, kita sulit untuk berkontribusi ke komunitas maupun ke bangsa ini,” ungkap Hendy.

    Kehadiran CIO 200 di Indonesia diharapkan dapat menciptakan ruang untuk saling terhubung dan memberikan dampak positif bagi Indonesia.

    Menjawab Tantangan 

    Keberadaan komunitas seperti CIO 200 menjadi penting di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.

    Seperti diungkap Wilbertus Darmadi (CIO Toyota Astra Motor) yang hadir sebagai salah satu pembicara, posisi CIO semakin krusial di era technology-driven era seperti saat ini. 

    “Sebagai orang IT, seorang CIO memang harus memahami perkembangan teknologi yang demikian cepat,” ungkap Darmadi.

    Namun itu saja tidak cukup. “Seorang CIO juga harus dapat menyelaraskan pemahaman teknologi tersebut dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai perusahaan,” tambah Darmadi.

    Seorang CIO juga harus memastikan implementasi teknologi berjalan sesuai rencana sehingga berdampak positif bagi kinerja perusahaan.

    Setiaji, Chief of Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI menyebut, CIO harus memiliki kemampuan menyeimbangkan inovasi dan risiko.

    Apalagi sebagai bagian dari pemerintah, DTO Kementerian Kesehatan RI yang ia pimpin menyangkut kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

    “Menghilangkan risiko memang tidak mungkin, namun setidaknya kita harus bisa mengelola risiko yang muncul,” ungkap Setiaji.

    DTO Kementerian Kesehatan RI selalu berhati-hati dalam melakukan inovasi di bidang kesehatan.

    Hal ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti merilis MVP (Minimum Viable Product) dalam skala kecil terlebih dulu, melakukan pengujian dalam lingkungan terisolasi (sandbox), sampai menerapkan pendekatan secure by design.

    “Hal ini dilakukan agar inovasi terus berlanjut dengan risiko yang seminimal mungkin,” kata Setiaji.

    Hal serupa juga diungkapkan Ronny Tan, CIO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Dia meyakini inovasi dan risiko bisa saling melengkapi.

    Ronny mencontohkan saat menyusun produk asuransi jiwa, pihaknya harus cermat menghitung angka yang tepat. “Jika dapat mengelola risk management dengan tepat, kami bisa membuat produk yang tepat untuk pasar,” ungkap Ronny.

    Edmund Situmorang, CTO MD Corp berpendapat, semua aspek tersebut dapat dijawab dengan pendekatan teknologi yang tepat. Apalagi saat ini, ketika teknologi berkembang dengan sangat cepat.

    “Kita memang harus memanfaatkan teknologi untuk memenangkan persaingan,” tambah Edmund. 

    Tantangannya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan dengan cepat dan tepat. Karena itu, penting bagi CIO memiliki komunitas yang dapat saling membantu dan berbagi informasi. “Karena dengan saling berbagi, kita dapat belajar dan berkembang lebih cepat,” ungkap Edmund.

    Selain melibatkan IT Leaders dari berbagai organisasi di Indonesia, Indonesia CIO 200 Summit 2025 juga diwarnai perspektif dari pelaku teknologi.

    Acara ini dihadiri Keith Sng dari Veeam Software, Dr Kenny Hong dari Oracle NetSuite, Sai Prasad Kolluri dari Google Cloud Indonesia, Alexander Kuntoro dari Metrodata Group , Juliana Cen (HP Indonesia), Abhinav Garg (CAST), dan Dr. Kenny Hong dari Oracle NetSuite.

    Para narasumber tersebut memaparkan perkembangan teknologi terkini yang dapat membantu CIO menjalankan tanggung jawabnya.

    Acara ini juga didukung CIO Insight yang fokus mengangkat perspektif CIO dan IT Leaders Indonesia dalam memandang trend dan teknologi terkini.

    Indonesia CIO 200 Summit 2025 juga diisi dengan penghargaan kepada IT Leaders perusahaan Indonesia yang dinilai memiliki prestasi.

    Penghargaan diberikan dalam empat kategori berdasarkan pengalaman di dunia IT, yaitu Next-Gen (pengalaman 5-10 tahun), Leader (10-15 tahun), Master (15-20 tahun), dan Legend (20 tahun lebih). 

    Semua IT Leaders penerima penghargaan akan mengikuti proses penilaian lanjutan untuk mengikuti World CIO 200 Summit 2025 yang berlangsung di Mesir pada akhir tahun ini. 

    Daftar Penerima Penghargaan Indonesia CIO 200 Summit 2025

    Kategori Next-Gen:
    1.    Dedi Apriyanto (PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut)
    2.    Gilang Al Qarana (Ikifa College of Health Science)
    3.    Felix Boenawan (Grosir.One)
    4.    Bram Olivio Moeis (Danone)

    Kategori Leader:
    1.    Kevin Kane (Amar Bank)
    2.    Adi Setiadi Hermawan (Indonesia Investment Authority)
    3.    Stephanus Demo Wawin (Indo Tambangraya Megah)
    4.    Wilson Sumanang (Parkee)
    5.    Chichi Utami (Paragon Technology & Innovation)

    Kategori Master
    1.    Tanaka Murinata (Sariguna Primatirta)
    2.    Juang Panjaitan (Cemindo Gemilang)
    3.    Cornelius Budianto (Kompas Gramedia Group)
    4.    Ichwan Peryana (Pinjam Modal)
    5.    Ojahan Oppusunggu (Artotel Group)
    6.    Adrian Leonard (Baramulti Group)
    7.    Benny Jioe (Zurich Insurance)
    8.    Felix Tjhai (Four Season Hotel Jakarta)
    9.    Gina Firginia (HSBC Indonesia)
    10.    David Formula (Bank BCA) 
    11.    Karim Taslim (Solarion Energy Alam)

     

     

  • Indonesia–Thailand Sepakat Perkuat Penanganan TPPO dan Lindungi WNI – Halaman all

    Indonesia–Thailand Sepakat Perkuat Penanganan TPPO dan Lindungi WNI – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, membahas isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI) saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Thailand, Maris Sangiampongsa, di Bangkok, Thailand.

    Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk memperkuat penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta memperkuat upaya perlindungan terhadap warga negara masing-masing.

    Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu berhasil memulangkan ratusan WNI yang menjadi korban perdagangan manusia dari kawasan Myawaddy, perbatasan antara Myanmar dan Thailand.

    Para WNI tersebut awalnya berangkat secara mandiri dengan tujuan bekerja.

    Namun, setibanya di lokasi, mereka justru dipekerjakan tidak sesuai perjanjian awal dan dijerumuskan ke industri perjudian online serta sindikat penipuan daring (online scammer).

    “Saya mengapresiasi dukungan Pemerintah Thailand dalam pemulangan para WNI yang menjadi korban trafficking. Kita harus terus memperkuat kolaborasi untuk memberantas kejahatan transnasional ini,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (3/5/2025).

    Selain isu perlindungan WNI, kedua menteri juga sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis.

    Di bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Keduanya juga mendorong kerja sama baru di bidang transisi energi hijau.

    Sugiono menyambut baik minat investor Thailand untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan strategis di Indonesia.

    “Langkah ini mencerminkan hubungan bilateral kita yang semakin erat, serta visi bersama untuk berkontribusi lebih besar bagi kawasan,” tegas Sugiono. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

     

  • Makna Filosofi Dedi Mulyadi Naik Mobil Selalu Duduk di Depan Ogah di Tengah, Ada yang Bikin Tertawa

    Makna Filosofi Dedi Mulyadi Naik Mobil Selalu Duduk di Depan Ogah di Tengah, Ada yang Bikin Tertawa

    TRIBUNJAKARTA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selalu duduk di kursi depan saat menaiki mobil.

    Dedi Mulyadi kerap memperlihatkan duduk di samping sopir saat berada di dalam mobil. 

    Ternyata ada makna filosofi di balik alasan Dedi Mulyadi duduk di kursi depan.

    “Karena saya pemimpin, kalau pemimpin harus di depan,” kata Dedi Mulyadi dikutip TribunJakarta.com dari akun instagram @alnatha, Sabtu (3/5/2025).

    Dedi sempat membuat tertawa para hadirin saat mengungkapkan alasan pertama.

    Ia mengungkit dirinya yang berstatus duda.

    “Apa sebabnya, karena mata saya tidak bisa diam, yang pertama karena duda,” kata Dedi disambut tawa.

    “Kalau di tengah yang cantik keduluan terlihat sama sopir,” sambungnya.

    Dedi lalu mengungkapkan alasan kedua. Politikus Gerindra itu menyebutkan dirinya selalu melihat ke berbagai arah saat berada di kursi bagian depan.

    “Lihat ke kiri ada apa, ke kanan ada apa, di depan ada apa, ngelirik ke sopir siapa tahu ngantuk, kalau saya begitu,” imbuhnya.

    Dedi akan meminta sopir untuk menghentikan kendaraannya bila terlihat mengantuk.

    Hal itu, kata Dedi, tidak bisa dilakukannya bila dirinya duduk di kursi tengah.

    “Kalau di tengah saya tidur, sopir tak terkendali, ajudan tak terkendali, saya tidak bisa memeriksa semua keadaan, pemimpin,” imbuhnya.

    Tinjau Pendidikan Karakter

    Sementara itu, Sabtu (3/5/2025), kegiatan Dedi Mulyadi pada hari ini yakni meninjau langsung kegiatan pendidikan karakter 39 pelajar SMP yang saat ini menjalani pembinaan di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Kabupaten Purwakarta.

    Dengan penuh semangat, Dedi berjalan menyusuri barisan anak-anak yang tengah berlatih baris-berbaris. Suara lantang penuh keceriaan menggema di halaman markas.

    “Saya lihat mereka gembira, makan pun saya cek. Gizi harus cukup. Ini soal masa depan,” ucap Dedi Mulyadi.

    Pendidikan berkarakter yang berlangsung di barak militer kerap dianggap negatif oleh sejumlah orang. Dedi Mulyadi pun menanggapi munculnya kontroversi seputar program tersebut dengan santai. 

    “Saya dari dulu sudah terbiasa dengan tuduhan, nyinyiran, kebencian. Tapi kalau niat kita demi bangsa, jangan pernah menyerah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menyinggung banyaknya orang tua yang kewalahan menghadapi kenakalan anak. 

    “Kalau sudah engga sanggup, ya harus ada yang menangani. Kami siapkan itu dan bekerja sama dengan TNI. Jangan salah, TNI ini sudah lama melahirkan generasi hebat,” ujarnya.

    Ia mengatakan, program pendidikan ini bukan soal militerisasi. Namun, kata dia, ini tentang membangun karakter, seperti bangun pagi, mandi, shalat Subuh, sarapan, olahraga, dan belajar disiplin hidup. 

    Bahkan, lanjut Dedi Mulyadi, cara makan pun diajarkan dengan detail. 

    “Cara pegang sendok, cara duduk, tidak makan sambil ngobrol, itu semua diajarkan oleh tentara. Ini bukan sekadar makan, ini pendidikan etika,” ucap Dedi.

    “Kalau mereka besar nanti, duduk di meja makan, engga ada yang bilang ‘itu anak bekas nakal.’ Yang ada, orang akan bilang, ‘itu anak berkarakter,” tambahnya.

    Langkah Dedi Mulyadi ini mendapat dukungan luas dari para bupati dan wali kota di Jawa Barat. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis disiplin TNI diyakini dapat menjadi solusi atas krisis moral dan kenakalan remaja yang tak tertangani lewat jalur hukum formal.

    “Ini bukan hanya soal anak-anak hari ini. Ini tentang arah bangsa ke depan,” ucapnya. (TribunJakarta.com/TribunJabar)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Lepas Pantai Jepang, 5 WNI dan 1 Warga Jepang Selamat – Halaman all

    Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Lepas Pantai Jepang, 5 WNI dan 1 Warga Jepang Selamat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah kapal penangkap ikan jenis pukat dasar, Daiichi Yamajin Maru dilaporkan terbalik di lepas pantai Gunung Kinka, Prefektur Miyagi, Jepang, pada Rabu pagi (1/5/2025).

    Kapal berbobot 9,7 ton ini diketahui sedang menjaring ikan sarden dalam jumlah besar ketika insiden terjadi.

    Beruntung, keenam awak kapal—terdiri dari satu warga Jepang dan lima warga negara Indonesia (WNI)—berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat sekitar satu jam setelah laporan kecelakaan diterima oleh Badan Keselamatan Penjaga Pantai Miyagi.

    Menurut sumber Tribunnews.com di badan penjaga pantai, insiden terjadi akibat ketidakseimbangan kapal saat mengangkat jaring berisi sarden yang melimpah, menyebabkan kapal terbalik.

    “Kapten kapal mengaku sarden yang masuk terlalu banyak, sehingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan saat jaring diangkat,” ujar petugas tersebut, Kamis (2/5/2025).

    Kecelakaan terjadi di sekitar 15 kilometer tenggara dari Kota Ishinomaki, lepas pantai Gunung Kinka.

    Kondisi cuaca dan gelombang laut saat itu dilaporkan relatif tenang, sehingga proses evakuasi berjalan cukup lancar.

    Pelajaran dari Kecelakaan Serupa

    Kecelakaan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.

    Enam tahun silam, tepatnya pada 2019, kapal Daini Yamajin Maru yang beroperasi dengan metode dan bobot serupa juga mengalami kecelakaan tragis di wilayah yang tak jauh dari lokasi insiden kali ini.

    Saat itu, satu awak asal Indonesia berusia 25 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat kapal terguling ketika jaring berisi ikan diangkat ke geladak.

    “Pola kecelakaannya mirip, yakni kelebihan beban akibat hasil tangkapan yang melimpah, tapi tidak diimbangi dengan manajemen distribusi beban yang memadai,” ungkap sumber di industri perikanan lokal.

    Keselamatan Kerja Jadi Sorotan

    Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan kerja di sektor perikanan, terutama untuk kapal-kapal kecil yang menggunakan metode pukat dasar.

    Pemerintah Jepang terus mendorong operator kapal untuk memperhatikan protokol keselamatan, termasuk pelatihan rutin dan penggunaan alat keselamatan yang memadai bagi para awak kapal.

    Badan Keselamatan Penjaga Pantai Jepang juga mengimbau agar perusahaan perikanan lebih cermat dalam memperkirakan volume hasil tangkapan agar tidak melebihi batas aman kapal, serta memastikan distribusi beban saat proses penarikan jaring.

    Sebagai bagian dari edukasi dan pertukaran pengalaman, diskusi daring tentang keselamatan kerja di sektor perikanan akan kembali digelar oleh Komunitas Pencinta Jepang secara gratis.

    Bagi yang berminat, dapat mendaftar dengan mengirimkan nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp ke: tkyjepang@gmail.com. (Tribunnews.com/Ricard Susilo)