Author: Tribunnews.com

  • Mbah Tupon Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Pemkab Bantul Akan Beri Bantuan Pendampingan Hukum – Halaman all

    Mbah Tupon Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Pemkab Bantul Akan Beri Bantuan Pendampingan Hukum – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Mbah Tupon (68), warga RT 4, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi korban mafia tanah.

    Mbah Tupon terancam kehilangan tanah seluas 1.655 meter persegi serta beberapa rumah.

    Merespons hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberikan pendampingan hukum terkait permasalahan yang dialami oleh Mbah Tupon.

    Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji menyebut, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada masyarakat, terutama yang aktif di media sosial dan telah memberikan perhatian lebih terhadap kasus Mbah Tupon.

    “Perlu disampaikan bahwa sebenarnya pemerintah sudah mengambil langkah dengan mengutus staf bersama-sama dengan Pak Lurah setempat untuk komunikasi dengan Pak Tupon,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja, Minggu (27/4/2025).

    Inti dari komunikasi tersebut adalah Pemkab Bantul berkomitmen untuk memberikan advokasi atau pendampingan hukum.

    Pihaknya berharap bahwa pihak korban memberikan kepastian apakah berkenan atau tidak jika Pemkab Bantul memberikan pendampingan hukum.

    “Kalau sekiranya beliau berkenan didampingi dari Pemkab Bantul, maka nanti akan kami siapkan pengacara untuk mendampingi permasalahan Pak Tupon ini,” tutur Hermawan.

    Nantinya, jelas Hermawan, pihaknya akan memberikan pendampingan sampai kasus itu tuntas dan tak dipungut biaya sepeser pun.

    Hal itu dilakukan supaya Mbah Tupon memperoleh perlakuan yang adil dan sesuai dengan hak-haknya.

    Kronologi Kasus

    Ketua RT 4 Agil Dwi Raharjo mengungkapkan kronologi kejadian kasus ini.

    Mbah Tupon sempat curhat dan meminta pertolongan bahwa tiba-tiba tanah dan rumahnya dilelang.

    “Beliau menyampaikan kalau rumahnya mau dilelang. Padahal, sertifikat dan Mbah Tupon itu tidak pernah melakukan transaksi jual beli tanah,” jelasnya.

    Agil lantas melakukan penelusuran dan diketahui bahwa Mbah Tupon memiliki tanah seluas 2.100 meter persegi sekitar beberapa tahun lalu.

    Kemudian, ada transaksi sekitar 298 meter persegi tanah milik Mbah Tupon ke seseorang yang merupakan tokoh publik di Kabupaten Bantul.

    “Pembayaran transaksi itu dilakukan dengan cara dicicil sesuai kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli. Dan hasil dari proses jual beli itu untuk membangun rumah salah satu anak Mbah Tupon,” ucap Agil.

    Setelah proses jual beli, Mbah Tupon juga mewakafkan tanah seluas 54 meter persegi untuk Gudang RT setempat dan sekitar 90 meter persegi untuk jalan kampung setempat.

    Selepas proses pecah tanah selesai, Mbah Tupon memiliki tanah 1.655 meter dan masih atas nama Mbah Tupon.

    “Karena proses jual beli tadi saya sampaikan masih ada sisa dana. Kemudian, pembeli itu berinisiatif untuk memecah tanah 1.655 meter persegi milik Mbah Tupon untuk pihak waris, yakni anak-anak Mbah Tupon,” ungkap Agil.

    Lantaran sudah ada rasa saling percaya, akhirnya Mbah Tupon hanya ikut dengan arahan dari pembeli tanah tersebut.

    Lalu sertifikat seluas 1.655 meter persegi itu akhirnya diberikan kepada pembeli tersebut.

    Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba ada pihak PNM yang datang dan memberikan informasi kepada Mbah Tupon bahwa tanah miliknya hendak dilelang serta sudah beralih nama kepemilikan menjadi Indah Fatmawati.

    “Mbah Tupon kaget dan keluarga Mbah Tupon ya kaget. Akhirnya bertanya kepada pihak pembeli tanah tadi. Ternyata, pihak yang dititipi setifikat itu mengaku tidak tahu menahu karena dalam proses pemecahan sertifikat itu diberikan ke rekanannya. Rekananya itu memberikan kepada rekanannya lagi,” ucap Agil.

    Usut punya usut, Mbah Tupon sudah diminta beberapa kali membubuhkan tanda tangan berkas-beras yang tidak pernah tahu isinya.

    Lokasi pembubuhan itu ada di area Janti, tetapi sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa itu untuk pembubuhan di bank, notaris, atau lain sebagainya.

    “Karena Mbah Tupon kalau ditanya enggak tahu detail lokasinya. Yang penting itu lokasinya semacam kantor. Di situ, Mbah Tupon dan istri ada tanda tangan beberapa kali. Jumlahnya saya tidak paham dan isinya tidak dibacakan. Sedangkan, Mbah Tupon tidak bisa membaca isinya,” jelasnya.

    Selang beberapa lama, Mbah Tupon mengaku diajak ke daerah Krapyak untuk membubuhkan tanda tangan.

    Mbah Tupon kembali mengaku tidak mengetahui detail lokasi tersebut, apakah di bank, notaris, atau kantor sejenisnya.

    “Karena Mbah Tupon meminta bantuan kepada saya, ya saya langsung mengumpulkan pengurus RT dulu untuk istilahnya mencari jalan keluar. Hasilnya, saya mengajak keluarga Mbah Tupon menemui orang kepercayaannya tadi. Kata orang kepercayaan itu, sertifikat sudah diserahkan ke orang lain dan orang lain lagi. Jadi proses sertifikatnya sudah beralih-beralih-beralih seperti itu,” ujarnya.

    Dari situ, Agil bersama tokoh masyarakat dan masyarakat setempat melakukan doa bersama hingga menggelar aksi damai.

    Pasalnya, Mbah Tupon dan keluarganya memiliki tekanan batin, trauma, dan lain sebagainya.

    Kegiatan itu diharapkan menjadi bagian pemersatu untuk mendukung keluarga Mbah Tupon.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Pemkab Bantul Siap Beri Bantuan Pendampingan Hukum untuk Mbah Tupon.

    (Tribunnews.com/Deni)(TribunJogja.com/Neti Istimewa)

  • Premanisme Bikin Resah, Pengemudi Dipalak Rp20 Ribu Saat Melintas di Depan Thamrin City – Halaman all

    Premanisme Bikin Resah, Pengemudi Dipalak Rp20 Ribu Saat Melintas di Depan Thamrin City – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pengendara mobil mengaku menjadi korban pemalakan dipaksa membayar sejumlah uang oleh preman saat melintas di depan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

    Curhatan dari sang pengendara yang kemudian dibagikan ke media sosial viral.

    Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP M. Firdaus menuturkan pihaknya langsung bergerak mengamankan para pelaku.

    “Tiga pelaku sudah diamankan,” ucapnya kepada wartawan, Senin (28/4/2025).

    Firdaus belum memberikan keterangan identitas dari para pelaku.

    Menurutnya saat ini sedang dilakukan pendalaman.

    “Laporannya sedang dibuat,” ungkapnya.

    Dari video viral, pengemudi tersebut mengaku dimintai uang Rp20 ribu oleh preman saat melintas dengan dalih uang kontribusi keamanan dan kebersihan.

    Si pengemudi juga menunjukkan secarik kertas yang diberikan oleh preman setempat.

    “Nih gue ngirim ke Tanah Abang, numpang lewat doang suruh ngasih Rp20 ribu. Kontribusi lingkungan Waduk Melati, ketertiban, keamanan kebersihan Rp20 ribu,” kata perekam video.

    Dia mengaku sempat menolak memberikan uang saat dipalak para preman. 

    Namun, perekam mengaku para pelaku mengambil paksa uang yang dimilikinya.

    “Kita nggak mau bayar, dipaksa. Malah kita dirampok diambil paksa tadi duit semuanya. Terus abis diambil duit, kita dipaksa suruh putar balik,” ucapnya.

  • Remaja Indonesia Rentan Obesitas & Diabetes, Saatnya Terapkan Pola Makan Bergizi Seimbang Sejak Dini – Halaman all

    Remaja Indonesia Rentan Obesitas & Diabetes, Saatnya Terapkan Pola Makan Bergizi Seimbang Sejak Dini – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

     

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) terus mendorong remaja di Indonesia agar mengadopsi gaya hidup sejak dini seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang.

     

    Dinas Kesehatan Kota Samarinda dengan dukungan Kemenkes dan World Food Programme (WFP) menghadirkan acara Roadshow Si Paling Megang pada Sabtu (26/4) di GOR 27 September Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

    Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI dr. Elvieda Sariwati, M.Epid mengatakan, program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam merespons meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di kalangan remaja, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

    Fenomena ini banyak dipicu oleh pola konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta minimnya aktivitas fisik dalam keseharian mereka.

     

    “Harapannya mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat, dengan cara yang relevan, menyenangkan, dan dekat dengan dunia remaja masa kini,” tutur dr Elvieda yang ditulis di Jakarta.

    Hadir sekitar 150 remaja dalam kegiatan yang dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan seperti kuis dan permainan mencari harta karun.

     

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr. H. Ismid Kusasi menuturkan, saat ini penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke di Kalimantan Timur menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia.

     

    “Kami melihat peranan penting acara seperti ini untuk menginspirasi remaja di Kalimantan Timur, terutama Samarinda untuk mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini,” ujar dia di Jakarta.

     

    Roadshow ini merupakan bagian dari kampanye Si Paling Megang (Menyala dengan Gerak dan Gizi Seimbang), sebuah inisiatif nasional untuk mendukung gaya hidup sehat serta gizi seimbang melalui konten media sosial, lokakarya daring, dan aktivitas interaktif secara luring.

     

    Peserta didorong untuk mencatat asupan makanan dan aktivitas fisik mereka melalui aplikasi Si Paling Megang. Pencatatan ini diharapkan dapat membantu para peserta untuk menyadari terkait pola makan dan aktivitas harian mereka.

     

    Country Director World Food Programme Indonesia menambahkan, kegiatan ini menegaskan kembali dukungan perubahan perilaku di kalangan remaja dan anak muda sangat penting.

     

    “Gerakan ini menjadi bagian pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, kesehatan dan kesejahteraan generasi muda menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan sehat,” ujar Jennifer Rosenzweig.

     

    Melalui pendekatan yang inklusif dan adaptif, kegiatan dapat direplikasi di wilayah lain. Anak muda merupakan fondasi masa depan. Memastikan kesehatan dan kesejahteraan mereka saat ini merupakan langkah penting untuk membangun generasi yang lebih kuat dan tangguh.

     

    Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun jumlah kematian berdasarkan penyebabnya pada Januari 2017 hingga 2020/2022, kematian terbanyak berasal dari sakit karena penyakit tidak menular, dengan 7,03 juta kasus.

     

    Data WHO menunjukkan terdapat 10 penyakit sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, diantaranya stroke 131,8, jantung iskemik 95,68, Diabetes 40,78 kasus kematian per 100 ribu penduduk.

     

  • Ledakan di Pelabuhan Iran: 40 Jiwa Tewas, Ledakan Diduga dari Api Kecil Diperparah Suhu 40 Derajat – Halaman all

    Ledakan di Pelabuhan Iran: 40 Jiwa Tewas, Ledakan Diduga dari Api Kecil Diperparah Suhu 40 Derajat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Insiden ledakan besar di Pelabuhan Shahid Rajaee di Iran selatan pada hari Sabtu (26/4/2025) masih menjadi sorotan.

    Diketahui Pelabuhan Shahid Rajaee merupakan pelabuhan yang penting secara strategis di Iran.

    Terletak di provinsi Hormozgan selatan, terletak sekitar 15 kilometer (9,3 mil) barat daya dari pelabuhan Bandar Abbas di pantai utara Selat Hormuz.

    Ledakan terjadi sekitar pukul 12 malam waktu setempat (0830GMT).

    Ledakan terjadi khususnya di area dermaga kontainer, menurut media setempat.

    Laporan awal menunjukkan adanya bahan yang mudah terbakar di dekat lokasi ledakan.

    Mengutip saksi, laporan menunjukkan awalnya terdapat api kecil yang akhirnya dengan cepat menyebar dan memicu ledakan.

    Api kecil tersebut menyebar diperparah dengan adanya suhu panas 40 derajat Celcius dan akumulasi zat yang mudah terbakar, mengutip Anadolu Agency.

    Korban Jiwa

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Minggu (27/4/2025), mengunjungi mereka yang terluka dalam ledakan besar yang mengguncang pelabuhan tersebut.

    Korban tewas dari ledakan tersebut sebanyak 40 jiwa, sementara 1.000 orang lebih terluka.

    Sementara saat ini militer Iran berusaha untuk menolak pengiriman amonium perklorat dari China.

    Dan tampak dari video yang beredar tampak apokaliptik terbakar di pelabuhan dan masih membara.

    Sebuah kawah yang tampak sedalam beberapa meter dikelilingi oleh asap, sehingga pihak berwenang menutup lokasi tersebut.

    Kontainer tampak hancur dan rusak parah, sementara bangkai truk dan mobil yang terbakar tersebar di sekitar lokasi.

    “Kita harus mencari tahu mengapa itu terjadi,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan para pejabat yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, mengutip AP News.

    Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei secara terpisah menyampaikan belasungkawa atas ledakan itu.

    Pihaknya menduga kemungkinan adanya sabotase menyebabkan ledakan. 

    “Ini adalah tugas pejabat keamanan dan otoritas kehakiman untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mendeteksi apakah ada kelalaian atau tindakan yang disengaja yang menyebabkan ledakan,” ujarnya.

    Semua pejabat harus tahu bahwa itu adalah tugas mereka untuk mencegah peristiwa yang pahit dan merusak,” lanjutnya.

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 

  • Kronologi Mobil Hanyut Saat Banjir di Cianjur, Ditemukan ‘Terparkir’ di Tengah Sawah, Videonya Viral – Halaman all

    Kronologi Mobil Hanyut Saat Banjir di Cianjur, Ditemukan ‘Terparkir’ di Tengah Sawah, Videonya Viral – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Bencana banjir di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyebabkan sebuah mobil terbawa arus.

    Banjir hampir setinggi satu meter itu menghanyutkan mobil warga yang terpakir di garasi pada Sabtu (26/4/2025) malam.

    Mobil berwarna putih itu ditemukan sejauh 25 meter berada di tengah sawah.

    Hal tersebut diungkapkan oleh pemilik mobil, Arsyaqina (35).

    Warga Perumahan Permata Residen, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah mengatakan hujan deras terjadi sejak sore hingga petang.

    Namun, semakin malam air justru makin tinggi hingga memasuki rumah warga.

    “Lalu sekitar pukul 20.00 air mulai meluap, hingga memasuki rumah, bahkan ketinggian mencapai 1 meter,” ujar Arsyaqina pada Minggu (27/4/2025).

    Saat ketinggian air terus naik, mobil miliknya yang berada di garasi terbanting dan hanyut bersama arus deras banjir.

    Arsyaqina hanya bisa menyaksikan mobilnya hanyut ke arah jalanan dari lantai dua rumahnya.

    “Saya melihat dari lantai dua di rumah, mobil kebanting-banting, lalu air masuk dan kabawa. Bahkan banjir tersebut pun hampir merusak pintu rumah,” ujarnya.

    Dia kemudian mendapati mobilnya berada di tengah sawah pada pagi hari setelah banjir surut.

    “Saya melihat dari lantai dua di rumah, mobil kebanting-banting, lalu air masuk dan kabawa. Bahkan banjir tersebut pun hampir merusak pintu rumah. Saya baru tahu paginya, mobil sudah ada di tengah sawah,” kata dia.

    Dia pun sempat merekam momen mobilnya hanyut saat berada di lantai dua.

    Tampak arus deras itu menerjang rumah warga saat malam hari.

    Mobil berwarna putih tiba-tiba terseret banjir dalam kondisi alarm menyala.

    Tiang jemuran pun ikut terbawa arus dalam kondisi berdiri.

    Perekam pun hanya bisa berteriak saat melihat mobilnya hanyut.

    Video itu kemudian menjadi viral setelah diunggah ke akun Facebook Kayisya Nazhifa pada Minggu (27/4/2025).

    Sementara itu, Kabid Damkar Satpol PP dan Pemadam Kabupaten Cianjur, Hendra Wira, mengungkapkan pihaknya menurunkan sejumlah personil untuk mengevakuasi satu unit mobil milik seorang warga yang terbawa banjir.

    “Petugas dibantu dengan warga berusaha mengevakuasi mobil yang berada ditengah sawah. Akhirnya setelah beberapa jam, mobil berhasil dievakuasi dengan menggunakan tali baja, dan kendaraan derek,” ucapnya.

    Penyebab banjir

    Banjir lumpur yang melanda Kabupaten Cianjur pada Minggu (27/4/2025) dini hari, mengakibatkan 92 rumah terendam.

    Sebanyak 412 jiwa terdampak dan mengalami kerugian materi yang cukup besar. 

    Banjir juga merendam areal persawahan dan menyebabkan sejumlah mobil serta sepeda motor rusak akibat terseret arus.

    Meskipun tidak ada korban jiwa, ratusan warga mengalami kerugian materi akibat harta benda mereka yang rusak terendam lumpur.

    Dikutip dari Kompas.com, banjir ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung lama.

    Selain itu, jebolnya tanggul penahan air Sungai Babakan Caringin di Kecamatan Karangtengah juga menjadi satu di antara penyebab utama terjadinya bencana ini.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmana Wijaya.

    “Hasil asesmen di lapangan, di beberapa lokasi juga ditemukan bangunan yang berdiri di atas saluran air,” kata Asep melalui pesan tertulis, Senin (28/5/2025).

    Asep juga menambahkan bahwa kondisi drainase yang tersumbat sampah turut menyebabkan aliran air meluap, merendam permukiman warga.

    Selain itu, sedimentasi atau pendangkalan sungai dan saluran air juga menjadi faktor penyebab banjir.

    Terkait penanganan terhadap warga yang terdampak, Asep menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendistribusikan bantuan logistik.

    “Kami mengimbau kepada warga sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Asep.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral Mobil Terbawa Arus Banjir di Cianjur, Ditemukan Sudah “Terparkir” di Tengah Sawah.

    (Tribunnews.com/Isti Prasetya, TribunJabar.id/Fauzi Noviandi, Kompas.com/Firman Taufiqurrahman)

  • Sore Ini Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara dengan BUMN di JCC Senayan – Halaman all

    Sore Ini Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara dengan BUMN di JCC Senayan – Halaman all

    Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama BUMN di JCC Senayan sore ini.

    Tayang: Senin, 28 April 2025 10:38 WIB

    Tribunnews.com/Taufik Ismail

    TOWNHALL MEETING – Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, hari ini, Senin, (28/4/2025). 

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, hari ini, Senin, (28/4/2025).

    Presiden direncanakan tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.00 WIB.

    “Sore ini, Senin, 28 April 2025 pada pukul 15.00 WIB, Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama BUMN di Jakarta Convention Center,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.

    Yusuf menjelaskan, pertemuan tersebut untuk mempererat sinergi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan BUMN serta grup usaha BUMN.

    Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi nasional, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Event ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka mempercepat realisasi berbagai proyek investasi prioritas nasional.

    Danantara merupakan lembaga yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto. Lembaga pengelola invetasi tersebut sedang melakukan konsolidasi operasional.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Detik-detik Driver Ojol di Cikarang Kehilangan Motor saat Ambil Orderan Makan – Halaman all

    Detik-detik Driver Ojol di Cikarang Kehilangan Motor saat Ambil Orderan Makan – Halaman all

    Detik-detik driver ojol di Cikarang kehilangan motor saat ambil orderan makan di Hollywood Junction terekam dramatis.

    Tayang: Senin, 28 April 2025 09:55 WIB

    IST

    PENCURIAN SEPEDA MOTOR – Momen driver ojol di Cikarang kehilangan motor saat mengambil orderan di kawasan Hollywood Junction. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Nasib nahas menimpa seorang driver ojek online di Cikarang yang kehilangan sepeda motor saat mengambil orderan makan.

    Motor korban raib hanya dalam hitungan menit setelah diparkir di kawasan Hollywood Junction, Jababeka Raya.

    “Kasus ini ditangani Restro Bekasi guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi pada Senin (28/4/2025). 

    Insiden itu berawal pada saat GRP (19) sedang mengambil orderan makan. 

    “Sesampai di TKP korban tidak masuk ke area parkir melainkan parkir di lar area Hollywood Junction,” ujarnya.

    Korban meninggalkan sepeda motor dalam keadaan terkunci stang lalu korban mengambil orderan. 

    “Tidak lama setelah mengambil orderan korban kembali ke sepeda motornya dan setelah sampai sepeda motor korban sudah tidak ada (hilang),” kata dia. 

    Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor merk Honda Beat tahun 2023 warna hitam No.Pol: B 5049 FOD. 

    Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi. 

    Kini tiga saksi sudah diperiksa di antaranya AB, DSL, dan K.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • 2 Kuli Bangunan Diperas dan Dianiaya Polisi Gadungan di Bogor, Pelaku Gunakan Pistol Mainan – Halaman all

    2 Kuli Bangunan Diperas dan Dianiaya Polisi Gadungan di Bogor, Pelaku Gunakan Pistol Mainan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Dua kuli bangunan menjadi korban pemerasan dan penganiayaan polisi gadungan di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

    Kedua pelaku yang mengaku sebagai polisi tersebut adalah Perdiansyah (29) dan Riefley Aulia (31). Saat ini keduanya sudah ditahan di Polsek Bogor Timur.

    Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana mengatakan, penangkapan ini bermula saat dua korban mengisi bensin di SPBU Pajajaran pada Sabtu (26/4/2025) malam.

    Setelah mengisi bensin, dua korban yang diketahui bernama Rahmat dan Suhendi menunggu seorang rekannya di sisi jalan.

    “Saat menunggu, Rahmat dan Suhendi dihampiri oleh dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah nopol F5055JZ,” kata AKP Asep saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Minggu (27/4/2025).

    Dua orang laki-laki itu langsung mengaku polisi dan bertugas sebagai buru sergap (buser).

    Korban digeledah dan dua buah handphonenya langsung diamankan dengan alasan ada situs judi online, 

    “Tidak berapa lama datang Indra (rekan korban) dan langsung diperiksa juga. Dikarenakan tidak ada situs judi online, Indra disuruh pulang oleh pelaku,” ujarnya.

    Rahmat dan Suhendi langsung diperas dan dimintai uang sebesar Rp500 ribu.

    Pelaku pun menakuti keduanya dengan menodongkan pistol mainan.

    “Rahmat dipukul sekali ke arah perut dan ditempeleng sekali ke arah muka,” ujarnya.

    Warga saat itu melihat aksi dari polisi gadungan ini.

    Warga langsung melapor ke Polsek Bogor Timur.

    Saat ini kedua pelaku ditahan di Polsek Bogor Timur.

    “Selanjutnya ke dua orang laki laki yg mengaku buser polisi diamankan dan dibawa Polsek Bogor Timur,” tandasnya

    Penulis: Rahmat Hidayat

  • Khamenei Serukan Penyelidikan Menyeluruh atas Ledakan di Pelabuhan Iran yang Tewaskan 40 Orang – Halaman all

    Khamenei Serukan Penyelidikan Menyeluruh atas Ledakan di Pelabuhan Iran yang Tewaskan 40 Orang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait ledakan yang mengguncang Pelabuhan Shahid Rajaee di Bandar Abbas, sebuah kota di selatan Iran. 

    Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (27/4/2025),  Khamenei menggambarkan insiden tersebut sebagai ‘memilukan’.

    Ia menegaskan bahwa ledakan itu telah menimbulkan ‘kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam’ bagi seluruh negara.

    Khamenei juga mendesak pihak keamanan dan peradilan untuk mengungkap penyebab dari ledakan tersebut.

    “Semua pejabat harus menganggap diri mereka bertanggung jawab untuk mencegah insiden tragis dan merusak seperti itu,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari Anadolu Ajansi.

    Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab ledakan dan kebakaran masih berlangsung, dengan beberapa pihak berwenang, termasuk Menteri Dalam Negeri Iran.

    Mendagri Iran telah diperintahkan untuk memimpin penyelidikan di lokasi kejadian.

    Pemerintah Iran juga mengutuk permainan saling menyalahkan yang terjadi di antara sejumlah pihak, sembari menegaskan bahwa mereka akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam kelalaian atau tindakan yang disengaja.

    Jumlah korban tewas akibat ledakan besar yang terjadi pada hari Sabtu (26/4/2025) di Pelabuhan Shahid Rajaee meningkat menjadi 40 orang.

    Ledakan ini juga menyebabkan sekitar 900 orang lainnya terluka.

    Gubernur provinsi Hormozgan, Mohammad Ashouri menyampaikan bahwa sebagian besar korban yang terluka telah mendapat perawatan medis awal.

    Sementara 700 korban luka lainnya telah dipulangkan dari rumah sakit.

    Namun, beberapa korban mengalami luka bakar parah dan upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi identitas mereka. 

    Meskipun laporan awal menyebutkan lebih dari 1.000 orang terluka, jumlah tersebut masih terus diperbarui seiring berjalannya waktu.

    Api Belum Padam hingga Hari Minggu

    Kebakaran besar yang disebabkan oleh ledakan masih berkobar pada hari Minggu (27/4/2025).

    Awan hitam pekat yang mengandung bahan kimia beracun menyelimuti area sekitarnya.

    Ini menjadikan ancaman kesehatan yang serius bagi warga.

    Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat di sekitar Bandar Abbas untuk tetap berada di dalam rumah dan mengenakan pakaian pelindung.

    Sejumlah kota di sekitarnya, termasuk Bandar Abbas, telah menutup sekolah-sekolah dan kantor-kantor pada hari Minggu untuk memberikan fokus penuh pada upaya penyelamatan dan penanggulangan bencana, dikutip dari BBC.

    Pelabuhan Shahid Rajaee merupakan salah satu pelabuhan penting yang terletak di provinsi Hormozgan, sekitar 15 kilometer dari Bandar Abbas. 

    Pelabuhan ini memiliki peran vital dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan Iran, terutama di wilayah selatan negara tersebut, yang terhubung langsung dengan Selat Hormuz.

    Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di depot penyimpanan bahan berbahaya dan kimia.

    Namun, Kementerian Pertahanan Iran mengklarifikasi bahwa tidak ada bahan bakar militer atau kargo impor-ekspor yang terlibat dalam insiden ini.

    Pemerintah Iran telah mengumumkan hari berkabung nasional pada hari Senin (28/4/2025), dengan tambahan dua hari berkabung di provinsi Hormozgan. 

    Pesan solidaritas dan tawaran bantuan dari berbagai negara telah mengalir kepada pemerintah Iran setelah ledakan tragis ini. 

    Perhatian kini terfokus kepada upaya penyelamatan dan penyelidikan yang sedang berlangsung untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    (Tribunnews.com/Farrah)

    Artikel Lain Terkait Ayatollah Ali Khamenei

  • Anggota DPR: Tangkap dan Penjarakan Ormas yang Ganggu Pabrik BYD di Subang – Halaman all

    Anggota DPR: Tangkap dan Penjarakan Ormas yang Ganggu Pabrik BYD di Subang – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap organisasi kemasyarakatan atau Ormas yang mengganggu pembangunan pabrik mobil listrik PT Build Your Dream (BYD) di Subang, Jawa Barat.

    Soedeson menegaskan ketegasan hukum penting untuk menjaga iklim investasi di Indonesia.

    “Jadi kami meminta agar pihak berwajib teristimewa kepolisian untuk menindak tegas. Jangan nangkap mereka sudah minta-minta ampun dilepas, jangan. Penjarakan mereka untuk waktu yang lama menjadi satu pelajaran agar hukum yang keras itu dapat membuat masyarakat itu jadi tertib,” kata Soedeson kepada wartawan, Senin (28/4/2025).

    Politikus Partai Golkar itu menegaskan ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan jika iklim investasinya kondusif. 

    Untuk itu, menurut dia, seluruh komponen bangsa perlu bersatu mendukung program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui masuknya investasi asing.

    “Untuk sementara ini kalau ada pelanggaran begitu, jangan setelah dikasih pembinaan suruh pulang, tangkap dan dihukum seberat-beratnya agar menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melanggar hukum,” ujar Soedeson.

    Soedeson menjelaskan bahwa Ormas sejauh ini di bawah pembinaan Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

    “Nah, yang jadi problem itu begini, ormas itu kan di bawah pembinaan dari Depdagri. Kalau kepolisian itu baru menindak itu kalau ada gangguan, ada pelanggaran hukum, kan begitu kan. Jadi kami juga meminta pihak Depdagri untuk proaktif ya,” ucapnya.

    Wakil Ketua Umum DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini mendorong pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap ormas oleh Kementerian Dalam Negeri.

    Dalam konteks itu, Soedeson juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang membuka peluang merevisi Undang-Undang tentang Ormas. 

    Menurutnya, selama ini Ormas hanya bisa dibubarkan dengan syarat dua hal; menolak Pancasila sebagai asas tunggal dan membuat makar.

    Karenanya, Soedeson menambahkan bahwa revisi UU Ormas diperlukan untuk memperjelas dasar hukum penertiban ormas yang mengganggu ketertiban.

    “Jadi kami mendukung revisi UU Ormas. Kami siap untuk menampung ide dari Menteri Dalam Negeri itu untuk merevisi UU untuk menertibkan ormas. Ini kan berulang terus dan itu mengganggu investasi,” tegas Wakil Ketua Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) tersebut.