Author: Tribunnews.com

  • Di Hadapan Bobby Nasution, KPK Bilang Korupsi Uang Haram, Jangan Banggakan kepada Keluarga – Halaman all

    Di Hadapan Bobby Nasution, KPK Bilang Korupsi Uang Haram, Jangan Banggakan kepada Keluarga – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Wilayah I yang diinisiasi oleh Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah I KPK, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (28/4/2025).

    Salah satu kepala daerah yang diundang adalah Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.

    Turut hadir pula tujuh perwakilan pemerintah daerah yakni, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Asahan, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai.

    Di hadapan Bobby Nasution dan tujuh perwakilan pemda dari wilayah Sumut, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan bahwa kunci utama dalam perjalanan pemberantasan korupsi di daerah berada di tangan pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 

    Pasalnya, pemda dan DPRD merupakan aktor yang berperan dalam proses pengambil kebijakan di daerah. 

    Tanak menegaskan bahwa persoalan korupsi di Indonesia bukanlah hal baru. 

    “Sejak masa awal kemerdekaan, Bung Karno sudah menyoroti maraknya korupsi di tubuh pemerintah dan dunia usaha. Bahkan, beliau sampai menetapkan negara dalam keadaan darurat pada 1957 karena situasi tersebut,” ujar Tanak dalam siaran pers yang dirilis KPK, Selasa (29/4/2025).

    Tanak menekankan, pemberantasan korupsi bukan sekadar soal regulasi atau besar kecilnya gaji pejabat, melainkan tentang integritas hati dan pikiran. 

    “Gaji besar atau kecil tidak menjadi jaminan. Kalau hati dan pikiran tetap rakus, korupsi akan tetap terjadi,” lanjutnya. 

    Ia mengingatkan bahwa korupsi sejatinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat, karena uang negara berasal dari pajak yang dikumpulkan dari masyarakat.

    “Saya berpesan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ingatlah, uang yang didapatkan dari korupsi adalah uang haram. Jangan sekali-kali membanggakan uang itu kepada keluarga,” ucap Tanak. 

    Lebih jauh, ia mengajak semua pihak untuk memahami bahwa membangun negeri tanpa korupsi hanya memerlukan dua hal, yakni tidak menyalahgunakan kewenangan dan menjaga hati tetap bersih. 

    “Bicara korupsi itu sederhana, jangan manfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi, jaga intergitas, dan moralitas. Dan peran pemda dan DPRD yang bersih serta jujur juga menjadi penting dalam hal ini,” kata Tanak.

    Sementara itu, Bobby Nasution mengapresiasi kegiatan rakor pemberantasan korupsi ini. 

    Ia menilai, ruang dialog yang diberikan menjadi momentum penting bagi kepala daerah untuk menyampaikan pandangan dan tantangan nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK yang hari ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membuka ruang diskusi. Ini penting, agar kami bisa menyampaikan pandangan langsung tentang persoalan korupsi di daerah masing-masing,” ujar Bobby.

    Kendati begitu, menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini menuturkan upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada integritas kepala daerah, tetapi juga harus diperkuat dengan pembenahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan di daerah. 

    “Saya hampir dua bulan menjadi gubernur. Saat ini, ada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kami yang sedang diperiksa. Sehingga integritas dan moralitas sangat penting, bukan hanya untuk kepala daerah, tetapi juga untuk seluruh jajaran di bawahnya,” kata Bobby. 

    Bobby meminta agar KPK memperkuat kehadirannya di daerah, tidak hanya dalam konteks pencegahan, tetapi juga sebagai penengah dalam membangun kolaborasi yang sehat antara eksekutif dan legislatif di daerah. 

    “Kami harus memastikan bahwa sistem yang ada tidak rusak dari awal, karena jika kita masuk ke dalam sistem yang sudah rusak, kita harus memilih: apakah kita ingin ikut rusak atau tetap menjaga diri kita tetap bersih. Oleh karena itu, kami sangat berharap peran KPK di daerah bisa lebih kuat dan lebih sering. KPK harus menjadi tempat pengaduan bagi kami, agar sistem ini bisa diperbaiki dengan lebih baik,” tuturnya.

     

  • PKS Blak-blakan Tak Lagi Jadi Partai Oposisi, Putuskan Merapat ke Pemerintahan Prabawo – Halaman all

    PKS Blak-blakan Tak Lagi Jadi Partai Oposisi, Putuskan Merapat ke Pemerintahan Prabawo – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan, saat ini PKS bukan lagi menjadi partai oposisi pemerintah sejak partainya merapat dan bergabung di pemerintahan Prabowo Subianto.

    Jazuli bilang, apapun yang dilakukan pemerintahan Prabowo saat ini, PKS akan tetap mendukung/

    Hal tersebut menurut Jazuli, akan berbeda dengan kondisi partai pimpinan Ahmad Syaikhu itu di 10 tahun sebelumnya.

    “Kalau dulu oposisi setiap pemerintah bicara kita langsung bicara lain, tapi sekarang kita koalisi maka setiap Presiden bicara kita harus dukung dan kita yakin apa yang disampaikan presiden adalah baik untuk bangsa dan negara,” kata Jazuli saat memberikan sambutan di acara Bimtek dan Konsolidasi Nasional Fraksi PKS seluruh Indonesia di kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (28/4/2025).

    Meski sudah bergabung ke pemerintah, Jazuli menyatakan, PKS akan tetap memberikan pandangan-pandangan apabila dianggap ada yang kurang tepat.

    Bahkan, dirinya menyatakan, sejumlah elite PKS seperti halnya Ketua Majelis Syura Habib Salim Segaf Al-Jufri hingga Presiden PKS Ahmad Syaikhu beberapa kali bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara untuk memberikan masukan.

    “Berkoalisi bukan berarti tidak melakukan watawa saubil haq watawa saubil sobr, tetap kita lakukan,” kata dia.

    “Kalau ada yang dirasa kurang pas dengan kita, kita akan sampaikan kepada pihak-pihak yang terkait,” sambung Jazuli.

    Dia meminta kepada seluruh jajaran kader PKS untuk menyadarkan diri kalau saat ini sudah berada di dalam pemerintahan.

    Jazuli berharap, tidak ada lagi kader yang merasa masih menjadi oposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran lima tahun ke depan.

    “Karena itu tidak ada lagi anggota fraksi yang merasa masih beroposisi, jangan sampai kita mengatakan kita berkoalisi tapi rasa oposisi,” tandas dia.

    Diketahui, saat ini PKS telah secara resmi menyatakan mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, meski saat Pilpres 2024 lalu mereka berseberangan dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden.

    Bergabungnya PKS dalam pemerintahan ditandai dengan adanya satu kursi menteri yang diisi oleh Prof Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

    Yassierli memang bukan kader PKS, namun yang bersangkutan disebut sebagai sosok yang dipilih PKS untuk duduk di kursi kabinet Merah Putih.

     

     

     

     

     

    Caption: PKS JADI KOALISI – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini saat memberikan arahan di acara Bimtek dan Konsolidasi Nasional Fraksi PKS seluruh Indonesia, di Bidakara Hotel, Jakarta, Senin (28/4/2025). Jazuli menegaskan saat ini tak ada lagi Fraksi PKS yang menganggap masih berada di luar pemerintahan.
    [Rizki Sandi Saputra]

     

    BEST REGARDS

  • Mengenal Maloklusi, Susunan Gigi Anak yang Tak Teratur, Penyebabnya Isap Jari hingga Pemakaian Dot – Halaman all

    Mengenal Maloklusi, Susunan Gigi Anak yang Tak Teratur, Penyebabnya Isap Jari hingga Pemakaian Dot – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Jika anak Anda masih memakai dot saat menerima asupan susu? Perhatikan pertumbuhan giginya. 

    Amati jika ada yang berbeda. Bisa jadi anak anda mengalami maloklusi. Apakah itu?

    Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Aliyah, Sp.KGA ungkap hampir sebagian besar anak mengalami maloklusi.

    “Sekitar 30-60 persen dari total anak pada usia 3 tahun mengalami maloklusi atau ketidakteraturan susunan gigi yang merupakan salah satu gangguan pertumbuhan rahang,” ungkapnya dalam acara Playdate Baby HUKI yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Senin (28/4/2025).

    Menurut drg Aliyah, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

    Mulai dari kebiasaan mengisap jari, penggunaan dot yang tidak tepat, hingga faktor genetik. 

    Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih produk perawatan gigi yang sesuai sejak dini.

    Seperti penggunaan infant toothbrush untuk membersihkan lidah, memijat gusi, dan menyikat gigi pertama si Kecil.”

    “Setelah si Kecil mulai menggunakan dot, pilihlah dot orthodontic yang aman dan telah teruji klinis untuk mendukung posisi gigi dan rahangnya,” sarannya. 

    Dot dengan desain pipih ini membantu mencegah overbite atau underbite, mendukung gerakan menghisap (sucking motion) yang alami.

    Selain itu dot orthodontic mencegah anak mengalami bingung puting, kondisi yang sering muncul saat si Kecil beralih antara menyusu langsung dan botol. 

    Pemilihan produk yang tepat bukan sekadar soal fungsi, tapi juga merupakan bentuk cinta act of service orang tua kepada anak dalam rutinitas sehari-hari,” tambah drg. Aliyah

    Selain itu, bijak memilih DOT untuk si kecil juga membawa keuntungan yang lain, salah satunya mencegah terjadinya kolik. 

    Kolik dapat merujuk pada tangisan intens dan terus-menerus pada bayi yang sehat, atau nyeri perut yang berhubungan dengan gas, infeksi, dan penyakit saluran cerna.

    “Contoh, kita sering dengar tentang kolik.  Kolik itu terjadi ketika pemakaian dot yang berlebih airnya mengucur terus atau terus-terusan untuk masuk. Sedangkan dot-dot ini mencegah terjadinya kolik,” jelasnya. 

    Ini dikarenakan dot memiliki lubang-lubang kecil berbentuk di tengah. 

    Dot yang tidak sesuai dengan ukuran mulut bayi atau dot yang terbuat dari bahan keras dapat menyebabkan bayi menghirup terlalu banyak udara saat menyusu. 

    Kemudian terperangkap di dalam perut dan menyebabkan kembung serta rasa tidak nyaman, sehingga bayi menjadi rewel. 

    “Aku saranin sekali kepada bunda pintar memilihkan dot yang berkualitas dan sudah bisphenol A (BPA) free, sudah teruji secara klinis,” pungkasnya.

     

     

  • Sindikat Penipuan Online dan Scamming Sembunyikan Dana di Kripto Agar Tak Terlacak – Halaman all

    Sindikat Penipuan Online dan Scamming Sembunyikan Dana di Kripto Agar Tak Terlacak – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapati temuan dana hasil penipuan online dan scamming disebar ke berbagai rekening bank dan diinvestasikan ke crypto berdasar hasil penelusuran OJK selama ini.

    Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi menjelaskan, para penipu langsung menyebar dana hasil penipuan ke beberapa rekening bank hingga mengubah menjadi aset kripto.

    Para penipu penipuan online menempuh strategi tersebut agar dana hasil kejahatannya sulit dilacak oleh otoritas dan penegak hukum. Karena itu, menurut Ismail, perlu respons cepat aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku penipuan.

    “Mereka akan melarikan uangnya, dipecah-pecah melalui beberapa rekening di bank, kemudian juga terakhir ini juga diarahkan ke kripto agar tidak bisa dilacak,” kata Ismail di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

    Ismail menegaskan, sepanjang berada dalam pantauan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan cepat ditindak, maka pencegahan bisa dilakukan. Kecepatan menjadi kunci dari pencegahan pelaku penipuan.

    “Saat merasa tertipu, dalam waktu kurang dari lima menit, segera telepon untuk bisa diblokir,” tutur Ismail.

    Ismail memberi contoh, adanya korban penipuan senilai Rp330 juta. Namun, dia segera melapor ke IASC, sehingga bisa dilakukan pencegahan. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Anti-Scam dibentuk khusus untuk menangani kasus-kasus penipuan.

    “Jika memperoleh telepon ataupun WhatsApp. Kalau terjadi demikian, itu bisa lapor ke Indonesia Anti-Scam,” terang Ismail.

    Hingga kini IASC telah menerima 8.713 laporan dan sudah memblokir 40.445. Sedangkan, untuk dana yang terselamatkan mencapai Rp137 miliar melalui pemblokiran rekening pelaku penipuan di sektor keuangan secara cepat.

     

  • 2 Tips Aman Melamar Pekerjaan di Bekasi: Waspadai Ciri-Ciri Penipuan Tenaga Kerja Agar Tak Tertipu – Halaman all

    2 Tips Aman Melamar Pekerjaan di Bekasi: Waspadai Ciri-Ciri Penipuan Tenaga Kerja Agar Tak Tertipu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Melamar pekerjaan di Bekasi harus lebih hati-hati, terutama dengan maraknya penipuan tenaga kerja ilegal. 

    Waspadai ciri-ciri seperti biaya tidak wajar dan janji kerja palsu agar tidak terjebak dan mengalami kerugian.

    Kasus penipuan tenaga kerja ilegal kembali mencuat di Bekasi.

    Baru-baru ini, sebuah ruko di Komplek Plaza Bekasi Jaya, Jalan Insinyur H Juanda, Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, diduga menjadi tempat praktik penyaluran tenaga kerja bodong. 

    Para pencari kerja diminta membayar sejumlah uang dengan janji pasti diterima bekerja, namun banyak yang akhirnya tertipu.

    Seorang warga sekitar, Aris (62), mengungkapkan bahwa ruko tersebut menerima lamaran kerja dengan syarat membayar biaya tertentu. 

    “Ada dua orang yang saya tahu harus membayar Rp800 ribu di awal, lalu saat dipanggil lagi diminta tambahan Rp1,5 juta,” ujar Aris, Senin (28/4/2025).

    Setiap hari, sedikitnya lima orang mendatangi ruko itu dengan harapan mendapatkan pekerjaan.

    Namun, video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang wanita kecewa setelah membayar Rp600 ribu tanpa hasil.

    Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan telah menindaklanjuti laporan ini.

    Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Tri Kartika Ningsih, memastikan bahwa ruko tersebut tidak memiliki izin resmi.

    “Ruko ini bodong. Tidak ada izin yang tercatat. Kalau ada izin, pemiliknya tidak mungkin menghindar seperti ini,” tegasnya.

    RUKO BODONG – Suasana ruko di Komplek Plaza Bekasi Jaya yang diduga menjadi lokasi praktik penipuan tenaga kerja ilegal, Senin (28/4/2025).

    Sementara itu, Kapolsek Rawalumbu AKP Ririn Sri Damayanti menyatakan pihaknya sudah mengirimkan anggota untuk memantau situasi, meskipun hingga kini belum ada laporan resmi dari korban. 

    Polisi juga sedang menangani dugaan intimidasi terhadap wartawan yang meliput kejadian ini.

    Sebagai langkah lanjutan, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat pengawasan terhadap lembaga penyalur kerja di wilayah Bekasi.

    Agar tidak menjadi korban, simak dua tips aman melamar pekerjaan di Bekasi berikut ini:
    1. Lakukan Penelitian Mendalam

    Sebelum mengirim lamaran, selalu cek latar belakang perusahaan.

    Pastikan perusahaan tersebut memiliki situs web resmi, alamat kantor yang jelas, dan ulasan positif dari mantan karyawan atau pelamar lain.

    Gunakan situs lowongan kerja terpercaya yang memverifikasi info perusahaan, dan selalu pastikan keaslian alamat email serta situs web yang digunakan.

    Penipu kerap memakai alamat palsu menyerupai nama perusahaan ternama.

    2. Waspadai Tawaran Gaji Tidak Masuk Akal

    Jangan mudah percaya dengan tawaran gaji besar tanpa syarat pengalaman atau kualifikasi.

    Biasanya, perusahaan yang serius memiliki proses rekrutmen ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara mendalam — tanpa pungutan biaya apapun. 

    Bila diminta membayar dengan alasan apapun sebelum resmi diterima, itu tanda kuat adanya indikasi penipuan.

    Mencari pekerjaan memang tidak mudah, tapi lebih baik berhati-hati daripada menyesal kemudian. Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan saat melamar kerja, segera laporkan ke Dinas Ketenagakerjaan atau pihak kepolisian untuk mencegah korban bertambah.

    Akses Tribunnnews.com di Google News atau WhatsApp Channel Tribunnews.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Wakil Menteri Faisol Riza Usul Industri Hijau Dapat Label Halal – Halaman all

    Wakil Menteri Faisol Riza Usul Industri Hijau Dapat Label Halal – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengusulkan agar produk yang dihasilkan oleh industri hijau bisa mendapatkan label halal.

    Usulan itu dia sampaikan saat memberi sambutan di acara Kick Off Halal Indo 2025 di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2025).

    Industri hijau secara umum adalah industri yang mengutamakan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan dalam tahapan proses produksinya.

    Hal itu mencakup proses pemilihan bahan baku, peralatan produksi, proses produksi hingga pembuangan limbah agar ramah lingkungan.

    Faisol menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, semua produk wajib bersertifikat halal.

    “Saya sebenarnya ingin mendorong satu kolaborasi antara industri halal dan industri hijau. Industri hijau perlu dikasih label halal,” kata Faisol.

    Menurut dia, dengan dengan mengkolaborasikan industri halal dan hijau, promosi untuk industri halal bisa lebih gencar lagi seperti industri hijau.

    Sebab, sepemahaman Faisol, industri hijau selama ini memiliki akses pendanaan dan promosi yang jauh lebih besar dibanding industri halal.

    Dengan industri halal dikolaborasikan bersama industri hijau, promosinya juga otomatis akan terdongkrak.

    “Nah, mungkin dengan mengkolaborasikan industri halal dan industri hijau, isu hijau dan halal, ini akan menemukan satu titik di mana industri hijau bukan hanya hijau, tapi juga halal,” ujar Faisol.

    “Itu usulan saya karena selama ini industri hijau ini berjalan sendiri dan kita ingin supaya industri halal bisa berdampingan dengan industri hijau,” ucapnya.

    Faisol menginginkan agar promosi yang bersama-sama ini juga bisa mendongkrak literasi masyarakat mengenai industri halal sama seperti industri hijau.

    Ia menila isu dan literasi mengenai industri hijau lebih dipahami dibanding industri halal yang kerap dipandang sempit.

    “Industri halal dianggap hanya milik atau hanya diperuntukkan untuk produk-produk yang dikonsumsi oleh kelompok muslim, serta seolah-olah tidak penting untuk yang lain-lain,” kata Faisol.

    Maka demikian, melalui kolaborasi ini, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakin manfaat dari industri halal bisa lebih dirasakan oleh masyarakat.  

  • Prabowo: Kekayaan Danantara Akan Tembus 1 Triliun Dollar AS  – Halaman all

    Prabowo: Kekayaan Danantara Akan Tembus 1 Triliun Dollar AS  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Townhall Meeting Danantara bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta Convention Center (JCC), pada Senin, (28/4/2025).

    Acara tersebut digelar secara tertutup.

    Usai acara Prabowo mengatakan bahwa aset yang dimiliki Badan Pengelola Investasi Danantara ternyata sangat besar sekali.

    Setelah dihitung hitung kata Presiden, kekayaan yang dimiliki Badan Pengelola Investasi Danantara akan mencapai 1 triliun dolar atau Rp 16.834,8 triliun.

    “Kita hitung aset-aset kita ternyata kita kaya, mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun US dollar, ” katanya.

    Menurut Kepala Negara, Danantara adalah kekayaan bangsa Indonesia. Aset yang dimiliki Danantara sangat besar sekali apabila dikelola dengan tepat. Oleh karenanya kata Presiden aset aset tersebut harus dijaga dan dikelola dengan baik. 

    “Harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan kita. Kita kelola dengan baik,” kata Prabowo.

    Sementara itu CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menuturkan ada 844 perusahaan BUMN resmi menjadi bagian Danantara.

    Perusahaan tersebut  termasuk anak, cucu, hingga cicit BUMN.

    “Sejak dilaunching langsung oleh Bapak Presiden, Alhamdulilah sejak 21 maret seluruh BUMN yang berjumlah 844 ini sudah resmi menjadi bagian dari Danantara Indonesia,” pungkas Rosan.

     

  • Banjir Rob di Jakarta: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Daftar Wilayah Terancam Sepekan ke Depan – Halaman all

    Banjir Rob di Jakarta: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Daftar Wilayah Terancam Sepekan ke Depan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banjir rob diprediksi akan mengancam sejumlah wilayah di Jakarta Utara pada 27 April hingga 4 Mei 2025, sebagai akibat dari fenomena Super New Moon yang meningkatkan pasang maksimum air laut.

    Fenomena alam ini berpotensi menyebabkan banjir pesisir di Jakarta Utara dan wilayah pesisir lainnya, yang membutuhkan kewaspadaan masyarakat.

    Daftar Wilayah yang Terancam Banjir Rob

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi banjir rob di 12 wilayah pesisir Jakarta Utara.

    Wilayah-wilayah yang berisiko terdampak banjir rob selama periode 27 April hingga 4 Mei 2025 meliputi:

    Kamal Muara

    Kapuk Muara

    Penjaringan

    Pluit

    Ancol

    Kamal

    Marunda

    Cilincing

    Kalibaru

    Muara Angke

    Tanjung Priok

    Kepulauan Seribu

    BANJIR ROB – Banjir rob melanda wilayah Penjaringan Jakarta Utara, dengan ketinggian air mencapai 30 cm di RW 22 Muara Angke pada malam 28 April 2025. (Tribunnews.com/Jeprima)

     

    Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, fenomena ini dipicu oleh pasang maksimum air laut akibat Super New Moon, yaitu fase bulan perigee dan bulan baru.

    “Pasang maksimum ini bisa menyebabkan ketinggian air laut meningkat, mengarah ke banjir pesisir atau rob di wilayah Jakarta Utara,” ujar Isnawa Adji pada Senin (28/4/2025).

    Update Terkini: Wilayah yang Terendam Banjir Rob

    Pemantauan terbaru menunjukkan bahwa beberapa wilayah seperti Penjaringan, Jakarta Utara, sudah terendam banjir rob pada Senin malam, dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter di RW 22 Muara Angke.

    Di Green Bay Pluit, air bahkan mencapai 60 sentimeter. BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan terkini mengenai gelombang air laut melalui laman resmi BPBD Jakarta (bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut).

    Penyebab Banjir Rob: Fenomena Alam yang Terjadi di Pesisir

    Banjir rob merupakan fenomena alam yang terjadi saat air laut naik ke daratan akibat pasang yang tinggi, melebihi garis pantai atau daratan pesisir.

    Beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini, antara lain:

    Pemanasan Global – Pemanasan suhu bumi mengakibatkan pencairan es di kutub dan naiknya volume air laut, yang mempengaruhi ketinggian pasang air laut.

    Eksploitasi Air Tanah – Pengambilan air tanah berlebihan mengakibatkan penurunan permukaan tanah, memperburuk risiko banjir rob.

    Kerusakan Hutan Mangrove – Mangrove berfungsi sebagai penghalang alami terhadap gelombang pasang, dan kerusakan hutan mangrove meningkatkan potensi banjir rob.

    Penurunan Permukaan Tanah – Proses penurunan tanah pesisir menjadikan daratan lebih rentan terhadap genangan air laut.

    Pencemaran Sungai – Pencemaran sungai menyebabkan aliran sungai terhambat, sehingga saat pasang, air laut lebih mudah meluap ke daratan.

    Cara Mengatasi Banjir Rob

    Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak banjir rob, antara lain:

    Pembangunan Tanggul Laut – Proyek besar seperti Giant Sea Wall di Jakarta bertujuan menghalau pasang air laut untuk mencegah banjir rob.

    Rehabilitasi Hutan Mangrove – Menanam kembali mangrove akan membantu menahan gelombang laut dan mencegah erosi pantai.

    Pengelolaan Tata Ruang Pesisir – Perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih baik, termasuk relokasi pemukiman yang rentan terkena rob.

    Pengurangan Penggunaan Air Tanah – Mengurangi eksploitasi air tanah dengan menyediakan alternatif sumber air bersih dan memperketat regulasi penggunaan air tanah.

    Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim – Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan membangun infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim serta dampak banjir rob.

    Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat, diharapkan dampak dari fenomena ini bisa diminimalisir.

    BPBD DKI Jakarta terus memberikan informasi terkini terkait situasi gelombang air laut dan banjir rob yang terjadi.

    Akses Tribunnnews.com di Google News atau WhatsApp Channel Tribunnews.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Staf Khusus Tom Lembong Buat Rapat Terbatas Bahas Impor Gula, Alat Komunikasi Dilarang Dibawa – Halaman all

    Staf Khusus Tom Lembong Buat Rapat Terbatas Bahas Impor Gula, Alat Komunikasi Dilarang Dibawa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saksi Dayu Patmara Rengganis, selaku Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) 2015–2016, mengungkapkan bahwa staf khusus Menteri Perdagangan Tom Lembong, Gunariyo, membuat rapat terbatas untuk membahas impor gula.

    Dalam rapat terbatas tersebut, kata Dayu, semua alat komunikasi dilarang dibawa masuk.

    Hal itu disampaikan Dayu saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi impor gula Kementerian Perdagangan periode 2015–2016 dengan terdakwa eks Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/4/2025).

    “Pada saat kami tidak mendapatkan stok gula dari perusahaan BUMN, kami mengirimkan surat permintaan pada tanggal 19 November,” ujar Dayu di persidangan.

    Dayu menjelaskan, PT PPI meminta izin impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 400.000 ton.

    “Kemudian turun penugasan dari Kementerian Perdagangan menunjuk PT PPI untuk melakukan importasi gula?” tanya Ketua Majelis Hakim, Arsan.

    Dayu menerangkan, pihaknya hanya mendapatkan penugasan untuk mengimpor 200.000 ton gula.

    Selanjutnya, Charles Sitorus, Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI, dikatakan Dayu mendatangi kantornya.

    “Pak Charles mendatangi saya, menyampaikan bahwa dirinya diundang Pak Gunariyo untuk menghadiri rapat,” kata Dayu.

    Dalam persidangan, terungkap bahwa Gunariyo merupakan staf khusus Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

    “Pada saat saya dan Pak Charles memasuki ruangan rapat tersebut, Pak Gunariyo langsung meminta kami untuk meletakkan alat komunikasi seperti HP di bangku belakang,” imbuh Dayu.

    Menurut Dayu, permintaan tersebut dilakukan karena rapat bersifat terbatas.

    “Pada saat kami masuk, sudah banyak orang di ruangan itu, tetapi saya tidak mengenal satu pun selain Pak Gunariyo dan Pak Charles Sitorus,” jelasnya.

    Dayu juga menegaskan, dalam pertemuan itu tidak ada kehadiran terdakwa, eks Mendag Thomas Lembong.

    Ketika hakim menanyakan inti dari pertemuan tersebut, Dayu menjelaskan:

    “Pak Gunariyo menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan sedang menggodok surat penugasan untuk PT PPI sebagai stabilisator harga gula dan penyangga stok nasional. Penugasan itu nantinya akan melibatkan kerja sama dengan pabrik-pabrik gula, dan perwakilan pabrik tersebut sudah hadir di ruangan,” ungkapnya.

    Dayu menambahkan, karena surat penugasan masih dalam tahap finalisasi, informasi dari rapat itu tidak boleh disampaikan kepada pihak mana pun.

    “Itulah sebabnya alat komunikasi kami diminta ditinggalkan di belakang, Yang Mulia,” katanya di persidangan.

    Seperti diketahui, Thomas Lembong telah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan periode 2015–2016.

    Selain Tom Lembong, terdapat 10 orang lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni TWN (Direktur Utama PT AP); WN (Presiden Direktur PT AF);
    HS (Direktur Utama PT SUJ); IS (Direktur Utama PT MSI);  TSEP (Direktur PT MT);  HAT (Direktur Utama PT BSI);  ASB (Direktur Utama PT KTM);  HFH (Direktur Utama PT BFF);  IS (Direktur PT PDSU) dan CS (Direktur PT PPI).

    Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, Abdul Qohar, menyatakan bahwa total kerugian keuangan negara mencapai Rp578 miliar.

    “Ini sudah fix, nyata, dan riil. Berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP, nilainya mencapai Rp578.105.411.622,48,” kata Qohar dalam jumpa pers, Senin (20/1/2025).

  • Mendes Yandri Dorong Desa di Jabar Segera Bentuk Koperasi Desa Merah Putih – Halaman all

    Mendes Yandri Dorong Desa di Jabar Segera Bentuk Koperasi Desa Merah Putih – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meluncurkan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Jawa Barat di Bale Asri Pusdai, Bandung, Jawa Barat pada Senin (28/4/2025).

    Mendes Yandri mengharapkan desa-desa di Jawa Barat segera menuntaskan pelaksanaan Musdesus ini untuk segera membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen percepatan pembangunan desa.

    Kementerian Desa PDT mendapat tugas dari Inpres Nomor 9 tahun 2025 untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh desa dan membantu pengadaan lahan untuk Kopdes Merah Putih minimal 20×20 meter persegi.

    “Lahan itu untuk unit usaha pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik Desa, apotek Desa, cold storage, pergudangan/lumbung pangan dan logistik desa,” kata Mendes Yandri.

    Pemerintah Desa Bersama BPD melaksanakan Musdesus untuk membahas, kelembagaan, modal, keanggotan, struktur organisasi dan kegiatan utama Kopdes Merah Putih.

    Peserta Musdesus yaitu Kades dan Perangkat Desa, BPD, Kelompok Masyarakat dengan didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional, Pendamping Keluarga Harapan, Penyuluh Pertanian, OPD teknis dan pendamping lainnya.

    Sekali lagi, Mendes Yandri menegaskan jika keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan menggantikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, koperasi tersebut akan memperkuat peran BUMDes dalam mendorong kemandirian dan pemerataan ekonomi desa.

    Mendes Yandri menjelaskan bahwa ke depan, hubungan antara Koperasi Merah Putih dan BUMDes akan diatur secara kelembagaan. Koperasi bisa menjadi bagian dari unit usaha BUMDes, atau sebaliknya.

    Pemerintah saat ini tengah menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) sebagai dasar pengaturan hubungan antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih.

    Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sendiri merupakan kebijakan strategis nasional yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat terbentuknya 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia.

    Acara ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang juga dihadiri Menteri Saifullah Yusuf, Menter Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional Wihaji.