Author: Liputan6.com

  • Viral Kontainer Bantuan untuk Aceh Tamiang Ditahan di Medan, BPBD Sumut Beri Klarifikasi

    Viral Kontainer Bantuan untuk Aceh Tamiang Ditahan di Medan, BPBD Sumut Beri Klarifikasi

    Liputan6.com, Medan Kabar mengenai kontainer berisi bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh yang disebut-sebut tertahan di Medan viral di berbagai platform media sosial. Bahkan, dalam video yang beredar, terlihat cekcok antara para pejabat dengan relawan.

    Terkait hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Saragih membantah menahan bantuan untuk Aceh Tamiang tersebut. Pihaknya menyebut, siap membantu proses pengirimannya sesegera mungkin, meskipun kesalahan teknis terjadi saat proses pengiriman.

    Disebut masalah ini sudah dibicarakan dengan Relawan Gimbal Alas Malang, Jawa Timur, Pelni dan pihak terkait lainnya di Gedung Serbaguna (GSG) Pemprov Sumut pada Senin 29 Desember 2025.

    “Untuk proses pengirimannya, kita dari Pemprov Sumut siap mengirim bantuan ini ke Aceh Tamiang. Termasuk membayar biaya kountaier (peti kemas) yang (sebelumnya) dibebankan oleh PT Pelni kepada Relawan Gimbal Alas Jatim,” kata Tuahta dalam keterangannya, seperti dikutip dari laman Pemprov Sumut, Rabu (31/12/2025).

    Adapun, masalah ini berawal  ada pengiriman bantuan atas nama BPBD Jatim sebanyak 10 Kontainer untuk bencana Sumut. Momentum yang sama, ada dua Kontainer yang pengirimannya bersamaan, yakni atas nama Relawan Gimbal Alas Malang Jatim, melalui PT Pelni.

    Namun saat tiba di Medan, bantuan tersebut dibawa ke GSG Pemprov, termasuk di dalamnya dua kontainer atas nama Relawan Gimbal Alas, di mana posisinya Pemprov Sumut mendapat konfirmasi dari BPBD Jatim terkait pengiriman bantuan untuk korban bencana Sumatera Utara.

    “Intinya kita mendapat konfirmasi dari Jatim (BPBD), bantuan itu dikirimkan sebanyak 10 kontainer, untuk korban bencana Sumatera Utara. Kita tidak tahu ternyata ada dua kontainer yang milik Relawan Gimbal Alas, dibongkar di sini. Untuk pengirimannya (biaya), kita siap membayar,” jelas Tuahta.

     

  • Pengelola Tak Bisa Lepas Tangan

    Pengelola Tak Bisa Lepas Tangan

    Liputan6.com, Jakarta – Kasus anak meninggal akibat tenggelam di kolam renang semakin banyak. Pengawasan aktivitas di kolam renang tidak hanya melekat pada orang tua, tapi juga pengelola.

    Terbaru, peristiwa tragis dialami bocah perempuan kembar yang tewas tenggelam di Kolam Renang Citraland Gama City Medan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (28/12/2025). 

    Insiden ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @tajuk_sumut. Pada video yang beredar merekam situasi histeris di lokasi kejadian. Terlihat orang tua korban dan para pengunjung kolam renang panik mencoba memberikan pertolongan.

    Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, membenarkan peristiwa itu. Katanya, korban sempat dilarikan ke RS Haji Medan karena tak bereaksi saat pertolongan pertama.

    “Hasil tim inafis Polrestabes Medan korban meninggal tenggelam saat berenang,” kata Kapolsek.

    Di hari yang sama, seorang balita laki-laki meninggal dunia, setelah tenggelam di kolam renang Jati Park, Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember. Peristiwa tragis ini menimpa korban berinisial AC (3). Korban datang ke lokasi bersama ibunya untuk berlibur.

    Agustus 2025, dua bocah SD Islam terpadu (SDIT) meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang milik sekolah yang berlokasi di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kedua korban pergi les berenang di kolam renang milik sekolah setelah kegiatan belajar selesai.

    Pada Mei 2025, Bocah berusia lima tahun meninggal akibat tenggelam di Kolam Renang Tirto Asri, Dusun Wonokriyo, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (12/5/2025) sore. Tubuh korban pertama kali ditemukan seorang pengunjung perempuan di dasar kolam. Dia langsung berteriak meminta pertolongan. Nyawa Bocah itu tak terselamatkan.

  • Beyonce Resmi Jadi Miliarder, Ikuti Jejak Jay Z hingga Taylor Swift

    Beyonce Resmi Jadi Miliarder, Ikuti Jejak Jay Z hingga Taylor Swift

    Kepemilikan penuh atas katalog lagunya dan pendapatan tur stadion berskala global menjadi tulang punggung finansialnya.Dalam industri hiburan, musisi yang mampu menjual habis konser stadion merupakan aset paling menguntungkan.

    Tren pasca pandemi menunjukkan pendapatan artis kini didominasi pertunjukan langsung, bahkan bisa mencapai 90 persen dari total pemasukan tahunan. Beyonce termasuk pionir dalam model mini residency, dengan menggelar konser di beberapa stadion besar selama beberapa hari berturut-turut untuk menekan biaya logistik dan memaksimalkan keuntungan.

    Cowboy Carter Tour mencerminkan skala bisnis tersebut. Tur ini melibatkan lebih dari 350 kru, ratusan truk logistik, hingga pesawat kargo untuk memindahkan perlengkapan panggung antar kota. Produksinya spektakuler, mulai dari mobil terbang, lengan robot, banteng mekanik emas, hingga penampilan tamu spesial dari keluarga dan mantan personel Destiny’s Child.

    Menurut Pollstar, tur ini meraup lebih dari 400 juta dolar AS dari penjualan tiket, ditambah sekitar 50 juta dolar AS dari penjualan merchandise.

    Dengan Parkwood sebagai produser utama, margin keuntungan Beyonce tercatat jauh lebih tinggi dibanding tur konvensional. Jika digabungkan dengan pendapatan katalog musik dan kontrak iklan, Forbes memperkirakan Beyonce mengantongi  USD 148 juta atau Rp 2,48 triliun pada 2025 sebelum pajak, menjadikannya musisi dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia tahun ini.

     

     

  • Situbondo Ditetapkan jadi Lokasi Proyek Percontohan Budidaya Lobster

    Situbondo Ditetapkan jadi Lokasi Proyek Percontohan Budidaya Lobster

    Liputan6.com, Jakarta – Situbondo, Jawa Timur ditetapkan menjadi lokasi proyek percontohan zona budidaya lobster nasional oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai 2026.

    Rencana zona budidaya lobster memakai keramba jaring apung (KJA) antara lain di perairan laut kawasan objek wisata Kampung Kerapu, Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

    “Tadi saya sudah diskusi dengan Pak Dirjen Budidaya dan kami juga meminta dukungan pak Bupati Yusuf Rio Wahyu dan Ibu Wakil Bupati Ulfiyah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono setelah meninjau budidaya ikan kerapu di Situbondo, Selasa (30/12/2025) seperti dikutip dari Antara.

    Usai meninjau kondisi laut di kawasan objek wisata Kampung Kerapu itu, dia menilai sangat ideal dijadikan zona budidaya lobster.

    Menteri Sakti menuturkan, di proyek percontohan budidaya lobster di Situbondo akan dibangun sebanyak sekitar 20 ribu keramba jaring apung, dan luasannya sekitar 100 hektare.

    “Lautnya di sini ini sangat bagus dan ideal untuk budidaya lobster, bahkan lebih bagus dari Vietnam,” tutur dia.

    Rencana pilot project zona budidaya lobster nasional di Situbondo, menurut Menteri Sakti, seiring dengan raibnya benih lobster di Indonesia.

    “Sejak lama alam kita ini memproduksi benih lobster yang begitu melimpah, tapi itu raib entah ke mana, dan yang pasti ada negara lain, dan mereka budidaya sangat kuat, tapi mereka sebenarnya tidak punya benihnya,” ujar dia.

    Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku siap mendukung rencana zona budidaya lobster nasional tersebut yang nilai investasinya sekitar Rp 2 triliun.

    “Tentunya ini juga dikerjasamakan dengan pemerintah daerah, dan diperkirakan menyerap sekitar 600 orang pekerja dari Situbondo,” ujar dia

    Bupati Rio menambahkan, dengan ditetapkannya Situbondo menjadi zona budidaya lobster nasional, nantinya ditargetkan pula menjadi sentra lobster terbesar di Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan negara produsen lobster di kawasan Asia Tenggara

  • Bos PLN Akui Dampak Banjir Aceh-Sumbar Lebih Besar dari Tsunami 2004

    Bos PLN Akui Dampak Banjir Aceh-Sumbar Lebih Besar dari Tsunami 2004

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengakui kerusakan jaringan listrik di bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat lebih besar dibanding tsunami Aceh 2004 lalu.

    Dia mencatat, kerusakan jaringan listrik pada bencana saat ini mencapai 442 titik di tiga provinsi. Sedangkan, pada tsunami 2004 lalu, hanya terjadi di 8 titik.

    “Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 442 titik. Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif,” kata Darmo, sapaan akrabnya dalam Rapat Satgas Pemulihan Pasca Bencana, mengutip tayangan YouTube DPR, Selasa (30/12/2025).

    Dia mengatakan, pemulihan jaringan listrik masih menghadapi tantangan, terutama pada akses untuk membawa material peebaikannya. Beberapa daerah sudah mulai bisa dilewati, sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan cepat.

    “Sedangkan daerah-daerah yang masih terisolasi pemulihannya agak sedikit sedikit lebih lambat dan sedikit terkendala,” ucap dia.

    PLN mengirim material ke beberapa daerah menggunakan pesawat atau jalur udara ketika aksea terputus. Selain itu, beberapa titik sudah dikirim melalui jalur darat.

     

  • LRT Jabodebek Perpanjang Waktu Layanan saat Malam Tahun Baru 2026

    LRT Jabodebek Perpanjang Waktu Layanan saat Malam Tahun Baru 2026

    Liputan6.com, Jakarta – PT KAI (Persero) memperpanjang waktu layanan LRT Jabodebek khusus pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Pada periode tersebut untuk menyambut Tahun Baru 2026, layanan LRT Jabodebek akan beroperasi hingga pukul 01.44 WIB dini hari.

    “Layanan LRT Jabodebek akan beroperasi pada tanggal 31 Desember 2025 akan berlanjut hingga tanggal 1 Januari 2026 pukul 01.44 WIB,” ujar Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika Putra, Selasa (30/12/2025).

    Adapun pada kondisi normal, waktu layanan LRT Jabodebek dimulai pada pukul 05.12 WIB hingga 23.02 WIB. Namun, pada periode tersebut, layanan diperpanjang sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat. 

    Berikut jadwal keberangkatan LRT Jabodebek periode 31 Desember 2025 malam hingga 1 Januari 2026 dini hari:

    1. Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas-Jatimulya

    31 Desember : 22.07 | 22.19 | 22.32 | 22.44 | 22.57 | 23.09 | 23.22 | 23.34 | 23.47 | 23.59

    1 Januari : 00.12 | 00.24 | 00.37 | 00.49

    2. Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas -Harjamukti

    31 Desember : 22.01 | 22.13 | 22.26 | 22.38 | 22.51 | 23.03 | 23.16 | 23.28 | 23.41 | 23.53

    1 Januari : 00.06 | 00.18 | 00.31 | 00.43 | 00.56

    3. Keberangkatan Stasiun Harjamukti – Dukuh Atas

    31 Desember : 22.11 | 22.24 | 22.36 | 22.49 | 23.01 | 23.14 | 23.26 | 23.39 | 23.51

    1 Januari : 00.04 | 00.16

    4. Keberangkatan Stasiun Jatimulya-Dukuh Atas

    31 Desember : 22.02 | 22.15 | 22.27 | 22.40 | 22.52 | 23.05 | 23.17 | 23.30 | 23.42 | 23.55

    1 Januari : 00.07

    “Setelah layanan dini hari selesai, operasional akan kembali berjalan normal pada pagi hari sesuai jadwal yang berlaku” imbuh Radhitya.

    Tarif Off Peak Berlaku

    KAI juga menerapkan tarif LRT Jabodebek untuk waktu non sibuk (off peak) mulai 31 Desember 2025 pukul 20.00 WIB hingga selesainya jam operasional dini hari 1 Januari 2026. Pada 1 Januari 2026, tarif Off Peak juga berlaku sepanjang jam operasional. 

    Dengan skema ini, penumpang dikenakan Rp 5.000 pada saat awal tap in, Rp 700 per kilometer, dengan tarif maksimal Rp 10.000 per perjalanan.

    Sementara di luar tanggal tersebut berlaku tarif hari kerja (weekday) dengan ketentuan jam sibuk (peak hour) dan non-sibuk (off peak).

    Pada jam sibuk (peak hour) pukul 06.00–09.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB, tarif perjalanan ditetapkan mulai dari Rp 5.000 dengan tarif maksimal Rp 20.000. Adapun pada jam non-sibuk (off peak), tarif awal tetap Rp 5.000 dengan tarif maksimal Rp 10.000.

     

  • Antisipasi Lonjakan Nataru, Pelindo Siapkan Life Jacket di Pelabuhan Penumpang

    Antisipasi Lonjakan Nataru, Pelindo Siapkan Life Jacket di Pelabuhan Penumpang

    Liputan6.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyiapkan ratusan jaket pelampung (life jacket) di pelabuhan-pelabuhan penumpang. Sebagai langkah penguatan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap lonjakan pergerakan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Life jacket sesuai standar keselamatan didistribusikan di sejumlah pelabuhan penumpang strategis, antara lain Pelabuhan Belawan, Manado, Tanjung Priok, serta pelabuhan-pelabuhan di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Kupang, Maumere, Waingapu, Ende-Ippi, dan Kalabahi. 

    Group Head Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Ali Sodikin mengatakan, penyediaan life jacket menjadi bagian dari tanggung jawab perseroan sebagai operator kepelabuhanan nasional. Utamanya dalam mendukung keselamatan pengguna jasa, khususnya penumpang kapal laut.

    “Kami berkepentingan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Penyediaan life jacket di pelabuhan penumpang merupakan bentuk kesiapsiagaan kami menghadapi lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Ali di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

    Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan (Menhub) terkait kesiapan infrastruktur dan sarana pendukung transportasi laut menjelang musim liburan. 

    “Sebagai BUMN operator kepelabuhanan, Pelindo mendukung penuh upaya pemerintah menciptakan keamanan, keselamatan, dan kelancaran transportasi nasional selama Nataru,” imbuhnya.

    Siaga Antisipasi Lonjakan Penumpang 

    Selain penyediaan alat keselamatan, Pelindo juga meningkatkan kesiagaan operasional di pelabuhan penumpang. Termasuk penguatan pengawasan, pengaturan arus penumpang, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan layanan.

    Adapun pemerintah memperkirakan, pergerakan masyarakat pada masa libur Nataru kembali meningkat, seiring membaiknya mobilitas dan aktivitas ekonomi. Dalam konteks tersebut, pelabuhan menjadi salah satu simpul transportasi penting yang membutuhkan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan.

    “Dengan langkah antisipatif ini, Pelindo berharap layanan kepelabuhanan selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut,” pungkas Ali. 

     

  • 71 Miliarder di Bawah 40 Tahun, Separuh Kekayaan Datang dari AI

    71 Miliarder di Bawah 40 Tahun, Separuh Kekayaan Datang dari AI

    Penyanyi dunia Taylor Swift (36) dan Rihanna (37), misalnya, tidak masuk daftar 40 besar karena kekayaan mereka berada di bawah ambang USD 1,8 miliar. Sebaliknya, miliarder termuda justru datang dari dunia AI, seperti tiga pendiri startup Mercor yang baru berusia 22 tahun.

    Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa kekayaan besar di usia muda tidak selalu menjamin keberlanjutan. Forbes mencatat, tidak semua miliarder muda akan mengikuti jejak panjang Mark Zuckerberg, Michael Dell, atau Sergey Brin. Beberapa justru tumbang akibat masalah tata kelola, etika, hingga hukum, seperti kasus Sam Bankman Fried dari FTX.

    Satu hal yang pasti, booming AI telah mengubah ekonomi global. Generasi baru miliarder tidak lagi menunggu puluhan tahun untuk membangun kerajaan bisnis. Dengan teknologi, akses modal, dan skala global, kekayaan bisa tercipta dalam hitungan tahun bahkan sebelum usia 30.

    Ke depan, publik dunia bisnis akan menyaksikan siapa yang mampu bertahan, berkembang, dan membangun nilai jangka panjang, serta siapa yang hanya menjadi bintang sesaat di era emas kecerdasan buatan.

  • Pemerintah Perpanjang Keringanan Beli BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    Pemerintah Perpanjang Keringanan Beli BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah memperpanjang kebijakan keringanan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana Sumatera. Perpanjangan ini dalam rangka menjaga akses energi masyarakat di tengah pemulihan pascabencana dan cuaca ekstrem.

    Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan perpanjangan keringanan untuk ketiga kalinya ini mencakup jenis minyak solar dan Pertalite, yang dapat dilayani dengan sistem manual atau tanpa barcode, di wilayah terdampak bencana agar mempercepat pemulihan tanggap daruratnya.

    “Perpanjangan keringanan yang ketiga kalinya ini merupakan bukti kesungguhan pemerintah menjaga akses energi bagi masyarakat dan mendukung pemulihan, terutama yang saat ini membutuhkan BBM di wilayah Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Barat,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

    Kebutuhan BBM tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dinas pemerintah, kendaraan berat, serta kendaraan pengangkut logistik bencana, dan genset untuk penerangan umum di wilayah bencana guna memastikan proses pemulihan tanggap darurat dan distribusi bantuan berjalan lancar.

    Untuk Provinsi Aceh, tanggap darurat pertama sejak 28 November hingga 11 Desember dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025.

    Saat ini, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

    “Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian solar dan Pertalite berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pascabencana,” ucapnya.

     

     

  • Sambut Tahun Baru 2026, Jam Operasional Layanan Kereta Diperpanjang

    Sambut Tahun Baru 2026, Jam Operasional Layanan Kereta Diperpanjang

    Liputan6.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama seluruh entitas KAI Group memastikan kesiapan penuh layanan transportasi publik dalam menyambut Tahun Baru 2026. Kesiapan ini difokuskan pada penguatan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta peningkatan kebermanfaatan layanan bagi masyarakat melalui penambahan kapasitas angkut, penyesuaian frekuensi perjalanan, dan pengaturan layanan khusus pada malam pergantian tahun.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan, seluruh langkah kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 disusun secara terintegrasi dengan mengedepankan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.

    “KAI Group memastikan seluruh sarana, prasarana, serta sumber daya manusia berada dalam kondisi siap operasi melalui rangkaian pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan berlapis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung tahun,” ujar Anne, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa, (30/12/2025).

    Sejalan dengan kesiapan tersebut, KAI Group meningkatkan kapasitas di hampir seluruh layanan. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI menyiapkan 3.506.104 tempat duduk, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    KAI Commuter menyediakan 40.599.672 tempat duduk atau meningkat 10 persen, KAI Bandara menyiapkan 487.728 tempat duduk, dan KAI Wisata mencatat peningkatan signifikan menjadi 20.736 tempat duduk atau naik 179 persen.

    Pada layanan perkotaan, LRT Sumsel menyiapkan 585.648 tempat duduk, sementara LRT Jabodebek menyediakan 4.435.560 tempat duduk atau meningkat 7,7 persen. Secara keseluruhan, kapasitas angkut KAI Group, di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare, mencapai 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9 persen dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.

    Peningkatan kapasitas tersebut diikuti dengan penyesuaian frekuensi perjalanan untuk memastikan distribusi penumpang tetap terkendali dan perjalanan berlangsung aman. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal KAI mengoperasikan 7.982 perjalanan atau meningkat 8,6 persen.

    KAI Commuter menjalankan 23.061 perjalanan, KAI Bandara 1.692 perjalanan, LRT Sumsel 1.764 perjalanan, serta LRT Jabodebek 5.994 perjalanan atau meningkat 7,1 persen. Secara total, frekuensi perjalanan KAI Group mencapai 40.493 perjalanan, bertambah 2,6 persen dibandingkan Nataru tahun lalu, belum termasuk layanan Whoosh dan Makassar–Parepare.