Author: Liputan6.com

  • Restoran Cepat Saji di Fatmawati Terbakar, 18 Mobil Damkar dan 71 Petugas Diterjunkan – Page 3

    Restoran Cepat Saji di Fatmawati Terbakar, 18 Mobil Damkar dan 71 Petugas Diterjunkan – Page 3

    Dia mengatakan bahwa titik ruko yang terbakar yaitu di rumah makan atau restoran McD Fatmawati.

    Untuk memadamkan kebakaran tersebut, pihaknya menerjunkan sebanyak 71 personel dengan 18 unit mobil pemadam kebakaran.

    “Total ada 71 personel pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk memadamkan api,” katanya, dikutip dari Antara.

  • Gunung Marapi Meletus Lagi, Kolom Abu Membumbung 1.200 Meter ke Langit – Page 3

    Gunung Marapi Meletus Lagi, Kolom Abu Membumbung 1.200 Meter ke Langit – Page 3

    PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, kata dia, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

    PGA bersama PVMBG juga terus mengingatkan adanya tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut yang menyebabkan munculnya aliran air dan sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

    Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Dilansir Antara, hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.

  • Motif Encuy ‘Preman Pensiun’ Bunuh Diri Masih Misterius

    Motif Encuy ‘Preman Pensiun’ Bunuh Diri Masih Misterius

    Sebelumya, Nandi Juliawan ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu malam.

    Informasi awal kematian Encuy datang dari istri korban, yang menemukan korban dalam posisi tergantung di rumahnya, sepulang berjualan di kawasan Garut Kota, langsung diberitahukan ke warga setempat dan kepolisian.

    Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki kematian mendiang. Hasilnya, pria ini diduga bunuh diri.

    Namun pihak keluarga keberatan untuk dilakukan autopsi. Jenazah langsung dimakamkan tadi malam.

  • TNI Tembak TNI di Keerom Papua: Satu Prajurit Tewas, Pelaku Ditangkap

    TNI Tembak TNI di Keerom Papua: Satu Prajurit Tewas, Pelaku Ditangkap

    Saat ini POM TNI tengah melakukan interogasi terhadap pelaku. Hal ini guna mengungkap misteri terjadinya aksi saling tembak antar prajurit tersebut.

    “Kami masih menunggu laporan lengkap dari anggota, namun yang pasti terduga sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Danpomdam XVII Cendrawasih Kol CPM Laksono.

    Sementara itu data yang dihimpun terungkap jenazah Praka Edison Muenda disemayamkan di rumah duka yakni milik Lukas Muenda.

    Distrik Waris merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Keerom yang terletak di perbatasan RI-PNG.

  • Niat Menolong Teman, Pelajar Tasikmalaya Tewas Tenggelam di Curug Sula

    Niat Menolong Teman, Pelajar Tasikmalaya Tewas Tenggelam di Curug Sula

    Liputan6.com, Tasikmalaya Dua orang pelajar Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di Curug Sula. Adapun dua korban bernama Dede Ahmad Mustopa dan Rizwan Ramdani.

    “Keduanya pelajar SMA Swasta tewas saat berenang di Curug Sula, Leuwi Beber. Korban masih duduk di Kelas 12,” ujar Kapolsek Sodonghilir, Iptu Caryadi, kepada awak media, Minggu (7/9/2025).

    Menurut dia, musibah yang menimpa dua remaja itu terjadi pada Sabtu 6 September 2025, di mana 18 pelajar SMA Islam Alhidayah itu, berangkat ke rumah Hanif, rekan korban, untuk makan bersama di alam liar di kawasan Curug Sula.

    “Pelajar perempuan swafoto di sekitar curug, sementara laki laki berenang,” ungkap Caryadi.

    Saat melihat aliran sungai, korban Rizwan langsung mencoba berenang. Naas ternyata diduga korban tersebut tak bisa berenang kemudian tenggelam.

    “Melihat rekannya tenggelam, korban lain Dede Ahmad berusaha menolong, namun sayang keduanya terseret arus yang sangat deras hingga tenggelam juga,” tutur Caryadi.

     

  • TikTok Tambah Fitur Voice Notes dan Kirim Banyak Foto, Siap Saingi WhatsApp dan Instagram – Page 3

    TikTok Tambah Fitur Voice Notes dan Kirim Banyak Foto, Siap Saingi WhatsApp dan Instagram – Page 3

    Salah satu fitur paling dinanti adalah kehadiran voice notes atau catatan suara. Dengan fitur ini, pengguna dapat merekam dan mengirim pesan audio dengan durasi hingga 60 detik.

    Peluncuran fitur ini sangat masuk akal, jika melihat format pesan suara sering kali digunakan oleh banyak orang untuk berkomunikasi, terutama kaum-kaum anak muda.

    Keputusan TikTok menghadirkan fitur voice notes selaras dengan tren komunikasi masa kini, di mana orang ingin berinteraksi dengan cara yang personal, ekspresif, dan juga terasa lebih dekat.

    Fitur ini sudah lama menjadi andalan di aplikasi lain seperti WhatsApp dan Instagram. Dengan voice notes, pengguna bisa menyampaikan pesan dengan lebih cepat dan mudah, tanpa harus repot mengetik, sehingga percakapan terasa lebih efisien, natural, dan hidup.

  • Cara Culas Pabrik Padi di Serang: Beras Sisa Hajatan Berkutu Dikemas Karung Merek ‘Rojo Lele’ dan ‘Ramos’

    Cara Culas Pabrik Padi di Serang: Beras Sisa Hajatan Berkutu Dikemas Karung Merek ‘Rojo Lele’ dan ‘Ramos’

    Dia menjelaskan, modus yang digunakan tersangka adalah membeli beras sisa hajatan dari masyarakat seharga Rp10.000 per kilogram. 

    Beras yang sudah kotor dan berkutu itu kemudian dicampur dengan beras premium menggunakan mesin penggiling (heller) untuk memanipulasi tampilan.

    “Setelah dipoles, beras oplosan tersebut dikemas menggunakan karung merek terkenal seperti Ramos, Rojo Lele, dan lainnya tanpa izin,” ujarnya.

    Produk ilegal itu selanjutnya dijual oleh tersangka di toko nya di Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, dengan harga Rp200.000 per kemasan 25 kg. Dari setiap karung yang terjual, tersangka meraup keuntungan sebesar Rp98.200.

    Selain mengamankan puluhan ton beras, polisi juga menyita barang bukti lain, di antaranya ratusan karung kosong berbagai merek, satu unit mesin heller, dan satu unit mobil pikap yang digunakan untuk operasional.

    Kapolres mengimbau masyarakat untuk selalu teliti sebelum membeli beras dan segera melapor ke call center 110 jika menemukan praktik mencurigakan serupa.

  • Polda Jatim Tangkap 2 Terduga Provaktor Pembakar Gedung Grahadi, Beberkan Perannya

    Polda Jatim Tangkap 2 Terduga Provaktor Pembakar Gedung Grahadi, Beberkan Perannya

    Jules menuturkan, pelaku tak mengakui bahwa dirinya murni mengumpulkan, 70 orang tersebut, namun yang bersangkutan merupakan salah satu yang menyuruh dari temannya yang ditangkap untuk mencari massa.

    “Jadi dia tidak mengakui, bahwa dia murni mengumpulkan 70 (orang). Namun, dia termasuk salah satu yang menyuruh dari temannya yang ditangkap, untuk mencari massa, mencari tempat titik kumpul,” jelas dia.

    Jules juga menegaskan, pihaknya masih memeriksa ponsel milik dua terduga tersangka tersebut yang telah disita. Di mana, pihaknya juga  mendalami jaringan massa perusuh yang melakukan perusakan atau pembakaran gedung Grahadi, Mapolsek Tegalsari dan pos lantas di Surabaya.

  • Momen Bupati Sudewo Muncul Ikut Rayakan Tradisi Meron di Tengah Ribuan Warga Pati

    Momen Bupati Sudewo Muncul Ikut Rayakan Tradisi Meron di Tengah Ribuan Warga Pati

    Liputan6.com, Pati – Tradisi Meron yang merupakan salah satu kearifan lokal di kaki Pegunungan Kendeng sejak Abad 17 silam, hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Jawa Tengah.

    Meski di tengah terik matahari yang menyengat pada Sabtu (6/9/2025), namun tak menyurutkan antusias masyarakat untuk melihat dan memeriahkan tradisi lokal yang telah ratusan tahun diselenggarakan.

    Tradisi tahunan ini kembali dilaksanakan masyarakat di sepanjang jalan depan Balai Desa Sukolilo, untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

    Bahkan Tradisi Meron ini sudah ditetapkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal dari Kementerian Hukum dan HAM. Tak hanya itu, tradisi lokal warga Pati ini juga telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak Tahun 2016 oleh Kemendikbud.

    Rangkaian perayaan Tradisi Meron diawali dari prosesi Kepala Desa dan Perangkat Desa Sukolilo membawa meron atau gunungan yang di sepanjang jalan Sukilolo Pati. Sebanyak 12 gunungan meron dikirab dalam tradisi ini.

    Sebutan Meron yang dikirab ini adalah berupa mahkota, gunungan dan ancak yang disusun menjulang hingga setinggi 3 meter.  

    Di tengah mahkota juga dihiasi miniatur ayam jago dengan rangkaian bunga melingkar. Khusus gunungan meron untuk Modin (pemuka agama Islam, miniatur ayam diganti masjid.

    Tokoh agama dan tokoh masyarakat desa setempat membuka rangkaian acara dengan melantunkan selawat dan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Setelah belasan meron ditaruh di sepanjang jalan di depan Masjid Nurul Yaqin sebagai lokasi panggung utama, prosesi dilanjutkan pembacaan sejarah tradisi meron dan ditutup dengan pembacaan doa.

    Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, agenda budaya dan pariwisata tahunan ini juga dihadiri Bupati Pati Sudewo yang datang bersama istrinya Atik Sudewo.

    Kehadiran Bupati Sudewo ini sangat menarik perhatian banyak pihak. Sebab Sudewo tengah dihujat masyarakatnya sendiri, usai menantang tak gentar didemo ratusan warga.

    Sikap arogan dan sombong Bupati Sudewo ini sempat memicu unjuk rasa yang berakhir anarkis pada 13 Agustus lalu. Bahkan masyarakat mendesak DPRD Pati membentuk Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati yang tengah berjalan.

    “Syukur Alhamdulillah kita bersama-sama menghadiri acara Meron Sukolilo ini dalam keadaan sehat. Acara Meron merupakan kekayaan budaya Kabupaten Pati, tidak hanya milik Kecamatan Sukolilo, tetapi juga milik Kabupaten Pati,” ucap Bupati Sudewo singkat.

    Sementara itu, Kepala Desa Sukolilo Ahmad Amirudin mengaku berterima kasih kepada panitia dan masyarakat yang telah bersama-sama kompak menyukseskan acara Meron 2025.

    “Untuk kendala ya kami butuh support dana dari Pemerintah Kabupaten. Karena ini kan aset kita bersama, tidak hanya Desa Sukolilo tetapi juga Kabupaten Pati,” tukas Amirudin.

    Masyarakat yang hadir menyaksikan pagelaran Tradisi Meron kali ini diperkirakan mencapai belasan ribu.  ini bisa dimaklumi karena jumlah warga Sukolilo sendiri mencapai 12..683 jiwa.

     

  • Koalisi Jurnalis Bali Desak Polda Tindak Tegas Polisi Pelaku Intimidasi Wartawan

    Koalisi Jurnalis Bali Desak Polda Tindak Tegas Polisi Pelaku Intimidasi Wartawan

    Dukungan moral mengalir dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar. Kordiv Gender dan Kemitraan AJI Denpasar, Ni Kadek Novi Febriani, menilai langkah Fabiola melaporkan kasus ini sangat penting bagi dunia pers.

    “Fabiola adalah bukti nyata jurnalis perempuan pemberani yang melawan intimidasi. Kebebasan pers adalah kunci negara demokratis dan tidak bisa ditawar. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia,” tegas Febri.

    Febri juga menyinggung Pasal 8 UU Pers yang menjamin perlindungan hukum bagi wartawan.

    “Adanya tindakan kekerasan terhadap jurnalis saat meliput aksi 30 Agustus adalah pelanggaran hukum sekaligus pelanggaran demokrasi,” tambahnya.

    AJI Denpasar secara tegas mengecam intimidasi terhadap jurnalis dan meminta Kapolda Bali mengusut tuntas kasus ini.

    “Kami mendesak polisi mengungkap pelaku dan memastikan kejadian serupa tidak berulang,” pungkasnya.

     

    Serangan Terhadap Kebebasan Pers

    Koalisi Jurnalis Bali menilai tindakan aparat ini bukan sekadar pelanggaran terhadap individu, melainkan juga serangan terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

    “Pekerjaan jurnalis dilindungi UU Pers. Jika aparat justru mengintimidasi, itu sama dengan menghalangi hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar dan independen,” jelas Rhadite.

    Sebagai bukti, tim hukum telah menyerahkan kartu pers, surat tugas peliputan, dua orang saksi, dan titik rekaman CCTV yang merekam sebagian kejadian. Semua dokumen itu diharapkan memperkuat penyidikan.

    Kasus Fabiola Dianira menjadi sorotan karena memperlihatkan rentannya posisi jurnalis di lapangan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi ricuh.

    Koalisi Jurnalis Bali yang beranggotakan YLBHI-LBH Bali, AJI Denpasar, IJTI Bali, IWO Bali, Ukhuwah Jurnalis Bali, dan Pena NTT menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik.

    “Kami berharap seluruh jurnalis yang menjadi korban berani melapor. Hanya dengan begitu kita bisa memutus mata rantai kekerasan aparat terhadap jurnalis,” tegas Rhadite.