Author: Liputan6.com

  • Kurs Dolar Bergerak Turun, Rupiah Masih Terbatas oleh Tekanan Dalam Negeri

    Kurs Dolar Bergerak Turun, Rupiah Masih Terbatas oleh Tekanan Dalam Negeri

    Data terbaru menunjukkan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Institute for Supply Management (ISM) AS pada Desember 2025 tercatat sebesar 47,9 persen. Angka ini turun 0,3 poin dibanding November 2025 yang berada di level 48,2 persen, sekaligus berada di bawah ekspektasi pasar di 48,3 persen.

    Kontraksi PMI tersebut memperkuat sinyal perlambatan sektor manufaktur AS dan mendorong pelemahan kurs dolar di pasar global. Dalam kondisi normal, situasi ini bisa menjadi katalis positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

    Namun, dari dalam negeri, data perdagangan Indonesia justru memberikan tekanan tambahan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencetak surplus USD 2,66 miliar. Nilai ini berasal dari ekspor sebesar USD 22,52 miliar dan impor USD 19,86 miliar.

    Capaian surplus tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan surplus sekitar USD 3,1 miliar. Selain itu, kinerja ekspor secara tahunan tercatat turun 6,6 persen, jauh dari perkiraan pertumbuhan positif.

    Sementara itu, impor Indonesia hanya tumbuh 0,46 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen. Lemahnya kinerja perdagangan ini turut membatasi pergerakan rupiah, meskipun kurs dolar global sedang melemah.

     

     

  • Penumpang Angkutan Umum Tembus 21,4 Juta di Nataru

    Penumpang Angkutan Umum Tembus 21,4 Juta di Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) encatat, selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, secara keseluruhan pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang. Naik 12,48 persen dari periode sebelumnya, yakni 19.079.881 penumpang.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menilai, angka tersebut menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun.

    “Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan mulai 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, penumpang angkutan umum naik 12,48 persen dari periode Nataru tahun lalu, atau berjumlah 21,46 juta penumpang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

    Adapun secara rinci jumlah penumpang angkutan umum selama Nataru 2025/2026 yakni angkutan udara sebesar 4.768.675 penumpang, naik 0,73 persen dari sebelumnya 4.734.198 penumpang.

    Angkutan laut sebesar 2.254.733 penumpang naik 43,42 persen dari sebelumnya 1.572.099 penumpang. Angkutan perkeretaapian sebesar 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dari sebelumnya 6.707.053 penumpang.

    Lalu, angkutan penyeberangan sebesar 3.725.343 penumpang, naik 35,05 persen dari sebelumnya 2.758.565 penumpang. Angkutan jalan di Nataru 2025/2026 tercatat 3.138.859 penumpang, turun dari tahun sebelumnya 3.307.966 penumpang.

     

  • Harga Perak Antam Melonjak Tinggi di Awal Tahun 2026, Sentuh Rp 47.265 per Gram

    Harga Perak Antam Melonjak Tinggi di Awal Tahun 2026, Sentuh Rp 47.265 per Gram

    Kenaikan Harga Perak Antam ini tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan lonjakan harga emas Antam yang juga signifikan. Pada Selasa, 6 Januari 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak drastis sebesar Rp 34.000 per gram.

    Dengan kenaikan tersebut, harga emas Antam mencapai Rp 2.549.000 per gram. Harga ini naik Rp 34.000 dibandingkan perdagangan Senin, 5 Januari 2026.

    Tidak hanya harga jual, harga buyback atau beli kembali emas Antam juga mengalami kenaikan. Kini, harga buyback berada di level Rp 2.405.000 per gram, atau naik Rp34.000 dari hari sebelumnya.

    Harga emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram seharga Rp 1.324.500 hingga 1.000 gram seharga Rp 2.489.600.000.

    Perlu diingat bahwa harga emas tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

  • Cabai Rawit Turun, Minyakita di Atas HET

    Cabai Rawit Turun, Minyakita di Atas HET

    Liputan6.com, Jakarta – Harga pangan hari ini, 6 Januari 2026 mencatat sejumlah komoditas mulai terkendali, meski ada yang di atas ketentuan. Minyak goreng Minyakita masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (6/1/2026), harga rata-rata nasional beras premium sekitar Rp 15.145 per kilogram (kg), beras medium Rp 13.237 per kg, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sekitar Rp 12.347 per kg.

    Seluruh harga beras ini berangsur mengalami penurunan sejak akhir 2025 lalu, Beras SPHP lebih rendah dari HET Rp 12.500-13.500 per kg tergantung zona.

    Harga rata-rata bawang merah Rp 41.007 per kg, bawang putih Rp 37.135 per kg, cabai merah keriting Rp 41.732 per kg, cabai merah besar Rp 35.384 per kg. Sementara, cabai rawit merah masih dijual Rp 56.024 per kg, angka ini mulai turun dari beberapa pekan lalu dan lebih rendah Rp 3.507 per kg sehari sebelumnya.

    Harga rata-rata nasional tersebut masih dalam kisaran harga acuan pembelian (HAP) Rp 40.000-57.000 per kg. Terpantau secara nasional harga cabai rawit berangsur turun. Meskipun harga di Papua Barat Daya masih tembus Rp 140.000 per kg.

    Harga rata-rata daging ayam ras Rp 38.709 per kg, telur ayam ras Rp 31.157 per kg, gula konsumsi Rp 17.726 per kg. Daging sapi masih tinggi, di Rp 134.531 per kg, daging kerbau beku Rp 95.361 per kg, daging kerbau segar lokal Rp 137.000.

     

  • Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sitaro Sulut Bertambah Jadi 14 Orang, 4 Masih Hilang

    Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sitaro Sulut Bertambah Jadi 14 Orang, 4 Masih Hilang

    Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, korban meninggal dunia tersebar di empat kampung/kelurahan yakni Bahu (8 orang), Peling (2), Laghaeng (3), dan Batusenggo 1 orang. Sedangkan korban hilang berasal dari Bahu sebanyak 3 orang, dan Laghaeng 1 orang.

    “Tim Basarnas sudah tiba di Pulau Siau dari Pelabuhan Manado pada Selasa 6 Januari 2026 pukul 03.07 Wita, dan langsung menuju titik pencarian korban,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, Tim Rescue Basarnas Sulut berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan KM Marina Bay 01 dari Pelabuhan Manado pada pukul 15.00 Wita, Senin (5/1/2026).

    “Dalam operasi ini, Basarnas Sulut membawa sejumlah alut SAR, di antaranya kendaraan rescue, peralatan komunikasi, medis, mountaineering, tenda posko, serta peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

  • Malam Tahun Baru Malah Tawuran, Mata Polisi Jadi Sasaran Petasan Terancam Buta

    Malam Tahun Baru Malah Tawuran, Mata Polisi Jadi Sasaran Petasan Terancam Buta

    Liputan6.com, Jakarta – Anggota Polsek Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Briptu Fadlan Eka Putra, terancam mengalami kebutaan permanen setelah mata kanannya terkena percikan api petasan saat membubarkan aksi tawuran antar pemuda pada malam pergantian tahun baru, Kamis (1/1/2026) dini hari.

    Saat itu, Briptu Fadlan yang tengah bertugas menerima informasi dari masyarakat terkait adanya tawuran di Jalan Laiyya, Kecamatan Bontoala, Makassar. Ia kemudian bergegas menuju lokasi untuk menenangkan situasi.

    “Iya, di malam tahun baru terjadi tawuran dan dia berusaha melerai,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

    Aksi tawuran tersebut diwarnai dengan saling tembak petasan antar kelompok. Salah seorang pelaku kemudian mengarahkan petasan ke arah wajah Briptu Fadlan hingga mengenai mata kanannya.

    “Pada saat dia melerai, salah satu pelaku tawuran mengarahkan petasan ke wajah korban hingga terkena persis di matanya,” ungkap Arya.

     

  • 5 Perubahan Utama di iOS 27, Apple Tancap Gas di Fitur AI

    5 Perubahan Utama di iOS 27, Apple Tancap Gas di Fitur AI

    Liputan6.com, Jakarta – Apple dikabarkan menyiapkan perubahan besar lewat iOS 27. Sistem operasi terbaru ini disebut akan membawa lima pembaruan utama berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan iPhone. 

    Fokusnya jelas, mulai dari kecerdasan buatan, Siri, dan layanan kesehatan berbasis langganan. Di tengah rumor strategi perangkat keras Apple pada 2027, mulai dari iPhone lipat hingga MacBook murah, perusahaan justru dinilai mengalihkan perhatian ke sisi software.

    Sejumlah laporan menyebutkan, Apple ingin menghadirkan pengalaman AI lebih natural, menyatu dengan sistem, dan terasa personal bagi pengguna iPhone.

    Mengutip Digital Trend, Selasa (6/1/2026), iOS 27 kemungkinan akan mengadopsi pendekatan serupa Mac OS X Snow Leopard pada 2009. Artinya, perusahaan tidak mengejar fitur mencolok, tetapi lebih ingin memoles pengalaman penggunaan agar lebih matang dan stabil.

    Pengalaman Baru dengan iOS 27

    Salah satu fokus utama iOS 27 adalah pembaruan Siri. Asisten virtual ini dikabarkan akan mengalami evolusi besar berkat AI generatif. Sederhananya ini adalah kunci rahasia memungkinkan pengembang untuk menggabungkan aksi AI ke dalam aplikasi mereka.

    Serta ini merupakan model AI yang menjadi inti dari Apple Intelligence dan bekerja sepenuhnya di perangkat.

    “Kerangka kerja Foundation Models memungkinkan pengembang untuk menciptakan fitur kecerdasan baru melindungi privasi pengguna dan tersedia secara offline, semuanya sambil menggunakan inferensi AI gratis,” jelas Apple, sebagaimana ditulis Digital Trends.

    Apple dikabarkan berencana menggunakan kerangka kerja Gemini khusus untuk meningkatkan Siri. Dengan dukungan AI on-device, pengguna nantinya bisa menjalankan berbagai perintah melalui suara atau teks, mirip dengan kemampuan Gemini di Android.

    Framework ini membuka jalan bagi Siri untuk melakukan aksi dilintas aplikasi tanpa harus membuka aplikasi tersebut secara manual. Fitur Shortcut yang kini memungkinkan pemilihan model AI, mulai dari on device, komputasi cloud Apple, hingga ChatGPT, diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan Siri versi baru di iOS 27.

  • Tragedi Awal 2026 di Wisata Air Lampung, 3 Pengunjung Tewas

    Tragedi Awal 2026 di Wisata Air Lampung, 3 Pengunjung Tewas

    Liputan6.com, Jakarta – Rentetan insiden maut mewarnai libur awal tahun 2026 di sejumlah destinasi wisata air Provinsi Lampung. Dalam kurun waktu 1-3 Januari 2026, tercatat lima wisatawan menjadi korban tenggelam, dengan tiga orang meninggal dunia, satu menjalani perawatan medis, dan satu lainnya berhasil diselamatkan.

    Berdasarkan arsip pemberitaan Liputan6.com, seluruh peristiwa tragis tersebut terjadi di objek wisata air dan pantai, dengan korban mayoritas anak-anak dan wisatawan lokal.

    Tragedi pertama terjadi di Air Terjun Way Lalaan, Kabupaten Tanggamus, Kamis (1/1/2026). Dua bocah sekolah dasar berusia 9 dan 10 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran air terjun saat kawasan wisata dipadati pengunjung libur tahun baru.

    Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian akibat masuknya air ke paru-paru yang memicu henti napas. Polisi masih memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk pengelola objek wisata, guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

    Insiden berikutnya terjadi di Pantai Cukuh Batu, Kabupaten Tanggamus, Jumat (2/1/2026). Dua siswi SMP terseret ombak saat mandi di laut. Satu korban berhasil selamat dalam kondisi sehat, sementara satu korban lainnya sempat tak sadarkan diri dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

    Peristiwa ini diduga dipicu gelombang tinggi, minimnya pengawasan, serta tidak adanya rambu peringatan bahaya di lokasi wisata.

     

  • Ekonomi Indonesia 2025 Tangguh, Ini Buktinya

    Ekonomi Indonesia 2025 Tangguh, Ini Buktinya

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu yang merupakan anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2025 menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tekanan, menjadi dasar yang kuat bagi kinerja ekonomi ke depan.

    “Perekonomian Indonesia di penutup tahun 2025 tetap resilien, didukung aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus. Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026,” ujar Febrio di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

    Aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan kinerja positif di akhir tahun 2025. PMI Manufaktur Desember 2025 tercatat sebesar 51,2; ekspansif selama lima bulan berturut-turut.

    “Kinerja positif ini didukung kuatnya permintaan domestik, peningkatan ketenagakerjaan, serta aktivitas pembelian bahan baku,” ujarnya.

    Optimisme pelaku usaha juga menguat dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan keyakinan terhadap prospek sektor manufaktur ke depan.

    Dari sisi global, aktivitas manufaktur negara mitra utama Indonesia secara umum juga berada di zona ekspansif seperti Amerika Serikat (51,8), China (50,1), dan India (55,7). Di kawasan ASEAN, PMI manufaktur Thailand (57,4) dan Malaysia (50,1) juga menguat, memberikan sinyal positif bagi permintaan ekspor Indonesia.

     

  • Harga Emas Antam Hari Ini 6 Januari 2026 Kembali Melambung, Siap Cetak Rekor Lagi!

    Harga Emas Antam Hari Ini 6 Januari 2026 Kembali Melambung, Siap Cetak Rekor Lagi!

    Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin, setelah serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

    Mengutip CNBC, Selasa (6/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2,7% ke posisi USD 4.444,52 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 29 Desember. Sebelumnya, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember.

    Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,8% ke level USD 4.451,5 per ons.

    Analis menilai ketegangan geopolitik terbaru menjadi pemicu utama lonjakan harga emas.

    “Situasi di sekitar Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan aset safe haven. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” ujar trader logam mulia Heraeus Metals Germany Alexander Zumpfe.

    Sepanjang tahun lalu, harga emas tercatat melonjak 64%. Kenaikan tersebut didorong oleh konflik geopolitik global serta siklus pelonggaran suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

    Ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih dalam, ditambah aksi pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF emas, turut menopang harga.