Author: Liputan6.com

  • Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Bencana Sumatra Bekerja ke Luar Negeri

    Pemerintah Prioritaskan Warga Terdampak Bencana Sumatra Bekerja ke Luar Negeri

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan Pemerintah memprioritaskan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara untuk bekerja ke luar negeri. Korban terdampak bencana yang ingin bekerja di luar negeri bisa difasilitasi melalui program penempatan pekerja migran sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana.

    Hal ini disampaikan Mukhtarudin usai hadir dalam rapat terbatas menteri bersama kementerian terkait di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

    “Ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya,” kata Mukhtarudin.

    Menurutnya, program ini juga sesuai dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait penempatan pekerja migran. Ia menjelaskan bahwa secara nasional Indonesia menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran, yang terdiri atas 300 ribu lulusan SMK go global dan 200 ribu dari jalur umum.

    “Program Bapak Presiden prioritas tentang penempatan 500 ribu pekerja migran ke luar negeri, 300 ribu dari SMK go global, dan 200 ribu dari umum, ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak,” jelasnya.

  • Cerita Kakek Masir Dipenjara Gara-gara Berburu Burung di TN Baluran Jatim

    Cerita Kakek Masir Dipenjara Gara-gara Berburu Burung di TN Baluran Jatim

    Liputan6.com, Jakarta – Masir, pria berusia 75 tahun dipenjara selama lima bulan 20 hari. Dia ditangkap lantaran berburu di kawasan Taman Nasional (TN) Baluran, Jawa Timur. Vonis ini diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Situbondo. Masir terbukti bersalah melakukan perburuan liar menangkap lima ekor burung cendet di TN Baluran.

    “Pada intinya, Pak Masir ini bersalah, namun karena beliau usia lanjut dan menjadi tulang punggung keluarga serta kooperatif dalam persidangan, majelis hakim menjatuhkan vonis lebih rendah dari tuntutan,” kata Humas Pengadilan Negeri Situbondo Alto Antonio usai persidangan yang digelar di Ruang Sidang Utama PN Situbondo, Rabu (7/1/2026). Dikutip dari Antara.

    Masir ditangkap petugas TN Baluran pada tanggal 23 Juli 2025, dan mulai ditahan pada tanggal 24 Juli 2025, atas kasus perburuan liar atau pencurian lima ekor burung cendet di Taman Nasional Baluran.

    Sesuai Undang Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, pelaku terancam hukumannya minimal minimal tahun.

    Namun, pada 18 Desember 2025, JPU memperbaiki tuntutan dua tahun penjara menjadi enam bulan kepada terdakwa.

    Revisi tuntutan enam bulan terhadap terdakwa warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, itu disampaikan oleh JPU pada persidangan dengan agenda replik menanggapi pledoi kuasa hukum terdakwa.

    Alto Antonio melanjutkan, putusan majelis hakim ini tidak ada tekanan atau intervensi dari pihak manapun, namun surat dari Bupati Situbondo dan DPRD setempat menjadi pertimbangan putusan dalam sidang kasus perburuan liar itu.

    “Ini putusan seadil-adilnya, dan tidak ada tekanan atau intimidasi dari pihak manapun,” ucap dia.

    Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Masir, Hanif Fariyadi menyampaikan atas putusan majelis hakim 5 bulan 20 hari itu, terdakwa diperkirakan akan bebas pada 8 Januari 2026, karena telah menjalani masa hukuman selama 5 bulan 19 hari.

    “Kalau hitungan kami, besok sudah bebas, karena putusan hakim dihitung saat penangkapan ditambah masa tahanan,” ujarnya.

  • Prabowo Targetkan Bangun 1.100 Kampung Nelayan di Tahun 2026

    Prabowo Targetkan Bangun 1.100 Kampung Nelayan di Tahun 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026. Dia membuka peluang jumlah kampung nelayan yang akan dibangun pada tahun depan semakin banyak.

    “Tahun 2026 ini kita targetkan 1.100 desa (kampung) nelayan. Tahun-tahun depan mungkin lebih banyak lagi,” kata Prabowo saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

    Dia mengatakan Indonesia akan melakukan produksi dan budidaya ikan dengan jumlah besar. Hal ini dilakukan Prabowo untuk memenuhi asupan protein anak-anak Indonesia sehingga mereka dapat tumbuh kuat dan pintar.

    “Ternak ikan semuanya kita akan produksi besar-besaran. Kita akan buka ribuan desa-desa nelayan. Kita akan buka ratusan budidaya ikan. Rakyat kita, anak-anak kita harus makan protein yang banyak,” jelasnya.

    “Dia harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat,” sambung Prabowo.

    Prabowo mengatakan saat ini Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun. Dia ingin Indonesia mampu mencapai swasembada di komoditas lainnya seperti, jagung, singkong, bawang putih dan ikan.

    “Tidak hanya swasembada beras, jagung, singkong. Semuanya kita swasembada, nanti bawang putih kita harus swasembada,” tutur Prabowo.

    Dia menuturkan hal tersebut merupakan rencana besar Indonesia. Prabowo mengaku merasa mendapatkan dorongan kekuatan energi untuk membangun Indonesia di sejumlah sektor.

    “Hari ini saya merasa dapat dorongan saya merasa dapat kekuatan energi, saya merasa sepertinya menjadi 30 tahun lebih muda,” ucap Prabowo.

  • Gandeng Startup, Bandara Juanda Hadirkan Layanan Transportasi Ramah Lingkungan

    Gandeng Startup, Bandara Juanda Hadirkan Layanan Transportasi Ramah Lingkungan

    Liputan6.com, Jakarta – Bandara Internasional Juanda di Siduarjo, Jawa Timur (Jatim) mulai mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui kerja sama dengan perusahaan bisnis yang merintis (startup) dalam penyediaan jasa transportasi atau taksi mobil listrik Evista.

    General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir menjelaskan, penggunaan mobil listrik yang berada di wilayah Bandara Juanda dinilai sesuai dengan program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

    “Hal ini merupakan langkah perlahan Bandara Internasional Juanda untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi produksi gas karbon di wilayah kerja kami,” kata Tohir dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

    Tohir juga menjelaskan, Bandara Internasional Juanda tersebut akan terus melakukan sejumlah inovasi untuk mendukung terciptanya lingkungan bandara yang ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

    Tidak hanya itu, Tohir juga menyampaikan, kehadiran jasa transportasi tersebut untuk memperkuat layanan bagi penumpang yang tiba di bandara, terkait dengan memberikan pilihan alternatif yang ramah terhadap lingkungan untuk sarana transportasi.

    Tohir juga menilai adanya layanan elas premiun dari Evista menggunakan mobil listrik BYD Denza D9 dapat membantu permintaan pelanggan atas layanan eksklusif bagi penumpang premium.

    “Evista juga dapat mengakomodasi permintaan transportasi premium yang ramah lingkungan,” terang Tohir.

    Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang kawasan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membuat pohon tumbang menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir di area Bandara Internasional Juanda. Puluhan rumah di sejumlah desa di sekitar bandara juga rus…

  • 38 Ribu Peserta Padati Puncak HAB ke-80, Kemenag Galang Donasi Bencana Sumatra

    38 Ribu Peserta Padati Puncak HAB ke-80, Kemenag Galang Donasi Bencana Sumatra

    Liputan6.com, Jakarta – Sebanyak 38 ribu peserta memadati Lapangan Merdeka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (7/1/2026), dalam puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum penggalangan donasi untuk korban bencana di wilayah Sumatra.

    Kegiatan ini dibuka Menteri Agama Nasaruddin Umar, didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman selaku tuan rumah. Hadir pula jajaran Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, tokoh lintas agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dan daerah lain.

    Puncak HAB ke-80 di Sulsel diisi dengan Jalan Santai Kerukunan dan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni). Peserta kegiatan pun berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur Kemenag, madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), pondok pesantren, hingga perwakilan umat lintas agama mulai dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, yang membaur tanpa sekat.

    Sebelum pelepasan peserta, hadirin disuguhi atraksi pencak silat dari santri Ponpes Darul Huffadh 77 Bone serta tarian barongsai dari Ponpes DDI Galesong Baru Makassar, yang menjadi simbol harmoni dalam keberagaman. Pelepasan peserta ditandai dengan penerbangan 80 balon sebagai simbol usia delapan dekade Kementerian Agama.

    “Peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar seremoni. Selain kerukunan yang begitu terasa, ini juga momentum untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

  • Gempa Hari Ini Rabu 7 Januari 2025 Bermagnitudo 3,7 Menggetarkan Pulau Panjang Jepara Jateng

    Gempa Hari Ini Rabu 7 Januari 2025 Bermagnitudo 3,7 Menggetarkan Pulau Panjang Jepara Jateng

    Liputan6.com, Jakarta – Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu pada hari ini, Rabu (7/1/2026). Hingga pukul 20.30 WIB, hanya terjadi satu kali gempa hari ini di Indonesia.

    Lindu tersebut menggetarkan sore tadi pukul 17:28:36 WIB di wilayah Pulau Panjang, Jepara, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) seperti dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir laman resminya www.bmkg.go.id.

    Gempa di Indonesia itu dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 3,7 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat lindu berada di laut 42 kilometer barat laut Pulau Panjang.

    Gempa bumi dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Lombok Timur. Episenter lindu berada pada koordinat titik 8,23 Lintang Selatan (LS)-116,58 Bujur Timur (BT).

    Apa Itu Gempa Bumi?

    Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

    Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

    Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

    Tanggap Bencana Gempa Bumi

    Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

    Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

    Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

    Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

    Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.

    Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

    Goncangan gempa yang sangat kuat membuat banyak warga yang berlarian ke luar rumah dan berusaha mencari tempat yang lebih tinggi.

  • Brimob Polda Sulut Bikin Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Sitaro

    Brimob Polda Sulut Bikin Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Sitaro

    Personel Direktorat Samapta Polda Sulut bersama gabungan fungsi kepolisian lainnya membantu proses bantuan dan penanggulangan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

    “Sebanyak 56 personel Samapta kami turunkan beserta peralatan dan kendaraan SAR untuk membantu penanggulangan bencana di Sitaro,” ujar Direktur Samapta Polda Sulut Kombes Pol Moh Zamroni.

    Sejak Selasa (6/1/2026) pagi, personel Ditsamapta Polda Sulut BKO Polres Sitaro berada di lokasi bencana banjir bandang di Bahu Sondang, Lingkungan IV.

    “Samapta juga mengerahkan Tim K-9 SAR untuk mencari korban-korban yang hilang akibat bencana banjir bandang,” tuturnya.

    Personel Ditsamapta Polda Sulut juga membantu masyarakat yang menggunakan roda 2 dan roda 4 yang ingin melewati jalan yang tergendang air akibat curah hujan yang tinggi.

    “Kami berharap kerja keras dan kerja sama seluruh instansi terkait bersama masyarakat dapat segera memulihkan kondisi pascabencana di Sitaro,” ujarnya.

  • Gunung Semeru Erupsi Rabu Malam 7 Januari 2026, Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter

    Gunung Semeru Erupsi Rabu Malam 7 Januari 2026, Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter

    Liputan6.com, Lumajang – Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi pada Rabu malam (7/1/2026), pukul 19.54 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Semeru teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

    Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

    Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengimbau masyarakat dan wisatawan yang ada di sekitar lokasi tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    “Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

    Dirinya juga mengimbau, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

    “Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya. 

    Baru 7 hari tahun 2026, Gunung Semeru tercatat sudah meletus sebanyak 65 kali. Hingga hari ini, Rabu (7/1/2026), pukul 20.51 WIB, Gunung Semeru masih berstatus Siaga (Level III). 

  • Petani Karawang Apresiasi Kunjungan Prabowo: Jadi Motivasi Tambah Produksi

    Petani Karawang Apresiasi Kunjungan Prabowo: Jadi Motivasi Tambah Produksi

    Liputan6.com, Jakarta – Petani di Kecamatan Cilembar, Kabupaten Karawang menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto karena telah berkunjung ke wilayahnya. Mereka menyebut, kehadiran Prabowo adalah cerminan bahwa ia sangat peduli dan dekat dengan para petani.

    Salah satunya disampaikan oleh Uun Suparma, perwakilan Gabungan Kelompok Tani Desa Kosambibatu. Sebagai petani lokal, ia merasa bangga bahwa Prabowo berkenan menyempatkan waktu untuk mengunjungi wilayahnya.

    “Terima kasih saya kepada Bapak Presiden terutamanya kepada Bapak Menteri yang mana telah mendatangi lokasi wilayah Kecamatan Cilebar ini. Alhamdulillah, saya merasa bangga, saya merasa lega,” ujar Uun, Rabu (7/1).

    Ia melanjutkan, kehadiran Prabowo di wilayahnya membuktikan bahwa ia begitu memperhatikan kondisi dan kesejahteraan petani. Menurutnya, sikap kepedulian ini adalah kunci utama untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian sehingga petani-petani di daerahnya bisa berkontribusi lebih besar untuk swasembada pangan Indonesia.

    “Intinya, saya dan masyarakat di Kecamatan Cilebar merasa diprioritaskan. Yang penting, kami diperhatikan. Kita banyak-banyak bersyukur dan banyak-banyak terima kasih kepada bapak Presiden, terutamanya dan juga kepada bapak Menteri Pertanian,” tuturnya.

    Uun menambahkan, kehadiran Prabowo juga menyuntikkan semangat bagi petani di desanya untuk bekerja lebih keras lagi.

    Saat ini, Uun mengatakan bahwa produksi padi di Desa Kosambibatu berada di kisaran 8–9 ton per hektare. Namun, ia yakin produksi padi di desanya bisa mencapai 15 ton per hektare di tahun ini berkat dorongan dan motivasi pemerintah.

    “Bahwa kami sebagai petani ingin meningkatkan segala produksi pertanian yang ada di wilayah kami menjadi meningkat, meningkat, dan meningkat lagi untuk menunjang swasembada pangan yang lebih baik lagi kedepannya,” imbuh Uun.

    Sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan dan kepedulian tersebut, Uun pun memanjatkan doa bagi Prabowo agar bisa terus memimpin pemerintahan dengan lancar.

    “Terima kasih telah berkunjung di wilayah kami dan semoga sehat-sehat selalu, panjang umur,” tutup Uun.

     

  • Kita Tidak akan Merdeka Tanpa Jasa Petani

    Kita Tidak akan Merdeka Tanpa Jasa Petani

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa para petani memiliki peran fundamental dalam sejarah perjuangan dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya dan Swasembada Pangan Tahun 2026 yang secara resmi digelar di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1) siang.

    “Siapa yang mendukung perang kemerdekaan? Adalah rakyat Indonesia yang memberi makan kepada tentara, yaitu para petani Indonesia. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa para petani kita,” tegas Prabowo.

    Prabowo mengingatkan bahwa sejak masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, para petani telah menjadi penopang utama perjuangan bangsa.

    “Ketika kita menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada anggaran, belum ada Kementerian Keuangan, belum ada pajak. Yang memberi makan kepada tentara adalah rakyat Indonesia, yaitu para petani Indonesia,” ujar Prabowo.

    Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan syarat mutlak bagi kedaulatan negara.

    “Tidak mungkin suatu bangsa benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegasnya.

    Prabowo menekankan bahwa capaian swasembada pangan pada tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, khususnya para petani yang disebutnya sebagai kelompok paling setia kepada negara.

    “Para petanilah yang paling setia dan yang paling merah putih di Republik Indonesia,” imbuhnya.

    Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen melindungi dan membela petani serta memastikan hasil pembangunan sektor pertanian benar-benar dirasakan oleh rakyat.