Author: Liputan6.com

  • Bukan Virus Baru, Sebenarnya Hanya Varian Baru Influenza

    Bukan Virus Baru, Sebenarnya Hanya Varian Baru Influenza

    Liputan6.com, Jakarta – Isu mengenai kemunculan “super flu” belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Kekhawatiran tersebut bahkan sempat disandingkan dengan pengalaman pahit pandemi Covid-19.

    Menteri Kesehatan RI menegaska superflu bukanlah virus baru dan masyarakat diminta untuk tidak panik. Menkes menjelaskan, istilah superflu yang beredar merujuk pada varian K dari virus influenza A subtipe H3N2.

    Dia menjamin, virus ini bukanlah hal asing di dunia medis karena telah dikenal dan beredar selama puluhan tahun. Berbeda dengan Covid-19 yang muncul sebagai virus baru dan belum dikenali sistem kekebalan tubuh manusia, influenza A H3N2 sudah lama “dikenal” oleh imunitas masyarakat.

    “Kalau super flu ini sebenarnya influenza A, H3N2. Virusnya sudah ada puluhan tahun, hanya varian baru,” ujar Menkes.

    Menurutnya, karena virus tersebut bukan virus baru, sebagian besar masyarakat telah memiliki tingkat kekebalan dasar. Selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat, risiko terjadinya gejala berat relatif kecil dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

    “Kalau badan sehat, makan cukup, tidur cukup, olahraga cukup, seharusnya tidak ada masalah,” tambahnya.

    Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan juga mencatat belum adanya laporan kematian akibat superflu. Gejala yang ditimbulkan pun umumnya menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan pegal, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi.

    Dalam perkembangannya, Menkes menyampaikan bahwa kasus influenza, termasuk H3N2, memang mengalami peningkatan musiman di sejumlah wilayah, terutama saat cuaca tidak menentu dan daya tahan tubuh menurun.

    Namun demikian, situasi tersebut masih dalam batas terkendali dan belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan seperti saat pandemi COVID-19.

  • Ayah Prada Lucky Dijemput Paksa Anggota TNI, Kuasa Hukum: Ada Perintah Tembak

    Ayah Prada Lucky Dijemput Paksa Anggota TNI, Kuasa Hukum: Ada Perintah Tembak

    Cosmas menuturkan, setelah tiba di kantor Denpom Kupang, ia dilarang melakukan pendampingan terhadap kliennya, meski sudah menunjukkan surat kuasa.

    “Mereka beralasan surat kuasa belum diregistrasi dan kliennya saya sampai sekarang masih ditahan,” katanya.

    Terkait dugaan kliennya hidup dengan Wanita Idaman Lain (WIL), ia mengaku belum ada informasi resmi dari TNI. Bahkan, pihak Denpom juga hingga kini belum memberikan informasi alasan Pelda Christian Namo ditahan.

    “Sampai saat ini, kami bingung apa masalahnya. Saat saya menanyakan pihak denpom, mereka juga tidak mau memberikan informasi,” pungkasnya.

    Sementara Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Kolonel Inf Hendro Cahyono yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan.

  • Banjir Kembali Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

    Banjir Kembali Rendam 5 Kecamatan di Aceh Timur, Ketinggian Air Capai Dada Orang Dewasa

    Liputan6.com, Aceh Timur – Banjir susulan merendam lima kecamatan di Aceh Timur setelah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah itu. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah di Aceh Timur, Kamis (8/1/2026) mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi sejak Rabu malam (7/1/2026), menyebabkan air sungai meluap di wilayah terdampak banjir.

    “Curah hujan cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Ketinggian air mencapai sedada orang dewasa di beberapa lokasi,” kata Afifullah.

    Dari data yang diterima, lima kecamatan terendam banjir susulan antara lain Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat.

    Belum benar-benar pulih dari banjir yang sebelumnya menerjang, banjir susulan menyebabkan aktivitas masyarakat kembali lumpuh.

    Sejumlah ruas jalan desa, katanya, dilaporkan tergenang banjir sehingga menyulitkan warga beraktivitas, termasuk menuju tempat kerja dan sekolah.

    “Genangan banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa, serta sejumlah fasilitas umum. Banjir susulan ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat,” katanya.

    Dia menjelaskan kondisi banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana pada akhir November 2025.

    “Sejumlah warga sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka, kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah,” kata Afifullah.

     

  • Kerja Keras TNI, Polri, Kementerian

    Kerja Keras TNI, Polri, Kementerian

    Ilham juga membagikan pengalamannya saat sempat berkeliling melihat titik lainnya di Aceh Tamiang yang kini sudah memasuki tahap pemulihan atau recovery. Ilham melihat masih banyak sisa-sisa lumpur, tapi alat berat berupa ekskavator juga bersiaga penuh di berbagai lokasi.

    “Memang lumpur masih ada di mana-mana. Tapi setidaknya sudah mulai membaik. Dan Alhamdulillah sepanjang jalan ini aku lihat banyak ekskavator yang datang untuk membantu membersihkan lumpur-lumpur di Aceh Tamiang,” ujar Ilham.

    Proses pemulihan pascabencana memang panjang, tapi Ilham yakin semuanya bisa selesai. Ia pun mendoakan agar seluruh masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali beraktivitas dengan normal. “Memang akan panjang prosesnya, tapi aku yakin ini akan segera selesai. Semoha ini semua segera berlalu dan masyarakat dapat hidup dgn normal kembali,” ucap dia.

    Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana paling parah di wilayah Sumatra, sehingga jadi prioritas pemulihan pascabencana. Terkini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan lebih dari 1.000 praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu membersihkan kantor-kantor dinas di Aceh Tamiang. Harapannya, layanan publik bisa segera kembali dibuka.

  • Mode Hemat Baterai di HP, Penting atau Sekadar Fitur Tambahan?

    Mode Hemat Baterai di HP, Penting atau Sekadar Fitur Tambahan?

    Liputan6.com, Jakarta – Mode hemat baterai pada HP dirancang untuk membantu memperpanjang masa pakai daya dengan cara mengurangi aktivitas aplikasi di latar belakang, membatasi kinerja sistem, dan menyesuaikan pengaturan tampilan.

    Pada smartphone modern, tersedia beberapa tingkat penghematan daya, mulai dari mode standar yang hanya melakukan penyesuaian ringan, hingga mode penghematan maksimum yang secara signifikan membatasi sebagian besar fungsi perangkat untuk menjaga baterai tetap bertahan lebih lama.

    Apa Sebenarnya Mode Hemat Baterai dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Dilansir SamMobile, Kamis (8/1/2026), mode penghemat baterai merupakan fitur bawaan setiap ponsel yang dirancang untuk mengurangi konsumsi daya dengan membatasi aktivitas latar belakang dan menyesuaikan pengaturan sistem.

    Saat diaktifkan, fitur ini akan membatasi penyegaran aplikasi, mengurangi kecerahan layar, menurunkan kecepatan prosesor, dan menonaktifkan efek visual seperti animasi.

    Melalui mekanisme ini, ponsel memprioritaskan aktivitas utama pengguna dan mengurangi proses yang tidak diperlukan. Meski performa sedikit menurun, mode hemat baterai mampu memperpanjang daya tahan baterai hingga beberapa jam, tergantung pada pola penggunaan.

    Kapan Harus Benar-Benar Mengaktifkan Mode Hemat Daya?

    Mengaktifkan mode hemat daya saat baterai dibawah 20%, saat akan berpergian tanpa akses ke pengisi daya, selama hari-hari panjang ketika akan membutuhkan ponsel untuk bertahan dan saat di acara, penerbangan, atau aktivitas luar ruangan yang tidak memungkinkan pengisian daya.

    Mode ini dipastikan akan mempertahankan kemampuan komunikasi dasar bahkan saat baterai hampir habis.

  • OpenAI Merilis ChatGPT Health, Ruang Khusus Konsultasi Kesehatan dan Kebugaran di ChatGPT

    OpenAI Merilis ChatGPT Health, Ruang Khusus Konsultasi Kesehatan dan Kebugaran di ChatGPT

    Liputan6.com, Jakarta – OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Health, fitur baru berfungsi sebagai ruang khusus bagi pengguna untuk melakukan percakapan ataupun berkonsultasi dengan ChatGPT seputar kesehatan dan kebugaran.

    Peluncuran fitur baru ChatGPT ini diambil setelah OpenAI mencatat lebih dari 230 juta pengguna setiap pekan mengajukan pertanyaan terkait kesehatan. Melalui fitur ini, OpenAI ingin menghadirkan pengalaman percakapan lebih aman, terorganisir, dan relevan bagi pengguna.

    Mengutip Tech Crunch, Kamis (8/1/2026), fitur ChatGPT Health dirancang sebagai ruang terpisah dari percakapan umum pengguna. Dengan langkah ini, topik kesehatan yang dibahas tidak muncul dan mempengaruhi interaksi dengan ChatGPT.

    Contohnya, saat pengguna pernah membahas rencana latihan maraton, sistem dapat memahami latar belakang tersebut ketika pengguna berdiskusi soal target kebugaran di ruang Health.

    Raksasa kecerdasan buatan (AI) ini menegaskan, ChatGPT Health tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan. Sebaliknya, fitur ini membantu pengguna menavigasi pertanyaan sehari-hari dan memahami pola dari waktu ke waktu bukan hanya saat sakit sehingga pengguna dapat merasa lebih terinformasi dan siap untuk percakapan medis penting.

    Ke depan, ChatGPT Health juga akan terhubung dengan data dari aplikasi kebugaran populer. Beberapa di antaranya Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. Tak hanya itu, perusahaan juga memastikan seluruh percakapan di fitur Health tidak dipakai untuk melatih model AI mereka.

    CEO of Application OpenAI, Fidji Simo, dalam unggahan blog perusahaan menyatakan, “saya melihat ChatGPT Health sebagai respons terhadap masalah di bidang perawatan kesehatan, seperti biaya dan hambatan akses, dokter yang terlalu padat, dan kurangnya kesinambungan dalam perawatan.”

    Meskipun sistem perawatan kesehatan memiliki kekurangannya, penggunaan chatbot AI untuk nasihat medis menciptakan serangkaian tantangan baru. Model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT dengan memprediksi respons paling mungkin terhadap perntah, bukan jawaban paling tepat, karena LLM tidak memiliki konsep tentang apa benar atau salah. model AI juga rentan terhadap halusinasi.

    Dalam persyaratan layanannya, OpenAI menyatakan software ini tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam diagnosis atau pengobatan kondisi apa pun. Perusahaan turut menyatakan, ChatGPT Health akan mulai digulirkan kepada pengguna dalam beberapa pekan ke depan. 

  • iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    iPhone Kamera 200MP Dirumorkan Hadir pada 2028, iPhone 21 Jadi yang Pertama?

    Di sisi lain, Apple dikabarkan tengah menyiapkan MacBook kelas pemula baru yang ditujukan untuk konsumen menginginkan portabilitas tanpa harus membayar harga flagship.

    Mengutip laporan TrendForce via Gizmochina, Senin (5/1/2026), perusahaan berbasis di Cupertino tersebut sedang mengembangkan MacBook dengan layar 12,9 inci dengan target peluncuran sekitar musim semi 2026.

    Jika informasi ini akurat, laptop Apple tersebut akan diposiskan di bawah MacBook Air. Langkah ini juga menandai kembalinya perusahaan ke segmen laptop ultra ringkas setelah menghentikan produksi MacBook 12 inci beberapa tahun lalu.

    Kali ini, performa mungkin bukan masalahnya. TrendForce mengklaim MacBook murah ini diyakini bakal menggunakan chip Apple A18 Pro, prosesor sama dengan yang digunakan pada seri iPhone 16 Pro.

    Meskipun bukan chip seri M, A18 Pro diklaim menawarkan lompatan signifikan dibandingan MacBook 12 inci berbasis Intel. Performa single core dilaporkan beberapa kali lebih tinggi, sementara hasil multi core dapat mendekati M1 asli dalam beban kerja lebih ringan.

    Masuk di kategori desain, layar 12.9 inci membuat ukurannya sedikit lebih kecil dibanding MacBook Air 13,6 inci. Namun, dengan bezel lebih tipis, ukuran bodinya diperkirakan tetap mendekati ukuran keyboard standar.

    Pendekatan desain ini akan meniru MacBook 12 inci dipasarkan Apple pada 2015 dan 2017, dikenal ringan dan ringkas, meski kerap dikritik karena performanya. Efisiensi termal juga menjadi poin kuat, mengingat chip A18 Pro dirancang untuk beroperasi di dalam bodi iPhone yang jauh lebih kecil tanpa pendingin aktif.

    MacBook ini kemungkinan akan memprioritaskan daya tahan baterai dan pengoperasian senyap, dan lebih cocok untuk mobilitas, produktivitas ringan, dan pengguna kasual dibanding kebutuhan komputasi berat.

    Soal harga, belum ada informasi resmi. Namun, TrendForce memperkirakan Apple dapat menjual model ini di bawah MacBook Air saat ini dibanderol mulai sekitar USD 799 di beberapa pasar. Penggunaan chip kelas iPhone dapat menekan biaya produksi, terutama di tengah tren kenaikan harga memori.

  • Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

    Top 3 Tekno: Komdigi Ancam Blokir Grox AI dan X Jadi Sorotan

  • Harga Pangan Hari Ini 8 Januari 2026: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 53.900

    Harga Pangan Hari Ini 8 Januari 2026: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 53.900

    Harga Pangan Hari Ini 8 Januari 2026: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp 53.900

  • Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Deretan Smart TV Generasi Terbaru dari Samsung, Hisense, LG, dan TCL di CES 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi panggung utama bagi inovasi teknologi, khususnya di ranah Smart TV. Acara tahunan ini menghadirkan berbagai terobosan yang menjanjikan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

    Para raksasa elektronik dunia seperti Samsung, Hisense, LG, dan TCL berlomba-lomba memperkenalkan deretan televisi pintar terbaru mereka. Inovasi ini mencakup teknologi layar yang semakin canggih, fitur AI yang lebih cerdas, dan ukuran yang semakin memukau.

    Tren utama tahun ini didominasi oleh evolusi teknologi RGB MiniLED dan Micro RGB, serta peningkatan signifikan pada panel OLED dan QD-OLED. Perkembangan ini menjanjikan pengalaman visual yang lebih imersif dan personal bagi konsumen. Berikut jajaran smart tv terbaru dari berbagai merk yang dirilis di event CES 2026.

    Samsung: Dominasi Micro RGB dan Evolusi OLED

    Perbesar

    Booth Samsung di CES 2026 (sumber: samsung.com)

    Samsung kembali menunjukkan kepemimpinannya di CES 2026 dengan memperkenalkan berbagai teknologi layar canggih. Lini produk mereka meliputi Micro RGB, QLED, OLED, QD-OLED, hingga Mini LED.

    Perusahaan ini juga mengintegrasikan suite Vision AI Companion di seluruh lini produknya untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan personal. Fitur AI ini memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, hingga akses ke berbagai aplikasi seperti Microsoft Copilot dan Perplexity.

    Samsung R95H (Micro RGB)

    Perbesar

    Smart tv Samsung R95H (sumber: avforums.com)

    Samsung R95H adalah model Micro RGB TV 130 inci pertama di dunia yang diperkenalkan di CES 2026. Televisi ini menandai arah desain baru yang berani untuk lini produk ultra-premium Samsung.

    Ukuran: 130 inci, terbesar dalam seri R95H.

    Teknologi Layar: Micro RGB, menggunakan dioda merah, hijau, dan biru mikroskopis untuk kontrol cahaya ultra-presisi dan akurasi warna yang ditingkatkan.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna lebar BT.2020, disertifikasi oleh VDE untuk reproduksi warna yang presisi.

    Prosesor: Didukung oleh Micro RGB AI Engine Pro, termasuk Micro RGB Color Booster Pro dan Micro RGB HDR Pro.

    HDR: Mendukung HDR10+ ADVANCED, iterasi terbaru dari format HDR10+ bebas royalti.

    Audio: Dilengkapi Eclipsa Audio, terintegrasi dalam desain bingkai.

    Fitur AI: Vision AI Companion yang ditingkatkan, memungkinkan pencarian percakapan, rekomendasi proaktif, dan akses ke fitur AI seperti AI Football Mode Pro, AI Sound Controller Pro, Live Translate, Generative Wallpaper, Microsoft Copilot, dan Perplexity.

    Desain: Konsep desain ‘Timeless Frame’ yang terinspirasi dari bingkai jendela arsitektur megah, memberikan kesan mengambang, dengan lapisan anti-refleksi Glare Free.

    Samsung Micro RGB (Seri R85H)

    Samsung juga akan merilis model Micro RGB TV dengan ukuran yang lebih bervariasi untuk membuat teknologi ini lebih mudah diakses. Seri ini akan bersaing langsung dengan TV OLED dan Mini-LED yang ada di pasaran.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 55, 65, 75, 85, dan 100 inci.

    Teknologi Layar: Micro RGB dengan resolusi 4K.

    Fitur AI: Fitur gambar dan suara berbasis AI generasi berikutnya, didukung oleh chip Micro RGB AI Engine Pro.

    Samsung S95H (QD-OLED)

    Perbesar

    Samsung S95H QD-OLED (sumber: What Hi-Fi)

    S95H adalah entri terbaru dalam portofolio QD-OLED unggulan Samsung, yang terus menggunakan panel QD-OLED yang ditingkatkan. Model ini menawarkan peningkatan kecerahan dan warna yang lebih kaya.

    Kecerahan: Hingga 35% lebih cerah dari pendahulunya, Samsung S95F.

    Fitur: Konektivitas nirkabel opsional dan kemampuan menampilkan karya seni statis tanpa masalah burn-in.

    Anti-refleksi: Layar OLED Glare Free untuk performa optimal di ruangan terang.

    Samsung S90H (QD-OLED)

    Model OLED kelas menengah Samsung untuk tahun 2026 ini juga mendapatkan peningkatan signifikan. S90H dirancang untuk menyeimbangkan kinerja dan harga.

    Kecerahan: Peningkatan kecerahan 15% dibandingkan pendahulunya, S90F.

    Anti-refleksi: Dilengkapi layar OLED Glare Free.

    Gaming: Mendukung 4K 165Hz, Nvidia G-Sync, FreeSync, ALLM, dan HDR10+ gaming.
    Hisense: Inovasi Warna dengan RGB MiniLED dan MicroLED

    Perbesar

    Hisense Booth CES 2026 (sumber: WV News)

    Hisense berfokus pada strategi warna multi-primer di seluruh lini produknya, termasuk televisi, layar MicroLED, dan proyeksi laser. Perusahaan ini terus berinvestasi dalam akurasi warna dan opsi tampilan format besar.

    Hisense 116UXS (RGB MiniLED evo)

    Perbesar

    Hisense 116UXS (sumber: notebookcheck.net)

    Model unggulan Hisense ini memperkenalkan evolusi teknologi RGB MiniLED yang disebut RGB MiniLED evo. Teknologi ini menambahkan warna sian ke struktur MiniLED tradisional.

    Ukuran: 116 inci.

    Teknologi Layar: RGB MiniLED evo, sistem backlight empat primer yang menambahkan warna cyan ke struktur MiniLED merah, hijau, dan biru tradisional.

    Warna: Mencakup 110% gamut warna BT.2020.

    Prosesor: Didukung oleh prosesor Hi-View AI Engine RGB yang ditingkatkan.

    Poin Unggulan: Kontrol warna tingkat panjang gelombang yang lebih halus, gradien yang lebih mulus, transisi tonal yang lebih alami, dan detail bayangan yang lebih baik tanpa oversaturation.

    Hisense 163MX (RGBY MicroLED)

    Perbesar

    Hisense 163MX (sumber: notebookcheck.net)

    Layar MicroLED ultra-besar ini memenangkan penghargaan CES 2026 Innovation Awards Best of Innovation. Teknologi ini berbeda dari Micro RGB Samsung dan LG karena menggunakan piksel yang menyala sendiri.

    Ukuran: 163 inci.

    Teknologi Layar: Arsitektur MicroLED empat primer RGBY (merah, hijau, biru, kuning).

    Warna: Penambahan subpiksel kuning untuk mengatasi celah spektral pada sistem MicroLED RGB standar, meningkatkan fidelitas warna dalam rentang 500–600 nm.

    Poin Unggulan: Peningkatan kehangatan dan akurasi tonal, serta tingkat hitam sempurna sebagai teknologi MicroLED sejati.
    LG: OLED yang Lebih Cerah dan Desain Inovatif

    Perbesar

    LG OLED EVO AI (sumber: zdnet.com)

    LG terus berinovasi dengan teknologi OLED-nya, menghadirkan peningkatan kecerahan dan desain yang memukau. Perusahaan ini kembali menghadirkan konsep TV “Wallpaper” yang ikonik.

    LG W6 Wallpaper OLED TV

    Perbesar

    LG OLED evo W6 Wallpaper TV (sumber: Techradar)

    TV “Wallpaper” ultra-tipis LG kembali dengan peningkatan signifikan, termasuk konektivitas nirkabel sejati. Desainnya yang sangat tipis membuatnya dapat digantung seperti lukisan.

    Ketebalan: Hanya sepertiga inci (sekitar 9mm).

    Konektivitas: Nirkabel melalui Zero Connect Box yang terpisah.

    Teknologi Layar: Panel OLED dengan teknologi Hyper Radiant Color untuk hitam yang lebih baik dan warna yang lebih hidup.

    Kecerahan: Brightness Booster Ultra, 3,9 kali lebih cerah dari OLED tingkat awal.

    Anti-refleksi: Bahan layar bebas pantulan (Reflection Free Premium certified).

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3, meningkatkan upscaling dan kinerja gambar secara keseluruhan.

    Fitur AI: Akses ke fitur AI generatif melalui Microsoft Copilot dan Google Gemini.

    LG G6 OLED

    Model OLED unggulan LG ini menawarkan peningkatan kecerahan yang signifikan. G6 menjanjikan kualitas gambar yang mengesankan dengan detail HDR yang lebih baik.

    Kecerahan: 20% lebih cerah dari model G5 sebelumnya.

    Teknologi Layar: Panel Brightness Booster Ultra dan fitur anti-silau yang ditingkatkan.

    Teknologi Warna: Hyper Radiant Color Technology.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG C6 OLED

    Seri C LG terus menjadi pilihan populer yang menyeimbangkan kinerja dan harga. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kualitas OLED tanpa harga termahal.

    Ukuran: Model 77 dan 83 inci menampilkan panel Tandem OLED dari LG Display dengan teknologi Hyper Radiant Color.

    Prosesor: Alpha 11 AI Processor Gen 3.

    LG Micro RGB evo (MRGB95)

    LG juga ikut serta dalam tren RGB MiniLED dengan model Micro RGB evo. Televisi ini menawarkan ukuran yang lebih ramah untuk ruang tamu dibandingkan model Micro RGB ultra-besar lainnya.

    Ukuran: Tersedia dalam model 75, 86, dan 100 inci.

    Prosesor: Menggunakan α (Alpha) 11 AI Processor Gen 3 yang ditingkatkan untuk upscaling yang lebih baik.

    Warna: Mampu mencakup gamut warna BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB secara penuh.
    TCL: SQD-Mini LED dengan Kecerahan Ekstrem

    Perbesar

    Booth TCL di CES 2026 (sumber: shift delete)

    TCL terus memperkuat posisinya di pasar Mini LED dengan inovasi baru, bersaing langsung dengan merek-merek besar lainnya. Perusahaan ini fokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan.

    TCL X11L SQD-Mini LED Series

    Perbesar

    TCL X11L SQD-Mini LED (sumber: Tom’s Guide)

    Seri unggulan TCL ini berfokus pada peningkatan kinerja warna dan kecerahan ekstrem. X11L menggunakan teknologi SQD-Mini LED (Super Quantum Dot) yang menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Ukuran: Tersedia dalam ukuran 75, 85, dan 98 inci.

    Teknologi Layar: SQD-Mini LED, menggabungkan Super Quantum Dots dengan CSOT UltraColor Filter dan Advanced Color Purity Algorithm.

    Zona Peredupan: Hingga 20.000 zona peredupan diskrit pada model 98 inci.

    Kecerahan: Kecerahan puncak 10.000 nit.

    Warna: Mencakup 100% gamut warna BT.2020.

    Audio: Sistem audio dari Bang & Olufsen, mendukung Dolby Atmos FlexConnect.

    Prosesor: Prosesor AI TSR yang ditingkatkan untuk warna, kontras, kejernihan, gerakan, upscaling, dan suara yang lebih baik.

    Sistem Operasi: Terintegrasi dengan Gemini untuk Google TV.

    HDR: Mendukung Dolby Vision 2 melalui pembaruan OTA.

    CES 2026 telah menegaskan bahwa masa depan televisi akan semakin cerah, lebih berwarna, dan lebih cerdas. Persaingan ketat antar produsen terus menghadirkan pengalaman visual terbaik bagi konsumen.