Author: Liputan6.com

  • Misteri Pengiriman Amunisi dari Makassar ke Semarang: Pelaku Ditangkap, Ini Sosoknya

    Misteri Pengiriman Amunisi dari Makassar ke Semarang: Pelaku Ditangkap, Ini Sosoknya

    Dari hasil interogasi, MIA mengakui paket tersebut berisi 65 butir amunisi kaliber 7,62 yang sudah tidak aktif karena tidak mengandung bubuk mesiu. Amunisi itu disebut dijual dengan alasan sebagai aksesoris.

    “Dari pengakuannya, amunisi itu dijual dengan alasan sebagai aksesoris. Penggunaan nama palsu dalam pengiriman dilakukan agar barang tersebut bisa lolos,” ungkap Ridwan.

    Pelaku juga mengaku memperoleh amunisi tersebut dari seorang rekannya sebagai hadiah pernikahan, kemudian berniat menjualnya karena kebutuhan ekonomi. Polisi menegaskan, pengiriman tersebut baru pertama kali dilakukan oleh MIA.

    “Pelaku ini memang senang dengan metal, makanya amunisi itu ia jadikan aksesoris. Dia baru pertama kali juga mengirim benda seperti ini,” ucapnya.

    Meski telah diamankan, polisi menyatakan status MIA belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan status hukum barang tersebut, apakah murni amunisi atau hanya dikategorikan sebagai aksesoris.

    “Saat ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan karena unsur pidananya belum sepenuhnya terpenuhi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” kata Ridwan.

    Ia juga menambahkan, asal-usul amunisi tersebut masih didalami untuk memastikan apakah berkaitan dengan institusi tertentu atau tidak.

    “Untuk dugaan asal amunisi, apakah milik institusi tertentu atau tidak, belum bisa kami pastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan laporan resmi,” tutupnya.

     

  • Keberlanjutan Ubah Cara Industri Kuliner Bekerja, Kurangi Sampah Makanan dan Plastik

    Keberlanjutan Ubah Cara Industri Kuliner Bekerja, Kurangi Sampah Makanan dan Plastik

    Liputan6.com, Jakarta – Keberlanjutan di industri makanan kini menjadi prioritas operasional. Meningkatnya biaya pangan, regulasi, kekurangan tenaga kerja, dan harapan konsumen memaksa bisnis menata ulang cara makanan disiapkan, disimpan, dan dikemas.

    Limbah makanan dan sampah plastik menimbulkan tekanan finansial dan lingkungan. Dapur besar dan produsen makanan sering kehilangan bahan akibat porsi tidak konsisten, pembusukan, produksi berlebih, dan penyimpanan yang kurang baik.

    Plastik sekali pakai tetap banyak digunakan karena praktis dan menjaga keamanan pangan. Kemajuan keberlanjutan akan tercapai jika sampah makanan dan plastik ditangani secara bersamaan.

    Perubahan ini bersifat jangka panjang dan memengaruhi seluruh lini operasi. Penggunaan sumber daya yang boros tidak hanya membebani lingkungan, tetapi juga menurunkan daya saing bisnis.

    Saat ini, keberlanjutan diterapkan langsung di dapur, pabrik, hingga distribusi, menurut laporan Forbes Tech Council, Kamis (8/1/2026).

    Sebagian besar limbah makanan tidak berasal dari konsumen, melainkan terjadi selama operasional. Dapur restoran, fasilitas pengolahan, dan gudang penyimpanan menjadi titik utama pemborosan bahan pangan.

    Pengurangan limbah dimulai dari perbaikan cara kerja sehari-hari. Pelacakan stok yang rapi, perencanaan produksi yang jelas, dan standar persiapan bisa mengurangi kerugian sebelum memakai teknologi baru.

    Pengaturan porsi yang tepat, resep yang jelas, dan prosedur kerja yang disiplin membantu meminimalkan kesalahan manusia di dapur atau pabrik yang sibuk. Langkah ini penting untuk efisiensi dan keberlanjutan.

    Banyak bisnis boga di AS setiap malam menjual kelebihan makanan yang tidak terjual ke tempat sampah. Kini ada aplikasi ponsel yang membantu toko menjual kelebihan makanan mereka ke pelanggan yang membutuhkan dengan harga diskon. Berikut laporan Helmi…

  • Gerakan Jambi Berpantun Raih Rekor MURI, Ratusan Ribu Pantun Bakal Dibukukan

    Gerakan Jambi Berpantun Raih Rekor MURI, Ratusan Ribu Pantun Bakal Dibukukan

    Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa pantun memiliki nilai filosofis yang sangat dalam dan menjadi identitas penting bagi masyarakat Melayu.

    “Pantun ini tercatat dalam Rekor MURI, dan insya Allah menjadi semangat bagi kita semua. Pantun adalah kiasan dalam bertutur kata sejak dahulu, penuh makna dan nilai. Ini penting bagi negeri Melayu kita dan harus terus kita budayakan,” ujar Al Haris.

    Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, Al Haris juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga terwujudnya capaian bersejarah ini.

    “Kami menyampaikan terima kasih tak terhingga atas segala daya upaya Bapak dan Ibu yang telah membuat sejarah malam hari ini, dengan melahirkan warisan budaya tak benda yang terus bertambah di Provinsi Jambi,” tuturnya. Lebih jauh, Al Haris berharap Gerakan Jambi Berpantun dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda untuk mencintai serta menekuni budaya daerah.

    “Semoga ini menjadi contoh bagi anak-anak muda kita. Apa pun yang kita tekuni, jika dilakukan dengan sungguh -sungguh, insyaallah akan membuahkan hasil dan memiliki nilai di tengah masyarakat,” tutupnya.

    Pada kesempatan yang sama juga digelar Malam Keagungan Melayu Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi juga menyerahkan penghargaan kepada para pelaku seni, budayawan, dan sejarawan yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu Jambi.

  • Nadiem Makarim Klaim Dilarang Bicara, Tulis Surat Beberkan Sederet Kejanggalan Kasus Chromebook

    Nadiem Makarim Klaim Dilarang Bicara, Tulis Surat Beberkan Sederet Kejanggalan Kasus Chromebook

    Ia juga menyinggung pilihan penggunaan sistem operasi Chrome OS yang lisensinya gratis.

    Menurutnya, kebijakan itu justru menghemat anggaran negara hingga Rp 1,2 triliun dibandingkan menggunakan sistem operasi berbayar. Namun, kebijakan tersebut justru dituding menyebabkan kerugian negara karena harga laptopnya kemahalan.

    “Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih operating system gratis menyebabkan harga laptop kemahalan,” ucap dia.

    Tak hanya itu, Nadiem mempertanyakan tuduhan kerugian Rp 621 miliar dari lisensi Chrome Device Management (CDM).

    Dia menegaskan fitur tersebut berfungsi mengontrol, memonitor, dan mengamankan penggunaan laptop di sekolah. Termasuk mencegah akses pornografi, judi online, hingga kecanduan game, serta memastikan akuntabilitas penggunaan perangkat di tiap sekolah.

    “Apakah kita menginginkan anak-anak dan guru kita menonton pornografi, ketagihan gaming, atau bermain judi online? Apakah kita tidak menginginkan data penggunaan laptop per sekolah, hingga ada akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan? Sebagaimana ini menjadi fitur dan kegunaan Chrome device management?,” ucap dia.

     

  • Rumah Rusak Berat Akibat Longsor di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Bakal Direlokasi

    Rumah Rusak Berat Akibat Longsor di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Bakal Direlokasi

    Sebelumnya, sebanyak 5 rumah milik warga mengalami rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu 7 Januari 2026. Akibatnya, 28 jiwa pun harus mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal.

    “Ada lima rumah rusak berat di bagian belakang rumah dan satu rumah rusak hampir keseluruhan karena pergerakan tanah,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Kamis (8/1/2026).

    Taufik juga mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi akibat curah hujan tinggi dan tanah yang tidak stabil, sehingga terjadi pergeseran tanah. Untuk penanganan awal, pihaknya pun telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring dan pendataan.

    “Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan akibat curah hujan yang kini masih melanda,” kata Taufik.

    Taufik mengungkapkan, akibat bencana longsor tersebut, warga menderita kerugian mencapai Rp400 jutaan. Pihaknya pun terus memonitor kondisi di lokasi kejadian.

    “Sementara saat ini pada korban sudah dievakuasi dan mereka memilih mengungsi ke rumah saudara masing-masing yang tidak jauh dari lokasi,” terang dia.

    Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam tersebut.

    Dalam hal ini, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga korban longsor.

    “Adapun bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan bangunan serta bahan makanan pokok guna meringankan beban warga yang terdampak dan membantu kebutuhan dasar pascakejadian,” jelas Andi.

  • Balita 4 Tahun Jadi Korban Peluru Nyasar, Tim Gabungan Polda Sumut Bekuk 3 Otak Tawuran Belawan

    Balita 4 Tahun Jadi Korban Peluru Nyasar, Tim Gabungan Polda Sumut Bekuk 3 Otak Tawuran Belawan

     

     

    Liputan6.com, Medan – Tim gabungan dari Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumatera Utara berhasil meringkus tiga pelaku utama aksi tawuran berdarah yang terjadi di Kecamatan Medan Belawan. 

    Peristiwa yang pecah pada Senin (5/1/2026) sore tersebut menyisakan duka mendalam setelah seorang balita perempuan, Asni Anggraini, terkena tembakan peluru nyasar dari senapan angin.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, SH., MH., mengonfirmasi identitas ketiga tersangka yang diamankan, yakni Rafli (21), Iqbal (20), dan Aditya (18). Ketiganya merupakan warga Kelurahan Belawan Bahari.

    Operasi penangkapan dilakukan dalam dua tahap yang dimulai pada Selasa (6/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Rafli dan Aditya ditangkap pada operasi tahap pertama di lokasi yang sama.

    Kemudian, Iqbal diringkus pada operasi kedua di sebuah rumah yang bersebelahan dengan lokasi sebelumnya, di mana polisi juga menyita empat bilah senjata tajam jenis celurit.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku memiliki peran berbeda. Tersangka Rafli mengakui membawa senapan angin dan berperan mengumpulkan massa untuk tawuran. Tersangka Iqbal berperan menyediakan senjata tajam, sementara Aditya mengaku ikut serta karena motif dendam.

     

     

  • Bonus Uang untuk Atlet Bentuk Penghargaan, Bukan Upah

    Bonus Uang untuk Atlet Bentuk Penghargaan, Bukan Upah

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bonus berupa uang yang diberikan pemerintah kepada atlet berprestasi merupakan bentuk penghargaan karena telah mengharumkan nama Indonesia. Dia menekankan bonus tersebut bukan upah.

    “Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah mendorong untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masamu yang akan datang,” ujar Prabowo dalam acara pemberian penghargaan atlet Sea Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    “Bukan hanya kita seolah-olah membayar upah, tidak. Ini adalah penghargaan karena untuk mencapai tingkat seperti saudara,” sambungnya.

    Prabowo menyampaikan, para atlet telah mengorbankan tenaga dan waktu untuk berlatih agar dapat membawa pulang medali. Sehingga, kata dia, pemerintah memberikan penghargaan atas keringat dan jerih payah para atlet.

    “Saudara korbankan waktumu, saudara korbankan tenagamu, saudara korbankan mungkin hal-hal yang saudara bisa hidup dengan enak, santai, tapi saudara latihan, saudara berjuang. Ini adalah penghargaan atas itu, penghargaan atas keringatmu, atas jerih payahmu,” tutur Prabowo.

    Dia memahami bahwa seorang atlet membutuhkan mental yang kuat, terlebih mereka yang bertanding di ajang internasional. Dia menyebut para atlet harus tetap semangat berlatih, meskipun sudah lelah dan menyerah.

    “Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional. Saudara mungkin pada saat lelah, capek, kram, sudah mau menyerah, tapi saudara mencari kekuatan dalam, kekuatan energi lagi demi negara, demi orang tua saya, demi kawan-kawan saya, saya tidak boleh menyerah,” kata Prabowo.

     

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, revisi peraturan pemerintah tentang devisa hasil ekspor sudah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

  • Dibeli dari Jerih Payah Bekerja

    Dibeli dari Jerih Payah Bekerja

    Kuasa hukum membeberkan, dalam surat dakwaan tidak pernah diuraikan ada aliran dana ataupun keuntungan konkret yang diterima Nadiem dari perkara yang sedang disidangkan.

    “Di dalam dakwaan tidak pernah diuraikan alat bukti mana ada uang yang masuk ke Pak Nadiem. Tidak pernah ada alat bukti bahwa Pak Nadiem mendapatkan keuntungan yang kemudian dibelanjakan untuk aset tersebut,” ucap dia.

    Dodi menegaskan, Pasal 18 Undang-Undang Tipikor secara tegas mengatur yang dapat disita adalah harta yang berasal atau dinikmati dari hasil tindak pidana.

    “Jelas di dalam pasal 18 yang dapat disita itu adalah barang yang dinikmati dari hasil kejahatan. Nah oleh karena itu tadi kita langsung memberikan tanggapan karena ini bisa memberikan persepsi negatif bagi Pak Nadiem,” ucap dia.

    Sementara dalam perkara ini, kata dia, tidak ada satu pun alat bukti yang menunjukkan aset tersebut dibeli dari hasil kejahatan.

    “Jadi perlu diketahui oleh publik bahwa aset tersebut dibeli dari jerih payah Pak Nadiem, Pak Nadiem bekerja dari satu sen, dua sen tidak ada hubungan dengan perkara ini,” kata dia menerangkan.

  • Sekjen Golkar Klaim Publik Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD Akibat Salah Persepsi

    Sekjen Golkar Klaim Publik Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD Akibat Salah Persepsi

    Sebelumnya, hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat tidak setuju usulan Pilkada dipilih oleh DPRD.

    Survei terbaru dirilis pada Rabu (7/1/2026). Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adrian Sopa, mengatakan, sebanyak 66,1% respoden menyatakan menolak usulan tersebut.

    “Hasilnya, 66,1% menyatakan kurang setuju, tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Kemudian ada 28,6% menyatakan setuju atau sangat setuju. Kemudian 5,3% menyatakan tidak tahu, tidak jawab,” kata Adrian.

    Menurut Adrian, angka penolakan tersebut tinggi atau mayoritas.

    “Jadi dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65% menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” kata dia.

    Adrian menyebut, dalam opini publik, ketika melewati batas 60% daripada persetujuan publik, maka itu berarti efeknya itu sudah besar.

    “Jadi 66,1% adalah angka yang besar ya, publik tidak setuju Pilkada dipilih DPRD,” pungkasnya.

  • Dua Orang Belum Ditemukan, 30 Rumah Hilang

    Dua Orang Belum Ditemukan, 30 Rumah Hilang

    Selain korban meninggal dunia, dilaporkan terdapat dua korban yang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan serta masyarakat setempat.

    “Dalam aspek penanganan medis, tercatat 12 orang korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sementara empat orang korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai kondisi masing-masing,” tuturnya.

    Dampak bencana ini juga mengakibatkan warga harus mengungsi. Hingga saat ini, sekitar 691 kepala keluarga terdampak berada di lokasi pengungsian.

    “Proses pendataan terhadap para pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar yang diperlukan,” ujar Abdul Muhari.