Author: Liputan6.com

  • Kredit Perbankan Capai Rp 8.315 Triliun, Tumbuh 7,74% di November 2025

    Kredit Perbankan Capai Rp 8.315 Triliun, Tumbuh 7,74% di November 2025

    Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada November 2025 mencapai 7,74 persen secara tahunan dengan nilai sebesar Rp 8.315 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang mencatatkan pertumbuhan 7,36 persen.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, menjelang akhir 2025 terjadi akselerasi pertumbuhan kredit perbankan.

    “Kinerja intermediasi perbankan menunjukkan kinerja yang stabil dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai. Pada November 2025 kredit tumbuh sebesar 7,74 persen yoy,” kata Dian dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

    Ia memaparkan, jika dilihat dari peruntukannya, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan paling tinggi per November 2025 sebesar 17,98 persen. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen dan kredit modal kerja meningkat 2,04 persen.

    Ditinjau dari kelompok debitur, penyaluran kredit kepada korporasi mengalami kenaikan sebesar 12 persen. Adapun kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mengalami kontraksi.

    Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada November 2025 tumbuh 12,03 persen yoy menjadi Rp 9.899 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 11,48 persen yoy.

     

  • Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Lebih Gahar, Ini Sejumlah Peningkatan yang Dijanjikan

    Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra bakal Lebih Gahar, Ini Sejumlah Peningkatan yang Dijanjikan

    Di sisi lain, Samsung sedang menyiapkan perubahan pada lini perangkat Galaxy S26 Plus. Bocoran terbaru menyebutkan ponsel ini berpeluang hadir dengan layar lebih besar dan terasa semakin mendekati varian Galaxy S26 Ultra.

    Samsung sebelumnya diprediksi akan bermain aman pada jajaran Galaxy S26 dengan menghadirkan peningkatan minim dibandingkan seri Galaxy S25. Namun informasi terbaru mengindikasikan bahwa setidaknya Galaxy S26 Plus berpotensi tampil berbeda dari seri sebelumnya.

    Mengutip Phone Arena, Senin (29/12/2025), menurut bocoran yang dibagikan Tech Informer, Samsung disebut akan meningkatkan ukuran layar Galaxy S26 Plus. Jika Galaxy S25 Plus hadir dengan layar 6,7 inci maka penerusnya diklaim mengusung 6,9 inci. Ukuran tersebut dikatakan setara dengan layar yang akan digunakan pada Galaxy S26 Ultra.

    Apabila rumor ini benar, Galaxy S26 Plus akan menjadi perangkat dengan layar terbesar yang pernah dirilis Samsung. Peningkatan ini berpotensi membuat pengalaman visual dan produktivitas pengguna semakin mendekati kelas flagship tertinggi Samsung.

    Tidak hanya soal layar, bocoran tersebut juga memuat informasi berbeda terkait kamera telefoto di seluruh seri Galaxy S26. Disebutkan bahwa Samsung akan menggunakan sensor 12MP untuk kamera zoom, berbeda dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan sensor 10MP.

    Hingga saat ini belum ada laporan lain yang menguatkan klaim mengenai layar Galaxy S26 Plus yang lebih besar. Jika satu spesifikasi terbukti keliru, tidak menutup kemungkinan detail lainnya juga kurang akurat.

    Terlepas dari rumor tersebut, Samsung saat ini menjadi satu-satunya produsen besar yang masih mempertahankan varian “Plus”. Sebaliknya, Apple telah menghentikan model iPhone Plus setelah iPhone 16 Plus, sementara Google hanya menawarkan perangkat berukuran besar melalui Pixel 10 Pro XL.

    Jika Galaxy S26 Plus benar hadir dengan layar mendekati versi Ultra dan harganya terjangkau, langkah ini dianggap menarik terlebih konsumen yang melirik ponsel berlayar besar tanpa harus membayar dengan harga flagship tertinggi.

  • OJK Kini Punya Departemen UMKM dan Keuangan Syariah

    OJK Kini Punya Departemen UMKM dan Keuangan Syariah

    Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Pembentukan departemen ini ditujukan untuk memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan langkah tersebut sejalan dengan komitmen OJK dalam mendukung sektor riil dan pembiayaan berkelanjutan. 

    “Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan, termasuk mendukung pengembangan UMKM dan keuangan syariah, kami sampaikan informasi bahwa OJK telah membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah yang bertujuan memperkuat akses pembiayaan UMKM serta pengembangan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi,” ujarnya  dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

    Selain itu, OJK juga menyampaikan apresiasi atas terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118 Tahun 2025 yang mengatur tata cara pengelolaan investasi oleh PT Taspen dan PT Asabri (Persero). 

    Regulasi tersebut dinilai memperkuat tata kelola investasi sekaligus menegaskan peran strategis Taspen dan Asabri sebagai investor institusi domestik dalam pendalaman pasar keuangan.

     

  • Jumlah Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 94,85 Triliun

    Jumlah Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp 94,85 Triliun

    Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pada industri pinjaman daring atau peer-to-peer (P2P) fintech lending tercatat sebesar Rp 94,85 triliun hingga November 2025. Realisasi utang pinjol tersebut meningkat 2,07% secara bulanan serta tumbuh 25,4% secara tahunan.

    Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyampaikan bahwa outstanding pinjaman online pada November 2025 meningkat dibandingkan posisi Oktober 2025 yang masih berada di level Rp 92,92 triliun.

    “Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh 25,45 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp 94,85 triliun,” ujar Agusman dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

    Agusman juga mencatat bahwa outstanding utang fintech P2P lending pada November 2024 masih sebesar Rp 75,6 triliun.

    Selain itu, Agusman mengungkapkan outstanding piutang industri multifinance per November 2025 tercatat mencapai Rp 506,8 triliun, yang menunjukkan kenaikan tipis baik secara mtm maupun yoy. Sebelumnya, pada Oktober 2025, piutang pembiayaan perusahaan multifinance berada di Rp 505,3 triliun, sementara pada November 2024 tercatat Rp 501,3 triliun.

    Agusman juga memaparkan kinerja industri pegadaian, di mana penyaluran pembiayaan per November 2025 mencapai Rp 125,44 triliun. Angka tersebut melonjak signifikan secara yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 87,79 triliun.

    Sejalan dengan itu, nilai aset industri pegadaian turut meningkat secara yoy dari Rp 106 triliun menjadi Rp 151,16 triliun per November 2025.

    Sementara itu, industri modal ventura tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 16,29 triliun hingga November 2025, meningkat secara yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 16,09 triliun. Nilai aset perusahaan modal ventura juga mengalami kenaikan secara yoy menjadi Rp 27,12 triliun, dari sebelumnya Rp 25,92 triliun.

     

     

  • Cabai Rawit Merah Rp 35.000 per Kg, Telur Rp 29.000

    Cabai Rawit Merah Rp 35.000 per Kg, Telur Rp 29.000

    PIHPS juga mencatat pergerakan harga pangan pada komoditas cabai lainnya. Cabai merah besar berada di harga Rp 25.000 per kg, sedangkan cabai merah keriting tercatat lebih tinggi, yakni Rp 45.850 per kg. Adapun cabai rawit hijau dijual di kisaran Rp 35.000 per kg.

    Untuk kelompok protein hewani, daging ayam ras tercatat Rp 35.000 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I berada di level R p120.000 per kg, dan daging sapi kualitas II dijual Rp 110.000 per kg.

    Komoditas pangan lainnya, seperti gula pasir kualitas premium, tercatat Rp 19.000 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di harga Rp 16.000 per kg.

    Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp 19.000 per liter. Untuk minyak goreng kemasan, merek I tercatat Rp 22.000 per liter, dan merek II di harga Rp 19.500 per liter. Masyarakat diimbau terus memantau harga pangan melalui PIHPS sebagai referensi belanja harian.

  • Tertidur Pakai Headset, Pria di Denpasar Meninggal saat Rumah Terbakar

    Tertidur Pakai Headset, Pria di Denpasar Meninggal saat Rumah Terbakar

    Liputan6.com, Jakarta – Sebuah rumah di kawasan Panjer, Denpasar Selatan, Bali, terbakar pada Kamis (8/1/2026) malam. Seorang pria bernama Gerson Mengidima (29) meninggal dunia akibat kebakaran. Dia terjebak api di lantai dua rumahnya di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga Nomor 6. 

    Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Informasi yang disampaikan AKP Agus Adi Apriyoga menyebutkan, sebelum api membesar, salah satu saksi bernama Viktor Ronaldo Leimena (45) sempat mencurigai adanya gangguan listrik di rumah tersebut.

    Sekitar pukul 22.50 Wita, lampu di rumahnya mendadak padam. Sementara rumah tetangga masih menyala. 

    “Selanjutnya Saksi mengecek ke meteran listrik dan ternyata meteran listrik posisi Off. Saksi kemudian mencoba membalikkan meteran listrik ke posisi On namun tidak bisa” ungkap AKP Agus.

    Viktor juga mencium bau asap dari dalam rumah. Dia naik ke lantai dua untuk mencari sumber asap. Namun tidak menemukan titik api. Saat itu, korban Gerson terlihat sedang tertidur dengan headset terpasang di telinganya.  

    “Saksi kemudian turun ke lantai 1 untuk mengecek kompor gas, namun tidak ditemukan ada kebocoran gas,” imbuh AKP Agus.

    Situasi berubah cepat. Sekitar pukul 23.00 Wita, api tiba-tiba muncul dari kamar tengah di lantai satu dan dengan cepat membesar, membakar sebagian besar bangunan rumah.  

    Viktor segera membangunkan dua orang lain yang berada di lantai satu, yakni Zet Wadu (63) dan Ni Luh Sudarni (65), untuk menyelamatkan diri. Namun dalam proses evakuasi, Viktor mengalami luka di kaki kiri akibat terkena pecahan kaca.

  • PPN Telah Distribusikan BBM hingga LPG Sebesar Ini Sepanjang 2025

    PPN Telah Distribusikan BBM hingga LPG Sebesar Ini Sepanjang 2025

    Liputan6.com, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG ke seluruh wilayah Indonesia, sepanjang 2025. Khusus BBM subsidi, penyaluran tetap sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah.

    Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%. Sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan energi tetap hadir secara andal bagi masyarakat.

    “Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026,” ujar Mars Ega, Jumat (9/1/2026).

     

    Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.

    Konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Di mana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.

    Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117% didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet, sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.

    Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.

    Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5.5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

     

  • Kurs Dolar Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS

    Kurs Dolar Menguat, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS

    Dari sisi global, lembaga Challenger, Gray & Christmas melaporkan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat turun 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025 menjadi 35.553. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 dan mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif solid.

    Sementara itu, data US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 tercatat naik menjadi 208 ribu, dari 200 ribu pada pekan sebelumnya. Meski meningkat, angka tersebut masih berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan 212 ribu klaim.

    “Di sisi eksternal, neraca perdagangan AS pada Oktober 2025 mencatat defisit terkecil sejak 2009, menyempit menjadi 29,4 miliar dolar AS di tengah impor yang lebih lemah,” ungkap Josua.

    Kondisi ekonomi AS yang relatif solid ini turut menopang penguatan kurs dolar, sehingga memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

  • Gunung Ili Lewotolok di NTT Alami 162 Letusan, Tinggi Capai 100 hingga 200 Meter

    Gunung Ili Lewotolok di NTT Alami 162 Letusan, Tinggi Capai 100 hingga 200 Meter

    Liputan6.com, Jakarta – Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami letusan 162 kali dengan tinggi 100-200 meter dan warna asap putih dan kelabu.

    Petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel melaporkan erupsi itu disertai lontaran material pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran material pijar dalam radius kawah.

    “Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah, berawan, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 24-30 °C,” lapor Yeremias, Jumat (9/1/2026).

    Saat ini, lanjut dia, status gunung Ili Lewotolok berada di Level II (Waspada).

    “Jumlah letusan 162, Amplitudo : 15.6-34.2 mm, Durasi : 40-50 detik,” ucap Yeremias.

    Dia menyampaikan, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas.

    “Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ili Lewotolok,” kata Yeremias.

    Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ili Lewotolok, karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi.

    “Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok,” tutup Yeremias.

     

    Berada dalam ring of fire, dua gunung berapi di wilayah NTT erupsi di saat yang bersamaan. Abu vulkanik yang dimuntahkan sampai membuat dua bandara terpaksa ditutup untuk sementara.

  • Lembaga Jasa Keuangan Sudah Data Debitur Terdampak Bencana Sumatera

    Lembaga Jasa Keuangan Sudah Data Debitur Terdampak Bencana Sumatera

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan bahwa kredit debitur di wilayah terdampak bencana yang mendapatkan restrukturisasi tetap dinilai berstatus lancar. Kebijakan ini berlaku untuk wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang telah ditetapkan masuk dalam skema penanggulangan bencana sesuai regulasi OJK.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan penetapan status lancar tersebut memberikan ruang bagi debitur untuk kembali mengakses pembiayaan.

    “Status dari kredit yang diberikan restrukturisasi dianggap current atau lancar sehingga kemudian bagi mereka bisa mengajukan permohonan kredit baru atau pembiayaan baru sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya dalam Konferensi Pers, Selasa (16/12/2025).

    Selain itu, OJK juga memberikan ketentuan khusus bagi kredit dengan plafon tertentu agar proses penilaian tetap sederhana.