Author: Liputan6.com

  • Data Hutan Jambi Kian Kritis: Hilang 2,5 Juta Hektare

    Data Hutan Jambi Kian Kritis: Hilang 2,5 Juta Hektare

    Kerusakan hutan dan hilangnya biodiversity di alam terus bertalian dan meningkatkan risiko bencana ekologis. Air hujan yang turun dalam jumlah besar tak mampu ditampung lagi oleh tanah karena hilangnya pohon.

    Sungai-sungai pun turut rusak, airnya keruh berlumpur akibat dikoyak pertambangan emas ilegal. Sungai turut menjadi dangkal dan menyebabkan aliran air mudah meluap setelah tidak sanggup lagi menampung debit air. Kondisi ini membuat banjir dan longsor menjadi ancaman yang terus mengintai.

    “Bencana bukan lagi risiko musiman, tetapi sudah jadi ancaman permanen. Jambi berada di ambang bencana, tinggal menunggu waktu,” kata Adi Junedi. 

    KKI Warsi melakukan pemodelan potensi bencana ekologi. Secara khusus mereka menyoroti di wilayah gugusan bukit barisan, yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kedua daerah ini berada di dalam lembah atau “mangkuk besar” yang dikelilingi pegunungan dan bukit barisan.

    “Kami buat pemodelan khusus untuk sungai Batang Merao dan Batang Merangin, ternyata sungai tersier (kecil) banyak sekali dan semua masuk ke lembah Kerinci,” kata Senior Advisor KKI Warsi Rudisyaf.

    Hasil kajian lembaganya, Rudi bilang, terdapat 233 desa di wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, yang potensial terdampak bencana hidrometeorologi. Wilayah topografi dua daerah ini memiliki kemiringan yang tinggi, sehingga jika berpotensi tersapu banjir.

    Dengan kondisi topografi kemiringan ditambah laju deforestasi semakin meningkatkan risiko bencana. Puncak-puncak bukit telah dieksploitasi menjadi perkebunan dan pertanian. Banjir parah pernah menerjang dua wilayah tersebut pada awal tahun 2024. Kondisi ini mengingatkan bahwa jika hutan dan alam terus dieksploitasi, maka bencana tak terhindarkan.

    “Tutupan hutan di daerah tersebut masih 50-60 persen, tapi ini tidak ideal karena topografinya. Kemiringan lereng 40 persen yang tadinya harus dilindungi, tapi kita lihat di peta sudah dieksploitasi,” ujar Rudi.

  • 9 Kecamatan di Bandar Lampung Terendam Banjir, 127 Jiwa Terdampak

    9 Kecamatan di Bandar Lampung Terendam Banjir, 127 Jiwa Terdampak

    Liputan6.com, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama hampir dua jam pada Kamis (8/1/2026) sore hingga malam memicu banjir di sembilan kecamatan. Genangan air merambah permukiman warga, ruas jalan utama, hingga sejumlah kafe, membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa petugas turun melakukan evakuasi.

    Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 17.00 WIB menyebabkan air meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga di berbagai titik.

    “Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan Pusdalops BPBD Kota Bandar Lampung, banjir terjadi di sembilan kecamatan dengan laporan masuk hingga dini hari,” ujar Wahyu, Jumat (9/1/2026).

    Sembilan kecamatan yang terdampak banjir tersebut meliputi Kedaton, Way Halim, Labuhan Ratu, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Bumi Waras.

    “Di Kecamatan Kedaton, genangan air dilaporkan terjadi di sejumlah titik, di antaranya Jalan Teuku Umar tepat di depan Makam Pahlawan, Jalan Sultan Agung, serta kawasan permukiman di Kelurahan Penengahan,” sebutnya.

    Air bahkan masuk ke rumah warga dan mengganggu sedikitnya beberapa kepala keluarga.

    Sementara di Kecamatan Way Halim, banjir merendam wilayah padat penduduk seperti Way Halim Permai dan Jagabaya. Air menggenangi Jalan Kimaja, Jalan Sultan Agung, hingga Jalan Pajajaran.

    Sejumlah rumah warga terdampak, dengan beberapa keluarga terpaksa bertahan di dalam rumah saat air naik.

    “Genangan juga terjadi di Kecamatan Sukarame dan Sukabumi, termasuk di kawasan perumahan. Air dilaporkan masuk ke rumah warga, halaman permukiman, hingga mengganggu aktivitas warga yang sedang beristirahat pada malam hari,” lanjut Wahyu.

     

  • 364 Kasus Korupsi di NTT Berhasil Disikat, Selamatkan Uang Negara Rp 16,7 Miliar

    364 Kasus Korupsi di NTT Berhasil Disikat, Selamatkan Uang Negara Rp 16,7 Miliar

    Liputan6.com, Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) membongkar 364 kasus korupsi sepanjang tahun 2025. Selain menindak para koruptor, tercatat total nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 16,7 miliar.

    “Capaian ini menunjukkan konsistensi dan progresivitas kinerja jajaran Pidsus Kejati dan Kejari se-NTT dalam upaya penegakan hukum, khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Kepala Kejati NTT Roch Adi Wibowo, Jumat (9/1/2026).

    Dari total kasus yang berhasil disikat, terdiri dari tahapan penyelidikan berjumlah 106 perkara, dengan 12 ditangani Kejati NTT dan 94 oleh Kejaksaan Negeri.

    Sementara, pada tahap penyidikan, terdiri dari 89 perkara, 21 perkara ditangani Kejati NTT dan 68 perkara ditangani Kejari se-NTT.

    Berkaitan dengan tahap penuntutan, Kejati NTT menangani 86 perkara, yang bersumber dari 63 perkara hasil penyidikan kejaksaan, 22 perkara dari kepolisian, serta 1 perkara dari kepabeanan.

    “Adapun pada tahap eksekusi, sebanyak 83 perkara telah dilaksanakan,” tandas Roch Adi.

    Berdasarkan satuan kerja, Kejati NTT menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penyelamatan sekitar Rp 4,1 miliar, disusul Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang Rp 2,6 miliar dan Kejaksaan Negeri Lembata Rp 2,1 miliar.

    Sementara itu, Kejaksaan Negeri Kota Kupang tercatat sebagai satuan kerja dengan jumlah penuntutan tertinggi, yakni 17 perkara, yang berasal dari hasil penyidikan kejaksaan maupun kepolisian.

    Menurutnya, tahun 2025, Pidsus Kejati NTT juga berhasil mengungkap sejumlah kasus strategis yang menyita perhatian publik. Salah satunya dugaan korupsi pada pekerjaan rehabilitasi dan renovasi prasarana sekolah di Kota dan Kabupaten Kupang yang bersumber dari APBN 2021 dan 2022 pada Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, BPPW NTT.

    Dalam dua perkara tersebut, nilai penyimpangan mencapai lebih dari Rp 5,8 miliar, dengan penyidik Pidsus Kejati NTT berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1,5 miliar.

    Sementara Kasus besar lainnya, dugaan tindak pidana korupsi pembelian Medium Term Notes (MTN) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan oleh PT Bank NTT tahun 2018.

    “Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Arif Efendi, Dadang Suryanto, Andri Irvandi, Leo Darwin dan Harry A Riwu Kaho,” jelasnya.

    Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp 50 miliar. Penanganan perkara ini dinilai sebagai bukti keseriusan Kejati NTT dalam menindak praktik korupsi di sektor perbankan daerah.

  • Pencarian WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditutup, 1 Korban Dinyatakan Hilang

    Pencarian WNA Spanyol Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Ditutup, 1 Korban Dinyatakan Hilang

    Liputan6.com, Jakarta – Operasi SAR terhadap 1 WNA Spanyol yang menjadi korban KM Putri Sakinah resmi ditutup, Jumat 9 Januari 2026 pukul 15.00 Wita. Upacara penutupan dipimpin langsung Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Bupati Manggarai Barat menyampaikan terima kasih atas jasa dan kerja Tim SAR Gabungan dalam pencarian korban KM Putri Sakinah.

    “Tentu pencarian korban tidaklah mudah dan harus berhadapan dengan gelombang serta arus di pulau-pulau Labuan Bajo, tetapi berhasil menemukan tiga korban,” ujarnya.

    “Untuk keluarga korban saya atas nama pribadi dari hati yang paling dalam turut berduka cita atas kejadian ini,” sambungnya.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere Fathur mengatakan Tim SAR Gabungan telah berjibaku selama 15 hari berturut-turut untuk melaksanakan operasi SAR, namun hingga hari ke-15, 1 WNA Spanyol belum bisa ditemukan dan dinyatakan hilang.

    Meski demikian, apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda penemuan korban maka operasi SAR dapat dibuka kembali.

    “Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam satu tujuan kemanusiaan ini,” katanya.

  • Pemkot Mataram Terapkan Pengelolaan Sampah Mandiri di SPPG MBG

    Pemkot Mataram Terapkan Pengelolaan Sampah Mandiri di SPPG MBG

    Untuk sampah sisa makanan dan sayuran, SPPG MBG didorong bekerja sama dengan peternak unggas, babi, maggot, dan pihak lain agar sampah organik dapat dimanfaatkan dan tidak menjadi beban petugas. 

    Sementara itu, sampah anorganik dapat dikelola melalui bank sampah atau dijual kepada pengepul maupun pihak ketiga dalam bentuk kerja sama.

    “Jadi sisa sampah dari masing-masing SPPG sekitar 20–30 persen merupakan residu yang tidak bisa diolah, akan kami tangani,” terang Salikin.

    DLH Kota Mataram juga menegaskan pengelolaan sampah mandiri tidak hanya berlaku bagi SPPG MBG, tetapi juga bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan katering.

    Apabila tidak menjalankan pemilahan sampah meski telah diberikan edukasi dan peringatan, DLH akan menjatuhkan sanksi.

    “Sampah yang tidak dipilah oleh SPPG MBG dan pelaku usaha horeka, tidak akan kami angkut,” katanya.

    “Kebijakan tersebut diterapkan untuk menegaskan kewajiban pemilahan sampah dari sumber oleh SPPG MBG,” tutup Salikin.

  • Tak Ada Alasan Tidak Ditangani

    Tak Ada Alasan Tidak Ditangani

    Sebelumnya, lonjakan sampah saat musim buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) telah direspons cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

    Untuk mengatasi kondisi itu, Sudin LH Jaktim menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan.

    “Armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang agar penumpukan sampah dapat segera terurai,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).

    Menurut Monang, sapaan akrabnya, sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif agar akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.

    Dia juga menjelaskan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Namun, pada periode tertentu, terutama saat musim buah diakui volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.

    “Saat ini kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” ucap Monang.

  • Asus Rilis ROG Cetra Open Wireless, Earbud Gaming Open-Ear untuk Gamer Aktif

    Asus Rilis ROG Cetra Open Wireless, Earbud Gaming Open-Ear untuk Gamer Aktif

    Liputan6.com, Jakarta – Asus Republic of Gamers (ROG) memperkenalkan lini produk audio gaming baru mereka, ROG Cetra Open Wireless, di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2026.

    Sesuai kategori, earbud nirkabel berdesain open-ear ini memang ditujukan untuk bermain game, mendengarkan musik, hingga aktivitas autdoor.

    Asus menjelaskan, ROG Cetra Open Wireless dirancang untuk pengguna yang ingin menikmati audio imersif dan tetap sadar terhadap lingkungan sekitar.

    Lalu apa yang membuat earbuds ini beda dari perangkat serupa lainnya? Salah satunya terletak pada konektivitas dual-mode. Pengguna dapat memilih koneksi Bluetooth atau teknologi nirkabel latensi ultra-rendah ROG SpeedNova 2.4GHz.

    “Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi audio dan visual lebih presisi saat bermain game, terutama untuk judul-judul kompetitif yang menuntut respons cepat,” kata Asus dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

    Perusahaan asal Taiwan ini juga menyematkan dongle USB-C 2.4Ghz untuk mendukung pengisian daya satu arah. Artinya, pengguna bisa tetap mengisi daya earbuds meskipun perangkat tersebut sedang digunakan.

    Dari sisi kualitas suara, Asus mengklaim ROG Cetra Open Wireless mampu menghasilkan karakter suara lebih bersih, bass terasa penuh, serta soundstage luas.

    Hal ini bisa didapatkan berkat driver diafragma berukuran 14,2mm dengan lapisan diamond-like carbon. Perusahaan juga menyebut, desain diafragma tersebut juga mampu menekan distorsi sekaligus menjaga detail nada tinggi tetap jernih.

    Karena dipakai untuk bermain game berjam-jam, Asus juga memperhatikan kenyamanan earbuds wireless-nya ini. Earbud ini sudah dibekali ear hook ergonomis berbahan liquid silicone serta gantungan leher reflektif mampu dilepas-pasang.

    “Kombinasi ini membuat ROG Cetra Open Wireless tetap stabil saat dipakai untuk bergerak, berlari, atau berolahraga sekalipun,” ucap perusahaan.

    Tidak seperti kebanyakan earbud modern mengandalkan kontrol sentuh, earbud baru ROG ini menggunakan kontrol tombol fisik. Ini memberi pengguna kontrol lebih presisi saat gaming dan tetap responsif meski tangan berkeringat atau saat hujan.

    ROG turut menyertakan dua mode audio bawaan. Pertama ada mode Phantom Bass, dirancang untuk meningkatkan persepsi frekuensi rendah. Sedangkan kedua ada mode Immersion, membantu mengurangi kebisingan latar belakang agar suara utama tetap terdengar jelas.

    Earbud ini telah mengantongi sertifikasi ketahanan cipratan IPX5. Perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 16 jam melalui mode Bluetooth, dengan pencahayaan RGB dan mikrofon dalam keadaan mati. 

  • Kasus Kuota Haji, KPK Terima Pengembalian Uang Rp 100 Miliar dari PIHK

    Kasus Kuota Haji, KPK Terima Pengembalian Uang Rp 100 Miliar dari PIHK

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dana pengembalian dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam kasus korupsi kuota haji mencapai Rp 100 miliar.

    “Sampai dengan saat ini sudah mencapai sekitar Rp 100 miliar, ini masih akan terus bertambah,” kata Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta Selatan Jumat (9/1/2026).W

    KPK juga mengimbau pihak-pihak lain yang terlibat agar mengembalikan uang dari hasil korupsi kuota haji. Pihak-pihak tersebut diminta agar kooperatif.

    “Oleh karena itu, KPK terus mengimbau kepada pihak-pihak PIHK, biro travel ataupun asosiasi yang masih ragu-ragu silakan bisa segera mengembalikan,” ucap dia.

    Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YQC) atau Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, sebagai tersangka.

    “Terkait dengan perkara kuota haji, kami sampaikan update-nya bahwa confirmed, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yang pertama Saudara YCQ selaku eks Menteri Agama, dan yang kedua Saudara IAA selaku stafsus Menteri Agama pada saat itu,” ucap Budi.

    Dia menerangkan bahwa penyidik menemukan keterlibatan aktif IAA dalam proses diskresi penentuan kuota haji, termasuk pendistribusian kuota serta dugaan aliran dana dari pihak PIHK dan biro travel haji.

    “Penyidik tentu mempertimbangkan peran-peran aktif yang dilakukan oleh tersangka saudara IAA dalam proses diskresi, kemudian juga bagaimana pendistribusian dari kuota haji tersebut, termasuk juga terkait dengan dugaan aliran uang dari pihak-pihak PIHK atau Biro Travel Haji kepada oknum di Kementerian Agama ini,” kata dia.

  • Kondisi Anak Tiri Korban Pemerkosaan di Lampung: Alami Infeksi Saluran Kemaluan

    Kondisi Anak Tiri Korban Pemerkosaan di Lampung: Alami Infeksi Saluran Kemaluan

    Sebelumnya diberitakan, aksi bejat CS (35) terhadap anak tirinya sendiri selama bertahun-tahun akhirnya terbongkar. CS menjadikan putri tirinya sebagai pelampiasan nafsu sejak korban masih duduk di bangku SD hingga SMA.

    Tersangka berinisial CS (35), warga Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu itu diamankan di kediamannya, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

    Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra menjelaskan, pengungkapan kasus dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pringsewu, pada 26 Desember 2025.

    Saat itu, korban berinisial NSB mengeluhkan rasa sakit di bagian alat vitalnya. Ibu korban kemudian membawa anaknya ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis.

    “Hasil pemeriksaan dokter mengarah pada dugaan adanya tindakan persetubuhan yang dilakukan secara berulang,” ujar AKBP M. Yunnus, Jumat (9/1).

    Mendapatkan hasil tersebut, ibu korban menanyakan langsung kepada anaknya. Dari pengakuan korban, perbuatan keji itu diduga dilakukan oleh ayah tirinya sendiri, yakni CS. Tak terima atas kejadian yang menimpa anaknya, sang ibu langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

    Menindaklanjuti laporan itu, Satreskrim Polres Pringsewu pun bergerak melakukan penyelidikan. Setelah alat bukti dinyatakan cukup, polisi akhirnya menangkap CS.

    “Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya. CS telah melakukan tindakan asusila terhadap korban secara berulang sejak korban duduk di bangku kelas 5 SD hingga kini menginjak kelas 2 SMA. Bahkan, tersangka mengaku terakhir kali melakukan perbuatannya pada dini hari dan siang hari, tidak lama sebelum tersangka ditangkap,” bebernya.

     

  • Polisi di Deli Serdang Nekat Curi Motor Rekan Sejawat Terparkir dalam Markas

    Polisi di Deli Serdang Nekat Curi Motor Rekan Sejawat Terparkir dalam Markas

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi mengamankan personel Polri berinisial FE setelah diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ironisnya, pelaku nekat menggasak sepeda motor milik rekannya sendiri di lingkungan markas kepolisian.

    Peristiwa bermula pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025). Korban, Alfreezy Angga Sembiring (22), memarkirkan sepeda motor Honda CRF bernomor polisi BK 5174 AKC miliknya di Barak Lajang Polresta Deli Serdang, Jalan Sudirman, Lubuk Pakam.

    Saat korban sedang melaksanakan ibadah salat di masjid terdekat, ia sempat melihat pelaku FE melintas mengendarai motor miliknya tersebut. Korban awalnya mencoba berprasangka baik dan menunggu pelaku kembali.

    Namun, hingga Jumat (2/1/2026), pelaku tak kunjung menampakkan batang hidungnya, sehingga korban memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Deli Serdang.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Sat Reskrim bergerak cepat dan berhasil mengamankan FE pada Senin (5/1/2026).

    Dalam proses interogasi, FE mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku telah menjual motor sport tersebut kepada seorang pria berinisial T di daerah Tembung dengan harga Rp 9.500.000.