Author: Liputan6.com

  • Lagi Diskon! 5 HP RAM 8 GB Rp 1 Jutaan yang Layak Dibeli Sebelum Harga Naik di 2026

    Lagi Diskon! 5 HP RAM 8 GB Rp 1 Jutaan yang Layak Dibeli Sebelum Harga Naik di 2026

    Industri teknologi global saat ini sedang menghadapi tantangan serius yang diprediksi akan berdampak besar pada harga smartphone di tahun 2026. Harga smartphone Android diperkirakan akan semakin mahal, dipicu oleh biaya produksi yang meningkat, terutama biaya pasokan komponen RAM. Penyebab utamanya adalah kelangkaan chip memori, khususnya RAM, yang melonjak drastis akibat tingginya permintaan dari pusat data AI.

    Perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Meta, Amazon, Nvidia, dan OpenAI kini menyerap RAM dan chip penyimpanan dalam jumlah besar untuk menopang kebutuhan komputasi AI mereka. Lonjakan investasi pusat data AI ini memicu kelangkaan chip, memori, dan perangkat penyimpanan secara global. Analis memperingatkan bahwa harga HP dan perangkat konsumen lainnya bisa naik pada tahun 2026 karena tekanan biaya komponen ini.

    Dampak dari kelangkaan ini sangat signifikan dan perlu diwaspadai oleh konsumen.

    Kenaikan Harga RAM: Harga RAM diperkirakan akan melonjak tajam, dengan potensi kenaikan hingga 40% lagi hingga kuartal kedua 2026 menurut Counterpoint. Bahkan, Samsung dilaporkan telah menaikkan harga RAM hingga sekitar 60 persen sejak pertengahan tahun ini.

    Kenaikan Harga Smartphone: Lembaga riset industri Counterpoint Research memperkirakan harga jual rata-rata ponsel akan melonjak 6,9% secara global tahun depan. Kenaikan ini mencerminkan lonjakan biaya komponen sebesar 10% hingga 25% secara keseluruhan, dan tidak hanya akan terjadi pada ponsel flagship, tetapi juga berpotensi memengaruhi segmen menengah dan entry-level.

    Penurunan Spesifikasi (Downgrade): Vendor ponsel disebut tidak memiliki banyak pilihan selain menurunkan kapasitas RAM dan, di saat yang sama, menaikkan harga jual perangkat mereka. RAM 8GB yang saat ini menjadi standar ponsel kelas menengah diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah hingga lebih dari 50%, bahkan ponsel entry-level yang sebelumnya memiliki RAM hingga 8GB diprediksi akan kembali menggunakan RAM 4GB.

    Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, membeli smartphone dengan RAM 8GB di harga Rp 1 jutaan saat ini adalah keputusan yang sangat cerdas. Anda tidak hanya mendapatkan performa yang mumpuni untuk kebutuhan digital saat ini, tetapi juga mengamankan perangkat dengan spesifikasi yang mungkin akan sulit ditemukan di harga yang sama pada tahun-tahun mendatang. Manfaatkan diskon yang ada di sebelum harga-harga tersebut benar-benar meroket dan spesifikasi mulai dikurangi.

  • Daftar Wali Kota dan Bupati Bekasi yang Ditangkap KPK

    Daftar Wali Kota dan Bupati Bekasi yang Ditangkap KPK

    Mochtar Mohamad, yang menjabat Wali Kota Bekasi periode 2008–2012, juga pernah menjadi tersangka kasus korupsi dan suap.

    Pada 2010, KPK mulai menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Mochtar. Dia diduga menggunakan anggaran daerah untuk membiayai kepentingan pribadi, termasuk pencalonan dirinya dalam ajang penghargaan Wali Kota Terbaik tingkat internasional di Amerika Serikat, serta menyuap anggota DPRD Kota Bekasi.

    Mochtar ditetapkan sebagai tersangka pada akhir 2010, dan sempat ditahan. Dia diduga menyuap anggota DPRD agar menyetujui Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2009 agar mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK. Nilai suap mencapai Rp 4,3 miliar.

    Pada November 2011, Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis bebas kepada Mochtar. Dia dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi oleh majelis hakim. Putusan itu memicu kritik keras dari publik, lembaga antikorupsi, dan aktivis hukum.

    Namun, KPK tidak tinggal diam. Mereka mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Pada 7 March 2012, Mahkamah Agung membatalkan vonis bebas dan menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 300 juta kepada Mochtar. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

    Mochtar pun harus kembali mendekam di balik jeruji. Dia menjalani masa tahanan hingga bebas pada 2015.

    Setelah keluar dari penjara, Mochtar Mohammad sempat mencoba kembali ke panggung politik. Dia mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Bekasi dalam Pilkada 2018, namun ditolak KPU karena aturan larangan eks koruptor mencalonkan diri.

  • Jangan Jadi Korban Berikutnya, Intip 4 Tips Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Digital

    Jangan Jadi Korban Berikutnya, Intip 4 Tips Ampuh Lindungi Diri dari Penipuan Digital

    Sebelum mempercayai atau menindaklanjuti pesan, panggilan, maupun tautan yang masuk, biasakan untuk mengecek ulang informasi tersebut lebih dari sekali. Banyak penipuan memanfaatkan kepanikan atau rasa percaya yang berlebihan, sehingga penting untuk tetap tenang sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

    Salah satu cara mudah untuk memverifikasi informasi yang masuk adalah melalui aplikasi DANA. Dompet Digital DANA menghadirkan Jaminan Anti Penipuan lewat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker yang jadi bagian dari DANA Protection, yaitu teknologi keamanan canggih yang dimiliki oleh DANA untuk melindungi pengguna. Dengan yang tersedia ini, kamu bisa memastikan keaslian nomor telepon, akun media sosial, tautan, atau nomor rekening yang mengaku dari DANA, sebelum berinteraksi lebih jauh.

    Misalnya, kalau ada seseorang yang tiba-tiba mengaku dari DANA dan menghubungimu, kamu bisa langsung memastikan kebenarannya lewat fitur Cek Risiko Penipuan atau Scam Checker ini Caranya simpel, kamu tinggal buka aplikasi DANA lalu masuk ke menu DANA Protection. Setelah itu, masukkan nomor atau tautan yang ingin kamu cek dan tunggu hasil analisisnya muncul. Prosesnya cepat dan karena sudah terintegrasi dengan layanan Komdigi, hasilnya juga jauh lebih terpercaya.

    Jika terbukti terindikasi penipuan, kamu bisa langsung melaporkannya melalui fitur yang sama. Dengan cara ini, interaksi dan transaksi kamu bisa lebih aman dari jebakan penipuan. Yuk, download atau perbarui aplikasi DANA kamu sekarang dan manfaatkan Jaminan Anti Penipuan DANA agar terbebas dari risiko penipuan digital!

  • Saya Belum Bisa Bilang Apa-Apa

    Saya Belum Bisa Bilang Apa-Apa

    Liputan6.com, Jakarta – Bupati Bekasi Ade Kuswara terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (18/12/2025).  Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengaku hingga kini belum menerima konfirmasi dari aparat penegak hukum menyangkut operasi tangkap tangan.

    Dia hanya menerima laporan dari jajaran bahwa sejumlah ruang dinas telah disegel penyidik KPK.

    “Saya belum bisa bilang apa-apa karena informasinya juga baru, beritanya baru rilis dan masih simpang siur. Mudah-mudahan baik-baik saja. Belum ada konfirmasi dari APH, mungkin biar ditangani lebih lanjut, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Asep setelah memimpin apel Bela Negara, Jumat (19/12/2025). Dilansir Antara.

    Asep menceritakan, terakhir menjalin kontak dengan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dua hari lalu. Saat itu tidak ada masalah apapun yang disampaikan, hanya sebatas konteks tugas dan agenda rutinitas selaku kepala daerah.

    “Saya waktu komunikasi itu diberitahukan untuk agenda disposisi ke Babelan karena beliau akan ke Bandung. Sebatas itu saja,” ucapnya.

    Pada kesempatan itu, Asep memastikan, penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Bekasi tetap berjalan normal. Aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi hari ini terpantau normal, sejumlah aparatur terpantau beraktivitas, termasuk mengikuti kegiatan apel Bela Negara.

    “Yang pasti hari ini aktivitas di Kabupaten Bekasi tetap seperti biasa, pemerintahan berjalan dengan normal dan lancar,” tegasnya.

  • KPK Gelar 3 OTT dalam Sehari, Tangkap 25 Orang

    KPK Gelar 3 OTT dalam Sehari, Tangkap 25 Orang

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) unjuk gigi. Dalam sehari (18 Desember 2025), lembaga antirasuah tersebut melakukan tiga operasi tangkap tangan (OTT). Dari hasil 3 OTT itu, KPK juga menangkap 25 orang.

    Berikut rincian 3 OTT KPK pada 18 Desember 2025:

    1. OTT Banten

    KPK melalui Juru Bicara Budi Prasetyo mulanya mengumumkan melakukan OTT di wilayah Banten, dan menangkap sejumlah lima orang. Selain itu, uang sejumlah Rp 900 juta disita oleh lembaga antirasuah tersebut.

    KPK kemudian mengumumkan bahwa yang ditangkap dari OTT tersebut menjadi sembilan orang, yakni dilakukan di Banten dan Jakarta.

    Sembilan orang tersebut terdiri atas seorang jaksa, dua penasihat hukum, dan enam pihak swasta.

    Namun demikian, penanganan untuk dua terduga tersangka dari OTT tersebut kemudian diserahkan KPK kepada Kejaksaan Agung.

     

  • OTT Kajari Hulu Sungai Utara Kalsel Terkait Dugaan Pemerasan

    OTT Kajari Hulu Sungai Utara Kalsel Terkait Dugaan Pemerasan

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, terkait dugaan pemerasan.

    “Dugaan awalnya adalah tindak pemerasan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat (19/12) seperti dilansir Antara.

    Selain itu, Budi mengatakan KPK turut menyita barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah saat melakukan OTT terhadap Kajari Hulu Sungai Utara.

    Dia mengatakan Kajari Hulu Sungai Utara bersama Kepala Seksi Intelijen Kejari Hulu Sungai Utara Asis Budianto, dan empat orang yang sebelumnya diumumkan ditangkap sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

    “Pihak-pihak tersebut selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan secara intensif,” katanya.

     

  • Kasih Gadget ke Anak Tak Harus Bikin Khawatir, Ini Trik yang Bisa Orang Tua Coba

    Kasih Gadget ke Anak Tak Harus Bikin Khawatir, Ini Trik yang Bisa Orang Tua Coba

    Selain itu, Dhatu juga mengingatkan orang tua agar tidak langsung memberikan gadget tanpa memahami fiturnya. Menurutnya, orang tua sewajarnya perlu belajar lebih dulu sebelum menyerahkan perangkat ke anak.

    Dhatu menyoroti ekosistem Apple, khususnya iPad, memiliki banyak fitur perlindungan untuk anak. “Fitur Downtime, Apps Limit, Family Sharing, dan Communication Limit adalah beberapa aplikasi yang aku pakai, dan bisa membantu orang tua mengatur penggunaan secara konsisten. 

    Jadi bagian dari Screen Time, fitur Downtime memungkinkan pengguna untuk menjadwalkan periode waktu tertentu untuk memblokir aplikasi dan notifikasi, seperti mengizinkan panggilan telepon atau bisa mengakses aplikasi yang ditentukan.

    Seperti Screen Time, App Limits memungkinkan orangtua membatasi waktu penggunaan aplikasi tertentu seperti gim atau media sosial. Sehingga, dapat mengontrol sekaligus membatasi konten anak.

    Sedangkan untuk Family Sharing, ini adalah fitur Apple yang memungkinkan Anda dan hingga lima anggota keluarga lain untuk berbagi akses ke layanan Apple (seperti Apple Music, iCloud+, Apple Arcade), pembelian (aplikasi, film, buku), lokasi, dan membantu menemukan perangkat yang hilang, semuanya dengan akun Apple masing-masing tetap pribadi. 

    “Kalau orang tuanya tahu cara menerapkan perbatasan dengan gadget, penyampaiannya ke anak juga jadi lebih mudah dan bisa diterima,” kata Dhatu. “Gadget itu tools, bisa dipakai untuk kreativitas dan membentuk kebiasaan. Dari situ, kita bisa menjelaskan habits ke keseharian anak.”

    Saat ditanya tentang apakah sistem rewarding layak digunakan orang tua, Dhatu mengaku masih menerapkannya secara berbeda pada tiap anak.

    “Untuk anak aku yang besar, sudah harus tahu mana kewajiban. Reward-nya bukan lagi dari orang tua, tapi dari dirinya sendiri”

  • S.id Tutup 2025 dengan Rekor 1,9 Juta Pengguna, Fokus Ekspansi Teknologi AI pada 2026

    S.id Tutup 2025 dengan Rekor 1,9 Juta Pengguna, Fokus Ekspansi Teknologi AI pada 2026

    Liputan6.com, Jakarta – Platform penyedia layanan identitas digital lokal, S.id, mencatatkan rapor positif pada penghujung tahun 2025.

    Melalui pertumbuhan agresif fitur Microsite dan Shop, S.id mengklaim berhasil mengantongi 1,9 juta pengguna dengan angka kunjungan mencapai lebih dari 150 juta setiap bulannya.

    Pencapaian ini mengukuhkan posisi S.id sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi digital di Indonesia.

    “S.id Shop adalah langkah kami untuk memberikan solusi digital yang lengkap dan memudahkan kreator Indonesia dalam memonetisasi konten mereka,” ujar Direktur S.id, Dimaz Maulana, dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

    Ia menambahkan bahwa potensi ini sangat besar mengingat Indonesia memiliki ekosistem kreator terbesar di Asia Tenggara.

    “Kami ingin memastikan mereka bisa mengembangkan bisnis digital secara praktis dan efektif,” imbuhnya.

    Pertumbuhan pesat ini didorong oleh tingginya adopsi fitur Microsite oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fitur ini dinilai menjadi solusi praktis bagi pengusaha yang ingin membangun kehadiran digital secara profesional tanpa memerlukan keahlian teknis yang rumit.

    Dengan satu tautan terintegrasi, UMKM dari sektor kuliner, fashion, hingga jasa dapat menampilkan profil usaha dan katalog produk sekaligus terhubung langsung ke pelanggan.

    Di sisi lain, fitur Shop S.id juga menunjukkan tren penguatan signifikan di kalangan kreator konten dan praktisi digital. Fitur ini memfasilitasi penjualan produk digital seperti e-book, kelas daring, hingga konten premium dengan sistem pembayaran otomatis yang instan. 

     

     

  • Sekolah Masih Tertimbun Lumpur, Jalan Rusak Parah

    Sekolah Masih Tertimbun Lumpur, Jalan Rusak Parah

    Liputan6.com, Tapanuli Selatan- Penderitaan warga Desa Sibara-bara, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, kini berada di titik nadir. Pasca-bencana banjir yang menerjang beberapa waktu lalu, akses jalan utama desa tersebut berubah drastis menjadi jalur maut yang dipenuhi kubangan lumpur sedalam lutut, hingga nyaris mustahil dilewati kendaraan.

    Ironisnya, di tengah jeritan warga yang terisolasi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dianggap menutup mata dan telinga.

    Hingga kini, belum ada tindakan nyata maupun respons resmi terkait kerusakan infrastruktur yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan di desa tersebut.

    Kondisi memprihatinkan ini terungkap saat sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) turun ke lokasi untuk menyalurkan donasi. Mereka menemukan pemandangan pilu, sekolah-sekolah masih mati suri karena halaman dan ruang kelas masih tertimbun sisa-sisa lumpur banjir yang belum dibersihkan.

    Perwakilan mahasiswa dari PK PMII UNISU, Arga W., mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam saat meninjau langsung lokasi. Ia menilai pemerintah daerah telah gagal memberikan jaminan keselamatan bagi rakyatnya.

    “Jalan ini sudah tidak layak disebut jalan. Kami bertanya-tanya, apakah pemerintah daerah sedang tidur? Banjir sudah lama berlalu, tapi tidak ada satu pun alat berat yang menyentuh jalur ini. Jangan salahkan jika kami berasumsi Pemerintah Tapsel sengaja membiarkan warganya tersiksa,” tegas Arga dengan nada geram, Kamis (18/12/2025).

    Tokoh masyarakat setempat, Dalman Nasution, membeberkan bahwa warga sudah berkali-kali mengajukan permohonan dan proposal perbaikan, namun selalu berujung pada keheningan.

    “Kami tidak meminta jalan aspal yang licin. Kami hanya minta jalan ini diratakan agar kami bisa melintas dan beraktivitas. Setelah banjir, kondisi makin memburuk dan kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana,” ungkap Dalman lirih.

  • Realisasi PNBP Sektor ESDM Tembus Rp 228 Triliun Jelang Akhir Tahun

    Realisasi PNBP Sektor ESDM Tembus Rp 228 Triliun Jelang Akhir Tahun

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp 228,05 triliun per 18 Desember 2025.

    Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Gita Lestari menjelaskan, pencatatan PNBP terbagi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. Sesuai dengan mekanisme penganggaran dan pencatatan dalam APBN.

    “Pada catatan internal Kementerian ESDM, realisasi PNBP yang menjadi tanggung jawab teknis kami telah melampaui target dengan mencapai Rp 130,71 triliun atau sekitar 102,57 persen,” terang Gita, Jumat (19/12/2025).

    Sementara itu, sebagian penerimaan mencakup sebagian besar penerimaan migas dan panas bumi dicatat pada akun Kementerian Keuangan. Pada pencatatan tersebut, realisasinya mencapai Rp 97,3 triliun.

    Bila dirinci dari sisi kontribusi subsektor, Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara (Minerba) masih menjadi penyumbang terbesar PNBP ESDM dengan realisasi mencapai Rp 124,63 triliun.

    Posisi berikutnya ditempati sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan kontribusi Rp 91,82 triliun. Sementara itu, sektor Panas Bumi menyumbang Rp 2,45 triliun, serta iuran badan usaha dan layanan jasa teknis lainnya sebesar Rp 9,15 triliun.

    Dengan sisa waktu tahun anggaran yang masih tersedia, Kementerian ESDM optimistis target PNBP 2025 dapat terus dikejar. “Dengan realisasi saat ini sebesar Rp228,05 triliun, insya Allah target PNBP sektor ESDM tahun 2025 sekitar Rp 256 triliun dapat tercapai,” kata Gita.