Author: Liputan6.com

  • Jurus Industri Roda Gigi Lokal Saingi Kualitas Eropa

    Jurus Industri Roda Gigi Lokal Saingi Kualitas Eropa

    Liputan6.com, Jakarta – Selama ini, kebutuhan komponen roda gigi sampai ke proses gear grinding yang halus untuk mesin pabrik di Indonesia selalu butuh bantuan dari teknologi negara-negara di Eropa, seperti Jerman. Tetapi sekarang pabrik roda gigi lokal pun sudah berhasil menyaingi kualitas pembuatan roda gigi dari eropa.

    Untuk menghasilkan roda gigi berkualitas premium, kuat, presisi, dan tahan lama, dibutuhkan proses manufaktur yang dikendalikan secara ketat sesuai standar ISO. Adapun prinsip utama yang harus diterapkan yaitu menggunakan material berkualitas tinggi yang telah lulus pengujian komposisi kimia, kekerasan, dan kekuatan material sesuai standar, sehingga memastikan konsistensi mutu dan performa optimal dalam setiap penggunaan.

    Selain itu, menggunakan mesin-mesin yg berkualitas tinggi seperti turning, hobbing, gear generator dan di finishing dengan mesin gear lapping dan gear grinding.

    Untuk mencapai kekerasan dan daya tahan optimal, di lakukan proses penyepuhan seperti carburizing (case hardening), induction hardening, quenching and tempering sesuai dengan standar heat treatment yang berlaku, seperti JIS G 4053, DIN, AGMA dan ASTM.

    PT Seraya Perkasa Mututama menjadi pabrik manufaktur dan refurbish gearbox bersertifikat ISO 9001:2015 pertama dan satu-satunya di Indonesia.

    Pabrik roda gigi yang terletak di Cikarang Pusat, Indonesia ini memiliki mesin dengan kapasitas sampai dengan diameter 5,5 meter, dilengkapi dengan mesin gear grinding. Tidak sampai disitu, pabrik roda gigi dengan 100 persen produk Indonesia ini juga mampu memproduksi double helical gear dan spiral bevel.

    “Finishing yang akurat untuk menghasilkan permukaan yang halus dan kualitas gear yang tinggi, di gunakan proses Gear Grinding. Sekarang pabrik roda gigi dalam negeri sudah berhasil melakukannya.” ungkap Pendiri Seraya Gears, Suwandi, Minggu (20/12/2025).

     

  • Ditjen Gakkum ESDM Susuri Katingan, Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Tolak Tambang Ilegal

    Ditjen Gakkum ESDM Susuri Katingan, Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Tolak Tambang Ilegal

    Liputan6.com, Jakarta – Akses jalan yang terbatas, jarak tempuh antarlokasi yang berjauhan, hingga cuaca yang kerap berubah tak menghalangi langkah tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Gakkum ESDM). Mereka hadir langsung menyapa masyarakat Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, di wilayah yang selama ini dikenal rawan praktik tambang ilegal.

    Kehadiran negara kali ini bukan semata membawa regulasi, tetapi juga membuka ruang dialog. Ditjen Gakkum ESDM menggelar Public Awareness Campaign di kawasan Bukit Batu dan Rakumpit, Kabupaten Katingan, pada Kamis (18/12/2025). Enam titik yang dilaporkan warga sebagai lokasi Penambangan Tanpa Izin (PETI) disambangi satu per satu, mulai dari Petuk Bukit, Pager, Rakumpit, hingga area Pelabuhan Takaras.

    Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penindakan hukum. Di setiap lokasi, tim ESDM memasang papan peringatan larangan PETI di jalur keluar masuk area tambang sekaligus berdialog dengan warga sekitar, menyampaikan pesan penting soal pengelolaan sumber daya alam.

    Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Jeffri Huwae, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan berpihak pada masyarakat.

    “Pesan yang dibawa sederhana namun penting yaitu pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara legal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, serta kami tidak mau membiarkan rakyat yang menjadi korban,” jelas Jeffri di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

    Pendekatan serupa ditegaskan oleh Direktur Penyelesaian Sengketa dan Sanksi Administratif Ditjen Gakkum ESDM, Andri Budhiman Firmanto, yang memimpin langsung kegiatan tersebut di lapangan. Menurutnya, membangun kesadaran hukum menjadi langkah awal sebelum tindakan tegas dilakukan.

  • Jerit Warga di Aceh Tengah 3 Pekan Lebih Terisolir Pascabanjir: Kami Sudah Tidak Sanggup

    Jerit Warga di Aceh Tengah 3 Pekan Lebih Terisolir Pascabanjir: Kami Sudah Tidak Sanggup

    Menurutnya, warga setempat telah banyak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan pangan. “Kami bukan mau mengemis, tapi tolong buka akses jalan kami agar kami bisa berusaha,” ujar Sertalia.

    Dia menambahkan, sudah tiga pekan berlalu pascabencana, belum ada upaya perbaikan dan pemulihan oleh pemerintah untuk desa mereka. Kondisi itu, katanya, menyulitkan warga desa yang mulai kehabisan bahan pangan, obat-obatan serta kebutuhan pokok lainnya untuk bertahan hidup.

    Sementara, bantuan logistik yang pernah diterima warga desa, kata Sertalia, jumlahnya sangat terbatas dan masih jauh dari kata cukup.

    “Tenaga kami sudah habis untuk gotong-royong, buat tenda pengungsian, mengumpulkan harta benda yang masih bisa dipakai, buka jalan, buat jembatan,” katanya.

  • Pernah Terlibat Pembakaran SMA, Tujuh Anggota OPM Akhirnya Kembali ke NKRI

    Pernah Terlibat Pembakaran SMA, Tujuh Anggota OPM Akhirnya Kembali ke NKRI

    Liputan6.com, Jakarta – Tujuh anggota Kelompok TPNPB/OPM Kodap XXVII/Sinak kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Hal ini berkat Satgas Yonif 142/ksatria Jaya dibawah Komando Operasi Habema TNI.

    “Tujuh Mantan anggota TPNPB (tentara pembebasan nasional Papua Barat) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang pernah terlibat pembakaran SMA Distrik Sinak dan penyanderaan pegawai Puskesmas Sinak Barat pada tahun 2024, secara resmi menyatakan Ikrar Setia kepada NKRI dalam Acara Ikrar NKRI yang dilaksanakan di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ,” kata Dansatgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

    Ikrar setia ini disaksikan oleh aparat keamanan dan para tokoh masyarakat di Distrik Sinak.

    Dalam pernyataan ikrarnya, tujuh orang eks TPNPB/OPM dengan tegas menyatakan akan selalu setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis serta berkomitmen untuk mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Sinak.

    Dicky Maulana menegaskan, kembalinya eks TPNPB/OPM ke pangkuan NKRI merupakan bukti nyata keberhasilan operasi soft power dengan pendekatan humanis yang selama ini dikedepankan.

    “Kepada saudara-saudara kita yang hari ini telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya.

    “Kami berharap ikrar yang diucapkan hari ini dapat membawa perubahan dan pemahaman, serta menjadi contoh bagi pihak lain yang masih tergabung dengan kelompok TPNPB OPM agar tidak kembali ke jalan tersebut,” sambungnya.

    Sementara itu, salah satu perwakilan eks OPM atas nama Tenius Tabuni menyampaikan, keputusan kembali ke pangkuan NKRI diambil atas kesadaran penuh.

    Menurutnya, jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat, melainkan hanya menimbulkan penderitaan dan menghambat kemajuan Papua.

    Selain itu, Tokoh Masyarakat Distrik Sinak Tinus Talenggeng juga memberikan apresiasi atas langkah tegas yang diambil oleh tujuh eks TPNPB/OPM tersebut.

    Ikrar setia ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi pihak lain yang masih bertahan di jalan separatisme agar segera kembali dan bersama-sama membangun Papua yang Kondusif, Sejahtera dan damai.

    “Sehingga Masyarakat melaksanakan aktivitas kegiatan sehari-hari tidak merasa takut dan trauma dengan adanya ganguan dan ancaman dari pihak TPNPB/OPM,” pungkasnya.

    Reporter: Merdeka.com/Nur Habibie

  • Pernah Terlibat Pembakaran SMA, Tujuh Anggota OPM Akhirnya Kembali ke NKRI

    Pernah Terlibat Pembakaran SMA, Tujuh Anggota OPM Akhirnya Kembali ke NKRI

    Liputan6.com, Jakarta – Tujuh anggota Kelompok TPNPB/OPM Kodap XXVII/Sinak kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Hal ini berkat Satgas Yonif 142/ksatria Jaya dibawah Komando Operasi Habema TNI.

    “Tujuh Mantan anggota TPNPB (tentara pembebasan nasional Papua Barat) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang pernah terlibat pembakaran SMA Distrik Sinak dan penyanderaan pegawai Puskesmas Sinak Barat pada tahun 2024, secara resmi menyatakan Ikrar Setia kepada NKRI dalam Acara Ikrar NKRI yang dilaksanakan di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ,” kata Dansatgas Yonif 142/Ksatria Jaya, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

    Ikrar setia ini disaksikan oleh aparat keamanan dan para tokoh masyarakat di Distrik Sinak.

    Dalam pernyataan ikrarnya, tujuh orang eks TPNPB/OPM dengan tegas menyatakan akan selalu setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis serta berkomitmen untuk mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Sinak.

    Dicky Maulana menegaskan, kembalinya eks TPNPB/OPM ke pangkuan NKRI merupakan bukti nyata keberhasilan operasi soft power dengan pendekatan humanis yang selama ini dikedepankan.

    “Kepada saudara-saudara kita yang hari ini telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya.

    “Kami berharap ikrar yang diucapkan hari ini dapat membawa perubahan dan pemahaman, serta menjadi contoh bagi pihak lain yang masih tergabung dengan kelompok TPNPB OPM agar tidak kembali ke jalan tersebut,” sambungnya.

    Sementara itu, salah satu perwakilan eks OPM atas nama Tenius Tabuni menyampaikan, keputusan kembali ke pangkuan NKRI diambil atas kesadaran penuh.

    Menurutnya, jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat, melainkan hanya menimbulkan penderitaan dan menghambat kemajuan Papua.

    Selain itu, Tokoh Masyarakat Distrik Sinak Tinus Talenggeng juga memberikan apresiasi atas langkah tegas yang diambil oleh tujuh eks TPNPB/OPM tersebut.

    Ikrar setia ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi pihak lain yang masih bertahan di jalan separatisme agar segera kembali dan bersama-sama membangun Papua yang Kondusif, Sejahtera dan damai.

    “Sehingga Masyarakat melaksanakan aktivitas kegiatan sehari-hari tidak merasa takut dan trauma dengan adanya ganguan dan ancaman dari pihak TPNPB/OPM,” pungkasnya.

    Reporter: Merdeka.com/Nur Habibie

  • Harga Emas Pegadaian 21 Desember 2025 Melambung, Buatan UBS Naik Rp 10.000

    Harga Emas Pegadaian 21 Desember 2025 Melambung, Buatan UBS Naik Rp 10.000

    Sebelumnya, harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam pada Sabtu 20 Desember 2025 naik Rp 8.000 jika dibandingkan dengan perdagangan Jumat kemarin. Dengan kenaikan ini, harga emas Antam mencetak rekor termahal sepanjang masa.

    Pada Sabtu (20/12/2025), harga emas Antam dipatok Rp 2.491.000 per gram. Sedangkan pada perdagangan Jumat kemarin harga emas Antam di posisi Rp 2.483.000 per gram.

    Harga buyback emas Antam juga naik Rp 8.000. Hari ini harga buyback emas Antam dipatok Rp 2.350.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.350.000 per gram.

    Untuk diketahui, rekor tertinggi sebelumnya dicetak pada perdagangan Kamis 18 Desember 2025. Harga jual emas Antam dipatok Rp 2.487.000 per gram dan harga beli kembali di angka Rp 2.346.000 per gram.

    Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

  • Galaxy Z Trifold Ludes Terjual Meski Dibanderol Rp 40 Jutaan

    Galaxy Z Trifold Ludes Terjual Meski Dibanderol Rp 40 Jutaan

    Jika diperhatikan lebih jelas, terlihat punggung ponsel ini memiliki tekstur seperti serat karbon. Hal menarik saat memegang dan melihat langsung Galaxy Z Trifold adalah masing-masing panel memiliki ketebalan yang berbeda.

    Di panel tengah tempat cover screen memiliki ketebalan 4,0mm, panel kanan setebal 4,2 mm untuk mengakomidir modul komera dan USB-C, dan paling tipis hanya 3,9 mm untuk panel kiri tempat slot SIM.

    Seperti lini HP flagship Samsung lainnya, Galaxy Z Trifold sudah mengusung tiga kamera masing-masing berkemampuan 200MP (wide), 10MP (telephoto), dan 12MP (ultra-wide). 

    Untuk urusan performa, HP layar lipat Samsung ini sudah dilengkapi dengan chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy.

    Walau mengusung konsep ponsel layar lipat, HP Samsung ini ternyata sudah mengantongi sertifikasi IP48. Hal ini bisa tercapai karena perusahaan menggunakan frame Advanced Armor Aluminium dengan engsel titanium sehingga masing-masing panel tidak saling sentuhan saat dilipat.

    Galaxy Z Trifold menjadi smartphone pertama Samsung yang langsung mendukung Samsung DeX secara standalone. Maksudnya, pengguna tidak perlu lagi perangkat tambahan untuk mengakses 4 workspace virtual dan menjalankan aplikasi secara bersamaan.

     Dibantu Samsung DeX, ponsel ini juga bisa langsung dihubungkan ke monitor eksternal dan sudah mendukung koneksi bluetooth keyboard dan mouse untuk memberikan pengalaman memakai PC atau laptop.

    Samsung juga menyertakan fitur Galaxy AI di dalam ponsel barunya ini, seperti Photo Assist, Generative Edite, hingga Gemini Live. Gimana menurut kamu, kira-kira berapa harga Galaxy Z Trifold bila resmi meluncur di Indonesia?

  • Mutasi Kendaraan dari Luar Daerah ke Jakarta: Ini Proses, Syarat & Keuntungannya

    Mutasi Kendaraan dari Luar Daerah ke Jakarta: Ini Proses, Syarat & Keuntungannya

    Mutasi Kendaraan dari Luar Daerah ke Jakarta: Ini Proses, Syarat & Keuntungannya

  • QR Antarnegara Dorong Transaksi Mata Uang Lokal dan Perluas Inklusivitas Pembayaran

    QR Antarnegara Dorong Transaksi Mata Uang Lokal dan Perluas Inklusivitas Pembayaran

    Liputan6.com, Jakarta – Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc), Dyah N.K. Makhijani, menyatakan pengembangan QRIS lintas negara menjadi langkah strategis Indonesia dalam mendorong transaksi berbasis mata uang lokal sekaligus memperkuat inklusivitas sistem pembayaran di kawasan regional. Menurutnya, kebijakan QR Antarnegara ini sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dalam transaksi ritel lintas batas.

    “QRIS cross-border ini kan basisnya local currency transaction, jadi itu bagian dari upaya mengurangi dolarisasi dan membuat transaksi lintas negara jadi lebih efisien,” ujar Dyah dalam acara Media Briefing Catatan Akhir Tahun IFSoc, dikutip Minggu (21/12/2025).

    Ia menjelaskan, kekuatan QRIS terletak pada standarisasi dan kemudahan penggunaan yang memungkinkan sistem pembayaran nasional terhubung dengan negara lain tanpa harus bergantung pada instrumen berbasis kartu. Hal tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pembayaran digital, khususnya bagi UMKM dan sektor pariwisata.

    “Yang paling penting dari QRIS itu adalah standarnya dan inklusivitasnya, karena siapa pun bisa pakai QR, tidak harus kartu dan tidak hanya untuk tempat-tempat besar,” katanya.

    Adopsi QRIS

    Data menunjukkan adopsi QRIS terus meningkat dan menjadi fondasi bagi perluasan QR Antarnegara. Nilai transaksi QRIS domestik tercatat sebesar Rp 231,3 triliun pada 2023, melonjak menjadi Rp 659,9 triliun pada 2024, dan kembali meningkat hingga Rp 959,7 triliun per Januari–September 2025.

    Dari sisi volume, transaksi QRIS mencapai 2,1 miliar pada 2023, naik menjadi 6,2 miliar pada 2024, dan menembus 10,3 miliar transaksi per September 2025..

    Implementasi QR Antarnegara saat ini telah berjalan dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura, serta dilanjutkan dengan Jepang, sementara China dan Korea masih dalam tahap sandbox.

    Interoperabilitas tersebut mencerminkan keterbukaan Indonesia terhadap kerja sama pembayaran digital regional dan memperkuat posisi QRIS sebagai instrumen strategis dalam ekosistem sistem pembayaran Indonesia.

  • HKSN 2025, Wamensos Agus Jabo Ajak Peserta Maraton di Magelang Bantu Korban Bencana Sumatra

    HKSN 2025, Wamensos Agus Jabo Ajak Peserta Maraton di Magelang Bantu Korban Bencana Sumatra

    Liputan6.com, Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara resmi membuka Event Maraton Solidaritas untuk Sumatra yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (21/12/2025).

    Kegiatan yang diikuti sekitar 7.000 pelari dari berbagai daerah ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025.

    Maraton bertajuk Desemberun itu mengambil titik start di halaman Candi Borobudur, salah satu ikon wisata dunia. Ribuan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan lari yang tidak hanya mengusung semangat olahraga, tetapi juga solidaritas sosial.

    “Ini adalah kegiatan maraton untuk solidaritas saudara-saudara kita yang ada di Sumatra,” kata Agus Jabo.

    Dia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama, khususnya bagi korban bencana di tiga provinsi di Sumatra. Dukungan dari masyarakat di Magelang diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para korban.

    “Semoga mereka segera bangkit, semoga mereka bisa hidup normal kembali seperti sedia kala. Selamat berlari, semangat,” ucap Agus Jabo.

    Pada kesempatan ini, kegiatan maraton diawali dengan doa bersama lintas agama dari Islam hingga Hindu. Doa berisi permohonan dan permintaan kepada Tuhan agar korban terdampak Sumatra dapat segera pulih.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemensos juga menyediakan kode batang atau QR code yang dapat diakses para peserta maraton untuk menyalurkan donasi. Donasi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatra.

    Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta yang menilai kegiatan tersebut mampu menggabungkan olahraga, wisata, dan aksi sosial dalam satu momentum yang bermakna.

    Salah satunya diungkapkan oleh Peserta Maraton asal Jakarta, Adi. Dia mengikuti maraton 5K atau 5 kilometer.

    “Walaupun ini kegiatan lari, saya biasanya juga hobi tapi ini ada nilai solidaritasnya bisa bantu korban dan saudara-saudara kita di Sumatra,” ucap Adi.