Author: Liputan6.com

  • Harga Perak Diramal Tembus USD 62 per Ons pada 2026, Simak Proyeksi Analis Global

    Harga Perak Diramal Tembus USD 62 per Ons pada 2026, Simak Proyeksi Analis Global

    Berbeda dengan pandangan yang lebih berhati-hati, Maria Smirnova dari Sprott Asset Management tetap optimis terhadap masa depan perak. Ia menekankan bahwa masalah pasokan yang menghantui pasar sejak 2025 belum terselesaikan sepenuhnya. Defisit fisik yang terjadi selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan dampaknya pada pergerakan harga.

    Smirnova mencatat bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, dunia telah kehilangan pasokan tambang sebesar 80 juta ons yang belum tergantikan.

    “Membangun tambang perak baru adalah proses 5 hingga 10 tahun, bukan solusi instan,” jelasnya.

    Kurangnya aset perak berkualitas membuat perusahaan tambang besar kini berebut untuk mengakuisisi deposit yang ada.

    Sementara itu, BMO Capital Markets menaikkan proyeksi harga perak mereka sebesar 14 persen menjadi rata-rata USD 56,3 per ons untuk tahun 2026, dengan potensi menyentuh USD 60 pada kuartal keempat.

    Secara keseluruhan, meski fluktuasi jangka pendek tidak terhindarkan, fundamental pasokan yang ketat tetap menjadi mesin utama penggerak harga perak di masa depan.

  • Awal Pekan, Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Senin 22 Desember 2025

    Awal Pekan, Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Senin 22 Desember 2025

    Liputan6.com, Jakarta – Ritme aktivitas masyarakat kembali menyesuaikan kebijakan pembatasan kendaraan setelah masa akhir pekan berlalu.

    Pada awal pekan ini, Senin (22/12/2025), sistem ganjil genap Jakarta kembali dijalankan untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap terkendali di tengah meningkatnya mobilitas harian.

    Skema ganjil genap Jakarta ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk yang kerap dipadati kendaraan pribadi.

    Pemberlakuan pembatasan dilakukan seperti biasa dalam dua sesi waktu. Pada pagi hari, aturan aktif mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, sementara sesi sore berlangsung dari pukul 16.00 sampai 21.00 WIB.

    Di luar rentang waktu tersebut, pengendara dapat melintas tanpa terikat ketentuan nomor pelat. Dengan pembagian waktu ini, masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak dalam pembatasan.

    Karena bertepatan dengan tanggal genap, Senin (22/12/2025) kendaraan dengan pelat nomor kendaraan akhir genap yakni 0, 2, 4, 6, dan 8 diperbolehkan melintas sesuai aturan yang berlaku.

    Sebaliknya, kendaraan berpelat nomor kendaraan akhir ganjil yaitu 1, 3, 5, 7, dan 9 perlu menyesuaikan rencana perjalanan agar tidak terkena sanksi. Penyesuaian ini bisa dilakukan dengan mengatur ulang jam berangkat, memilih moda transportasi lain, atau menunda perjalanan hingga pembatasan berakhir.

    Yang perlu diingat, peraturan ganjil genap Jakarta ini hanya berlaku saat hari kerja Senin sampai Jumat dan tidak berlaku akhir pekan Sabtu Minggu serta tanggal merah hari libur nasional.

    Peraturan ganjil genap Jakarta ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

    Pelanggaran terhadap kebijakan ganjil genap Jakarta dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Ancaman hukuman berupa denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama dua bulan tetap berlaku, termasuk bila pelanggaran terdeteksi oleh kamera pengawas yang tersebar di sejumlah titik.

    Selain itu, juga terdapat acuan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 46 Tahun 2022, yang semuanya menjadi dasar hukum pelaksanaan pengendalian lalu lintas di wilayah Jakarta.

    Penindakan terhadap pelanggar dengan sistem pemantauan berbasis kamera pengawas elektronik atau kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang elektronik saat ganjil genap Jakarta berlaku.

    Pada hari kerja awal pekan, volume kendaraan umumnya meningkat karena aktivitas perkantoran, pendidikan, dan layanan publik kembali berjalan normal. Kondisi ini membuat ganjil genap memiliki peran penting dalam mengurangi potensi penumpukan kendaraan di jam sibuk.

    Dengan berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas secara bersamaan, perjalanan diharapkan menjadi lebih lancar dan waktu tempuh dapat ditekan.

    Selain memahami aturan, perencanaan perjalanan menjadi kunci agar aktivitas tetap berjalan tanpa hambatan. Banyak pengendara memilih berangkat lebih pagi sebelum jam pembatasan dimulai atau menunggu hingga sesi pagi berakhir.

    Alternatif lainnya adalah memanfaatkan transportasi umum yang tidak terikat ganjil genap dan memiliki jadwal yang relatif stabil.

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat, berdasarkan data kinerja lalu lintas terungkap ada peningkatan volume lalu lintas hingga 6,25%. Hal ini yang menjadi alasan Pemprov DKI melakukan penambahan ganjil genap menjadi 25 ruas jalan yang mulai berlaku…

  • Trafik Motor dari Pelabuhan Ciwandan ke Sumatera Naik pada H-5 Nataru

    Trafik Motor dari Pelabuhan Ciwandan ke Sumatera Naik pada H-5 Nataru

    Liputan6.com, Jakarta – Mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan Jawa-Sumatera semakin ramai saat H-5 periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Trafik kendaraan roda dua (sepeda motor) yang melintas melalui pelabuhan alternatif, Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, terpantau ramai mengalir dan mulai meningkat.

    Data Posko Cabang Merak periode 20 Desember 2025 pukul 08.00 WIB hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 1.029 unit kendaraan roda dua dan 945 unit truk logistik golongan VIB telah menyeberang menuju Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan.

    Angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dibandingkan Jumat, 19 Desember 2025 atau H-6, di mana realisasi kendaraan roda dua tercatat 347 unit, sementara truk logistik mencapai 613 unit. 

    “Data produksi ini mencerminkan peningkatan aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera. Karena itu, ASDP terus memperkuat pemantauan dan melakukan berbagai langkah pengaturan operasional di kawasan pelabuhan untuk memastikan kelancaran layanan,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Senin (22/12/2025).

    Menurut dia, peningkatan arus ini sejalan dengan pola pergerakan Nataru pada tahun-tahun sebelumnya, di mana puncak trafik penyeberangan Jawa–Sumatera umumnya terjadi pada rentang H-5 hingga H-1. 

    Kepadatan kendaraan tercatat pada jam-jam utama check-in, yakni pukul 20.00–02.00 WIB serta 08.00–11.00 WIB, yang menjadi periode favorit pengguna jasa.

    Trafik Kendaraan Naik 4,7 Persen

    Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama 24 jam pada H-5 (20 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 41 unit kapal beroperasi melayani penyeberangan. 

    Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 39.728 orang, meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 38.476 orang. 

    Kendaraan roda dua tercatat 1.016 unit atau naik 28,3 persen, kendaraan roda empat 4.661 unit atau naik 2,8 persen, truk 3.502 unit atau naik 2,3 persen, dan bus 434 unit, relatif stabil dibandingkan tahun lalu. 

  • 5 HP Android Rp 3 Jutaan dengan Kamera Gahar, Pilihan Menarik untuk Foto dan Konten

    5 HP Android Rp 3 Jutaan dengan Kamera Gahar, Pilihan Menarik untuk Foto dan Konten

    Liputan6.com, Jakarta – Persaingan smartphone di rentang harga Rp 3 jutaan kian memanas, khususnya pada sektor kamera kini menjadi daya tarik utama bagi konsumen.

    Sejumlah produsen menghadirkan ponsel dengan resolusi kamera tinggi, fitur fotografi canggih, hingga dukungan stabilisasi gambar yang sebelumnya hanya ditemukan di kelas premium.

    Mulai dari sensor 200 MP, OIS (Optical Image Stabilization), perekaman video resolusi tinggi, hingga teknologi pemrosesan gambar berbasis AI, kini dapat dinikmati di segmen menengah.

    Kondisi ini menjadikan HP Rp 3 jutaan tak hanya memadai untuk kebutuhan harian, tetapi juga relevan bagi pengguna gemar fotografi, videografi, hingga konten kreator pemula.

    Berikut daftar HP Rp 3 jutaan dengan kamera gahar yang layak dipertimbangkan di pasar Indonesia.

    1. Redmi Note 13 Pro 4G

    Salah satu keunggulan utama Redmi Note 13 Pro adalah sektor kameranya. Ponsel ini dibekali kamera utama 200 MP yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL, menghasilkan foto dengan detail sangat tajam bahkan dalam kondisi minim cahaya. Teknologi pixel-binning juga membantu menangkap gambar yang terang dan tajam di kondisi low light, menjadikannya unggul di kelas menengah.

    Selain itu, tersedia kamera ultra-wide 8 MP untuk pengambilan gambar lanskap atau grup, dan kamera makro 2 MP untuk memotret objek jarak dekat. Kamera depannya beresolusi 16 MP, cukup mumpuni untuk selfie, panggilan video, atau konten media sosial. Fitur-fitur seperti mode malam, AI beautify, dan perekaman video 4K turut melengkapi kemampuannya.

    Harga Redmi Note 13 Pro dengan Varian 8GB RAM / 256GB ROM: Rp 3.799.000

  • Tolak Uang Tunai Rupiah Langgar Undang-Undang!

    Tolak Uang Tunai Rupiah Langgar Undang-Undang!

    Liputan6.com, Jakarta – Baru-baru ini media sosial diramaikan oleh beredarnya potongan video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kemarahannya setelah seorang lanjut usia diduga tidak dapat bertransaksi tunai menggunakan rupiah di salah satu gerai makanan.

    BI menjelaskan bahwa ketentuan mengenai kewajiban menerima rupiah telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

    Artikel mengenai penolakan pembayaran menggunakan uang tunai rupiah ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.

    Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 22 Desember 2025:

    1. Viral Lansia Ditolak saat Bayar Tunai, BI: Menolak Rupiah Melanggar Undang-Undang!

    Baru-baru ini media sosial diramaikan oleh beredarnya potongan video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kemarahannya setelah seorang lanjut usia diduga tidak dapat bertransaksi tunai menggunakan rupiah di salah satu gerai Roti’O.

    Pembayaran di gerai tersebut menggunakan metode pembayaran non-tunai atau cashless.

    Terkait kejadian ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa penolakan terhadap rupiah dalam transaksi pembayaran bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Simak berita selengkapnya di sini

     

  • Ada Peringatan Hari Apa Saja di 22 Desember? Yuk Cari Tahu!

    Ada Peringatan Hari Apa Saja di 22 Desember? Yuk Cari Tahu!

    Berdasarkan catatan Liputan6.com, setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan kepada para ibu atas peran dan pengorbanan mereka. 

    Lebih dari sekadar ungkapan kasih sayang, Hari Ibu juga menjadi simbol perjuangan perempuan dalam mencapai kesetaraan hak dan kewajiban.

    Hari Ibu tidak hanya diperuntukkan bagi sosok ibu dalam keluarga, tetapi juga bagi seluruh perempuan yang terus berkarya dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan. Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menghargai dan mendukung peran perempuan dalam masyarakat.

    Melalui Hari Ibu, nilai-nilai penghormatan terhadap perempuan semakin dikuatkan, sekaligus menjadi momen inspiratif untuk terus mendukung semangat juang perempuan demi terciptanya masa depan yang lebih setara dan inklusif. 

    Peringatan ini berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut berlangsung di Gedung Dalem Joyodipuran, milik Raden Tumenggung Joyodipero, dan menjadi tonggak penting dalam perjuangan perempuan Indonesia.

    Perayaan Hari Ibu di Indonesia bertujuan untuk menghargai jasa para ibu dan perempuan secara keseluruhan yang telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan. 

    Selain itu, peringatan ini juga menjadi refleksi terhadap peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya saat masa kemerdekaan.

    Perjuangan kaum perempuan kala itu tidak hanya berfokus pada hak-hak mereka, tetapi juga pada upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas bangsa.

    Hari Ibu juga mengingatkan masyarakat akan peran sentral perempuan sebagai motor penggerak pembangunan bangsa, baik pada masa kini maupun di masa depan. 

    Peringatan ini menjadi momentum untuk mengakui betapa pentingnya peran perempuan dalam menciptakan keberhasilan, tidak hanya dalam lingkup keluarga tetapi juga dalam skala nasional.

  • Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Bogor Memasuki Tahap Lelang

    Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Bogor Memasuki Tahap Lelang

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor saat ini masuk proses lelang.

    “Perjalanan administrasinya sudah relatif lengkap, tinggal dilakukan kajian-kajian detail,” kata Hanif di Bogor, Minggu (21/12/2025).

    Ia menjelaskan, proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) proyek PSEL saat ini sedang berproses melalui Danantara. Sejumlah unit disebut telah masuk tahap klarifikasi untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

    “Kami melihat kesiapan lokasi ini dari berbagai aspek, mulai dari kondisi lahan, kedekatan dengan sungai, hingga akses jalan. Semua itu menjadi bahan penilaian agar ketika proyek sudah final, tidak terkendala saat dieksekusi,” lanjutnya.

    Hanif menekankan pentingnya kajian lingkungan dan sosial sejak awal. Menurutnya, beberapa proyek serupa di daerah lain gagal beroperasi karena tidak didukung kajian yang memadai.

    Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan sampah yang dinilai mengalami peningkatan signifikan. Namun, Hanif meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan kapasitas seluruh komponen penanganan sampah.

    “Bogor ini sangat krusial karena berada di hulu daerah aliran sungai Cisadane, Pesanggrahan, dan Ciliwung yang berhilir ke kota-kota besar seperti Tangerang, Depok, dan Jakarta. Kesembronoan kita mengelola hulu akan berdampak fatal bagi wilayah hilir,” tegasnya.

    Terkait luasan lahan dan dampak terhadap warga, Hanif memastikan seluruh proses akan melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Ia menyebutkan, lahan yang disiapkan lebih dari 5 hektare dan merupakan hasil kerja sama antar pemerintah daerah.

    “Ini harus kita selesaikan bersama karena timbulan sampah Kota dan Kabupaten Bogor mencapai hampir 4.000 ton per hari,” ucapnya.

    Hanif menambahkan, pemerintah menargetkan groundbreaking proyek PSEL dapat dilakukan pada awal 2026, sekitar Januari atau Februari. Namun, operasional penuh diperkirakan baru dapat berjalan sekitar dua tahun setelahnya.

    “Masalah sampah ini sudah darurat. Ayo kita kerjakan sekarang,” pungkasnya.

  • Mbah Sadikem Cari Keadilan, Tanah Warisan Diduga Berpindah Tangan

    Mbah Sadikem Cari Keadilan, Tanah Warisan Diduga Berpindah Tangan

    Liputan6.com, Jakarta – Di usia senjanya yang telah menginjak 81 tahun, Mbah Sadikem masih harus menghadapi persoalan yang tak kunjung usai. Warga Kalurahan Ngalang, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul ini terus berjuang mempertahankan hak atas tanah warisan peninggalan orang tuanya yang kini diduga telah berpindah tangan tanpa sepengetahuannya.

    Persoalan tanah tersebut mencuat ke publik setelah keponakan Mbah Sadikem, Ediyanto, mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan administrasi dalam penerbitan surat tanah atau letter C.

    Ia menyebut, tanah warisan yang sejak lama dikuasai keluarga tiba-tiba memiliki lebih dari satu pencatatan, bahkan berujung pada penerbitan sertifikat dan penjualan kepada pihak lain.

    Menurut Ediyanto, tanah yang menjadi sengketa merupakan peninggalan ayah kandung Mbah Sadikem, Karijo Setiko alias Karyo Nadi. Tanah itu tercatat dalam letter C nomor 1189 percil 913 dengan luas sekitar 3.500 meter persegi dan selama ini diyakini sebagai hak keluarga besar almarhum.

    Namun, masalah mulai muncul pada tahun 2021. Saat itu, Ediyanto mengaku terkejut karena mendapati adanya letter C lain atas nama Kariyo Taruno dengan nomor 724 percil 984. Letter C tersebut disebut memiliki objek bidang tanah yang sama dengan tanah warisan Mbah Sadikem.

    Belum selesai dengan persoalan itu, pada 2023 kembali terbit letter C atas nama Sugeng Hadi Prayitno dengan nomor 2.426 percil 922 seluas sekitar 1.600 meter persegi. Tanah tersebut kembali diklaim berada di atas objek yang sama. Situasi inilah yang kemudian memicu dugaan adanya praktik manipulasi administrasi.

    Ediyanto secara tegas menuding adanya peran oknum lurah dalam penerbitan letter C yang disebut fiktif tersebut. Menurutnya, penerbitan dokumen itu menjadi pintu masuk hilangnya hak atas tanah milik pamannya.

    “Ada oknum lurah untuk membuat letter C fiktif itu,” ujar Ediyanto.

    Ia menjelaskan, Karijo Setiko memiliki dua orang anak, yakni Mbah Sadikem dan Supartinah. Sementara Sugeng Hadi Prayitno yang namanya tercantum dalam letter C terbaru merupakan anak dari Supartinah. Ediyanto menyebut, Sugeng kemudian menjual tanah tersebut berdasarkan sertifikat yang terbit pada 2023 dan diklaim berasal dari hibah.

    Ironisnya, tanah yang kini disengketakan itu telah berpindah tangan dan di atasnya telah berdiri sebuah bangunan klinik. Nilai transaksi penjualan tanah tersebut disebut mencapai sekitar Rp 1 miliar. Meski demikian, Mbah Sadikem mengaku tidak pernah menerima bagian apapun dari hasil penjualan tanah warisan yang diyakininya sebagai haknya.

    Ediyanto berharap, hak atas tanah milik pamannya dapat dikembalikan dan persoalan ini dapat diselesaikan secara adil.

    “Jadi ketika dibutuhkan oleh pihak klinik, ya nanti urusannya ke Mbah Sadikem,” katanya.

    Menanggapi tudingan tersebut, Lurah Ngalang, Suharyanta, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa Sugeng Hadi Prayitno memang telah mensertifikatkan tanah yang menurut data administrasi kalurahan sebagian tercatat atas namanya, yakni di percil 922.

    Suharyanta menjelaskan bahwa sejak awal lahan tersebut terbagi menjadi dua bidang. Untuk percil pekarangan nomor 913, tanah tersebut telah disertifikatkan atas nama Ediyanto dan Rukani. Sementara satu bidang lainnya, sebagian telah disertifikatkan atas nama Sugeng dan sebagian lagi belum disertifikatkan, dengan luas sekitar 1.000 meter persegi.

    “Luasan dalam percil itu kalau tidak salah sekitar 1.070 meter persegi, dan yang disertifikatkan ketemu di angka sekitar 900 meter persegi,” jelasnya.

    Ia mengakui bahwa setelah tanah tersebut dijual oleh Sugeng, barulah muncul tuntutan dari Mbah Sadikem yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut. Atas persoalan itu, Suharyanta mengaku telah dimintai keterangan oleh pemerintah daerah dan juga menjalani proses penyelidikan oleh kepolisian.

    “Hasilnya tidak ditemukan unsur pidana,” ungkapnya.

    Selain itu, perkara sengketa tanah tersebut juga sempat bergulir di Pengadilan Agama. Namun, dalam proses persidangan, laporan tersebut dinyatakan ditolak dan perkara dinyatakan selesai.

    “Putusannya ditolak, dan katanya yang bersangkutan tidak melakukan upaya banding,” pungkas Suharyanta.

  • Cuaca Hari Ini Senin 22 Desember 2025: Mayoritas Jabodetabek Berawan Tebal Seharian

    Cuaca Hari Ini Senin 22 Desember 2025: Mayoritas Jabodetabek Berawan Tebal Seharian

    Cuaca Hari Ini Senin 22 Desember 2025: Mayoritas Jabodetabek Berawan Tebal Seharian

  • Duduk Perkara Guru Besar USU Dibunuh Anak Kandung, Dipicu Kasus KDRT

    Duduk Perkara Guru Besar USU Dibunuh Anak Kandung, Dipicu Kasus KDRT

    Liputan6.com, Jakarta – Dunia akademik Universitas Sumatera Utara (USU) berduka sekaligus dikejutkan dengan peristiwa tragis yang menimpa salah satu guru besarnya. Dosen Fakultas Kehutanan USU berinisial OK (58) tewas bersimbah darah setelah ditikam oleh anak kandungnya sendiri, HFZ (18), di kediaman mereka, Jalan Aluminium III, Kecamatan Medan Deli. Peristiwa ini bermula dari konflik di internal keluarga yang memuncak.

    Berdasarkan keterangan polisi, pelaku yang merupakan mahasiswa semester dua Teknik Komputer USU ini nekat menghabisi nyawa ayahnya karena diduga tak tahan melihat sang ibu terus-menerus menjadi korban penganiayaan.

    Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, mengungkapkan bahwa emosi pelaku meluap saat menyaksikan korban sedang menganiaya ibunya.

    HFZ sempat mencoba melerai, namun situasi semakin memanas hingga ia mengambil pisau dapur dan menikam korban berkali-kali.

    “Motifnya adalah sakit hati. Pelaku mengaku kesal karena korban kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya maupun terhadap pelaku sendiri,” ujar Iptu Agus, Minggu (21/12/2025).