Author: Liputan6.com

  • Alasan Pramono Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Jakarta: Empati Korban Bencana Sumatera

    Alasan Pramono Larang Kembang Api Saat Malam Tahun Baru di Jakarta: Empati Korban Bencana Sumatera

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta akan dibalut dengan doa bersama lintas agama sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

    Pemprov DKI juga meniadakan kembang api dan menggantinya dengan pertunjukan visual berupa video mapping dan drone yang mengangkat tema kepedulian Jakarta terhadap para korban bencana.

    “Jadi ada doa bersama semua agama. Yang jelas, semua agama akan ada di tempat itu (titik-titik perayaan) karena kan apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).

    Kebijakan menggelar doa bersama diterapkan di seluruh titik perayaan Tahun Baru yang digelar oleh Pemprov DKI, termasuk di kantor-kantor wali kota. Langkah ini diambil menyusul rentetan musibah yang melanda sejumlah wilayah Tanah Air, terutama di Sumatra.

    “Tadi berkembang dalam rapat, karena sekarang ini musibah tidak hanya di Sumatra, meskipun yang utama tetap di Sumatra, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” kata Pramono.

    Dalam perayaan Tahun Baru kali ini, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan delapan titik perayaan. Angka ini berkurang dari rencana awal sebanyak 14 titik. Adapun pengurangan dilakukan untuk memusatkan kegiatan dan menjaga kekhidmatan suasana.

    “Titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas,” terang Pramono.

    Meski begitu, kawasan Monas tetap akan diisi dengan rangkaian perayaan tanpa menghadirkan kerumunan, yakni melalui video mapping.

    Pramono menyebut, Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik utama perayaan malam pergantian tahun. Di lokasi tersebut, dia dan Wakil Gubernur Rano Karno akan hadir langsung mengikuti rangkaian acara, termasuk doa bersama lintas agama.

    Selain Bundaran HI, kawasan Kota Tua hingga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat juga menjadi titik perayaan Tahun Baru 2026.

  • Bonnie Blue Dilarang Masuk Indonesia Selama 10 Tahun, Ini Alasan Imigrasi

    Bonnie Blue Dilarang Masuk Indonesia Selama 10 Tahun, Ini Alasan Imigrasi

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali resmi mengajukan penangkalan selama 10 tahun terhadap warga negara asing (WNA) berinisial TEB alias Bonnie Blue per 12 Desember 2025.

    Usulan tersebut disampaikan melalui surat nomor WIM.20-GR.03.02-19449 menyusul serangkaian pelanggaran hukum dan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan kreator konten dewasa tersebut selama berada di Bali.

    “Betul, (kami tangkal selama) 10 tahun, bukan enam bulan seperti yang disebutkan yang bersangkutan dalam video,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Imigrasi Yuldi Yusman seperti dikutip dari siaran pers diterima, Senin (22/12/2025).

    Yuldi menjelaskan, kasus bermula dari keresahan masyarakat terkait aktivitas TEB dan belasan WNA lainnya yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

    Alhasil, kata dia, TEB bersama belasan WNA lainnya diamankan oleh Polres Badung di sebuah studio di Pererenan pada 4 Desember lalu atas dugaan pembuatan konten pornografi.

    “Meski hasil pemeriksaan gawai menunjukkan adanya video pribadi, polisi menyatakan unsur pidana tidak terpenuhi karena konten tersebut hanya untuk dokumentasi pribadi dan tidak disebarluaskan,” tutur Yuldi.

    Bonnie diamankan petugas bersama LAJ (27), INL (24), dan JJT (28). Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka terbukti menggunakan mobil bak terbuka bertuliskan ‘BONNIE BLUE’s BANGBUS’ untuk berkeliling Bali demi kepentingan konten, yang dinilai membahayakan keselamatan.

     

    Seorang warga Myanmar di Indianapolis menanggapi kebijakan baru Amerika Serikat yang menghentikan pengajuan imigrasi dari 19 negara. Ia khawatir kerabatnya tak bisa keluar dari negara yang terdampak perang.

  • Sempat Kabur Saat OTT, Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara Diserahkan ke KPK

    Sempat Kabur Saat OTT, Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara Diserahkan ke KPK

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Asis Budianto (ASB); dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi (TAR) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Total keduanya menerima uang hingga Rp 1,1 miliar lebih dari hasil praktik rasuah.

    Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan, dua jaksa tersebut diduga menerima uang saat menjadi perantara maupun di luar perantara dari Kepala Kejari (Kajari) Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN).

    “ASB (Asis Budianto) yang merupakan perantara APN tersebut, dalam periode Februari-Desember 2025, diduga menerima aliran uang dari sejumlah pihak sebesar Rp63,2 juta,” tutur Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

    Sementara tersangka Tri Taruna Fariadi, lanjut dia, menerima uang hingga Rp 1,07 miliar ketika di luar menjadi perantara Albertinus.

    “Rinciannya pada 2022 berasal dari mantan Kepala Dinas Pendidikan Hulu Sungai Utara senilai Rp 930 juta, kemudian pada 2024 yang berasal dari rekanan sebesar Rp 140 juta,” jelas dia.

  • 5 Monitor Gaming Samsung Odyssey dengan Refresh Rate Tinggi, Siap Hadapi Tantangan Gaming Tahun Depan

    5 Monitor Gaming Samsung Odyssey dengan Refresh Rate Tinggi, Siap Hadapi Tantangan Gaming Tahun Depan

    Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan monitor gaming kini melaju sangat cepat. Resolusi QHD, refresh rate di atas 165Hz, hingga panel OLED mulai menjadi standar baru bagi gamer yang menginginkan visual halus dan responsif. Samsung melalui lini Odyssey menghadirkan beragam pilihan monitor gaming yang dirancang untuk kebutuhan berbeda—mulai dari kasual hingga kompetitif.

    Namun, di balik performa layar yang semakin kencang, ada satu hal yang sering luput diperhatikan: kesiapan sistem secara keseluruhan, terutama di tengah isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan komponen memori tahun depan. Berikut pembahasan lima monitor gaming Samsung Odyssey yang layak dipertimbangkan.

    1. Samsung Odyssey G5 G50D 32″ QHD 180Hz LS32DG502EEXXD

    Monitor ini hadir dengan panel IPS berukuran 32 inci, resolusi QHD, dan refresh rate hingga 180Hz. Kombinasi tersebut membuat pergerakan dalam game terasa sangat mulus, terutama untuk genre FPS dan action cepat.

    Dengan dukungan AMD FreeSync dan kompatibilitas G-Sync, tearing dan stuttering dapat ditekan seminimal mungkin. Namun, refresh rate tinggi seperti ini baru terasa optimal ketika sistem mampu menyuplai frame secara stabil. Di sinilah kesiapan hardware menjadi faktor penting, apalagi jika ke depan upgrade komponen semakin mahal.

    2. Samsung Odyssey G5 G55C 32″ Curved QHD 165Hz LS32CG552EEXXD

    Varian ini menawarkan layar 1000R curved yang dirancang mengikuti lengkungan mata manusia, memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif. Panel VA dengan refresh rate 165Hz dan response time 1ms membuat visual tetap tajam meski di adegan cepat.

    Monitor ini cocok bagi gamer yang gemar bermain dalam durasi panjang. Namun, resolusi QHD dan layar besar berarti beban pemrosesan juga meningkat. Jika performa sistem tidak seimbang, potensi monitor ini tidak akan sepenuhnya terasa—sesuatu yang perlu dipikirkan di tengah tren komponen yang kian mahal.

    3. Samsung Odyssey OLED G85SB 34″ Curved Ultra-Wide LS34BG850

    Mengusung panel QD-OLED, monitor ini menjadi salah satu yang paling premium di jajaran Odyssey. Ukuran 34 inci dengan rasio 21:9, refresh rate 175Hz, serta response time nyaris instan menghadirkan kualitas visual yang sulit ditandingi.

    Monitor ini bukan hanya ideal untuk gaming, tapi juga multitasking dan konten kreatif. Namun, layar ultra-wide dengan kualitas OLED menuntut sistem yang benar-benar siap. Tanpa dukungan performa yang memadai, keunggulan panel OLED beresolusi tinggi ini tidak akan maksimal—sebuah tantangan tersendiri jika upgrade hardware semakin terbatas tahun depan.

    4. Samsung Odyssey G65B 32″ QHD 240Hz LS32BG652EEXXD

    Inilah salah satu monitor QHD non-OLED dengan refresh rate tertinggi, mencapai 240Hz. Ditujukan untuk gamer kompetitif, G65B juga dibekali HDR600 dan desain 1000R curved yang agresif.

    Menjalankan game di frame rate setara 240Hz bukan perkara mudah. Monitor ini jelas menyasar pengguna dengan sistem kelas atas. Di tengah kabar naiknya harga komponen dan pasokan yang makin ketat, monitor seperti ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara layar dan performa sistem adalah kunci.

    5. Samsung Odyssey G5 G55C 27″ QHD 165Hz LS27CG552EEXXD

    Bagi yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran lebih ringkas, versi 27 inci ini bisa jadi pilihan ideal. Tetap mengusung QHD, refresh rate 165Hz, dan desain 1000R curved, monitor ini menawarkan pengalaman gaming imersif tanpa membutuhkan meja besar.

    Meski lebih ‘ramah’ dari sisi ukuran dan harga, kebutuhan performa tetap tidak bisa diabaikan. Resolusi tinggi dan refresh rate cepat tetap menuntut sistem yang mampu menjaga kestabilan frame.

    Monitor Kencang, Sistem Harus Siap

    Tren monitor gaming saat ini jelas mengarah ke refresh rate semakin tinggi dan resolusi semakin tajam. Samsung Odyssey berhasil menjawab kebutuhan tersebut dengan pilihan yang sangat beragam. Namun, dengan isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan komponen memori di tahun mendatang, gamer perlu lebih bijak dalam memilih monitor. Layar dengan spesifikasi tinggi akan terasa maksimal jika didukung sistem yang seimbang—bukan hanya sekarang, tetapi juga untuk jangka panjang.

    Memilih monitor gaming kini bukan sekadar soal ukuran dan refresh rate, melainkan juga soal strategi menghadapi ekosistem hardware yang makin kompetitif.

  • Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Diisi Doa Bersama Lintas Agama

    Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Diisi Doa Bersama Lintas Agama

    Meski begitu, kawasan Monas tetap akan diisi dengan rangkaian perayaan tanpa menghadirkan kerumunan, yakni melalui video mapping.

    Pramono menyebut, Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik utama perayaan malam pergantian tahun. Di lokasi tersebut, dia dan Wakil Gubernur Rano Karno akan hadir langsung mengikuti rangkaian acara, termasuk doa bersama lintas agama.

    Selain Bundaran HI, kawasan Kota Tua hingga Lapangan Banteng, Jakarta Pusat juga menjadi titik perayaan Tahun Baru 2026.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan perayaan Tahun Baru di Jakarta tidak akan dilakukan secara berlebihan penuh kemeriahan. Hal tersebut menyusul bencana yang terjadi di tiga provinsi Indonesia, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

    Pramono menyebut, Jakarta sebagai ibu kota negara akan menjadi sorotan nasional maupun internasional dalam perayaan Malam Tahun Baru, sehingga konsep acara harus mencerminkan kesederhanaan dan empati.

    “Yang pertama yang paling utama adalah enggak ada kemeriahan yang berlebihan yang bersifat mewah-mewah, enggak, saya enggak mau,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

  • Sempat jadi Polemik, Beras 30 Ton dari Uni Emirat Arab Akhirnya Didistribusikan ke Korban Banjir Sumatera

    Sempat jadi Polemik, Beras 30 Ton dari Uni Emirat Arab Akhirnya Didistribusikan ke Korban Banjir Sumatera

    Liputan6.com, Jakarta – Beras 30 ton bantuan beras dari NGO Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab (UEA) yang sempat menimbulkan polemik akhirnya didistribusikan ke masyarakat terdampak banjir Sumatera Utara dan Aceh. Beras ini sempat dikembalikan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, atas instruksi pemerintah pusat.

    Kali ini, bantuan 30 ton beras dari UEA itu didistribusikan oleh Muhammadiyah Sumatera Utara sebanyak 25 ton dan melalui Muhammadiyah Aceh sebanyak 5 ton. Penyerahan bantuan 30 ton beras dan pemberangkatan bantuan tersebut berlangsung, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl SM Raja 136 Medan, Senin.

    Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Hasyimsyah Nasution menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasinya melalui Muhammadiyah.

    Muhammadiyah di Sumatera Utara melakukan upaya tanggap bencana melalui tiga pase, pertama tanggap darurat yang berlangsung sejak 27 Nopember 2025 hingga 5 Januari 2026 mendatang.

    Kemudian diikuti dengan program transisi darurat ke pemulihan yang akan berlangsung sejak 6 Januari hingga 31 Januari 2026 dan ketiga program rehabilitasi dan rekonstruksi pada Februari sampai  2026 mendatang.

    Hasyimsyah menjelaskan pelaksanaan tanggap darurat bencana dilakukan Muhammadiyah melalui One More One Respon. Artinya semua aktifitas tanggap darurat dilakukan melalui satu pintu kebijakan dan itu dilakukan lewat MDMC ( Muhammadiyah Disaster Manager Center) LRB ( Lembaga Relisiliansi Bencana).

    Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto, bahwa sejak tanggap bencana dilakukan, MDMC bersama semua komponen Muhammadiyah di tiga provinsi (Aceh, Sumut dan Sumbar) telah hadir di 20 Kabupaten dan Kota dengan membuka 24 pos pelayanan.

    Kata Hendrayanto, ada sebanyak 14.318 jiwa korban yang ditangani. Untuk itu MDMC menurunkan 655 relawan yang berasal dari relawan lokal ditambah relawan yang didatangkan dari beberapa regional di Jawa.

    Indrayanto mengatakan, MDMC dalam pengelolaan tanggap bencana memberikan layanan berupa layanan kesehatan, penyediaan air bersih, logistik makanan, psikososial, pendidikan darurat sampai huniar darurat.

    “Dalam pelayanan kesehatan, Muhammadiyah menghadirkan tenaga medis dari 14 rumah sakit Muhammadiyah dari seluruh Indonesia melalui 42 tim Emergency Medical Team (EMT) yang beroperasi diberbagai terdampak. Bersamaan penyerahan bantuan beras juga diberangkatkan bantuan LazisMU berupa paket Family Kids yang diperuntukkan bagi pelajar-pelajar yang terdampak di beberapa kawasan,” katanya.

    Ketua PW Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa hadir saat penerimaan secara simbolis bantuan beras sebanyak 5 ton dari NGO UEA itu. Dia mengatakan, bencana yang terjadi adalah tsunami darat, tsunami yang datang dari gunung. Berbeda dengan tsunami laut, tsunami darat daya hancurnya lebih dahsyat dan luas.

    Dia menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah yang telah membagi 5 ton beras untuk Aceh dan terima kasih kepada Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah memberi bantuan tanggap darurat untuk Aceh Tamiang.

    “Sesungguhnya kondisi Aceh masih sangat parah. Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah masih sangat terisolasi. Aceh masih membutuhkan banyak bantuan, khususnya membuka isolasi Aceh Tengah dan Bener Meriah,” katanya.

  • Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Sambangi Tangsel, Tangani Masalah Penumpukan Sampah

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Sambangi Tangsel, Tangani Masalah Penumpukan Sampah

    Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU saat ini tengah membantu untuk melakukan indeks risiko terhadap TPA Cipeucang. Lantaran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah memintanya untuk ditutup.

    Di sisi lain, Kota Tangsel sendiri sedang diusulkan untuk masuk ke dalam program waste to energy yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Sehingga lautan sampah di sana bisa diolah menjadi listrik melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

    “Tangerang Selatan ini masih di dalam tahap evaluasi, termasuk untuk menentukan titik lokasi untuk (proyek) waste to energy-nya,” pungkas Dewi.

    Sebelumnya, permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten belum juga kunjung selesai. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH) setempat menutup tumpukan sampah yang sudah menggunung dengan terpal dan menyemprotkan cairan agar tidak berbau.

    Penanganan itu dilakukan di sejumlah titik, seperti di bawah flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong. Upaya yang dilakukan adalah menutup tumpukan sampah menggunakan terpal serta melakukan penyemprotan rutin guna meminimalisir bau tidak sedap dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

    “Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Bani Khosyatullah, Senin (15/12/2025).

    Dia juga menambahkan, penyemprotan dilakukan menggunakan cairan ramah lingkungan yang berfungsi menekan aroma tidak sedap, sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah.

    Bani mengatakan, petugas juga terus disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

    “Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” ucap dia.

  • Menko AHY Tegaskan Komitmen Pulihkan Infrastruktur Rusak Pascabencana

    Menko AHY Tegaskan Komitmen Pulihkan Infrastruktur Rusak Pascabencana

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan komitmennya untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan seiring dengan proses tanggap darurat serta pemulihan wilayah terdampak yang masih berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota.

    “Hari ini Kami kembali membuka ruang kolaborasi dalam semangat peduli dan berbagi untuk bisa membantu masyarakat saudara-saudara kita yang sampai dengan hari ini terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/12/2025).

    Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

    AHY menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mulai masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

    “Selain pemerintah terus fokus menyelesaikan tanggap darurat bencana dan sambil masuk pada proses recovery tentu fokus pada upaya perbaikan infrastruktur dasar yang rusak, hancur, hilang akibat banjir bandang dan juga longsor, yang kita ketahui telah melumpuhkan aktivitas masyarakat, aktivitas ekonomi di cukup banyak kabupaten kota di tiga provinsi tersebut,” jelasnya.

     

    Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,menyebabkan sungai di kawasan itu meluap dan menahan laju puluhan warga serta relawan medis bencana Sumatra.

  • Kemenag Siapkan Rp 192 M untuk Pemulihan Madrasah dan Pendidikan Keagamaan Terdampak Bencana di Sumatera

    Kemenag Siapkan Rp 192 M untuk Pemulihan Madrasah dan Pendidikan Keagamaan Terdampak Bencana di Sumatera

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana banjir di tiga provinsi di Sumatera. Dari Rp 60 triliun anggaran yang dialokasikan Presiden Prabowo Subianto untuk banjir Sumatera, Kementerian Agama (Kemenag) mendapat sekitar 192 miliar.

    Nasaruddin menyampaikan khusus di lingkungan Kementerian Agama, telah disiapkan dana sebesar Rp 155 miliar dan tambahan Rp 37,95 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk mendukung pemulihan madrasah, perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan swasta, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya yang terdampak bencana.

    “Presiden dan saya sepakat, jangan biarkan para siswa dan mahasiswa ini putus harapan. Mereka masih punya masa depan,” kata Nadaruddin dikutip dari siaran persnya, Senin (22/12/2025).

    Dia menyebut sejumlah madrasah mengalami kerusakan, bahkan ada yang hilang akibat bencana. Nasaruddin memastikan kementeriannya akan berupaya membantu pemulihan sarana pendidikan tersebut secara bertahap.

    “Untuk adik-adik yang sedang kuliah atau sekolah, saya ingin menegaskan, jangan khawatir. Insya Allah akan dipermudah. Jangan sampai ada yang menyerah dengan kondisi ini,” tuturnya.

    Menurut dia, Kemenag juga telah mengalokasikan Rp3 miliar untuk pembangunan tahap awal satu bangunan penunjang. Namun, Nasaruddin menekankan bahwa penanganan bencana di Aceh merupakan persoalan jangka panjang.

    “Ini tidak bisa selesai dalam beberapa bulan. Ada persoalan lahan, sawah, tanggul, dan relokasi yang butuh perencanaan matang dan biaya tambahan,” jelas Nasaruddin.

    Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir di Sumatera. Nasaruddin berharap seluruh masyarakat dapat melewati masa sulit ini bersama-sama.

    “Kita terus berkoordinasi langsung dengan Presiden. Saya berdoa semoga kita bisa melewati semua ini dengan baik, Insha Allah,” ucap Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

  • Vokasi UI Dukung Pengembangan Desa Wisata dan Permainan Tradisional Lewat Siniar

    Vokasi UI Dukung Pengembangan Desa Wisata dan Permainan Tradisional Lewat Siniar

    Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Padang Wicaksono, S.E., Ph.D mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud penerapan yang nyata bagi pendidikan vokasional yang berdampak sosial.

    “Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa tidak hanya menjadi media pembelajaran praktis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian berbagai target Sustainable Development Goals, seperti kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, hingga kemitraan untuk mencapai tujuan,” ungkap Padang.

    Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Penyiaran Multimedia Vokasi UI, Peny Meliaty Hutabarat, S.Sos., M.S.M. mengatakan siniar itu bertujuan untuk mendorong masyarakat lokal agar mampu menyuarakan cerita dan aktivitas mereka secara digital.

    “Persembahan video podcast kami, sebagai sebuah konten multifungsi, diharapkan dapat memperkuat engagement, memperluas jangkauan, memberi nilai lebih bagi audiens maupun pembuatnya, dan yang pasti melestarikan kearifan permainan tradisional di Indonesia,” jelas Peny.

    Video siniar tersebut diproduksi oleh mahasiswa Penyiaran Multimedia selama tiga hari. Proses produksi melibatkan enam orang mahasiswa, yaitu Rifqi Nugroho Prathama sebagai Project Leader, Fribiamini Asyura Zafira dan Clarissa Monica Paemba sebagai Creative dan Concept Idea, Zulhaq Nurul Huda sebagai Camera Person dan Director of Photography (DOP), Muhammad Akbar Anugrah sebagai Assistant Camera Person, serta Muhammad Zahran sebagai Editor.