Author: Liputan6.com

  • 47 Ribu Ekstasi Disembunyikan Dalam Tas Ransel, Bakal Dikirim ke Pekanbaru

    47 Ribu Ekstasi Disembunyikan Dalam Tas Ransel, Bakal Dikirim ke Pekanbaru

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi menangkap dua orang dan menyita sembilan bungkus paket berisi 47 ribu butir narkotika jenis ekstasi di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Ekstasi itu dibawa dengan menggunakan sepeda motor.

    Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan pengungkapan tersebut dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit III yang dipimpin Kompol Ade Zaldi. Hal itu usai mendapatkan informasi adanya penjemputan ekstasi dalam jumlah besar di Kota Dumai, Jumat (12/12).

    “Petugas mengamankan dua tersangka berinisial R (47) dan rekannya W beserta sembilan bungkus paket diduga ekstasi yang dibawa menggunakan sepeda motor,” kata Kombes Putu Yudha di Pekanbaru, Senin (22/12).

    Dari hasil penggeledahan, polisi menyita dua tas ransel hitam berisi sembilan paket diduga ekstasi. Selain itu juga dua unit telepon seluler, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion.

    Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka R mengaku barang haram tersebut akan diserahkan kepada tersangka lain berinisial F (34) di Kota Pekanbaru.

    Tim kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka F di sebuah bengkel sepeda motor di Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Sabtu (13/12) dini hari.

    “Barang bukti rencananya akan dikirim dan diedarkan ke Provinsi Jambi yang dikendalikan via ponsel oleh bandar yang berada di Jambi,” papar Kombes Putu.

    Dari hasil pengembangan di Jambi telah diamankan 2 orang tersangka inisial FA (39) dan AF (37). Seluruh tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Ditresnarkoba Polda Riau untuk pengembangan jaringan lebih lanjut, serta penyidikan tindak pidana pencucian uang.

  • Huawei MatePad 12X Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan Tablet PC-Lite Setara Laptop

    Huawei MatePad 12X Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keunggulan Tablet PC-Lite Setara Laptop

    Liputan6.com, Jakarta – Huawei Indonesia resmi membawa Huawei MatePad 12X ke Tanah Air. Tablet ini ditujukan untuk profesional dan kreator membutuhkan perangkat kerja ringkas namun bertenaga, seiring meningkatnya ritme kerja fleksibel dan mobilitas tinggi.

    Huawei menilai, kebutuhan perangkat produktivitas kini tidak lagi terpaku pada laptop. Oleh karena itu, MatePad 12X dikembangkan sebagai tablet berperforma setara PC untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas penting secara lebih praktis, cepat, dan efisien.

    Senior Account Manager Huawei Indonesia, Edy Supartono, pada acara Hands-On MatePad 12X, Senin (22/12/2025), mengatakan, tablet ini dirancang untuk menjawab kebutuhan produktivitas pengguna modern yang membutuhkan perangkat fleksibel namun tetap bertenaga.

    “Apa yang membuat tablet Huawei terasa seperti laptop itu ada dua, dari sisi software dan hardware. Karena itulah MatePad 12X kami sebut sebagai PC-Lite,” ujar Edy.

    Spesifikasi Produktivitas PC-Level

    Dari sisi perangkat lunak, Huawei MatePad 12X mengandalkan PC-Level WPS Office 3.0 dirancang untuk menangani kebutuhan kerja intens. Pengguna dapat membuka banyak dokumen dalam satu tampilan tab, menyisipkan dokumen atau tautan langsung ke file lain, hingga mengolah tablet pivot dan rumus matematika kompleks seperti di laptop.

    Fitur multi-window view memungkinkan pengguna menjalankan beberapa dikumen sekaligus dalam layar. Toolbar dibuat intuitf dengan tampilan menyerupai versi desktop. Hal ini membuat pengguna tidak perlu beradaptasi ulang seperti pada aplikasi office versi mobile.

    “Interface-nya ini sangat familiar seperti office di laptop. Bahkan membuka banyak file di tablet ini justru lebih praktis karena cukup pakai tab,” jelas Edy. 

  • Pernah Kalah Pilkada, Ini Profil Wagub Bangka Belitung Tersangka Kasus Ijazah Palsu

    Pernah Kalah Pilkada, Ini Profil Wagub Bangka Belitung Tersangka Kasus Ijazah Palsu

    Liputan6.com, Jakarta – Polri menetapkan Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hellyana sebagai tersangka kasus ijazah palsu. Dalam perkara ini, Hellyana dilaporkan oleh seorang mahasiswa bernama Ahmad Sidik.

    “Iya benar (ditetapkan tersangka),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (22/12/2025).

    Sidik yang merupakan mahasiswa Universitas Bangka Belitung menemukan adanya ketidaksesuaian terkait tahun kelulusan Hellyana dari Universitas Azzahra.

    Hellyana mengklaim lulus dari Universitas Azzahra pada tahun 2012. Namun, pada sistem PD Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Hellyana tercatat sebagai mahasiswa Universitas Azzahra pada 2013 dan berstatus tidak aktif sejak 2014.

    Informasi yang dirangkum Liputan6.com, Hellyana lahir pada tanggal 26 Juli 1977 di Tanjung Pandan. Dia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Tanjung Pandan dari tahun 1992 hingga 1995.

    Hellyana pernah menjabat sebagai anggota DPRD Bangka Belitung selama dua periode berturut-turut, yakni dari tahun 2009 hingga 2019. Setelah itu, ia melanjutkan kiprah di tingkat provinsi sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2019–2024, di mana ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi I.

    Hellyana juga tercatat sebagai Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangka Belitung.

    Pada Pemilihan umum Bupati Belitung 2018, ia maju sebagai calon Bupati Belitung didampingi oleh Junaidi Rachman, namun kalah dengan pasangan Sahani Saleh-Isyak Meirobie.

    Pada Pemilihan umum Gubernur Kepulauan Bangka Belitung 2024, ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mendampingi Hidayat Arsani selaku Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

  • Pertamina Kerahkan Kapal Salurkan Penyaluran Energi ke Wilayah Terdampak Banjir Sumatera

    Pertamina Kerahkan Kapal Salurkan Penyaluran Energi ke Wilayah Terdampak Banjir Sumatera

    Sebelumnnya, Pertamina Patra Niaga terus mempercepat pemulihan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Upaya ini dilakukan melalui skema distribusi darurat, termasuk pemanfaatan pesawat Air Tractor untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih terbatas.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa distribusi BBM ke Bener Meriah dilakukan secara bertahap dan adaptif mengikuti kondisi lapangan.

    “Distribusi BBM ke wilayah Bener Meriah saat ini dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat Air Tractor setiap hari, selama kondisi cuaca memungkinkan. Skema ini kami jalankan sejak 13 Desember 2025 untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan operasional penanganan bencana tetap terpenuhi hingga situasi benar-benar membaik,” jelas Fahrougi.

    Fahrougi menambahkan, penyaluran BBM juga mulai menjangkau SPBU setempat seiring dengan mulai pulihnya akses distribusi.

    “Pada 16 dan 18 Desember, kami telah merealisasikan penyaluran BBM ke SPBU 13.245.409 dan SPBU 14.245.464 di Kabupaten Bener Meriah. Pada hari ini (19/12), kami juga telah menyalurkan BBM ke SPBU 14.245.438 dan SPBU 14.245.499 di Kabupaten Aceh Tengah. Sebelumnya, pasokan BBM juga difokuskan untuk mendukung operasional alat berat dan kebutuhan penanganan darurat di wilayah terdampak,” tambahnya.

    Hingga saat ini, total 29.500 liter BBM telah disalurkan ke wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang terdiri atas 11.500 liter Biosolar dan 18.000 liter Pertalite.

    Dari jumlah tersebut, 16.000 liter dialokasikan untuk dukungan penanganan bencana melalui BNPB dan TNI, serta 10.000 liter Pertalite dan 3.500 liter Solar untuk penyaluran perdana ke SPBU.

  • BTN Siapkan Uang Tunai Rp 19,67 Triliun Sambut Natal dan Tahun Baru

    BTN Siapkan Uang Tunai Rp 19,67 Triliun Sambut Natal dan Tahun Baru

    BTN Siapkan Uang Tunai Rp 19,67 Triliun Sambut Natal dan Tahun Baru

  • BPJS Ketenagakerjaan dan PGI Kolaborasi Perkuat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Lingkungan Gereja

    BPJS Ketenagakerjaan dan PGI Kolaborasi Perkuat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Lingkungan Gereja

    Liputan6.com, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan bersama Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pendeta serta para pekerja di lingkungan gereja. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di sektor keagamaan.

    Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto dengan Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. Melalui kerja sama ini, BPJS Ketenagakerjaan dan PGI berkomitmen untuk mendorong kepesertaan aktif bagi Pendeta, pekerja dan jemaat di lingkungan gereja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan ruang lingkup meliputi sosialisasi dan edukasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada para pekerja dan Pendeta di sektor Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU).

    Eko Nugriyanto menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada seluruh pekerja, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang mengabdikan diri di bidang pelayanan keagamaan. Penandatanganan PKS dengan PGI merupakan langkah untuk mencapai Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di seluruh Indonesia, dengan iuran mulai dari Rp 16.800 per bulan diharapkan seluruh pekerja aktif terlindungi dari risiko kerja.

    “Pendeta dan pekerja gereja memiliki peran penting dalam pelayanan sosial dan spiritual kepada masyarakat. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman dan tenang,” ujar Eko.

    Perbesar

    Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto dengan Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.. (Sumber: BPJS Ketenagakerjaan)

    Pada kesempatan yang sama Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyambut baik penandatanganan PKS ini sebagai langkah progresif dalam meningkatkan kesejahteraan Pendeta dan pekerja di lingkungan gereja di seluruh Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan nilai-nilai gereja dalam menjunjung tinggi keadilan sosial dan perlindungan bagi sesama.

    “Dengan adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, para Pendeta dan pekerja di lingkungan gereja dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas pelayanan, tanpa harus khawatir terhadap risiko kerja yang mungkin terjadi,” ungkap Jacklevyn.

    Dengan ditandatanganinya PKS ini, BPJS Ketenagakerjaan dan PGI berharap semakin banyak Pendeta, pekerja dan jemaat di lingkungan gereja yang terdaftar sebagai peserta aktif, sehingga para pekerja dapat terlindungi dari risiko kerja mulai dari berangkat menuju tempat kerja, saat bekerja, sampai kembali ke rumah setelah bekerja.

    Perbesar

    Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terkait kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pendeta serta para pekerja di lingkungan gereja. (Sumber: BPJS Ketenagakerjaan)

    Penandatanganan PKS ini menjadi ruang kolaborasi lanjutan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan gereja-gereja anggota PGI di seluruh Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta partisipasi aktif gereja dalam mendaftarkan Pendeta dan pekerja di lingkungan gereja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

    Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan secara inklusif.

     

    (*)

  • Lahan Huntara di Sumut dan Aceh Disiapkan Jadi Tempat Relokasi Warga Terdampak Banjir

    Lahan Huntara di Sumut dan Aceh Disiapkan Jadi Tempat Relokasi Warga Terdampak Banjir

    Liputan6.com, Jakarta – Upaya pemulihan warga terdampak banjir bandang di Sumatera Utara dan Aceh mulai bergerak ke tahap yang lebih konkret. Sejumlah pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas dukungan percepatan penanganan bencana, khususnya dalam penyediaan lokasi hunian sementara (huntara), yang menjadi kunci relokasi warga dari kawasan rawan banjir.

    Di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Aceh Tamiang, kepastian lokasi huntara menguat setelah areal perkebunan milik PTPN disiapkan untuk mendukung relokasi. Langkah ini dinilai membuka jalan bagi percepatan pemindahan warga dari permukiman lama yang rusak berat dan tak lagi layak huni atau bahkan hilang tersapu banjir beserta lumpur.

    Respons serupa juga tampak di berbagai wilayah lain terdampak banjir. Sejak akhir November lalu, dukungan logistik, alat berat, hingga penanganan pengungsi menjangkau sedikitnya 15 kabupaten/kota di Sumatera Utara dan Aceh.

    Warga Batang Toru Siap Direlokasi

    Di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, pemerintah daerah menetapkan relokasi sebagai solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini bermukim di bantaran Sungai Batang Toru. Kawasan tersebut rusak parah akibat banjir bandang dan dinilai berisiko tinggi jika kembali dihuni.

    Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, relokasi akan memanfaatkan lahan perkebunan PTPN IV yang berada di wilayah setempat. Luas lahan yang disiapkan lebih dari lima hektare dan diperkirakan dapat menampung sekitar 227 kepala keluarga.

    “Insya Allah akan segera dibangun hunian bagi warga di daerah aliran Sungai Batang Toru yang sudah tidak layak lagi dihuni. Kami berharap proses administrasi dan teknis bisa berjalan cepat karena kebutuhan warga sangat mendesak,” ujar Gus Irawan, Senin (22/12/2025).

    Ia juga mengapresiasi langkah cepat PTPN IV yang, sambil menunggu pembangunan huntara, meminjamkan rumah karyawan yang kosong untuk ditempati sementara oleh warga terdampak.

     

     

     

     

  • Harga Kakao Dunia Melonjak, Hadiah Cokelat Musim Liburan Ini Mungkin Palsu

    Harga Kakao Dunia Melonjak, Hadiah Cokelat Musim Liburan Ini Mungkin Palsu

    Volatilitas harga kakao membuat pelaku industri berada dalam posisi sulit. Produsen besar biasanya melakukan lindung nilai harga hingga delapan sampai sepuluh bulan ke depan, namun produsen kecil tidak memiliki fleksibilitas yang sama. Akibatnya, tekanan harga lebih cepat dirasakan oleh merek-merek kecil dan produk mass market.

    Kontrak berjangka kakao untuk pengiriman Maret terakhir tercatat diperdagangkan di kisaran hampir USD 5,9 ribu, sekitar hampir Rp 100 juta per ton di New York. Namun, harga ritel baru akan merespons perubahan ini beberapa bulan kemudian, karena banyak produsen masih menggunakan stok kakao yang dibeli saat harga sedang tinggi.

    Berbagai perusahaan rintisan kini menawarkan “cokelat bebas kakao” berbahan dasar karob, biji bunga matahari, buncis, hingga biji labu. Selain alasan harga, produsen alternatif menyoroti isu keberlanjutan dan etika rantai pasok kakao sebagai nilai jual utama.

    Planet A Foods dari Jerman mencatat lonjakan permintaan produk alternatif, seiring meningkatnya konsumsi cokelat global, terutama di negara-negara berkembang seperti China dan India.

    CEO Foreverland, Massimo Sabatini, menilai cokelat alternatif akan semakin umum, terutama pada produk di mana kakao bukan bahan utama, seperti biskuit, sereal, dan camilan berlapis cokelat. Sementara itu, cokelat batangan murni berpotensi menjadi produk premium dengan harga tinggi.

    “Di industri cokelat, terdapat banyak produk, mulai dari batang cokelat hingga produk di mana kakao bukanlah protagonis utama tetapi hanya sebagai pelengkap,” kata Sabatini. “Saya percaya cokelat alternatif akan menggantikan pasar besar ini, sementara batang cokelat murni akan semakin menjadi produk mewah,” tambahnya.

    Fenomena cokelat mahal juga terlihat di pasar tertentu seperti Dubai, di mana beberapa produk cokelat premium dijual hingga 80 euro per kilogram.

  • 8 Blok Migas Potensial Dilelang, Ada Sumber Daya Jumbo hingga 15 Miliar BOE

    8 Blok Migas Potensial Dilelang, Ada Sumber Daya Jumbo hingga 15 Miliar BOE

    Pemerintah membuka akses Dokumen Lelang mulai 22 Desember 2025. Untuk mekanisme Penawaran Langsung, dokumen dapat diakses hingga 3 Februari 2026, dengan batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi pada 5 Februari 2026.

    Sementara itu, akses dokumen Lelang Reguler dibuka hingga 17 April 2026, dengan batas akhir pemasukan pada 21 April 2026. Seluruh proses pendaftaran dan akses data dilakukan secara daring melalui laman resmi Kementerian ESDM.

    Di sisi lain, Dirjen Migas juga menetapkan PT Proteknik Utama sebagai pemenang WK Gagah di daratan Sumatera Selatan. Wilayah kerja ini diperkirakan memiliki sumber daya sekitar 173 juta barel minyak atau 1,1 triliun kaki kubik gas.

    Sebagai pemenang, perusahaan diwajibkan membayar Bonus Tanda Tangan sebesar USD300.000 serta memenuhi Komitmen Pasti USD4,25 juta dalam tiga tahun pertama eksplorasi.

    “Pemerintah berharap pemenang dapat berkontribusi terhadap keamanan energi Indonesia di masa depan. Kami juga menghimbau agar pemenang untuk dapat melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama,” pungkas Laode.

  • Puluhan Tahun Gelap, Desa Hilisebua Kini Nikmati Listrik Lewat Program BPBL

    Puluhan Tahun Gelap, Desa Hilisebua Kini Nikmati Listrik Lewat Program BPBL

    Yuliot menjelaskan, pada tahun 2025 jumlah penerima BPBL di Kabupaten Nias mencapai 467 rumah tangga, dari total 3.500 sambungan rumah tangga di Provinsi Sumatera Utara. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Pada 2022, penerima BPBL di Nias tercatat 46 rumah tangga, meningkat menjadi 65 rumah tangga pada 2023, kemudian 30 rumah tangga pada 2024. Tahun 2025 menjadi capaian tertinggi sepanjang pelaksanaan program tersebut di wilayah Nias.

    Berdasarkan data Kementerian ESDM, penerima BPBL di Nias tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Bawolato, Gido, Idanogawo, Botomuzoi, hingga Sogae’adu. Dengan capaian ini, Kabupaten Nias menjadi penerima BPBL terbanyak kedua di Sumatera Utara setelah Kabupaten Tapanuli Utara.

    Sementara itu, Bupati Nias Ya’atulo Gulo mengakui masih ada desa yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Namun ia menilai perhatian pemerintah pusat telah membawa perubahan nyata.

    “Kami berkeyakinan bahwa program ini dapat memberikan akses yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nias,” pungkasnya.