Author: Liputan6.com

  • Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

    Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

    Hasil Geledah Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara: 49 Dokumen dan 5 Barbuk Elektronik Disita

  • BMKG Sebut Iklim Indonesia di 2026 Lebih Stabil dan Tak Seekstrem 2024

    BMKG Sebut Iklim Indonesia di 2026 Lebih Stabil dan Tak Seekstrem 2024

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan iklim Indonesia pada 2026 relatif lebih stabil dan tidak seekstrem tahun 2024 yang ditandai dengan suhu tinggi dan cuaca ekstrem berkepanjangan.

    Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers “Climate Outlook 2026” yang diikuti di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada kuartal pertama 2026.

    “Prediksi kami menunjukkan bahwa setelah Maret 2026, kondisi iklim global akan kembali ke fase netral dan bertahan hingga akhir tahun,” kata dia dilansir Antara, Selasa (23/12/2025).

    Dia menjelaskan suhu udara rata-rata nasional pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran 25–29 derajat Celsius, masih dalam rentang klimatologis yang normal.

    BMKG mencatat suhu rata-rata nasional 2026 tidak akan melampaui rekor panas seperti yang terjadi pada 2024, seiring pengaruh pendinginan sementara akibat La Nina lemah.

  • Ada Selebgram Gabung Sindikat Peredaran Narkoba di DWP, Identitasnya Terungkap

    Ada Selebgram Gabung Sindikat Peredaran Narkoba di DWP, Identitasnya Terungkap

    Dari enam sindikat, total terdapat 17 tersangka yang terdiri dari 16 warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Selain itu, terdapat tujuh orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Menurut Dirtipidnarkoba Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, sindikat pertama terdiri dari dua orang tersangka berinisial G dan AA selaku kurir serta satu DPO berinisial RA alias Bos selaku pengendali kurir.

    “Dari sindikat satu ini kami amankan barang bukti berupa sabu 31.008 gram atau kurang lebih 31 kilogram. Selain itu, ekstasi sejumlah 796 butir, happy water 135 gram, dan ketamine 1.066 gram,” katanya.

    Berikutnya, sindikat kedua terdiri dari lima orang tersangka dan dua orang DPO. Lima tersangka tersebut adalah DF selaku pengedar kokaina dan MDMA, EA selaku penyedia MDMA, MS selaku komplotan sindikat, AJR selaku penyedia kokaina dan MDMA, serta MGB selaku pengedar MDMA, ekstasi, ganja, dan kokaina.

    “Kemudian, TDS yang saat ini masih DPO berperan sebagai penyedia barang (kokaina). Selanjutnya, P juga masih DPO berperan sebagai penyedia barang (ekstasi dan ganja),” imbuhnya.

    Dari sindikat kedua, penyidik menyita barang bukti berupa kokaina sebanyak 6,53 gram, MDMA sebanyak 8,29 gram, ekstasi sebanyak 12 butir, dan ganja sebanyak 6,48 gram.

  • Kunjungi Aceh Tamiang, Mendagri Tito Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana

    Kunjungi Aceh Tamiang, Mendagri Tito Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana

    Liputan6.com, Aceh Tamiang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Senin (22/12/2025). Dalam kunjungannya tersebut, Mendagri menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di daerah itu.

    Bantuan yang diserahkan sebanyak 62.169 paket, terdiri atas selimut, kemeja, sarung, mukena, pembalut, beras, dan aneka makanan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, serta sejumlah perusahaan garmen.

    Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Mendagri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025). Mendagri mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi perusahaan garmen yang ingin menyalurkan bantuan berupa pakaian. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Presiden Prabowo.

    “Saya tahu di pengungsian banyak yang kurang pakaian, kemudian juga selimut, kain sarung, kemudian juga ada kebutuhan makanan, kebutuhan untuk wanita, untuk anak-anak, dan lain-lain,” ujarnya.

    Ia berharap berbagai bantuan tersebut dapat membantu para korban. Pemerintah juga berencana kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

    “Kami kira itu usaha yang mudah-mudahan ini bisa meringankan, dan ini (bantuan) bukan sekali, kita akan lanjutkan lagi,” tandasnya.

     

  • Disebut Kirim Bantuan Kosong ke Korban Bencana Sumatera, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox

    Disebut Kirim Bantuan Kosong ke Korban Bencana Sumatera, TNI Jelaskan Konsep Airdrop dengan Helibox

    Muatan logistik yang dikemas berupa kebutuhan logistik, seperti beras atau mi instan, disusun dengan perhitungan khusus agar tidak menguncup ke bawah atau remuk di udara saat dilepas dari pesawat.

    “Tali-tali pengikat disusun membentuk kipas, sesuai pakem penerjunan, guna menjaga keseimbangan helibox saat melayang menuju daratan,” kata Supriyanto.

    Lebih lanjut, dia memaparkan, terdapat empat lapis penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, kata Supriyanto, pemeriksaan oleh tim rigger saat pengepakan. Kedua, pemeriksaan ulang oleh tim rigger dan personel hanggar TNI AU saat pemuatan ke truk.

    Ketiga, sambung dia, pengecekan oleh kru pesawat sebelum proses loading. Keempat, koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.

    “Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini, alhamdulillah, tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian oknum atau warganet,” tutur Supriyanto.

    Ia berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang keliru agar masyarakat memahami bahwa setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, cermat, dan berlapis, demi memastikan logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

    “Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” pungkasnya.

     

  • Gara-gara Utang, Pria di Malang Tewas Ditikam Temannya

    Gara-gara Utang, Pria di Malang Tewas Ditikam Temannya

    Liputan6.com, Jakarta – Gara-gara masalah utang, MHA membunuh temannya Eko Supriyanto di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Polisi sudah menangkap pelaku. Dari kasus ini pula terungkap bahwa pelaku juga pengedar narkoba.

    Peristiwa pembunuhan di Malang ini terjadi pada 11 Desember 2025 lalu. Awalnya, Eko (22) warga Pakisaji, Kabupaten Malang pinjam uang sebesar Rp 5 juta kepada MHA (29) warga Sukun, Kota Malang. Uang itu untuk kebutuhan modifikasi motor milik korban.

    Wakil Kepala Polres Malang Kompol Bayu Marfiando mengatakan, korban masih memiliki sisa utang sebesar Rp 2.450.000 yang belum dibayar. Pelaku kemudian bertemu dengan korban di rumah teman mereka di Putat Lor, Gondanglegi pada 11 Desember 2025 sekitar pukul 10.30 WIB.

    “Saat korban mau ke belakang rumah bersama seorang temannya, pelaku meminta korban duduk untuk bicara,” kata Bayu, Selasa (23/12/2025).

    Karena korban tak menggubris ajakan itu, pelaku lalu menghampirinya. MHA lalu berbicara agar korban menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Korban merespons dengan jawaban tak akan lari dari masalah.

    “Pelaku emosi mendengar jawaban itu dan langsung memukul korban,” ujar Bayu.

    Pelaku MHA mengeluarkan sebilah senjata tajam yang dibawanya dan menusukkan ke arah dekat alat vital dan bawah dada korban. Ternyata korban Eko juga sudah menyiapkan senjata tajam dan mencoba menyerang, namun gagal. Korban roboh di lokasi kejadian, sedangkan MHA kabur.

    “Korban meninggal dunia di puskesmas karena pendarahan hebat,” ucap Bayu.

    Polisi lalu memburu pelaku pembunuhan itu. Sejauh ini, motif utama peristiwa pembunuhan di Gondanglegi, Malang itu adalah masalah utang. Polisi bisa ditangkap pelaku pada 13 Desember 2025. Ternyata pelaku juga seorang residivis kasus narkoba.

  • Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Libur Nataru, Barantin Ingatkan Penumpang Pahami Aturan Karantina Hewan dan Barang Bawaan

    Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk memastikan kembali barang bawaan mereka, terutama makanan dan hewan, agar tidak melanggar ketentuan karantina di daerah tujuan.

    Sementara itu, bagi penumpang yang berencana membawa hewan peliharaan, diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan karantina yang ditetapkan oleh balai karantina setempat.

    “Kalau kita memastikan, sebenarnya teman-teman yang mau pulang kampung atau liburan itu kadang enggak paham persyaratan karatina. Nah ini diingatkan teman-teman yang ingin berpergian, perhatikan masing-masing daerah punya status penyakit,” ujar Sahat, saat memantau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (23/12/2025).

    Ia mencontohkan, jika seseorang berlibur ke Bali dan membawa hewan peliharaan, ada larangan membawa hewan yang berpotensi menularkan rabies (HPR). Sementara itu, bagi yang menuju Papua, pemerintah daerah setempat melarang membawa babi, baik dalam bentuk hewan hidup maupun dagingnya.

    “Jadi ada hal-hal seperti itu, beda pulau beda kebijakan dan status penyakitnya. Informasi itu silahkan tanya ke karantina sebelum melakukan keberangkatan. Hal ini juga ikut membantu, agar Indonesia tidak ada sebaran penyakit-penyakit,” ujarnya.

    Begitu juga yang akan membawa hewan peliharaan ke luar negeri, calon penumpang harus mengisi persyaratan karantina hewan peliharannya. Perhatikan vaksinasinya hingga dokumen penunjang lainnya.

    Sementara itu, Sahat juga menegaskan, pengawasan dan pelayanan karantina diperketat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

     

  • Buaya Penghuni Sungai di Kota Depok Muncul ke Darat, Suka Berjemur Dekat SMA

    Buaya Penghuni Sungai di Kota Depok Muncul ke Darat, Suka Berjemur Dekat SMA

    Liputan6.com, Jakarta – Seekor buaya tampak memperlihatkan diri dan sedang berjemur di batang pohon aliran Kali Caringin, Sawangan, Depok. Lokasi penampakan buaya berada persis di seberang SMAN 5 Depok dan sempat menimbulkan kekhawatiran wali murid.

    Salah seorang guru SMAN 5 Depok, Nurbaiti Fadillah mengatakan, buaya berada di aliran Kali Caringin yang berada di sebelah SMAN 5 Depok, sudah ada sejak tahun lalu. Awalnya ada dua ekor buaya berukuran kecil, kini buaya tersisa satu ekor yang terlihat dan sudah berukuran besar.

    “Ada dua kecil, sempat yang satu itu ditangkap sama sekuriti sekolah, sempat kita taruh di ember gitu,” ujar Nurbaiti saat ditemui Liputan6.com, Selasa (23/12/2025).

    Nurbaiti menjelaskan, buaya yang tertangkap sempat dibawa komunitas pencinta reptil. Kini tersisa satu buaya yang kerap keluar dari air untuk berjemur di batang pohon.

    “Satu lagi memang masih ada di lokasi kali, dan itu posisinya di parkiran guru, timbul tenggelam gitu,” jelas Nurbaiti.

    Buaya kerap memperlihatkan sekitar pukul 11.00 WIB atau kondisi cuaca sedang panas, serta di sekitar lokasi kemunculannya tampak sepi. Kemunculan buaya sempat dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Pemadaman Kota Depok, namun tidak berhasil mengevakuasi buaya.

    “Karena setiap muncul, kita enggak tahu itu posisinya si buaya yang itu, atau beda buaya, takutnya kan banyak,” terang Nurbaiti.

    Penampakan buaya yang dilihat Nurbaiti dekat dapur sekolah, sempat dilaporkan ke kepala sekolah dan dilanjutkan ke dinas terkait. Para tenaga pendidik SMAN 5 Depok merasa khawatir akan keberadaan reptil dari Kali Caringin ke sekolah.

    “Karena bukan cuma buaya yang ada di sini, tapi biawak, ular kobra sempat ada di sekolah, ini juga dikhawatirkan wali murid saat rapat,” ungkap Nurbaiti.

    Perbesar

    Lokasi kemunculan buaya di Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

    Sejumlah pencinta reptil dan beberapa komunitas sudah berusaha untuk melakukan penangkapan. Diduga buaya yang kerap ditemukan di sekitar kali Caringin dekat SMAN 5 Depok, merupakan buaya yang lepas dari penangkaran.

    “Kalau dugaannya buaya yang lepas dari penangkaran dan terbawa arus Kali Caringin saat banjir,” ucap Nurbaiti.

    SMAN 5 Depok telah melaporkan keberadaan buaya hingga reptil ke sejumlah instansi dan dinas di Pemerintah Kota Depok.

    “Makanya kita khawatir itu takutnya ada induknya, ada rumahnya (sarangnya), kami dari sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pencegahan,” pungkas Nurbaiti.

  • Sopir Minim Pengalaman dan Tak Hapal Rute

    Sopir Minim Pengalaman dan Tak Hapal Rute

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi melaporkan update Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV terjadi pada Senin (22/12/2025) di Simpang Susun Exit Tol Krapyak (KM 420+200), Kota Semarang. Bus itu membawa 34 penumpang dari Jatiasih/Jakarta menuju Yogyakarta dengan melaju kencang.

    Kecelakaan bermula ketika bus hilang kendali di tikungan tajam yang menurun, menabrak pembatas jalan, dan terguling. Tercatat 16 korban meninggal dunia dan 17-18 korban luka-luka.

    Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyatakan bahwa 15 jenazah disemayamkan di RSUP Dr. Kariadi Semarang serta satu di RSUD Tugurejo Semarang.

    “Yang pertama kami ucapkan duka cita, berbelasungkawa, dan ikut prihatin atas kejadian dini hari tadi pukul 01.00 WIB, kecelakaan lalu lintas bus yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 8 orang luka-luka,” kata Hari.

    Tim DVI Polda Jateng telah mengidentifikasi seluruh korban tewas secara akurat, dengan sebagian besar berasal dari Boyolali, Bogor, Klaten, dan daerah lain. Sementara itu, Polrestabes Semarang dan Polda Jateng masih mendalami penyebab kecelakaan.

    Terungkap sopir yang mengemudikan bus saat kejadian adalah Gilang Ihsan Faruq (22 tahun), warga Bukittinggi, Sumatra Barat, yang berstatus sebagai sopir cadangan. Sopir utama (atau sopir cadangan lainnya) disebutkan dalam daftar korban selamat sebagai Robert Pratama Putra.

    Gilang Ihsan Faruq, sopir cadangan, serta kernet telah diamankan untuk pemeriksaan, termasuk tes urine yang hasilnya negatif narkoba.

     

  • Viral Pungli Parkir di Kawasan Braga Bandung, Ini Respons Dishub

    Viral Pungli Parkir di Kawasan Braga Bandung, Ini Respons Dishub

    Dilansir Liputan6, video viral beredar di media sosial, pengunjung Jalan Braga Kota Bandung yang mengeluh ‘dipalak’ parkir liar Rp 15.000. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung bereaksi.

    Dedi Mulyadi mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Kota Bandung untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku tindakan pungli parkir. Dia pun mengusulkan agar pelaku dikirim ke barak militer apabila pungli dikategorikan sebagai pelanggaran yang relatif ringan.

    “Ya kalau mau dibarakmiliterkan, kemudian nanti mengikuti pelatihan, kemudian diarahkan untuk bekerja pada sektor apa. Kan gitu, itu yang menjadi solusi. Misalnya nanti direkrut menjadi tenaga parkir resmi. Jukir resmi ya,” ucap Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (22/12/2025).

    Dedi Mulyadi mengirim pesan ke seluruh pemerintah daerah untuk menindak tegas segala bentuk pungutan liar (pungli) di segala sektor.

    “Jadi saya sudah sampaikan juga tadi bahwa harus mulai fokus pada penataan tidak boleh lagi ada parkir liar, pungutan liar, koordinator-koordinator para pedagang, yang di dalamnya hanya memperkaya beberapa orang dan membuat Kota Bandung jadi kumuh,” kata Dedi.

    Pemprov Jabar akan memberikan tindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang melakukan pungli. Terlebih, kata dia, saat ini telah memasuki libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Mau masyarakat biasa, mau kelompok manapun, kita akan proses sesuai dengan ketentuan hukum, karena Kota Bandung itu adalah kota yang memiliki nilai-nilai kepariwisataan yang tinggi yang harus dibuat nyaman terhadap para pengunjungnya ya,” jelas Dedi.