Author: Liputan6.com

  • Gempa M 3,9 Guncang Gayo Lues Akibat Aktivitas Sesar Besar Sumatera

    Gempa M 3,9 Guncang Gayo Lues Akibat Aktivitas Sesar Besar Sumatera

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik Magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Kamis malam pukul 21.06.46 WIB. Gempa ini dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Oreng.

    Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Hendro Nugroho mengatakan berdasarkan hasil analisis, episenter gempa berada pada koordinat 4.14° LU dan 97.48° BT atau tepatnya di darat, sekitar 24 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 2 kilometer.

    “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Oreng,” jelasnya.

     

    Google telah mengembangkan sistem peringatan deteksi gempa yang bisa memberikan notifikasi beberapa saat sebelum gempa terjadi, serta memberikan saran apa yang harus dilakukan.

  • Polisi Selidiki Bangunan untuh di Koja Jakut

    Polisi Selidiki Bangunan untuh di Koja Jakut

    Liputan6.com, Jakarta – Polsek Koja, Jakarta Utara, tengah menyelidiki insiden runtuhnya bangunan parkir dua lantai di Jalan Patimura I Nomor 81, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis (25/12/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    “Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” kata Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto di Jakarta, Kamis.

    Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memintai keterangan sejumlah saksi. Pemilik bangunan diketahui berinisial RS (58). Akibat insiden ini, kerugian materi dialami berupa empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda ontel.

    “Dari keterangan saksi, kejadian bangunan runtuh ini berawal saat saksi memarkir sepeda motor. Tiba-tiba bangunan di sebelah pesantren yang digunakan untuk parkir kendaraan runtuh. Saat kejadian tidak ada orang, tapi sejumlah kendaraan ada di bawahnya,” ujar Andry.

    Bangunan seluas sekitar 144 meter persegi tersebut diketahui telah berdiri selama tiga tahun. Lokasinya berada di samping Pondok Pesantren Misi Islam.

     

    ulau Haruku, Maluku Tengah tengah jadi sorotan usai terjadi bentrokan antar dua desa, yakni Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Selasa, 25 Januari kemarin. Konflik yang terjadi diduga karena masalah sengketa lahan.

  • Natal 2025 Dirayakan Sederhana sebagai Bentuk Solidaritas untuk Korban Bencana

    Natal 2025 Dirayakan Sederhana sebagai Bentuk Solidaritas untuk Korban Bencana

    Liputan6.com, Jakarta – Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyatakan perayaan Natal 2025 dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas nasional di tengah duka yang masih dirasakan masyarakat, khususnya para korban bencana di Sumatra.

    “Kesederhanaan ini adalah wujud kepekaan sosial. Kegembiraan tidak boleh memutus empati, dan solidaritas harus tetap menjadi ruh perayaan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, di Jakarta, Kamis.

    Menurut Stefanus, Natal tidak boleh berhenti pada simbol dan perayaan semata. Di tengah bencana dan luka sosial, Natal menjadi panggilan iman untuk menghadirkan solidaritas serta keberpihakan nyata kepada sesama.

    Stefanus juga mengapresiasi langkah respons kemanusiaan yang telah dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dalam penanganan dan pemulihan korban banjir di Sumatra.

    “Kami mengapresiasi pemerintah dan solidaritas masyarakat. Inilah fondasi penting agar pemulihan berjalan adil, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Polri dan seluruh elemen masyarakat lintas iman, termasuk Banser, Kokam, dan organisasi keagamaan lainnya yang turut menjaga keamanan selama perayaan Natal.

    “Pengamanan Natal adalah simbol gotong royong dan toleransi. Ini menunjukkan bahwa persaudaraan lintas iman masih menjadi kekuatan utama bangsa,” kata Stefanus.

     

    Ratusan personil kepolisian sudah bersiaga jelang Misa malam natal di gereja Katedral. Kendaraan taktis juga sudah terparkir di depan pos pengamanan.

  • Geger Penemuan Jasad Mahasiswi Dalam Selokan Banjarmasin, Polisi Tangkap Seorang Pria

    Geger Penemuan Jasad Mahasiswi Dalam Selokan Banjarmasin, Polisi Tangkap Seorang Pria

    Liputan6.com, Banjarmasin – Penemuan jasad mahasiswi di dalam selokan membuat geger warga di Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin. Tak lama usai penemuan jasad itu, Satreskrim Polresta Banjarmasin, berhasil meringkus seorang pemuda berinisial MS (20), yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan mahasiswi tersebut.

     

    “Belum 24 jam pelaku sudah ditangkap oleh Polresta Banjarmasin dan pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 09.00 Wita akan kami rilis resmi kasusnya,” kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi di Banjarmasin, Kamis.

    Untuk diketahui, korban berinisial ZD (20) mahasiswi, warga Lok Tamu, Kacamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

    Kasus ini sebelumnya berawal dari penemuan mayat yang mana menyebutkan, jasad korban ZD pertama kali ditemukan petugas kebersihan jalan yang sedang bekerja di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

    Mendengar adanya hal tersebut, petugas Polresta Banjarmasin bersama Inafis Satreskrim Polresta Banjarmasin langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP dan mengamankan area.

    Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin menggunakan ambulans relawan.

    Pengungkapan identitas korban tersebut saat kedua orang tua korban datang ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, pada Rabu (24/12) sekitar pukul 15.30 WITA. Keduanya memastikan jasad perempuan tersebut adalah putri sulung mereka.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan hasil visum luar menemukan bekas jeratan di leher serta lengan korban diduga pernah diikat. Temuan ini memperkuat dugaan adanya unsur tindak pidana.

    Terkait motif dan identitas pelaku, masih menunggu hasil konferensi pers yang akan dipimpin oleh Kabid Humas Polda Kalsel, pada Jumat esok.

     

     

     

  • Puting Beliung Hantam Permukiman di Lampung, Atap Rumah Warga Beterbangan

    Puting Beliung Hantam Permukiman di Lampung, Atap Rumah Warga Beterbangan

    Liputan6.com, Jakarta – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Terjangan angin kencang yang datang tiba-tiba membuat atap rumah warga beterbangan dan memicu kepanikan.

    Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan peristiwa terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, warga tengah beraktivitas seperti biasa sebelum cuaca berubah ekstrem.

    “Angin puting beliung menerjang atap rumah warga di Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka,” kata Rahmad kepada Liputan6.com, Kamis (25/12/2025).

    Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Rumah milik Marhakim (55) mengalami kerusakan paling parah setelah sekitar 100 lembar atap seng terlepas dan terbang terbawa angin. Sementara rumah Maulana (45) kehilangan dua lembar atap seng, dan rumah Aslani (45) mengalami kerusakan pada 10 genteng tanah yang pecah.

    Menurut keterangan korban, angin datang sangat cepat dan kuat. Salah satunya, Marhakim mengaku tengah menyapu di dalam rumah ketika tiba-tiba pusaran angin menerjang dan langsung menerbangkan seluruh atap rumahnya.

    “Dari keterangan yang kami terima di lapangan, anginnya datang mendadak, kuat sekali. Tiba-tiba atap seng terbang semua. Tidak lama angin langsung hilang dan membuat warga panik,” tutur Rahmad.

    Simak informasi dalam Fokus Pagi edisi (25/12) dengan beberapa topik pilihan di antaranya, Banjir Merendam Ratusan Rumah, Angin Kencang Hancurkan Rumah Warga, Ibu Muda Melahirkan Bayi di Truk, Pengamanan Gereja Sambut Natal.

  • Samsung Rekrut Mantan Bos AMD dan Intel, Sinyal Serius Bangun Ulang Chip Exynos

    Samsung Rekrut Mantan Bos AMD dan Intel, Sinyal Serius Bangun Ulang Chip Exynos

    Liputan6.com, Jakarta – Samsung kembali mengirimsinyal kuat terkait masa depan chipset buatan mereka, yakni Exynos. Bukan lewat peluncuran produk, perusahaan kabarnya diam-diam merekrut John Rayfield, sosok senior dengan rekam jejak panjang di industri semikonduktor global.

    Namanya pun bukan figur sembarangan. John Rayfield adalah sosok penting di balik kesuksesan AMD, Intel, Arm, hingga Imagination Technologies.

    Dari profil LinkedIn miliknya, John telah bergabung dengan Samsung sekitar dua bulan lalu. Tertulis, dia menjabat sebagai Senior Vice President Advanced Computing Lab di Samsung Austin Research Center, Texas, Amerika Serikat.

    Disebutkan, unit ini dikenal sebagai salah satu pusat riset kunci Samsung untuk pengembangan arsitektur komputasi dan prosesor masa depan. Langkah ini terasa signifikan jika melihat tantangan dihadapi Exynos dalam beberapa tahun terakhir.

    Sejumlah Exynos generasi sebelumnya kerap menuai kritik karena performa grafis dan efisiensi daya tertinggal jauh dari chipset Snapdragon, terutama saat beban berat ketika dipakai bermain game dan pemrosesan AI.

    Mengutip dari Gizmochina, Kamis (25/12/2025), Rayfield dikenal memiliki pengalaman puluhan tahun di dunia pengembangan chip dan arsitektur sistem. Sepanjang kariernya, ia pernah mengisi posisi penting di sejumlah perusahaan besar, mulai dari AMD, Intel, Arm, Imagination Technologies, hingga NXP Semiconductors.

    Saat berkarier di AMD, Rayfield berperan dalam pengembangan perangkat Copilot+ PC berbasis Ryzen AI 300 series, bekerja sama dengan Microsoft. Sementara di Intel, ia memimpin divisi Client AI dan Visual Processing Unit (VPU) IP, dengan fokus pada grafis, akselerasi AI, serta arsitektur komputasi.

    Masuknya Rayfield ke Samsung datang di saat krusial. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu tengah mendorong Exynos generasi terbaru berbasis fabrikasi 2nm, termasuk Exynos 2600 yang diproyeksikan mengisi sebagian lini Galaxy flagship mendatang.

  • Viral Nenek Elina Diusir Ormas dari Rumahnya Sendiri, Wakil Wali Kota Surabaya Turun Tangan

    Viral Nenek Elina Diusir Ormas dari Rumahnya Sendiri, Wakil Wali Kota Surabaya Turun Tangan

    Liputan6.com, Surabaya – Peristiwa memilukan yang menimpa nenek Elina Wijayanti (80) di Kecamatan Sambikerep, Surabaya, menggegerkan publik dan memicu reaksi keras pemerintah kota.

    Rumah yang telah ia tempati belasan tahun secara paksa dirobohkan oleh puluhan orang yang mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat (oknum ormas), tanpa putusan pengadilan dan tanpa proses hukum yang sah.

    Kejadian yang viral di media sosial itu menunjukkan puluhan orang mendatangi rumah Elina, memaksanya keluar secara paksa, mengambil barang-barang berharga bahkan dokumen penting, lalu menumbangkan bangunan itu hingga rata dengan tanah.

    Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung ke lokasi kejadian setelah video viral menyebar luas. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Armuji mengecam keras tindakan itu dan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat.

    “Pengusiran paksa terhadap seorang warga lanjut usia seperti ini sebagai tindakan brutal dan tidak manusiawi,” ujarnya, Kamis (25/12).

    Armuji juga mempertanyakan sikap sejumlah RT/RW di lingkungan sekitar yang dianggap tidak segera melaporkan atau mencegah tindakan tersebut.

    Dalam inspeksi itu, Armuji bahkan mencari sosok Samuel, yang mengaku telah membeli rumah Elina secara sah pada 2014 dan diduga menjadi pihak yang mendalangi pengambilalihan rumah tersebut.

    Namun, meski mengaku punya surat pembelian, Samuel tidak dapat menunjukkan bukti hukum yang kuat ketika diminta langsung oleh Armuji.

     

  • Nestapa Nenek Elina di Surabaya, Rumahnya Diratakan Tanpa Proses Hukum

    Nestapa Nenek Elina di Surabaya, Rumahnya Diratakan Tanpa Proses Hukum

    Liputan6.com, Surabaya – Ketenangan hidup seorang lansia di Surabaya seketika hilang. Rumah yang telah ditinggali nenek Elina Wijayanti (80) bersama keluarganya di Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, rata dengan tanah setelah pengusiran yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang pada 6 Agustus 2025 lalu.

    Peristiwa ini menjadi sorotan luas publik karena diduga terjadi tanpa prosedur hukum yang sah. Elina mengaku rumah tersebut didatangi sekitar 50 orang mengenakan atribut organisasi kemasyarakatan (ormas). Mereka mengklaim telah membeli rumah itu, namun menurut Elina tanpa menunjukkan dokumen resmi apa pun.

    “Saya tinggal di sini sejak 2011. Tidak pernah menjual rumah ini. Tidak ada proses hukum sama sekali,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

    Dalam rumah itu tinggal pula cucunya Sari Murita Purwandari, suaminya Dedy Suhendra, seorang kerabat bernama Musmirah, serta dua balita. Namun kehadiran anak-anak tidak menghentikan dugaan tindakan kekerasan yang muncul dalam insiden tersebut.

    Menurut Elina, ia ditarik paksa keluar hingga mengalami luka di wajah. Keluarga tak berkutik karena khawatir keselamatan anak-anak. Mereka juga mengaku harta benda hilang, mulai dari sertifikat rumah, sepeda motor, hingga barang-barang pribadi yang diangkut menggunakan mobil pikap.

    Tak berhenti di situ, beberapa hari setelah pengusiran, alat berat datang dan meratakan seluruh bangunan tanpa adanya segel, surat resmi, atau pemberitahuan dari pihak berwenang. Rumah yang menjadi tempat bernaung lebih dari satu dekade itu lenyap hanya dalam hitungan jam.

    Kini, Elina harus menumpang di rumah kerabat. Semua dokumen penting keluarga hilang bersama reruntuhan bangunan. “Kami sudah melapor ke polisi atas dugaan pengusiran dan perusakan ini. Laporan resmi baru tercatat 23 Desember 2025,” katanya.

     

  • 10 Orang Ditahan Buntut Bentrok di Lokasi Tambang Emas Ilegal Ratatotok Sulut

    10 Orang Ditahan Buntut Bentrok di Lokasi Tambang Emas Ilegal Ratatotok Sulut

    Liputan6.com, Minahasa Selatan – Sebanyak 10 orang ditahan usai bentrok warga yang terjadi di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bronjong, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan di Manado, Kamis (25/12/2025).

    “Saat ini Polres Minahasa Tenggara sudah menahan sebanyak 10 orang tersangka,” katanya.

    Kesepuluh tersangka yang ditahan yaitu FG (34) warga Basaan Satu, MT (26) warga Tombatu, BT (31) warga Silian, MW (29) warga Silian, GT (26) warga Silian.

    Selanjutnya, AL (28) warga Silian, NT (43) warga Silian, BL (30) warga Desa Kawangkoan, FP (28) warga Desa Tombatu Utara, dan DP (41) warga Desa Silian Utara, ujarnya.

    Pihak kepolisian, lanjut Kabid Humas masih terus melakukan pengembangan dan mendalami terkait kasus bentrokan yang menyebabkan tiga orang meninggal dan satu mengalami luka.

    Dalam kejadian ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua pucuk senapan angin rakitan jenis PCP, dua pucuk senapan angin biasa, empat bilah senjata tajam jenis badik, serta dua bilah parang.

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, lebih subsider Pasal 351 ayat (2) dan (3) juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Dan juga dijerat Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

    “Satu tersangka diduga sebagai pelaku utama dan dikenakan sangkaan pembunuhan berencana. Sementara sembilan tersangka lainnya diduga berperan membawa serta menggunakan senjata tajam maupun senapan angin,” kata Kabid Humas menambahkan.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

  • Gubernur Lampung Larang Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya

    Gubernur Lampung Larang Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru 2026, Ini Alasannya

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan menyalakan kembang api, petasan, dan sejenisnya selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap korban bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

    Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Lampung, kepala perangkat daerah, serta masyarakat luas.

    “Dalam rangka menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana alam, pemerintah mengimbau agar tidak menyalakan petasan maupun kembang api saat perayaan Nataru,” kata Marindo, Kamis (25/12/2025).

    Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 195 Tahun 2025 tentang Himbauan Tidak Menyalakan Kembang Api/Petasan dan Sejenisnya pada Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

    Marindo menjelaskan, kebijakan itu juga bertujuan menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat selama momentum libur akhir tahun.

    Dia berharap perayaan Nataru dapat berlangsung secara sederhana, aman, dan bermakna.