Author: Liputan6.com

  • Hari H Natal 2025, Arus Lalu Lintas via Gerbang Tol Ciawi ke Puncak Alami Peningkatan

    Hari H Natal 2025, Arus Lalu Lintas via Gerbang Tol Ciawi ke Puncak Alami Peningkatan

    Sebelumnya, PT Jasamarga Transjawa Tol memperpanjang rekayasa lalu lintas contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan tol itu pada momen libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kamis siang 25 Desember 2025.

    “Perpanjang contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek itu diterapkan atas diskresi pihak kepolisian. Pada pukul 14.51 WIB, petugas melakukan penerapan contraflow dari KM 55 sampai KM 65 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” ujar VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melansir Antara, Kamis 25 Desember 2025.

    Sedangkan sebelumnya atau mulai 08.54 WIB, lanjut dia, sempat diberlakukan contraflow KM 47 sampai KM 65 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

    Ia menyampaikan, contraflow diterapkan karena sepanjang Kamis pagi hingga siang ini, volume lalu lintas arah Cikampek di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau cukup padat. Bahkan sempat tersendat di titik menjelang rest area.

    Ria mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.

    Ia juga menyampaikan agar pengguna jalan tol memastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.

    “Sebagai upaya mengatasi kepadatan arus lalu lintas, pihak kepolisian dari Polres Karawang melakukan pengaturan buka-tutup rest area KM 57 jalan Tol Jakarta-Cikampek,” jelas Ria.

  • Sesuai Janji Presiden, tapi Ada Penyesuaian

    Sesuai Janji Presiden, tapi Ada Penyesuaian

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menyebut bonus atlet SEA Games Thailand 2025 masih dikaji Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Peninjauan mencakup besaran untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu.

    “Ya memang tadi saya sampaikan mengajukan sesuai instruksi Presiden kepada pihak yang berwenang yaitu Menteri Keuangan. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini kami kirimkan (skema bonus) angka-angkanya,” kata Erick, dilansir Antara, Jumat (26/12/2025).

    Erick mengatakan bahwa nantinya akan terdapat penyesuaian terkait dengan nominal bonus bagi para atlet yang mempersembahkan medali kepada tim Merah Putih. Sesuai dengan janji Presiden Prabowo Subianto yakni akan memberikan Rp 1 miliar kepada para atlet yang berhasil menggondol emas, namun Erick mengungkapkan terdapat penyesuaian bonus terkait dengan nomor pertandingan yang diikuti.

    Ditanya mengenai skema nominal bonus secara terperinci yang tengah disiapkan, Erick mengatakan bahwa masih belum bisa membeberkannya karena dalam tahap peninjauan Kemenkeu. Erick mengatakan bahwa bonus tersebut nantinya akan langsung ditransfer kepada para atlet.

    “Semua nanti langsung ditransfer ke akunnya masing-masing. Nah kami juga mohon kepada anak-anak saya, adik-adik atlet, benar-benar ditabung (uang bonus). Ini untuk masa depan,” ujar Erick.

    Tim Merah Putih tercatat mendulang 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu pada ajang SEA Games Thailand 2025. Pencapaian tersebut membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir atau berada di bawah juara umum yakni tuan rumah Thailand.

  • Smong dan Pentingnya Mitigasi Bencana

    Smong dan Pentingnya Mitigasi Bencana

    Sementara itu, masyarakat di Batu Berlayar, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menggelar kenduri laut dan peringatan 21 tahun bencana tsunami dengan zikir akbar dan doa bersama.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di Pantai Ujung Balla, Desa Pulau Bengkalak, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Kamis.

    Kenduri laut dan peringatan 21 tahun tsunami dihadiri Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris dan Wakil Bupati (Wabup) Simeulue Nusar Amin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue Rasmanuddin A Rahim, serta para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue.

    Ketua Panitia Kenduri Laut Ali Hamdan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai rasa syukur kepada Allah serta momentum mengenang bencana tsunami yang terjadi 21 silam.

    “Masyarakat Simeulue mengenal tsunami dengan smong. Smong ini menjadi kearifan lokal dalam mitigasi bencana sejak beberapa generasi silam. Dari kearifan lokal tersebut banyak masyarakat selamat dari bencana tsunami,” katanya.

    Smong sendiri merupakan kearifan lokal berupa sastra lisan (nyanyian, cerita, syair) yang berasal dari suku Simeulue, Aceh. Berisi pengetahuan turun-temurun tentang tanda-tanda tsunami (gempa kuat, air laut surut drastis) dan cara menyelamatkan diri dengan lari ke tempat tinggi. Pada peristiwa tsunami Aceh 2004, smong terbukti efektif menyelamatkan ribuan nyawa karena diwarisi dari pengalaman tsunami 1907.

    Dalam bahasa Simeulue (Devayan), Smong sepadan maknanya dengan hempasan gelombang air laut besar (tsunami). Berawal dari pengalaman pahit masyarakat Simeulue saat tsunami besar melanda pada1907, yang menelan banyak korban. Smong mengajarkan tanda-tanda alam yang muncul sebelum tsunami (peringatan dini), seperti gempa bumi yang sangat kuat dan air laut yang surut drastis hingga ikan terdampar di pantai.

    Pesan utamanya adalah jika terjadi gempa kuat terasa dan air laut surut mendadak, segera lari ke tempat tinggi.

    Tradisi lisan ini disampaikan secara turun-temurun melalui cerita rakyat, nyanyian, dan syair yang mudah diingat anak-anak. Saat tsunami 2004, pengetahuan Smong membuat penduduk Simeulue lebih sigap, sehingga dari 78.000 penduduk, hanya sedikit yang menjadi korban, menjadikannya contoh mitigasi bencana yang sangat berhasil.

    Smong bukan hanya pengetahuan, tetapi juga simbol ketahanan dan identitas budaya masyarakat Simeulue yang terus diwariskan dan bahkan menjadi nama panggilan. Nilai Smong kini dipelajari dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk antropologi, pendidikan, dan kebencanaan, sebagai media penyampai ilmu mitigasi yang efektif.

     

     

  • Pihak Wisma Sahabat Yesus Buka Suara, Bantah Isu Pelarangan Misa di Depok

    Pihak Wisma Sahabat Yesus Buka Suara, Bantah Isu Pelarangan Misa di Depok

    Sebelumnya, Wali Kota Depok, Supian Suri, angkat bicara terkait viralnya informasi pembatalan pelaksanaan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus, Pondok Cina, Depok.

    Pembatalan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah sebuah akun media sosial mengunggah informasi bahwa misa tidak dapat dilaksanakan karena terkendala perizinan. Supian membenarkan adanya pembatalan misa yang sedianya akan digelar pada 24–25 Desember 2025. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah antara pengelola Wisma Sahabat Yesus dengan warga sekitar dan aparatur kelurahan.

    “Informasi yang kami dapatkan semua sudah bersepakat. Tidak ada hal yang intinya bahwa pihak Wisma memang yang membatalkan rencana misa di Wisma, tetapi kita terus dalami,” ujar Supian, Kamis (25/12/2025).

    Supian menegaskan pembatalan dilakukan atas kesepakatan bersama tanpa adanya unsur pemaksaan. Ia menyebut Wisma Sahabat Yesus pada dasarnya merupakan tempat tinggal mahasiswa dan romo pendamping, bukan tempat ibadah gereja.

    “Sebetulnya Wisma itu kan memang buat para mahasiswi, mahasiswa yang tinggal di situ. Ada romonya, ada pembinaan. Dalam rangka Natal ini kemarin merencanakan ada misa di situ,” katanya.

    Sebelum rencana pelaksanaan misa, pihak Wisma Sahabat Yesus disebut telah melakukan komunikasi dan musyawarah dengan lingkungan sekitar serta aparatur pemerintah setempat.

    Dari hasil pembahasan tersebut, akhirnya disepakati misa tidak dilaksanakan di lokasi tersebut.

    “Tetapi kemarin sudah bermusyawarah dengan lingkungan, kita memonitor, sehingga informasi yang kami dapat sudah disepakati tidak melaksanakan misa di situ,” pungkas Supian.

  • Dinas Kebersihan Depok Klaim Tak Ada Masalah Pengangkutan Sampah Saat Libur Nataru: Sudah Diantisipasi

    Dinas Kebersihan Depok Klaim Tak Ada Masalah Pengangkutan Sampah Saat Libur Nataru: Sudah Diantisipasi

    Liputan6.com, Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, memastikan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tak membuat pelayanan penganguktan sampah terganggu.

    “Pengambilan serta pengangkutan sampah kembali berjalan normal sesuai jadwal rutin di seluruh wilayah Kota Depok,” kata Kabid Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Udara Kodratulloh atau akrab disapa Uut di Depok, Jumat (26/12/2025).

    Dia menuturkan, di masa perayaan malam pergantian Tahun Baru, pihaknya akan melakukan penambahan shift petugas kebersihan.

    Begitu armada kendaraan pengangkut sampah turut disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah.

    “Peningkatan volume sampah biasanya terjadi pada momen pergantian tahun, hal itu yang kami antisipasi,” tutur Uut.

    “Kami ingin memastikan kebersihan di Kota Depok tetap terjaga, makanya kami lakukan shift tambahan,” sambungnya.

     

  • Pelaku Perusakan dan Pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis Ditangkap

    Pelaku Perusakan dan Pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis Ditangkap

    Liputan6.com, Mandailing Natal- Pelarian 3 pelaku perusakan dan pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis berakhir di tangan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Mandailing Natal. Ironisnya, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, ketiga pelaku diketahui sebagai pecandu narkoba yang beraksi di bawah pengaruh zat terlarang.

    Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Sofandi Paloh, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka berinisial RN, K, dan W ditangkap di kediaman mereka di Desa Singkuang setelah sempat berbaur dengan masyarakat untuk menghilangkan jejak.

    Aksi anarkis yang menghanguskan gedung dan aset kepolisian ini dipicu oleh provokasi licik para pelaku. Mereka menyebarkan berita bohong (hoaks) yang menyebutkan bahwa seorang bandar narkoba sengaja dilepaskan oleh petugas Polsek.

    “Modus pelaku adalah memanfaatkan emosional massa dengan mengembuskan info bahwa pengedar narkoba melarikan diri. Hal ini memancing warga Desa Singkuang 1 dan 2 untuk mendatangi Mapolsek hingga terjadi pelemparan dan pembakaran,” jelas AKBP Arie Sofandi Paloh dalam rilis resminya, Jumat (26/12/2025).

  • Ini Titik Rekayasa Lalu Lintas Sepanjang Libur Nataru di Lampung

    Ini Titik Rekayasa Lalu Lintas Sepanjang Libur Nataru di Lampung

    Angga menambahkan, Satlantas Polresta Bandar Lampung telah berkoordinasi dengan pengelola wisata serta instansi terkait melalui rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan libur Nataru.

    Terkait prediksi arus wisata, puncak kepadatan kendaraan diperkirakan mulai terjadi sejak 24 Desember 2025. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung mulai 2 Januari 2026.

    “Puncak arus diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun, khususnya di lokasi wisata dan titik kumpul masyarakat seperti Tugu Adipura dan Bundaran Lungsir,” terangnya.

    Selain itu, peningkatan arus lalu lintas menuju kawasan wisata juga diprediksi terjadi pada 1 Januari 2026, sehari setelah malam Tahun Baru.

    Untuk destinasi favorit, kawasan pantai di Kabupaten Pesawaran masih menjadi tujuan utama wisatawan, yang mayoritas melintasi wilayah Kota Bandar Lampung.

    Meski demikian, Angga menyebut pola arus kendaraan pada libur Nataru tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

    Angga mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan wisata.

    “Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, pengemudi sehat, lengkapi dokumen, perhatikan cuaca, patuhi aturan lalu lintas, dan utamakan kesabaran di jalan,” tutupnya.

    Polwan Satlantas Polresta Bandar Lampung mengatur lalu lintas di momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

  • Rupiah Alat Pembayaran Sah, Tidak Boleh Ditolak di Dalam Negeri

    Rupiah Alat Pembayaran Sah, Tidak Boleh Ditolak di Dalam Negeri

    Menurut Said Abdullah, hingga saat ini pemerintah dan DPR belum melakukan revisi aturan yang menghapus kewajiban penerimaan uang tunai. Karena itu, setiap pihak di Indonesia tetap wajib menerima rupiah sebagai alat pembayaran.

    “Pemerintah dan DPR belum merevisi pembayaran dengan uang tunai (rupiah) maka wajib bagi siapapun di Indonesia untuk menerimanya,” ujarnya.

    Sebagai perbandingan, Said Abdullah menyinggung praktik di negara lain yang meskipun telah maju dalam sistem pembayaran non tunai, tetap menyediakan opsi pembayaran tunai bagi masyarakat.

    “Sebagai perbandingan, di Singapura, negara maju dengan layanan cashless paling baik saja mereka masih memberikan layanan pembayaran tunai hingga 3000 SGD, dan di banyak negara maju juga masih melayani pembayaran tunai,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa DPR tidak melarang penggunaan pembayaran non tunai dan bahkan mendukung inovasi tersebut. Namun, opsi pembayaran tunai tetap harus disediakan bagi masyarakat.

    “Kita tidak melarang, bahkan mendukung pihak merchant menggunakan pembayaran non tunai, akan tetapi jangan menutup pihak pembeli atau rekanan membayar dengan tunai, opsi itu harus tetap diberikan layanannya,” katanya.

    Said Abdullah juga menyoroti kondisi di sejumlah wilayah Indonesia yang belum sepenuhnya terjangkau layanan internet, serta masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat.

    “Apalagi di wilayah kita, tidak semua tercover layanan internet, sehingga tidak semua wilayah bisa menggunakan layanan non tunai. Pada saat yang sama sudah menjadi rahasia umum, literasi keuangan kita masih rendah,” ujarnya.

    Ia pun kembali menekankan agar Bank Indonesia memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini dan menindak tegas pelaku usaha yang menolak penggunaan rupiah.

    “Sekali lagi saya berharap Bank Indonesia menekankan ini kepada para pelaku usaha di Indonesia dan yang melakukan penolakan penggunaan mata uang nasional Rupiah ditindak,” tutup Said Abdullah.

  • Dimensity 6080 Setara dengan Apa? Simak Perbandingan Performa dan Speknya

    Dimensity 6080 Setara dengan Apa? Simak Perbandingan Performa dan Speknya

    MediaTek Dimensity 6080 bersaing ketat di segmen chipset kelas menengah dengan sejumlah prosesor dari produsen lain. Salah satu rival terdekatnya adalah Qualcomm Snapdragon 695 yang dikenal menawarkan performa cukup stabil. Dalam beberapa pengujian, Snapdragon 695 memang mencatat skor AnTuTu sedikit lebih tinggi, namun dari sisi keseimbangan performa, banyak yang menilai dimensity 6080 setara dengan Snapdragon 695, terutama berkat kecepatan CPU, GPU, serta dukungan konektivitas 5G yang lebih optimal.

    Jika dibandingkan dengan MediaTek Helio G99, kemiripan arsitektur CPU dan GPU terlihat cukup jelas karena keduanya sama-sama diproduksi dengan proses fabrikasi 6nm. Meski demikian, perbedaan paling mencolok terletak pada dukungan jaringan. Dimensity 6080 sudah mendukung 5G, sementara Helio G99 masih terbatas di 4G. Dengan frekuensi clock CPU dan GPU yang sedikit lebih tinggi, performanya pun membuat dimensity 6080 setara dengan chipset 4G populer, bahkan menawarkan nilai tambah dari sisi konektivitas.

    Di kelas harga yang sama, Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 juga sering dijadikan pembanding. Walaupun chipset ini memakai proses fabrikasi 4nm yang lebih efisien, sejumlah uji coba menunjukkan Dimensity 6080 mampu memberikan pengalaman gaming yang lebih konsisten dan skor AnTuTu yang tetap kompetitif. Pada konteks ini, dimensity 6080 setara dengan Snapdragon 4 Gen 2 dalam performa harian, dengan keunggulan tersendiri pada sektor grafis.

    Sementara itu, Samsung Exynos 1330 juga masuk dalam daftar chipset yang kerap disandingkan. Dalam beberapa benchmark, Exynos 1330 memang unggul pada skor CPU dan GPU, terutama di pengujian grafis seperti 3DMark. Namun, dari sisi konektivitas, kecepatan modem 5G yang dimiliki membuat banyak pengguna menilai dimensity 6080 setara dengan Exynos 1330, terutama untuk penggunaan harian dan aktivitas online yang membutuhkan jaringan stabil.

  • KPK Hentikan Kasus Korupsi Izin Tambang Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman

    KPK Hentikan Kasus Korupsi Izin Tambang Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014, yang melibatkan mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman.

    Saat penyidikan, KPK menduga perbuatan tersangka Aswad Sulaiman telah merugikan keuangan negara hingga Rp 2,7 triliun.

    “Benar, KPK telah menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) dalam perkara tersebut,” tutur Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

    Menurut Budi, KPK menghentikan kasus tersebut lantaran kurangnya alat bukti selama proses penegakan hukum. Dengan begitu, penyidik memutuskan untuk memberikan kepastian hukum, khususnya kepada para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

    “Setelah dilakukan pendalaman pada tahap penyidikan, tidak ditemukan kecukupan bukti, sehingga KPK menerbitkan SP3 untuk memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak terkait,” jelas dia.

    Meski begitu, KPK tetap membuka peluang untuk menyidik kembali dugaan korupsi tersebut.

    “Jika masyarakat memiliki kebaruan informasi yang terkait dengan perkara ini maka dapat menyampaikannya kepada KPK,” Budi menandaskan.