Author: Liputan6.com

  • Bangkit dari Musibah, UMKM Bumbu Kemasan Asal Solo Ini Tumbuh Bersama Pemberdayaan BRI

    Bangkit dari Musibah, UMKM Bumbu Kemasan Asal Solo Ini Tumbuh Bersama Pemberdayaan BRI

    Perjalanan Iswara Food semakin menunjukkan perkembangan positif ketika Dewi bergabung dalam program pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Kesempatan itu membuka wawasan baru dan meningkatkan kemampuan bisnisnya, terutama dalam pemasaran dan pengembangan produk.

    “Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran lewat media sosial, membuka toko online dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo,” lanjut Dewi.

    Pendampingan itu tak hanya membuat bisnisnya lebih berkembang, tetapi juga mendorong Dewi untuk berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar. Ia memberdayakan ibu-ibu yang membutuhkan, terutama mereka yang ingin memulai usaha rumahan dari modal kecil.

    “Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Bagi yang siap, bisa menjadi produsen dengan merek sendiri, termasuk saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah akan ada jalan,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing.

    BRIncubator, lanjutnya, menjadi wujud komitmen BRI dalam membantu UMKM untuk berkembang dan naik kelas melalui pelatihan terarah dan pendampingan berkelanjutan yang memungkinkan UMKM tumbuh secara bertahap namun berdaya saing. “Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” jelasnya.

  • Tak Hanya Uang Ratusan Juta Rupiah, KPK Juga Sita Valas dari OTT Pegawai Pajak DJP Jakut

    Tak Hanya Uang Ratusan Juta Rupiah, KPK Juga Sita Valas dari OTT Pegawai Pajak DJP Jakut

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita ratusan juta rupiah dan valuta asing (valas) dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara (Jakut).

    “Sementara ada ratusan juta rupiah dan ada juga valas,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan saat dihubungi dari Jakarta, melansir Antara, Sabtu (10/1/2026).

    Menurut Fitroh, OTT tersebut terkait dugaan suap pengurangan nilai pajak. Namun, Fitroh belum menjelaskan secara perinci duduk perkara kasus tersebut.

    Dia memastikan komisi antirasuah melakukan OTT di Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara. Sejumlah pegawai pajak dan wajib pajak (WP) ditangkap dalam operasi itu.

    Kendati demikian, Fitroh belum membeberkan jumlah pihak yang diringkus.

    “Beberapa pegawai pajak dan beberapa dari pihak WP,” ucap Fitroh singkat.

    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pegawai Direktorat Jenderal Perpajakan Kementerian Keuangan.

    “Iya, benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

    Ia menambahkan, pegawai yang ditangkap berasal dari Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara.

    Senada dengan Fitroh, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga mengonfirmasi adanya OTT tersebut.

    “Terkonfirmasi, ada kegiatan di lapangan, di wilayah Jakarta,” kata Budi.

    KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang telah ditangkap tersebut.

    Berdasarkan laporan kinerja tahun lalu, KPK pada tahun 2025 telah melakukan 11 OTT.

    Sejumlah pihak yang ditangkap adalah Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Abdul Wahid selaku Gubernur Riau, hingga Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

     

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji.

  • Harga Emas Antam 10 Januari 2026 Naik Rp 25.000, Dekati Rekor Termahal

    Harga Emas Antam 10 Januari 2026 Naik Rp 25.000, Dekati Rekor Termahal

    Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan. Penguatan ini terjadi seiring investor merespons data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan, di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan geopolitik global.

    Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/12/2026), harga emas spot tercatat naik 0,5% ke level USD 4.496,09 per ons. Sepanjang pekan ini, harga emas berpotensi menguat sekitar 3,9%. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember.

    Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,5% ke posisi USD 4.483 per ons.

    Dari sisi data ekonomi, laporan menunjukkan nonfarm payrolls AS pada Desember hanya bertambah 50.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 60.000. Tingkat pengangguran tercatat turun ke 4,4%, di bawah perkiraan 4,5%.

    “Payrolls menunjukkan lingkungan penciptaan lapangan kerja yang lemah. Potensi meningkatnya ketegangan geopolitik, harga minyak yang cenderung lebih tinggi dan bersifat inflasi, ketidakpastian, serta kebijakan The Fed yang melonggar—semuanya menjadi kombinasi positif bagi logam mulia,” ujar Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek.

  • Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR Gelar Rapat Koordinasi di Aceh

    Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR Gelar Rapat Koordinasi di Aceh

    Liputan6.com, Jakarta – Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Sumatera DPR dan pemerintah digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

    Rapat tersebut juga dihadiri perwakilan pemerintah, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

    “Supaya bisa ditangani skala nasional dan fokus, pemerintah sudah membentuk Satgas percepatan rehabiltasi pascabencana, satgas mulai hari ini mulai ambil alih eksekusi di lapangan,” kata Dasco dalam rapat.

    Dasco memastikan, penanganan pascabencana di Sumatera dilakukan dengan skala nasional dan ke depan akan dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian.

    “Selanjutnya satgas pascabencana DPR RI akan menyertai, membantu mengkoordinasikan, untuk mengeksekusi kebijakan di lapangan,” kata dia.

    Sementara itu, Tito melaporkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 12 wilayah yang belum pulih pascabencana.

    “Ada 12 wilayah yang belum normal, 7 di Aceh, Sumut ada 5, di Sumbar ada 3,” kata dia.

  • Bila Mampu Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog akan Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia

    Bila Mampu Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog akan Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Bulog menargetkan penerapan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

    Langkah ini dengan harapan, Bulog bisa segera menyamaratakan harga beras medium SPHP di tingkat pengecer secara nasional.

    “Dari Sabang sampai Merauke, Insyaallah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP, dari Sabang sampai Merauke harganya satu harga,” jelas Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).

    Ia menjelaskan, target tersebut adalah salah satu sasaran jangka pendek Bulog untuk menstabilkan harga beras dan meningkatkan daya beli masyarakat.

    Melalui target ini, Ahmad berharap Bulog bisa segera mengikuti jejak PT Pertamina (Persero) yang sejak 2016 berhasil menjalankan program BBM satu harga secara nasional.

    “Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga harga berasnya satu. Kami mohon doa restunya,” imbuhnya.

    Ahmad menerangkan bahwa realisasi beras satu harga sangat bergantung pada keberhasilan Bulog dalam menyerap beras petani sebesar 4 juta ton di tahun ini.

    Sebab, jika serapan tersebut maksimal, maka cadangan beras pemerintah dinilai mampu menjadi instrumen utama dalam mengintervensi dan mengendalikan harga beras.

    “Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor (beras), dan yang kedua, potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Ahmad optimistis target serapan tersebut dapat tercapai karena hasil panen beras Indonesia di tahun ini diramal stabil.

  • Total 8 Orang Ditangkap KPK dalam OTT Pegawai Pajak di Jakarta Utara

    Total 8 Orang Ditangkap KPK dalam OTT Pegawai Pajak di Jakarta Utara

    Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total telah mengamankan delapan orang pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jakarta Utara, pada Sabtu (10/1/2026).

    “Sampai saat ini, Tim telah mengamankan para pihak sejumlah 8 orang,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

    Ia mengatakan, hingga saat ini tim juga telah mengamankan barang bukti berupa uang. Kini, para pihak yang ditangkap selanjutnya telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    “Para pihak selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif di gedung KPK Merah Putih,” ujar dia.

    Pada kasus ini, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak yang telah ditangkap dalam OTT tersebut.

    Diketahui, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyatakan tim satgas KPK telah mengamankan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) Kantor Wilayah Jakarta Utara (Jakut).

    “Benar (OTT). Pegawai pajak kantor wilayah jakarta utara,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada wartawan.

     

  • Oktober 2025 Puncak Paparan Super Flu

    Oktober 2025 Puncak Paparan Super Flu

    Liputan6.com, Bandung – Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Hasan Sadikin Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) menyebutkan pada bulan Oktober 2025 merupakan puncak pasien yang terpapar influenza H3A2 subklade K lebih populer disebut super flu.

    Menurut Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Reemerging (Pinere) RSUP Hasan Sadikin Kota Bandung, dr. Yovita Hartantri, SpPD(K)PTI, berdasarkan data hasil pemeriksaan sampel surveilans khusus pasien dengan gejala influenza yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan RI, paparan influenza H3A2 subklade K dimulai sejak Agustus 2025.

    “Kejadian dari Influenza khususnya influenza A itu meningkat dari mulai bulan Agustus itu ada peningkatan. Jadi temen-temen di awal tahun 2025 meningkat, dan Agustus, September, Oktober puncaknya, tapi November sudah menurun,” ujar Yovita dalam keterangannya ditulis Bandung, Sabtu (10/1/2025).

    Yovita mengatakan data tersebut merupakan hasil pemeriksaan seluruh sampel pemeriksaan pasien yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jakarta.

    Tak hanya RSUP Hasan Sadikin, hal serupa pula dilakukan rumah sakit yang bertanggung jawab langsung ke Kementerian Kesehatan.

    “Semua sampel yang kami kerjakan baik juga di rumah sakit lain di seluruh Indonesia, termasuk rumah sakit vertikal dilakukan pemeriksaan diminta sequencing. Dan itulah kami baru dapat data di Januari 2026 ini,” kata Yovita.

    Dia merinci hasil akhir pada 2 Januari 2026 ada 10 kasus yang dinyatakan influenza H3A2 subklade K. Seluruh pasien 10 ini memang sudah dirawat di RSUP Hasan Sadikin yaitu di bulan Oktober 2025 ada 8 kasus, dan November 2025 ada 2 kasus.

     

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan super flu varian K atau H3N2 subclade baru yang merebak di sejumlah negara. Di Indonesia tercatat 62 kasus, masyarakat diminta waspada namun tidak panik.

  • Alhamdulilah Bisa Berteduh dengan Keluarga

    Alhamdulilah Bisa Berteduh dengan Keluarga

    Liputan6.com, Aceh Tamiang – Detik-detik banjir bandang pada akhir November lalu masih membekas di ingatan Siti Rahma. Kala itu, warga Kampung Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang tersebut masih tinggal di sebuah hunian yang nyaman di sisi sungai. Meluapnya air dan naik-turunnya permukaan sungai sudah lumrah ia rasakan sehari-hari.

    Firasat serupa kembali ia rasakan sesaat sebelum bencana terjadi. Awalnya, ia mengira luapan air sungai yang terjadi saat itu hanya bersifat sementara, seperti kejadian-kejadian sebelumnya. Namun, air ternyata tak kunjung surut. Air sungai kian meninggi, dan pada akhirnya mengubah hidupnya 180 derajat.

    “Saat malam tiba, rumah kita sudah tersapu banjir. Rumah kami sudah tidak ada lagi,” ujar Siti, Jumat (9/1).

    Situasi mencekam itu memaksa Siti dan keluarganya mengungsi ke Posko Pengungsian Jembatan Kuala Simpang. Selama sebulan, mereka bertahan dalam keterbatasan, dengan satu harapan sederhana: bisa kembali memiliki tempat untuk berkumpul bersama keluarga.

    Untungnya, harapan Siti akhirnya terwujud. Pada Kamis (8/1), Siti dan keluarganya telah beranjak dari posko pengungsian dan berpindah menempati hunian sementara (huntara) yang jauh lebih layak.

    Bagi Siti, hari itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan sejak bencana terjadi. Ia tak henti mengucap syukur atas tempat berteduh yang kini bisa ia sebut rumah, meski bersifat sementara.

    “Kami alhamdulilah, senang sekali karena dapat rumah hunian sementara dari bapak Presiden,” ungkapnya.

    Siti adalah salah satu penghuni 600 hunian sementara yang telah dibangun Danantara Indonesia bersama BUMN Karya.

    Hunian sementara ini jauh dari kesan darurat. Setiap unit dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Di dalamnya sudah tersedia dua tempat tidur, lemari, kipas angin, hingga meja makan. Akses jalan antarblok dilapisi rumput buatan yang menambah kesan asri, lengkap dengan pot tanaman penghijauan di setiap pintu.

    Kegembiraan dan rasa syukur tak hanya terucap dari mulut Siti. Yati, warga lainnya, juga ikut memanjatkan syukur karena bisa kembali berteduh di tempat yang nyaman.

    “Alhamdulilah, kami senang sekali karena bisa berteduh sama keluarga,” ujar Yati.

  • Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng di Provinsi Aceh berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana, menjelang bulan Ramadan.

    Kepastian tersebut disampaikan Ahmad setelah meninjau data persediaan beras dan minyak goreng di 15 gudang Bulog yang tersebar di Aceh. Berdasarkan catatan per Jumat (9/1), stok beras di gudang-gudang tersebut mencapai 64.889 ton, sementara persediaan minyak goreng tercatat sebesar 307.220 liter.

    “Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi menjelang Ramadan. Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak goreng juga banyak,” ujar Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1).

    Selain di Aceh, ia juga memastikan keamanan persediaan beras dan minyak goreng di wilayah terdampak bencana lainnya.

    Di Sumatra Utara, contohnya, ia menerangkan bahwa stok beras dan minyak goreng masing-masing tercatat sebesar 17.904 ton dan dan 284.588 liter. Sementara itu, di Sumatra Barat, persediaan beras dan minyak goreng masing-masing mencapai 5.508 ton dan 15.928 liter.

    Tak hanya di provinsi terdampak bencana, ia juga memastikan bahwa stok beras nasional juga tetap aman menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Idulfitri. Sebab menurutnya, cadangan beras pemerintah saat ini sebesar 3,35 juta ton sangat cukup untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang umumnya terjadi pada periode tersebut.

    “Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3,35 juta ton, dan kesiapan stok ini untuk menghadapi, Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah stok ini akan terus bertambah,” tutupnya.

  • Pertamina dan Mind ID Sepakat Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi Alternatif Pengganti LPG

    Pertamina dan Mind ID Sepakat Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi Alternatif Pengganti LPG

    Liputan6.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID sepakat mempercepat hilirisasi batu bara menjadi produk energi alternatif pengganti LPG. Melalui teknologi proses gasifikasi, batu bara akan diubah menjadi Synthetic Natural Gas (SNG), selanjutnya diproses pemurnian dan didehidrasi menjadi Dimethyl Ether (DME), sebagai energi alternatif pengganti LPG.

    Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026, sementara produksi domestik baru mencapai 1,3–1,4 juta MT.

    Sinergi Pertamina – MIND ID melalui pemanfaatan Coal to DME dan Coal to SNG menjadi solusi untuk menutup defisit tersebut menggunakan kekayaan alam domestik, sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.

    Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Pertamina dan MIND ID yang disaksikan oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso, Jumat (9/1/2026).

    Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa kerja sama antara Pertamina dan MIND ID mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Sebagai negara besar Indonesia sangat membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan.

    “Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit.

    Dalam kolaborasi ini Pertamina memainkan peran sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi.

    Dengan jaringan distribusi yang dimiliki, Pertamina memastikan hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol—dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat maupun industri sebagai substitusi energi yang didapatkan melalui impor.

    Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran aktif kolaborasi BUMN Energi dan Pertambangan dalam menjalankan mandat yang diberikan pemerintah guna mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi melalui pemanfaatan teknologi gasifikasi batu bara.