Author: Liputan6.com

  • Langkah Kemenpar Minimalisir Dampak Bencana di Lokasi Wisata

    Langkah Kemenpar Minimalisir Dampak Bencana di Lokasi Wisata

    Di bagian wilayah Langkahan, Aceh Utara, tim gabungan dari Kemenhut, TNI, dan masyarakat dilanjutkan pembukaan akses jalan serta pembersihan material kayu sisa dari bencana.

    Gingga kini, akses jalan sepanjang satu kilometer itu berhasil untuk dibuka, disusul juga tambahan empat kilometer jalan desa. Pembersihan ini dilakukan di fasilitas pendidikan, termasuk SD Negeri 12 Langkahan.

    Di wilayah Sumatera Utara juga dilakukan di Desa Aek Ngadol, Desa Aek Ngadol, Desa Gangga, dan Hutan Godang yang dilakukan meliputi pembersihan kayu di sekitar jembatan, rumah warga yang terdampak, pembuatan parit untuk saluran air, serta penataan lalu lintas di bagian wilayah pasar.

    Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani mengatakan bahwa keterlibat masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pembersihan di lapangan.

    “Kami bekerja bersama masyarakat untuk memastikan akses vital dan fasilitas umum segera pulih, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga bisa kembali normal,” ucap Novita.

    Sedangkan di Sumatera Barat, pembersihan terhadap kayu yang dilakukan di kawasan pantai Kota Padang oleh rimbawan UPT Kemenhut, Manggala Agni, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sejak 20 sampai 23 Desember 2025, area panyai sebanyak 5,6 kilometer ke arah utara, berhasil juga dibersihkan melalui kombinasi penggunaan alat berat dan gotong royong manual.

    BBKSDA Sumatera Barat, Hartono juga mengatakan pembersihan pantai dilakukan bertahap untuk memastikan keselamatan dan evektifitas penanganan material dari kayu berukuran besar.

    “Kami memprioritaskan area yang paling terdampak dan ramai aktivitas masyarakat. Pembersihan akan dilanjutkan hingga kawasan muara Penjalinan agar kawasan pesisir kembali aman dan bersih,” jelas Hartono.

    Kemenhut juga mempertegas seluruh kegiatan pembersihan hanya dilakukan secara terkoordinasi, aman, serta berkelanjutan.

    “Upaya yang dilakukannya ini merupakan bagian dari komitmen Kemenhut untuk memprcepat, limbah bencana dan mendukung keselamatan aktivitas masyarakat,” tandas Hartono.

  • Akting Buruk dan Goresan Luka Bongkar Sandiwara Afrizal Bunuh Istri usai Ditolak Berhubungan

    Akting Buruk dan Goresan Luka Bongkar Sandiwara Afrizal Bunuh Istri usai Ditolak Berhubungan

    Fakta memilukan turut diungkap oleh ibu kandung korban, Siti Amnah. Ia membeberkan bahwa selama ini Nur hidup dalam tekanan dan sikap posesif pelaku. Sang anak kerap dikurung di dalam rumah dan dilarang bersosialisasi dengan keluarga besar.

    “Anak saya tidak diizinkan suaminya ke mana-mana, bahkan berkumpul dengan keluarga pun tidak boleh,” ungkap Siti dengan nada lirih.

    Nur Wulandari merupakan istri kedua pelaku. Hubungan keduanya diketahui memang tidak harmonis. Pada tahun 2024, korban sempat melarikan diri ke rumah orang tuanya akibat pertikaian hebat.

    Namun, maut justru menjemputnya tak lama setelah ia bersedia rujuk dan kembali ke rumah pelaku dengan syarat-syarat tertentu.

    Kini, Asrizal hanya bisa tertunduk saat dihadirkan di hadapan awak media. Ia harus bersiap menghadapi ancaman hukuman berat akibat perbuatannya yang keji dan upaya penyesatan hukum yang dilakukannya.

  • Seskab Teddy Ungkap Prabowo Kirim Helikopter Pribadi untuk Gubernur Aceh Saat Bencana

    Seskab Teddy Ungkap Prabowo Kirim Helikopter Pribadi untuk Gubernur Aceh Saat Bencana

    Disisi lain, Pratikno menyampaikan bahwa sejumlah pasar di tiga provinsi terdampak bencana sudah mulai beroperasi penuh. Dia menyebut pemerintah terus mempercepat pembenahan dan pembersihan infrastruktur yang terdampak bencana.

    “Di Aceh itu ada 112 pasar tradisional yang terdampak. Ini saat ini 18 sudah sepenuhnya beroperasi. Di Sumatra Utara ada 47 pasar terdampak, kini 46 pasar sudah beroperasi, masih satu yang dalam proses percepatan. Di Sumbar ada 3 pasar terdampak, kini 2 pasar sudah mulai beroperasi, ada satu dalam proses percepatan pemulihan,” pungkas Pratikno.

    Sebelumnya, Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rampung dalam waktu tiga bulan sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana banjir di wilayah Sumatera.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan target tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu malam 27 Desember 2025.

    “Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan,” kata Teddy saat dikonfirmasi, Minggu.

    Ia menjelaskan, Danantara telah memulai pembangunan hunian tersebut dengan memanfaatkan dukungan BUMN. Dari total target, 500 unit pertama ditargetkan selesai dalam pekan ini.

    Setiap hunian akan dilengkapi fasilitas dasar antara lain sanitasi air bersih, listrik, rumah ibadah, jaringan internet (Wi-Fi), serta sarana pendukung bagi anak-anak.

    Secara paralel, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak.

    Sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut membangun hunian tetap di wilayah yang sama.

    Sebanyak 2.500 unit hunian tahap pertama telah mulai dibangun pada pekan lalu di atas lahan milik pemerintah yang merupakan aset BUMN. Tahap kedua dengan jumlah serupa direncanakan dimulai pada awal pekan depan.

    Teddy menegaskan pembangunan hunian dilakukan dengan sejumlah ketentuan, antara lain tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses ke jalan utama serta fasilitas publik, dan berlokasi relatif dekat dengan area aktivitas ekonomi warga.

    “Pemerintah daerah diharapkan juga berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi dan perpindahan penghuni hunian tersebut,” ujarnya.

  • KSAD Klaim Penanganan Banjir Sumatra Tercepat Dibanding Bencana Lain: Presiden Pimpin Langsung

    KSAD Klaim Penanganan Banjir Sumatra Tercepat Dibanding Bencana Lain: Presiden Pimpin Langsung

    Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto memimpin dan memberikan instruksi langsung terkait penanganan bencana Sumatra. Dengan begitu, penanganan dan pemulihan pascabencana pun selesai dengan waktu cepat.

    “Silakan perbandingkan dengan seluruh bencana yang sudah ada, yang pernah dilakukan. Ini Presiden memimpin langsung kepada kami perintah-perintahnya, sehingga ini sangat-sangat cepat,” tuturnya.

    “Saya mengalami bagaimana (bencana) Merapi, Lembata, Adonara. Di mana banyak-banyak tempat. Tidak ada yang secepat ini. Saya yakin itu,” sambung Maruli.

    Dia pun mengajak masyarakat bekerja sama dalam penanganan bencana, khususnya dalam membuat hunian tetap. Maruli mengatakan pemerintah juga akan membeli 100 jembatan bailey dari luar negeri untuk di lokasi terdampak bencana dan daerah lain yang membutuhkan.

    “Dan juga dari presiden langsung melalui Kemenhan akan dicari 100 bailey dari luar, untuk mendukung di bencana ini. Dan juga mungkin ini akan kita gunakan di daerah-daerah di seluruh Indonesia,” pungkas Maruli.

  • Waspada Kecanduan Gadget pada Anak, Biaya Detoks Digital Kian Mahal!

    Waspada Kecanduan Gadget pada Anak, Biaya Detoks Digital Kian Mahal!

    Liputan6.com, Jakarta Kebiasaan anak yang terlalu lama menatap layar (kecanduan gadget) kini berubah menjadi persoalan baru bagi banyak keluarga. Tak sedikit orangtua yang rela mengeluarkan biaya besar demi memperbaiki kebiasaan penggunaan gawai pada anak, mulai dari mengikuti sesi pendampingan pribadi hingga mengirim mereka ke kamp khusus detoks digital.

    Permintaan terhadap layanan semacam ini terus meningkat seiring makin banyaknya orangtua yang merasa kewalahan mengontrol aktivitas anak di depan layar.

    Menurut laporan The Washington Post via Digitaltrends, dikutip Senin (29/12/2025), sejumlah kamp detoks digital mematok biaya hingga USD 8.000 (sekitar Rp133 juta) untuk program empat minggu tanpa ponsel. Selama periode tersebut, anak mengikuti aktivitas tanpa akses internet sama sekali.

    Sementara temuan Pew Research Center juga menunjukkan 73 persen orangtua menilai anak butuh jeda dari teknologi, termasuk 68 persen orangtua dengan anak berusia di bawah enam tahun.

    Tidak hanya mengandalkan kamp khusus, keluarga juga mulai menggunakan jasa pelatih penggunaan gawai, aplikasi kontrol orangtua, hingga mengikuti kelompok pendampingan secara daring untuk mengurangi apa yang mereka sebut sebagai “kecanduan layar”.

    Situasi ini makin kompleks dengan munculnya teknologi berbasis AI yang sudah diperkenalkan pada anak sejak usia dini, sehingga memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pakar.

    Mengapa Ini Jadi Sorotan?

    Skala dan tingginya biaya layanan detoks digital menggambarkan betapa sulitnya tantangan yang dihadapi keluarga saat ini.

    Batasan waktu layar yang selama ini diterapkan kerap tidak mampu mengikuti perkembangan aplikasi, trik “bypass”, hingga chatbot AI yang tidak selalu aman bagi anak.

  • 15 Lansia Hangus Terbakar dan 1 Jenazah Masih Utuh

    15 Lansia Hangus Terbakar dan 1 Jenazah Masih Utuh

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi mengungkapkan hasil identifikasi 16 lansia yang tewas dalam kebakaran Panti Jompo Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulawesi Utara. Tim DVI menyebut, 15 orang lansia hangus terbakar dan 1 korban masih utuh.

    “Jumlah korban sampai saat ini 16 orang. Ada 15 orang dalam kondisi hangus terbakar, satu korban masih utuh,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan didampingi Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasrif dan Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid serta Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, Senin (28/12/2025).

    Hasibuan mengatakan, saat ini 16 korban sudah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan proses antemortem dan post mortem. Dia meminta keluarga untuk melapor ke Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado.

    “Ini untuk dilakukan proses pengambilan sampel salah satunya adalah DNA,” tuturnya.

    Pihaknya akan mengirim sampel itu ke Pusdokkes Jakarta karena keterbatasan alat di RS Bhayangkara Manado. “Kita upayakan besok sudah berangkat ke Jakarta untuk membawa sampel,” ujarnya.

    Dia menambahkan, korban yang selamat sebanyak 15 orang dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Manado. Para korban selamat dirawat di RSUD Kota Manado sebanyak 11 orang, 3 di RS Awaloey, dan 1 di RSUP Prof Kandou.

    “Ada inisiatif dari Pemkot Manado untuk menangani korban,” ujarnya.

  • Harga iPhone Air Turun Drastis Tuai Perhatian

    Harga iPhone Air Turun Drastis Tuai Perhatian

    Liputan6.com, Jakarta – Harga iPhone Air semua varian turun drastis di Indonesia hingga Rp 3,2 jutaan. Informasi ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (27/12/2025) kemarin.

    Berita lain yang juga populer datang dari Samsung Galaxy A07 5G yang disebut bakal dilengkapi baterai jumbo 6.000mAh.

    Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

    1. Harga iPhone Air Turun hingga Rp 3,2 Jutaan di Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

    Di tengah isu kenaikan harga HP akibat kelangkaan chip dan memori RAM, harga iPhone Air justru turun secara drastis di Indonesia.

    Tak tanggung-tanggung, harga iPhone Air untuk semua varian turun merata hingga Rp 3.250.000 di akhir 2025.

    Mengutip laman resmi iBox, Minggu (28/12/2025), berikut daftar harga iPhone Air terkini untuk semua varian yang turun cukup dalam di penghujung tahun 2025:

    iPhone Air (256GB): Rp 17.999.000iPhone Air (512GB): Rp 22.749.000iPhone Air (1TB): Rp 26.999.000Untuk diketahui, iPhone Air (256GB) sebelumnya dibanderol Rp 21.249.000, iPhone Air (512GB) dijual Rp 25.999.000, dan iPhone Air (1TB) ditawarkan dengan harga Rp 30.249.000.

    Harga tersebut merupakan harga jual pertama iPhone Air yang diungkap saat masa pre-order resmi di Indonesia pada Oktober 2025. 

    iPhone Air tersedia dalam empat pilihan warna berbeda, seperti cloud white, light gold, sky blue, dan space black.

    Belum diketahui apa yang menyebabkan harga iPhone Air turun di Indonesia. Pesaing utamanya, Samsung Galaxy S25 Edge, juga mengalami penyesuaian harga.

    Baca selengkapnya di sini

     

  • Suami di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Ditolak Berhubungan, Lalu Tidur Samping Jenazah sampai Pagi

    Suami di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Ditolak Berhubungan, Lalu Tidur Samping Jenazah sampai Pagi

    Liputan6.com, Jakarta – Seorang pria berinisial AS tega menghabisi nyawa istri keduanya, MW, hanya karena masalah sepele yakni hasrat seksual yang tak terpenuhi. Peristiwa keji yang terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Jumat dini hari (31/10/2025).

    Yang lebih miris, pelaku sempat tidur di samping jenazah istrinya sebelum bersandiwara seolah tidak terjadi apa-apa.

    Kejadian bermula saat AS meminta istrinya untuk memijat tubuhnya di ruang tamu. Usai dipijat, keduanya masuk ke kamar untuk beristirahat. Di dalam kamar, AS mencoba mengajak korban untuk berhubungan intim. Namun, MW menolak permintaan tersebut dengan alasan merasa lelah setelah memijat sang suami.

    Penolakan itu rupanya memicu amarah besar dalam diri AS. Ia sempat meninggalkan korban sendirian di kamar sebelum akhirnya kembali dengan rencana jahat.

    Untuk menutupi jejaknya, AS secara sengaja mematikan lampu kamar dan memutus saklar kamera CCTV yang terpasang di ruangan tersebut. Di tengah kegelapan, saat MW sudah tertidur pulas, AS naik ke ranjang dan mendekati istrinya.

    Tanpa ampun, AS membekap wajah MW menggunakan bantal. Meski korban sempat memberontak dan memberikan perlawanan—yang dibuktikan dengan adanya luka cakar pada tubuh pelaku—kekuatan AS tak terbendung. MW akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

    Mirisnya, jeritan minta tolong korban sempat terdengar oleh kedua anak mereka yang masih balita di kamar sebelah. Namun, ketakutan yang mendalam terhadap sosok sang ayah membuat kedua bocah malang itu tak mampu berbuat apa-apa.

  • Longsor dan Jembatan Putus, Akses Warga Jalur Provinsi Nyalindung Sukabumi Lumpuh Total

    Longsor dan Jembatan Putus, Akses Warga Jalur Provinsi Nyalindung Sukabumi Lumpuh Total

    Liputan6.com, Sukabumi – Akses utama jalan provinsi di wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mengalami lumpuh total akibat longsor yang menerjang Kampung Liunggunung RT 02/04, Desa Kertaangsana, pada Minggu 28 Desember 2025.

    Bencana ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 13.00 WIB, menyebabkan tebing di sisi jalan runtuh.

    Material tanah setebal 0,5 meter menimbun badan jalan sepanjang 50 meter, hingga memutus akses bagi seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

    Camat Nyalindung, Antono, menjelaskan bahwa terputusnya jalur ini berdampak luas pada sektor ekonomi masyarakat setempat.

    “Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antar wilayah. Dengan tertutupnya akses akibat longsor, mobilitas masyarakat menjadi terganggu, termasuk distribusi logistik dan aktivitas ekonomi warga,” ujar Antono saat dikonfirmasi.

    Petugas gabungan dari Forkopincam, TNI-Polri, PU, hingga relawan dan warga langsung berupaya melakukan pembersihan manual. Namun, Antono menegaskan bahwa kondisi di lapangan memerlukan penanganan lebih lanjut.

    “Material longsor cukup tebal dan luas. Diperlukan alat berat berupa eskavator agar pembersihan bisa tuntas dan akses jalan provinsi ini kembali normal secepatnya,” terang Antono.

    Pihak kecamatan saat ini tengah berkoordinasi dengan BPBD dan Bina Marga Kabupaten Sukabumi sembari menunggu kiriman alat berat.

    “Saat ini kami masih menunggu alat berat datang dari Parakansalak untuk mengangkat material longsor,” tambah Antono.

     

    Memasuki musim arus mudik lebaran 2024, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi longsor pada Rabu malam. Longsor mengakibatkan ada sebuah minibus terperosok ke dalam lubang, dan melukai dua penumpangnya.

  • RS Bhayangkara Identifikasi 16 Korban Kebakaran Panti Jompo Manado

    RS Bhayangkara Identifikasi 16 Korban Kebakaran Panti Jompo Manado

    Liputan6.com, Jakarta – Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Utara melakukan proses identifikasi terhadap 16 korban kebakaran Panti Werda Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara.

    “Saat ini tim sedang melakukan proses identifikasi seluruh korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Sulut hingga diketahui identitas lengkap dan dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan di Manado, Senin.

    Ia berharap keluarga para korban segera menghubungi Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado untuk mempermudah proses identifikasi.

    Alamsyah menjelaskan, kebakaran Panti Werda Damai terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.36 WITA. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Manado dikerahkan ke lokasi.

    Mendapat laporan kejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan upaya pengamanan.

    “Personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencegah gangguan keamanan,” ujarnya.

     

    Sebanyak 19 kamar indekos di Jakarta Barat ludes terbakar. Sementara di Kota Bekasi, Jawa Barat, bangunan dua ruko kebakaran setelah ditinggal pemiliknya liburan.