Cerita M Nur Nostalgia Pulang Kampung via Jalur Pantura, Kini Sudah Banyak Berubah
Tim Redaksi
INDRAMAYU, KOMPAS.com
– Dahulu, Jalur Pantura merupakan jalur utama perjalanan pemudik dari arah Jakarta menuju kampung halaman.
Kemacetan berjam-jam bahkan menjadi pemandangan yang hampir selalu dirasakan pelancong setiap momen meningkatnya mobilitas masyarakat, seperti libur Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kini, kondisi
Jalur Pantura
sudah banyak berubah. Kemacetan panjang di jalur legendaris tersebut semakin jarang terlihat sejak hadirnya Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali).
Seiring beroperasinya Tol Cipali, volume kendaraan pun terbagi. Sebagian besar kendaraan roda empat memilih jalan tol untuk memangkas waktu tempuh perjalanan.
Sementara itu, Jalur Pantura tetap menjadi pilihan utama bagi pengendara sepeda motor.
Meski demikian, tidak sedikit pula kendaraan roda empat maupun angkutan umum seperti bus yang masih melintasi jalur ini.
Salah satu pemudik yang memilih melintasi Jalur Pantura adalah M Nur (63).
Ia pulang kampung ke Majalengka dari Jakarta Barat dan memutuskan melewati Pantura pada momen libur Nataru tahun ini.
Nur mengaku rindu melintas jalur legendaris tersebut. Ia sudah sangat lama tidak melewati Pantura sejak Tol Cipali resmi beroperasi pada 2015.
“Saya sebelum tol jadi, sering lewat Pantura tapi dulu enggak ada nih rest area kaya gini, sekarang baru lewat sini lagi setelah sekian lama. Nostalgia lah,” kata Nur saat ditemui tengah beristirahat di Rest Area Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Jembatan Timbang Losarang,
Indramayu
, Kamis (25/12/2025).
Dalam perjalanannya, Nur tidak sendirian. Ia bersama istri, anak, dan menantunya pulang kampung dengan mengendarai mobil.
Menurut Nur, kondisi Jalur Pantura kini jauh lebih lengang dibandingkan sebelum adanya Tol Cipali.
Ia berangkat dari Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di Indramayu sekitar pukul 15.00 WIB.
“Paling tadi sedikit padat itu di MBZ yang mau ke Jalan Tol Cikampek itu karena ada mobil yang mogok. Tapi setelah itu lancar sampai ke sini,” ujar Nur.
Selain bernostalgia, alasan lain Nur memilih Jalur Pantura adalah untuk menengok anaknya yang tengah bertugas di Rest Area UPPKB Jembatan Timbang Losarang.
“Kebetulan anak di Kementerian PU juga lagi tugas di sini, ya sekalian, jadinya lewat Pantura,” katanya.
Terkait kehadiran rest area, Nur mengaku sangat terbantu. Menurutnya, perjalanan dari Jakarta Barat menuju Majalengka cukup jauh dan melelahkan.
Pada kesempatan tersebut, Nur juga memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, seperti cek kesehatan gratis, karaoke, hingga kursi pijat.
“Menurut saya rest area ini sangat layak, nyaman juga, tadi juga saya ngambil kopi gratis, terus nyobain karaoke juga sama cek kesehatan,” kata Nur.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/25/694d348059138.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 80.000 Orang pada Tahun Baru 2026 Megapolitan 25 Desember 2025
Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 80.000 Orang pada Tahun Baru 2026
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, memprediksi jumlah pengunjung TMR pada Tahun Baru 2026 mencapai 80.000 orang.
“Untuk tahun baru diperkirakan 80.000 pengunjung,” kata Kepala Humas
Taman Margasatwa Ragunan
Wahyudi Bambang kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Bambang mengatakan, prediksi tersebut berasal dari capaian pengunjung TMR pada Tahun Baru 2025 lalu.
Namun, ia menurunkan prediksi jumlah pengunjung pada Tahun Baru 2026 nanti.
“Walaupun faktanya tahun lalu melebihi 100.000 pengunjung, tapi kita enggak usah tinggi-tinggi (untuk prediksi),” tuturnya.
Untuk persiapan lonjakan pengunjung, pengelola melakukan sejumlah langkah guna meningkatkan keselamatan dan keamanan.
Salah satunya dengan mengidentifikasi serta memangkas pohon yang memiliki tinggi lebih dari 12 meter.
“Hampir semua pohon, target kami yang terdekat kemarin adalah pohon yang sudah di atas 12 meter ya kita potong,” terang Bambang.
“Beberapa pohon sudah kita tebang habis karena memang secara deteksi kerapuhan pohon sudah tidak layak untuk dipertahankan, jadi kita tebang,” tambahnya.
Pemangkasan pohon diutamakan di jalur-jalur yang paling banyak dilalui pengunjung.
Selain itu, pengunjung diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan mengantisipasi kemungkinan hujan deras saat berada di area TMR.
“Kami minta pengunjung menyiapkan antisipasi hujan, misalnya membawa payung atau jas hujan, dan menjaga keselamatan terutama anak-anak,” kata Bambang.
TMR juga telah menyiapkan 10 titik kantong parkir di dalam area kebun binatang dengan kapasitas sekitar 6.000 mobil dan 12.000 sepeda motor.
Beberapa titik parkir mobil berada di pintu timur, area dekat danau, gudang pakan, serta jalur melingkar menuju pintu selatan.
Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), waktu operasional TMR dibuka lebih awal, yakni mulai pukul 06.00 hingga 16.30 WIB.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694d1a04544b1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Gedung Parkir 2 Lantai yang Ambruk di Koja Timpa 6 Kendaraan Megapolitan 25 Desember 2025
Gedung Parkir 2 Lantai yang Ambruk di Koja Timpa 6 Kendaraan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando mengatakan, gedung parkir dua lantai yang ambruk di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (25/12/2025) menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir.
“Empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda onthel. Itu yang tertimpa,” kata Fernando saat dikonfirmasi, Kamis.
Meski begitu, Fernado memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia menambahkan, proses evakuasi kendaraan yang tertimpa bangunan sudah dilakukan.
“Bangunan biasa bukan rumah tinggal, di bawahnya buat parkiran mobil ada juga warga lain yang parkir di situ. Sementara lantai dua kosong cuma dak (dicor semen),” jelasnya.
Fernando mengungkapkan, gedung parkiran milik warga yang disewakan tersebut tiba-tiba roboh sekitar pukul 15.30 WIB.
Hingga kini, penyebab ambruknya bangunan dua lantai itu masih dalam penyelidikan.
Petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, bangunan dua lantai dekat pesantren di Koja, Jakarta Utara, ambruk ke samping secara mendadak pada Kamis (25/12/2025) sore.
Dalam video yang diterima
Kompas.com
, ambruknya bangunan itu diawali dengan suara retakan yang kencang.
Mendengar suara tersebut, anak-anak yang sedang berada di bawah bangunan langsung berlarian menyelamatkan diri.
Tak lama atap bangunan yang terbuat dari seng spandex tersebut roboh ke bawah diikuti dengan dinding semennya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/25/694d363322b6e.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta Selesai, Jemaat Keluar dengan Tertib Megapolitan 25 Desember 2025
Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta Selesai, Jemaat Keluar dengan Tertib
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Rangkaian Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, resmi berakhir pada Kamis (25/12/2025) malam.
Misa terakhir yang dimulai pukul 18.00 WIB selesai sekitar pukul 19.40 WIB. Berakhirnya ibadah tersebut ditandai dengan jemaat yang keluar dari dalam gereja secara tertib.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi menunjukkan suasana di area luar Gereja Katedral tetap ramai, namun terkendali. Ratusan jemaat dari berbagai usia bergerak meninggalkan gedung gereja menuju pintu keluar, mengakhiri rangkaian ibadah Natal dengan penuh sukacita.
Di lorong penghubung antara bangunan utama dan halaman gereja, sejumlah jemaat tampak berhenti sejenak untuk berinteraksi. Banyak keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama di bawah dekorasi lampu gantung dan pohon Natal yang menghiasi selasar gereja.
Anak-anak dengan kostum bernuansa Natal hingga jemaat lansia terlihat menikmati suasana malam Natal. Meski ibadah telah usai, antusiasme umat tetap tinggi.
Sejumlah jemaat mengabadikan momen kebersamaan menggunakan ponsel, menciptakan pemandangan cahaya layar di sepanjang jalur pejalan kaki berlapis konblok.
Nuansa perayaan semakin terasa dengan dekorasi khas Natal yang terpasang di selasar beratap panjang. Ornamen bintang, rumbai hijau pinus, serta pita merah menghiasi area tersebut, menghadirkan suasana hangat dan religius di tengah udara malam Jakarta.
Petugas keamanan dan panitia gereja berjaga di sejumlah titik untuk memastikan arus keluar jemaat menuju area parkir dan gerbang utama berjalan lancar. Pengaturan dilakukan guna menghindari penumpukan di titik-titik tertentu.
Humas
Gereja Katedral Jakarta
Susyana Suwadie mengatakan, seluruh rangkaian
Misa Natal
2025 berjalan lancar sejak malam Natal hingga Hari Natal.
“Puji Tuhan, akhirnya terlaksana seluruh rangkaian Misa Hari Natal. Dari sejak malam Natal kemudian hari Natal pada hari ini berjalan lancar,” kata Susyana saat
doorstop
dengan wartawan usai misa umum, Kamis.
Susyana mengungkapkan, tantangan sempat terjadi pada misa sore pukul 18.00 WIB akibat hujan deras disertai angin kencang.
Kondisi tersebut membuat umat yang mengikuti misa di area Plaza Maria harus dievakuasi ke tempat yang lebih terlindung.
“Umat yang tadinya mengikuti misa di Plaza Maria terkena tampias air hujan yang cukup deras dan kencang, sehingga harus dievakuasi. Namun semuanya mengikuti arahan dan misa tetap bisa diselesaikan sampai akhir,” ujar dia.
Terkait jumlah jemaat, Susyana menyebutkan Misa Natal Pontifikal pukul 08.30 WIB diikuti sekitar 3.000 hingga 3.500 umat. Misa Keluarga pukul 11.00 WIB dihadiri sekitar 2.000–2.500 jemaat.
Sementara itu, Misa Lansia pukul 16.00 WIB diikuti sekitar 1.000 jemaat di dalam gereja utama dengan tambahan jemaat di Plaza Maria.
Untuk misa terakhir pukul 18.00 WIB, jumlah umat mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 orang.
“Karena memenuhi gereja utama, Plaza Maria, Grha Pemuda lantai 1 dan 4, serta kapel lantai 2,” kata Susyana.
Menurut dia, secara keseluruhan jumlah jemaat yang hadir sesuai dengan ekspektasi panitia, bahkan melebihi kapasitas tampung yang disiapkan.
“Daya tampung sekitar 5.000 itu ternyata masih kurang, terutama saat malam Natal. Ini tentu akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujar dia.
Susyana menegaskan, pihak gereja akan tetap melakukan evaluasi menyeluruh setelah seluruh rangkaian perayaan selesai.
“Kami berharap umat bisa selalu beribadah dengan khusyuk, nyaman, dan aman. Walaupun secara umum berjalan lancar, evaluasi tetap akan dilakukan,” kata Susyana.
Dalam kesempatan itu, Susyana juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pengamanan dan kelancaran perayaan Natal, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, organisasi kemasyarakatan, hingga Badan Pengelola Masjid Istiqlal yang menyediakan area parkir dan akses terowongan.
“Selamat Natal bagi yang merayakan. Semoga sukacita Natal membawa terang dan harapan bagi kita semua,” ucap dia.
Rangkaian ibadah Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta pun ditutup dengan suasana damai. Senyum dan sapaan hangat antarjemaat menjadi penutup yang indah bagi perayaan Natal tahun ini.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/24/694b9ea43acaa.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama
BGN Tekankan Pentingnya MBG untuk Ibu Hamil dalam Seribu Hari Pertama
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) tetap menjadi prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pada periode libur akhir tahun 2025.
Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase
1.000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK) yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.
“Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek dan kita harus menjaga
golden time
ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” ujar Kepala
BGN
Dadan Hindayana dalam keterangan pers, Kamis (25/12/2025).
Dadan menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi bagi kelompok rentan harus dijaga tanpa terpengaruh kalender pendidikan maupun musim liburan.
“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus,” ucapnya.
Sementara itu, untuk penerima manfaat dari kalangan anak sekolah, BGN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur.
Program MBG bagi anak sekolah bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.
“Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Tetapi bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” jelas Dadan.
BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.
Memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.
Sementara pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/25/694d2bb5e6154.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694d5c8b30982.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/24/694bc6174bfd3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/07/31/688ae7bcb0270.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/11/29/692a9a394c831.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/25/694d34b4a4c67.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)