Author: Kompas.com

  • KPK Masih Dalami Aliran Uang Korupsi CSR BI-OJK ke Anggota DPR

    KPK Masih Dalami Aliran Uang Korupsi CSR BI-OJK ke Anggota DPR

    KPK Masih Dalami Aliran Uang Korupsi CSR BI-OJK ke Anggota DPR
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus mendalami aliran uang dalam kasus dugaan korupsi dana
    corporate social responsibility
    (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke sejumlah Anggota DPR.
    Juru Bicara
    KPK
    Budi Prasetyo mengatakan, pendalaman dilakukan penyidikan dengan memeriksa dua tersangka anggota DPR, yaitu Satori dan Heri Gunawan, dan
    anggota DPR
    lainnya yang mengetahui konstruksi perkara.
    “Untuk pendalaman, tentu ini masih terus berproses karena memang dalam perkara ini penyidik juga selain melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu saudara ST dan saudara HG, penyidik juga secara paralel sudah melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak anggota DPR lainnya yang mengetahui terkait dengan konstruksi perkara,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).
    Budi juga mengatakan, penyidik juga memeriksa sejumlah pihak baik dari BI maupun OJK untuk menjelaskan proses perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban program CSR BI-OJK.
    “Apakah sudah sesuai dengan prosedur pelaksanaan suatu kegiatan di
    BI dan OJK
    atau belum atau seperti apa. Artinya apa? Ini akan terus didalami pihak-pihak yang mendapatkan bagian dari PSBI dan OJK ini,” ujar dia.
    Sebelumnya, dalam perkara ini, KPK menetapkan dua Anggota DPR RI, Heru Gunawan dan Satori, sebagai tersangka terkait kasus dana CSR BI-OJK Tahun 2020-2023, pada Kamis (7/8/2025).
    KPK menduga yayasan yang dikelola Heri Gunawan dan Satori telah menerima uang dari mitra kerja Komisi XI DPR RI, yaitu Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, keduanya diduga tidak melaksanakan kegiatan sosial sebagaimana dipersyaratkan dalam proposal permohonan bantuan dana sosial tersebut.
    Atas perbuatannya, Heri Gunawan dan Satori disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
    Tak hanya itu, keduanya juga dikenakan pasal sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali Regional 26 Desember 2025

    MBG Saat Libur Sekolah di Sumenep Tak Merata: Ada yang Dirapel, Ada yang Tak Terima Sama Sekali
    Tim Redaksi
    SUMENEP, KOMPAS.com
    – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, selama libur semester I tahun ajaran 2025 berlangsung tidak seragam.
    Sejumlah sekolah masih menerima
    MBG
    dengan sistem dirapel, sementara sekolah lain tidak mendapat distribusi sama sekali.
    Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamolokan 2, Kecamatan Kota, MBG tetap diterima meski tidak setiap hari.
    Kepala SDN Pamolokan 2
    Sumenep
    , David Rahman, mengatakan distribusi MBG selama liburan dilakukan dengan sistem rapelan sepekan sekali.
    “Selama libur semester, MBG tetap ada, tetapi diberikan dengan cara dirapel satu minggu sekali,” kata David kepada Kompas.com di Sumenep, Jumat (26/12/2025).
    David menjelaskan, libur sekolah di SDN Pamolokan 2 berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
    Dalam periode tersebut, pihak sekolah sudah dua kali menerima MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kota.
    “Sejak libur dimulai, kami sudah dua kali menerima MBG yang dirapel,” tambahnya.
    Menurut David, menu MBG yang diterima selama libur sekolah berbeda dengan menu harian saat sekolah aktif.
    “Isinya biasanya roti, susu, telur ayam, telur puyuh, kadang ditambah buah naga atau buah pir,” ujarnya.
    Ia menambahkan, sistem distribusi MBG selama libur semester memang dirancang dengan pola rapelan.
    “Setahu saya, selama liburan tetap didistribusikan, hanya teknisnya dirapel setiap pekan,” ungkap David.
    Di SDN Pamolokan 2, pengambilan MBG dilakukan langsung oleh siswa ke sekolah setiap hari Selasa.
    “Teknisnya, siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil MBG yang sudah diantar dari dapur SPPG,” tuturnya.
    David juga menyebut pola distribusi serupa diterapkan di sejumlah sekolah lain di Kecamatan Kota.
    “Informasi yang saya terima, sistem ini juga diterapkan di beberapa dapur SPPG lain di Kecamatan Kota,” ujarnya.
    Berbeda dengan Kecamatan Kota, kondisi lain terjadi di Kecamatan Saronggi.
    Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Saronggi, Didik Santoso, mengatakan sekolahnya tidak menerima MBG sama sekali selama libur semester.
    “Sejak libur dimulai, kami tidak menerima MBG dan tidak ada pemberitahuan soal distribusi,” kata Didik.
    Didik menjelaskan, libur semester di MTs Negeri 3 Saronggi berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
    “Dari tanggal 22 Desember sampai awal Januari, tidak ada pendistribusian MBG,” ungkapnya.
    Ia menyebut dapur SPPG di wilayah Saronggi bagian timur memang tidak menyalurkan MBG selama masa libur.
    “Untuk SPPG Saronggi ke timur, setahu kami memang tidak ada MBG selama libur semester,” kata Didik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dugaan Pembalakan Hutan Lindung di Gowa, Polisi Telah Periksa 9 Saksi
                
                    
                        
                            Makassar
                        
                        26 Desember 2025

    Dugaan Pembalakan Hutan Lindung di Gowa, Polisi Telah Periksa 9 Saksi Makassar 26 Desember 2025

    Dugaan Pembalakan Hutan Lindung di Gowa, Polisi Telah Periksa 9 Saksi
    Tim Redaksi
    GOWA, KOMPAS.com
    – Pembalakan liar puluhan hektar hutan lindung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus didalami aparat kepolisian.
    Selain telah mengamankan satu unit ekskavator yang digunakan untuk merambah dan mengubah kontur hutan lindung di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, polisi juga telah memeriksa sembilan orang saksi.
    Saksi yang diperiksa meliputi kepala desa, kepala dusun, hingga sejumlah petugas kehutanan.
    “Sudah ada sembilan orang yang kami periksa sebagai saksi termasuk kepada desa dan kepala dusun dan dalam waktu dekat kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan penetapan tersangka,” kata AKP Bachtiar Nambung, Kasat Reskrim Polres Gowa, Jumat (26/12/2025).
    Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kepolisian juga memeriksa sejumlah petugas Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan dan salah satu pemilik usaha koperasi yang mengantongi izin pengelolaan getah pohon pinus seluas 3.000 hektar.

    Penggrebekan dilakukan aparat gabungan yang dipimpin oleh Kapolres Gowa dan Wakil Bupati Gowa pada pukul 03:00 WITA, Jumat (12/12/2025).
    Dalam operasi tersebut, petugas tidak menemukan pelaku pembalakan liar, hanya jejak alat berat dan hutan lindung yang telah gundul seluas puluhan hektar.
    Kasus ini menjadi perhatian karena kawasan hutan lindung tersebut merupakan hulu sungai dan sumber air bagi Kabupaten Gowa.
    Kerusakan hutan lindung ini diprediksi akan berdampak kepada jutaan warga baik di Kabupaten Gowa maupun Kota Makassar.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Desa Kedungbanteng Sidoarjo Direndam Banjir, Lebih Parah dari Tahun Lalu
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Desa Kedungbanteng Sidoarjo Direndam Banjir, Lebih Parah dari Tahun Lalu Surabaya 26 Desember 2025

    Desa Kedungbanteng Sidoarjo Direndam Banjir, Lebih Parah dari Tahun Lalu
    Tim Redaksi
    SIDOARJO, KOMPAS.com
    – Banjir kembali menggenangi Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (25/12/2025).
    Debit banjir kali ini disebut lebih tinggi dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2024, dengan ketinggian air mencapai 35 hingga 40 sentimeter.
    Kepala Desa Kedungbanteng Budiono menyatakan, genangan air kali ini jauh lebih tinggi karena sudah masuk ke sejumlah rumah warga, termasuk rumahnya sendiri, dengan ketinggian antara 5 hingga 10 sentimeter.
    Padahal, pada banjir tahun lalu, air tidak masuk ke rumah-rumah warga.
    “Tahun ini debitnya memang lebih tinggi, kalau dibandingkan tahun kemarin. Rumah saya saja yang sebelumnya aman, sekarang sudah kemasukan air,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
    Budiono menyebut, pihak desa bersama petugas keamanan setempat telah melakukan pendataan serta koordinasi dengan warga yang rumahnya masih tergenang banjir.
    “Kami terus melakukan pendataan rumah warga yang tergenang banjir, sekaligus antisipasi kalau hujan lebat kembali turun, pasti nanti genangannya tambah tinggi,” ujarnya.
    Ia menambahkan bahwa pemerintah desa berencana membuka posko pengungsian seperti yang dilakukan pada tahun 2024. Dua lokasi telah disiapkan, yakni Balai Desa Kedungbanteng dan TPQ Muhammadiyah Kedungbanteng.
    “Kami sedang berkoordinasi dengan Pemkab untuk membuka dua posko pengungsian agar warga punya tempat yang aman,” jelasnya.
    Budiono menyatakan telah berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan kebutuhan sanitasi dan air bersih warga terdampak terpenuhi. Ia berharap posko pengungsian dengan dukungan lintas instansi dapat melindungi warga dari dampak banjir setinggi 35 hingga 40 sentimeter tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 13.769 Kendaraan Tercatat Melintasi Jalur Puncak Bogor pada Jumat Pagi
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    13.769 Kendaraan Tercatat Melintasi Jalur Puncak Bogor pada Jumat Pagi Regional 26 Desember 2025

    13.769 Kendaraan Tercatat Melintasi Jalur Puncak Bogor pada Jumat Pagi
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Sebanyak 13.769 kendaraan tercatat melintasi Jalur Puncak, Kabupaten Bogor pada Jumat (26/12/2025) pagi. Dengan kata lain, terjadi peningkatan volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata Puncak sebesar 10 persen.
    Berdasarkan data yang diterima Satlantas Polres
    Bogor
    dari GT Ciawi, pada pukul 05.00 WIB-pukul 06.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar dari Exit GT Ciawi menuju Puncak tercatat sebanyak 1.970 kendaraan.
    Sementara itu, arah sebaliknya dari Puncak menuju Jakarta melalui GT Ciawi tercatat ada 732 kendaraan.
    Kemudian, terjadi peningkatan volume kendaraan menuju Puncak mulai pukul 06.00 WIB-pukul 09.00 WIB, mencapai 7.652 kendaraan. Untuk arah sebaliknya pada jam yang sama sebanyak 4.475 kendaraan.
    Total kendaraan yang keluar dan masuk di Jalur Puncak melalui GT Ciawi tercatat mencapai 13.769 kendaraan sepanjang Jumat pagi.
    Sebelumnya, Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas
    Polres Bogor
    Iptu Ardian Novianto mengatakan bahwa Jumat pagi memang terjadi peningkatan volume kendaraan yang menuju kawasan wisata Puncak.
    “Pagi hari ini sampai dengan pukul 07.00 WIB itu peningkatannya kurang lebih 10 persen karena memang hari ini lebih meningkat. Namun, tidak terlalu tinggi peningkatannya, cukup relatif sama,” kata Ardian di Simpang Gadog, Jumat (26/12/2025).
    Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem
    oneway
     atau satu arah menuju Puncak.
    Lebih lanjut, Ardian memprediksi puncak arus kendaraan di Jalur Puncak pada libur Natal terjadi pada Jumat ini hingga 28 Desember 2025.
    “Kita akan lihat waktu-waktu puncaknya arus kendaraan di hari apa. Prediksi di tiga hari itu arus pascaNatal dan Libur Tahun Baru,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap Surabaya 26 Desember 2025

    Masjid di Lumajang Jadi Rest Area Selama Libur Nataru, Boleh Menginap
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Masjid di sepanjang jalan utama Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dijadikan rest area untuk warga yang berlibur di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
    Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten
    Lumajang
    , Ahmad Faisol Saifulloh mengatakan, di sepanjang jalan utama Lumajang mulai dari Kecamatan Ranuyoso hingga Jatiroto, masjid di pinggir jalan utama telah disiapkan untuk rest area.
    Demikian juga, masjid di jalan utama menuju ke Kabupaten Malang via Piket Nol di Kecamatan candipuro dan Pronojiwo.
    “Ini instruksi dari Bapak Menteri Agama, jadi masjid-masjid yang banyak dilalui kita tunjuk untuk dijadikan rest area,” kata Faisol di Lumajang, Jumat (26/12/2025).
    Faisol mengatakan, berbagai fasilitas pendukung seperti minuman ringan juga telah disiapkan oleh takmir masjid untuk menyambut warga yang hendak beristirahat.
    Menurut Faisol, hal ini merupakan wujud dari toleransi yang ada di Lumajang.
    Meski umat muslim tidak ikut merayakan Natal, tapi tetap berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada warga yang berlibur dalam rangka merayakan Natal.
    “Rest area itu disiapkan untuk menampung warga yang mudik atau berwisata yang kebetulan lewat untuk digunakan tempat istirahat dan tempat ibadah,” ujarnya.
    Faisol menegaskan, masjid yang digunakan rest area tidak hanya menampung warga yang beragama islam.
    Warga non muslim yang hendak beristirahat di masjid juga dipersilahkan asalkan tidak mengganggu proses ibadah.
    Bahkan, di masjid yang dijadikan rest area juga diperbolehkan untuk tempat menginap warga.
    “Warga non muslim boleh, menginap di masjid juga boleh, tapi kami imbau agar tidak sampai mengganggu jalannya ibadah di masjid,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tiga Eks Petinggi Bank DKI Didakwa Loloskan Kredit Bermasalah ke PT Sritex, Rugikan Negara Rp 150 Miliar
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    Tiga Eks Petinggi Bank DKI Didakwa Loloskan Kredit Bermasalah ke PT Sritex, Rugikan Negara Rp 150 Miliar Regional 26 Desember 2025

    Tiga Eks Petinggi Bank DKI Didakwa Loloskan Kredit Bermasalah ke PT Sritex, Rugikan Negara Rp 150 Miliar
    Editor
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Kasus korupsi PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dengan modus pemberian fasilitas kredit menyeret tiga mantan petinggi PT Bank DKI.
    Mereka didakwa meloloskan kredit modal kerja meski mengetahui kondisi perusahaan tidak layak menerima pinjaman.
    Ketiganya adalah Direktur Utama PT
    Bank DKI
    Zainuddin Mappa, Direktur Teknologi dan Operasional Priagung Suprapto, serta Direktur Keuangan Babay Farid Wazdi.
    Para mantan petinggi bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu memberikan persetujuan kredit modal kerja sebesar Rp 150 miliar kepada PT Sritex.
    Ketiga terdakwa menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (23/11/2025).
    Jaksa Penuntut Umum Fajar Santoso menyebut, para terdakwa memuluskan pemberian kredit dengan mengubah nilai permohonan kredit yang diajukan PT Sritex.
    Jaksa mengungkapkan, awalnya PT Sritex mengajukan kredit sebesar Rp200 miliar. Namun, para terdakwa mengubah nilai tersebut menjadi Rp150 miliar.
    Perubahan itu dilakukan agar pengajuan kredit tidak masuk pengawasan komite kredit A1 dan dewan komisaris Bank DKI.
    “Para terdakwa tetap memberi persetujuan kredit modal kerja sebesar Rp150 miliar. Padahal tahu Sritex tidak memenuhi syarat,” papar jaksa saat membacakan dakwaan.
    Selain itu, kredit Rp150 miliar tersebut dicairkan tanpa agunan kebendaan. Dana pinjaman juga tidak digunakan sebagai tambahan modal kerja, melainkan untuk membayar utang-utang PT Sritex.
    Akibatnya, fasilitas kredit tersebut berujung gagal bayar.
    “Atas perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara hingga Rp180 miliar,” papar jaksa.
    Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.
    Kuasa hukum Babay Farid Wazdi, Dodi Abdulkadir, menyatakan akan mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum.
    “Termasuk merekayasa permohonan kredit itu. Padahal Pak Babay ini tidak pernah ketemu, tidak pernah berhubungan dengan bos Sritex,” katanya.
    Dodi juga menegaskan kliennya tidak memperoleh keuntungan apa pun dari pemberian kredit tersebut.
    Sebagai informasi, terdapat 10 terdakwa dalam kasus korupsi fasilitas kredit PT Sritex. Dua bos Sritex, Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, turut terseret bersama sejumlah pejabat bank daerah di Jawa Barat dan Bank DKI.
    Total kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp1,35 triliun.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mengintip Pos Pelayanan Jembatan Suramadu, Sediakan Makan-Minum Gratis hingga Kursi Pijat
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Desember 2025

    Mengintip Pos Pelayanan Jembatan Suramadu, Sediakan Makan-Minum Gratis hingga Kursi Pijat Surabaya 26 Desember 2025

    Mengintip Pos Pelayanan Jembatan Suramadu, Sediakan Makan-Minum Gratis hingga Kursi Pijat
    Tim Redaksi
    BANGKALAN, KOMPAS.com
    – Mobilitas masyarakat jelang pergantian tahun semakin tinggi. Untuk terus memberikan pelayanan pada masyarakat khususnya para pengendara, Polres Bangkalan membangun pos pelayanan di akses jalan Jembatan Suramadu.
    Kasat Lantas Polres
    Bangkalan
    , AKP I Gusti Krisna Bagus Fuady mengatakan pos pelayanan itu bisa dimanfaatkan para pengendara untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
    “Jadi, bagi para pengendara silahkan beristirahat di pos yang telah kami sediakan. Jangan berkendara dalam kondisi mengantuk dan lelah karena bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Krisna, Jumat (26/12/2025).
    Selain itu, di pos pelayanan di akses
    Suramadu
    itu juga sudah disediakan berbagai fasilitas untuk pengendara. Mulai dari tempat istirahat yang lengkap dengan AC atau pendingin rungan, mushala, WiFi hingga colokan listrik gratis.
    “Lalu, juga kami sediakan makanan ringan dan minuman gratis. Masyarakat juga bisa mencoba kursi pijat yang sudah kami sediakan. Silahkan datang, nikmati fasilitas yang ada semuanya gratis,” katanya.
    Krisna juga mengimbau agar masyarakat bisa memeriksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Apalagi, saat ini cuaca ekstrem kerap terjadi di Bangkalan.
    “Para pengendara bisa mengecek lampu, rem dan kondisi kendaraan sebelum digunakan. Saat ini kondisi sering hujan dan jarak pandang terbatas saat hujan lebat,” ujarnya.
    Lebih lanjut, dia mengatakan, jumlah peningkatan kendaraan mulai terjadi di
    Jembatan Suramadu
    baik dari Bangkalan menuju ke Surabaya ataupun sebaliknya.
    Namun, menurut Krisna, peningkatan jumlah kendaraan itu masih belum signifikan.
    “Masih belum signifikan peningkatannya. Biasanya nanti jelang
    tahun baru
    mulai terlihat,” katanya.
    Terkait penyekatan di akses masuk Suramadu jelang pergantian tahun hingga kini, Krisna menyebut, masih belum diputuskan.
    “Untuk rekayasa lalu lintas belum kami lakukan. Namun yang pasti, kami minta masyarakat tidak parkir di bahu jalan apalagi di kondisi cuaca ektrem seperti saat ini,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PMI Yogyakarta Siagakan 8 Ambulans Motor Selama Libur Nataru, Ini Nomor Kontak PMI DIY
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        26 Desember 2025

    PMI Yogyakarta Siagakan 8 Ambulans Motor Selama Libur Nataru, Ini Nomor Kontak PMI DIY Yogyakarta 26 Desember 2025

    PMI Yogyakarta Siagakan 8 Ambulans Motor Selama Libur Nataru, Ini Nomor Kontak PMI DIY
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyiagakan enam) Pos Pelayanan Ambulans dan Pertolongan Pertama di seluruh DIY selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026).
    Tak hanya itu, sebanyak 573 orang personel, 18 ambulans, delapan motor first responder, dan kendaraan operasional siaga kedaruratan diterjunkan untuk membantu masyarakat yang merayakan Natal 2025 dan tahun baru 2026.

    PMI
    menyiagakan personel berlatar belakang medis juga relawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama yang akan membantu masyarakat merayakan
    Natal dan Tahun Baru
    di
    DIY
    ,” kata dr. Lipur Riyantiningtyas, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial (Yankesos) PMI DIY, Jumat (26/12/2025).
    “Mereka akan bertugas 24 jam di masing-masing pos, siaga di beberapa gereja, dan berkeliling di tempat-tempat keramaian maupun obyek wisata di masing-masing wilayah di seluruh DIY,” ujarnya lagi.
    Sebanyak 18 ambulans yang disiagakan terdiri dari ambulans transport, kegawatdaruratan, ambulans motor, dan mobil jenazah.
    “PMI memiliki delapan ambulans motor (first responder) yang akan diluncurkan segera saat terjadi kedaruratan dengan tugas menilai keadaan dan memberikan pertolongan pertama sebelum ambulans kegawatdaruratan tiba,” katanya
    “Hal ini terutama saat terjadi kepadatan lalu lintas dan keramaian sebagaimana kondisi
    Yogyakarta
    yang padat di libur
    Nataru
    ini. Selain itu, PMI juga tetap siaga dengan armada dan personel untuk mengantisipasi kedaruratan lain seperti kebakaran maupun bencana alam lainnya”, ujar dr. Lipur lagi.
    Menurut dia, personel PMI melaksanakan penjagaan pertolongan pertama dan berkeliling di beberapa gereja dan obyek wisata untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
    Kemudian, posko PMI DIY di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman akan membuka layanan mulai 24 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026.
    Selanjutnya, pada saat malam tahun baru akan bergabung dengan tim gabungan yang terkoordinasi oleh Dinas Kesehatan DIY di seputaran Tugu, Malioboro, dan Titik Nol Kilometer.
    Sementara Pos PMI Kota Yogyakarta yang berada di Markas PMI Kota Yogyakarta Jalan Tegalgendu 25 Kotagede 25 Yogyakarta, akan beroperasi mulai 24-25 Desember 2025, 31 Desember 2025-1 Januari 2026.
    Lipur mengatakan, saat malam Natal dan Natal, mereka akan berkeliling di berbagai gereja di Wilayah Kota Yogyakarta.
    Selain itu, akan berjaga di kebun binatang Gembira Loka pada 25 dan 28 Desember 2025, serta 1 Januari 2026.
    Kemudian, bergabung bersama tim gabungan terkoordinasi oleh Dinas Kesehatan DIY di Malioboro, Titik Nol, MAN III Yogyakarta, Perempatan Ngabean, dan Perempatan Wirobrajan pada malam tahun baru.
    Dia menyebut, posko 24 jam PMI Kabupaten Bantul di Markas PMI Kabupaten Bantul, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1 Bantul akan beroperasi pada 24-28 Desember 2025, 31 Desember 2025-1 Januari 2026.
    Khusus, pada 24-28 Desember 2025, akan membuka Pos penjagaan di Gereja Klodran dan Pos di Perempatan Jalur Jalan Lintas Selatan Baru (JJLS) Parangtritis pada 31 Desember-1 Januari 2025 dan Pos Druwo tanggal 1 Januari, serta pelayanan keliling di area Paseban dan Bantul.
    Sementara itu, Posko 24 jam PMI Kabupaten Sleman akan beroperasi pada 24 Januari 2025 sampai dengan 2 Januari 2026 di beberapa pos yakni Tempel, Prambanan, Gamping, Ambarukmo Plaza. Selain itu, akan berkeliling di beberapa gereja di Wilayah Sleman di antaranya Moyudan, Turi, Ngemplak, serta saat malam tahun baru.
    Selanjutnya, posko 24 Jam PMI Kabupaten Kulon Progo akan beroperasi pada 24-26 Desember 2025, dan 31 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026.
    Khusus pada malam Natal dan Natal, petugas posko PMI Kulon Progo akan berkeliling di beberapa gereja Wilayah Kulon Progo, serta saat tahun baru seperti di Alun-Alun Wates dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi wisatawan di obyek-obyek wisata sepanjang pantai Kulon Progo.
    Posko 24 jam PMI Kabupaten Gunungkidul beroperasi pada 24-25 Desember 2025, dan 31 Desember 2025-1 Januari 2026. Pada saat Natal 24 dan 25 Desember 2025 melaksanakan pelayanan di Gereja Santo Petrus Baleharjo dan keliling di beberapa gereja Wilayah Wonosari.
    Selain itu, akan berkeliling di tempat-tempat titik keramaian serta berada di Pos Pantai Baron pada 24-26 Desember 2025, 31 Desember 2025-1 Januari 2026 dengan sif pagi sampai dengan sore.
    “Saya berharap Personel PMI selama bertugas tetap mengedepankan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Prinsip-prinsip tersebut adalah kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan,” kata Lipur.
    Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Unit Donor Darah PMI DIY, dr. Suryanto, Sp.PK.,Subsp.H.K (K), mengatakan bahwa masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan darah 24 jam PMI di Unit Donor Darah (UDD) PMI selama
    libur Nataru
    .
    Pelayanan donor darah di UDD PMI Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Gunungkidul dimulai pukul 08.00-20.30 WIB, sementara UDD PMI Kabupaten Bantul dan Sleman pukul 08.00-20.00 WIB.
    “Stok darah selama Nataru relatif aman namun perlu diantisipasi pada awal Januari 2026 karena beberapa golongan darah stoknya mulai menurun. Biasanya awal sampai pertengahan Januari pendonor darah menurun karena tidak banyak kegiatan donor darah diluar gedung PMI/mobile unit PMI,” ujarnya.
    “Untuk itu kami tetap berharap dan mengimbau masyarakat khususnya pendonor darah sukarela menyempatkan donor darah di sela liburannya. Apalagi bagi mereka yang sudah mendapatkan “pesan cinta” notifikasi dari PMI untuk berdonor darah kembali, bisa bersegera mengunjungi Unit Donor Darah PMI agar saudara-saudara kita yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan terbaik”, kata Suryanto lagi.
    Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan selama Nataru, berikut nomor pusat layanan telepon PMI yang bisa dihubungi saat terjadi kedaruratan di antaranya:
    Sementara nomor telepon Unit Donor Darah (UDD) di masing-masing wilayah di antaranya:
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ridwan Kamil dan Retaknya Pesona Politik Pencitraan

    Ridwan Kamil dan Retaknya Pesona Politik Pencitraan

    Ridwan Kamil dan Retaknya Pesona Politik Pencitraan
    Praktisi Humas/Manajer Eksekutif PR Politik Indonesia
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    DALAM
    politik modern, pengelolaan citra telah menjadi bagian penting dari strategi komunikasi seorang politisi.
    Ia tidak hanya menyangkut bagaimana seorang tokoh hadir di ruang publik, tetapi juga cara membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa percaya, dan membentuk harapan kolektif di benak masyarakat.
    Di era media sosial, proses ini berlangsung jauh lebih intens. Publik tidak hanya mengenal kebijakan seorang politisi, tetapi juga kepribadian, gaya berkomunikasi, hingga potongan kehidupan pribadinya.
    Namun, praktik politik belakangan menunjukkan satu paradoks. Citra yang dibangun terlalu sempurna justru paling rapuh ketika realitas menyimpang.
    Di ruang digital yang bergerak cepat, satu celah kecil saja bisa meruntuhkan reputasi yang selama ini dibangun.
    Ketika jarak antara persona yang dikonstruksi selama bertahun-tahun dan kenyataan yang terungkap kian melebar, kekaguman dapat berubah menjadi kekecewaan dalam sekejap.
    Fenomena ini tampak dalam cara publik memaknai perjalanan politik
    Ridwan Kamil
    .
    Jauh sebelum menjabat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah dikenal sebagai figur yang mahir mengelola citra di media sosial. Ia menampilkan diri sebagai pemimpin yang humanis, kreatif, religius moderat, dekat dengan anak muda, sekaligus komunikatif.
    Ketika menjabat sebagai gubernur Jawa Barat, pola komunikasi itu tidak berubah, bahkan semakin intens.
    Akun instagramnya
    @ridwankamil
    berfungsi sebagai etalase kerja sekaligus ruang personal: dari agenda pemerintahan hingga kisah rumah tangga bersama sang istri, Atalia Praratya, yang juga dikenal netizen dengan nama ”Bu Cinta”, secara rutin dibagikan melalui feed akun tersebut.
    Narasi keluarga harmonis dan relasi yang setara menjadikan mereka dijuluki
    couple goals.
    Sosok pemimpin tidak lagi hadir sebagai figur birokratis yang berjarak secara sosial, melainkan sebagai pribadi yang terasa dekat dan “ideal”.
    Citra keluarga sempurna dan pemimpin yang manusiawi menjadi bagian penting dari daya tariknya. Dalam bahasa komunikasi politik, hal ini sering disebut sebagai
    political branding.
    Political branding
    merujuk pada upaya sistematis membangun identitas politik melalui simbol, narasi, dan emosi yang konsisten, sehingga publik tidak hanya mengenal kebijakan seorang pemimpin, tetapi juga merasa dekat secara personal dengan sosoknya.
    Dalam konteks ini, kehidupan keluarga, gaya komunikasi, dan cerita keseharian bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari strategi membangun kepercayaan dan legitimasi politik.
    Needham, dalam artikelnya “Brand Leaders: Conservative Politics in the UK” (
    Journal of Political Marketing
    , 2005), menganalogikan politisi modern sebagai merek yang membutuhkan identitas jelas, nilai-nilai inti, serta konsistensi simbolik dan naratif untuk membangun kepercayaan publik.
    Dalam kerangka ini, keberhasilan merek politik bergantung pada kemampuannya menjaga kejelasan pesan, diferensiasi, relevansi, dan daya emosional di mata publik.
    Gagasan tersebut kemudian dipertegas oleh Scammell (2015), yang melihat politisi sebagai personal brand yang dibangun melalui simbol, nilai, dan narasi emosional, seiring dengan menguatnya personalisasi politik di era media dan budaya populer.
    Media sosial mempercepat proses ini karena memungkinkan relasi yang terus-menerus, intim, dan personal antara pemimpin dan rakyat.
    Akibatnya, dukungan politik sering kali tumbuh bukan hanya dari kinerja kebijakan, tetapi dari rasa kedekatan dengan persona sang pemimpin.
    Pada titik ini, ekspektasi publik melihat Ridwan Kamil tidak hanya sebagai pejabat publik, tetapi sebagai simbol figur ideal yang cerdas, bersih, dan terasa dekat dengan masyarakat.
    Namun, masalah muncul ketika realitas sosial dan politik menghadirkan cerita yang tidak sejalan dengan citra yang dibangun.
    Pasca-Pilkada Jakarta 2024, berbagai isu personal mencuat, mulai dari dugaan korupsi, isu perselingkuhan, hingga gugatan cerai dari sang istri.
    Rangkaian persoalan ini menjadi tekanan berlapis yang mengguncang citra dan prospek politik yang telah ia bangun selama lebih dari satu dekade.
    Dalam komunikasi publik, yang berpengaruh bukan sekadar fakta, tetapi juga makna di baliknya.
    Ketika seorang tokoh yang selama ini dianggap sebagai panutan diguncang isu personal, yang terguncang bukan cuma namanya, tetapi juga kepercayaan publik yang selama ini membuatnya dihormati dan dipercaya.
    Ketika skandal personal menghantam secara emosional, publik merasa dikhianati pada tingkat yang paling mendasar oleh sosok yang selama ini mereka percaya dan kagumi.
    Fenomena ini tidak bisa dibaca semata sebagai kegagalan individu. Ia mencerminkan persoalan yang lebih luas dalam komunikasi politik modern, yakni politik yang terlalu bertumpu pada persona.
    Akibatnya, publik belajar mencintai atau membenci politik melalui sosok, bukan melalui kinerja nyata. Ketika sosok itu terguncang, kepercayaan pun ikut runtuh. Demokrasi menjadi semakin emosional dan rapuh.
    Dalam kasus Ridwan Kamil, kekecewaan publik menunjukkan betapa tingginya harapan yang pernah dilekatkan padanya.
    Ia tidak hanya dinilai dari kinerjanya sebagai pejabat, tetapi juga dari integritas pribadinya. Ketika keduanya dianggap tidak lagi sejalan, citra dan kepercayaan publik padanya ikut tergerus.
    Media sosial menciptakan ilusi kedekatan. Warga merasa mengenal pemimpinnya, padahal yang mereka lihat adalah cerita yang telah dikurasi.
    Ketika realitas menghadirkan versi berbeda, yang muncul adalah kebingungan dan keguncangan tentang siapa sebenarnya sosok yang selama ini mereka kagumi.
    Erving Goffman (1959) dalam teorinya tentang dramaturgi sosial memberikan kerangka untuk memahami fenomena ini. Ia menyebut kehidupan sosial sebagai panggung tempat individu mengelola kesan di hadapan audiens.
    Di ‘panggung depan’ (
    front stage
    ), politisi menampilkan versi diri yang ingin dilihat publik, sementara di ‘panggung belakang’ (
    back stage
    ) mereka menyimpan sisi-sisi yang lebih pribadi dan tidak selalu rapi.
    Media sosial membuat panggung depan itu nyaris tanpa henti. Dalam situasi seperti ini, ketika realitas pribadi tidak sejalan dengan citra yang dipertontonkan, publik mudah memaknainya sebagai bentuk kebohongan atau bahkan pengkhianatan terhadap kepercayaan.
    Peristiwa yang dialami Ridwan Kamil mengingatkan kita pada batas daya tahan politik
    pencitraan
    .
    Di era media sosial, membangun persona memang cepat dan murah. Citra bisa dirangkai dari unggahan, visual yang rapi, dan narasi yang menyentuh emosi.
    Namun mempertahankan kepercayaan publik menuntut sesuatu yang jauh lebih mahal dan sulit, yaitu integritas, konsistensi, serta kejujuran dan kinerja nyata.
    Persoalan utamanya bukan semata pada satu figur, melainkan pada cara politik kita semakin dipersempit menjadi urusan siapa yang paling disukai, paling relatable, atau paling layak diidolakan.
    Ketika demokrasi digerakkan oleh pesona personal, bukan oleh kinerja dan akuntabilitas, ia menjadi rapuh. Kepercayaan publik mudah naik, tetapi juga mudah runtuh.
    Bagi politisi, ini berarti media sosial seharusnya tidak diperlakukan hanya sebagai panggung estetika diri, melainkan sebagai ruang keterbukaan, dialog kebijakan, dan pertanggungjawaban.
    Kedekatan dengan warga seharusnya dibangun melalui kejujuran dan kerja nyata, bukan sekadar lewat citra yang dikurasi.
    Bagi publik, pelajaran yang tak kalah penting adalah keluar dari politik pengidolaan menuju politik penilaian yang lebih rasional. Pemimpin perlu dilihat sebagai pejabat yang harus diawasi, bukan sebagai figur sempurna yang harus diidolakan.
    Demokrasi tidak bisa hidup dari pesona. Ia membutuhkan jarak kritis, baik dari warga kepada pemimpin, maupun dari pemimpin kepada dirinya sendiri.
    Politik seharusnya tidak lagi bertumpu pada figur yang tampak ideal, melainkan pada sistem yang bisa diuji dan dikoreksi. Dari situlah kepercayaan publik dapat tumbuh lebih sehat dan bertahan lama.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.