Megawati Kalungkan Medali Kehormatan kepada 6 Kader PDI-P, Ada Fx Rudy dan Ribka
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri memberikan medali dan penghargaan kehormatan bertajuk
Leit Star
kepada enam tokoh senior partai yang dinilai berjasa dan berkontribusi besar bagi perjuangan partai.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-53
PDI-P
dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Enam tokoh yang menerima penghargaan sebagai Kader Pelopor itu adalah Ketua DPD PDI-P Nusa Tenggara Barat Rachmat Hidayat; Ketua DPP PDI-P Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning Proletariyati; mantan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo; Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Adi Wijaya; Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P Komarudin Watubun; serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dan disambut tepuk tangan meriah dari ribuan kader yang memadati arena Rakernas.
Megawati secara langsung mengalungkan medali kehormatan kepada keenam tokoh tersebut satu per satu.
Sementara itu, Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, M. Prananda Prabowo, menyematkan pin Kader Pelopor didampingi jajaran pengurus DPP PDI-P lainnya.
Ribuan kader yang hadir memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para tokoh senior tersebut.
Sebab mereka dinilai konsisten menjaga nilai-nilai perjuangan partai sejak masa-masa sulit.
Dalam pidatonya, Megawati menyinggung momen pemberian penghargaan tersebut.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para kader yang telah setia berjuang bersama PDI-P, termasuk mereka yang mendampinginya di masa-masa penuh tantangan.
Sebagai informasi, peringatan HUT ke-53 PDI-P dan Rakernas I tahun ini mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”.
Satyam Eva Jayate merupakan semboyan berbahasa Sanskerta yang berarti “Kebenaran akan Menang”.
Adapun subtema diambil dari lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman, yang merefleksikan keteguhan dan daya tahan dalam memperjuangkan kebenaran.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan HUT ke-53 PDI-P pada 10 Januari 2026 dan dilanjutkan dengan Rakernas hingga 12 Januari 2026.
Agenda tersebut dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah PDI-P, anggota DPR RI Fraksi PDI-P, anggota DPRD, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI-P.
Rakernas I ini juga menjadi tindak lanjut strategis atas hasil Kongres VI PDI-P yang digelar pada Agustus 2025 lalu.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2026/01/10/69625e64d8942.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Purbaya Akan “Bypass” Kendala Cukai saat Pinjam Alat Berat untuk Sumatera
Purbaya Akan “Bypass” Kendala Cukai saat Pinjam Alat Berat untuk Sumatera
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melapor kepadanya jika alat-alat yang dibutuhkan untuk pemulihan bencana Sumatera terkendala pembayaran cukai.
“Jadi nanti kalau Pak Tito mau pinjam dari tempat-tempat lain yang sejenis yang ada kendala seperti itu, harus bayar
cukai
segala macam lapor ke kita, langsung kita
bypass
, nanti itunya (kapalnya) kita pakai,” kata Purbaya dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Hal ini dikatakannya menyusul kejadian penagihan cukai Rp 30 miliar atas pengeluaran kapal keruk dari wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Kapal keruk itu dibutuhkan untuk mengeruk lumpur di area jalan dan rumah warga, serta yang berubah menjadi sedimentasi di sungai.
“Kita juga membantu beberapa
case
di mana, kan tadi Pak Tito bilang kita perlu kapal keruk, ya,” tutur Purbanya.
“Itu ada perusahaan rupanya yang dipinjam kapal keruknya lewat TNI lewat Menhan tapi ada isu bea cukai katanya, karena itu ditarik dari KEK dimasukin ke sini harus bayar cukai Rp 30 miliar,” sambungnya.
Purbaya juga mengaku heran dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, pemajakan kapal keruk yang digunakan untuk membantu warga terdampak bencana sudah keterlaluan.
“Kan keterlaluan orang mau bantu aja kita pajakin. Begitu laporan sampai saya, langsung saya bilang, udah abolish (hapus -red) saja. Jadi kapalnya sudah jalan ke sini nggak usah bayar cukai. Nanti kalau sudah selesai nanti dibalikin ke sana lagi. Saya bingung mau bantu saja mesti bayar,” tandas Purbaya.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (
Mendagri
)
Tito Karnavian
mengusulkan pembersihan sungai di Aceh dan Sumatera pasca bencana tidak hanya menggunakan alat berat, melainkan juga kapal pengangkut.
Hal ini menyusul adanya penugasan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita untuk menormalisasi aliran sungai yang terdampak banjir.
“Saya mengusulkan, waktu rapat kita di Tamiang, tidak hanya menggunakan peralatan, yang berat biasa, tapi adalah kapal. Kapal yang biasa, yang biasa untuk menarik, mengeruk gitu. Menteri PU sudah sangat, sangat paham mengenai itu, saya kira,” ucap Tito dalam rapat yang sama.
Nantinya, pihaknya akan mendata sungai-sungai yang perlu dinormalisasi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/69624897a2516.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kala Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan Jadi Penyelamat Jari Manis 2 Orang Surabaya 10 Januari 2026
Kala Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan Jadi Penyelamat Jari Manis 2 Orang
Tim Redaksi
PASURUAN, KOMPAS.com
– Jumat (9/1/2026) sore itu, suasana di Kantor BPBD Kota Pasuruan di Jalan KH Mansyur tidak sedang sibuk oleh laporan banjir atau pohon tumbang.
Petugas Pusdalops dan Pemadam Kebakaran (Damkar) saling membantu dan bekerja sama setelah melihat raut kecemasan terpancar dari wajah Mirza Martak (25).
Warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo ini datang bukan membawa kabar bencana alam, melainkan membawa beban kecil namun menyiksa di jari manisnya: seuntai cincin yang tak mau lepas.
Jari manis
Mirza sudah memerah, bahkan mulai membiru karena aliran darah yang terhambat.
Segala cara mandiri, mulai dari sabun hingga pelicin, telah ia coba di rumah, namun nihil. Cincin itu justru terasa semakin mencekik.
”Rasanya sudah nyut-nyutan, Mas. Panik sekali karena jari sudah bengkak dan mulai mati rasa. Saya pikir harus ke rumah sakit, tapi teman menyarankan ke BPBD karena alatnya lengkap,” ujar Mirza dengan napas lega setelah tindakan lepas dengan gerenda mini, Jumat (9/1/2026).
Belum sempat petugas Damkar menghela napas panjang usai menangani Mirza pukul 16.20 WIB, seorang warga lain, Nungky Okta Fadhila (25), Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo datang dengan keluhan serupa sekitar pukul 17.15 WIB.
Sore itu, kantor BPBD mendadak berubah menjadi ‘bengkel bedah perhiasan’ darurat.
Tampak dengan sabar, petugas dengan ekstra hati-hati harus melepas cincin dari seorang perempuan itu.
Setelah hampir memakan waktu 20 menit, Nungky, yang sempat menitikkan air mata karena takut jarinya terluka, mengaku sangat bersyukur atas kesabaran para petugas.
”Tadi sempat takut kalau alatnya kena kulit, tapi petugasnya baik sekali. Mereka terus ajak bicara supaya saya tenang.”
“Alhamdulillah, begitu cincinnya terputus, rasanya seperti beban berat langsung hilang,” ungkap Nungky sambil menunjukkan jarinya yang kini bebas dari jeratan logam.
Usai terlepas, dua warga pulang dengan senyum lebar, meski tanpa cincin di jari mereka.
Bagi mereka, keselamatan jari jauh lebih berharga daripada segram emas atau perak yang sempat menyiksa.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, menceritakan bagaimana timnya harus menjaga ketenangan korban. Meski yang dihadapi “hanya” sepotong logam kecil, risiko luka permanen pada jari sangatlah nyata.
Petugas menggunakan alat pemotong khusus dengan penyangga tipis untuk melindungi kulit.
Selama proses pemotongan, air terus diteteskan agar panas dari gesekan logam tidak membakar jari korban.
“Kami harus sangat tenang. Kalau petugasnya gugup, korbannya makin panik. Ini soal presisi, meleset sedikit saja kulit bisa terluka,” kata Anang, Sabtu (10/1/2026).
Meski terlihat sederhana, kasus cincin macet bisa berujung pada amputasi jika dibiarkan terlalu lama hingga jaringan mati (nekrosis).
Anang mengimbau warga untuk lebih peka terhadap ukuran perhiasan yang biasa dipakai setiap hari.
”Jangan dipaksa kalau sudah sempit. Kalau jari mulai menunjukkan tanda pembengkakan atau perubahan warna, segera cari bantuan. Kami di BPBD dan Damkar siap 24 jam untuk hal-hal darurat seperti ini,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2026/01/10/696248b58787f.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kapolres Kutim Pimpin Perburuan Tahanan Kabur, Tiga Sudah Tertangkap Regional 10 Januari 2026
Kapolres Kutim Pimpin Perburuan Tahanan Kabur, Tiga Sudah Tertangkap
Tim Redaksi
KUTAI TIMUR, KOMPAS.com
— Tim gabungan Polres Kutai Timur (Kutim) kembali menangkap satu tahanan yang melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sangkulirang.
Dengan penangkapan terbaru ini, tiga dari empat tahanan yang kabur telah berhasil diamankan kembali oleh kepolisian.
Tahanan ketiga yang ditangkap berinisial Alhafsi alias Hafsi, tersangka kasus narkotika.
Ia diringkus pada Jumat (9/1/2026) malam sekitar pukul 20.10 Wita di kawasan perkebunan Jalan Poros 3 Blok 23 PT SKP, Afdeling Fanta.
Ps Kasubsi Penmas Si Humas
Polres Kutim
, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan penangkapan tersebut.
Ia mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan tim gabungan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan.
“Benar, pada Jumat malam tim berhasil mengamankan satu lagi atas nama Alhafsi. Jadi, dari total empat tahanan yang lari, saat ini tiga orang sudah berhasil kami tangkap kembali, yakni Rudi, Ahmad Kadafi, dan Alhafsi,” ujar Wahyu, Sabtu (10/1/2026) sore.
Menurut Wahyu, polisi masih memburu satu tahanan tersisa, Andi A, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat).
Upaya pengejaran terus diperketat dengan melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Polsek Kaliorang, dan Polsek Sangkulirang.
Keseriusan penanganan kasus ini ditunjukkan dengan keterlibatan langsung pimpinan Polres Kutim di lapangan.
“Saat ini satu tersangka atas nama Andi masih dalam proses pencarian. Bapak Kapolres Kutim turun langsung ke lokasi memimpin tim gabungan untuk memburu satu orang yang masih buron ini,” tegas Wahyu.
Polisi mengimbau tersangka yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri.
Kepolisian juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan atau aktivitas mencurigakan terkait buronan tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Sebelumnya, pada Jumat (9/1/2026) kemarin Polres Kutai Timur (Kutim) berhasil menangkap dua dari empat tahanan yang sebelumnya kabur dari ruang tahanan Mapolsek Sangkulirang.
Dua tahanan yang berhasil ditangkap masing-masing adalah Ahmad Kadafi alias Gesa, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, serta Rudy yang terjerat perkara pidana lainnya.
“Benar, pada hari Jumat, 9 Januari 2026, tim telah melakukan penangkapan terhadap Ahmad Kadafi dan Rudy,” ujar Wahyu, Jumat (9/1/2026).
Wahyu menjelaskan, proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Satreskrim, Satintelkam, serta jajaran Polsek Kaliorang dan Polsek Sangkulirang.
Operasi tersebut mendapat atensi langsung dari pimpinan.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan disebut turun langsung ke lapangan untuk memimpin pengejaran dan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para tahanan yang melarikan diri.
Sebelumnya, empat orang tahanan dilaporkan kabur dari ruang tahanan Mapolsek Sangkulirang pada Kamis (8/1/2026) dini hari, sekitar pukul 04.30 Wita.
Keempatnya merupakan tahanan kasus pidana dengan klasifikasi kejahatan yang berbeda. Mereka adalah Ahmad Kadafi alias Gesa, Rudy, Andi A, dan Alhafsi.
Terkait kronologi pelarian tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pemeriksaan terhadap kondisi ruang tahanan dan prosedur pengamanan internal juga tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian.
“Kronologi lengkapnya masih kami selidiki. Semua kemungkinan akan kami dalami,” ujar Wahyu.
Selain fokus pada pengejaran, Polres Kutim juga melakukan evaluasi internal. Apabila ditemukan adanya unsur kelalaian dari anggota, kepolisian memastikan akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tetap fokus pada pengejaran, namun evaluasi internal juga menjadi bagian penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Wahyu.
Polres Kutim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan, khususnya di wilayah kebun, pesisir, atau daerah terpencil.
“Kami terus berupaya maksimal agar seluruh tahanan yang kabur dapat kembali diamankan,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/10/69627a26efa5a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2022/07/25/62dd933eb24d4.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/69624ef57e2d9.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/696251354e61b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/69622d5ec5a76.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/696227b9c5ffc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2026/01/10/69624cda89148.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)