APBD DKI 2026 Prioritaskan Pendidikan, Anggaran Tembus Rp 19,75 Triliun
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sektor pendidikan sebagai penerima alokasi anggaran terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Dari total APBD 2026 sebesar Rp 81,32 triliun, anggaran fungsi pendidikan mencapai Rp 19,75 triliun atau setara 26,59 persen dari total belanja daerah. Porsi ini menjadi yang terbesar dibandingkan sektor lainnya.
”
Pemprov DKI Jakarta
berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai program pendidikan antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sebesar Rp 3,25 triliun dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (
KJMU
) sebesar Rp 399 miliar.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekolah swasta gratis sebesar Rp 282,46 miliar, serta rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan senilai Rp 126,12 miliar.
Di luar sektor pendidikan, Pemprov DKI juga mengalokasikan Rp 17,58 triliun untuk peningkatan kualitas modal manusia. Anggaran ini mencakup program pendidikan, kesehatan, hingga penguatan keterampilan kerja.
Pramono mengatakan, APBD 2026 difokuskan pada isu-isu strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
“APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan,” ujar Pramono.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi menyebutkan, alokasi mandatory spending untuk infrastruktur pelayanan publik mencapai 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.
“Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40 persen,” ujarnya.
Michael berharap, penyusunan dan pelaksanaan APBD 2026 dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” kata Michael.
Sebagai informasi, APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp 81,32 triliun.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun, atau turun Rp 10,54 triliun.
Penurunan APBD 2026 terutama dipengaruhi berkurangnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dari Rp 26,14 triliun pada 2025 menjadi Rp 11,16 triliun pada 2026.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/22/6948f0fb6b178.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
APBD DKI 2026 Prioritaskan Pendidikan, Anggaran Tembus Rp 19,75 Triliun Megapolitan 27 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/27/694f9569593c8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Antrean Mengular di Planetarium TIM Saat Libur Nataru Megapolitan 27 Desember 2025
Antrean Mengular di Planetarium TIM Saat Libur Nataru
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Planetarium dan Observatorium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dipadati pengunjung pada Sabtu (27/12/2025) di tengah libur Natal dan Tahun Baru.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan antrean pengunjung mengular hingga ke depan pusat informasi.
Lorong menuju loket dan ruang informasi tampak penuh oleh pengunjung yang datang silih berganti.
Mayoritas pengunjung merupakan keluarga yang datang bersama anak-anak, disusul sejumlah rombongan remaja.
Mereka terlihat mengantre sambil berbincang, memainkan ponsel, hingga menanyakan jadwal pertunjukan kepada petugas.
Petugas berjaga di beberapa titik untuk mengatur alur antrean dan memberikan penjelasan terkait waktu masuk serta kapasitas pertunjukan Planetarium.
“Untuk Ibu-ibu yang baru datang silakan geser ke sebalak kanan, waiting list,” ujar salah seorang petugas.
Salah satu pengunjung, Rina (39), datang bersama suami dan anaknya.
Ia memilih Planetarium sebagai tujuan liburan keluarga karena sudah lama ingin kembali berkunjung sejak tempat tersebut sempat vakum.
Menurut Rina, Planetarium menjadi pilihan wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi pengalaman belajar bagi anak-anak saat libur sekolah.
“Senang banget akhirnya bisa ke Planetarium lagi. Sudah lama pengin ke sini, pas libur panjang, manfaatin libur panjang langsung,” ujar Rina.
Pengunjung lainnya, Akbar (22), datang bersama temannya untuk memanfaatkan
libur akhir tahun
.
Ia mengaku sudah lama tidak mengunjungi Planetarium.
“Terakhir ke sini waktu masih sekolah. Sekarang datang lagi rasanya beda, lebih ramai dan buat nostalgia juga,” ujar Akbar.
Sebagai informasi,
Planetarium TIM
kembali dibuka setelah 13 tahun tutup.
Kehadiran kembali fasilitas edukasi astronomi ini disambut antusias oleh warga Jakarta dan daerah penyangga.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/11/21/692043fa5345c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Turun dari Tahun Ini Megapolitan 27 Desember 2025
APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp 81,32 Triliun, Turun dari Tahun Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 81,32 triliun.
Nilai APBD 2026 ini lebih rendah dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun.
Berdasarkan laman resmi
Pemprov DKI Jakarta
, pengesahan APBD 2026 tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 yang diundangkan pada 23 Desember 2025.
Selain itu, diterbitkan pula Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD 2026.
Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung
menjelaskan, pada 2026 pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 71,45 triliun, dengan penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp 9,87 triliun.
Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 74,28 triliun dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 7,04 triliun.
“APBD Tahun Anggaran 2026 menyoroti sejumlah isu strategis, yaitu penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menggunakan anggaran secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi mengatakan, alokasi mandatory spending untuk infrastruktur pelayanan publik mencapai 43,06 persen dari total belanja daerah di luar bantuan keuangan.
“Kalau sesuai aturan, minimal harus dialokasikan hanya 40%,” ujarnya.
Michael menyebutkan, peningkatan infrastruktur kota mendapat anggaran Rp 3,77 triliun.
Selain itu, Pemprov DKI mengalokasikan Rp 582 miliar untuk peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berkelanjutan, serta Rp 17,58 triliun untuk peningkatan kualitas modal manusia.
Anggaran lain juga disiapkan untuk penciptaan penghidupan masyarakat yang layak dan mandiri sebesar Rp 2,70 triliun, transformasi tata kelola pemerintahan Rp 2,36 triliun, pengembangan mobilitas dan kawasan berorientasi transit Rp 7,82 triliun, serta pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim Rp 6,27 triliun.
“Dalam urusan pekerjaan umum dan tata ruang, kami membaginya menjadi beberapa pos, yaitu pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun, pengelolaan sampah Rp1,38 triliun, serta pembangunan jembatan dan flyover sebesar Rp289,72 miliar,” kata Michael.
Untuk sektor transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan subsidi Transjakarta sebesar Rp 3,75 triliun, Bus Sekolah Rp 105,38 miliar, MRT Jakarta Rp 536,70 miliar, LRT Jakarta Rp 325,28 miliar, serta angkutan kapal perairan Rp 100,19 miliar.
Di bidang ketenagakerjaan, anggaran disiapkan untuk pelatihan kejuruan dan Mobile Training Unit (MTU) sebesar Rp 63,44 miliar, pelatihan SIM A Rp 1,2 miliar, pembentukan tenaga kerja mandiri Rp 4,33 miliar, serta pelatihan peningkatan produktivitas Rp 1,25 miliar.
Sektor pendidikan memperoleh anggaran Rp 19,75 triliun atau 26,59 persen dari total belanja daerah.
Anggaran tersebut mencakup Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Rp 3,25 triliun, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Rp 399 miliar, sekolah swasta gratis Rp 282,46 miliar, serta rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan Rp 126,12 miliar.
Pada sektor kesehatan, anggaran dialokasikan untuk BPJS Kesehatan Rp 1,40 triliun, pembangunan fasilitas kesehatan Rp 360,49 miliar, penyediaan alat kesehatan Rp 165,16 miliar, dan program Pasukan Putih Rp 43,49 miliar.
Pemprov DKI Jakarta juga menganggarkan bantuan sosial melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Rp 625,89 miliar, Kartu Anak Jakarta (KAJ) Rp 100,10 miliar, dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) Rp 76,45 miliar.
Di sektor industri dan perdagangan, anggaran dialokasikan untuk penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri Rp 13,34 miliar, pemberdayaan UMKM Rp 17,59 miliar, serta pembangunan dan perencanaan industri Rp 23,55 miliar.
Sementara itu, sektor komunikasi dan informatika mendapat anggaran Rp 185,29 miliar untuk managed service CCTV dan Rp 18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir.
“Seluruh program ini akan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Kami berharap, APBD 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh warga Jakarta,” ujar Michael.
Sebagai catatan, turunnya APBD 2026 dipengaruhi oleh berkurangnya Pendapatan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, dari Rp 26,14 triliun pada 2025 menjadi Rp 11,16 triliun pada 2026. Penurunan terbesar berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang berkurang sebesar Rp 14,79 triliun.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/27/694f77d57a11a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Libur Nataru, Kapolda Metro Klaim Ragunan Bebas Pencopetan dan Anak Hilang Megapolitan 27 Desember 2025
Libur Nataru, Kapolda Metro Klaim Ragunan Bebas Pencopetan dan Anak Hilang
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memastikan tidak ada kasus pencopetan maupun laporan anak hilang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Hal itu disampaikan Asep saat melakukan pengecekan langsung ke kawasan Ragunan pada Sabtu (27/12/2025).
“Alhamdulillah sesuai laporan dari Pospam yang ada di
Taman Margasatwa Ragunan
ini, sampai sekarang masih zero. Nol,” kata Asep saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan petugas pengamanan, hingga kini belum ditemukan tindak kriminal yang menimpa pengunjung.
“Tidak ada pelaku-pelaku ataupun terjadinya perbuatan pencopetan atau bagaimana yang lainnya, yang terjadi di wilayah taman wisata ini. Dan mudah-mudahan ke depannya pun sama,” ujarnya.
Selain itu, Asep juga memastikan tidak ada laporan anak hilang selama masa liburan.
“Belum ada (anak hilang). Mudah-mudahan tidak ada ya. Mudah-mudahan tidak ada, semuanya bisa terkendali. Dan semuanya bisa berjalan lancar, aman, nyaman, kondusif,” jelasnya.
Meski situasi terpantau aman, Asep tetap mengimbau pengunjung agar waspada dan menjaga barang-barang berharga selama berada di area wisata.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
“Kalaupun ada (kejadian yang tidak diinginkan), kami sudah memberikan imbauan ya. Pertama, para pengunjung untuk hati-hati yang bawa barang ya, laporkan segera apabila ada hal-hal yang mencurigakan, termasuk juga segera kontak ke call center 110,” kata Asep.
Sebelumnya, Asep meninjau langsung Taman Margasatwa Ragunan untuk memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan pengunjung selama libur Natal dan menjelang Tahun Baru.
Didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Pemprov DKI Jakarta, serta pengelola Ragunan, ia mengecek pos pengamanan dan pintu masuk utama, sekaligus memantau aktivitas pengunjung.
Dalam kesempatan itu, Asep juga berinteraksi dengan pengunjung, terutama anak-anak, dengan menyapa dan membagikan cokelat di sejumlah titik yang ramai.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/08/6936834915e74.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026 Megapolitan 27 Desember 2025
Tangsel Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampah hingga 5 Januari 2026
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah selama 14 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin mengatakan, status tanggap darurat ini ditetapkan untuk mempercepat penanganan persoalan sampah yang terjadi di wilayah
Tangsel
.
“Terkait status tanggap darurat pengelolaan sampah, kami telah menetapkannya melalui Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025,” ujar TB Asep Nurdin saat dihubungi
Kompas.com,
Sabtu (27/12/2025).
Status tanggap darurat tersebut berlaku selama dua pekan.
Periodenya dapat diperpanjang apabila hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih perlu penanganan lanjutan.
“Status tanggap darurat ini dapat kami perpanjang sesuai kebutuhan,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan Essa Nugraha mengatakan, setelah ditetapkan status tanggap darurat, pihaknya akan membentuk sistem komando tanggap darurat, salah satunya satuan tugas penanganan
darurat sampah
.
Menurut dia, sistem tersebut akan menjadi kerangka kerja terstruktur untuk dapat mengintegrasikan sumber daya, baik manusia, peralatan, maupun anggaran, dalam penanganan darurat sampah.
“Tugas utamanya adalah membuat rencana operasi penanganan darurat yang tahapannya dimulai dari aktivasi, koordinasi, pengendalian, monitoring, hingga evaluasi,” kata Essa.
Sementara itu, tugas dan fungsi setiap pihak yang terlibat akan dituangkan secara rinci dalam rencana operasi tersebut, termasuk pengawasan dan pembinaan pengelolaan sampah selama masa tanggap darurat.
“Pelaksanaan dari pengelolaan tanggap darurat sampah tentunya akan disusun dalam sebuah laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan darurat sampah, kaitan dengan sanksi dan hukuman ya tentunya diberlakukan terhadap adanya penyimpangan,” ucap dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/27/694f563df2f04.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Usai Buang Sampah di Kantor Pemkot Tangsel, Mahasiswa Bakal Lanjut Aksi jika Dicueki Lagi Megapolitan 27 Desember 2025
Usai Buang Sampah di Kantor Pemkot Tangsel, Mahasiswa Bakal Lanjut Aksi jika Dicueki Lagi
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) akan melakukan aksi lanjutan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tidak merespons tuntutan terkait masalah pengelolaan sampah.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMJ, Muhammad Iqbal Ramdhani (23) mengatakan, aksi lanjutan tersebut akan dilakukan jika Pemkot Tangsel mengabaikan permintaan audiensi dari mereka.
“Kami akan lihat dari hari Senin. Kalau memang tidak ada respons dari Pemkot Tangsel, kami siap melakukan aksi berikutnya,” ujar Iqbal saat dihubungi
Kompas.com,
Sabtu (27/12/2025).
Sebelumnya, BEM UMJ berunjuk rasa dengan membawa beberapa plastik berisi sampah dari Ciputat ke Kantor Wali Kota Tangsel.
Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk kritik terhadap penanganan sampah yang dinilai belum maksimal hingga saat ini.
Maka dari itu, aksi simbolik yang diikuti sebanyak 20 mahasiswa itu menjadi peringatan kepada Pemkot Tangsel agar mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan sampah yang sudah berlangsung lama.
“Ini sudah jadi satu problem panjang ya karena berbicara tentang sampah Tangsel. Maka kami minta ada langkah konkret dari wali kota untuk pengangkutan sampah,” kata dia.
Dalam aksi simbolik itu, para mahasiswa UMJ mengumpulkan sampah di Ciputat pada pukul 14.00 WIB.
Kemudian, sampah tersebut dibawa ke Kantor Wali Kota Tangsel pada pukul 17.00 WIB.
Namun, hingga aksi selesai pukul 18.00 WIB, tidak ada satu pun perwakilan Pemkot Tangsel yang menemui mahasiswa.
Padahal, BEM UMJ telah mengirimkan surat permohonan audiensi sejak Rabu (24/12/2025).
“Kami sudah memasukkan surat audiensi sejak Rabu pagi, tapi tidak ada balasan sampai sore hari. Saat kegiatan berlangsung juga tidak ada pihak Pemkot yang datang,” jelas Iqbal.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Tangsel, Ahmad Syatiri mengaku tidak menerima surat pemberitahuan terkait aksi tersebut.
“Pada saat pelaksanaan aksi, tidak ada pemberitahuan sebelumnya ke Pemkot Tangsel,” kata Syatiri.
Dalam aksinya, BEM UMJ mengajukan tujuh tuntutan kepada Pemkot Tangsel sebagai berikut:
1. Kepada Dinas Lingkungan Hidup Segera melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh dan rutin di titik-titik rawan penumpukan.
2. Wali Kota Tanggerang Selatan untuk segera mengambil langkah konkret dan tegas dalam menyelesaikan permasalah sampah yang terjadi.
3. Wali Kota Tenggerang Selatan harus dan perlu mengadakan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolan sampah agar permasalahan serupa tidak terjadi kembali.
4. Wali Kota Tanggerang Selatan bertanggung jawab terhadap terjadinya pembuangan sampah diawali daerah ciputat yang berhari hari tanpa pengangkutan yang optimal.
5. Wali Kota tanggerng Selatan untuk tegas dalam langkah Transformation Infrastructure pengelolahan residu Melanie teknologi PSEL.
6. Menegaskan untuk Wali Kota tanggerang Selatan dalam implementation sistem pengelohan sampah setempat pada area Komersial.
7. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/27/694f77d57a11a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat Megapolitan 27 Desember 2025
Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung Taman Margasatwa Ragunan (TMR) pada Sabtu (27/12/2025) untuk memastikan pengamanan dan layanan bagi pengunjung selama libur Natal 2025 hingga menjelang malam pergantian tahun.
Dalam kunjungan tersebut, Asep hadir bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Setibanya di lokasi, ia langsung mengecek kondisi pos pengamanan serta pelayanan di pintu masuk utama kawasan
Ragunan
.
Peninjauan itu dilakukan bersama Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta M. Fajar Sauri dan Kepala Unit Pengelola (UP) TMR Endah Rumiyati, yang turut mendampingi selama kegiatan berlangsung.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan dengan berkeliling sambil menyapa pengunjung satu per satu.
Asep berjalan kaki menyusuri jalur utama Ragunan, sesekali berhenti untuk membagikan cokelat kepada anak-anak.
Anak-anak yang awalnya tampak ragu, perlahan mendekat ketika diajak berbincang langsung.
“Mau cokelat enggak?” tanya Asep kepada seorang anak kecil yang berdiri di samping orangtuanya.
Anak tersebut mengangguk pelan.
“Namanya siapa?” lanjut Asep sambil tersenyum.
Sang anak menjawab lirih, lalu kembali ditanya, “Cokelat mau enggak?”
Asep kemudian menyerahkan cokelat itu langsung ke tangan sang anak, disambut senyum malu-malu.
Momen serupa terjadi berulang kali sepanjang rute yang dilalui, terutama di area yang ramai oleh pengunjung keluarga.
Setelah berkeliling dengan berjalan kaki, Asep melanjutkan kegiatan dengan menaiki mobil golf untuk menjangkau area Ragunan yang lebih luas.
Salah satu titik yang disambangi adalah area pelikan dan harimau.
Usai meninjau kandang harimau, rombongan kembali berhenti sejenak. Asep kembali menyapa dan membagikan cokelat kepada beberapa anak yang berada di sekitar kandang.
Interaksi singkat namun akrab kembali terjadi.
Asep menunduk agar sejajar dengan tinggi badan anak-anak, bertanya nama mereka, dan menanyakan apakah mereka senang berkunjung ke Ragunan.
Salah satunya Ahmad Ali Ramadhan, anak yang datang ke Ragunan bersama kedua orangtuanya.
Dalam pertemuan singkat itu, sang ibu menyampaikan kepada Asep bahwa Ahmad memiliki cita-cita untuk kelak menjadi seorang jenderal polisi.
“Mau jadi jenderal katanya,” ungkap sang ibu kepada Asep.
“Jenderal Ahmad Ali Ramadhan ya,” jawab Asep.
“Serius bener mau jadi jenderal?” tanyanya lagi. Anak itu mengangguk.
Asep kemudian mengajak tos, yang disambut antusias oleh Ali.
Sebelum pamit, Asep terlihat memberikan kartu yang elektronik kepada ibu dari Ali yang berasal dari Banten.
“Ini buat ke Indomaret,” ujar Asep sambil menyerahkan kartu tersebut.
Orangtua penerima tampak terkejut sekaligus senang.
“Terima kasih, Pak,” kata dia singkat.
Setelah meninjau Taman Margasatwa Ragunan, rombongan Kapolda Metro Jaya melanjutkan agenda peninjauan ke kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/26/694e3eab85b9c.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/15/694029cad2a7a.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/07/31/688ae7bcb0270.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)