Author: Kompas.com

  • Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat Megapolitan 27 Desember 2025

    Trotoar Puspiptek Tangsel Dikritik, Guiding Block Tunanetra Cuma Dicat
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
    – Trotoar di Jalan Raya Puspiptek Serpong, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), menuai kritik warga.
    Pasalnya,
    guiding block
    untuk
    tunanetra
    di lokasi tersebut hanya berupa cat, bukan lantai pemandu khusus.
    Kritik ini ramai dibahas di media sosial setelah diunggah akun Instagram
    @seputartangsel
    pada Sabtu (27/12/2025).
    Dalam video tersebut, trotoar sepanjang lebih dari 100 meter terlihat dicat menyerupai
    guiding block
    .
    Cat berwarna kuning diaplikasikan di jalur yang seharusnya menjadi lantai pemandu bagi penyandang disabilitas.
    Kondisi itu memicu kemarahan warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan kualitas pembangunan hingga anggaran proyek tersebut.
    “Akal-akalan anggaran? Lantai pemandu tunanetra kok cuma dicat?”
    tulis salah satu komentar.
    Dalam video yang sama, terdengar suara pria yang diduga merekam lokasi turut mempertanyakan keseriusan
    pembangunan trotoar
    tersebut.
    “Ini
    Tangsel
    serius buat trotoar seperti ini coy? Ini apaan ini, bukan buat disabilitas, dicat doang, wah malu-maluin,” ujarnya.
    Saat
    Kompas.com
    mendatangi lokasi, warna kuning pada jalur tersebut sudah ditimpa cat abu-abu. Meski demikian, bekas cat kuning masih terlihat di permukaan trotoar.
    Di lokasi, terlihat dua pekerja bangunan sedang mengecat ulang trotoar dengan warna abu-abu.
    Warga setempat bernama Alwan (45) menyayangkan kondisi trotoar tersebut. Menurut dia, fasilitas tersebut menyulitkan penyandang disabilitas karena hanya dicat.
    “Ini harusnya dipakai kaya
    guiding block
    ,” ujar Alwan.
    Ia membandingkan trotoar itu dengan fasilitas pejalan kaki di Jakarta yang dinilainya lebih ramah disabilitas.
    “Kalau dilihat dari Jakarta sih udah pakai guiding block ya, terus ada tempat duduknya dan jalan khusus disabilitas. Kalau yang ini kurang, enggak ak sesuai, jadi kurang indah lah,” kata dia.
    Hal serupa disampaikan Adi (55), warga setempat lainnya. Ia menilai desain trotoar kurang tepat karena terlalu tinggi dan tidak dilengkapi jalur penghubung yang memadai.
    “Menurut saya memang kurang pas. Kalau dilihat kesannya asal-asalan,” ujar Adi.
    Ia membandingkan kondisi tersebut dengan trotoar di kawasan BSD yang sudah dilengkapi jalur sepeda dan jalur disabilitas.
    “Harusnya dikaji ulang dan dibuat yang benar seperti contoh yang sudah ada. Wilayahnya sama, wali kotanya juga sama, tapi pembangunannya beda,” kata dia.
    Menurut Adi, trotoar tersebut baru diperbaiki beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum berfungsi sesuai peruntukan.
    “Pembangunannya belum tepat dan perlu dikaji lagi. Harapannya sih dibuat rapi kanan kiri, seperti layaknya trotoar yang sudah ada,” ucap dia.
    Menanggapi kritik tersebut, Humas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan, Kemal mengatakan, trotoar tersebut bukan kewenangan Pemkot Tangsel.
    “Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong–Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Kemal.
    Meski demikian, Kemal memastikan pihaknya tetap menindaklanjuti keluhan warga.
    “Setiap masukan dari warga tetap menjadi perhatian kami. Keluhan tersebut telah kami teruskan dan koordinasikan kepada Dinas PUPR Provinsi Banten,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        27 Desember 2025

    Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material Regional 27 Desember 2025

    Tebing Permakaman di Kebumen Ambrol, Akses Jalan Desa Tertutup Material
    Tim Redaksi
    KEBUMEN, KOMPAS.com
    – Tebing permakaman umum di Dukuh Serkitik, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, ambrol akibat hujan deras pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
    Berdasarkan laporan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen pada Sabtu, (27/12/2025) pukul 08.00 WIB, longsor berasal dari tebing di sisi Makam Tlimbeng, RT 03 RW 07 Dukuh Serkitik.
    “Tebing tersebut runtuh akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama,” kata Humas BPBD Kabupaten Kebumen Heri Purwoto pada Sabtu (27/12/2025).
    Heri menyebutkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui dari informasi warga sekitar yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sidoagung.

    “Untuk kondisi mutakhir, saat ini telah dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Penanganan awal dilakukan melalui kerja bakti warga guna membersihkan material longsoran,” demikian tertulis dalam laporan asesmen BPBD.
    Akibat kejadian tersebut, tebing di samping area makam mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 1,5 meter.
    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur ini membutuhkan penanganan lanjutan guna mencegah longsor susulan, terutama di musim hujan.
    BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti, yang hingga saat ini belum didistribusikan.
    Sementara itu, kebutuhan lanjutan yang diperlukan adalah pembangunan kembali tebing penahan sebagai pengaman area makam dan jalan desa.
    “Nilai kerusakan akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai 1 juta rupiah, sedangkan nilai kerugian diperkirakan sekitar 1,5 juta rupiah,” kata Heri.
    BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera Rampung, Ini Daftarnya

    10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera Rampung, Ini Daftarnya

    10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera Rampung, Ini Daftarnya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah telah merampungkan 10 jembatan darurat (Bailey) di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
    Dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), seluruh jembatan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dan menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi akibat bencana.
    Adapun ke-10 jembatan itu terdiri dari empat jembatan di Aceh, dua jembatan di Sumatera Utara, dan empat jembatan di Sumatera Barat.
    Pembangunan jembatan Bailey menjadi salah satu fokus utama pemerintah sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir November lalu.
    Langkah ini dilakukan untuk menyambungkan kembali wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat rusaknya
    infrastruktur konektivitas
    .
    Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bencana tersebut sempat melumpuhkan 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan di tiga provinsi terdampak.
    Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah unsur lainnya bahu-membahu mengebut pemulihan seluruh infrastruktur tersebut.
    Berikut ini rincian 10 jembatan Bailey yang sudah terpasang:
    – Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireun dengan panjang 39 meter

    – Jembatan Teupin Redeup di Kabupaten Bireun dengan panjang 30 meter

    – Jembatan Jeumpa di Kabupaten Bireun dengan panjang 18 meter

    – Jembatan Matang Bangka di Kabupaten Bireun dengan panjang 15 meter
    – Jembatan Anggoli di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan panjang 33 meter

    – Jembatan Aran Dalu, Paya Bakung di Kabupaten Deli Serdang dengan panjang 26 meter
    – Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat dengan panjang 18 meter

    – Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman dengan panjang 30 meter

    – Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok dengan panjang 21 meter

    – Jembatan Supayang di Kabupaten Solok dengan panjang 36 meter
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta Megapolitan 27 Desember 2025

    Kesan Anak-anak Usai Menyaksikan Alam Semesta di Planetarium Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kunjungan ke Planetarium dan Observatorium Jakarta selama libur Natal dan Tahun Baru meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.
    Tayangan visual tentang tata surya, galaksi, hingga proses terbentuknya bumi memberi pengalaman baru, terutama bagi pengunjung usia sekolah yang baru pertama kali menyaksikannya secara langsung.
    Salah satunya dirasakan Aulia (15), pelajar asal Tambun, Bekasi, yang datang bersama orangtua dan adiknya.
    Menurut Aulia, pertunjukan Planetarium membuatnya lebih mudah memahami luasnya alam semesta dan proses terbentuknya bumi dibandingkan pelajaran di sekolah.
    “Lihat bintang terus Saturnus Mars sama bulan gitu pokoknya mempelajari tentang galaksi gitu,” kata Aulia saat ditemui di TIM, Sabtu (27/12/2025).
    “Kalau dari penjelasannya, jadi kebayang gimana luasnya galaksi dan kecilnya bumi, Setelah nonton gitu aku jadi tahu kalau bumi itu bertahap-tahap buat bikinnya (proses terbentuk),” lanjut dia.
    Aulia menilai, cara penyampaian materi di Planetarium membuat belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
    “Menurut aku seru, soalnya belajarnya enggak ngebosenin. Lebih enak daripada cuma baca,” kata dia.
    Orangtua Aulia, Dian, juga melihat langsung dampak positif dari pengalaman tersebut. Menurutnya, belajar dengan visual langsung lebih efektif dibandingkan membaca atau menonton lewat gawai di rumah.
    “Saya dengan suami dan tiga anak sengaja pengen ngajak anak-anak lihat edukasi pembelajaran tentang planet. Kalau lihat sendiri kan biasanya lebih nempel,” kata Dian.
    Dian mengaku datang sejak pagi untuk mengantre tiket on the spot karena tiket daring telah habis terjual.
    “Kita datang dari pagi jam 8. Kebetulan kita tadi on the spot dan untungnya kepanggil karena onlinenya habis semua,” ujar dia.
    Meski harus menunggu dan menghadapi pembatasan kuota, Dian menilai pengalaman yang didapat sebanding dengan waktu antre.
    “Menurut saya, walaupun antre dan kuota dibatasi, masih worth it. Anak-anak jadi dapat pengalaman langsung, bukan sekadar hiburan,” ujar dia.
    Pengalaman serupa juga dirasakan Khaidul (30), warga Mampang, Jakarta Selatan, yang datang bersama istri dan dua anaknya setelah Planetarium kembali dibuka.
    Ia menilai kunjungan ini memberi kesempatan anak-anaknya mengenal tata surya secara langsung, sekaligus merasakan pembaruan tampilan Planetarium.
    “Nuansanya sih, interiornya sih bagus ya pengalaman
    edukasi anak
    -anak juga lumayan bagus juga, lalu ada cerita buat mereka mengisi liburan,” kata Khaidul.
    Menurut Khaidul, pembaruan teknologi membuat pertunjukan terasa lebih modern dibandingkan kunjungan sebelumnya.
    “Sesuai sih Karena kan disupport sama AI juga kalau nggak salah ya Jadi tampilannya juga cukup bagus dari yang dahulu,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 1
                    
                        Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol
                        Internasional

    1 Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol Internasional

    Penampakan Belasan Mobil Hangus Usai Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Tol
    Penulis
    GUNMA, KOMPAS.com
    – Tabrakan beruntun yang melibatkan lebih dari 50 kendaraan terjadi di Prefektur Gunma, wilayah barat laut Tokyo, Jepang, Jumat (26/12/2025) malam.
    Insiden maut ini mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan korban luka-luka.
    Melansir
    Kyodo News
    , Sabtu (27/12/2025), tabrakan massal tersebut berlangsung di jalur keluar Jalan Tol Kanetsu, wilayah Minakami, sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
    Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu oleh permukaan jalan yang sangat licin akibat tumpukan salju.
    Dampak dari
    tabrakan beruntun
    ini sangat fatal. Setidaknya 17 kendaraan terbakar di lokasi kejadian.
    Foto dan video yang beredar menunjukkan deretan mobil rusak parah memenuhi jalur keluar tol, bahkan beberapa di antaranya hangus hingga sulit dikenali.
    WATCH: Aerial footage shows catastrophic aftermath of massive 50+ vehicle crash on Japan’s Kanetsu Expressway Minakami, Gunma Prefecture
    https://t.co/shdXoYrLWM

    pic.twitter.com/adzIg8W9nf
    Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah wanita yang diperkirakan berusia 70-an tahun.
    Sementara itu, 26 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian lima orang menderita luka serius dan 21 orang luka ringan.
    Ia mengaku terpaksa membanting setir hingga menabrak pembatas jalan demi menghindari kendaraan di depannya.
    “Es menyulitkan saya mengendalikan kemudi. Saya takut nyawa saya terancam,” ujarnya.
    Ia juga menambahkan, situasi di lokasi sangat kacau, diiringi suara dentuman keras sesaat setelah tabrakan terjadi.
    “Saya mendengar suara ledakan sebanyak empat kali di belakang saya,” lanjutnya.
    Saat kecelakaan terjadi, peringatan salju lebat sedang diberlakukan di Prefektur Gunma.
    Polisi meyakini bahwa kondisi jalan yang terlapisi es menjadi faktor utama para pengemudi kehilangan kendali.
    Akibat insiden ini, sebagian ruas Jalan Tol Kanetsu ditutup total untuk proses evakuasi dan pembersihan puing-kantong kendaraan.
    Pihak berwenang mengimbau para pengendara untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah tersebut.
    Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menteri LH Kirim 10.000 Galon Air Bersih, Sebar ke 2 Kabupaten

    Menteri LH Kirim 10.000 Galon Air Bersih, Sebar ke 2 Kabupaten

    Menteri LH Kirim 10.000 Galon Air Bersih, Sebar ke 2 Kabupaten
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan jajarannya mengirim bantuan logistik air bersih skala besar untuk menyokong kebutuhan dasar warga yang kehilangan akses air layak konsumsi di Provinsi Aceh.
    “Sebanyak 25 truk pengangkut yang membawa 10.000 galon air mineral telah diberangkatkan menuju titik-titik terdampak paling parah, sebagai langkah cepat dalam memitigasi krisis kesehatan pascabencana,” kata Hanif dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
    Bantuan ini didistribusikan ke wilayah Kabupaten Aceh Utara (18 truk) dan Kabupaten Aceh Tamiang (7 truk).
    “Kami berharap bantuan ini dapat dimaksimalkan dan menjadi langkah nyata dalam masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana,” ujar Hanif.
    Hanif menambahkan bahwa pengiriman ini dilakukan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.
    Sebab, akses untuk mendapat air bersih masih sangat terbatas akibat rusaknya infrastruktur air bersih dan pencemaran sumber air oleh material banjir.
    “Ketersediaan air minum yang higienis adalah prioritas mutlak di masa kritis,” ucapnya.
    Tak hanya mengirimkan air kemasan, KLH juga menerjunkan tim teknis untuk mengoperasikan tiga unit
    alat penjernih air
    (
    water purifier
    ) di Kabupaten Aceh Tamiang.
    “Teknologi ini memungkinkan air di lokasi bencana diolah secara instan menjadi air yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Hanif.
    Saat ini, tim teknis KLH sedang menempuh jalur darat menuju Aceh untuk memastikan seluruh bantuan terdistribusi tepat sasaran sekaligus melakukan inspeksi lingkungan menyeluruh.
    KLH juga mendirikan Posko di Lhokseumawe yang dirancang sebagai pusat komando yang akan beroperasi selama masa darurat hingga tahap pemulihan tuntas.
    Data dari posko ini akan menjadi fondasi bagi KLH dalam menyusun strategi rehabilitasi ekosistem jangka panjang di Aceh.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah Megapolitan 27 Desember 2025

    Planetarium TIM Jadi Tujuan Warga untuk Belajar Astronomi saat Libur Sekolah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kembalinya Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai destinasi wisata edukasi disambut antusias masyarakat, terutama saat libur sekolah.
    Pantauan Kompas.com di lokasi, pengunjung terlihat mengantre untuk mendapatkan tiket pertunjukan, baik melalui pendaftaran daring maupun kuota on the spot.
    Antrean didominasi keluarga yang datang bersama anak-anak.
    Antusiasme tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari wilayah penyangga. Banyak orangtua memanfaatkan
    libur sekolah
    untuk mengenalkan
    astronomi
    secara langsung kepada anak-anak.
    Salah satunya Khaidul (30), warga Mampang, Jakarta Selatan, yang datang bersama istri dan dua anaknya. Ia sengaja memilih Planetarium sebagai tujuan liburan bernuansa edukatif.
    “Saya istri dengan dua anak, hari ini sengaja kami ingin datang ke Planetarium ini,” kata Khaidul saat ditemui di TIM, Sabtu (27/12/2025).
    Setelah mengikuti pertunjukan, Khaidul menilai konsep penyajian materi cukup menarik bagi anak-anak.
    Menurutnya, visualisasi dan interior Planetarium mendukung pengalaman belajar yang tidak membosankan.
    “Nuansanya sih, interiornya sih bagus ya, pengalaman edukasi anak-anak juga lumayan bagus juga, lalu ada cerita buat mereka mengisi liburan,” ujar dia.
    Materi yang disampaikan mencakup pengenalan tata surya, planet, hingga galaksi.
    Khaidul menilai pengenalan astronomi sejak dini penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak.
    “Tata surya, planet-planet, galaksi, kayak gitu-gitu sih. Kayak susunan planet-planetnya terus dari yang kecil,” katanya.
    Khaidul mengaku bukan kali pertama mengunjungi Planetarium.
    Ia merasakan perbedaan signifikan dibanding kunjungan sebelumnya, terutama dari sisi teknologi pertunjukan.
    “Perbedaannya jauh, lebih bagus sekarang, karena AI tadi ya,” ucapnya.
    Meski demikian, Khaidul sempat kesulitan mendapatkan tiket daring karena kuota cepat habis.
    Ia akhirnya datang langsung sejak pagi dan baru mendapatkan tiket untuk pertunjukan sore hari.
    “Kita kemarin coba online, cuma nggak berhasil. Jadi tadi langsung on the spot ke sini. Kita dari pagi jam setengah sembilan, baru masuknya dapet di kuota yang ketiga,” ujarnya.
    Ia menyebut waktu menunggu cukup lama, namun tetap bertahan demi pengalaman anak-anak.
    “Dari pagi tadi jam sembilan sampai tadi itu baru dapet tiket jam setengah dua siang,” ungkap Khaidul.
    Terkait pembatasan kuota, Khaidul menilai hal tersebut bisa dimaklumi karena tingginya minat masyarakat.
    “Kita nggak bisa inin orang juga ya. Maksudnya animonya kan sangat besar, emang mereka juga pengen mengetahui yang barunya seperti apa,” katanya.
    Ia juga mengapresiasi kinerja petugas yang berupaya mengatur pengunjung di tengah keterbatasan kuota.
    “Sejauh tadi sih lumayan ya, mereka juga sudah kerja maksimal untuk mendistribusikan penonton,” ucapnya.
    Pengunjung dari luar Jakarta juga tampak memadati Planetarium. Dian, warga Tambun, Bekasi, datang bersama suami dan tiga anaknya sejak pagi.
    “Saya dengan suami dan tiga anak sengaja pengen ngajak anak-anak lihat edukasi pembelajaran tentang planet. Kalau lihat sendiri kan biasanya lebih nempel,” ujar Dian.
    Dian mengaku baru pertama kali membawa anak-anaknya ke Planetarium.
    Ia berharap pengalaman belajar langsung bisa lebih berkesan dibanding sekadar membaca atau menonton di rumah.
    Seperti pengunjung lainnya, Dian juga mengandalkan kuota on the spot karena tiket daring telah habis.
    “Kita datang dari pagi jam 8. Kebetulan on the spot dan untungnya kepanggil karena onlinenya habis semua,” katanya.
    Meski harus mengantre, Dian menilai kunjungan tersebut tetap sepadan.
    “Menurut saya, walaupun antre dan kuota dibatasi, masih worth it. Anak-anak jadi dapat pengalaman langsung, bukan sekadar hiburan,” ujar dia.
    Dian berharap pengelola ke depan dapat menambah kuota atau jam pertunjukan agar lebih banyak pengunjung terlayani.
    “Harapannya sih ke depan kuotanya bisa ditambah atau jam tayangnya diperbanyak,” tuturnya.
    Salah satu anak Dian, Aulia (15), mengaku menikmati pertunjukan Planetarium.
    Menurutnya, visualisasi membuat materi astronomi lebih mudah dipahami.
    “Lihat bintang terus Saturnus, Mars sama bulan gitu, pokoknya mempelajari tentang galaksi,” kata Aulia.
    Ia mengaku mendapatkan gambaran baru tentang luasnya galaksi dan proses terbentuknya bumi.
    “Kalau dari penjelasannya, jadi kebayang gimana luasnya galaksi dan kecilnya bumi. Setelah nonton jadi tahu kalau bumi itu bertahap-tahap buat bikinnya,” ujarnya.
    “Menurut aku seru, soalnya belajarnya enggak ngebosenin. Lebih enak daripada cuma baca,” sambung Aulia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba Megapolitan 27 Desember 2025

    10 Polisi Polresta Tangerang Kena Sanksi Etik, Ada Kasus Perselingkuhan hingga Narkoba
    Tim Redaksi
    TANGERANG, KOMPAS.com
    – Polresta Tangerang menindak 10 anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin sepanjang 2025.
    Dari jumlah tersebut, sembilan anggota telah menjalani sidang dan dijatuhi sanksi. Sementara satu anggota lainnya masih menjalani proses persidangan.
    Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam)
    Polresta Tangerang
    AKP Iman Ruspandi mengatakan, enam anggota terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.
    Pelanggaran yang dilakukan beragam, mulai dari perselingkuhan, penyalahgunaan narkoba, hingga berkendara ugal-ugalan menggunakan kendaraan dinas.
    “Biasanya itu ada istri anggota yang melapor, kemudian juga ada penyalahgunaan narkoba, terus yang ugal-ugalan di Tol kemarin sedang diproses persidangannya,” ujar Iman, Sabtu (27/12/2025).
    Dari enam kasus pelanggaran kode etik tersebut, dua anggota sempat dijatuhi sanksi pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) karena terlibat
    kasus narkoba
    .
    Namun, keduanya mengajukan banding ke Polda Banten.
    “Bandingnya diterima sehingga putusan PTDH itu diganti dengan hukuman demosi,” kata Iman.
    Selain pelanggaran kode etik, Propam Polresta Tangerang juga menjatuhkan sanksi disiplin kepada empat anggota yang terbukti mangkir dari tugas.
    Salah satu kasus pelanggaran disiplin terjadi saat seorang anggota tidak hadir dalam pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Serang, Banten, selama 13 hari.
    “Dia 13 hari terus tidak hadir dalam petugas pengamanan Pilkada yang kita jadikan BKO di Serang,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku Megapolitan 27 Desember 2025

    Libur Tahun Baru 2026, Ganjil Genap Ditiadakan tapi E-TLE Tetap Berlaku
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian memastikan kebijakan ganjil genap di Jakarta tidak diberlakukan saat libur Tahun Baru 2026, Kamis (1/1/2026).
    Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Ditlantas
    Polda Metro Jaya
    Kompol Robby Hefados mengatakan, meski pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor ditiadakan, pengawasan lalu lintas melalui tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) tetap berjalan.
    “Penerapan E-TLE di Jakarta masih tetap diberlakukan,” kata Robby di Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (27/12/2025).
    Sistem E-TLE dinilai efektif dalam memantau pelanggaran lalu lintas di Jakarta.
    Keberadaan kamera pengawas juga berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya.
    Kebijakan tersebut sejalan dengan pelaksanaan
    Operasi Lilin
    2025 dan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pencegahan kecelakaan selama periode Natal dan Tahun Baru.
    “Untuk di dalam Kota Jakarta khususnya wilayah Polda Metro Jaya, salah satu sasaran operasi ataupun target operasi dari Operasi Lilin ini adalah menekan angka kecelakaan,” ujar Robby.
    Robby menambahkan, berdasarkan data sementara, jumlah pelanggaran lalu lintas selama Operasi Lilin tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
    “Jumlah pelanggaran yang ada selama Operasi Lilin ini berlangsung dari tujuh hari yang sudah berlangsung ini, jumlahnya tidak sebanyak jumlah pelanggaran yang ada pada saat Operasi Lilin tahun lalu,” kata Robby.
    Meski demikian, Robby menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan.
    Ia berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas.
    “Jadi masyarakat sendiri juga sudah mengerti posisi E-TLE ada di mana dan mudah-mudahan itu bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat,” kata Robby.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        27 Desember 2025

    Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru Megapolitan 27 Desember 2025

    Polisi Tutup Jalan Sudirman–Thamrin Mulai 18.00 WIB saat Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepolisian akan menutup arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin, Jakarta Pusat, saat perayaan malam Tahun Baru 2026.
    Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)
    Polda Metro Jaya
    Kompol Robby Hefados mengatakan, penutupan dilakukan seiring pelaksanaan
    Car Free Night
    dan penyelenggaraan delapan panggung hiburan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
    “Pergantian tahun nanti di tanggal 31 Desember 2025, kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah mendapatkan rencana kegiatan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa nanti akan ada 8 panggung yang tersebar mulai dari Bundaran Patung Kuda sampai dengan Bundaran Senayan,” kata Robby di Ragunan, Sabtu (27/12/2025).
    Robby menyebutkan, penutupan arus lalu lintas akan diberlakukan secara menyeluruh di sepanjang ruas Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Senayan.
    “Jadi penutupan arus lalu lintas dari mulai Bundaran Patung Kuda sampai nanti Bundaran Senayan. Nanti dilaksanakan dari pukul 18.00 WIB sampai dengan 02.00 WIB dini hari tersebut,” ujarnya.
    Ia menambahkan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah skema
    rekayasa lalu lintas
    untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi perayaan.
    Selain itu, ratusan personel gabungan akan dikerahkan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama malam pergantian tahun.
    “Dan untuk pada saat malam pergantian tahun sendiri, kami akan melibatkan hampir 800 personil. Bergabung nanti dengan jajaran kewilayahan, dengan Polres,” kata Robby.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.