Author: Kompas.com

  • Penyebab KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo: Mati Mesin dan Anomali Cuaca Ekstrem
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Penyebab KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo: Mati Mesin dan Anomali Cuaca Ekstrem Regional 28 Desember 2025

    Penyebab KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo: Mati Mesin dan Anomali Cuaca Ekstrem
    Tim Redaksi
    LABUAN BAJO KOMPAS.com
    – Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo, menyebut Kapal Wisata KM Putri Sakinah yang mengangkut pelatih Valencia dan keluarga tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, dipicu karena anomali cuaca.
    Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menjelaskan kapal wisata tersebut tenggelam karena di sekitar perairan Padar dilanda
    cuaca buruk
    dan gelombang dengan ketinggian kurang lebih dua meter yang mengakibatkan kapal tersebut terbalik dan akhirnya tenggelam.
    “Dugaan sementara cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal tersebut,” ungkap Christian saat dihubungi Kompas.com, Minggu (28/12/2025). 
    Ia menerangkan kondisi
    cuaca ekstrem
    dan kegelapan malam hari secara signifikan menghambat tim SAR gabungan untuk melakukan operasi penyelamatan penumpang
    KM Putri Sakinah
    itu.
    “Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas. Namun di tengah keterbatasan, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 7 orang penumpang,” terang dia.
    Sebelumnya, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan pihaknya mengeluarkan surat persetujuan berlayar bagi kapal tersebut pada Kamis (25/12/2025).
    “Karena anomali cuaca, padahal prakiraan cuaca gelombang kurang dari 0,5 meter,” kata Stephanus saat dikonfirmasi Sabtu.
    Ia menyebut, dirinya turun langsung ke lokasi tempat kapal itu tenggelam dan gelombang tinggi.
    “Saya buat
    notice to marineers
    terkait cuaca ekstrem salah satunya SPB ke Pulau Padar ditutup sementara. Saat berada di lokasi kejadian, kita kena gelombang tinggi,” ujar dia.
    Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere, menjelaskan peristiwa itu bermula pada saat KM Putri Sakinah yang membawa 11 person on board (POB) berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar untuk melanjutkan perjalanan wisata pada Pukul 20.00 WITA.
    “Nahas pukul 20.30 Wita kapal mengalami mati mesin dan tenggelam,” ungkap Fathur Sabtu siang.
    Ia mengatakan, korban selamat sebanyak 7 orang telah dievakuasi ke Labuan Bajo oleh tim SAR gabungan.
    “Penumpang yang selamat antara lain 2 orang WNA asal Spanyol dan 4 kru kapal serta 1 orang guide,” katanya.
    Sementara korban lainnya saat ini masih dalam pencarian. Salah satunya yakni Pelatih Tim B Putri salah satu klub di Liga Spanyol, Valencia, Fenando Martin Carerras bersama tiga orang anaknya. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan Regional 28 Desember 2025

    Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilanjutkan
    Tim Redaksi
    LABUAN BAJO KOMPAS.com
    – Pencarian terhadap pelatih Valencia dan 3 anaknya yang hilang tenggelam di perairan Pulau Padar, TN Komodo, Labuan Bajo, hingga hari ketiga, pada Minggu (28/11/2025) belum membuahkan hasil.
    Pihak keluarga pun memberi dukungan dan meminta petugas gabungan untuk melanjutkan pencarian terhadap korban.
    “Keluarga sangat berterima kasih atas banyaknya ungkapan dukungan yang kami terima selama masa-masa sulit ini dalam pencarian empat anggota keluarga kami yang hilang. Satu-satunya informasi resmi yang dapat kami bagikan saat ini adalah bahwa operasi untuk mencoba menemukan orang-orang terkasih kami akan berlanjut pada hari Minggu ini,” tulis keluarga
    pelatih Valencia
    dalam pernyataan resmi yang diterima, Minggu (28/12/2025). 
    Sejak awal, pihak berwenang dan pasukan keamanan Indonesia telah sepenuhnya berkomitmen pada pencarian ini, yang membuat semua tegang, tidak hanya keluarga, tetapi seluruh Spanyol.
    “Kami sangat berterima kasih atas hal ini,” ungkap keluarga.
    Keluarga juga menghargai dukungan yang diberikan oleh pihak berwenang setempat di Indonesia dan khususnya korps diplomatik Spanyol.
    “Kami meminta anda untuk melanjutkan upaya dalam pencarian anggota keluarga kami. Kami percaya bahwa anda akan terus bekerja sampai menemukan mereka,” ujar keluarga.
    Keluarga juga berterima kasih kepada media atas minat dan rasa hormat yang telah ditunjukkan sejauh ini.
    Saat ini anggota keluarga sedang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk bergabung dalam upaya pencarian.
    “Kami akan meneruskan informasi resmi apa pun yang dapat kami berikan sesegera mungkin, ” imbuh keluarga.
    Sebelumnya, tim
    SAR
    gabungan menemukan pelampung (life jacket) milik kapal
    KM Putri Sakinah
    , pada pencarian hari ketiga pada Minggu (28/12/2025).

    Tim SAR
    gabungan yang melaksanakan penyisiran yang dimulai dari 06.30 Wita menemukan barang pelampung (
    life jacket
    ) milik KM Putri Sakinah sekitar pukul 09.30 WITA,” ungkap Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu sore.
    Penemuan ini berlokasi pada koordinat 8° 38.423’S – 119° 37.843’E dengan jarak 1,61 mil laut dari lokasi kejadian.
    Pencarian terhadap pelatih sepak bola klub Valencia B Putri Spanyol Fernando Martin Carerras dan anak 3 orang anaknya masih belum membuahkan hasil hingga pukul 17.00 WITA.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo Regional 28 Desember 2025

    Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo
    Tim Redaksi

    SITUBONDO, KOMPAS.com
    – Polisi mengungkap adanya luka di leher korban dugaan pembunuhan di Situbondo, Jawa Timur.
    Diketahui, ada
    tiga korban tewas
    dalam kejadian ini.
    Mereka adalah ayah, ibu, dan anak yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah yang berada di Dusun Wateketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki,
    Situbondo
    .
    Satreskrim Polres Situbondo telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban pada Minggu (28/12/2025).
    Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menyatakan identitas ketiga korban tewas, yakni Muhammad Hasim (58), asal Pamekasan.
    Korban kedua adalah Suningsih (38) yang merupakan istri dan ibu dari korban ketiga, Umi Rahmania (18).
    Ibu dan anak itu merupakan warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Mereka ditemukan meninggal di kamar tidur.
    “Tiga korban meninggal dunia di dalam rumah, satu di kamar mandi dan dua di kamar tidur,” katanya Minggu (28/12/2025).
    Berdasarkan hasil penyelidikan, dua korban, yakni ibu dan anak tersebut mengalami
    luka sayatan
    bekas senjata tajam di bagian leher.
    Namun, sementara ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi.
    “Kami masih menunggu hasil otopsi, ada luka sayatan,” katanya.
    Dia juga menegaskan, dalam peristiwa ini tidak ada barang berharga yang hilang.
    Sementara ini, sejumlah saksi sedang dipanggil dan dimintai keterangan.
    Mereka adalah orang tua dari Suningsih yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian dan sekaligus orang yang pertama kali menemukan korban.
    “Kami memohon waktu untuk menyelesaikan proses penyelidikan. Nanti setelah selesai akan diberitahukan,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan meninggal di dalam rumah dan diduga terjadi peristiwa
    pembunuhan
    . Mereka adalah ayah, ibu, dan anak.
    Sementara ini, belum diketahui kronologi maupun motif dari peristiwa tersebut. Polres Situbondo masih melakukan penyelidikan.
    Kepala Desa Demung Aguk Prayogi membenarkan peristiwa pembunuhan di wilayahnya. Pihaknya juga mendampingi petugas kepolisian saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 
    Ia mengatakan, ada tiga jenazah yang ditemukan. “Maaf, tadi masih ikut olah tempat kejadian perkara. Tiga jenazah itu ada Hasyim, bapak tiri, Nia, anak dari Suning,” katanya kepada
    Kompas.com
    , Minggu (28/12/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru
                
                    
                        
                            Medan
                        
                        28 Desember 2025

    Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru Medan 28 Desember 2025

    Pasutri Ditemukan Tewas di Humbahas Sumut, Hasil Visum Keracunan Gas Arang saat Libur Nataru
    Tim Redaksi
    MEDAN, KOMPAS.com
    – Warga digegerkan dengan penemuan mayat pria inisial DTS (55) dan istrinya ENS (53) di rumah mereka di Desa Aek Lung,
    Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten
    Humbang Hasundutan
    (
    Humbahas
    ), Sumatera Utara, Minggu (28/12/2025).
    Kasat Reskrim Polres Humbahas, Iptu Jhon F. M. Siahaan mengatakan keduanya merupakan warga Provinsi, Riau.
    Mulanya keduanya mendatangi rumahnya di Humbahas dalam rangka menghadiri pesta keluarga dan juga merayakan natal dan tahun baru.
    Jhon tidak merinci kapan keduanya tiba di lokasi kejadian, namun sejak Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB salah satu kerabatnya, DP sempat mendatangi rumahnya dan mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang merespons.
    Kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.
    “Sekitar pukul 20.00 WIB, saksi MS (keluarga) juga menghubungi korban melalui telepon untuk memastikan keberangkatan ke pesta keesokan harinya, namun juga tidak mendapatkan jawaban,” ujar Jhon dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).
    Selanjutnya, sekitar pukul 20.30 WIB, keluarga korban FS dan DP mendatangi rumah korban, namun tetap tidak ada respons.
    Kemudian pada Minggu (28/12/2025) keluarga korban menghubungi kepala dusun untuk mengecek rumah korban.
    Karena korban dipanggil tidak menyahut, akhirnya pintu rumah korban didobrak.
    “Setelah masuk, mereka (para saksi) mendapati pintu kamar korban tertutup. Saat pintu kamar dibuka, kedua korban terlihat dalam kondisi tidak sadar dengan posisi telungkup,” ujar Jhon
    Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Humbahas, polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jenazah kedua korban lalu dievakuasi ke RSUD Dolok Sanggul untuk dilakukan
    visum
    .
    “Bahwa berdasarkan hasil visum dari dokter ahli forensik RSUD Dolok Sanggul, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat
    asfiksia
    atau
    keracunan
    gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap arang,” ujar John
    Ia juga menambahkan, pada tubuh kedua korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Barang-barang milik korban juga tidak ada yang hilang.
    “(Disana polisi) menemukan 1 tempat pembakaran arang, 2 unit telepon genggam, 1 buah bantal berlumur darah, 1 tas hitam berisi sejumlah uang, satu tas coklat berisi sejumlah uang, 1 dompet warna merah berisi emas, 1 dompet warna biru berisi sejumlah uang,” ujarnya
    “Lalu 1 tas berisi pakaian korban, satu dompet warna hitam berisi sejumlah uang, serta satu tas bermerek matahari yang berisi pakaian dalam korban,” tambah Jhon.
    “Pihak keluarga telah menerima dan mengikhlaskan meninggalnya kedua korban,” ungkap Jhon.
    Lebih lanjut, setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, polisi menyerahkan jenazah kedua korban ke keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura Regional 28 Desember 2025

    Kapendam Cenderawasih Klarifikasi Kasus Viral Ibu Hamil Meninggal di RS Marthen Indey Jayapura
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P mengklarifikasi terkait kasus kematian seorang ibu hamil saat proses persalinan yang viral di media sosial yang terjadi di Rumah Sakit (Rumkit) Tk.II Marthen Indey (RSMI), Sabtu (27/12/2025).
    “Saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak Keluarga atas meninggalnya Ny. Martha (43) saat melakukan persalin di RS,” ungkap Kapendam.
    Dalam keterangannya Kapendam menjelaskan saat ini Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Marthen Indey Kolonel Ckm dr. Rudi Dwi Laksono bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah mengadakan pertemuan bersama. 
    Pertemuan ini untuk membedah sisi teknis medis guna memastikan apakah penanganan sudah sesuai prosedur (SOP) atau tidak. 
    “Kami melibatkan Dinas Kesehatan untuk memantau dari sisi teknis medis. Kami ingin memastikan secara transparan apakah ada kekurangan atau memang semua sudah sesuai prosedur. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap transparansi kasus kematian ibu dan anak,” ungkap Kapendam dan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
    Ia juga menerangkan, dokter spesialis yang menangani pasien, dr. David Randel Christanto mengungkapkan bahwa penyebab kematian pasien diduga kuat akibat
    cardiac arrest
    (henti jantung) mendadak yang dipicu oleh Emboli Air Ketuban.
    Kondisi ini merupakan komplikasi persalinan yang langka namun sangat fatal, di mana air ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu.
    “Kami telah memberikan edukasi kepada pihak suami mengenai kondisi ini. Kejadiannya sangat cepat, pasien tiba-tiba mengalami
    apneu
    (henti napas) dan seluruh wajah membiru saat proses pembukaan hampir lengkap,” jelas dr. David.
    Dalam pertemuan tersebut Kapendam menjelaskan, berdasarkan data rumah sakit, penanganan medis yang diberikan kepada pasien (37-38 minggu) pada tanggal 26-27 Desember 2025, sudah sesuai prosedur.
    “Penanganan pasien selama di rawat di RS sudah sesuai prosedur,” imbuh Kapendam.
    Berikutnya, pihak RS Marthen Indey akan melaksanakan pertemuan resmi dengan keluarga yang direncanakan akan dilakukan pada Senin pagi (29/12/2025).
    “Saya berharap masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan berita sepihak, tanpa melihat sumber resminya,” tutup Kapendam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        28 Desember 2025

    Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah Regional 28 Desember 2025

    Cari 17 Korban Speedboat Terbalik di Yapen, TNI AU Terjunkan Helikopter Super Puma dan KRI Panah
    Tim Redaksi
    JAYAPURA, KOMPAS.com
    – Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari keempat terhadap 17 warga yang hilang akibat speedboat terbalik di perairan Tanjung Andei, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
    Operasi
    SAR
    dimulai sejak pukul 06.00 WIT melalui udara dan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
    Untuk pencarian melalui udara menggunakan Helikopter NAS-332 Super Puma milik
    TNI AU
    .
    Penyisiran udara dilakukan pada ketinggian 1.000 kaki dengan cakupan area mencapai 160
    nautical mile
    .
    Sementara tim yang melakukan pencarian melalui laut fokus untuk melakukan penyisiran di sepanjang rute yang dilalui oleh speedboat.
    Bahkan pencarian diperluas ke arah utara dari pelabuhan dawai menuju titik ditemukannya korban keempat pada Sabtu kemarin.
    “Untuk pencarian hari keempat akan diperluas ke arah utara dari pelabuhan Dawai dari titik ditemukannya korban keempat,” kata Kepala SAR Biak, Kundori ketika dikonfirmasi pada Minggu (28/12/2025) siang.
    Selain helikopter dan kapal SAR, operasi hari keempat ini juga diperkuat oleh KRI Panah-626 milik Guskamla Koarmada III Biak untuk memperluas jangkauan penyisiran di zona laut dalam.
    “Pencarian terhadap 17 korban masih terus dilakukan. Pencarian dilakukan melalui udara dan laut. Kita upayakan semaksimal mungkin untuk menemukan para korban,” ujarnya.
    Sebelumnya, speedboat yang mengangkut 21 penumpang bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada rabu sore sekitar pukul 16.30 WIT.
    Namun dalam perjalanan, speedboat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Waindu.
    Dari insiden itu, tiga korban berhasil ditemukan selamat, sementara 18 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
    Dari pencarian yang dilakukan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban pada Sabtu (27/12/2025) siang. Korban dievakuasi ke Puskesmas Waindu untuk penanganan medis sebelum diserahkan kepada keluarga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu

    BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu

    BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan layanan pemulihan psikososial bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera tersedia secara berkala, yakni satu hingga dua kali dalam sepekan.
    Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari untuk merespons sorotan publik mengenai ketersediaan
    layanan psikososial
    , di samping pelayanan kesehatan fisik bagi warga terdampak.
    “Pelayanan kesehatan kemarin juga sempat ditanyakan berkaitan dengan pemulihan atau layanan psikososial. Ini di setiap kabupaten kota secara berkala satu hingga dua kali seminggu terus kita lakukan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    Abdul Muhari menjelaskan, BNPB melibatkan tenaga profesional dan relawan untuk memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak banjir.
    Layanan tersebut juga diklaim menyasar berbagai kelompok usia dan latar belakang para warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
    “Kita mendatangkan ahli dokter psikiater dan para relawan untuk bisa menyampaikan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan psikososial tidak hanya untuk anak usia sekolah atau balita tetapi juga untuk ibu rumah tangga dan secara umum warga yang terdampak,” kata dia.
    Abdul Muhari menegaskan bahwa program layanan psikososial akan terus dijalankan secara berkelanjutan, guna membantu masyarakat pulih dari trauma akibat bencana.
    “Ini tetap kita programkan, kita harapkan ini juga secara bertahap bisa memulihkan trauma yang didapat oleh saudara-saudara kita pasca bencana,” jelas Abdul Muhari.
    Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyampaikan perkembangan distribusi logistik bagi korban banjir.
    Hingga saat ini, Posko Halim telah menerima ribuan ton bantuan logistik.
    “Untuk logistik, kita lihat di Posko Halim per hari ini sudah 1.566 ton yang masuk secara total dari awal, terdistribusi 1.503 ton,” kata Abdul Muhari.
    “Jadi kalau kita lihat setiap hari rata-rata di Posko Halim ini menerima 100 ton dan kemudian langsung mendistribusikan 80 hingga 90 ton,” imbuh dia.
    Menurut Abdul Muhari, stok logistik masih mencukupi karena adanya cadangan yang terus diperbarui seiring dengan masuknya bantuan baru.
    “Masih ada
    buffer stock
    yang kemudian kita gabung lagi dengan barang yang masuk pada hari berikutnya,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman

    BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman

    BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban banjir yang tertimbun di kawasan permukiman maupun pusat aktivitas warga di wilayah terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera.
    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan tim di lapangan selama beberapa hari terakhir.
    “Seperti kita sampaikan kemarin di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan pemukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    Meski demikian, Abdul Muhari menegaskan bahwa operasi pencarian oleh tim
    SAR gabungan
    tetap dilanjutkan di sejumlah titik yang masih teridentifikasi sebagai lokasi pencarian.
    Pada hari ini, tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.
    Penemuan itu menambah jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatera.
    “Hari ini tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di Bener Meriah dan Aceh Utara. Sekali lagi, tidak henti-hentinya kita memanjatkan doa dan belasungkawa yang mendalam,” kata Abdul Muhari.
    Dengan penemuan itu, BNPB mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir di tiga provinsi terdampak mencapai 1.140 orang.
    Selain korban meninggal, BNPB juga masih mencatat ratusan warga yang belum ditemukan.
    “Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian. Ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin,” kata Abdul Muhari.
    Ia juga menekankan pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
    “Sekali lagi, penanganan terus kita lakukan, tidak ada hari libur. Kita optimalkan, kita maksimalkan supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
    Memasuki fase transisi darurat, BNPB mencatat sejumlah kemajuan dalam proses pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik.
    Di Aceh Utara, khususnya wilayah Langkahan, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan terus dilakukan siang dan malam, termasuk pembersihan fasilitas pendidikan.
    “Hari ini kita melihat ke Aceh Utara, ke Langkahan. Ini ada pembukaan jalan, pembersihan Yayasan Darul Huda. Ini juga dilakukan siang dan malam. Kemudian pembersihan akses jalan dan fasilitas umum,” ungkap Abdul Muhari.
    Abdul Muhari menambahkan, proses pemulihan dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga BPBD daerah.
    Dia berharap, sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan lumpur dapat kembali difungsikan saat awal semester genap pada Januari 2026.
    “Yang kita harapkan nanti pada saat awal pembelajaran semester genap nanti di minggu pertama bulan Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” ujar Abdul Muhari.
    “Meskipun demikian, kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang

    Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang

    Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Jumlah korban jiwa akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera kembali bertambah.
    Hingga Minggu (28/12/2025), total warga yang wafat tercatat mencapai 1.140 orang.
    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban jiwa terjadi setelah tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.
    “Hari ini tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di Bener Meriah dan Aceh Utara. Sekali lagi, tidak henti-hentinya kita memanjatkan doa dan belasungkawa yang mendalam,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    “Sehingga per hari ini jumlah total korban jiwa rekapitulasi dari tiga provinsi itu menjadi 1.140 jiwa,” kata Abdul Muhari.
    Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat masih terdapat ratusan warga yang belum ditemukan.
    Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian untuk menekan angka korban hilang.
    “Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian. Ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin,” ujar dia.
    Abdul Muhari menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi lapangan, di sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga sudah hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban yang tertimbun.
    Meski demikian, operasi pencarian belum dihentikan.
    “Seperti kita sampaikan kemarin, di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan pemukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga. Tapi operasi pencarian masih terus dilakukan di sisi-sisi yang mungkin masih diidentifikasi sebagai
    site
    pencarian tim SAR gabungan,” kata Abdul Muhari.
    Abdul Muhari juga menekankan bahwa penanganan bencana banjir dilakukan tanpa mengenal hari libur.
    Pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
    “Sekali lagi, penanganan terus kita lakukan, tidak ada hari libur. Kita optimalkan, kita maksimalkan supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” kata dia.
    Memasuki fase transisi darurat, BNPB mencatat sejumlah kemajuan dalam proses pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik.
    Di Aceh Utara, khususnya wilayah Langkahan, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan terus dilakukan siang dan malam, termasuk pembersihan fasilitas pendidikan.
    “Hari ini kita melihat ke Aceh Utara, ke Langkahan. Ini ada pembukaan jalan, pembersihan Yayasan Darul Huda, ini juga dilakukan siang dan malam. Kemudian pembersihan akses jalan dan fasilitas umum,” ungkap Abdul Muhari.
    Abdul Muhari menambahkan, proses pemulihan dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga BPBD daerah.
    “Tim dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, POLRI, relawan, BPBD semuanya bekerja bersama bahu-membahu akses jalan di Aceh Utara, fasilitas umum, sekolah, madrasah,” kata dia.
    Dia berharap, sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan lumpur dapat kembali difungsikan saat awal semester genap pada Januari 2026.
    “Yang kita harapkan nanti pada saat awal pembelajaran semester genap nanti di minggu pertama bulan Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” ujar Abdul Muhari.
    Namun demikian, BNPB juga menyiapkan solusi sementara bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan.
    “Meskipun demikian, kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

    Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

    Jaga Data Warga, Komdigi Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com —
    Pemerintah secara konsisten memperkuat pengawasan pelindungan data pribadi (PDP) di tengah peningkatan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data dalam ekosistem digital nasional.
    Pada Oktober 2024 hingga November 2025, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) Kementerian Komunikasi dan Digital (
    Komdigi
    ) mencatat ratusan potensi pelanggaran kepatuhan PDP, lonjakan insiden keamanan data, serta tingginya kebutuhan konsultasi publik terkait tata kelola data pribadi.
    Berdasarkan Laporan Data Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital 2025, layanan PDP menerima 342 aduan. Dari jumlah ini, 41 persen merupakan aduan terkait PDP.
    Selain itu, tercatat 483 konsultasi publik dengan 89 persen di antaranya berkaitan langsung dengan pelindungan data pribadi.
    Data tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan pemahaman publik, sekaligus meningkatnya perhatian pengendali dan prosesor data terhadap kewajiban kepatuhan.
    Direktur Jenderal (Dirjen) Wasdig Komdigi Alexander Sabar mengatakan, tingginya konsultasi terkait PDP menunjukkan kehati-hatian pengendali data mulai tumbuh.
    “Pada saat yang sama, dominasi aduan non-PDP mengindikasikan perlunya penguatan literasi agar pelaporan semakin tepat sasaran dan penanganan kasus pelindungan data pribadi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Alexander dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (28/12/2025).
    Dalam aspek pemeriksaan kepatuhan, lanjutnya, Komdigi melakukan pemantauan terhadap 350 sampel platform digital yang terdiri atas 280
    website
    dan 70
    aplikasi digital
    .
    Hasil pemantauan menunjukkan adanya 115 potensi pelanggaran pada platform
    website
    dan 24 potensi pelanggaran pada aplikasi digital.
    Adapun rasio temuan pada
    website
    mencapai 41 persen. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan aplikasi digital yang berada di angka 34 persen. Hal tersebut menandakan kerentanan pelindungan data pribadi lebih besar pada layanan berbasis web.
    Meski demikian, laporan tersebut juga mencatat penumpukan status tindak lanjut dan klarifikasi pada platform
    website
    , khususnya pada periode September hingga November 2025. Kondisi ini mencerminkan tingginya intensitas proses audit serta perlunya percepatan penyelesaian tindak lanjut agar risiko kebocoran data tidak berlarut-larut.
    “Pengelolaan data pribadi pada layanan berbasis
    website
    masih menjadi titik rawan karena belum seluruhnya diimbangi dengan standar keamanan yang memadai. Untuk itu, kami mendorong percepatan klarifikasi serta perbaikan teknis sebagai bagian dari penguatan kepatuhan,” jelas Alexander.
    Selain pengawasan kepatuhan, Komdigi juga mencatat 56 kasus dugaan pelanggaran PDP selama periode pemantauan dengan lonjakan signifikan pada Juni dan Juli 2025.

    Pada Juni, 20 kasus dugaan pelanggaran PDP tercatat, disusul 15 kasus pada Juli 2025.
    Mayoritas insiden berasal dari laporan mandiri Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Hal ini menunjukkan masih adanya kerentanan pada sistem internal
    layanan digital
    .
    “Laporan mandiri dari PSE menunjukkan peningkatan kesadaran untuk melaporkan insiden, sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan keamanan teknis dan kepatuhan regulasi harus berjalan beriringan,” lanjut Alexander.
    Dari sisi kebijakan, Komdigi menegaskan pentingnya penguatan kerangka regulasi PDP. Hingga akhir 2025, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) PDP berada pada tahap akhir dan diajukan kepada Presiden.
    Sementara itu, Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Badan PDP masih dalam proses harmonisasi lintas kementerian.
    Alexander menegaskan, keberadaan kedua regulasi tersebut menjadi prasyarat penting bagi pengawasan PDP yang efektif dan terkoordinasi.
    Komdigi juga mendorong peralihan pendekatan pengawasan dari yang bersifat responsif menuju preventif, melalui audit berkala, penguatan Service Level Agreement (SLA), serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi dini potensi pelanggaran.
    “Pelindungan data pribadi merupakan fondasi kepercayaan publik dalam transformasi digital. Pengawasan yang kuat dan tata kelola yang jelas menjadi kunci untuk memastikan hak warga negara terlindungi secara berkelanjutan,” ucap Alexander.
    Seiring peningkatan ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital, Komdigi menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan data pribadi sebagai bagian integral dari pembangunan
    ekosistem digital
    nasional yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.