Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland
Penulis
MOGADISHU, KOMPAS.com
– Kelompok milisi Al Shabaab di Somalia menjadi musuh terbaru Israel, menyusul keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kemerdekaan Somaliland pada Jumat (26/12/2025).
Al Shabaab
pada Sabtu (27/12/2025) menyatakan, akan menentang segala bentuk upaya
Israel
memanfaatkan wilayah
Somaliland
.
Adapun langkah Netanyahu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui pemisahan Somaliland dari
Somalia
pada 1991.
“Kami tidak akan menerimanya, dan kami akan melawannya,” kata juru bicara Al Shabaab, Ali Dheere, seperti dikutip dari
AFP
.
Menurut Dheere, pengakuan Israel terhadap Somaliland mencerminkan upaya memperluas pengaruh ke wilayah Somalia.
Ia pun menyayangkan adanya warga Somalia yang menyambut pengakuan tersebut dengan antusias.
“Sungguh penghinaan tingkat tertinggi hari ini, melihat sebagian warga Somalia merayakan pengakuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” ucapnya.
Somalia sendiri telah memerangi kelompok Al Shabaab selama hampir dua dekade.
Meskipun keamanan di Ibu Kota Mogadishu membaik, konflik bersenjata masih terus berlangsung di sejumlah daerah.
Dengan perlawanan yang dilontarkan Al Shabaab, musuh Israel kini bertambah setelah Hamas, Hizbullah, Houthi, Iran, dan beberapa kelompok bersenjata lainnya.
Penolakan juga datang dari Uni Afrika. Kepala Uni Afrika Mahamoud Ali Youssouf menegaskan pentingnya menghormati batas-batas wilayah di Afrika.
“Setiap upaya untuk merusak persatuan, kedaulatan, dan integritas teritorial Somalia berisiko menciptakan preseden berbahaya dengan implikasi luas bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh benua,” ujarnya.
Youssouf menegaskan, setiap bentuk inisiatif yang bertujuan mengakui Somaliland sebagai entitas independen harus ditolak.
“Somaliland tetap menjadi bagian integral dari Republik Federal Somalia,” tegasnya.
Turkiye dan Mesir turut menyuarakan penolakan. Pemerintah Ankara menyebut pengakuan Israel sebagai bentuk campur tangan terang-terangan terhadap urusan dalam negeri Somalia.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan dukungan penuh bagi kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
“Penghormatan terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah negara merupakan pilar fundamental stabilitas sistem internasional dan tidak boleh dilanggar atau diabaikan dengan dalih apa pun,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2022/10/04/633b9d2c68866.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Musuh Israel Bertambah, Al Shabaab Siap Perang Usai Netanyahu Akui Somaliland Internasional
-
/data/photo/2025/12/28/69514ab1a34e0.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Kronologi Kebakaran Papan Reklame di Mal Sarinah Megapolitan
Kronologi Kebakaran Papan Reklame di Mal Sarinah
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Papan reklame elektronik atau billboard yang terpasang di kawasan Mal Sarinah, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, terbakar pada Minggu (28/12/2025) malam.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petugas parkir yang melihat api muncul pada papan reklame yang menampilkan ucapan Selamat Natal. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada petugas keamanan gedung.
“Yang terbakar baliho ‘Selamat Natal’ yang melihat pertama kali melihat saksi mata dari petugas parkir,” kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Mohammad Amin, Minggu, dikutip dari
TribunJakarta.com
.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak pengelola gedung langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.
“Petugas parkir lalu berkoordinasi ke sekuriti gedung untuk melaksanakan pemadaman,” ujar Amin.
Upaya pemadaman awal itu membuat api berhasil dikendalikan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Meski api telah padam,
Gulkarmat Jakarta Pusat
tetap menerjunkan personel untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Sebanyak 32 personel dengan delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian sebagai langkah antisipasi lanjutan.
Akibat kejadian tersebut, area yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas 1 x 5 meter dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran papan reklame tersebut.
Amin menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran papan reklame elektronik di kawasan Sarinah tersebut diduga dipicu gangguan kelistrikan.
“Diduga karena fenomena kelistrikan,” ucap Amin.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/22/6948777d38fbe.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Korupsi Dana Bencana dan Pengkhianatan Nilai Kemanusiaan Nasional
Korupsi Dana Bencana dan Pengkhianatan Nilai Kemanusiaan
Aktivis HAM, Pemerhati Politik dan Hukum
Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
BARU
-baru ini, publik dikejutkan dengan terbongkarnya kasus dugaan korupsi dana bantuan bencana di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Kejaksaan Negeri
Samosir
menetapkan FAK, Kepala Dinas Sosial setempat sebagai tersangka atas dugaan penyelewengan dana bantuan banjir bandang yang bersumber dari Kementerian Sosial.
Total bantuan yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar, namun hasil perhitungan penyidik menunjukkan kerugian negara sebesar Rp 516,2 juta.
Dana tersebut sejatinya diperuntukkan bagi 303 kepala keluarga terdampak banjir, sehingga setiap rupiah yang hilang sesungguhnya adalah hak penyintas yang ikut terampas di tengah kondisi darurat.
Kronologi perkara ini memperlihatkan bagaimana penyalahgunaan kewenangan kerap terjadi saat pengawasan melemah.
Bantuan yang awalnya dirancang dalam bentuk bantuan tunai melalui mekanisme
cash
transfer justru diubah menjadi bantuan barang tanpa persetujuan kementerian terkait.
Penyedia barang ditunjuk secara sepihak, disertai dugaan permintaan penyisihan dana sebesar 15 persen dari nilai bantuan untuk kepentingan pribadi dan pihak lain.
Pola semacam ini menunjukkan bahwa situasi bencana tidak jarang dijadikan dalih untuk melonggarkan akuntabilitas. Padahal justru pada saat genting itulah integritas pejabat publik seharusnya diuji.
Kasus di Samosir juga mencerminkan persoalan yang lebih luas. Berdasarkan kajian Indonesia Corruption Watch (ICW), sepanjang 2024 tercatat sedikitnya 20 perkara korupsi yang berkaitan dengan anggaran kebencanaan dengan total kerugian negara sekitar Rp 14,2 miliar.
Modusnya berulang, mulai dari penyelewengan bantuan, pengadaan logistik, hingga manipulasi penerima (
Harian Kompas
, 10/12/2025)
Data ini menegaskan bahwa
korupsi dana bencana
bukan hanya pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan, karena membuat penyintas menjadi korban dua kali.
Pertama oleh bencana alam dan kedua oleh ketamakan aparat yang seharusnya melindungi mereka.
Korupsi dana bencana tidak bisa dipahami semata sebagai kejahatan terhadap keuangan negara, melainkan sebagai kejahatan yang secara langsung melukai nilai kemanusiaan.
Bantuan bencana merupakan sarana negara untuk memenuhi hak dasar warga, terutama hak atas kehidupan yang layak ketika mereka kehilangan rumah, mata pencaharian, dan rasa aman.
Dalam perspektif hak asasi manusia, kegagalan negara memastikan bantuan sampai kepada penyintas berarti kegagalan memenuhi kewajiban positif negara untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi hak warga negara.
Setiap rupiah yang diselewengkan tidak hanya mengurangi efektivitas kebijakan, tetapi juga menggerus martabat manusia yang seharusnya menjadi pusat dari penanganan bencana.
Korupsi dalam situasi bencana pun sejatinya menunjukkan permasalahan serius dalam etika kekuasaan.
Kondisi darurat sering dijadikan alasan untuk mempercepat prosedur dan melonggarkan pengawasan, padahal justru pada fase inilah prinsip akuntabilitas harus diperketat.
Teori
Good Governance
menempatkan transparansi dan pengawasan sebagai prasyarat mutlak dalam pengelolaan sumber daya publik, terlebih ketika menyangkut kelompok rentan.
Jika kontrolnya lemah, maka kewenangan yang besar berubah menjadi ruang abu-abu yang rawan disalahgunakan. Akibatnya, bencana tidak lagi semata peristiwa alam, tetapi juga peristiwa sosial dan politik yang memperpanjang penderitaan korban.
Korupsi dana bencana menciptakan “korban berlapis”. Penyintas pertama-tama menjadi korban bencana alam, lalu kembali menjadi korban karena bantuan yang seharusnya memulihkan kehidupan mereka justru dijarah oleh aparat yang memiliki kewenangan.
Kondisi ini meruntuhkan kepercayaan publik terhadap negara dan menegaskan bahwa korupsi dana bencana adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan itu sendiri.
Tanpa penegakan hukum yang tegas dan reformasi tata kelola bantuan bencana yang berorientasi pada hak dan martabat manusia, praktik serupa akan terus berulang dan luka kemanusiaan akan terus dilanggengkan.
Korupsi dana bencana harus dibaca sebagai persoalan tanggung jawab negara yang belum tuntas.
Negara tidak cukup hadir melalui kucuran anggaran atau pernyataan politik, tetapi harus memastikan bahwa seluruh rantai kebijakan, dari perencanaan hingga penyaluran bantuan, berjalan secara transparan dan akuntabel.
Penegakan hukum terhadap pelaku korupsi memang penting, tetapi itu baru langkah awal. Tanpa pembenahan sistem pengawasan, desain kebijakan yang berpihak pada penyintas, serta pelibatan publik dalam pengawasan bantuan bencana, kasus serupa hanya akan berulang dengan wajah dan lokasi berbeda.
Tanggung jawab negara pun menuntut perubahan cara pandang terhadap bantuan bencana. Bantuan tidak boleh diperlakukan sebagai proyek administratif semata, melainkan sebagai instrumen pemenuhan hak asasi manusia.
Artinya, setiap penyimpangan harus dipandang serius karena berdampak langsung pada hak hidup, hak atas kesejahteraan, dan hak atas martabat manusia.
Dalam kerangka ini, pengawasan internal, peran aparat penegak hukum, hingga keterlibatan masyarakat sipil menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya memastikan bahwa bencana tidak berubah menjadi ladang korupsi.
Penanganan bencana seharusnya dimulai dari satu prinsip dasar, yakni menempatkan kemanusiaan sebagai panglima.
Seluruh kebijakan, prosedur, dan penggunaan anggaran mesti berpijak pada kepentingan penyintas, bukan pada kenyamanan birokrasi atau peluang rente.
Ketika nilai kemanusiaan benar-benar menjadi orientasi utama, transparansi dan akuntabilitas tidak lagi dipandang sebagai beban administratif, melainkan sebagai prasyarat moral dalam pengelolaan bantuan bencana.
Upaya menutup celah korupsi dana bencana juga menuntut keberanian untuk melakukan koreksi struktural. Sistem penyaluran bantuan perlu dirancang lebih sederhana, terbuka, dan mudah diawasi publik.
Selain itu, perlindungan terhadap pelapor dan keterlibatan masyarakat terdampak harus diperkuat agar pengawasan tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum yang kerap bergerak setelah kerugian terjadi. Dengan cara ini, pencegahan menjadi sama pentingnya dengan penindakan.
Jadi, korupsi dana bencana adalah cermin dari sejauh mana negara menghargai martabat manusia.
Selama bantuan bencana masih diperlakukan sebagai objek kekuasaan, luka kemanusiaan akan terus berulang.
Sebaliknya, ketika kemanusiaan benar-benar ditempatkan di pusat kebijakan, bencana tidak lagi menjadi pintu masuk bagi pengkhianatan, melainkan momentum bagi negara untuk membuktikan keberpihakannya kepada warganya yang paling rentan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/28/6950fdff23496.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Kuasa Hukum Nenek Elina Soroti Letter C, Samuel Bakal Digugat Soal Pemalsuan Dokumen Regional
Kuasa Hukum Nenek Elina Soroti Letter C, Samuel Bakal Digugat Soal Pemalsuan Dokumen
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Kuasa hukum Nenek Elina Widjajanti, Wellem Mintarja akan melaporkan Samuel terkait dugaan pemalsuan dokumen.
Ia mempertanyakan kebenaran transaksi jual beli obyek tanah yang sebelumnya ditinggali oleh
Nenek Elina
. Wellem menyebut,
Letter C
yang diklaim oleh
Samuel
diduga palsu.
Sebelumnya, rumah rumah Nenek Elina, perempuan berusia 80 tahun yang beralamat di Dukuh Kuwukan No. 27 RT.005, RW.006, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota
Surabaya
itu diduga dibongkar paksa pada 6 Agustus 2025 oleh pihak Samuel.
Samuel, mengklaim telah membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014 dari pemilik sebelumnya Elisa Irawati. Elisa merupakan kakak kandung dari Elina.
Elisa diketahui tidak menikah dan mengadopsi anak. Pada 2017, ia meninggal dunia.
Ahli waris kemudian diberikan kepada enam orang anggota keluargannya, termasuk Elina.
Elina juga mengaku tidak pernah menjual tanah dan rumahnya. Di sisi lain, pihak Samuel bersikukuh bahwa ia telah membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014 dari Elisa.
Kuasa Hukum Elina pun meragukan transaksi jual beli tersebut.
“Logikanya kalau kita membeli sesuatu, membeli rumah atau tanah tahun 2014, terus 11 tahun kemudian baru mengeklaim. Itu kalian bisa nilai sendiri lah, apakah benar-benar terjadi transaksi jual beli?,” kata Wellem, Minggu (28/12/2025).
Wellem mengatakan, Samuel juga tidak pernah menunjukkan bukti konkret adanya transaksi jual beli tanah.
“Benar sepihak. Karena kita sama sekali tidak ditunjukkan suratnya,” ucapnya.
Pihaknya berencana akan melaporkan Samuel atas dugaan
pemalsuan dokumen
. Ia juga menilai surat Letter C yang dimiliki Samuel diduga palsu.
“Tapi pastinya kita akan melaporkan termasuk dugaan menggunakan surat palsu karena termasuk Letter C itu sudah dicoret tanpa ada seizin ahli waris,” jelasnya.
Sebelumnya, Wellem mengatakan, pada 23 September 2025 pihak Elina melakukan pengecekan ke kantor Kelurahan Lontar untuk memastikan kepemilikan obyek tanah.
Saat itu, pihak Elina mengaku memperoleh keterangan dari kelurahan bahwa obyek tanah yang dimaksud masih atas nama Elisa Irawati.
Namun, belakangan disebut terdapat perubahan Letter C. Pencoretan nama menjadi sorotan karena dilakukan tanpa melibatkan ahli waris.
“Letter C di desa (kelurahan) kami juga telah menemukan itu sudah tercoret. Pada saat 24 September 2025. Lah, sebelumnya kan atas nama Elisa, seharusnya pencoretan itu mengajak ahli waris untuk ke sana,” tuturnya.
Pihaknya menduga perubahan nama di Letter C ini berkaitan dengan sejumlah dokumen milik Nenek Elina yang diduga hilang saat proses pembongkaran rumah.
“24 September 2025 (perubahan letter C). Lah sedangkan perusakan itu, itu 6 Agustus 2025. Pengusiran, perusakan, kita tidak boleh masuk. Lah semua kan dokumen ada di lemarinya beliaunya (Elina),” ujar Wellem di
Polda Jatim
, Minggu (28/12/2025).
Kuasa hukum Nenek Elina juga mengungkap kejanggalan penerbitan
akta jual beli
yang terbit setelah terjadi pembongkaran paksa.
Wellem menyebut, akta jual beli atas nama penjual dan pembeli Samuel baru diterbitkan pada 24 September 2025.
“Kita menemukan, akta jual-beli itu tertanggal 24 September 2025. Baru. Penjualnya (atas nama) dia (Samuel), pembelinya ya dia (Samuel),” katanya.
Saat ini, pihak Elina telah melaporkan Samuel dkk ke Polda Jatim melalui nomor LP: LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tanggal 29 Oktober 2025 dengan dugaan tindak pidana pengerusakan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.
Kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan Elina bersama tiga saksi lainnya menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jatim pada Minggu (28/12/2025).
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/6951b2f8e1d47.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Romo Mudji Sutrisno Meninggal Dunia
Romo Mudji Sutrisno Meninggal Dunia
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com –
Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Minggu (28/12/2025) tadi malam.
“Telah meninggal dunia saudara kita, P Franciscus Xaverius
Mudji Sutrisno
, SJ (71 tahun) pada hari Minggu, 28 Desember 2025, pukul 20.43 di RS Carolus, Jakarta,” kata Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignasius Suharyo, menyampaikan
kabar duka
tersebut, kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).
Mudji Sutrisno yang dikenal sebagai budayawan, rohaniwan, sekaligus pengajar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.
Mudji Sutrisno wafat pada usia 71 tahun karena sakit.
“Karena sakit,” tulis informasi yang disampaikan Ignasius Suharyo.
Meninggalnya Mudji Sutrisno juga dikonfirmasi oleh salah satu alumni STF Driyarkara yang juga mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo.
Misa requiem akan digelar pada Senin (29/12/2025) dan Rabu (30/12/2025) pukul 19.00 WIB di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta.
Jenazahnya akan diberangkatkan ke Girisonta, Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 30 Desember 2025 pukul 21.00 WIB.
Prosesi pemakaman akan diadakan pada tanggal 31 Desember 2025, didahului dengan Ekaristi pukul 10.00 di Gereja Paroki, lantas dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Mari Ratu Damai, Girisonta.
“Mari kita iringi kepergian Romo Mudji menghadap Tuhan dengan doa dan Ekaristi bersama,” tulis kabar duka yang disampaikan Ignasius Suharyo.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/28/69514ab1a34e0.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Papan Reklame di Mal Sarinah Terbakar, Api Sudah Dipadamkan Megapolitan
Papan Reklame di Mal Sarinah Terbakar, Api Sudah Dipadamkan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kebakaran terjadi pada sebuah papan reklame atau billboard di Mal Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2025) malam.
Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)
DKI Jakarta
mencatat laporan kebakaran tersebut diterima sekitar pukul 21.30 WIB setelah adanya laporan dari masyarakat.
“Objek yang terbakar berupa papan reklame di area bangunan rendah di kawasan
Jalan MH Thamrin
,” demikian keterangan Command Center Gulkarmat DKI Jakarta, Minggu malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Gulkarmat Jakarta Pusat langsung melakukan pengerahan awal dari Pos TIM dengan pola 1.13.3 menggunakan sistem tekanan sedang (medium pressure).
Namun, sebelum petugas pemadam melakukan penanganan lanjutan, api dilaporkan telah dipadamkan oleh petugas internal
Mal Sarinah
.
“Api sudah dapat diatasi oleh petugas Mall Sarinah,” lanjut keterangan Command Center Gulkarmat DKI Jakarta.
Dari video yang beredar di Instagram @warungjurnalis terlihat kepulan api dan asap membubung di sekitar area papan reklame dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di Jalan MH Thamrin.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Command Center Gulkarmat DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kebakaran melalui layanan darurat 112 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan mencegah meluasnya api.
Hingga berita ini diturunkan,
Kompas.com
sudah menghubungi Gulkramat Jakarta Pusat namun belum mendapatkan informasi penyebab kebakaran papan reklame.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/12/29/6770f6526fc0d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wisata Guci Tegal Tetap Buka Usai Diterjang Banjir Bandang, Disporapar: Aman Terkendali Regional 28 Desember 2025
Wisata Guci Tegal Tetap Buka Usai Diterjang Banjir Bandang, Disporapar: Aman Terkendali
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Wisata Pemandian Air Panas Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal tetap buka seperti biasa usai diterjang banjir bandang pada pada Sabtu (20/12/2025).
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (
Disporapar
) Jawa Tengah memastikan kondisi aman terkendali.
Sementara itu, perbaikan di lokasi wisata pascabanjir masih terus berjalan.
Renovasi Pancuran 13 terus dikerjakan, sedangkan Pancuran 5 sudah kembali normal beroperasi dan bisa dikunjungi wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sekretaris Disporapar Jawa Tengah, Syurya Deta Syafri, mengatakan wisatawan dapat mengunjungi
Pemandian Air Panas Guci
Tegal.
“Kawasan Guci tetap buka seperti biasa, kondisi aman terkendali,” kata Deta saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).
Dia menyampaikan bahwa layanan operasional wisata Pemandian Air Panas Guci
Tegal
pada libur Nataru belum 100 persen, mengingat perbaikan masih berlangsung di Pancuran 13.
“Dari dua lokasi yang terdampak (
banjir bandang
), hanya Pancuran 13 yang masih tutup atau tahap revitalisasi. Sedangkan untuk Pancuran 5, sudah mulai beroperasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Jateng, Masrofi, menyebut telah memperketat mitigasi bencana di destinasi wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait untuk memetakan kerawanan bencana di kawasan wisata.
“Termasuk hujannya deras atau tidak di lokasi itu. Kalau hujannya disertai angin ini, ya ada himbauan-himbauan tertentu,” kata Masrofi.
Dia menyoroti pentingnya mitigasi kecelakaan maupun bencana hingga ke detail keselamatan wahana wisata, seperti jembatan kaca, gantole, dan
flying fox
.
“Harus betul-betul dihitung kapasitasnya berapa, dicek sudah berapa lama, dan lain sebagainya. Termasuk gantole,
flying fox
, ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Masrofi juga mengimbau wisatawan untuk menghindari wisata air sementara waktu, mengingat masih terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah.
“Wisatawan harus mempertimbangkan faktor cuaca sebelum pergi. Kalau cuacanya hujan terus-menerus, ya ke situ mau lihat apa? Makanya kalau hujan ya terus, ya melihatlah kondisi cuaca
update
bisa melalui BMKG juga,” tegasnya.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan wisata Air Panas Pancuran 13 Guci di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025) siang hingga sore hari.
Peristiwa ini mengakibatkan fasilitas utama pemandian rusak parah dan sebuah jembatan kecil di area wisata terbawa arus.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/28/6950ffe838d75.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Wakapolri Fokus Buka Akses Desa Terisolasi Pascabanjir dan Longsor di Tapteng Regional 28 Desember 2025
Wakapolri Fokus Buka Akses Desa Terisolasi Pascabanjir dan Longsor di Tapteng
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meminta pembukaan akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menjadi fokus utama.
Hal ini agar jalur logistik untuk desa yang terisolasi bisa lebih lancar.
Ia mengatakan, pihak kepolisian telah menurunkan sejumlah alat berat untuk proses percepatan penanganan.
“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolri, alat berat ini bagian yang menjadi fokus utama kami, ya, dalam rangka untuk mempercepat akses-akses (jalan) biar dibuka. Kalau akses-akses dibuka, maka jalur logistik bisa lebih lancar,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).
Dedi menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tapteng pada Sabtu (27/12/2025).
Ia datang untuk mengevaluasi kebutuhan
penanganan pascabencana
yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir.
Dedi juga mengatakan, untuk mendukung kinerja personel di lapangan, pihaknya juga merencanakan penambahan armada dan kendaraan operasional.
“Jadi, kita perlu penambahan-penambahan lagi nanti untuk beberapa kebutuhan Bhabinkamtibmas, termasuk kendaraan
double cabin
karena di sini masih ada dusun (desa) yang betul-betul terisolir,” katanya.
Selain fokus pada pembukaan akses jalan, polisi juga menyediakan fasilitas
air bersih
melalui pengeboran di 15 titik.
Fasilitas tersebut ditempatkan di lokasi pengungsian, rumah ibadah, hingga kantor pelayanan publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Dedi, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat mendesak dan harus ditangani secara cepat dan menyeluruh agar tidak berdampak pada kesehatan warga.
Selain itu, pihaknya juga menyalurkan
bantuan sembako
untuk lima kecamatan yang paling parah terdampak.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa banjir dan longsor menerjang Tapteng, Senin (24/11/2025). Akibat musibah ini tercatat sebanyak 133 orang meninggal, 37 hilang, dan luka-luka 11 orang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/07/14/6874b7a063757.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2024/10/05/6700e07695eb8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)