Mensos Gus Ipul Siapkan BLT hingga Rp 8 Juta per Keluarga bagi Korban Bencana di Sumatera
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyebut akan memberikan dua jenis bantuan langsung tunai (BLT) dalam membantu pemulihan korban bencana di Sumatera.
Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan
BLT
yang pertama akan diberikan selama masa tanggap darurat berupa bantuan logistic dan pengadaan dapur umum.
“Yang mana ini terus berlangsung sampai hari ini. Yang nilainya terus bertambah sampai nanti masa kedaruratan selesai,” kata Gus Ipul saat ditemui di Graha Unesa, Senin (29/12/2025).
Untuk masa pasca-kedaruratan atau rehabilitasi, Kemensos nantinya akan memberikan hunian tinggal sementara maupun hunian tetap bagi korban terdampak bencana.
“Nah, bagi yang mereka nanti tinggal di hunian sementara atau hunian tetap akan mendapatkan bantuan berupa membeli isian rumah atau perabot rumah tangga sebesar Rp 3 juta per keluarga,” jelasnya.
Selain itu, ada juga program pemberdayaan pemulihan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga.
“Yang nanti semuanya tentu disalurkan setelah melalui proses asesmen sebesar Rp 5 juta per keluarga,” tuturnya.
Sedangkan, untuk jumlah total penerima BLT korban bencana di Sumatera masih dalam proses pendataan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, para korban juga akan menerima jaminan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 15.000 setiap orang per harinya, terhitung sejak menempati hunian tersebut selama 3 bulan.
“Jadi kalau sebulan berarti per orang itu sekitar Rp 450.000. Kalau misalnya anggota keluarganya empat orang, maka Rp 450.000 dikalikan empat,” sebutnya.
Berbagai program BLT tersebut targetnya akan diserahkan ketika penerima penyalur sudah terdata dengan lengkap.
Sementa itu, kini pihaknya tengah menyalurkan santunan bagi ahli waris keluarga yang meninggal dunia atau korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta.
Tercatat, sudah ada 86 ahli waris yang sudah menerima santunan yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie di Aceh, dan Kota Sibolga di Sumatera Utara.
“Mungkin juga kita akan memulai penyaluran juga di Sumatera Barat, yang semuanya kita salurkan setelah datanya kami peroleh dari BNPB dan Kabupaten Kota. Ya, ini yang lagi berproses sekarang,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Author: Kompas.com
-
/data/photo/2025/12/29/69527007a88f2.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
1 Jadi Tersangka Perobohan Rumah Nenek Elina, Anggota Ormas Madas M Yasin Diburu Polda Jatim Surabaya
Jadi Tersangka Perobohan Rumah Nenek Elina, Anggota Ormas Madas M Yasin Diburu Polda Jatim
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 2 tersangka kasus kekerasan terhadap orang atau barang yang melibatkan nenek 80 tahun di Surabaya, Elina Widjajanti.
Rumah Elina yang beralamat di Dukuh Kuwukan No. 27 RT.005, RW.006, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya diduga dibongkar paksa pada 6 Agustus 2025.
Sekelompok orang yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut merupakan rombongan dari Samuel Ardi Kristanto (SAK) dan Muhammad Yasin (MY).
Samuel mengklaim telah membeli tanah dan rumah Elina sejak 2014.
Keduanya telah ditetapkan
Polda Jatim
sebagai tersangka kasus pengeroyokan atau kekerasan secara bersama-sama dan di muka umum terhadap orang atau barang.
Tetapi, hanya Samuel yang baru diamankan polisi dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara Yasin masih dalam pengejaran.
“MY masih tim kami masih di lapangan untuk melakukan penangkapan terhadap MY,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Polisi Widi Atmoko, Senin (29/12/2025).
MY ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam pelanggaran tindak pidana terhadap Elina bersama tiga orang lainnya.
“MY yang melakukan itu bersama-sama dengan tiga orang lainnya melakukan kekerasan terhadap
nenek Elina
dengan cara mengangkat dan membawa keluar,” tegasnya.
Dalam video yang beredar, Yasin menggunakan seragam merah bertulisan Ormas Madura Asli (Madas) mengangkat Nenek Elina untuk dipaksa keluar rumah.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, Moh Taufik membantah sekelompok orang yang terlibat dalam pengusiran dan perobohan Nenek Elina merupakan anggota mereka.
Akan tetapi, Taufik mengakui, M Yasin merupakan anggotanya dan baru bergabung menjadi pada Oktober 2025.
“Pak Yasin itu baru gabung Oktober, yang lainnya kami tidak kenal, silahkan dicek KTA-nya (Kartu Tanda Anggota), identitasnya dicek,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa Yasin, salah seorang anggota telah dinonaktifkan sebagai bentuk pertanggungjawaban sejak 24 Desember 2025.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/69526dccb291d.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI
Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, Grup Merdeka menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 977 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI).
Presiden Direktur PT
Merdeka Copper Gold
Tbk (IDX:
MDKA
) Albert Saputro berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Terima kasih kepada
Baznas
RI atas koordinasi dan pengelolaan penyaluran bantuan yang profesional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Albert dalam acara penyerahan donasi yang digelar di Treasury Tower Lantai 67–68, District 8 SCBD, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
“Semoga seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberikan kekuatan, dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Donasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas anak perusahaan serta karyawan
Grup Merdeka
terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
Dukungan itu juga menjadi bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni ESDM Siaga Bencana.
Adapun bantuan dihimpun dari kontribusi MDKA sebagai perusahaan induk, sejumlah entitas anak usaha, serta partisipasi aktif karyawan di lingkungan Grup Merdeka.
Entitas yang turut berkontribusi antara lain PT Bumi Suksesindo (BSI), PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Batutua Kharisma Permai (BKP), PT Batutua Tembaga Raya (BTR), serta PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).
Sinergi lintas entitas itu mencerminkan komitmen Grup Merdeka dan karyawannya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana nasional.
Albert menambahkan, seluruh unit operasi Grup Merdeka juga telah mengirimkan relawan dari Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) ke wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).
Pada kesempatan itu, Albert secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan.
Selanjutnya, Grup Merdeka mempercayakan pengelolaan dana bantuan sepenuhnya kepada Baznas RI agar dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Dana donasi itu akan dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, mulai dari penyediaan logistik dasar, layanan kesehatan, dukungan psikososial bagi penyintas, hingga pemulihan fasilitas sosial masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Grup Merdeka.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi nyata antara sektor swasta dan lembaga pengelola zakat dalam merespons situasi darurat kemanusiaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan Grup Merdeka kepada Baznas RI,” kata Rizaludin.
Ia menambahkan, donasi tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan, tetapi juga dari partisipasi para karyawan.
“Hal ini menunjukkan semangat kepedulian dan solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak bencana,” kata Rizaludin.
Rizaludin menjelaskan, dampak bencana di wilayah Sumatera bersifat luas dan membutuhkan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Oleh karena itu, dukungan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, menjadi elemen penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Saat ini, Baznas RI telah mengerahkan sumber daya secara masif dengan mendirikan 117 posko dan menurunkan lebih dari 800 relawan. Mereka terdiri atas tenaga medis, tim layanan psikososial, pengelola dapur umum, serta petugas kemanusiaan lainnya yang bekerja langsung di lapangan.
Acara penyerahan donasi itu turut dihadiri Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik, serta Kepala Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) Baznas RI, Budi Setiawan.
Momentum ini menegaskan komitmen Grup Merdeka untuk terus berkontribusi dalam upaya kemanusiaan serta mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan di Indonesia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/09/6937d711b772b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
PAN Akui Pilkada Dipilih DPRD Bakal Ambil Hak Rakyat, tapi Patut Dipertimbangkan
PAN Akui Pilkada Dipilih DPRD Bakal Ambil Hak Rakyat, tapi Patut Dipertimbangkan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengakui bahwa pilkada dipilih DPRD akan mengambil hak rakyat. Namun, usulan itu tetap patut dipertimbangkan.
Eddy mengatakan, setelah dirinya melalui begitu banyak tahapan pilkada selama ini,
politik uang
dan
politik dinasti
justru semakin intens.
“Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan. Kami melihat adanya peningkatan intensitas di berbagai hal. Satu, politik uang. Dua, politik dinasti. Dan pada saat itu ada politik identitas yang sangat besar intensitasnya, ketika pilkada itu dilaksanakan secara langsung (dipilih rakyat),” ujar Eddy dalam Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurut Eddy, dengan dikembalikannya sistem pilkada melalui DPRD, ekses-ekses tersebut bisa saja berkurang. Meski begitu, Eddy mengakui bahwa sistem pilkada lewat DPRD akan mengambil hak rakyat.
“Memang saya akui bahwa jika masyarakat publik sudah diberikan hak untuk memilih langsung, dan kemudian haknya diambil, saya kira akan menimbulkan berbagai masukan yang menghendaki agar itu tetap melekat pada mereka,” jelasnya.
Eddy menyampaikan, pilkada langsung berdampak negatif terhadap
pendidikan politik
bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat selama ini kerap diberikan amplop dan sembako untuk memilih kepala daerah tertentu.
“Masyarakat hanya disuguhi amplop atau sembako untuk memilih siapapun yang akan menjadi calon kepala daerahnya. Dan jangan lupa juga, saya bicara sebagai pimpinan MPR, bahwa kalau kita bicara pemilihan secara keterwakilan itu ada di dalam sila ke-4 dalam Pancasila kita, musyawarah untuk mufakat,” beber Eddy.
“Nah ini yang menurut saya salah satu hal yang perlu kita jadikan pertimbangan. Ini menjadi bahan kajian bagi kita semua, tetapi ini adalah hal yang layak untuk dikaji, sehingga nanti
output
-nya itu adalah untuk memperbaiki kualitas dari demokrasi kita, kualitas dari pemilihan kepala daerah kita,” sambungnya.
Dengan demikian, Eddy menyimpulkan bahwa usulan pilkada dipilih DPRD masih konstitusional.
“Masih konstitusional. Andai kata pun misalkan saja kemudian ada perubahan terhadap undang-undang pelaksanaan pemilu atau pilkada, tentu bagi mereka yang merasa hal ini tidak konstitusional, ada jalurnya untuk membawa ini ke Mahkamah Konstitusi,” imbuh Wakil Ketua MPR ini.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/07/6935786b77025.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kepala BNPB Minta Jabatan Kepala BPBD Tak Diisi Sekda, Khawatir Tugas Overload
Kepala BNPB Minta Jabatan Kepala BPBD Tak Diisi Sekda, Khawatir Tugas Overload
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyarankan agar posisi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tidak diisi oleh sekretaris daerah (Sekda).
Hal itu disampaikan Suharyanto dalam Rapat Koordinasi bersama Menko PMK Pratikno dan Wamendagri Akhmad Wiyagus yang digelar secara daring di akun YouTube BNPB, Senin (29/12/2025).
“Dalam kesempatan ini juga saya, keluarga besar BNPB menyarankan kepada Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, dengan melihat, mencatat, apalagi terjadinya bencana besar di Sumatera, ke depannya barangkali salah satunya adalah meningkatkan kemampuan dari Badan
Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD),” kata Suharyanto, Senin.
Suharyanto lalu menyampaikan sarannya.
Ia berharap, tugas yang semestinya dipegang
Kepala BPBD
tidak lagi dibebankan kepada orang yang sudah mempunyai jabatan seperti Sekda.
“Salah satunya yang kami sarankan, Kepala BPBD itu bukan Kepala Pelaksana BPBD lagi, Bapak Menko. Mungkin tidak perlu dirangkap oleh pejabat
Sekretaris Daerah
,” ucapnya.
Menurut Suharyanto, Sekda telah memiliki banyak tugas dan tanggung jawab sendiri.
“Kalau dibebankan lagi menjadi Kepala BPBD, kami khawatir ini tugasnya
overload
,” ucapnya.
Mengantisipasi kesiapan bencana hidrometeorologi basah, Suharyanto menuturkan bahwa status Kepala BPBD ini penting terkait dengan fungsi dan wewenang dalam mengambil keputusan cepat.
“Kalau hanya Kepala Pelaksana, tentu saja hanya punya tugas dan tanggung jawab, tetapi tidak punya wewenang. Sementara tentu saja di lapangan, wewenang yang sangat diperlukan untuk kecepatan, ketepatan, dan bisa mengeksekusi setiap permasalahan terjadinya bencana,” imbuh dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/6952466841bf5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
6 Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari "Game Online" Regional
Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari “Game Online”
Tim Redaksi
MEDAN, KOMPAS.com
– Polrestabes Medan mengungkap kronologi dugaan pembunuhan seorang ibu berinisial F (42) oleh anaknya, AL (12), di Kota Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menyampaikan, sebelum kejadian, korban bersama dua anaknya tidur dalam satu kamar di lantai satu.
AL dan korban tidur di kasur bagian atas, sementara kakak korban tidur di kasur bagian bawah. Suami korban beristirahat di lantai dua.
Pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun dan mengambil pisau untuk melukai korban yang sedang tertidur.
“Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban,” kata Calvijn saat konferensi pers di
Polrestabes Medan
pada Senin (29/12/2025).
Akibatnya, korban menderita 26 luka tikam.
Sang kakak terbangun karena ditimpa oleh AL dan terkejut melihatnya menikam ibu mereka berkali-kali.
Kakak korban segera merampas pisau dari AL dan membuangnya di dalam kamar, namun tangannya sempat tersayat.
AL kemudian beranjak ke dapur untuk mengambil pisau kecil.
Saat AL hendak masuk kembali ke kamar, sang kakak langsung menutup pintu sehingga pisau yang dipegang AL terjatuh.
Panik melihat ibunya bersimbah darah, sang kakak berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayah mereka.
AL menyusul ke lantai dua dengan kondisi sudah mengenakan baju dan memeluk ayahnya.
Selanjutnya, ketiganya turun ke lantai satu.
Kakak dan ayah mengecek kondisi korban, sementara AL terduduk lemas di sofa ruang tamu.
“Kondisi korban masih hidup dan meminta dipanggil ambulans,” ucap Calvijn.
Korban sempat meminta minum yang segera dipenuhi oleh kakaknya.
Suami korban segera menelepon Rumah Sakit Columbia. Menunggu ambulans, korban kembali dibaringkan di tempat tidur.
Sekitar pukul 05.40 WIB, ambulans datang, namun korban didapati sudah meninggal dunia.
Calvijn menyampaikan ada beberapa motivasi atau hal yang mendorong AL melukai korban.
Pertama, melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ancaman menggunakan pisau terhadap ayah.
“Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang,” ujarnya.
“Ketiga, sakit hati
game online
dihapus,” tambahnya.
Selain itu, AL kerap kali memainkan
game
yang menggunakan pisau serta menonton serial anime pada saat adegan menggunakan pisau.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/695265eee5030.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
10 Tak Sekadar Jadi Tempat COD, Rumah Denny Caknan Juga Ramai Jadi Ajang Swafoto Surabaya
Tak Sekadar Jadi Tempat COD, Rumah Denny Caknan Juga Ramai Jadi Ajang Swafoto
Tim Redaksi
NGAWI, KOMPAS.com
– Rumah penembang jawa ternama Denny Caknan di kota Ngawi, Jawa Timur, tak hanya ramai menjadi ajang COD jual beli barang. Kini, halaman rumah mewah suami Bella Bonita itu juga kerap dijadikan tempat swafoto bagi para penggemarnya.
Pantauan di lokasi, tampak beberapa warga rela berhenti parkir kendaraan di halaman rumah
Denny Caknan
yang berada di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Margolmulyo, Kabupaten
Ngawi
, Jawa Timur, Senin (29/12/2025). Tak hanya dari dalam Kota Ngawi, warga yang tinggal jauh pun menyempatkan datang ke
rumah Denny Caknan
untuk berswafoto.
“Kami datang di sini bukan untuk COD. Tetapi sengaja datang ke sini (rumah Denny Caknan) untuk berswafoto. Kami tahu di sini ramai jadi tempat COD dari media sosial,” ujar Salsabila, warga Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.
Ia mengatakan, sejatinya dirinya bersama keluarga datang ke rumah ibu kandungnya yang berada di kota Ngawi. Lantaran mengetahui rumah Denny Caknan viral menjadi tempat COD, ia pun penasaran lalu mendatanginya beramai-ramai dengan saudaranya.
Senada dengan Salsabila, Soli, warga Ngawi lainnya sengaja mendatangi rumah Denny Caknan lantaran penasaran dengan ramainya video COD para pelapak dalam sebulan terakhir.
Ia pun bersama kekasihnya datang ke rumah Denny Caknan berswafoto lalu pulang.
“Iya sih. Saya jadi penasaran karena ramai dan viral di media sosial,” jelas Soli.
Sama halnya dengan Salsabila dan Soli, Rahmat warga Kabupaten Ngawi lainnya juga tak mau kalah dengan aksi para fans berat Denny Caknan lainnya.
Ia juga memilih datang langsung ke rumah Denny Caknan untuk membuktikan benar dan tidaknya ada fasilitas wifi gratis bagi warga yang datang.
“Ternyata benar ada fasiilitas wifi gratisnya,” jelas Rahmat.
Rumah musisi tembang jawa ternama asal Ngawi, Jawa Timur, Denny Caknan mendadak viral di dunia maya dalam beberapa hari terakhir.
Rumah yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Desa Margomulyo, Kecamatan Ngawi, itu ramai menjadi topik perbincangan setelah berubah fungsi menjadi lokasi favorit
cash on delivery
(COD) jual beli
online
.
Suami Bella Bonita itu bukannya malah terganggu dengan aktivitas para pelapak jual beli
online
.
Denny malah menyediakan fasilitas umum berupa password WiFi di depan rumahnya.
Aksi para pelapak jual beli
online
viral setelah Denny mengunggah video berdurasi 1 menit 43 detik di akun media sosialnya, Minggu (21/12/2025). Dalam video itu, Denny tampak santai sambil menyampaikan pesan kepada para penggiat COD.
“Silakan yang mau COD, paketannya habis, ini password wifinya,” ujar Denny dalam video tersebut.
Para pelapak memilih halaman rumah Deny Caknan bukan tanpa alasan. Selain dikenal banyak warga, rumah Deny Caknan sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya dan mudah ditemukan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/6952318a1d353.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pemerintah Siapkan Lapas Baru di Nusakambangan, Bisa Tampung 1.500 Napi Beresiko Tinggi
Pemerintah Siapkan Lapas Baru di Nusakambangan, Bisa Tampung 1.500 Napi Beresiko Tinggi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imigrasi) Agus Andrianto mengatakan, pihaknya masih menyelesaikan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kumbang di Nusakambangan.
Lapas dengan kategori
super maximum security
ini bisa menampung 1.500 warga binaan atau narapidana berisiko tinggi.
“Kita akan terus lakukan pemindahan. Kita sekarang masih lagi menyelesaikan pembangunan 1.500 ruang lagi untuk yang
super maximum security
,” kata Agus di kantor Kementerian Imigrasi, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Agus berharap pembangunan lapas baru itu dapat rampung sehingga warga binaan yang bermasalah dapat segera dipindahkan.
“Kalau memang mereka masih akan melakukan itu, ya kita akan terus melakukan tindakan, termasuk pegawai yang menyimpang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengatakan, sebanyak 1.880 warga binaan atau narapidana yang dipindahkan ke Lapas
Nusakambangan
selama 2025.
Dia mengatakan, narapidana yang dipindahkan adalah mereka yang berisiko tinggi terkait peredaran narkotika dan pelaku penipuan.
“Lebih 1.880 orang kami pindahkan ke Nusakambangan ini mereka-mereka yang berisiko tinggi menjadi bagian yang peredaran narkotika dari dalam Lapas, termasuk pelaku-pelaku penipuan yang di Lapas,” tuturnya.
Agus mengatakan, kementeriannya berkomitmen untuk terus melakukan penindakan bagi narapidana dan pegawai yang melakukan penyimpangan di Lapas.
“Ini mudah-mudahan ini akan mengurangi. Saya yakin ini juga sudah banyak berkurangkah,” ucap dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/12/29/6952359e373ba.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 TNI Bakal Cetak Lebih Banyak Perwira, Menhan Ungkap Alasannya Nasional
TNI Bakal Cetak Lebih Banyak Perwira, Menhan Ungkap Alasannya
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mencetak perwira yang lebih banyak untuk ke depannya.
Hal tersebut dia sampaikan usai meresmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat
TNI
di Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/12/2025).
“Jadi ke depan ini, Tentara Nasional Indonesia akan membentuk jumlah perwira yang lebih banyak,” ungkap Sjafrie.
Alasan utamanya adalah kebutuhan kepemimpinan di lingkungan TNI sangat besar, baik di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun TNI Angkatan Udara.
Dia pun mengajak para pemuda dan pemudi di Indonesia yang memenuhi syarat segera mendaftarkan diri untuk membangun negeri.
“Apabila pemuda dan pemudi kita itu lulus, khususnya lulus menjadi seorang perwira, maka dia berhak untuk bersaing dengan sesamanya perwira untuk mencapai titik keberhasilan yang tertinggi sekalipun,” tegasnya.
Dalam hal ini dia menekankan, kepemimpinan di lingkungan TNI memiliki makna strategis.
“Karena TNI adalah tulang punggung pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Sjafrie.
Oleh karena itu, perwira menjadi unsur terdepan yang memimpin dan menjadi panutan bagi para prajurit, khususnya yang bertugas di lapangan.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden sebagai Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia, saya dan Panglima bertugas untuk meningkatkan kualitas pembentukan perwira,” ucap dia.
“Kita tidak membeda-bedakan asal-usul dari pembentukan perwira, apakah lulusan akademi, maupun lulusan perwira prajurit karier, ataupun dari sekolah calon perwira,” jelas dia.
Sebab, prinsip dari pembinaan prajurit TNI adalah meritokrasi atau kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, dan sebagainya.
“Kita tidak perlu melihat bagaimana mereka mempunyai latar belakang pendidikan, tetapi yang paling penting adalah setelah mereka menyelesaikan pendidikan, maka yang paling penting adalah prestasi di lapangan,” tegas dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/29/6952710316884.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
/data/photo/2025/12/29/69526c5b2222a.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)