Author: Kompas.com

  • Demo di Mapolres Karawang, Sejumlah Massa Aksi dan Polisi Terluka
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        30 Agustus 2025

    Demo di Mapolres Karawang, Sejumlah Massa Aksi dan Polisi Terluka Bandung 30 Agustus 2025

    Demo di Mapolres Karawang, Sejumlah Massa Aksi dan Polisi Terluka
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Sejumlah peserta aksi dan polisi terluka dalam aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/9/2025).
    Pantauan
    Kompas.com
    , unjuk rasa itu diikuti mahasiswa, pengemudi ojek
    online
    dan pelajar.
    Koordinator Komite Rakyat Sipil Karawang (KRSK) Danny Rafael Manurung menyebut, ada 16 orang terluka dari massa aksi, baik mahasiswa maupun kalangan sipil.
    Salah seorang mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang dan pendemo dari sipil misalnya mengalami luka di kepala. Ada juga yang mengalami luka di tangan, muka, hidung, lutut, kaki dan gigi.
    “Ada 16 yang terluka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan dan ada juga yang belum berobat,” kata Danny, Sabtu (30/8/2025).
    Mereka terluka karena tindakan polisi dan ada juga yang terinjak massa saat polisi melakukan pembubaran.
    Tak hanya dari pengunjuk rasa, luka juga dialami anggota kepolisian. Namun, saat dikonfirmasi mengenai jumlah anggota polisi yang terluka, pihak Polres Karawang belum memberikan jawaban.
    Massa aksi dan polisi kemudian berdialog di depan Mapolres Karawang. Perwakilan massa dan polisi berdialog di dalam markas Mapolres Karawang.
    Akan tetapi, aksi di luar Mapolres Karawang memanas.
    Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, sejak awal pihak kepolisian berupaya menjaga keamanan dengan pendekatan persuasif.
    Namun, saat pagar mulai rusak dan tekanan massa semakin kuat, aparat kemudian berupaya menghalau massa hingga tejadi ketergangan.
    “Karena itu, langkah pembubaran terpaksa diambil,” kata Wildan.
    Wildan menyebutkan, kerusakan pagar membuat barisan polisi terdesak. Kondisi semakin sulit dikendalikan ketika sebagian peserta aksi mencoba masuk lebih dekat ke area dalam Mapolres Karawang.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • DPRD Solo Ajak Warga Jaga Fasum: Kalau Dirusak, yang Rugi Kita Semua
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Agustus 2025

    DPRD Solo Ajak Warga Jaga Fasum: Kalau Dirusak, yang Rugi Kita Semua Regional 30 Agustus 2025

    DPRD Solo Ajak Warga Jaga Fasum: Kalau Dirusak, yang Rugi Kita Semua
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Pascakerusuhan dan pembakaran yang terjadi di kawasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (30/8/2025) dini hari, Ketua DPRD Solo, Budi Prastiyo, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan kota.
    Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, mulai dari lampu boks DPRD, papan nama, hingga pos satpam dan bagian kantor sekretariat.
    “Kondisi pagi ini bisa kita lihat sendiri. Kami mengimbau masyarakat di Kota Solo agar tetap menjaga kondusivitas. Surakarta sudah terkenal sebagai kota yang layak dihuni, maka mari kita jaga iklim sejuk ini bersama-sama,” kata Budi Prastiyo.
    Dia menegaskan fasilitas umum (fasum) yang dirusak merupakan milik rakyat yang seharusnya dijaga bersama.
    “Ini kan miliknya masyarakat. Kalau dirusak, yang rugi kita semua. Maka mari kita pertahankan aset-aset yang ada demi kepentingan bersama,” tambahnya.
    Menurut Budi, kerusuhan tersebut awalnya terjadi di kawasan Manahan sebelum merembet ke sejumlah titik, termasuk di kawasan Gladak dan Jalan Slamet Riyadi.
    Budi menegaskan DPRD Solo terbuka menerima aspirasi masyarakat, termasuk rencana penyampaian aspirasi oleh mahasiswa ke DPRD pada siang hari.
    “Namun dengan kondisi saat ini, kami akan koordinasikan dulu dengan pimpinan dan anggota DPRD apakah bisa diterima dalam kondisi apa adanya atau perlu penyesuaian,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bukan dari Luar, JK Nilai Demonstrasi Disebabkan Masalah di Dalam Negeri Sendiri
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        30 Agustus 2025

    Bukan dari Luar, JK Nilai Demonstrasi Disebabkan Masalah di Dalam Negeri Sendiri Nasional 30 Agustus 2025

    Bukan dari Luar, JK Nilai Demonstrasi Disebabkan Masalah di Dalam Negeri Sendiri
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kemungkinan besar aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan oleh masalah dalam negeri sendiri.
    Menurut JK, kemungkinan pemicu dari pihak luar sangat kecil, jika kondisi di dalam negeri baik-baik saja.
    “Saya kira bisa saja ada (pemicu dari luar), tapi lebih banyak disebabkan oleh masalah kita sendiri,” kata JK dalam program Gaspol
    Kompas.com
    yang tayang pada Sabtu (30/8/2025).
    “Karena walaupun ada dari luar, kalau tidak ada situasi yang memicu (dari dalam), juga tidak terjadi,” ujarnya lagi.
    Dia juga menilai aksi unjuk rasa yang berkepanjangan tersebut disebabkan dari akumulasi kemarahan masyarakat karena kondisi ekonomi dan tingkah laku anggota DPR RI.
    Ditambah lagi, insiden tewasnya pengemudi ojek
    online
    (ojol), Affan Kurniawan, usai dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
    “Dari pihak rakyat itu banyak yang menganggur, banyak yang susah. Kemudian, ngomongan lagi anggota DPR mengatakan tolol. Ini semua menyebabkan penyebab (demo),” kata JK.
    Namun demikian, JK meminta agar seluruh pihak bisa menahan diri guna mencegah unjuk rasa berubah menjadi krisis ekonomi yang semakin meluas.
    Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025, merupakan buntuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI di saat perekonomian sedang lesu.
    Hingga akhirnya, terjadi insiden pelindasan terhadap pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran demo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2025, malam.
    Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, mobil rantis bertuliskan Brimob tampak melaju cepat saat warga tengah berhamburan. Mobil lapis baja itu lantas melindas seorang pengendara ojol yang tengah berusaha lari dari kerumunan.
    Peristiwa itu membuat massa yang semula bubar kembali mengerubungi mobil rantis.

    Kemudian, Affan Kurniawan dikabarkan meninggal dunia. Akibatnya, aksi demonstrasi bertajuk solidaritas dan permintaan tanggung jawab berlangsung pada 29 Agustus 2025.
    Bahkan, aksi demonstrasi itu meluas hingga ke beberapa daerah, tak hanya di Jakarta.
    Meskioun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meminta maaf atas peristiwa tersebut dan menyesali kejadian itu.
    Dia pun telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
    Sejauh ini, sudah ada tujuh anggota Brimob yang telah menjalani pemeriksaan etik dan ditempatkan khusus karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Demo Mahasiswa dan Ojol di Bali Tuntut Reformasi Polri
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        30 Agustus 2025

    Demo Mahasiswa dan Ojol di Bali Tuntut Reformasi Polri Denpasar 30 Agustus 2025

    Demo Mahasiswa dan Ojol di Bali Tuntut Reformasi Polri
    Tim Redaksi
    DENPASAR, KOMPAS.com
    – Ratusan mahasiswa dan pengemudi ojek
    online
    (ojol) menggelar aksi solidaritas di depan Markas Kepolsiaan Daerah (Polda) Bali di Jalan Wr Supradman, Kota Denpasar, Provinisi Bali, pada Sabtu (30/8/2025).
    Dalam orasinya, para peserta aksi menuntut adanya reformasi di tubuh Kepolisian RI usai tewasnya Affan Kurniawan (21), driver ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
    “Reformasi Polri, Reformasi Polri. Kami menuntut keadialan. Kami bukan penjahat, kami hanya pencari nafkah” kata salah satu pengemudi ojol saat beroasi di depan gerbang Mapolda Bali, Sabtu.
    Selain menuntut reformasi Polri, para peserta aksi juga menuntut aparat kepolisian agar segara membebaskan para ojol dan mahasiswa yang terlibat dalam demontrasi di sejumlah daerah beberapa hari terakhir.
    Pantauan
    Kompas.com
    , aksi demontrasi ini dikawal anggota Polda Bali dari berbagai satuan kerja. Namun, tidak terlihat ada porsonel yang mengenakan pakian anti huru-hara dan kendaraan taktis.
    Dalam keterangan persnya, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, meminta porsonel yang mengawal unjuk rasa ini agar tetap mengedepankan persuasif dan humanis.
    “Saya berpesan pada saat pelaksanaan tugas pedomani SOP yang berlaku, pedomani aturan yang sudah kita ketahui. Utamakan tindakan persuasif di awal serta secara berjenjang apabila skala situasi meningkat, semua personel harus sudah siap,” katanya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Shalat Gaib hingga Tabur Bunga untuk Affan, Ojol Probolinggo: Para "Driver" Jaga agar Suasana Tetap Kondusif
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Agustus 2025

    Shalat Gaib hingga Tabur Bunga untuk Affan, Ojol Probolinggo: Para "Driver" Jaga agar Suasana Tetap Kondusif Regional 30 Agustus 2025

    Shalat Gaib hingga Tabur Bunga untuk Affan, Ojol Probolinggo: Para “Driver” Jaga agar Suasana Tetap Kondusif
    Tim Redaksi
    PROBOLINGGO, KOMPAS.com
    – Puluhan
    driver
    ojek
    online
    dari berbagai komunitas di Kabupaten Probolinggo menggelar aksi damai di Mapolres Probolinggo, Jumat (29/8/2025) malam.
    Aksi bertajuk “Aksi Solidaritas dan Kemanusiaan Driver Online” ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas meninggalnya rekan sejawat di Jakarta, Affan Kurniawan, yang tewas usai dilintas kendaraan taktis Brimob.
    Dalam aksi damai, para driver melakukan Salat Ghaib, menyalakan lilin, dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk belasungkawa. Kegiatan tersebut juga menjadi momen mempererat kebersamaan, berdoa, dan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah situasi kamtibmas yang kondusif.
    Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif bersama pejabat utama Polres hadir dan mendampingi jalannya aksi. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan sekaligus mengapresiasi sikap damai dari para driver online.
    “Kegiatan doa bersama ini sebagai ungkapan keprihatinan dan belasungkawa kita. Kami juga sudah berkomunikasi dengan para driver agar suasana tetap kondusif,” ujar Latif.
    Latif mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama menjaga situasi di Kabupaten Probolinggo tetap aman.
    Menurutnya, kehadiran polisi adalah untuk melayani masyarakat, bukan untuk berseberangan. “Kita semua harus bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PD Muhammadiyah Jember Minta Pejabat Lebih Sensitif atas Kondisi Rakyat
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Agustus 2025

    PD Muhammadiyah Jember Minta Pejabat Lebih Sensitif atas Kondisi Rakyat Surabaya 30 Agustus 2025

    PD Muhammadiyah Jember Minta Pejabat Lebih Sensitif atas Kondisi Rakyat
    Tim Redaksi
    JEMBER, KOMPAS.com
    – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember Profesor Aminullah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam aksi demonstrasi di Jakarta.
    Amin menuturkan, persitiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, baik pejabat yang didemo, massa aksi yang berdemo, maupun masyarakat secara luas.
    “Jadi ini pelajaran sangat berharga bagi kita untuk bertindak lebih dewasa atau lebih sensitif,” katanya kepada
    Kompas.com
    , Sabtu (30/8/2025).
    Ia menyatakan keprihatinannya atas situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.
    Menurutnya, para pejabat pemerintah, termasuk anggota DPR RI yang menjadi akar timbulnya gejolak massa harus bisa bertindak lebih sensitif atas kondisi rakyat yang diwakilinya.
    Terutama rakyat dari kalangan menengah ke bawah yang dalam situasi sosial ekonomi tidak baik-baik saja.
    “Itu sebabnya yang saya sebut tadi pentingnya untuk berpikir, bersikap lebih sensitif dan empati. Turut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat luas,” harapnya.
    Kemarahan masyarakat, kata dia, akibat sakit hati setelah mendengar pengumuman naiknya tunjangan DPR. Di sisi lain, anggota legislatif bereaksi dengan berjoget di ruang sidang.
    Menurutnya, potensi demonstrasi akan terus berkembang ke daerah-daerah lain, termasuk Jember.
    Maka, pejabat pemerintahan harus menahan diri untuk mendinginkan ketegangan di tengah masyarakat.
    “Karena kalau situasi terus memanas maka semakin sulit mengendalikan dan dampaknya bukan hanya kepada kelompok yang menjadi sorotan tapi semua pihak, termasuk masyarakat luas akan terdampak,” kata pria yang juga menjadi dosen di UIN KH Achmad Siddiq Jember itu.
    PDM Jember juga menyayangkan represif aparat. Pihaknya tetap mendukung komitmen Polri mengusut tuntas persitiwa tewasnya Affan.
    Di sisi lain, menurutnya, masyarakat juga perlu mengontrol amarah dengan tetap menyalurkan aspirasi dengan tetap mengedepankan kondusivitas.
    “Masyarakat jangan juga menimbulkan kekerasan baru supaya kekerasan yang sudah terjadi ini segera diusut dan situasi yang memanas segera mendingin agar kehidupan masyarakat luas bisa berjalan secara normal,” pesannya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Demo Ricuh Reda, Respati Ardi Ingatkan Warga Solo: Jangan Terprovokasi Isu Medsos
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Agustus 2025

    Demo Ricuh Reda, Respati Ardi Ingatkan Warga Solo: Jangan Terprovokasi Isu Medsos Regional 30 Agustus 2025

    Demo Ricuh Reda, Respati Ardi Ingatkan Warga Solo: Jangan Terprovokasi Isu Medsos
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Wali Kota Respati Ardi menegaskan Pemerintah Kota Solo bersama seluruh perangkat kewilayahan akan terus menjaga situasi kondusif pascakerusuhan yang sempat terjadi, Jumat (29/9/2025) malam.
    “Kami akan menjaga 24 jam bersama seluruh perangkat pemerintah kota. Jadi warga tetap tenang, aman, menjaga kondusivitas, jangan terprovokasi,” ujar Respati saat ditemui di Kawasan Laweyan, Sabtu (30/9/2025).
    Respati mengungkapkan, dari hasil koordinasi di lapangan, sebagian besar massa yang terlibat kerusuhan bukan berasal dari Solo.
    “Kalau kita lihat banyaknya dari luar kota Solo. Kami sudah koordinasi dengan seluruh lintas kewilayahan, warga sudah aman dan sudah kembali ke rumah semua,” jelasnya.
    Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi di media sosial yang terkesan mencekam. Menurutnya, keamanan kota bisa terjaga jika seluruh elemen masyarakat bergotong-royong menjaga lingkungan masing-masing.
    “Linmas, kelurahan, RW, hingga RT semua ikut menjaga kondusivitas. Kalau kita gotong-royong menjaga kampung masing-masing, saya yakin keamanan bisa terjaga,” tegasnya.
    Lebih lanjut, Respati menyampaikan bahwa Pemkot Solo terus berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah serta kepala daerah di wilayah Soloraya untuk memastikan stabilitas keamanan.
    “Seluruh kabupaten/kota, termasuk Magelang, Temanggung, Solo, dan Soloraya, rutin melaporkan situasi. Pak Gubernur juga terus memantau. Kami ditugaskan menjaga kewilayahan masing-masing agar warga tetap aman,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pesan Muhammadiyah Pamekasan: Jangan Perpanjang Luka Tragedi Affan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Agustus 2025

    Pesan Muhammadiyah Pamekasan: Jangan Perpanjang Luka Tragedi Affan Surabaya 30 Agustus 2025

    Pesan Muhammadiyah Pamekasan: Jangan Perpanjang Luka Tragedi Affan
    Tim Redaksi
    PAMEKASAN, KOMPAS.com
    – “Kami ikut berduka sedalam-dalamnya” atas kejadian yang menimpa Affan Kurniawan. Kalimat itu disampaikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan, Azis Ashari di Pamekasan, Sabtu (30/8/2025).
    Menurutnya, tragedi yang menimpa Affan Kurniawan bukan hanya duka bagi kalangan ojek
    online
    , tetapi menjadi duka Bangsa Indonesia.
    “Kita semua berduka adanya kejadian yang menyebabkan Affan Kurniawan meninggal,” ucap Azis.
    Ia mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan santun dalam menyampaikan aspirasi. Kasus ini, kata dia, harus diserahkan kepada penegak hukum untuk ditindak secara adil, sementara rakyat tetap proaktif mengawasi jalannya proses hukum.
    “Kita semua berduka, kita semua kecewa. Tapi jangan perpanjang duka ini dan menimbulkan luka baru. Mari kita doakan almarhum agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.
    Azis berharap masyarakat di Pamekasan tidak terpancing dengan kondisi saat ini, sehingga terhindar dari hal-hal negatif yang bisa merugikan banyak pihak, termasuk merusak fasilitas umum.
    “Ini sudah terjadi dan semoga tidak terulang di manapun. Selanjutnya adalah tugas pemerintah dan polisi untuk melakukan proses hukum seadil-adilnya,” ujarnya.
    Ia juga menegaskan agar pemerintah dan aparat kepolisian tidak melukai hati rakyat kedua kalinya, melainkan membuktikan penegakan hukum yang adil demi menjaga suasana aman dan nyaman.
    “Kami harap pihak kepolisian melaksanakan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku,” tutur Azis.
    Sebelumnya, aksi solidaritas damai digelar di Kabupaten Pamekasan. Ratusan
    driver online
    dari sejumlah kabupaten berkumpul dan melakukan doa bersama untuk Affan Kurniawan yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PCNU Ingatkan Aparat: Jangan Sewenang-wenang Hadapi Massa
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        30 Agustus 2025

    PCNU Ingatkan Aparat: Jangan Sewenang-wenang Hadapi Massa Surabaya 30 Agustus 2025

    PCNU Ingatkan Aparat: Jangan Sewenang-wenang Hadapi Massa
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, Mohammad Darwis meminta warga yang hendak menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan cara santun.
    “Demo adalah cara rakyat menyampaikan aspirasi, semua pihak harus menghargai, tapi caranya harus santun,” kata Darwis melalui sambungan telepon, Sabtu (30/8/2025).
    Sebagai informasi, hari ini ada dua seruan aksi di depan Mapolres Lumajang yakni pukul 13.00 dan 19.00 WIB.
    Darwis menegaskan, semua pihak harus menghargai aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk aparat keamanan yang melakukan penjagaan.
    “Aparat juga harus menghargai aspirasi masyarakat, tidak boleh sewenang-wenang,” ujarnya.
    Ia menilai peristiwa demonstrasi di banyak daerah di Indonesia seharusnya menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, setiap aspirasi atau tuntutan seharusnya didengar dengan baik agar tidak meningkatkan emosi warga.
    “Ini harus jadi pelajaran bagi kita semua, agar semua pihak bisa saling menghargai, masyarakat hanya ingin di dengar aspirasinya,” jelas Darwis.
    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan saat demonstrasi di Jakarta. PCNU Lumajang telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh MWC NU di kecamatan dan warga nahdliyin untuk mendoakan almarhum serta keselamatan bangsa.
    “Atas nama seluruh warga nahdliyin kami sampaikan bela sungkawa, surat edaran sudah kami keluarkan untuk bersama-sama mendoakan almarhum dan keselamatan bangsa ini,” tutur Darwis.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Ajak Seluruh Elemen Hentikan Kekerasan dan Berdialog Damai
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        30 Agustus 2025

    Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Ajak Seluruh Elemen Hentikan Kekerasan dan Berdialog Damai Nasional 30 Agustus 2025

    Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Ajak Seluruh Elemen Hentikan Kekerasan dan Berdialog Damai
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) mengajak agar seluruh elemen bangsa untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
    Hal ini menyusul gejolak di masyarakat akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Salah satunya, peristiwa pelindasan seorang pengemudi ojek
    online
    (ojol) bernama Affan Kurniawan oleh kendaraaan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam.
    “Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, serta bersama-sama mengedepankan dialog yang damai, beradab, dan bermartabat demi persatuan bangsa serta terjaganya martabat kemanusiaan,” ujar Presidium Politik dan Hubungan Antar Lembaga ISKA, Joanes Joko dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
    Namun, melihat situasi di lapangan, ISKA juga mendorong dan mendesak agar seluruh pejabat negara membangun komunikasi dan dialog empatik, sensitif, dan partisipatif menanggapi dinamika yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini.
    “ISKA mendesak seluruh pejabat negara dan pemerintahan agar menjadi teladan moral dan panutan publik, dengan membangun komunikasi dan dialog yang penuh empati, sensitif, partisipatif serta mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap pernyataan maupun tindakan,” kata Joanes.
    Kemudian, ISKA menilai, masyarakat memerlukan kehadiran pemimpin dan pejabat yang menenangkan suasana di tengah tekanan hidup yang semakin berat.
    Keadaan justru akan memburuk jika pernyataan dan tindakan dari para pejabat kontraproduktif pada situasi yang dialami masyarakat.
    Oleh karenanya, ISKA mendorong agar pemerintah maupun masyarakat mengambil jalan rekonsiliasi dan dialog yang manusiawi serta menghindari kekerasan.
    Sebab, jalan dialog dan rekonsiliasi adalah pilihan yang lebih manusiawi dan beradab daripada kekerasan.
    Lebih lanjut, ISKA mendorong agar pemerintah lebih memerhatikan kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat. Pasalnya, suara-suara ini bukan muncul tanpa sebab. Melainkan, lahir dari kegelisahan yang dirasakan masyarakat menghadapi persoalan hidup sehari-hari.
    “Setiap ekspresi aspirasi berupa masukan dan kritik hendaknya ditanggapi secara tepat, proporsional, serta jauh dari tindakan represif apalagi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa,” ujar Joanes.
    Dalam pernyataan tersebut, ISKA juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Affan Kurniawan.
    “Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kasih, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan,” kata Joanes.
    Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 25 dadn 28 Agustus 2025, merupakan buntuk kekecewaan masyarakat atas kenaikan tunjangan anggota DPR RI di saat perekonomian sedang lesu.
    Hingga akhirnya, terjadi insiden pelindasan terhadap pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pembubaran demo di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2025, malam.
    Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, mobil rantis bertuliskan Brimob tampak melaju cepat saat warga tengah berhamburan. Mobil lapis baja itu lantas melindas seorang pengendara ojol yang tengah berusaha lari dari kerumunan.
    Peristiwa itu membuat massa yang semula bubar kembali mengerubungi mobil rantis.
    Kemudian, Affan Kurniawan dikabarkan meninggal dunia. Akibatnya, aksi demonstrasi bertajuk solidaritas dan permintaan tanggung jawab berlangsung pada 29 Agustus 2025.
    Bahkan, aksi demonstrasi itu meluas hingga ke beberapa daerah, tak hanya di Jakarta.
    Meskioun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meminta maaf atas peristiwa tersebut dan menyesali kejadian itu.
    Dia pun telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
    Sejauh ini, sudah ada tujuh anggota Brimob yang telah menjalani pemeriksaan etik dan ditempatkan khusus karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.