Author: Kompas.com

  • Situasi Masih Panas, Siswa PAUD hingga SMP di Surabaya Belajar Online 1-4 September
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Agustus 2025

    Situasi Masih Panas, Siswa PAUD hingga SMP di Surabaya Belajar Online 1-4 September Regional 31 Agustus 2025

    Situasi Masih Panas, Siswa PAUD hingga SMP di Surabaya Belajar Online 1-4 September
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan menerapkan pembelajaran daring bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP selama empat hari, mulai Senin (1/9/2025) hingga Kamis (4/9/2025).
    Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi situasi keamanan yang dinilai belum kondusif.
    “Betul, para siswa akan melakukan pembelajaran di rumah dalam (tanggal) 1 sampai 4 September 2025, tapi melihat kondisi juga,” kata Yusuf, Minggu (31/8/2025).
    Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan murid sekaligus mengurangi potensi trauma akibat kondisi sosial yang memanas.
    “Dengan adanya aksi ini tentu berpengaruh pada psikologis anak, dan untuk metode pembelajaran ini kan memang ada banyak. Jadi kalau sementara belajar di rumah juga nggak apa,” ujarnya.
    Yusuf menjelaskan, guru tetap diperbolehkan memberikan tugas praktik, seperti membuat cerpen atau menjaga kelestarian lingkungan.
    “Metodenya daring, jadi anak akan dipandu guru lewat link tatap muka online, (itu) khusus untuk anak SD dan SMP. Kalau PAUD menyesuaikan. Tetap akan ada tugas dengan jam efektif,” jelasnya.
    Ia menambahkan, siswa yang mengikuti lomba atau latihan rutin harus tetap berada dalam pantauan sekolah. Guru juga diwajibkan melampirkan surat izin resmi dari orangtua.
    Kebijakan ini sudah disosialisasikan Dispendik kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), guru, hingga wali murid melalui surat edaran.
    “Barusan, Dispendik rapat bersama kepala sekolah dan MKKS via Zoom. Harapannya menugaskan wali kelas dan guru bidang studinya masing-masing terkait hal ini,” ujar Yusuf.
    Selain itu, komunikasi antara guru dan orangtua juga difasilitasi lewat grup WhatsApp yang sudah ada.
    “Kan para guru juga ada WhatsApp Grup orang tua sebagai sarana komunikasi antara wali kelas dengan wali murid,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 61 Orang yang Ditangkap di Malang Dibebaskan, Mahasiswa Bantah Terlibat Aksi Anarkistis
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Agustus 2025

    61 Orang yang Ditangkap di Malang Dibebaskan, Mahasiswa Bantah Terlibat Aksi Anarkistis Regional 31 Agustus 2025

    61 Orang yang Ditangkap di Malang Dibebaskan, Mahasiswa Bantah Terlibat Aksi Anarkistis
    Tim Redaksi
    MALANG, KOMPAS.com
    – Sebanyak 61 orang massa aksi yang ditahan di Mapolresta Malang Kota usai unjuk rasa menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan pada Jumat (29/8/2025) malam telah dibebaskan.
    Hal itu disampaikan perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Malang, Wawan, pada Minggu (31/8/2025).
    “Total ada 61 orang yang ditahan, 21 di antaranya anak di bawah umur. Semuanya sudah dipulangkan,” kata Wawan.
    Meski demikian, pihak mahasiswa membantah klaim kepolisian bahwa semua yang ditahan merupakan pelaku anarkis.
    Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang, Diky Wahyu Firmansyah, menegaskan salah satu anggotanya berinisial R (20) tidak terbukti terlibat perusakan.
    “Teman saya yang dari PMII ini pada kesimpulannya tidak terbukti bersalah melakukan tindakan (anarkis) yang disebutkan,” ujar Diky.
    Diky menjelaskan, saat situasi mulai ricuh, ia sudah menarik mundur 64 anggota PMII sekitar pukul 21.30 WIB.
    Namun, R kembali ke lokasi untuk memantau situasi sekaligus mengajak rekan-rekan sekampus pulang. Pada saat itulah ia ditangkap.
    “Dia sudah mundur, tapi balik lagi ingin nonton sama mau menjemput teman-teman kampusnya. Jadi tidak benar jika teman saya disebut ikut serta dalam kericuhan,” jelasnya.
    R akhirnya dibebaskan melalui pendampingan LBH Pos Malang. Saat ini ia tengah menjalani pemulihan di indekos dengan bantuan rekan-rekannya. Kondisinya masih dalam perawatan, dan belum bisa dipastikan apakah luka yang dialaminya terjadi saat aksi atau selama penahanan.
    Meski sudah bebas, R tetap dikenai wajib lapor.

    “Prosesnya kami meminta bantuan ke LBH. Sekarang dia wajib lapor, tapi untuk selama kapan saya masih belum tahu,” tambah Diky.
    Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono menyebut 61 orang diamankan dalam kericuhan di depan Mapolresta Malang Kota. Dari jumlah itu, 21 orang merupakan anak di bawah umur.
    “Total ada 61 orang yang kami amankan, terdiri dari 40 dewasa dan 21 anak-anak,” kata Nanang pada Sabtu (30/8/2025).
    Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik, agar hak masyarakat untuk tahu tetap terjaga.
    Redaksi menolak kekerasan/perusakan/pembakaran/penjarahan, karena bangsa ini hanya akan kuat jika kita setia melindungi sesama, merawat fasilitas umum, dan menjaga dunia usaha tetap berjalan agar ekonomi tak makin terpuruk.
    Tetap tenang, jangan terprovokasi, jadikan negeri ini rumah aman buat kita semua, dan utamakan sumber informasi yang kredibel.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Demokrat Segera Rapat Terbatas Merespons Situasi Demo Agustus
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Agustus 2025

    Demokrat Segera Rapat Terbatas Merespons Situasi Demo Agustus Nasional 31 Agustus 2025

    Demokrat Segera Rapat Terbatas Merespons Situasi Demo Agustus
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jajaran DPP Partai Demokrat bakal segera menggelar rapat koordinasi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini.
    Rapat tersebut bakal dipimpin oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/8/2025) malam.
    Rapat akan segera dilakukan setelah AHY bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta.
    “Rapat dipimpin oleh ketum, tentu ada Pak SBY karena beliau adalah ketua MTP untuk menindaklanjuti rapat bersama dengan Presiden bersama para ketum parpol dan dilanjutkan dengan pertemuan Presiden dengan para menteri-menteri,” ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dihubungi awak media.
    Saat ini, lanjut Herzaky, AHY juga masih berada di Istana Kepresidenan di Jakarta dan berkoordinasi dengan Presiden Prabowo dan jajaran menteri lainnya.
    “Saat ini pun Pak Menko (AHY) masih berada di Istana,” ucapnya.
    Ia menungkapkan, SBY sebagai pendiri Demokrat bakal menyampaikan pandangan pada jajaran DPP Demokrat atas situasi yang terjadi.
    Pertemuan tersebut digelar untuk membahas sikap Demokrat ke depan atas situasi Tanah Air saat ini.
    “Kalaupun beliau (SBY) sebagai orang tua kan ada
    wisdom
    , mungkin ada yang mau disampaikan, juga ada arahan-arahan, tentu kita akan dengarkan masukan-masukannya,” imbuh dia.
    Situasi Tanah Air sepekan belakangan ini diwarnai demonstrasi memprotes DPR dan pemerintah.
    Presiden Prabowo pun sudah melakukan rapat dengan para ketua umum dan menyampaikan bahwa sejumlah anggota DPR RI yang dianggap menyakiti hati rakyat sudah dicopot dari jabatannya.
    Tak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa demonstrasi yang terjadi juga mengarah pada tindakan makar dan terorisme.
     
    Partai Demokrat setuju dengan tuntutan demonstran agar tunjangan anggota DPR dibatalkan karena keuangan negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat.
    “Kami juga ingin mengevaluasi tuntutan mahasiswa dan publik yang pada hari ini menginginkan tunjangan DPR RI untuk dihentikan, dibatalkan,” kata Ketua DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
    “Tentu kami setuju, kami sepakat, bahwa sesuatu yang berkaitan dengan keuangan negara harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Ibas.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polda Metro Jaya Lanjutkan Patroli Skala Besar Malam Ini, Warga Tak Perlu Panik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Agustus 2025

    Polda Metro Jaya Lanjutkan Patroli Skala Besar Malam Ini, Warga Tak Perlu Panik Megapolitan 31 Agustus 2025

    Polda Metro Jaya Lanjutkan Patroli Skala Besar Malam Ini, Warga Tak Perlu Panik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Polda Metro Jaya kembali melanjutkan patroli skala besar untuk menyisir sejumlah wilayah di Jakarta guna mencegah aksi perusakan fasilitas umum oleh sekelompok oknum tak bertanggung jawab, Minggu (31/8/2025) malam.
    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan, ada tiga wilayah utama yang menjadi fokus patroli yang melibatkan ratusan personel.
    “Patroli ini dipimpin langsung oleh Karo Ops ya, dengan melibatkan 324 personel, yang mana kami bagi ke tiga wilayah,” kata Asep kepada wartawan di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu.
    Wilayah pertama mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Wilayah kedua meliputi Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Sementara itu, wilayah ketiga mencakup kawasan penyangga Jakarta, yakni Bekasi dan Depok.
    Patroli dimulai dari Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, bersama aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelum menyebar ke tiga wilayah tersebut.
    Dalam kegiatan patroli ini, Asep mengimbau agar masyarakat tidak panik.
    “Kepada seluruh masyarakat, kami menghimbau agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir,” imbau dia.
    Ia juga berharap masyarakat berperan aktif dengan melaporkan potensi kericuhan kepada pihak kepolisian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Rencana Demo, Dedi Mulyadi: Situasi Jabar Kondusif, Besok Sekolah Berjalan Normal
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        31 Agustus 2025

    Ada Rencana Demo, Dedi Mulyadi: Situasi Jabar Kondusif, Besok Sekolah Berjalan Normal Bandung 31 Agustus 2025

    Ada Rencana Demo, Dedi Mulyadi: Situasi Jabar Kondusif, Besok Sekolah Berjalan Normal
    Tim Redaksi
    BANDUNG, KOMPAS.com –
    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meskipun beredar informasi adanya rencana aksi unjuk rasa di Kota Bandung pada Senin (1/9/2025).
    Hal tersebut disampaikan Dedi setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (31/8/2025).
    Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa situasi Jawa Barat sampai sekarang masih dalam kondisi kondusif.
    “Yang intinya bahwa hari ini Jawa Barat dalam keadaan kondusif. Kemudian seluruh jajaran dalam keadaan siaga menghadapi berbagai kemungkinan apapun,” ujar Dedi kepada awak media.
    Menurut Dedi, aktivitas warga masih berjalan seperti biasa, termasuk kegiatan belajar mengajar.
    Ia menekankan bahwa sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar tidak diliburkan.
    “Kegiatan ekonomi masih berjalan dengan baik, orang masih beraktivitas biasa dan besok pun anak-anak sekolah normal, sekolah biasa,” katanya.
    Dedi menyebutkan bahwa target utama massa aksi adalah Gedung DPRD Jawa Barat.
    Sampai aksi yang terjadi kemarin, tidak ada sekolah yang dirusak.
    “Kita jujur-jujuran saja bahwa target utamanya adalah Gedung DPRD itu loh,” tuturnya.
    Bahkan, ia juga menyinggung langkah Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, yang bersedia menemui para pedemo.
    “Nah itu saja, Ketua DPRD-nya ini satu-satunya ketua DPRD yang menemui pedemo, menandatangani kesepakatan. Di Indonesia hanya satu ketua DPRD Jawa Barat,” kata Dedi.
    Soal keamanan, Dedi memastikan aparat keamanan akan selalu siaga menjaga kondusivitas.
    “Ya saya pikir jajaran keamanan kita cukup aman dan tidak ada serangan terhadap sekolah kan,” ucapnya.
    Di tempat yang sama, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan bahwa saat ini izin unjuk rasa yang rencananya berlangsung besok belum ada.
    “Kalau informasi yang kami terima itu ada, tapi secara resmi itu belum ada ya untuk mengadakan unjuk rasa,” katanya.
    Polda Jabar, kata dia, akan menyiagakan personel untuk melakukan penjagaan yang dibantu dari Kodam III Siliwangi.
    “Seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, bahwa kita kondusif dan kita berharap semuanya kita menjaga Jawa Barat bersama,” ucap Rudi.
    Para personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari aset pemerintahan hingga sekolah yang lokasinya dekat dengan rencana aksi.
    “Semua menjadi obyek pengamanan kita bersama. Kami secara bersama-sama akan mengawal itu, semuanya mengamankan,” ucap Rudi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • ASN Pemkab Banyumas Diminta Tak Pakai Seragam Dinas Imbas Demo Anarkistis
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        31 Agustus 2025

    ASN Pemkab Banyumas Diminta Tak Pakai Seragam Dinas Imbas Demo Anarkistis Regional 31 Agustus 2025

    ASN Pemkab Banyumas Diminta Tak Pakai Seragam Dinas Imbas Demo Anarkistis
    Tim Redaksi
    BANYUMAS, KOMPAS.com
    – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas diminta tidak mengenakan pakaian dinas beserta atributnya mulai Senin (1/9/2025).
    Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan usai demonstrasi anarkis pada Sabtu (30/8/2025).
    “Ada arahan dari pemerintah provinsi, kita bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Sifatnya imbauan bukan instruksi,” kata Agus saat dihubungi, Minggu (31/8/2025) malam.
    Sebagai gantinya, ASN maupun non-ASN diminta mengenakan batik, lurik, atau kemeja. Pakaian berbahan jeans dilarang dipakai. Aturan ini berlaku sampai kondisi dinyatakan kondusif.
    Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi ASN dan non-ASN yang bertugas di perangkat daerah bidang ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta perhubungan.
    Selain pakaian, penggunaan kendaraan dinas juga diatur lebih ketat. ASN diminta mengemudikan kendaraan dinas dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan.
    Kericuhan terjadi saat demonstrasi di sekitar Alun-alun Purwokerto pada Sabtu (30/8/2025). Sejumlah fasilitas di kompleks kantor Pemkab sekaligus kantor bupati menjadi sasaran amuk massa.
    Massa merobohkan pintu gerbang dan melempari area kantor menggunakan benda keras. Akibatnya, ruang Bagian Prokompim dan press room rusak parah. Tembok perkantoran dicorat-coret menggunakan cat semprot, sementara sejumlah fasilitas di alun-alun juga ikut dirusak.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Polisi Tangkap 5 Penyusup Asal Jawa Tengah yang Sasar Mapolres Blitar
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        31 Agustus 2025

    Polisi Tangkap 5 Penyusup Asal Jawa Tengah yang Sasar Mapolres Blitar Surabaya 31 Agustus 2025

    Polisi Tangkap 5 Penyusup Asal Jawa Tengah yang Sasar Mapolres Blitar
    Tim Redaksi
    BLITAR, KOMPAS.com
    – Polisi menangkap 143 orang massa yang hendak menyerang Kantor Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota pada Sabtu malam hingga Minggu (31 Agustus 2025) dini hari.
    Dari 143 orang tersebut, sebanyak 5 di antaranya ternyata merupakan warga yang berasal dari wilayah Jawa Tengah.
    Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly mengatakan bahwa terdapat 5 orang asal Provinsi Jawa Tengah dari 143 yang ditangkap ketika terjadi bentrokan antara polisi dan massa di simpang empat Jalan Sudirman.
    “Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada pada penyusup,” ujar Yudho kepada awak media, Minggu siang.
    “Dari 143 orang yang kami tahan, ada yang berasal dari luar daerah, dari Jawa Tengah, ada. Mereka baru masuk ke Blitar, ada 5 orang,” kata dia.
    Yudho enggan menjelaskan lebih lanjut tentang 5 orang yang ditangkap dari massa saat terjadi bentrok dengan aparat kepolisian di simpang empat Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kepanjenlor, Kota Blitar itu. 
    Selain terdapat 5 orang asal Jawa Tengah, Yudho juga mengungkap bahwa banyak dari 143 orang tersebut merupakan massa yang sama dengan pelaku perusakan dan pembakaran sejumlah gedung milik kepolisian dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota dan Kabupaten Kediri beberapa jam sebelumnya.
    “Banyak dari massa itu adalah massa yang sama yang melakukan pembakaran di Polres Kediri Kota, DPRD Kota Kediri, Samsat Pare, DPRD Kabupaten Kediri,” ujar dia.
    Di antara mereka, lanjut Yudho, terdapat sejumlah anak remaja yang masih tergolong anak di bawah umur, meskipun sebagian besar dari 143 orang tersebut telah masuk kategori dewasa.
    Namun, dia mengakui bahwa dari ribuan massa yang melakukan konvoi sepeda motor dan bertindak anarkistis pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari di wilayah Blitar itu, mayoritas merupakan warga Kabupaten Blitar dan masih berusia remaja.
    Menurut Yudho, hampir semua massa yang diamankan berada di bawah pengaruh minuman keras dan narkoba.
    Hal itu diketahui dari hasil tes urine yang telah dilakukan.
    Yudho menegaskan bahwa aksi massa yang berlangsung selama Sabtu malam hingga Minggu dini hari tersebut bukanlah aksi demonstrasi atau pun unjuk rasa.
    Massa, kata dia, tidak melakukan aksi penyampaian pendapat dengan berorasi atau lainnya, tetapi langsung bertindak agresif dengan berupaya menyerang Kantor Polres Blitar Kota.
    “Kejadiannya sangat anarkis. Kemarin itu bukan demo. Yang terjadi massa datang langsung melakukan penyerangan terhadap Polres Blitar Kota,” ujarnya.
    Yudho juga mengungkapkan bahwa massa melakukan perusakan pada hampir seluruh kamera pengawas CCTV yang ada di sepanjang Jalan Sodanco Supriyadi.
    Karena itu, Yudho mengimbau kepada para orangtua untuk mengawasi anak-anak mereka ketika hendak pergi keluar rumah.
    “Jangan sampai terprovokasi ikut-ikutan dalam tindakan seperti itu yang akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
    Yudho mengatakan bahwa 143 orang yang saat ini ditahan di Kantor Polres Blitar masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rumah Eko Patrio Dikunci Ganda Usai Didatangi Massa, Satpam Kompleks Batasi Kunjungan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Agustus 2025

    Rumah Eko Patrio Dikunci Ganda Usai Didatangi Massa, Satpam Kompleks Batasi Kunjungan Megapolitan 31 Agustus 2025

    Rumah Eko Patrio Dikunci Ganda Usai Didatangi Massa, Satpam Kompleks Batasi Kunjungan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Rumah anggota DPR RI nonaktif, Eko Patrio, dijaga ketat usai didatangi dan dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Minggu (31/8/2025), pintu pagar berwarna hitam di rumah Eko dikunci ganda.
    Pagar tersebut dililit rantai yang digembok, kemudian diperkuat lagi dengan seutas tali putih dan selang air berwarna hitam.
    Dari balik pagar, terlihat sejumlah kerusakan di rumah Eko Patrio. Dinding putih penuh coretan vandalisme, kaca jendela pecah, dan tanaman di teras rumah tercabut dari potnya.
    Untuk mengakses area depan rumah Eko yang berada di wilayah Jakarta Selatan, pengunjung harus melewati portal kompleks yang dijaga dua satpam.
    Kepada tamu yang tidak dikenal, satpam kompleks selalu menanyakan tujuan kedatangan. Saat mengetahui ada pengunjung dari luar kompleks yang ingin melihat kondisi rumah Eko, mereka meminta agar tidak berlama-lama di dalam.
    “Jangan lama-lama ya, kasihan warganya kalau terganggu,” kata salah satu satpam kompleks, Minggu.
    Hal yang sama juga diberlakukan kepada awak media yang hendak meliput. Setelah sekitar 30 menit, satpam berkoordinasi melalui
    handy

    talkie
    (HT) dengan rekannya yang berjaga di dekat rumah untuk meminta agar wartawan segera meninggalkan lokasi.
    “Tadi katanya sebentar, tolong dikondisikan yang mobil putih itu,” kata seorang satpam melalui
    handy

    talkie
    (HT).
    Dari HT, terdengar balasan bahwa awak media tersebut sudah akan berjalan.

    On

    the

    way
    wartawannya,” balas satpam lainnya.
    Ketika belum ada pergerakan dari awak media tersebut, satpam memerintahkan rekan yang berjaga di pos keamanan untuk menegur mereka.
    Sebelumnya diberitakan, rumah anggota DPR RI sekaligus artis, Eko Patrio, didatangi massa pada Minggu (31/8/2025) malam.
    Berdasarkan pantauan jurnalis video
    Kompas.com
    di lokasi, massa dilaporkan masuk ke dalam rumah dan mengambil sejumlah barang.
    Peristiwa itu terjadi sejak sekitar pukul 22.00 WIB. Massa yang sudah berkerumun sejak malam hari memaksa masuk ke rumah Eko Patrio yang berada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
    Petugas keamanan kompleks disebut tidak mampu menahan arus massa yang berbondong-bondong. Massa berhasil menjebol pintu rumah Eko.
    Berdasarkan keterangan petugas, rumah Eko disebut dalam keadaan kosong saat kejadian. Eko Patrio tidak berada di lokasi karena sebelumnya sudah meninggalkan rumah.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Airlangga Bantah Isu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Agustus 2025

    Airlangga Bantah Isu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Nasional 31 Agustus 2025

    Airlangga Bantah Isu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah isu yang menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mundur dari kabinet.
    “Tidak, tidak,” kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
    Airlangga memastikan Sri Mulyani hadir dalam rapat kabinet yang digelar hari ini.
    “Ada, ada. Tadi Ibu ada di dalam ikut rapat,” ujar dia.
    Namun, kata Airlangga, Sri Mulyani tidak memberikan paparan khusus dalam rapat tersebut.
    “Enggak, (agenda rapat) hanya pengarahan Presiden saja,” tutur dia.
    Isu mundurnya Sri Mulyani sendiri sempat ramai beredar, dengan narasi berbeda-beda.
    Ada yang menyebut Sri Mulyani menghadap Presiden Prabowo untuk menyerahkan surat pengunduran diri, sementara versi lain menyebut Prabowo yang memanggil Sri Mulyani ke Hambalang.
    Isu pengunduran diri Sri Mulyani muncul di tengah sorotan publik setelah rumah pribadinya di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, dijarah massa pada Minggu dini hari.
    Penjarahan tersebut berlangsung dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 01.00 WIB dan gelombang kedua sekitar pukul 03.00 WIB.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menhan Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penjarah Rumah Pejabat
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Agustus 2025

    Menhan Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penjarah Rumah Pejabat Nasional 31 Agustus 2025

    Menhan Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penjarah Rumah Pejabat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan aparat untuk tidak ragu menindak siapa pun yang menjarah kediaman pejabat.
    “Apabila terjadi hal-hal yang menyangkut soal keselamatan bagi pribadi maupun pemilik rumah pejabat yang mengalami penjarahan, maka petugas tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas,” kata Sjafrie dalam konferensi pers di Istana Negara, Minggu (31/8/2025).
     
    Keterangan ini disampaikan Sjafrie dalam konferensi pers yang dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
    Sjafrie mengatakan, semua tindakan kriminal, baik yang mengarah pada perusakan fasilitas umum maupun harta milik pribadi, harus ditindak tegas menurut hukum yang berlaku.
    Instruksi yang sama juga berlaku bagi para pelaku yang melakukan kerusuhan maupun menjarah kediaman pribadi seseorang maupun institusi negara.
    Menurutnya, Polri dan TNI akan menindak tegas terhadap semua perbuatan yang mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat dan kedaulatan negara.
    “Badan Intelijen Negara ditugaskan untuk terus memantau situasi intelijen dan melaporkan kepada Bapak Presiden pada kesempatan-kesempatan pertama bila terjadi dinamika yang timbul di lapangan,” ujar Sjafrie.
    Diketahui, unjuk rasa yang memprotes kenaikan tunjangan anggota DPR RI dimulai pada 25 Agustus lalu.
    Unjuk rasa kemudian berlanjut pada 28 Agustus, hari di mana driver ojek online (Ojol) Affan Kurniawan meninggal setelah dilindas mobil Brimob.
    Peristiwa itu membuat publik semakin marah, terutama kalangan driver ojol.
    Setelah itu, unjuk rasa meluas ke berbagai kota dan daerah, mulai dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Tegal, Cilacap, Makassar, dan lainnya.
    Unjuk rasa diwarnai bentrokan massa dengan aparat.
    Sejumlah fasilitas umum, seperti halte bus hingga beberapa kantor kepolisian, dibakar.
    Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya dibakar pada Sabtu (30/8/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.